Rabu, 24 Februari 2016

Peek A Boo, Love



“I think instead of thinking of being normal. It’s better to think that you are special.” (Hal. 82)


Penulis: Sofi Meloni
Editor: Irna Permanasari
Desain sampul: Marcel A. W.
Layout: Ayu Lestari
Penerbit: Gramedia
Cetakan: pertama, 2015
Jumlah hal.: 248 halaman
ISBN: 978-602-03-2408-1

Hey, Cinta. Apakah kamu di sana? Oh, tidak? Mungkin di sini? Tidak juga ternyata. Sebenarnya kamu di mana?

Memulai kehidupan profesional tidak semudah yang kubayangkan saat aku memutuskan pindah ke Jakarta. Macet dan polusi di mana-mana, Transjakarta yang sesak, serta kopi pahit yang disodorkan rekan kerjaku setiap pagi. Belum lagi atasanku, Pak Daniel, yang kelewat misterius.
Semunya semakin rumit saat masalah datang dan mempertemukanku kembali dengan Evan, pria yang mengajakku berkenalan di halte Transjakarta. Kejutan lainnya juga berada di kota yang sama denganku dan mengajak ketemuan! Entah berapa banyak lagi kejutan yang menantiku di kota metropolitan ini.

Hey, Cinta. Apa aku akhirnya akan menemukanmu di sini?

-Lulu-
***

Lulu, perempuan asal Puncak, Bogor, menjalani kehidupan di kota Jakarta. Menjadi bagian dari kehidupan ibu kota yang serba cepat dan penuh hiruk pikuk. Pun dengan dunia kerja yang dihadapi Lulu. Berhadapan dengan intrik dan persiangan jelas tidak terhindarkan. Namun semua menjadi bertambah runyam saat hal tersebut diperparah oleh masalah percintaan.

Lulu yang awalnya tidak memiliki perasaan apapun pada Evan saat pria itu mengajaknya berkenalan di Transjakarta, ternyata tanpa sadar mulai menyimpan perasaan pada Evan. Ini karena sebuah masalah di kantor memaksa Lulu untuk banyak bekerja sama dengan Evan. Namun saat Cindy, teman sekantor Lulu yang cantik dan sangat menyadari kecantikannya itu, hadir di tengah hubungan Lulu dan Evan, Cindy harus menelan pil pahit. Ia harus menyadari bahwa secara fisik ia memang tidak semenarik Cindy. Ia pun kemudian menyadari sebuah kenyataan yang membuatnya mempertanyakan ketulusan Evan berteman dengannya.

Saat semua hal memburuk, kehadiran Sam, sosok yang hanya dikenal Lulu di dunia maya, membawa kenyamanan di hatinya. Teman chating  yang menyenangkan dan punya kemampuan fotografi ini berhasil membuat beban di hati Lulu semakin berkurang. Namun saat Sam mengajak Lulu untuk bertemu secara langsung, ada keraguan di hati gadis itu. Akankah hubungan mereka berbeda jika pertemuan ini malah merusak ekspektasi mereka terhadap satu sama lain?

Seolah semua belum rumit, Lulu merasa hal yang berbeda pak Daniel, atasannya di kantor, yang misterius. Namun  entah bagaimana menjelaskan hal yang dirasakan dan dipikirkan Lulu terhadap bosnya itu.

Kira-kira dari semua hubungan Lulu ini yang manakah yang sebuah lelucon dan mana yang sejati?

“There is nothing ridiculous about being in love and mad about this matter.” (Hal. 140)

***

“There is only one thing human can’t control. Its the feeling.” (Hal. 140)

Sejak membaca karya pertama Sofi Meloni saya selalu mendeskripsikan tulisannya sebagai tulisan yang rapi dengan logika cerita yang pas. Runut namun tidak membosankan. Cerita berhasil dituturkan dengan mengalir dan menarik.

Kamis, 18 Februari 2016

Kepada Gema



Lo tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan? Kenyataan bahwa lo akan menemukan dia yang berbeda saat perjumpaan berikutnya. Itu yang selalu gue takutkan.” (Hal. 153)

Penulis: Diego Christian
Editor: Ruth Priscilia Angelina
Desain sampul: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, 2016
Jumlah hal.: 216 halaman
ISBN: 978-602-03-2523-1

Di tengah menghadapi jam kerja tak berperasaan dan menjalani hubungan jarak jauh dengan Jesse, kekasihnya yang kuliah di Belanda, Atisha harus mencari jalan keluar dari mimpi-mimpi buruk yang selalu membuatnya terbangun di tengah malam. Mimpi buruk yang terus membawanya pulang di kenangan pahit.

