Minggu, 25 September 2016

Jadian 6 Bulan



“..., izinkan aku untuk hanya mencintai-Mu. Mengukir nama-Mu dalam kalbuku, dan menjaga cinta-Mu dengan segenap tenaga, hati, dan pikiran. Aku tidak ingin, cinta yang selama ini telah Kau beri, ternoda oleh cinta-cinta semu lain yang tiada guna.” (Hal. 121)


Penulis: Rhein Fathia
Ilustrasi: Nisa Nafisah
Penyunting naskah: Dadan Ramadhani
Penyunting ilustrasi: Kulniya Sally
Proofreader: Renny Andriyani
Penerbit: DAR! Mizan
Cetakan: I, 2013
Jumlah hal.: 192 halaman
ISBN: 978-602-242-159-7

Cinta bukanlah permainan. Apa pun alasannya, cinta bukanlah sarana pertaruhan gengsi.
Siapa pun tak ada yang menduga kalo Rio, cowok keren idola cewek se-SMA Negeri 1 Bogor itu, nekat nembak Tiara, seorang jilbaber, aktivis Rohis.
Gayung bersambut, Tiara mau jalan bareng sama cowok yang jago maen basket itu. Seisi “dunia” dibikin heboh oleh ulah mereka.
“Rio jadian sama Tiara? Mustahil!” cetus fans Rio.
“Tiara pacaran sama Rio? Masya Allah!” seru anak-anak Rohis.
Apa sesungguhnya yang mereka lakukan? Benarkah mereka jadian? Kalau benar mereka jadian, kenapa Rio suka uring-uringan sendiri?
Wah, bakal seru abis, nih, kalo benar mereka pacaran!
***

“Yang namanya kangen itu, berasal dari hawa nafsu. Cara menahan hawa nafsu yang efektif dengan berpuasa. Itu ajaran Rasulullah.” (Hal. 26)

Novel ini bercerita tentang Tiara, gadis yang kalem dan terkenal sangat menjaga diri serta berusaha menegakkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-harinya. Tiara yang kemudian dikabarkan menerima pernyataan cinta Rio, pemuda populer di sekolah karena fisik yang menawan, kemampuan basket yang mumpuni, kecerdasan otak, serta limpahan materi yang banyak.

Mereka bukanlah pasangan yang tidak serasi. Namun mereka adalah pasangan yang mustahil bersama. Kenapa? Karena bagaimana mungkin bad boy yang hobi menjalin hubungan tanpa status dengan cewek yang berbeda-beda bisa menjalin hubungan dengan seorang perempuan shalehah yang enggan jalan berdua dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Bahkan Tiara tidak bersalaman dengan laki-laki yang bukan mahramnya.

Hal inilah yang membuat seisi sekolah gempar. Tiara yang mengakui kebenaran berita itu malah disidang oleh anggota rohis lainnya. Dipaksa untuk mengakhiri hubungannya dengan Rio. Namun gadis itu menolak dengan alasan bahwa ia punya pertimbangan sendiri. Lagi pula salah satu ruang hati Tiara sudah diisi oleh seorang ikhwan. Perasaan tertarik yang telah dijadikan fitrah manusia oleh-Nya itu pun telah dirasai oleh Tiara. Bukan pada Rio, tapi pada sosok bernama Andromeda.

Di pihak lain, Rio sendiri memiliki alasan untuk mendekati Tiara. Demi sebuah pertaruhan. Ya, kawan-kawan Rio menantang pemuda itu untuk menjadikan Tiara “korban”nya. Dan demi harga diri Rio pun menerima tantangan itu.

Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sebenarnya alasan Tiara? Lantas bagaimana perasaan dan hubungan Tiara dengan Andromeda?

“Kalau kamu berada dalam keadaan tegang dan tidak bisa mengendalikan emosi, cobalah untuk berwudlu. Insya Allah, air wudhu bisa menenangkan pikiranmu.” (Hal. 122)

***

“Hm ... masa depan. Sebuah kehidupan yang tak seorang pun mengetahuinya. Meskipun itu milik diri sendiri. Karena dia tertutup oleh tirai. Tirai tipis yang harus kita sibak.” (Hal. 159)

Ternyata novel ini adalah novel pertama karya Mbak Rhein Fathia. Sebuah novel remaja yang masuk dalam series Teen Hijabers Community yang diterbitkan oleh DAR! Mizan.

Novel ini tampil dengan sangat menarik dengan cover berwarna pink dan ilustrasi yang lucu. Memperbesar peluang untuk dilirik oleh remaja putri. Belum lagi judulnya yang menggoda. “Jadian 6 bulan”. Bukankah kisah cinta adalah salah satu hal yang tengah diminati oleh remaja belasan satu. Salah satu topik paling mendominasi kehidupan mereka.

Novel ini memang mengusung tema yang menarik. Seorang akhwat mau berpacaran padahal jelas-jelas ia memahami bahwa pacaran termasuk hal yang dilarang dalam Islam. Lantas bagaimana? Apa alasannya? Sayangnya alasan ini masih terkesan kurang kuat. Terlalu idealis. Dan saya rasa pihak-pihak yang menyetujui alasan Tiara ini pun terlalu muluk. Seolah tidak ada alternatif lain selain membiarkan Tiara berpacaran dengan Rio.

Di beberapa bagian kesan menggurui masih terasa karena ditampilkan bagaimana Tiara sering kali menasihati Rio. Namun di luar itu, dakwah yang disampaikan sudah baik dan cukup smooth. Contohnya dengan menampilkan bagaimana Tiara menerima Rio di rumah sebagai tamu yang akan mengajarinya pelajaran sekolah. Juga bagaimana Tiara mengakali agar tidak perlu pergi berdua dengan Rio. Serta bagaimana Tiara bisa menegaskan dan menampilkan kenyamanannya atas sikap overprotective keluarganya yang tidak mengizinkan Tiara pergi ke manapun seorang diri.

Dalam novel ini kita akan banyak belajar tentang astronomi. Informasi yang menarik terkait planet dan bintang sesekali diselipkan di dalam cerita. Menjadi salah satu nilai tambah bagi buku ini. Bukankah salah satu hal yang menarik dari kegiatan membaca adalah menemukan hal baru yang tidak kita ketahui sebelumnya? :)

Di halaman 64 Rio bisa langsung menyimpulkan karakter Ayah Tiara yakni, sangat hangat dan dermawan, serta “seorang ayah teladan”. Ini menarik karena itu adalah pertemuan pertama mereka dan adegannya adalah adegan saat Ayah Tiara membukakan pintu untuk Rio. Rasanya itu terlalu cepat untuk disimpulkan. Ini malah membuat kesan “telling” jadi terlalu kuat. Padahal dalam novel lebih menarik jika pakai teknik “showing”.

Oiya, di halaman 103 ada ketidakkonsistenan dalam penulisan planet Jupiter. Di paragraf awal di halaman 103 disebut “Jupiter” di paragraf akhir disebut “Yupiter”.

Terlepas dari semua kekurangan itu, buku ini memang menarik untuk dibaca oleh muslimah muda yang masih terus belajar tentang Islam. Cocok untuk remaja muslim yang membutuhkan bacaan yang menyenangkan dan bermanfaat.

“Kamu tahu, kan, Allah menciptakan semua bayi yang lahir ke dunia dengan jumlah sel yang sama dalam otaknya. Termasuk otak Eistein sekalipun. Kalau Eisten bisa menjadi ilmuwan yang dikenang sepanjang masa, kenapa kita tidak? Allah itu adil, kan? Dia menciptakan setiap bayi dengan istimewa. Termasuk juga kamu!” (Hal. 160)

***
Kumpulan Quote dalam “Jadian 6 Bulan”

“Kamu selalu bilang, kalau rencana Allah itu selalu indah, kan? aku yakin ada rahasia di balik nilai Matematikamu yang kurang baik ini. rahasia yang mungkin kita sendiri tidak mengerti. Tapi yang pasti, itu untuk kebaikanmu. Kita harus bersyukur, kan, Ra? Atas semua yang kita dapatkan meskipun tak seindah yang kita harapkan.” (Hal. 162)

“Bukankah Allah itu Mahasegalanya? Dia-lah yang memilikimu. Dan kepada-Nyalah, kamu akan kembali. Maka, segeralah kamu kembali ke jalan yang ditentukan oleh-Nya.” (Hal. 163)
“Mengapa harus ada masa lalu yang begitu indah? .... Karena akan ada masa depan yang lebih indah.” (Hal. 175)

“Jika kamu mau bersabar, malaikatlah yang akan bersorak atas kemenanganmu di surga nanti.” (Hal. 175)


1 komentar:

  1. Debut yang lumayan ya. Saya belum baca buku ini. Tema yang diangkat pasti menarik.

    BalasHapus