Senin, 05 September 2016

Hector and the Seacrh for Happiness



“Kebijaksanaan sejati adalah kemampuan untuk hidup tanpa melihat pemandangan seperti ini, menjadi orang yang sama meskipun berada di dasar sumur sekalipun. Tetapi hal itu, tentu saja, tidak mudah dilakukan.” (Hal. 217)

Penulis: François Lelord
Penerjemah: Gusti Nyoman Ayu Sukerti
Penyunting: Nuraini Mastura
Penyelaras aksara: Lani Rachmah
Penata Letak: CDDC
Desain sampul: Muhammad Oesman
Penerbit: Noura Books
Cetakan: II, Januari 2016
Jumlah hal.: vii + 263 halaman
ISBN: 978-602-385-002-0

Kisah inspiratif memukau tentang pencarian kebahagiaan sejati yang telah menyentuh hati lebih dari dua juta pembaca di seluruh belahan dunia.

Pada suatu masa, hiduplah seorang psikiater muda bernama Hector yang merasa tidak terlalu puas dengan dirinya sendiri .... Karena itu, dia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke seluruh penjuru dunia. Ke mana pun pergi, dia berusaha memahami apa yang membuat orang merasa bahagia atau tidak bahagia.

Hector berpetualang dari Paris ke Cina, kemudian ke Afrika, hingga ke Amerika Serikat, dan di sepanjang perjalanan, dia mencatat hasil observasi mengenai orang-orang yang ditemuinya.

Memadukan kisah The Little Prince yang menawan dan filosofi The Alchemist yang kaya inspirasi, perjalanan Hector menjelajahi jiwa-jiwa manusia menjadi sebuah perjalanan yang menggelitik, mencerahkan, sekaligus menghibur.

***

“... kaum wanita itu manusia yang sangat rumit, meskipun kau sendiri adalah seorang psikiater.” (Hal. 22)

Buku ini adalah sebuah novel. Itu penegasan dari saya. Siapa tahu anda seperti saya yang sempat menduga bahwa ini adalah buku yang ditulis berdasarkan true story. Tapi tulisan ini memang terinspirasi oleh pengalaman penulisnya yang memang seorang psikiater.

Tokoh Hector ia ciptakan dengan rumus “banyak berpikir”, “banyak karisma”, “sedikit sisi humoris”. Sedikit banyak itulah yang ditampilkan oleh sosok psikiater yang demi menemukan jawaban atas pertanyaan tentang kebahagiaan ia rela terbang ke beberapa negeri demi menemukannya.

Oiya, biarkan saya membocorkan hasil pencarian Hector setelah menjelajahi Cina, Afrika, dan Negara Serba Lebih. Dan inilah daftar yang ia susun di akhir perjalanannya.
Pelajaran no.1: Membuat perbandingan bisa merusak kebahagiaan
Pelajaran no.2: Kebahagiaan sering kali datang di saat saat yang paling tidak terduga
Pelajaran no.3: Banyak orang yang melihat kebahagiaan hanya berada di masa depan
Pelajaran no.4: Banyak orang yang mengira bahwa kebahagiaan itu berasal dari kemampuan mendapatkan kekuasaan lebih besar atau uang lebih banyak
Pelajaran no.5: Terkadang kebahagiaan itu adalah tidak mengetahui seluruh kenyataan yang ada
Pelajaran no.6: Kebahagiaan adalah sebuah perjalanan jauh di pegunungan yang indah dan asing
Pelajaran no.7: Memikirkan kebahagian sebagai tujuan merupakan kekeliruan
Pelajaran no.8: Kebahagiaan adalah kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai
Pelajaran no.8b: Ketidakbahagiaan adalah terpisahkan dari orang-orang yang dicintai
Pelajaran no.9: Kebahagiaan adalah mengetahui keluarga kita tidak kekurangan apa pun.
Pelajaran no.10: Kebahagiaan adalah melakukan pekerjaan yang kita senangi
Pelajaran no.11: Kebahagiaan adalah memiliki rumah dan kebun sendiri
Pelajaran no.12: Lebih sulit untuk merasa bahagia di sebuah negara yang dipimpin oleh orang-orang jahat
Pelajaran no.13: Kebahagiaan adalah merasa berguna bagi orang lain
Pelajaran no.14: Kebahagiaan adalah dicintai karena diri kita apa adanya.
Observasi: Orang-orang lebih berbaik hati pada anak yang tersenyum (sangat penting)
Pelajaran no.15:  Kebahagiaan hadir ketika kita merasa benar-benar hidup.
Pelajaran no.16: Kebahagiaan adalah mengetahui cara merayakan sesuatu
Pelajaran no.17: Kebahagiaan adalah peduli terhadap kebahagiaan orang-orang yang kita cintai.
Pelajaran no.18:
Pelajaran no.19: Matahari dan laut membuat semua orang bahagia
Pelajaran no.20: Kebahagiaan adalah cara pandang terhadap sesuatu
Pelajaran no.21: Persaingan meracuni kebahagiaan
Pelajaran no.22: Wanita lebih peduli untuk membuat orang lain bahagia dibandingkan pria
Pelajaran no.23: Kebahagiaan berarti memastikan bahwa orang-orang yang ada di sekeliling kita bahagia?

