Senin, 22 Agustus 2016

Cinta Masa Lalu (Cetakan Kedua)

“Cinta itu nggak bisa milih. Mau sesempurna apa pun orang lain, kalau cintanya sama kamu, aku bisa apa?” (Hal. 247) 

Penulis: Nima
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Kedua, Juni 2016
Jumlah hal: vi + 265 halaman
ISBN: 978-602-02-8856-7

Dalam kamus Dave, perempuan tak lebih dari koleksi di atas ranjang. Dengan statusnya sebagai pewaris takhta Arkhan Grup, segala hal semudah menjentikkan jari. Pertemuan dengan Viona, yang sialnya adalah sepupu dari salah satu gadis koleksinya, mengubah arti dunia Dave dalam sekejap.

Bagi Viona, malapetaka, musibah, dan kesialan adalah nama lain dari om-om brengsek, yang dia benci –Dave. Karena impian, cita-cita, dan masa depannya sudah hancur. Dan sumber kekacauan itu adalah Dave.

Sayangnya, takdir kembali mempertamukan mereka setelah Viona jauh berlari.

Apakah Viona harus terus melarikan diri? Dapatkah Dave menebuh semua kesalahannya? Bisakah cinta hadir dari masa lalu yang kelabu?
***

“Rumah adalah rumah, sejauh apa pun pergi, ke sinilah aku kembali.” (Hal. 2)

Bagaimana jadinya jika masa depan yang sudah kau rencanakan runtuh di depan matamu? Bagaimana jika kamu sebagai korban dari sesuatu yang terjadi tanpa kau kehendaki? Kemudian kejadian itu merenggut semua hal darimu, kehormatan, masa depan, dan kebahagiaanmu?

Itulah yang dialami oleh Viona saat ia baru saja lulus SMA. Masa depan cerah yang sudah ia bayangkan, secara mendadak menjadi mimpi yang harus dikubur hidup-hidup. Ini semua karena kehadiran Dave dalam kehidupan Viona. Dave yang telah merenggut kehormatan Viona. Membuat Viona harus melahirkan seorang anak diusia 18 tahun. Membuat Viona menghilang dan bersembunyi di Jogja karena trauma yang dialaminya.

Dan kini Dave kembali muncul di hadapan Viona. Kali ini tidak sendirian. Melainkan bersama Daiva, anak yang dilahirkan Viona tapi tidak pernah ia tatap wajahnya.

Bagaimanakah kehidupan Viona nantinya? Apakah semua usaha dia selama enam tahun lebih untuk mengobati trauma yang dialami sambil menata kembali hidupnya akan hancur berantakan? Kembali menjalani kehidupan bak mayat hidup?


“Masa lalu biarlah tetap menjadi milik masa lalu, apa pun yang kita perbuat sekarang nggak akan bisa memengaruhinya. Kita hanya bisa menerima dan mengambil pelajaran dari semuanya agar bisa menghadapi masa depan dengan lebih baik.” (Hal. 30)

***

“... nggak ada dosa yang yang diwarisin dari bapak buat anaknya. Dia bersih, polos, dan nggak berhak menerima penghakiman dari kelakuan orangtunya.” (Hal. 77)

Novel Cinta Masa Lalu ini sebelumnya telah saya baca dan saya review di blog ini. Namun kali ini yang saya baca dan review adalah cetakan keduanya. Saya benar-benar membaca ulang novel ini dari awal hingga akhir dan menemukan perbedaan yang berarti. Novel ini telah diedit dan menjadi jauh lebih baik.

Jika sebelumnya, banyak ditemukan kata yang menggunakan huruf kapital dalam percakapan untuk menunjukkan kemarahan, maka dalam cetakan baru ini, kekurangan itu sudah diperbaiki. Penggunaan huruf kapital hanya diberikan saat penulis berusaha memberikan penekanan-penekanan tertentu.

Selain itu, penggunaan sudut pandang orang pertama dari tokoh-tokohnya jadi lebih rapi. Cerita dituturkan dalam sudut pandang orang pertama secara bergantian antara tokoh Viona dengan tokoh Dave. Ini membuat logika cerita menjadi lebih baik. Selain itu, jika sebelumnya pergantian penutur cerita ini membuat beberapa adegan terulang dari sudut pandang yang berbeda, maka di cetakan kedua ini berbeda. Tidak ada lagi pengulangan adegan. Scene dibuat berlanjut meski dari sudut pandang yang berbeda. Namun ini tidak membuat cerita jadi sulit dipahami melainkan membuat alur cerita menjadi pas, tidak lambat juga tidak cepat.

Plot cerita masih sama. Tapi kali ini pembaca benar-benar dibuat gregetan menahan kesal pada sikap Viona dalam menghadapi kehadiran Daiva dalam hidupnya. Membuat pembaca pengin mengomeli pilihan-pilihan Daiva. Pada akhirnya pembaca akan dibuat penasaran dengan bagaimana kisah ini akan diakhiri.

Mampukah Dave membuat Viona jatuh cinta padanya? Ataukah Viona tidak bisa melepaskan trauma yang melandanya dan akhirnya memilih untuk meninggalkan Dave dan Daiva di belakang. Di masa lalu.

Oiya, cetakan kedua Cinta Masa Lalu ini dimasukkan ke dalam lini baru Elex Media Komputindo: CityLite.

Terakhir, rasanya mengejutkan menemukan nama saya di bagian “Ucapan Terima Kasih” cetakan kedua ini. Rasanya review yang saya tulis diberi apresiasi yang besar dari Mbak Nima. Terima kasih banyak, Mbak Nima.

“.... Papi selalu bilang, kalau kamu tidak bisa menjadi orang berguna, jangan pernah merugikan orang lain. ...” (Hal. 121)

***
“Vi, cinta itu diciptakan, bukan dicari.” (Hal. 218)

1 komentar:

  1. Hiks hiks, dan aku makin pengen makan buku ini. Penderitaan Viona yang hancur diusia muda dan Daiva malang yang butuh kasih sayang ibunya.

    BalasHapus