Sabtu, 30 Januari 2016

Alias



“Cahaya itu selalu baik,” (Hal. 73)


Editor: Mahir Pradana
Proofreader: Dewi Fita
Desain sampul: Dwi Anissa Anindhika
Tata letak: Erina Puspitasari
Penerbit: Rak Buku
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: ii + 236 halaman
ISBN: 978-602-732-301-8

“Pernahkah pelangi menangis karena hujan dan langit tak mau mewarnainya? Jika sempat, tolong katakan pada hujan untuk menitik satu kali pada tiga puluh tahun kesunyian di ujung pelangi yang tak berbatas. Mungkin saja asa yang tersesat menemukan jalan pulang dan darah tak harus tercurah pada telapak tangan yang beku.”

Sebuah liontin menonton Jeruk pada sebuah nama, Rinai. Sebuah nama yang digunakannya untuk memulai kiprahnya sebagai penulis misteri. Namun, misteri ternyata tidak hanya terjadi di novel fiksi buatan Rinai. Satu per satu korban mulai berjatuhan sesuai dengan kisah di dalamnya. Kini, Jeruk harus berpacu dengan waktu, sebelum lebih banyak lagi korban berjatuhan. Ataukah kali ini, Jeruk sendiri korbannya?

***

“Sobatku yang tak lagi setia. Dengan menyesal aku mengumpulkan semua dendam di dalam darahku. Warnanya lebih merah dari darah. Keras melebihi karang. Pada penghujung ajalku, aku melihat dendam lebih indah dari penantian yang sia-sia. Aku ingin kamu melihatnya bersamaku.” (Hal. 3)

Kalimat di atas adalah kelanjutan dari kalimat yang dicantumkan dalam blurb novel ini. Satu pargaraf yang juga bisa punya arti bagi keseluruhan cerita.

Novel Alias ini bercerita tentang Jeruk Marsala, seorang penulis novel romance yang menulis genre misteri dengan nama lain. Tidak asing dengan plot ini? Ya, bukankah J.K  Rowling yang fenomenal berkat serial Harry Potter melakukan hal yang sama? Apa yang membuat novel ini berbeda?

Sebab bukan itu inti utama novel ini. Masalah muncul akibat novel-novel yang ditulis Jeruk memakai nama Rinai mulai menjadi kenyataan. Satu persatu pembunuhan yang terjadi di novel Misteri Mayat yang Berdetak dan Pisau Air Mata menjadi kenyataan. Ini membuat sosok Rinai semakin memantik rasa penasaran. Terlebih sejak awal, Jeruk menyembunyikan identitas Rinai. Selama ini urusan terkait penerbitan buku-buku Rinai ditangani oleh Darla. Kini populartitas Rinai mulai menyaingi popularitas Jeruk yang telah menulis banyak buku dan novelnya telah difilmkan.

Yang terburuk bukanlah hal itu. Melainkan pembunuhan yang terus terjadi tanpa bisa ditemukan pelakunya. Pembunuhan ini pun kemudian mulai mengancam keselamatan orang-orang yang Jeruk kenal. Siapa sebenarnya pelaku pembunuhan ini? Bagaimana mungkin bisa semua hal yang terasa mustahil terjadi bisa benar-benar menyata di hadapan Jeruk?

Apa yang hanya imajinasi dan mimpi kini benar-benar memburu Jeruk di alam nyata. Apa yang salah? Apa yang sedang terjadi?

Jumat, 29 Januari 2016

Daylight



“Teko yang kosong  tak akan pernah mampu mengisi cangkir-cangkir.” (Hal. 3)


Penulis: Robin Wijaya
Editor: Andriyani
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: 290 halaman
ISBN: 978-602-02-7734-9
Bandung
Sebuah wujud dari mimpi. Satu pesan masuk.
Gabriel dinyatakan lolos pada audisi tahap awal sebuah kompetisi memasak yang selama ini merupakan impiannya.

Batam
Sebuah pemakaman. Satu panggilan telepon. Mantan istri Gabriel dikabarkan tewas dalam sebuah kecelakaan, dan meninggalkan di kecil Kata, anak hasil pernikahan mereka dulu. Seketika Gabriel harus memilih; mengejar mimpi atau mengambil kembali perannya sebagai ayah.

Jakarta
Sebuah kompetisi. Kekacauan terjadi.
Gabriel mengambil kesempatannya untuk mengejar mimpi dan meninggalkan Kate bersama Amanda, kekasihnya, selama mengikuti kompetisi di Jakarta. Tetapi kekacauan itu terjadi dan dia menyesali keputusan yang telah diambilnya.

***

“... untuk membuatmu maju, kau harus menantang dirimu.” (Hal. 2)

Bagaimana jika impianmu datang, siap untuk kamu raih? Maju tanpa ragu? Ini berbeda dengan Gabriel. Bahkan sejak awal ia terkesan ragu-ragu menerima kesempatan untuk berkompetisi di Star Chef. Kemudian mendadak ia dikabari bahwa mantan istrinya meninggal. Ini membuat Gabriel memikirkan Kate, putri sematang wayangnya.

