Jumat, 16 September 2016

Twins in Love



“Bagaimana mungkin kamu misahin dua orang yang sejak awal emang nggak pernah bersama?” (Hal. 181)

Penulis: Nathalia Theodora
Penyunting: Eunike Theodora
Desain dan ilustrasi: Amygo Febri
Penerbit: Bhuana Sastra (imprint dari Bhuana Ilmu Populer)
Cetakan: Pertama, 2016
Jumlah hal.: 206 halaman
ISBN : 978-602-394-237-4

Si kembar Cheryl dan Cindy menjalani hari-hari MOS mereka dengan sederet masalah, yang terutama berhubungan dengan sang ketua panitia MOS – Kevin. Berbeda dengan Cindy, hal itu seakan membawa kesialan untuk Cheryl, karena sifat Kevin yang bak diktator selalu berhasil membuat mereka bertengkar.

Sebuah peristiwa lalu mempertemukan Cheryl dan Cindy dengan saudara kembar Kevin – Alvin. Sifat Alvin yang bertolak belakang dengan Kevin membuat Cheryl justru akhirnya dekat dengan cowok itu.

Namun, ketika ada cinta di antara mereka, mereka diharuskan untuk memilih. Cinta atau hubungan persaudaraan?

***

Memiliki saudara kembar tentu bukanlah hal yang umum di dunia ini. Karenanya, mereka sering kali menjadi pusat perhatian. Selalu ada rasa penasaran yang terselip di benak yang melihatnya. Orang-orang yang kembar bukan berarti aneh, mereka hanya berbeda.

Inilah yang dialami oleh Cheryl dan Cindy di hari pertama mereka masuk SMA. Menjalani MOS sebagai siswa baru di SMA Mutiara Indah. Meskipun mereka kembar, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Cheryl adalah gadis yang cenderung tomboy dan emosional. Ia selalu merasa bahwa ia harus menjaga Cindy. Sedangkan Cindy cenderung lebih pemalu dan feminim. Saat merasa cemas atau takut ia akan bersikap seperti komputer yang ngadat. Mendadak tidak memiliki program apapun sehingga Cheryl harus selalu menuntunnya.

Hari pertama mereka di SMA Mutiara Indah menjadi malapetaka saat Cindy tanpa sengaja membuat Kevin, ketua panitia MOS mereka, tercebur di kolam. Kejadian itu berujung dengan bertengkarnya Cheryl dengan Kevin. Sejak itu hubungan di antara mereka tidak pernah baik. Mereka seperti dua api besar yang siap saling menghanguskan.

Hingga suatu hari, Cheryl dan Cindy mengetahui bahwa Kevin ternyata memiliki saudara kembar. Sama seperti mereka. Saudara kembar Kevin bernama Alvin. Berbeda dengan Kevin yang populer, mudah bergaul, dan berambut jabrik; Alan lebih pendiam, seorang kutu buku yang kalem, dan berambut lurus. Karakter mereka berdua yang bertolak belakang ini tentu mirip dengan kondisi Cheryl dan Cindy.

Akhirnya Cheryl menjadi dekat dengan Alvin. Ia merasa nyaman ngobrol dengan Alvin. Apalagi Alvin punya setumpuk novel yang bisa dipinjam Cheryl. Sedangkan Cindy yang sejak hari pertama terpesona oleh ketampanan Kevin mulai berani mengambil langkah. Namun di sisi lain, Kevin selalu lebih mudah berinteraksi dengan Cheryl meskipun mereka selalu saja bertengkar.

Dan akhirnya terbentuklah hubungan cinta yang rumit. Yang membuat mereka berempat harus memilih. Manakah yang lebih penting, persaudaraan atau cinta? Dan apa itu pengorbanan? Apakah ia bisa memastikan kebahagiaan semua orang?

***
Saya selalu tertarik membaca buku tentang orang-orang yang bersaudara kembar. Mungkin karena saya menyimpan rasa penasaran tentang bagaimana perasaan seseorang yang memiliki saudara kembar. Apakah benar mereka terhubung dengan cara yang unik? Saat salah seorang sakit, yang lainnya ikut merasakan. Seperti yang sempat digambarkan di halaman 95 saat Kevin mendadak merasakan sakit dan ternyata itu ada hubungannya dengan Alvin yang sempat mengalami kecelakaan kecil.

