Selasa, 27 September 2016

Terapi Pikiran Bahagia



“... anak adalah “tabularasa”, seperti kertas putih kosong yang siap menerima tulisan apa saja. Intinya, setiap manusia yang dilahirkan ke dunia adalah kosong. Lingkungan yang kemudian berperan untuk mengisi dan membentuk kepribadian tersebut.” (Hal. 110)
 

Penulis: Okatastika Badai Nirmala
Editor: Andriansyah Syihabuddin, Hijrah Saputra, Adhika Prasetya Kusharsanto
Desain sampul: Yudi Nur Riyadi
Penerbit: Emir (divisi Penerbit Erlangga)
Cetakan: kelima, 2016
Jumlah hal: 158 halaman
ISBN: 978-602-703-190-6

Anda ingin bahagai atau tidak bahagia, pikiran Anda sendiri yang menentukan. Jika Anda berpikir bahwa Anda adalah orang yang bahagia, maka Insya Allah Anda akan menjadi orang bahagia. Akan tetapi, jika Anda berpikir bahwa Anda adalah orang yang tidak bahagia, maka seperti itulah diri Anda.

Kebahagiaan Anda hari ini adalah karena kemarin Anda selalu berpikir bahagia. Sedangkan kebahagiaan yang akan Anda raih esok hari adalah karena Anda berpikir bahagia hari ini. berpikir selalu bahagia pada saat ini akan menetukan kebahagiaan Anda di masa mendatang. Kekuatan dahsyat pikiran ini adalah anugerah terbesar dari Allah SWT yang diberikan hanya kepada manusia, tidak bagi makhluk lainnya.

Buku Terapi Pikiran Bahagia ini mengajak Anda untuk mengenal siapa diri Anda sebenarnya, apakah termasuk orang yang bahagia atau orang yang enggan untuk bahagia. Siapa pun Anda, dan apa pun profesi Anda, bacalah buku ini. Ikuti cara terapi yang tepat untuk berpikir bahagia di dalamnya. Kemudian biarkan pikiran bahagia mendominasi isi kepala Anda. InsyaAllah Anda akan menjadi orang yang bahagia secara lebih cepat, terhormat, lebih baik dan spektakuler.

***
“Kebahagiaan tidak ubahnya seperti aliran listrik yang tidak diketahui bentuk atau pun warnanya tetapi nyata sekali dampaknya bagi lampu yang menyala terang di rumah anda, ...” (Hal. 2)

Buku ini adalah sebuah buku yang membahas tentang Happiness atau kebahagiaan. Pencarian tentang makna kebahagiaan serta elemen yang menyusunnya akan menjadi pecarian tanpa henti bagi umat manusia. Aristotles dan Plato sudah melakukan pencarian jawaban atas banyak pertanyaan tentang kebahagiaan manusia. Dan hingga kini orang-orang masih terus mempertanyakan hal yang sama. Ini karena akhirnya, setiap orang memiliki definisi sendiri atas kebahagiaan dan juga standar masing-masing atas hal itu.

Namun buku ini mencoba mengetengahkan tentang makna kebahagiaan dan cara untuk meraih kebahagiaan yang bisa diterima secara umum. Tentang kebahagiaan bersyarat ataupun tanpa syarat. Tentang bagaimana menjadi orang bahagia berdasarkan pengalamannya selama menjadi hipnoterapis dan motivator.

Dalam buku ini terdapat 12 bab pembahasan tentang kebahagiaan. Dibuka dengan pembahaasan 1) “Apa Itu Bahagia?”; kemudian 2) Mengapa Harus Bahagia; kemudian berturut-turut 3) Bagaimana Cara Bahagia; 4) Cara Menemukan “Wortel” dan “Cambukan”; 4) Mengetahui Cara Kerja Pikiran; 5) Pikiran Sadar; 6) Pikiran Bawah Sadar; 7) Channel Pikiran; 8) Sinyal Pikiran; 9) Instal Pikiran; 10) Memahami Kehidupan di Masa Lalu; 11) Virtual Forgiveness; 12) Tips Praktis Bahagia.

