Minggu, 09 Oktober 2016

Super Diary 1: Jika Aku Punya Mata Super, Apa Aku Bisa Melihat Allah?



“Demi Allah, apa mungkin kau melihat Allah? Yang kita lihat itu ciptaan Allah. Jarimu sembuh, itu adalah pesan Allah untukmu?

“Pesan apa?”

“Pesannya adalah: Super Kid, meskipun tanganmu terluka, Aku bisa menyembuhkannya tanpa rasa sakit. Jangan khawatir. Aku akan selalu bersamamu.” (Hal. 33)



Diterjemahkan dari edisi Bahasa Inggris: Super Diary 1: If I Have Super Eyes, can I See Allah?
Penulis: Zeynep Sevde Paksu
Ilustrasi: Irma Zmiric
Alih Bahasa: Tim Alif
Editor: Andriyati
Layout: Alfian
Penerbit: Alif (Imprint Republika Penerbit)
Cetakan: I, Maret 2016
Jumlah hal.: 93 halaman
ISBN: 978-602-0822-22-8

Aku menyembunyikan diary ini dari siapa pun, tapi ternyata kau menemukannya.
Ok, kau boleh membacanya sedikit. Aku tak keberatan kalau akhirnya kau tahu bahwa akulah “Super Kid”. Sungguh, aku tak sabar melihat kau terkejut setelah membaca diary-ku.

Mengapa bunga tak makan daging panggang? Benarkah Om Saleh yang membuat semua bintang-bintang di langit? Siapa yang menjahit jariku yang terluka? Aku menjawab banyak sekali pertanyaan sulit di diary ini.

Kau mau tahu bagaimana aku bisa melakukannya? Ya, karena aku Super Kid. Oke, baiklah! Nenekkulah yang menjawab semuanya. Tapi, apa bedanya? Pada akhirnya, Super Diary-ku, nenekku yang super, dan aku, kami membuat sebuah tim yang sempurna! Dan semakin lama, aku menyadari bahwa jika aku melihat dengan mata superku, aku bisa melihat Allah.
Mungkin kau juga punya mata super, hanya kau belum menyadarinya. Dengan begitu, kau juga bisa melihat Allah! Tapi, tentu saja kau tak bisa menjadi Super Kid sepertiku! Jangan terlalu senang dulu!
***
“.... Segala sesuatu memiliki keistimewaan. Bunga-bunga misalnya, mereka indah tapi tidak memiliki tangan sepertimu. Kau pun tak punya daun seperti mereka. Tapi baik bunga-bunga ataupun dirimu sama-sama istimewa. Allah menciptakan segala sesuatu dengan baik sekali.” (Hal. 59)
Ini adalah buku anak Islami yang memiliki narasa dan tampilan yang sama menariknya. Bahasannya tentang apakah kita bisa melihat Allah sangat menarik. Yang dibahas sebenarnya cukup berat. Bukankah pertanyaan tentang. “Kenapa kamu percaya Allah ada padahal kamu tidak bisa lihat Allah?” adalah pertanyaan yang bahkan hingga kita dewasa pun terus ditanyakan oleh sejumlah orang entah dengan niat menguji atau malah menggoyahkan keimanan kita.

Pertanyaan yang sebenarnya cukup sering diajukan oleh seorang anak pada orang tuanya dengan kepolosan. Di Indonesia, tidak jarang orang tua malah marah saat pertanyaan ini diajukan karena merasa akan sulit menjelaskannya. Namun keberadaan buku ini cukup membantu.


Pembahasan di dalam buku ini cukup jelas dalam menjawab pertanyaan, “Kenapa Allah tidak terlihat? Kalau begitu apa Allah benar-benar ada?” Buku ini menjelaskan dengan baik bahwa keberadaan Allah terlihat melalui segala yang ia ciptakan. Dan di buku ini juga dibahasa beberapa Asmaul Husna seperti Ar-Rahman, Al-Khaliq, Ar-Razaq dan beberapa nama lainnya.

Ilustrasi di dalam buku ini menarik karena berwarna warni. Tidak membuat pembaca bosan dan sesuai dengan narasi yang sedang disampaikan. Di akhir cerita ada bagian “Catatan untuk diri sendiri” yang menjadi penjelasan tambahan terkait tema yang sedang dibahas.

Sebuah buku yang tidak terbayangkan oleh saya sebelumnya. Bahasan yang berat namun memiliki penjelasan yang simple dan gaya berberbahasa yang sesuai dengan anak-anak. Dan saat mengetahui bahwa buku ini adalah buku anak terjemahan, saya merasa harus mengapresiasi tim Alif dan editor yang menyusun buku ini dalam bahasa Indonesia. Pilihan kata dan gaya berbahasanya sesuai dengan budaya di Indonesia. Sehingga terasa ringan dan kasual bagi anak Indonesia.

isi di dalam buku

1 komentar: