Rabu, 22 November 2017

Sakura di Langit Osaka



“Kita adalah dua orang yang sama-sama pernah disakiti, dua orang yang pernah dikhianati, yang kemudian dipertemukan oleh takdir untuk saling melengkapi. Dan, aku percaya itu."(Hal. 127)



SAKURA DI LANGIT OSAKA
Penulis: Arizu Kazura
Editor: Cicilia Prima
Penerbit: Grasindo

Naya Wijaya
Pernah disakiti, hatinya dilukai, harapannya dipatahkan, hingga membuatnya sulit membuka hati dan percaya kepada laki-laki, menaruh kebencian yang mendalam kepada laki-laki pemilik mata dengan tatapan tajam - yang pantang menyerah dalam mendapatkan hatinya – itu sejak pertama bertemu.

Nishimura Tetsuya
Pernah dikhianati, dikecewakan dan dipermalukan di depan orang banyak karena gagal menikah, hingga membuat dirinya enggan jatuh cinta dan lebih menyukai hidup sendiri, menaruh rasa kepada wanita pemilik senyum cantik berlesung pipi –yang ingin dimilikinya –itu ketika wajah cantiknya berada dalam frame kameranya.

Mereka bertemu di bawah langit musim semi. Berawal dari pertemuan yang tidak menyenangkan saat sakura sedang bermekaran hingga berubah menjadi dirindukan, tiba-tiba keduanya ingin jatuh cinta lagi. Mereka ingin bahagia lagi. Tapi, mampukah keduanya saling melengkapi? Menutup luka lama dengan kebahagiaan yang sekarang dirasa? Atau malah sebaliknya, pertemuan itu adalah awal bagi hadirnya luka baru yang lebih menyiksa?

***

Quote pembuka di atas bisa menjadi gambaran tepat tentang hubungan Naya dan Tetsuya. Meski pertemuan pertama mereka dan sejumlah pertemuan awal lainnya cukup kocak sekaligus menyebalkan, namun saat mereka semakin saling mengenal, cerita menjadi semakin manis.


Kisah ini dibalut dengan manis hingga bikin saya penasaran, konfliknya kapan dan akan seperti apa. Sebab hingga pertengahan buku, diceritakan hubungan manis yang tercipta di antara Naya dan Tetsuya. Dan ternyata konfliknya cukup menarik

Sayangnya eksplorasi terhadap tokoh lain selain Naya dan Tetsuya serta Yuri terasa kurang kuat. Bahkan dua tokoh antagonist yang muncul kurang dieksplorasi. Saya sendiri berharap Yuri akan jadi pihak yang jahat mengingat saat di awal cerita ia menggambarkan soal Tetsuya seperti benci tapi rindu. Saya tadinya berpikir ia akan mencuurangi Naya, namun ternyata berbeda.

Secara keseluruhan ceritanya enak dibaca karena penuturannya mengalir apalagi untuk yang menyenangi kisah pure romance, maka novel ini akan menyuguhimu dengan kisah yang manis. Meski konflikny terasa kurang tajam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar