Selasa, 13 September 2016

Revival



“Begini, lawanmu merupakan konspirasi yang sangat besar. Akibatnya, jika ingin melawan, kita juga harus menciptakan konspirasi yang jauh lebih besar dan rumit.” (Hal. 153)

Penulis: Wenny Artha Lugina
Penyunting: Sophie Mou
Perancang sampul: Tristan George
Pemeriksa Aksara: Pritameani, Intan Puspa, Septi Ws & Mia Fitri K
Penata aksara: Martin Buczer
Fotografer: Glenwood
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: Pertama, April 2016
Jumlah hal.: vii + 332 halaman
ISBN: 978-602-291-179-1

Setelah berita kematian Chandra di dalam sel tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, Farah merasa bahwa nasib belum juga puas mempermainkan kehidupannya. Alexa, puteri kecilnya, menjadi satu-satunya alasan bagi Farah untuk bertahan hidup di tengah badai kehidupan yang tiada henti menghantamnya.

Perlahan Farah bangkit dari keterpurukan dan kembali ke Tanah Air demi mengungkapkan konspirasi yang menghancurkan nama baik suaminya. Seperti yang sudah ia duga sebelumnya, pencariannya benar-benar tak mudah. Belum lagi, dirinya tiba-tiba didiagnosis penyakit mematikan yang mengancam nyawanya.

Cinta segitiga, kekuasaan, dan harta jadi bola panas yang melingkupi hari-harinya. Hanya dua pilihan yang kini ia punya: ikuti permainannya atau mati.

***

“Bagaimanapun, di sini ia berperan sebagai dokter. Perasaannya tidak boleh terbawa dalam memutuskan langkah terbaik untuk pasiennya.” (Hal. 55)
Revival ini bercerita tentang kehidupan Farah Alicia, mantan news anchor yang kini menjalani kehidupan sebagai janda. Ia adalah istri simpanan Chandra, mantan Menteri Sosial yang ditemukan meninggal dunia di dalam sel tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus ibu dari seorang bayi perempuan yang lucu.

Farah adalah perempuan cerdas yang memiliki kemampuan analisa yang tajam. Semakin ia memikirkan kematian suaminya, semakin ia merasakan keganjilan di dalamnya. Ia merasa kematian suaminya ini bukanlah kematian alami karena bunuh diri seperti yang diberitakan. Ia melihat bahwa Gold TV, stasiun TV tempat ia bekerja dulu, memberitakannya dengan berat sebelah. Saat penangkapan Chandra, Gold TV selalu mem-blowup pemberitaan tentang hal itu. Namun berita kematian Chandra hanya disiarkan sekadarnya dan langsung ditutupi oleh berita lainnya. Ini membuat Farah bertanya-tanya.  Ia pun memutuskan meninggalkan Tiongkok dan kembali ke Jakarta. Dititipkannya putri kecilnya ke sahabatnya, Meilly.

Farah dengan didukung oleh sahabatnya, Reffi Subrata, yang juga ahli waris Dinasti Subrata yang memiliki Gold TV, bekerja kembali di stasiun tv tersebut. Ini untuk memuluskan langkahnya menyelidiki kasus kematian Chandra. Namun satu demi satu fakta terkuak. Bahkan sebuah kenyataan mengejutkan hadir. Benarkah Chandra masih hidup?

Di novel ini pembaca tidak hanya akan menikmati cerita tentang konspirasi politik melainkan juga kisah cinta yang penuh ujian. Bahwa kadang satu hati bisa jadi di isi oleh lebih dari satu cinta.
“... Mungkin benar kata pepatah, ketika segala sesuatu berjalan terlalu sempurna .... Maka, berhati-hatilah.” (Hal. 76)
***
“Escape is easy, the hardest part is getting free.” (Hal. 102)
Novel Revival ini adalah sekuel dari novel The Blackside yang ditulis oleh Wenny Artha Lugina yang juga diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Namun meskipun ini adalah sekuel, saya yang tidak memiliki dan belum membaca The Blackside tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti ceritanya. Ini karena konflik di dalam novel ini bisa berdiri sendiri.


Bercerita menggunakan sudut pandang orang ketiga yang lebih banyak mengisahkan tentang kehidupan dari sisi Farah, menjadi pilihan yang pas. Membuat pembaca bisa tetap fokus mengikuti jalannya cerita, sambil dilengkapi oleh cerita dari tokoh lain. Pemilihan sudut pandang orang ketiga yang serba tahu ini menjadikan cerita yang kompleks bisa tetap dinikmati.

Setiap tokoh seperti Farah, Reffi, Chandra, Raila, Radi, Saraswati hingga sang presiden, Pandji Wijaksana mendapatkan porsi yang pas dan peran yang sama pentingnya. Mereka mewarnai cerita dengan caranya masing-masing. Reffi yang menghadirkan bumbu romance dalam cerita melalui perasaan yang ia miliki untuk Farah; serta Raila yang hadir dengan kecerdasan dan juga perasaan yang ia miliki untuk Chandra memberi warna tersendiri.

Keseluruhan cerita tidak hanya tentang konspirasi yang rumit, namun juga kisah cinta yang tidak kalah rumitnya. Kisah cinta yang kusut antara Farah, Reffi, Raila, Chandra dan kemudian Danisa, perempuan yang dijodohkan dengan Reffi membuat cerita ini tetap menarik diikuti. Sebuah olahan dengan porsi yang pas.

Oiya, di halaman 93 tertulis sebuah “sindiran” halus tentang keadaan negeri ini. Tentang masyarakatnya  yang selalu mengeluh tanpa berbuat apapun. Selalu berharap pemerintah yang melakukan sesuatu karena berpikir bahwa itu adalah tanggung jawab pemerintah. Tidak memikirkan tentang apa yang bisa mereka lakukan untuk negara. Namun di sisi lain, harus diakui bahwa negara masih harus melakukan perbaikan di berbagai hal agar bisa keadaan masyarakat menjadi lebih baik.

Buku ini bisa menjadi pilihan menarik untuk yang senang dengan tema konspirasi. Tapi juga bisa jadi salah satu selingan yang enak dibaca bagi para pecinta novel romance.
“... konspirasi politik hanya dapat dikalahkan dengan konspirasi politik lainnya. Ibarat timbangan, jika kedua sisinya tidak diisi sama berat, yang satu akan terjungkal dengan mudah.” (Hal. 151)
 “Kadang kita perlu membuat musuh mendekat ke markas kita agar bisa menembak mereka secara tepat, ...” (Hal. 229)
***
Postingan ini adalah bagian dari tantangan #31HariBerbagiBacaan yang diadakan oleh Kak Ila Rizky Nidiana


2 komentar:

  1. Tema yang menarik. Saya penasaran mengenai posisi 'Istri Simpanan' itu mempengaruhi Farah mencari kebenaran mengenai kematian suaminya tersebut.

    Recent Post: [Buku] Where The Mountain Meets The moon by Grace Lin

    BalasHapus
  2. kereen kak,,jd pnasaran dgn bukunya

    BalasHapus