Kamis, 29 Desember 2016

Unpredictable Marriage



"Hati yang kecewa selalu menimbulkan luka. Luka di hati memang tidak terlihat, tapi justru yang tidak terlihat itulah yang paling sulit untuk disembuhkan"(Hal. 222)


Penulis: Aiu Ahra
Penyunting: Tim Editor Fiksi
Penata Letak Sampul: Tim Desain Broccoli
Penata Isi: Tim Desain Broccoli
Penerbit: Grasindo
Cetakan: Pertama, Oktober 2016
Jumlah hal.: 249 halaman
ISBN: 978-602-3756919

Apa jadinya kalau ada lelaki yang tak kau kenal tiba-tiba menawarkan pernikahan denganmu?

Gilda, pada usianya yang ke-29 tahun dan tuntutan menikah dari ibunya, dihadapkan pada tawaran menikah oleh Darrel. Lelaki yang lebih muda tiga tahun darinya. Lelaki bergaya slengean yang adalah pemain band. Keduanya menikah tanpa cinta. Hanya mengandalkan komitmen untuk membentuk sebuah keluarga.

Darrel bukanlah tipe ideal Gilda. Namun, perlahan ia sadar cinta memang bisa hadir tanpa rencana. Di balik sikap Darrel yang semaunya, lelaki itu selalu punya kejutan.

Namun, ketika keduanya mulai sadar dengan perasaan cinta masing-masing, masalah besar justru hadir. Pernikahan mereka terancam! Mampukah Darrel dan Gilda melewatinya?

***

“Cinta mungkin datang secara tiba-tiba, tapi ingat cinta juga bisa tumbuh kalau ditanam. ...” (Hal. 25)

Gilda, perempuan yang usianya mendekati kepala tiga dan mulai dirisaukan oleh masalah pernikahan. Ia semakin terdesak saat adiknya sangat ingin menikah dengan kekasihnya namun tidak ingin mendahului Gilda. Ibunya pun semakin semangat menyomblanginya.


Pertemuannya dengan Darrel terasa sebagai jalan keluar baginya. Pertemuan mereka  awalnya terasa aneh. Pertemuan kedua sangat menyebalkan. Namun akhirnya tawaran dari Darrel untuk menikah seolah menjadi jalan keluar baginya. Dan bagi Darrel sendiri, pernikahan hanyalah sebuah alat atau cara untuk membuatnya bisa tetap tinggal di Jakarta demi meraih impiannya untuk menjadikan bandnya terkenal. Sekaligus menjaga satu impian yang ia pendam sejak lama, melihat keluarganya utuh kembali.


Gilda dan Darrel berjanji untuk menjalani pernikahan mereka dengan serius. Namun mereka memutuskan untuk tidur terpisah dan akan menjalani semuanya pelan-pelan. Masing-masing berharap cinta bisa tumbuh perlahan di antara mereka. Sayangnya saat mereka sedang berusaha memiliki hubungan yang normal muncul pihak lain di tengah mereka. Ada Fandi sang mantan terakhir dan terindah bagi Gilda. Juga ada Deby, penyiar perempuan yang cantik dan muda yang sangat mengerti musik


Bagaimana nasib pernikahan mereka? Bisakah mereka pertahankan? Dan bisakah mereka menjalaninya dengan bahagia?


“Tidak mudah menyukai seseorang.” (Hal. 27)

“Sesungguhnya, hati semua ibu selalu sama, sekalipun kalimat dari lidahnya terdengar keras, tetapi jauh dalam lubuk hati mareka tetap memiliki rasa sayang yang besar terhadap anak-anaknya.” (Hal. 38)

***


“Pada akhirnya setiap manusia punya gerbang kehidupan baru buat mereka jalani.” (Hal. 48)


Unpredictablemarriage ditulis dengan gaya bercerita yang lincah dan mengalir. Bahasa yang digunakan sangat kasual. Percakapannya pun menyenangkan untuk diikuti. Ini yang membuat saya nyaman dan menikmati pengalaman membacanya.

Kisah Gilda dan Darrel terasa menarik untuk diikuti. Ini karena konfliknya simple namun tetap bikin penasaran. Karakter-karakternya pun konsisten. Darrel yang cuek dan pecicilan. Gilda yang dewasa dan serius. Fandi yang baik dan membuat nyaman. Deby yang berambisi.


Sayanganya setting tempat kurang kuat. Gilda dan Darrel bisa hidup di kota mana saja, tidak harus Jakarta. Selain itu yang paling kurang adalah eksplorasi di dalam keluarga Gilda. Apa semudah itu mereka menerima Darrel? Padahal Gilda ini jomblo berkualitas lho. Keluarganya dengan mudahnya menerima Darrel yang pengangguran padahal Gilda juga usianya belum terlalu “berbahaya”. Umurnya belum 30-an, lho.


 “Pernikahan memang bukan hal mudah. Bagaimana rasanya harus menyesuaikan diri serta cara hidup dengan pasangan adalah tantangan tersendiri.” (Hal. 52)

***
Kumpulan Quote
“Ada kalanya manusia ngejalani masa tersulit untuk kemudian nemuin kebahagiaan setelahnya. ...” (Hal. 87)
“.... Yang namanya mantan terakhir itu pasti banyak menyisakan kenangan.” (Hal. 96)
“...,  setidaknya cinta bisa membuat kita bertahan. Cinta alasan paling kuat untuk orang-orang bertahan hidup bersama.” (Hal. 134)
“Memulai sesuatu dari awal tidak selalu mudah, Gilda. Beginilah realitasnya. Ada hal-hal yang tidak bisa dipaksakan. Ibarat keramik pecah yang disatukan kembali dengan lem, tetap ada bagian yang hilang. Dan bagian yang hilang itu tidak bisa digantikan dengan apa pun.” (Hal. 160)
“Perempuan itu akan mencintai ketika ia lebih dulu dicintai. Ia pernah bilang kalau mencintai selalu memberikan banyak dampak, termasuk senang dan sakit. Sementara dicintai membuat siapa pun merasa berarti.” (Hal. 169)
“....Menurut kamu untuk apa cobaan-cobaan diberikan Tuhan? Itu untuk membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.” (Hal. 181)
“Takdir nggak pernah membawa kita ke arah yang salah. Ini cuma cobaan, jalani dengan positif. Percayain semuanya pada Tuhan.” (Hal. 213)
 “Laki-laki yang hebat adalah yang bisa membangun keluarga dan mempertahankannya. Jangan menyerah.” (Hal. 237)

1 komentar:

  1. keren artikelnya gan, jangan lupa mampir gan,
    Bermain Dan mendapatkan Untung banyak

    BalasHapus