Seolah semuanya belum cukup, Gema, pemuda yang pernah Atisha cintai, tiba-tiba muncul di kantornya sebagai pembawa acara baru. Kehadiran Gema mengingatkannya pada kebahagiaan sekaligus patah hati yang hingga kini masih terasa pahit, juga pada masa lalu yang dulu menjadi penyebab Gema meninggalkannya.

Gema berusaha memasuki kehidupannya kembali. Tapi Atisha berjanji takkan mengkhianati Jesse, juga takkan mengizinkan Gema menyakiti hatinya lagi.

Namun, bagaimana ketika hubungannya dengan Jesse mulai mengalami masalah? Bagaimana jika Gema mebuka sebuah fakta menyakitkan tentang kekasihnya itu? dan bagaimana jika... berdamai dengan masa lalu adalah satu-satunya jalan keluar untuk Atisha?

***
“Mungkin benar, tidak semua pertanyaan memiliki jawaban. Dan tidak semua hal harus dia ketahuai.” (Hal. 83)
Novel Kepada Gema ini berkisah tentang kehidupan Atisha yang bekerja di dunia broadcasting. Tentang Atisha yang sedang menjalani Long Distance Relationship (LDR) dengan kekasihnya, Jesse. Tentang Atisha dengan masa lalu yang pahit yang selalu membuatnya bermimpi buruk.

Sebelum bersama Jesse, Atisha pernah sangat mencintai Gema. Laki-laki yang membuatnya merasa nyaman. Sayangnya, Gema memang membuatnya jatuh cinta, namun juga mengajarkannya sakitnya patah hati akibat ditinggalkan. Patah hati karena masa lalu yang pahit yang kamu miliki. Ini yang membuat Atisha tidak lagi ingin terlibat dengan Gema.

Sedangkan Gema, ia ingin memperbaiki kesalahannya di masa lalu. Ia ingin mengobati luka hati Atisha. Ia ingin menunjukkan pada Atisha ia adalah sosok yang berbeda. Jika dulu ia tidak bisa menghadapi masa lalu Atisha dengan dewasa, maka kini ia bisa menjadi orang yang melindungi Atisha dari masa lalunya itu juga dari apapun yang siap melukai gadis itu kini dan nanti.

Di sisi lain orang-orang yang  menyayangi Atisha harus menahan rasa cemas melihat apa yang sedang dan mungkin saja dialami gadis itu di masa depan. Ibu dan adik Atisha yang terus terbangun di tengah malam demi menemukan gadis itu bermimpi buruk dan kemudian menenangkannya. Shalina, sahabat Atisha sejak SMP, pun ikut menahan cemas. Itulah kenapa ia membantu Gema. Berharap kehadiran Gema akan mampu menyelamatkan Atisha dari apa yang akan terjadi di masa depan.

Kepada Gema adalah novel yang bercerita tentang luka di masa lalu juga luka yang menanti di masa depan. Kira-kira bagaimana kisah Jesse, Atisha dan Gema akan berakhir?

Sabtu, 13 Februari 2016

A Shoulder to Cry On




Penulis: Ria N. Badariah
Editor: Raya Fitrah
Desain sampul: Marcel A.W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Kedua, September 2015
Jumlah hal.: 312 halaman
ISBN: 978-602-03-2160-8

Damar tahu sejak awal apa yang dilaluinya salah. Berjuang untuk hidup bersama adiknya, Danu, setelah kedua orangtua mereka bercerai membuat Damar terpaksa menentukan pilihan yang salah dalam hidupnya.

Andai rasa cinta bisa dengan mudah diredam dan dihentikan, tentu Damar akan memilih hidup tanpa cinta. Sayang, hal itu tak semudah yang dibayangkan, di tengah perjuangannya untuk melindungi Danu dan seorang gadis malang bernama Anka, yang belakangan mulai disayanginya. Damar harus tetap menyisakan sedikit ruang hatinya untuk merasakan sakit, saat cinta perlahan-lahan menyadarkannya bahwa ia tidak pantas menerima dan memberikan cinta.
Di saat cinta itu tergapai dengan sempurna, di saat harapan seketika sirna, mungkinkah penyesalan masih tetap berguna?