Melihat pembagian chapter di dalam buku ini kita bisa melihat betapa menyeluruh bahasan yang berusaha dijelaskan oleh penulis. Di dalam masing-masing chapter tersebut terdapat pembahasan simple. Contohnya di bab “Mengapa Harus Bahagia?”, ada pembahasan tentang keunggulan orang bahagia yang terbagi menjadi 3 poin. Ada pula pembahasan tentang dampak yang dialami oleh orang yang hidup tanpa kebahagiaan, yaitu 1) Hidup terasa sulit; 2) Mudah terserang penyakit; dan 3) Dikelilingi oleh orang-orang yang menderita.

Di dalam buku ini ada dua penjelasan yang menarik bagi saya, yakni tentang Law of Attraction dan Virtual Forgiveness. Di dalam Law of Attraction, penulis menjelaskan tentang pentingnya sebuah pikiran positif. Bahwa ketika kita berpikir tentang kebahagiaan atau hal positif lainnya, maka pikiran kita akan memantulkan hal tersebut ke semesta sehingga hal-hal terkait kebahagiaan atau hal-hal positif ini akan kembali ke kita karena dipantulkan kembali oleh semesta. Nah, hal yang sama berlaku bagi pikiran negatif.

Sedangkan dalam Virtual Forgiveness, pembaca akan diajarkan cara berdamai masa lalu dan mendapatkan penjelasan tentang kenapa hal ini perlu dan penting di lakukan. Bagaimana cara yang tepat untuk melakukan virtual forgiveness ini

Membaca buku ini akan mengajak pembaca untuk mulai membiasakan diri untuk berpikir positif. Percaya bahwa kebahagiaannya ditentukan oleh diri sendiri. Bahwa tidak selalu karena mendapatkan hal-hal menyenangkan kita menjadi bahagia; melainkan karena yakin bahwa kita adalah orang yang bahagia maka hal-hal bahagia akan menghampiri kita.

Oiya, sedikit masukan dari saya untuk penulis. Gaya bahasa masih terkesan kaku. Padahal pembahasannya cukup untuk semua usia termasuk remaja. Sangat disayangkan jika pembaca remaja berhenti membaca buku ini di tengah jalan karena gaya menulis yang terasa serius dan kaku ini.

“Bahagia adalah suatu kondisi ketika Anda bisa berpikir, merasakan, dan menikmati keindahan, sehingga apa pun tantangn yang Anda hadapi dalam kehidupan tetap dipersepsi indah di dalam pikiran Anda.” (Hal. 5)
***

Kumpulan Quote dalam Terapi Pikiran Bahagia
“... hidup akan mudah dijalani oleh orang yang memutuskan untuk bahagia bagi dirinya.” (Hal. 28)
“Masalah tetap jadi masalah jika dianggap masalah.” (Hal. 28)
“Orang yang ingin bahagia, di saat mengalami kesulitan sekali pun, ia tetap berorientasi pada kebahagiaan.” (Hal. 30)
“Jadi, prinsipnya, setiap gelombang pikiran apa pun yang Anda pancarkan ke alam semesta, maka semesta dunia akan memantulkan kembali energi yang sama ke dalam kehidupan Anda.” (Hal. 39)
“Manusia akan mendekati kesenangan dan akan menjauhi kesengsaraan.” (Hal. 52)

“Tanpa menentukan impian, Anda tidak akan tahu akan ke mana menjalani kehidupan ini. Tanpa impian, Anda bisa hidup, tapi dalam kegalauan. Tanpa impian, kebahagiaan yang Anda ingin mustahil tercapai. Sebab Anda sendiri tidak tahu kebahagiaan seperti apa yang Anda harapkan?” (Hal. 148)

2 komentar:

  1. Bacaan yang menarik sekali. Kategori buku pengembangan diri bukan ya? Yang menarik adalah tema bukunya, kebahagiaan. Kadang saya sendiri masih meraba apa saja yang sebenarnya membuat saya bahagia. Bukan sekedar bahagia yang semu ya. Dan kayaknya buku ini pas untuk dibaca juga.

    BalasHapus