Apakah ada yang menyadari bahwa pelajaran no.18 kosong? Sebab Hector telah mencoretnya. Sebab ia yakin akan banyak orang yang tidak menyukai kebenaran ini termasuk kekasihnya, Clara.

Menurutmu, perjalanan apa yang telah dilalui Hector hingga bisa menyusun daftar pelajaran tentang kebahagiaan tersebut, Readers? Bacalah dan kau akan menikmati perjalanan bersama Hector.


“Kesalahan mendasar yang dibuat orang adalah dengan berpikir bahwa kebahagaian itu merupakan sebuah tujuan!” (Hal. 55)

***

“..., mengetahui dan merasakan adalah dua hal yang berbeda. Merasakan adalah hal yang lebih penting.” (Hal. 124)

Sudah beberapa bulan sejak saya memiliki buku ini. Namun baru bulan ini saya berkesempatan membacanya. Bukan karena tidak punya waktu tapi saya yakin bahwa buku ini harus saya baca dengan lebih fokus agar menerima lebih banyak hal menarik darinya.

Dan kini kesempatan itu datang saat saya tanpa rencana memulai Reading Project saya sendiri. Tema untuk bulan  pertama ini, Agustus, adalah “Happiness”. Jadi saya pun mulai melirik rak buku. Menemukan pilihan yang tersedia. Dan novel ini menjadi salah satu pilihan yang pas.

Pengalaman membaca novel Hector and The Search for Happiness ini menjadi menarik karena didukung oleh upaya positif saya untuk menjadi orang yang lebih ceria dan bahagia. Maka perjalanan yang dialami oleh Hector menjadi perjalanan saya sendiri. Pengalaman Hector yang sempat ada di ujung maut membuat saya mengambil pelajaran penting tanpa perlu ikut merasakan pengalaman hidup dan mati.

Kemudian kemampuan Hector dalam mengamati hal-hal disekitarnya untuk ia jadikan pelajaran tentang kebahagiaan menjadi teladan yang menarik. Mengingatkan saya bahwa untuk bahagia kita harus mampu mengasah dan mengendalikan kepekaan yang kita miliki.

Akhirnya, pengalaman membaca novel ini memang meninggalkan jejak pemikiran dan perasaan positif yang bisa memudahkan pembaca menciptakan atau bahkan menemukan kebahagiaannya.  

“Pertanyaan: Apakah kebahagiaan hanyalah sebuah reaksi kimia di dalam otak?” (Hal. 145)
***

“... ini berarti bagi orang kaya, kebahagiaan itu adalah bisa bebas menikmati waktu sendiri tanpa diganggu, termasuk ketika berada di dalam pesawat.” (Hal. 146)
“..., itulah yang terjadi pada anak-anak di negara maju dan di negara miskin sekalipun. Kita menaruh perhatian besar akan isu polusi udara, tetapi tak acuh mengenai polusi terhadap pikiran anak-anak kita.” (Hal. 177)
“Bersikaplah penuh perhatian kepada orang lain.” (Hal. 215)

1 komentar:

  1. jadi pengen baca buku ini juga mbak, sepertinya bagus :)

    BalasHapus