“Aku tak pernah menyesal mencintaimu, yang kusesalkan hanyalah kamu terluka karenanya.”

***

Novel A Shoulder to Cry On ini adalah sebuah novel yang mengetengahkan kehidupan dua orang kakak beradik, Damar dan Danu. Damar yang sedang bekerja sebagai seorang pengacara berjuang agar bisa membiayai kehidupannya dengan Danu. Danu yang masih duduk di kelas 3 SMA berjuang agar bisa membanggakan sang kakak. Sebisa mungkin tidak menyusahkan Damar. Ini pula yang membuat Danu enggan mengakui perasaannya yang berbeda pada Anka, sahabatnya sendiri. Ia ingin fokus sekolah, tidak ingin berpacaran seperti remaja lainnya.

Hingga suatu hari masalah bertubi-tubi menghantam Anka, membuat Danu tidak bisa tinggal diam dan meminta Damar ikut membantu Anka. Akhirnya Anka pun tinggal bersama mereka. Namun ternyata kondisi ini menyebabkan hal lain. Danu merasa bahwa Anka lebih memperhatikan Damar daripada dirinya. Jika benar, apakah itu berarti Anka mencintai Damar? Bagaimana nasib cinta Danu?

Rabu, 10 Februari 2016

Scarlet (The Lunar Chronicles)



“Sepanjang hidupnya–setidaknya, sepanjang hidup yang bisa dia ingat– yang dia inginkan hanyalah kebebasan. Dan kini, untuk pertama kalinya, dia mendapatkannya, serapuh apa pun itu. Tidak ada orang yang mengatur-aturnya. Tidak ada yang menghakimi atau mengkritiknya.” (Hal. 188)


Penulis: Marissa Meyer
Penerjemah: Dewi Sunarni
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Titish A.K
Design cover: @hanheebin
Penerbit: Spring
Cetakan: Pertama, Februari 2016
Jumhal hal.: 444 halaman
ISBN: 978-602-71505-6-0

Nenek Scarlet Benoit, Michelle Benoit, menghilang tanpa jejak. Bahkan kepolisian berhenti mencarinya dan menganggap wanita itu melarikan diri atau bunuh diri.

Marah dengan keputusan dari pihak kepolisian, Scarlet membulatkan tekad untuk mencari neneknya bersama dengan seorang pemuda petarung jalanan bernama Wolf, yang kelihatannya menyimpan informasi tentang hilangnya nenek Scarlet.

Apakah benar Wolf bisa dipercaya? Rahasia apa yang disimpan Michelle Benoit sampai dia harus menghilang?

Di belahan bumi yang lain, status Cinder berubah dari mekanik ternama menjadi buronan yang paling diinginkan di seluruh Persemakmuran Timur. Dapatkah Cinder sekali lagi menyelamatkan Kai dan bumi dari Levana?

***
Novel Scarlet ini adalah buku kedua dari seri The Lunar Chronicles yang ditulis oleh Marissa Meyer. Sama seperti novel sebelumnya, Cinder (baca ulasannya di: ), yang mengambil tema dongeng yang kemudian dikolaborasikan dengan imajinasi penulis tentang dunia di masa depan, Scarlet sama memikatnya dengan Cinder.

Jika dalam Cinder, kita mencicipi “rasa baru” dongeng Cinderella yan melibatkan ibu tiri, dua saudari tiri dan pangeran; maka di Scarlet kita akan mengidentifikasi kekhasan dongeng Si Tudung Merah dengan icon berupa gadis bertudung merah dan serigala (wolf). Maka jangan heran jika di dalam novel ini berkali-kali kita membaca tentang tudung merah yang dipakai Scarlet serta Wolf, pendamping Scarlet dalam mencari neneknya.