Dengan banyak pertimbangan dan kebimbangan, Gabriel memutuskan untuk tetap mengikuti kompeti Star Chef demi Kate. Agar ia layak menjadi teladan bagi putri kecilnya.

Setelah itu, drama kehidupan Gabriel berlanjut ke kehidupan yang berkisar dengan kompetisi di dalam Star Chef. Bercerita tentang keahlian memasak. Resep, pilihan bahan, dan makanan yang dihidangkan.

Namun ternyata ada konflik lain yang menanti. Yang membuat Gabriel kembali bimbang. Benarkah keputusannya mengikuti Star Chef dan meninggalkan Kate di Bandung? Haruskan ia tetap berkompetisi atau segera kembali ke Bandung menyelesaikan masalah yang terjadi? Dan Amanda, bisakah Gabriel menerima masa lalu Amanda?

Kamis, 28 Januari 2016

Cat meets Vet



“Kami berdua adalah tipe pria yang sama dalam banyak hal. Menghormati pernikahan dan akan mempertahankannya sampai akhir.” (Hal. 102)

Penulis: Acariba
Editor: Afrianty P. Pardede
Desain kover: Agus “Gusiq” Ferdinand
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: 258 halaman
ISBN: 978-602-02-7270-2

Apa yang sangat kau benci dalam hidupmu?

Meta, seorang bidan, akan menjawab: kucing jantan –yang mencakar setiap pria– dan seorang playboy.

Takdir seakan tak mengerti Meta. Dia pun dipertemukan dengan seorang playboy pemilik masa lalu yang kelam dengan bantuan seekor kucing yang memiliki kelakuan ajaib.

Playboy itu bernama Ego, seorang dokter hewan tampan yang sangat mudah mendapatkan setiap perhatian dari wanita. Playboy yang terluka harga dirinya akibat penolakan dari “seorang” Meta.

Mungkinkah Meta –yang pernah mengalami sakit hati karena pengkhianatan seorang pria – melunturkan ego seorang Ega?
***

“Semua orang butuh waktu, Met. Ayahku juga begitu. Hanya saja dia butuh waktu selama sisa umurnya untuk belajar melupakan wanita itu dan mencintai ibu.” (Hal. 104)


Apa jadinya jika dua orang yang berbeda prinsip bertemu? Saling berseteru? Yes! Itu yang terjadi antara Meta dan Ega. Lebih tepatnya Meta yang sebal setengah mati pada Ega. Pertemuan pertama mereka berkesan BURUK sekali bagi Meta.

Menjadi obat nyamuk..hmm...lebih tepatnya disebut jadi pihak ketiga di dalam lift saat Ega dan entah siapa nama perempuan itu, asyik bercumbu. Meta adalah satu-satunya penghuni lain di lift itu selain Ega dan kekasihnya. Itu jika kucing jantan nan galak yang dibawa Meta tidak dihitung.

Dijebak oleh sahabat sendiri, membuat Meta mau tidak mau harus rela mengurusi kucing jantan bernama Martin. Ternyata selain terjebak bersama kucing, takdir pun menjebak Meta untuk saling terhubung dengan Ega yang playboy cap kadal aneh. Padahal Meta sangat membenci playboy.

Setelah itu, hari-hari meta tidak tenang sama sekali. Belum lagi kehadiran sosok dokter Ari yang sempat membuat Meta patah hati membuat semuanya semakin runyam. Bisakah hidup Meta kembali tenang? Bagaimana hubungan Meta dan Ega berikutnya?

Senin, 25 Januari 2016

[Curhat Atria] Atria dan Dunia Buku




Seberapa sering kamu ditemani buku, Readers? Apakah cukup sering hingga orang-orang kerap menanyaimu dengan pertanyaan; “Sejak kapan suka baca buku?”; “Buku kamu sudah berapa banyak?”; “Berapa banyak buku yang kamu baca dalam sebulan?”; hingga “Berapa banyak uang yang kamu habiskan untuk membeli buku?"

Jika ya, maka kita senasib. Kali ini aku ingin menjawab beberapa pertanyaan tersebut. Tulisan ini mungkin akan aku share setiap kali ada yang menanyakan hal-hal di atas padaku. Lebih praktis. 

“Sejak kapan kamu suka baca buku, Atria?”: Kekaribanku dengan buku terjadi dengan terpaksa. Saat berusia 9 tahun, aku dipaksa bedrest selama sebulan di rumah sakit. Gangguan ginjal, kata dokter. Aku pun dirujuk ke Makassar yang fasilitasnya lebih memadai. Teman-teman sekolah tidak ada yang menjenguk karena saat itu aku bersekolah di Palopo, sekitar 7 jam perjalanan darat dari Makassar. Keluarga besar? Sebagian besar berada di Majene, sekitar 7 jam ke arah barat dari Makassar. Maka jangan salahkan jika aku pun melahap semua bacaan yang ada di sekitarku. Majalah bobo yang baru dibeli, khatam dalam sehari. Tabloid perempuan milik mama pun ikut aku lahap. Sejak itu, dimulailah semua kegilaanku pada buku.

“Bukumu sudah berapa banyak?”: Jika termasuk buku penunjang kuliahku, maka totalnya sekitar 1000 buku. Buku-bukuku punya genre yang beragam baik fiksi maupun non-fiksi; sosial budya hingga parenting. Dari penerbit mana saja? Beragam, termasuk Stiletto Book, yang merupakan satu-satunya penerbit buku perempuan yang aku ketahui.  Koleksi buku StilettoBook-ku pun cukup banyak.

sejumlah koleksi buku dan merchandise Stiletto Book milikku


Jumat, 22 Januari 2016

Tough Love



“Orin, Tuhan Maha Tahu, dan pasti tahu keinginan hamba-Nya. Namun seorang Orin perlu menjadi hamba yang smart untuk berdoa. Harusnya dalam berdoa dan meminta kamu harus lebih spesifik. Misalkan minta jodoh lelaki yang gagah, ganteng, sukses, setia juga saleh. Minta saja semua, nggak usah malu-malu. Nggak ada gunanya malu sama Tuhan karena di hadapan Tuhan, yang namanya privacy itu sudah tidak ada. Lagi pula sudah menjadi kewajiban seorang hamba untuk meminta melalui doa.” (Hal. 40)

 Penulis: Ollyjayze
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.:269
ISBN: 978-602-02-7722-6

Setelah cowok ‘inceran’-nya jadian dengan cewek lain, Orin rasanya ingin beristirahat dulu dari status patah hatinya. Sang Bos yang biasa dipanggil Pak Berlyn, menghadirkan Sunu yang diyakini bisa menyembuhkan rasa patah hatinya. Terkutuklah Berlyn dan ketidakberadaannya di kantor yang seolah-olah telah membuat seorang Orin merasa kehilangan dirinya.

Harusnya ikatan antara Orin dan Berlyn tidak boleh seperti ini. Selain karena Berlyn adalah bosnya, playboy cemen itu sudah memiliki istri cantik lengkap dengan seorang putri lucu. Ditambah dengan kehadiran Sunu yang terang-terangan ingin memulai hubungan serius dengan Orin membuat Orin tersiksa. Tidak pada tempatnya Berlyn bermain-main dan tebar pesona palsu pada Orin sebagai pencitraan bahwa dirinya tak mengalami penurunan pesona di usia menjelang pertengahan tiga puluh!

***
“It’s Ok if everything turned out to be wrong and everything went messy. Life must go on. You have to put everything behind you. The only thing you have to do is smile and tell everyone that everything is OK.” (Hal. 31)
Novel ini bercerita tentang kehidupan Orin, seorang perempuan muda yang bahkan belum menginjak usia seperempat abad namun memilih untuk bekerja di sebuah proyek lapangan di sebuah wilayah terpencil di Sulawesi. Alasannya? Sebenarnya bikin geleng-geleng kepala. Demi seorang “Puji”. Ya, Orin tertarik pada atasannya sehingga memilih untuk mengikuti pria tersebut saat dipindah tugaskan ke lapangan. Sayangnya, lebih tepatnya malangnyaa, Puji malah jadi dekat dengan Sandra, perempuan muda yang juga kerja di lokasi yang sama dan bahkan tinggal di asrama yang sama dengan Orin.

Orin merasa sedih dan kecewa. Namun tidak sempat lama bermuram durja karena kehadiran bosnya yang tampan namun juga raja gombal, Pak Berlyn. Laki-laki ini membuat hidup Orin jadi heboh karena sikapnya dan kejahilannya pada Orin. Sering Orin merasa kesal pada bosnya itu, namun saat Pak Berlyn tidak ada, ada sepi yang menyelusup di hari-hari Orin. Tapi Orin juga tahu bahwa Pak Berlyn sudah menikah dan punya istri yang cantik dan seorang anak yang lucu.

Selain itu, Pak Berlyn yang mendadak mendualat diri sendiri sebagai “pakcomblang” bagi Orin, mendatangkan Sunu. Sunu adalah laki-laki muda dan menarik. Akhirnya kedekatan itu pun terjadi. Orin dan Sunu saling merasa nyaman satu sama lain. 

Tapi kenapa Orin masih seolah enggan untuk membuat hubungannya dengan Sunu semakin berkembang? Belum lagi, Puji yang kembali datang mendekatinya. Ah, kira-kira akan seperti apa hidup Orin jadinya ya?

Jumat, 15 Januari 2016

[Review+Blogtour Giveaway] Sesaat di Keabadian



“Kalau kamu sedang sangat terluka, jangan pejamkan mata kamu karena memejamkan matamu akan membuatnya berkali-kali lipat lebih menyakitkan. Biarkan saja Re, maka rasa sakitnya akan sedikit berkurang....” (Hal. 63)

Penulis: Mezty Mez
Editor: Ayuning dan Bayu Novri Lianto
Penyelaras: Emka
Penata letak: Blu Athea dan Maspri
Penyelaras tata letak: Gita Ramayudha
Desainer sampul: Maspri
Penyelaras desain sampul: Gita Ramayudha
Penerbit: EnterMedia
Cetakan: pertama, 2015
Jumlah hal.: vi + 130 halaman
ISBN: 979-780-835-1
Harga buku: Rp 42.000

Ini tentang seseorang yang istimewa di hatiku; seseorang yang tak bisa aku lupakan meski telah lama pergi. Ini juga tentang seseorang yang mampu membahagiakanku; seseorang yang tak bisa aku tinggalkan di babak kehidupan selanjutnya. Mungkin ceritaku ini sedikit berlebihan, tapi aku jujur menuliskannya. Bukankah tak ada yang lebih indah dari saling mencintai?

Aku bisa jadi salah seorang perempuan yang beruntung di bumi ini, mungkin saja. Tapi tanpa mereka? Entahlah bagaimana aku jadinya.

Apakah kamu tahu takdir tentang cinta yang paling menyakitkan itu apa? Jawabannya adalah kamu tidak ingin orang-orang yang mencintaimu patah hati lalu terluka.

Kamu tak perlu setuju dengan jawabanku, karena cinta punya bahasanya sendiri. Percayalah, apa yang aku alami jauh lebih buruk dari sekadar patah hati. Sampai di sini, maukah kamu mendengar ceritaku selanjutnya?
***

“Berubah bagaimana? Beberapa hal memang berubah. Tapi, bukankah memang ada hal-hal yang tak berubah meski sudah digerus waktu?” (Hal. 6)

Novel “Sesaat di Keabadian” ini adalah novel yang bercerita tentang seorang perempuan bernama Rena yang menanti seorang lelaki yang terlah berjanji untuk datang dan akan bersumpah setia di hadapan Tuhan. Lelaki itu bernama Dante. Sayangnya, Dante tidak pernah datang.

Sudah 2 tahun berlalu dan Dante tetap tidak muncul. Menghilang tanpa kabar. Tidak ada satu orang pun yang mengetahui keberadaan Dante. Rena dan Alex telah mencari Dante sekuat tenaga namun nihil.

Di sisi lain ada pula Alex yang ternyata menyimpan cinta yang tidak seharusnya ia miliki. Bagaimana mungkin ia mencintai Rena? Mencintai kekasih sahabatnya sendiri? Meskipun Dante telah menghilang namun tetap saja ia tidak berhak melakukannya. Lagi pun Alex tahu betapa Rena sangat mencintai Dante.

Dan Dante? Dimana ia berada? Apa yang membuatnya melanggar janji yang ia buat pada Rena?

Kamis, 14 Januari 2016

Cafe Waiting Love



“Emas murni tidak takut ditempa dengan api. Cinta tidak takut menunggu.”
(Hal. 167)
Penulis: Giddens Ko
Penerjemah: Julianti
Penyunting: Arumdyah Tyasayu
Proofreader: Selsa Chintya
Cover Designer: Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama, Januari 2016
Jumlah hal.: 404 halaman
ISBN:978-602-7742-70-3
Dalam hidup ini,
ada beberapa kali saat di mana jantung
berdegup dengan kencang,
dan kata-kata tidak sanggup terucap?
Aku belum pernah berpacaran,
tapi aku tahu bahwa seseorang yang percaya pada cinta,
seharusny menghargai momen setiap kali
jantungnya berdebar,
kemudian dengan berani mengejar kali berikutnya,
kali berikutnya,
dan kali berikutnya lagi.
Di dalam sebuah cafe kecil,
setiap orang sedang menunggu seseorang.
***
“Mengajarkan bahwa bersandar pada gunung, gunung bisa runtuh; bersandar pada orang, orang akan menjadi tua; unuk mendapatkan kebahagiaan, yang terbaik tetaplah mengandalkan diri sendiri.” (Hal. 6)
Novel Cafe Waiting Love ini bercerita tentang kehidupan Li Siying dengan orang-orang terdekatnya. Kisah yang banyak bertempat di Cafe Waiting Love milik Nyonya Bos yang nyentrik.

Siying bekerja  sebagai pelayan (juga merangkap barista) di Cafe Waiting Love. Rekan kerjanya, Albus, adalah seorang lesbian yang sangat irit berbicara namun juga seorang pengamat yang jeli. Siying tertarik pada salah seorang pelanggan di kafe tersebut. Zeyu, mahasiswa Universitas Chiao Tung. Rasa kagumnya pada sosok laki-laki itu membuat Siying bertekad untuk kuliah di universitas yang sama.

Suatu hari Siying mendengar cerita tentang A Tu yang kerap diolok oleh teman-temannya karena berita bahwa pacarnya direbut oleh seorang lesbian. Mendengar cerita itu, Siying sangat bersimpati pada orang tersebut. Ternyata Siying bertemu langsung dengan pria itu dan akhirnya membela A Tuo, ya kakaknya salah mengingat nama, di hadapan teman-teman A Tuo. Ini karena Siying amat geram dengan sikap A Tuo yang terkesan lemah hingga teman-temannya terus mengoloknya. Sejak itu, Siying pun berteman dengan A Tuo.

Berkenalan dengan A Tuo membawa Siying ke kehidupan yang lebih berwarna. Ia berkenalan dengan banyak orang yang unik. Ada Bibi Pisau Emas, Paman Pisau Emas, Kepala Besi, Abang Bao si Raja Pembantai Orang di Hsinchu, dan orang-orang unik lainnya. Siying pun menikmati pertemanan itu.

Di sisi lain, Siying masih terus menyimpan ketertarikannya pada Zeyu. Hingga suatu hari Zeyu putus dengan kekasihnya dan Siying pun memberanikan diri menyapanya. Mereka pun jadi memiliki hubungan yang menarik. Siying kemudian berhasil masuk di universitas yang sama dengan Zeyu. Namun sayangnya Zeyu masih belum menyadari perasaan Siying.


Lantas apa keputusan Siying saat ia dihadapkan pada keputusan untuk menelaah perasaannya pada A Tuo dan Zeyu? Apakah rasa nyaman bersama A Tuo memang hanya karena persahabatan? Apakah “seseorangnya” adalah Zeyu?

Senin, 11 Januari 2016

Let Me Be With You



“Laki – laki tidak akan pernah mengerti apa yang kaum kami pikirkan, walaupun selama ini mereka mengaku mengerti” ( Hal. 45)


Penulis: Ria N. Badaria
Editor: Nuriyah Amalia
Desain cover: Marcel A. W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: pertama, 2015
Jumlah hal.: 325 halaman
ISBN: 978-602-03-1326-9

Tidak tahan karena terus didesak menikah oleh keluarganya, Kinanti akhirnya menerima ide gila Rivan Arya, sahabat kakaknya yang telah ia kenal sejak SMA. Mereka akan menerima perjodohan yang diatur tersebut, menikah, dan tinggal bersama demi menyenangkan keluarga sambil menjalani aktivitas masing – masing. Tetapi, bila suatu saat salah satu pihak terganggu dan merasa tidak cocok bersama, mereka akan bercerai baik – baik.

Tak disangka, perjodohan bisa juga menyenangkan. Kebersamaan yang mulanya kaku dan canggung, perlahan mulai menumbuhkan perasaan nyaman, sayang, dan saling membutuhkan kehadiran masing – masing.

Namun sayangnya, bayang kelam masa lalu terus mengendap – endap mengikuti. Satu demi satu rahasia yang disembunyikan Rivan terancam menghancurkan keping-keping perasaan cinta yang pelan – pelan Kinanti serahkan untuk pria itu. Akankah mereka terus bersama, atau berakhir seperti kisah – kisah yang ditulis Rivan Arya, sang penulis novel best seller itu? Terpaksa mengakui bahwa cinta adalah rasa yang selalu mengguratkan luka dan menyisakan air mata.
***

“Ya, tertawalah, laki – laki memang tidak punya perasaan seperti wanita, mereka diberkahi ketidakpekaan yang membuat mereka tidak perlu terbebani perasaan – perasaan konyol seperti ini.” (Hal. 188)

Novel ini bercerita tentang kehidupan Kinanti. Perempuan yang menyimpan luka masa lalu yang membuatnya tidak lagi begitu merisaukan masalah pernikahan. Kehilangan orang yang dicintai untuk selamanya tentu sulit dihadapi. Kepergian Dimas membuat Kinanti menutup diri dari cinta. Bagaimana mau membuka diri jika Kinanti masih belum mampu melupakan Dimas.

Sayangnya, keluarga besarnya merasa bahwa Kinanti sudah terlalu lama membiarkan dirinya bersedih atas kepergian Dimas. Mengingat usia Kinanti yang semakin bertambah, keluarga mulai risau dan semakin sering menanyakan pertanyaan maut yang ditakutkan para jomblo, “Kapan nikah?”. Kinanti sebenarnya tidak memusingkan hal itu. Yang mengganggunya adalah perasaan Bunda. Bunda yang ingin melihat Kinanti menikah.

Maka saat Bunda dan kakaknya, Mas  Harlan, sibuk mendekatkannya dengan Rivan Arya, maka Kinanti pun sulit untuk menolak. Ia memahami motivasi mereka. Namun ia pun bingung dengan sikap Rivan yang seolah tidak menolak dijodoh-jodohkan dengannya. Bahkan Rivan dengan logis mengajak Kinanti menikah. Ya, mereka memustukan menikah demi kebahagiaan semua orang dan dengan pertimbanyak logika bukan perasaan mereka masing – masing.

Kira – kira bagaimana rumah tangga Kinanti dan Rivan nantinya? Akankah mereka bisa menemukan bahagia? Apakah rasa nyaman saja, tanpa cinta, cukup untuk membangun rumah tangga?

Bagaimana rumah tangga Kinanti dan Rivan yang di tengahnya hadir Sherly? Sherly adalah sahabat Rivan. Orang terdekat Rivan sekaligus partner kerjanya. Kinanti selalu merasa bahwa mereka berdua “terlalu dekat”. Dan kemudian hadir pula Rino. Rino adalah aggota baru dalam tim kerja Kinanti di kantor. Rino sering mengingatkan Kinanti pada Dimas.

Bisakah Kinanti dan Rivan meraih kebahagiaan mereka? Dengan atau tanpa pernikahan yang mengikat mereka?

Jumat, 08 Januari 2016

[Review+Interview+Giveaway] Jodoh



“Ada masanya saat kita mesti berjalan sendiri-sendiri di tempat yang berjauhan – sebagai dua manusia yang saling merindukan. Dan, rasa kehilangan adalah pengalaman ajaib yang membuat kita lebih mengerti tentang rasa memiliki – di mana sepi selalu melubangi benteng air mata, di mana lesat waktu tak bisa kita kejar, di mana jarak tak bisa kita ringkas.” (Hal. 81)


Penulis: Fahd Pahdepie
Penyunting: Ika Yuliana Kurniasih
Perancang sampul: labusiam
Pemeriksa aksara: Achmad Muchtar
Penata aksara: Martin Buczer
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: Kedua, Desember 2015
Jumlah hal.: x + 246 halaman
ISBN: 978-602-291-118-0
Apa itu jodoh?

Barangkali imajinasimu tentang jodoh dan belahan jiwa begitu sederhana: di tepi pantai, kau mengandaikan ada orang di seberang sana, yang tengah menunggumu untuk berlayar.

Namun di saat yang sama, terkadang kau justru meragu sehingga sering kali hanya bisa menunggu, mendambakan orang yang kau nantikan itu akan lebih dulu merakit sampannya, mengayun dayungnya, dan mengarahkan kompasnya untuk menjemputmu.

Tetapi laut, ombak dan isinya, selalu menjadi misteri yang tak terduga-duga, bukan? Orang yang kau sangka belahan jiwa sering kali hanyalah perantara, atau justru pengalih perhatian dari belahan jiwamu yang sesungguhnya.

Ini adalah kisah tentang seorang laki-laki dan perempuan, yang memutuskan untuk berlayar – jauh sebelum mereka mengenal ketakutan; jauh sebelum mereka bisa membaca arah atau menebak cuaca; bahkan jauh sebelum mereka disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang waktu, takdir, cinta, dan jodoh itu sendiri.
***
“Perpisahan tak menyedihkan. Yang menyedihkan adalah bila habis itu kita saling lupa, kan?” (Hal. 55)
Novel Jodoh ini berkisah tentang Sena dan cinta pertamanya, Keara. Sena yang jatuh cinta pada Keara sejak pertama kali melihatnya di hari pertama mereka memakai seragam merah putih mencoba menuliskan kisah tentang dirinya dan Keara. Ia dan Keara adalah dua orang yang mengenal cinta terlalu dini namun juga menjadi dua pihak yang paling berusaha untuk mewujudkan kebersamaan mereka.

Sejak sekolah dasar hingga menengah mereka selalu bersama. Sena yang selalu membisikkan nama Keara dalam doa dan harapnya pun ternyata masih mampu meragu tentang jodoh. Adakah ia dan Keara memang berjodoh? 

Mereka harus bisa menghabiskan hari tua bersama. Itu yang selalu mereka harapkan. Tapi akankah ia terwujud? Apakah perjuangan mereka untuk saling menjaga sambil tetap saling meraih akan membuahkan kebersamaan?

Dan saat satu persatu tantang datang. Sungguhkah mereka memang berjodoh? Kemudian Keara mengajak Sena menantang waktu. Membuktikan bahwa jika batas waktu itu berlalu dan mereka masih tetap bersama maka mungkin itulah yang disebut “jodoh”.

“Novel tentang cinta bukan sesuatu yang remeh-temeh. Cinta nggak pernah sederhana!” (Hal. 8)

Kamis, 07 Januari 2016

The Stolen Years (+ Giveaway)



“Selembut apa pun suatu penolakan, tetap saja terasa menyakitkan.” (Hal. 241)


Penulis: Ba Yue Chang An
Penerjemah: Jeani Hidayat
Penyunting: M. Noviana
Proofreader: Dini Novita Sari
Cover Designer: Chyntia Yanetha
Ilustrasi isi: Frendy
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama, Januari 2016
Jumlah hal.: 348 halaman
ISBN: 978-602-7742-66-6

Benarkah waktu dapat mengikis perasaan cinta?

