Kamis, 10 November 2016

Cress




Penulis: Marissa Meyer
Penerjemah: Jia Effendi
Penyunting: Selsa Chinty, Brigda Ruri
Proofreader: Titish A.K
Design cover: @hanheebin
Penerbit: Spring
Cetakan: Pertama, Mei 2016
Jumlah hal.: 576 Halaman
ISBN: 978-602-71505-8-4

Cinder dan Kapten Thorne masih buron. Scarlet dan Wolf bergabung dalam rombongan kecil mereka, berencana untuk menggulingkan Levana dari takhtanya.

Mereka mengharapkan bantuan dari seorang gadis bernama Cress. Gadis itu dipenjara di sebuah satelit sejak kecil, hanya ditemani oleh beberapa netscreen yang menjadikannya peretas andal. Namun kenyataannya, Cress menerima perintah dari Levana untuk melacak Cinder, dan Cress bisa menemukan mereka dengan mudah.

Sementara itu di Bumi, Levana tidak akan membiarkan siapa pun mengganggu pernikahannya dengan Kaisar Kai.

***

Cress adalah buku ketiga dalam The Lunar Chronicles series yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Spring. Di dua buku sebelumnya kita telah berkenalan dengan dua tokoh utama lain yakni Cinder dan Scarlet.

Di buku ketiga ini, keduanya pun muncul. Masih dengan sudut pandang orang ketiga, novel ini berkisah tentang kehidupan Crescent Moon. Cress adalah seorang shell yang keberadaannya disembunyikan. Ia hidup dalam sebuah satelit, sendirian selama bertahun-tahun. Menjalankan tugas yg diberi oleh Ahli Sihir Sybil terkait teknologi. Mulai dari memata-matai bumi hingga mereka berbagai jaringan teknologi komunikasi di bumi.

Untuk yang membaca novel Cinder & Scarlet, ya Cress adalah tokoh yang terkait dengan D-COMM yang ditemukan Cinder. Cress menjadi tokoh utama lain dalam novel ini. Cerita dari sisi Cress muncul bergantia dengan cerita dari sisi Cinder dan Scarlet.

Oiya, sedikit bocoran, Scarlet tertangkap oleh Sybil. Kira-kira bagaimana nasib gadis itu ya? Dan bagaimana reaksi Wolf yang harus berpisah dengan Scarlet. Mengetahui bahwa gadis itu kini ada di bulan dan bisa saja dibunuh ataupun di siksa di sana.

Bagaimana Cinder dan kawan kawan menyelamatkan diri dari kejaran Ratu Levana dan bagaimana mereka bisa menyelamatkan Scarlet? Dan siapa sebenarnya Cress?


***

Menjadi tantangan tersendiri untuk menulis review dari sebuah serial. Apalagi ini adalah buku ketiga. Sulit rasanya menulis review tanpa membocorkan cerita yang ada di buku sebelumnya.

Seri The Lunar Chronicles ini semakin lama semakin tebal. Kenapa? Karena jumlah tokoh utamanya semakin banyak. Jika dibuku pertama hanya ada kisah milik Cinder, maka di buku kedua kisah berganti-ganti disuguhkan antara kehidupan Cinder dan Scarlet. Di buku ketiga ini, tokoh utama bertambah yakni Cress. Kisahnya bergantian ditampilkan dengan milik Scarlet dan Cinder.

Hal ini didukung oleh penggunaan sudut pandang orang ketiga dalam bercerita. Pilihan yang cerdas dari penulis. Ini agar keseluruhan cerita bisa diceritakan melalui berbagai sudut pandang.

Salah satu kelebihan dari The Lunar Chronicles yang juga tetap saya dapati di novel Cress adalah bagimana penulis menampilkan kehidupan masa depan dengan menarik. Berimajinasi tentang teknologi masa depan namun bisa dibayangkan di masa kini dan cukup masuk akal untuk terwujud. Contohnya di halaman 10, paragraf terakhir di halaman tersebut menggambarkan teknologi televisi di masa depan. Cara menaik turunkan volume, mensetting suara, dan lain sebagainya.

Dan hanya satu yang bisa saya katakan. Kisahnya jadi semakin seru. Sebagai pembaca saya dibuat penasaran dengan akhir dari kisah ini. Apalagi di buku berikutnya akan ada sosok baru, Putri Winter.

1 komentar:

  1. Belum baca satu pun series ini. Malang sekali nasibku! Sabar saja dulu bisanya, hehe

    BalasHapus