Cerita dibuka dengan kekalutan tokoh Scarlet atas hilangnya sang nenek. Neneknya menghilang dengan meninggalkan chip identitasnya. Scarlet yakin sang nenek tidak melarikan diri ataupun bunuh diri. Ia yakin neneknya diculik. Tapi apa alasannya? Selama ini mereka hidup tenang. Kemudian kedatangan ayah Scarlet yang tidak membuat gadis itu nyaman sama sekali, membawa sebuah clue. Membuat Scarlet mendatangi Wolf, seorang petarung jalanan, yang ia yakini punya hubungan dengan para penculik neneknya. Namun Wolf meyakinkan Scarlet bahwa ia tidak tahu apapun. Wolf pun kemudian menawarkan diri untuk menemani Scarlet mencari neneknya. Tawaran yang akhirnya diterima Scarlet. Namun benarkah pilihan Scarlet memercayai Wolf?

Di sisi lain ada pula cerita pelarian Cinder, gadis cyborg yang ternyata merupakan Putri Selena yang selama ini ditakuti kehadirannya oleh Ratu Levana. Gadis ini melarikan diri dari penjara dan pelariannya ini mengikut sertakan Thorne, seorang narapidana yang ternyata sangat bermanfaat bagi Cinder. Thorne adalah pencuri ulang. Ia mencuri sebuah kapal kargo milik pemerintah Republik Amerika. Thorne dan pesawatnya pun menjadi pendukung bagi pencarian Cinder pada masa lalunya.

Bagaimana nasib kedua gadis ini? Akankah mereka bisa mencapai tujuan masing-masing? Dan kelak jika tadir mereka beririsan, akan seperti apa?

Selasa, 09 Februari 2016

F.A.K (Frequently Ask Kuestion)




Penulis: Devlin Putra
Penyunting: Ry Azzura
Penyelaras aksara: Irsyad Zulfahmi
Pendesain sampul: Devlin Putra & Arie Je
Penata letak: Arie Je
Penerbit: Bukune
Cetakan: Pertama, September 2015
Jumlah  hal.: viii + 136 halaman
ISBN: 602-220-168-3

Dalam hidup selalu ada pertanyaan yang sulit dijawab
-bagaimana caranya bersin sambil melotot
-kenapa Power Ranger kalau ngomong angguk-angguk
- kenapa guru selalu ngasih PR, atau
-gimana cara nyontek yang nggak ketahuan.

Devlin- seorang mahasiswa yang sedang lari-lari dari tuntutan skripsi, bersama dua keponakan fiktifnya, Tomi – Lili, akan menjawab pertanyaan itu dengan coret-coretan, logika berantakan, dan jokes recehan. F.A.K! – lah pokoknya ....

***

Menerima buku ini sebagai hadiah menang kuis dari Bukune adalah berkah yang datang di waku yang tepat. Bagaimana tidak, jika ditengah kepenatan mengerjakan tugas akhir yang entah kenapa sulit selesainya, saya malah diberi teman seperjuangan. Seperjuangan melarikan diri, maksud saya :D

Baca buku ini menjadi hiburan yang sangat berhasil membuat saya membiarkan BAB V hanya ditemani kursor yang berkedip-kedip. Tapi tenang saja, kenyataan ini hanya berlangsung sebentar karena bukunya sangat ringan. Penuh humor receh. Ya ampun receh. Istilahmu, Tria.

Ini karena pertanyaan serius akan dijawab dengan sangat absurd oleh Devlin, Tomi, dan Lili. Pertanyaan absurd akan dijawab bagaimana? Silakan bayangkan?!

Buku ini akan menjadi pemantik tawa di saat beban tugas sedang banyak. Butuh refreshing sejenak. 

Btw, Tria ini nggak ada kritikan? Hm.. mau mengkritik apa kalau memang sejak awal buku ini sudah kacau. Ha..ha.. tapi kekacauan inilah yang membuatnya lucu. Tenang saja, tulisannya mudah terbaca, kok.

Oiya, buku ini dibagian berdasarkan tema-tema tertentu (meski tema utama tetap saja bagaimana penulis membully dirinya sendiri, eh gimana? :D). Buku ini dimulai dengan perkenalan tokoh kemudian dilanjutkan dengan pembagian tema seperti: kehidupan, sekolah, kuliah, romance, filosofi, dan random.

Jangan bayangkan yang normal-normal untuk setiap tema itu, hanya akan membuatmu ingin melempar bukunya, tapi setelah itu dipungut kembali demi melihat Devlin dibully oleh Tomi dan Lili.