Ya, hal-hal seperti itu adalah salah satu yang membuat orang tertarik pada mereka yang memiliki saudara kembar. Hal lain yang juga tidak kalah menarik dan mungkin sering ditanyakan oleh orang-orang yang baru saja akrab dengan mereka adalah “Pernah nggak sih kalian suka orang yang sama?”

Ini karena secara umum orang-orang mengira bahwa mereka yang bersaudara kembar cenderung akan menyukai hal yang sama. “Mereka kan hidup bersama, sering mengalami hal yang sama maka bisa jadi mereka cenderung menyukai hal yang sama.” Pikiran seperti ini bisa jadi adalah dasarnya. Nah, pertanyaan inilah yang coba ditampilkan oleh Mbak Nathalia Theodora melalui karyanya Twins in Love ini. Melalui cerita dari sudut pandang Cheryl sebagai orang pertama di dalam novel ini.

Karena sudut pandang orang pertama ini, cerita menjadi lebih personal meskipun ini membuat pembaca tidak tahu perasaan dan pikiran Cindy. Namun tidak berarti masalah yang ditampilkan menjadi timpang. Yang ada jadi semakin menarik. Karena pembaca bisa mengintip masalah yang terjadi dari sudut pandang si kembar sendiri.

Dua pasang saudara kembar yang saling menyayangi kemudian menyadari bahwa mereka menyukai orang yang sama. Dilema yang terjadi adalah mana yang lebih penting, cinta atau persaudaraan. Di sisi lain, penulis juga mengangkat tentang perasaan insecure yang terjadi dalam persaudaraan. Tidak hanya antara saudara kembar namun juga dalam persaudaraan pada umumnya. Tapi memang dalam hubungan saudara kembar perasaan ini lebih terasa karena mereka equal untuk dibandingkan.

Tadi kita bicara tentang konflik dalam novel ini. Lantas bagaimana dengan penokohannya? Tokoh-tokoh selain Cheryl, Cindy, Kevin dan Alan di dalam cerita ini ditampilkan menarik. Mereka mewarnai cerita dengan cara yang unik. Ada Jessica, sahabat Cheryl dan Cindy yang ternyata adalah adik dari Kevin dan Alvin; ada Mita yang terlihat lebih tomboy dari Cheryl; dan ada Lily yang selalu menyukai cowok-cowok ganteng. Oiya, novel ini tidak “menyembunyikan” kehadiran kedua orang tua Cheryl dan Cindy. Ia menjadi bagian cerita yang ikut menjadi solusi. Ini menjadi poin plus sendiri bagi saya pribadi.

Yang terasa kurang pas hanyalah karakter Tony. Tindakannnya sepertinya terasa kurang masuk akal ataupun tanpa perhitungan. Berupaya melecehkan Cheryl padahal berteman dekat dengan Kevin. Dan juga itu dia lakukan saat mereka sedang beramai-ramai liburan. Tanpa upaya pendekatan sama sekali sebelumnya hingga bisa menurunkan kewaspadaan Cheryl. Ini terkesan terlalu mendadak. Bagian ini malah terasa janggal.

Tapi di luar itu, cerita ini sudah menarik. Menampilkan keriuhan khas remaja. Meskipun sebenarnya sisi psikologi dari saudara kembar yang berhasil tergali masih kurang dalam. Tapi secara keseluruhan novel ini menarik untuk dibaca. Saya berhasil menamatkannya dalam sehari saja. Ringan dan ceria.

***
 Ada Giveaway berhadiah Twins in Love yang berlangsung di Instagramku lho, Readers ;)


1 komentar:

  1. Novel ini pasti rasanya renyah ya, soalnya saya memahaminya memiliki konflik yang ringan; perebutan cinta dan psikologis yang menyertainya. Dengan posisi konflik demikian, saya malah penasaran, beneran segitu aja, atau justru ada hal penting yang masih tersembunyi.

    Recent Post: Wishful Wednesday: Ratu Selja dan Gerda

    BalasHapus