Hal terakhir yang diingat He Man adalah ia sedang berbulan madu dengan suaminya, Xie Yu. Namun, tiba-tiba gadis itu terbangun di rumah sakit dan sudah bercerai. He Man mengalami amnesia dan lupa akan lima tahun terakhirnya.

Ia tidak mengerti mengapa ia bisa bercerai dari Xie Yu padahal mereka saling mencintai. Ia tidak mengerti mengapa sahabatnya sekarang malah menjadi musuhnya. Ia tidak mengerti mengapa seakan semua orang membencinya.

Ketika He Man berusaha mengumpulkan kembali kenangan dan ingatannya, ia mulai menemukan hal-hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
***

“Setiap pasangan selalu menganggap cinta dari pihak mereka lebih besar dan lebih setia dibandingkan dengan cinta orang lain; cinta merekalah yang paling hebat, cinta yang mereka miliki adalah paling kompleks dan berharga.” (Hal. 252)

He Man terbangun di rumah sakit setelah koma selama sebulan lebih. Namun saat terbangun ia dihadapkan pada kenyataan bahwa apa yang ia yakini tidak sama dengan kenyataannya. Ia meyakini bahwa kecelakaan yang dialaminya terjadi saat ia berbulan madu dengan suami yang sangat dicintainya, Xie Yu. Namun kenyataannya, ia mengalami kecelakaan lalu lintas. Taksi yang ia tumpangi tertabrak. Kecelakaan yang dimaksud oleh He Man adalah kecelakaan yang terjadi lima tahun lalu.

Lelaki yang ia yakini sebagai suaminya kini telah berstatus sebagai mantan suami. Rumah yang diyakininya kini bukan lagi rumahnya. Ia malah tinggal di sebuah apartemen mewah seorang diri. Meninggalkan Xie Yu di rumah yang mereka tinggali bersama.

Kini, tertatih He Man harus menemukan kembali setiap keping ingatan yang hilang. Mengejar ketertinggalan lima tahun ingatannya. Belajar kembali tentang teknologi yang bekembang pesat dalam lima tahun. Menerima kenyataan bahwa Xie Yu yang ia cintai kini bukan lagi suaminya dan sudah memiliki kekasih yang jauh lebih muda darinya. Sahabatnya sejak SMA, Xiao Huan, kini tidak pernah lagi menghubunginya dan terkesan membencinya.

Apa yang sudah dilakukan oleh “He Man yang dilupakan” oleh He Man ini? Apa yang terjadi dalam lima tahun yang hilang itu?

Rabu, 06 Januari 2016

Attachment



“Semua cinta pertama selalu berakhir. Tidak ada yang menikah dengan cinta pertama mereka. Cinta pertama hanya sebatas itu. Yang pertama. Itu artinya akan ada yang lain setelah itu.” (Hal. 190)


Penulis: Rainbow Rowell
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Novianita
Proofreader: Yuli Yono
Design cover: Chyntia Yanetha

Lincoln masih belum percaya bahwa pekerjaannya sekarang adalah membaca E-mail orang lain. Saat ia melamar pekerjaan sebagai petugas keamanan Internet, pemuda itu mengira ia akan membangun firewall dan melawan hacker, bukannya memberi peringatan pada karyawan yang mengirim E-mail berisi lelucon jorok seperti sekarang.

Beth dan Jennifer tahu bahwa ada seseorang di kantor yang memonitor E-mail mereka. Hal itu adalah kebijakan kantor. Namun, mereka tidak menganggapnya serius. Mereka bertukar E-mail tentang hal-hal paling pribadi.

Saat Lincoln menemukan E-mail Beth dan Jennifer, pemuda itu tahu ia harus melaporkan mereka berdua. Namun ia tidak bisa. E-mail mereka terlalu menarik untuk dilewatkan.

Hanya saja, saat Lincoln sadar ia mulai jatuh hati pada salah satunya, sudah terlambat untuk memulai perkenalan.

Lagi pula, apa yang bisa ia katakan.... ?
***

“Uang adalah benda yang kejam. Benda itu menghalangimu dari barang-barang yang kau inginkan dan orang-orang yang kau cintai.” (Hal. 48)

Lincoln menerima pekerjaan yang berbeda dari yang ia bayangkan. Ia menjadi makhluk malam. Bukan..bukan jadi lelaki malam dalam konotasi negatif. Ia menjalankan pekerjaan dengan shift malam sepanjang waktu. Tugasnya? Membangun sistem yang akan mensensor email-email yang mengandung kata tertentu yang telah diprogram. Ia kemudian akan membaca email tersebut kemudian jika terjadi pelanggaran ia harus mengirimkan email peringatan ke orang tersebut karena melanggar aturan yang ditetapkan oleh The Courier, sebuah perusahaan surat kabar.

Dari semua email yang masuk, Lincoln merasa tertarik pada percakapan dua orang sahabat, Beth dan Jennifer. Lincoln tahu, seharusnya ia memberi mereka surat peringatan karena melanggar ketetapan yang melarang karyawan The Courier menggunakan internet kantor untuk keperluan pribadi. Termasuk email pribadi.

Tanpa bisa ia tahan, Lincoln terus membaca email Beth dan Jennifer. Ia kemudian menyadari bahwa ia merasa jatuh hati pada Beth. Jatuh hati pada sesuatu yang berasal dari dalam diri Beth. Jatuh cinta tanpa mengenal fisik Beth. Dan ini membuat Lincoln kebingungan.

Di satu sisi ia tidak bisa melupakan Sam, cinta pertamanya. Sam yang mencampakkannya dan sempat membuat Lincoln kehilangan arah hingga meninggalkan studinya hingga membuat beasiswanya dicabut. Tapi di sisi lain itu pun merasa terpesona pada Beth. Merasa sangat mengenal gadis itu.

Lantas bagaimana jika keduanya bertemu? Apakah ini akan mengubah perasaan Lincoln? Apakah masih ada harapan bagi Lincoln, sedang ia tahu bahwa Beth telah memiliki seorang kekasih. Lelaki yang memilik fisik menarik yang juga gitaris sebuah band.

Cat And Dog




Penulis: Park Hee Jung
Penerjemah : Silvanissa
Penyunting : Novianita
Proofreader: Selsa Chintya
Layout: Valencia Brigitta
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama, Februari 2016
Jumlah hal.: 195 hlm
ISBN: 

Joo Yeong Woo
Meski hanya bertemu sekali saat masih balita, perlahan aku mulai jatuh cinta pada Mo Seul Woo, tunanganku yang tampan dan juga seorang artis. Akhirnya, hari pernikahanku tiba!

Mo Seul Woo
Aku cuma bertemu dengannya sekali sepuluh tahun yang lalu saat dia masih bayi, dan cewek itu buang air besar di depanku. Aku tidak akan pernah menikahinya.

***

Cat and Dog adalah K-Toon terbaru yang akan segera diterbitkan oleh Penerbit Haru.

Komik ini berkisah tentang seorang gadis berusia 19 tahun bernama Joo Yeong Woo yang harus menikah dengan seorang laki-laki yang telah dijodohkan dengannya. Mereka telah dijodohkan sejak kecil. Sejak Yeong Woo masih balita. Kemudian kini, tiba saatnya memenuhi perjanjian itu.

Sayangnya, hubungan keduanya tidak akan mudah. Mereka tidak pernah bertemu lagi sejak pertemuan pertama mereka 10 tahun yang lalu. Mo Seul Woo, calon suami Yeong Woo, adalah seorang artis. Sayangnya, hubungan Yeong Woo dan Seul Woo akan jadi membingungkan. Ini karena Seul Woo punya hubungan penuh skandal dengan pasangan debutnya yang bernama Ha Yoon.

Di lain pihak, ada tokoh lain yang ikut mewarnai hubungan keduanya. Sahabat Seul Woo yang bernama Song Jaemin. Cowok ini yang menyelamatkan Yeong Woo dari situasi yang rumit yang melibatkan Seul Woo dan Ha Yoon.

Kira-kira bagaimana hubungan Yeong Woo dan Seul Woo? Akankah pernikahan mereka yang baru dimulai itu akan berhasil? Apakah Yeong Woo harus menerima kenyataan bahwa pernikahannya tidak akan seindah kisah dongeng?

***

K-Toon terbitan Haru ini sudah lebih dulu booming di negara asalnya. Bahkan kini, akan ada K-drama yang mengadaptasi komik Cat and Dog ini. K-drama ini akan dibuat oleh MBC dan dijadwalkan tayang di tahun 2016 dengan judul Mermaid’s Prince.

Komik Korea memiliki ke-khasan sendiri. Selalu ada bagian lucu dan juga drama. Hal ini pun terlihat dalam K-Toon Cat and Dog ini. Ada gambar yang terkesan konyol dan ada juga yang terkesan serius. Selain itu, saya jatuh cinta pada salah satu bagian yang menampilkan gradasi warna yang ciamik.

Ini bagian favoritku. Warna dan narasinya keren

 Tapi ada satu hal yang sedikit mengganggu saya. Kan disebutkan bahwa mereka hanya bertemu satu kali yakni 10 tahun yang lalu. Tapi kok gambaran 10 tahun yang lalu itu, Yeong Woo masih balita? Seperti masih berusia 4 atau 5 tahun gitu. Bukannya seharusnya 9 tahun ya? Kan usia Yeong saat ini 19 tahun.

Tapi di luar itu, ceritanya cukup menarik dan bikin penasaran. Jadi ingin tahu kenapa Seul Woo mau memenuhi perjanjian itu. Padahal awalnya dia menolak keras untuk melanjutkan perjodohan itu. Kira-kira apa yang sebenarnya diobrolkan oleh Seul Woo dengan kakaknya Yeong Woo ya?

***