Rabu, 03 Agustus 2016

Gerakan Sebar Virus Literasi ala Maman Suherman (+Pengumuman Pemenang GA #peREmpuan)



Halo, Readers. Bagaimana kabarmu hari ini?
Sekarang sudah bulan Agustus. Setengah tahun telah terlampaui. Sudah baca berapa banyak buku? Sudah belanja berapa banyak buku? He..he..
Nah, bicara tentang buku, bagi yang sering mengikuti perkembangan dunia literasi Indonesia terutama dalam pergerakan dalam upaya menyebarkan kecintaan membaca, maka nama Kang Maman Suherman akan sering kita dapati.

 
Kang Maman dan Armada Pustaka. Sumber foto di sini

Nah, itu sebabnya pada pertanyaan [Interview + Giveaway] Re: bersama Maman Suherman di postingan blogku yang lalu aku mengajukan pertanyaan tentang aksi apa yang telah dan akan kamu lakukan terkait menyebarkan kesenangan membaca. Dan semua jawaban yang masuk benar-benar menginspirasi. Sebagian besar memulai dengan orang-orang terdekat dan memulai dari lingkungan sekitarnya. Dan itu keren! Kalian semua mengagumkan, Readers.

Nah, saya pribadi menyimpan beberapa pertanyaan tersendiri pada Kang Maman terkait pilihannya untuk aktif menyebarkan kesenangan membaca yang beliau implementasikan dalam gerakan #sebarvirusliterasi. Dan akhirnya saya pun memberanikan diri untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut langsung kepada Kang Maman.

Mau tahu apa yang saya tanyakan? Yuk simak “wawancara” yang saya lakukan via dunia maya dengan beliau.  

Sejak kapan Kang Maman mengakrabi buku?
Sejak SMA, dan sejak itu pula saya bermimpi bisa menulis buku sendiri

Apa pengalaman yang paling berkesan dalam hidup Kang Maman terkait buku?
Kelas 3 SD saya minta dibelikan buku pelajaran sekolah PKK oleh bapak, tapi karena belum punya uang, bapak belum bisa belikan dan berjanji kelak akan membelikan saat gajian. Dasar anak kecil, saya tidak terima dan menangis keluar rumah. Melangkah menuju sekolah tanpa lihat kiri kanan. Saat di depan rumah, di Jalan Cenderawasih III Mariso, Makassar, saya menyeberang sambil menangis tanpa lihat kiri kanan dan tertabrak becak.

Sejak saat itu saya berjanji akan berusaha membeli sendiri buku dan terbukti dengan jualan permen dan es lilin di sekolah, saya bisa mengumpulkan buku tulis dan pelajaran dari uang jualan tersebut.

Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, terlihat betapa Kang Maman sangat aktif mendukung gerakan literasi. Apa motivasinya, Kang?
Saya sedih melihat kenyataan, minta baca orang Indonesia menurut UNESCO pada tahun 2012 hanya 0,001; yang artinya dari 1000 orang yang bersungguh-sungguh membaca hanya 1 orang, dan peringkat literasi kita di dunia hanya di posisi 60 setingkat di atas Botswana.
Padahal, katanya kita punya budaya literasi yang hebat, memiliki naskah tertulis terpanjang di dunia, I Lagaligo, dan mayoritas muslim yang ayat pertamaNya adalah : “Iqra”. Itu yang mendorong minat saya masuk ke dalam gerakan yang saya sebut #tebarvirusliterasi . Tebar 4 huruf: baca, iqra, read. Dan saya beruntung bertemu Muhammad Ridwan Alimuddin di MIWF 2013 yang juga punya kepedulian yang sama dan konkret.

Menurut Kang Maman apa hambatan terbesar dalam gerakan literasi ini?
Hambatan terbesar adalah bagaimana mengajak masyarakat yang sudah larut dalam budaya lisan, budaya menonton, dan budaya internet yang begitu instan, menjadi budaya baca. Budaya literasi, keberaksaraan itu mengajak orang untuk berpikir, membaca, lalu menulis sendiri dan kemudian berkarya yang lebih dan lebih baik lagi krn kebiasan membaca dan mengkrabi buku. Perjuangan tidak mudah, tapi bukan berarti tidak ada jalan. Buku harus menjemput pembacanya, itu yang membuat saya makin semangat dengan gerakan pustaka bergerak yg membawa buku langsung ke pembacanya.

Apa harapan Kang Maman untuk dunia literasi Indonesia ke depannya?
Saya percaya, buku punya keluasan dan kedalaman yang tak dimiliki internet yang lebih mengutamakan kecepatan dan instan 140 karakter. Dan saya percaya, pada dasarnya orang senang dengan keluasan dan kedalaman wawasan, dan itu akan ditemukan dalam buku.
Dan ingat, masyarakat Bugis, Makassar, Mandar punya budaya literasi yang kuat, punya I Lagaligo. Dan "virus literasi" yang hebat itu takkan pernah mati dan sirna, tinggal saja bagaimana menghidupkannya kembali, membangunkannya dari tidur. Dan saya punya keyakinan, bersama teman-teman bisa membangunkan saudara-saudara saya yang tertidur dan terlena oleh budaya tv dan budaya nonton semata.

***
Membaca hasil wawancara saya dengan Kang Maman, sesungguhnya saya terharu. Sebagai seseorang yang mencintai buku sejak kecil, saya sering kali merasa sendirian. Merasa aneh. Ini karena bahkan saat saya kecil, buku masih dianggap benda asing. Tidak diakrabi. Setelah saya pikir, bisa jadi karena akses terhadap buku yang terbatas.
Saat saya kecil buku hanya bisa dibeli di toko buku yang ada di kota-kota besar. Tidak seperti sekarang yang didukung oleh kecanggihan internet hingga muncullah online shop yang memudahkan pembaca membeli buku meskipun berada jauh dari kota. Saat saya kecil buku masih tergolong mahal dan susah ditemukan. Perpustakaan? Hm..masih mirip dengan perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah saat ini: hanya berisi buku pelajaran, berdebu, sunyi senyap, dan menguarkan aura serius nan menakutkan.
Saya sungguh berharap semakin banyak dilakukan untuk meningkatkan kecintaan membaca. Dan sungguh saya kagum pada apa yang sudah dilakukan oleh Kang Maman.
Sedang jika dibandingkan dengan yang saya lakukan, maka saya ini tidak ada apa-apanya. Saya hanya bisa menyebarkan “virus literasi” dengan menuliskan pengalaman membaca saya yang terasa menyenangkan di blog ini; mengadakan Giveaway sehingga bisa menghadiahkan buku-buku ke orang-orang; aktif dalam berbagai komunitas buku; hingga membuka lapak baca di tempat tinggal saya meski hanya sepekan sekali.
Dan saat tahu bahwa pecinta buku di luar sana pun sudah melakukan “aksi” masing-masing, maka saya merasa optimis bahwa kelak angka 0,001 itu akan berubah menjadi 10% hingga 100%. Jalannya mungkin masih panjang. Tapi saya percaya akan ada yang bersedia melanjutkan perjuangan ini dalam setiap generasi yang akan datang.
***


Nah, sekarang waktunya saya mengumumkan nama-nama pemenang yang beruntung memenangkan Giveaway #peREmpuan yang didukung langsung oleh Kang Maman Suherman.
Dan pemenang yang beruntung adalah:
Di blog:
Heni Susanti
Akun twitter : @hensus91
Di instagram:
Nada_aksara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar