Senin, 29 Agustus 2016

Bristol (Review + Giveaway)



“Aku menulis, karena setiap hari harus ada yang dikerjakan manusia.
Aku mencinta, karena harus ada yang dirasakan sepanjang harinya.”
-Kaendra Salasika-
(Hal. 208)
Penulis: Vinca Callista
Editor: Septi Ws
Desainer: Teguh
Ilustrator isi: Tim Desain Broccoli
Penata isi: Tim Desain Broccoli
Penerbit: Grasindo
Cetakan: Pertama, Juli 2016
Jumlah hal.: 208 halaman
ISBN:978-602-375-593-6

El-Visnu Ansara mengajak Kaendra Salasika ke Bristol, Inggris, untuk memilih jurusan kuliah yang akan diambilnya. Sebenarnya, hal itu bisa dilakukan dari Indonesia. Tapi, Kae nggak menolak tawaran jalan-jalan gratis ke kota impiannya. Apalagi, dia bisa pergi jauh dari adik kembar yang tidak diinginkannya.

Namun ternyata, perjalanan ke sisi lain dunia menyeret Kae ke banyak pertanyaan membingungkan. Tentang Elvis dan beasiswa yang diberikan untuknya. Tentang masa lalu Elvis yang belum usai dengan Alita, cewek paling keren yang jadi idola Kae, sekaligus pemilik flat mewah tempat mereka tinggal di Bristol.

Kae berada di ambang krisis kepercayaan diri, sementara mimpi-mimpinya yang tinggi terus mendesak minta diwujudkan. Bristol pun tanpa diduga mempertemukannya dengan Greg, cowok Inggris yang mendambakan perempuan Indonesia dalam hidupnya.

Kae tak punya banyak waktu. Ia harus segera menentukan pilihan. Dan, Bristol menjadi saksi kepada siapa hati Kae dijatuhkan.
***
“Kau mencari apa dalam kesepian?
Ada ketenangan di sekitar ketiadaan.”
-Kaendra Salasika-
(Hal. 84)
***
“Kadang yang deket itu emang enggak bikin penasaran.” (Hal. 60)
Novel Bristol bercerita tentang kehidupan seorang Kaendra Salasika,  yang penuh impian dan upayanya mewujudkan mimpi itu. Kae sangat senang mengeksplorasi imajinasinya dan menumpahkannya dalam bentuk tulisan. Suatu hari, nasib mempertemukannya dengan El-Visnua Ansara, yang disapa Elvis, dalam sebuah pameran pendidikan. Pertemuan ini ternyata mendukung Kae mewujudkan impiannya untuk bersekolah di Inggris.

Keberuntungan ini dilengkapi dengan kesempatan untuk menjejak kota Bristol di Inggris selama seminggu bersama Elvis. Semua biayanya ditanggung oleh perusahaan ayah Elvis yang memberi Kae beasiswa untuk kuliah di Inggris. Saat itu, Kae bahkan tidak mempertanyakan alasan sebenarnya Elvis mengajaknya ke Bristol meski ia menyadari bahwa tanpa perlu ke Bristol pun dia bisa memutuskan ingin berkuliah di jurusan dan universitas apa.

Di Bristol, Kae dan Elvis menumpang di apartemen Alita, teman Elvis. Cewek ini menerbitkan kekaguman di hati Kae. Ia ingin seperti Alita. Namun ternyata kehidupan selama seminggu di Bristol bersama Elvis dan Alita membuat Kae mempertanyakan kembali banyak hal. Mulai dari apa alasan sebenarnya Elvis mengajaknya ke Bristol, apa arti kehadiran Elvis bagi Kae juga sebaliknya, apa Alita memang layak dikagumi, serta ada apa dengan hatinya saat berada di dekat Greg, serta pelbagai pertanyaan lagi.

Greg adalah pemuda Inggris yang ia kenal lewat Alita. Teman se-band Alita. Greg muncul berkali-kali dalam imajinasi Kae. Menjadi pangeran dalam dongeng yang berputar di kepala Kae.

Bagaimanakah hubungan Kae, Elvis, Alita dan Greg? Akankah perjalanan impian Kae malah berakhir menjadi malapetaka?
“Kalau enggak pakai imajinasi, aku enggak akan punya semangat hidup.” (Hal. 77)
***
“Kalau kamu enggak puas dengan hasil kerja orang lain, kerjakan sendiri.” (Hal. 91)
Novel Bristol adalah salah satu novel yang masuk dalam serial “A Love Story: City” yang baru saja diterbitkan oleh Penerbit Grasindo. Novel ini sekaligus novel pertama karya Vinca Callista yang aku baca dan review.

Novel Bristol sesuai dengan judul dan temanya tidak hanya mengisahkan kisah cinta namun mengajak pembaca mengeksplorasi sudut-sudut kota yang jadi setting tempat dalam novel ini. Dan penulis berhasil menjadikan setting Bristol menyatu dengan sangat baik ke dalam cerita. Tidak sekadar jadi tempelan dengan gaya bercerita yang bisa dibaca dalam sebuah artikel jalan-jalan.

Pembaca diajak mengunjungi Bristol Zoo Gardens, Bristol Museum and Art Gallery, Clifton Suspension Bridge, Clifton Observatory dan Gua Santa Vincent. Deskripsi tempat-tempat ini menyatu dengan baik dengan cerita. Ini didukung cara penulis menampilkan Kae sebagai sosok dengan imajinasi yang sangat hidup dan berkembang. Menampilkan sisi emosional Kae setiap melihat tempat-tempat tersebut.

Selain itu, cara penulis memunculkan konflik yang perlahan namun pasti ke permukaan membuat pembaca merasa penasaran dengan akhir cerita. Bertanya-tanya, apa pilihan yang akan diambil Elvis; apa pilihan yang dipilih Kae; bagaimana perasaan Greg.

Namun sedikit yang terasa kurang. Ya itu eksplorasi yang matang tentang Kae dan saudari kembarnya. Sejak awal digambarkan Kae sangat membenci saudari kembarnya. Bahkan ikut menggiring opini pembaca untuk membencinya. Namun sayangnya ternyata latar belakang kebenciannya kurang kuat dan juga penyelesaian untuk konflik kecil ini terasa terlalu cepat.

Penggunaan sudut pandang orang ketiga dalam novel ini sedikit memengaruhi emosi yang terbangun antara pembaca dengan tokoh-tokohnya. Meski pun digambarkan sangat emosional hingga mudah terharu, perasaan Kae ini kurang bisa disampaikan kepada pembaca. Pembaca sekadar memahaminya tapi tidak ikut terlibat di dalamnya.

Tapi secara keseluruhan, novel ini menarik dan manis untuk diikuti. Motivasi untuk mengejar impian pun terasa dengan baik di dalamnya. Jika harus membangun asosiasi untuk “A Love Story: Bristol” ini maka ia adalah “Impian”.
Hm..kira-kira novel lain dalam series ini membahas apa ya?
“Menurut saya tidak ada yang salah dengan dapat bantuan dari orang lain untuk mewujudkan impian kita. ...” (Hal. 105)
***
“Imajinasi selalu menjadikan segalanya terasa luar biasa, ...” (Hal. 137)
 

Hai, Readers. Sudah siap dengan Giveaway Bristol?
Ya, Kak Vinca Callista sudah menyiapkan dua buah novel Bristol untuk dua pemenang. Wah asyik nih. Siapa yang akan ikut bersama Kae menjelajah kota Bristol ya? Kamu? Yakin? Sudah memenuhi persyaratan ini belum?

1. Follow akun twitter @VincaCallista dan @atriasartika
2. Share link Giveaway ini di akun twittermu dengan mention kedua akun di atas dan pakai tagar #AloveStory #Bristol
3. Baca review Bristol di atas, dan berikan pendapatmu tentang novel Bristol di kolom komentar di bawah postingan ini. Jangan lupa sertakan data diri berupa nama, akun twitter, dan email ya.
4. Giveaway ini hanya untuk yang berdomisili di Indonesia ya.
5. Periode Giveaway: 29 Agustus – 4 September 2016

Nah, bagaimana? Mudahkan? Semoga beruntung ya, Readers.
Oiya, agar tidak tertinggal informasi Giveaway lainnya kamu boleh follow blog ini. Juga silakan cek akun instagram @atriasartika. Minimal sebulan sekali, ada Giveaway yang berlangsung di blog atau akun instagram tersebut. Don’t miss it, Readers
“Memori adalah bahan baku kehidupan manusia. Menyadarkan betapa pentingnya masa lalu, dan masa kini yang akan segera menjadi masa lalu.” (Hal. 156)
***
Kumpulan Quote dalam novel Bristol
“Kayaknya para ibu memang selalu jadi penggemar nomor satu, ya?” (Hal. 174)
“Semua hal bisa terasa membosankan kalau kita ngerasa sendirian, Kae.” (Hal. 176)
“..., ‘ngerasa sendirian’ itu kadang karena kita hidup dengan energi yang negatif dan udah kemakan sugesti kalau enggak ada orang yang mau dengerin kita.” (Hal. 176)
“Waktu berfungsi sebagai sumber daya yang terbatas bagi jatah kehidupan seorang manusia.” (Hal. 177)
“Perasaan dibutuhkan seketika bisa melenyapkan rasa kesepian, bahkan yang paling hening dan menyakiti dengan tajam.” (Hal. 178)
“Nah, bikin orang lain senang juga bisa ningkatin rasa percaya diri dan semangat kamu buat terus bikin pencapaian, kan?” (Hal. 186)
“Manusia hidup menggunakan memori, dan ia bisa memilih mengumpulkan memori dengan siapa pun yang ia mau.” (Hal. 187)
“Manusia, kan, makhluk dokumen. Kalau enggak ada dokumen, bisa jadi enggak dimanusiakan.” (Hal. 202)

24 komentar:

  1. nama: emma
    twitter: @emmanoer22
    email: amrelisha[at]gmail[com]

    Jawaban: impian untuk sebuah pencapaian diri. Tertarik untuk mengetahui proses pencarian cinta dan impian Kae, tapi kenapa bisa membenci saudara kembarnya sendiri justru yang membuatku penasaran, kadang kita bisa sebal dengan saudara sendiri tapi tidak sampai membenci, jadi kenapa Kae bisa membenci saudaranya? apalagi ini adalah saudara kembar yang mungkin seumur hidup adalah temannya untuk berbagi. Perjalanan menentukan cinta juga pasti menjadikan penasaran apalagi berada di Inggris negara dengan bangunan yang memorable. Membuatku tertarik untuk semakin dalam mengikuti perjalanan Kae bersama Elvis di Inggris ini, se-memorable apasih perjalanan mereka di Inggris ini.

    BalasHapus
  2. Nama : Heni Susanti
    Akun twitter : @hensus91
    Email : henis_minozz@yahoo.com

    Bristol. Nama kota yang baru aku tahu sekarang #kudet.
    Membuatku penasaran dengan apa menariknya kota ini dibandingkan dengan kota-kota lain di Inggris yang selama ini aku tahu kaya London, Manchester, atau Liverpool.

    Kisah pencarian mimpi dan perjuangan meraih impian adalah kesukaanku, apalagi dibalut kisah cinta dan keluarga. Menjelaskan sekali kalau bagaimana pun kita, setiap langkah kita memang berkaitan dengan cinta dan keluarga. Dan tidak akan mungkin diabaikan.

    Konflik cinta Kae dalam perjalanannya meraih impian tentu akan semakin rumit dengan konflik dengan kembarannya. Membuat penasaran latar konflik mereka dan bagaimana dampak yang ditimbulkan terkait usaha Kae meraih mimpi. Walaupun disebutkan kalau alasan dan penyelesaian konfliknya agak terlalu cepat, tapi tentu jika diramu dengan baik akan memberikan banyak pelajaran untuk pembaca tentang bagaimana menyelesaikan masalah dengan anggota keluarga. Entah kenapa aku lebih tertarik dengan konflik Kae dengan kembarannya walaupun akhir kisah Kae-Elvis-Alita-Greg juga membuat penasaran.

    Demikian dan terima kasih :)

    BalasHapus
  3. Humaira
    @RaaChoco
    humairabalfas5@gmail.com


    Bristol, udah pernah denger meski ga sering dan cukup akrab seperti London, Liverpool atau Manchester di telingaku. Jadi otomatis, segala keindahan Bristol ga aku ketahui.

    Aku kira kisahnya tentang pelarian dan menemukan cinta di Bristol, ga taunya bukan cuma itu aja, ada kisah tentang impian dan keluarga yang terselip disana, juga hubungan yang belum tuntas. Mungkin ka Vinca mampu dengan baik menggambarkan Bristol dan membuat para pembaca ikut hanyut seperti menjelajahi Bristol secara langsung, karena yang aku dengar penulis novel ini memang tinggal di sana. Masalah Kae dan kembarannya pasti jadi perhatian lebih pembaca, karena bagaimana pun juga, keluarga adalah alasan besar kenapa impian harus diraih dan motivator utama dalam memperjuangkannya.

    Baca review-nya aku belum cukup puas untuk menuntaskan rasa penasaranku, aku ingin tau penyebab Kae dan kembarannya yang bersinggungan, lalu bagaimana kedua orang tua mereka dan nasib pendidikan kembaran Kae saat Kae memutuskan untuk mengejar cita-citanya di Bristol. Alasan bagaimana Kae bisa dengan mudahnya meng-iya-kan ajakan Elvis ke Bristol tanpa mengetahui maksud dibaliknya. Bagaimana dengan Greg yang menyukai perempuan Indonesia, mungkin bisa sedikit mengetahui alasan bule-bule suka wanita Indonesia :D. Hubungan antara Kae-Elvis-Alita-Greg yang menggugah rasa penasaran aku.

    Mungkin di novel ini aku bisa menemukan banyak aspek, tentang cinta, pertemanan, impian yang butuh perjuangan dan sedikit bumbu keluarga. Dan juga, mungkin aku jadi bisa tau sisi romantis dari kota Bristol.

    Makasih ka Atria :) :) :)

    BalasHapus
  4. Nama: Elsita F. Mokodompit
    Twitter: sitasiska95
    Email: elsitafransiska@gmail.com

    Setting tempatnya sukses bikin penasaran sih. Apalagi dari review dijelaskan bahwa novel ini nggak cuma sekedar "iya latarnya di Bristol, tapi nggak ada informasi menarik tentang kota itu yang bisa diambil. Jujur saja, aku baru tahu kalau ada kota Bristol di Inggris dan aku penasaran. Dijadikan lokasi utama perjalanan tokoh utama dalam menggapai impian, cita-cita juga cintanya, Bristol pasti menyuguhkan hal yang akan rugi apabila aku lewatkan.

    Selain settingnya, jangka waktu perjalanannya. Bayangin cuma satu minggu tapi banyak hal yang ditemui tokoh utama. Mulai dari perempuan untuk dikagumi, pertanyaan tentang makna keberadaannya di Bristol dan makna laki-laki yang mengajaknya pergi bersama untuknya, juga dia bisa ketemu sama orang yang mungkin aja cinta sama dia, Greg. Meski cuma baca review, secara keseluruhan aku rasa ceritanya bakal sangat menarik untuk diikuti. Ditambah juga ada konflik keluarga di Indonesia yang harus dia selesaikan. Bisa dibilang, kehidupan tokoh utamanya 'tiba-tiba berwarna' dalam waktu yang cukup singkat tapi warnanya itu bisa saja menjadi awal perubahan dan keputusan-keputusan besar dalam hidupnya. Pengen punya dan pengen baca :))

    BalasHapus
  5. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    email: auliyati.online@gmail.com

    Bristol, baru tahu kalau itu nama salah satu kota di Inggris, dan judul novel ini yg membuat aku jadi tahu, heheee :D

    Seperti kata Mba Atria, novel ini membawa pembaca mengunjungi tempat-tempat yg ada di Bristol. Akan sangat menyenangkan mengetahui tempat-tempat yg belum didatangi dari sebuah buku, apalagi diramu dengan kisah cinta, pasti seru sekali.
    Dan dari konflik yg sudah dibeberkan dalam review ini bikin penasaran dengan akhirnya, terutama hubungan antara para tokohnya, bagaimana mereka bisa menghadapi dan menyelesaikan semuanya.

    Sangat penasaran untuk membaca kisah ini.

    BalasHapus
  6. Nama: Ana Bahtera
    Twitter : @anabahtera
    Email : anabahtera@yahoo.co.id
    Aku belum pernah mengenal bahkan mendengar kota Bristol di Inggris, jadi pingin tau seluk beluk dan suasana kota Bristol dari novel ini, siapa tau bisa menjadi tambahan wishfull aku untuk menjelajahinya.
    Tentang impian selalu menarik untuk diselami kelanjutan kisahnya, pastinya ada pelajaran hidup yang bisa dicontoh dari novel yang menceritakan bagaimana meraih impian. Apalagi disini dibumbui dengan kisah cinta yang berbelit pada tiap tokohnya sehingga membuat ragu tokoh utamanya. Penasaraaaaaaannnnn……

    BalasHapus
  7. Nama: Insan Gumelar Ciptaning Gusti
    Akun: @san_fairydevil
    Email: alamadt_saya@yahoo.com

    Awalnya denger kata bistol aku pikir itu merek obat πŸ˜‚πŸ˜‚ taunya daerah di london. Daripada kisah tokohnya, aku lebih penasaran sama bagaimana cara menceritakan setting tempatnya. Aku pensaran sama tempat-tempatnya. Kali aja bisa jadi tempat impian kayak tokyo πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    BalasHapus
  8. Nama : Yohana
    Twitter : @MrsSiallagan
    Email : yohanasiallagan23@gmail.com
    Jawaban : Kalau ditanya tentang novel ini saya agak kikuk menjawabnya, maklum belum baca bukunya sehingga agak susah memberikan komentar. Tapi berdasarkan sinopsis dan review diatas saya cukup penasaran dengan Briston sebagai setting utama dalam cerita. Saya cukup mengagumi negara inggris. Seperti review diatas saya juga penasaran kenapa kae sangat membenci saudara kembarnya sendiri. Ada apa gerangan ? Kenapa sampai segitunya? saya juga sedikit penasaran apa alasan kae yang paling kuat kenapa mau ke bristol. Saya penasaran dengan kisah kae dalam cerita ini, sepertinya kae adalah tokoh utama. semoga dengan membaca buku ini saya bisa menjawab semua rasa penasaran saya.

    BalasHapus
  9. Nama: Santi Rizkiyanti
    Twitter: @santirizky95
    Email: santirizky95@gmail.com

    ____
    Jawaban: Pertama kali aku mendengar kata Bristol, aku langsung membayangkan deretan bangunan tua ala Eropa, berwarna putih dan warna pastel. Cafe cafe seru berjejer, Rambut pirang, mata biru. Kota yang indah dan penuh dengan seni. Seniman jalanan menunjukkan bakatnya.
    Baru membaca judulnya saja sudah hanyut kedalamnya. Seperti menjadi tokoh utamanya.
    Lbih dari itu aku penasaran dengan hubungan Kae dan Elvis. Mungkin ini tidak hanya menjadi perjalanan studi akademik bagi Kae, mungkin juga dia tak akan dipusingkan dengan sistem kuliah disana, banyaknya tugas. Tapi juga konflik perasaan.
    Wah, menarik sekali.
    Pangen lebih mengenal tokoh dan menggali lebih dalam kisah dan kota Bristol

    BalasHapus
  10. Nama: Santi Rizkiyanti
    Twitter: @santirizky95
    Email: santirizky95@gmail.com

    ____
    Jawaban: Pertama kali aku mendengar kata Bristol, aku langsung membayangkan deretan bangunan tua ala Eropa, berwarna putih dan warna pastel. Cafe cafe seru berjejer, Rambut pirang, mata biru. Kota yang indah dan penuh dengan seni. Seniman jalanan menunjukkan bakatnya.
    Baru membaca judulnya saja sudah hanyut kedalamnya. Seperti menjadi tokoh utamanya.
    Lbih dari itu aku penasaran dengan hubungan Kae dan Elvis. Mungkin ini tidak hanya menjadi perjalanan studi akademik bagi Kae, mungkin juga dia tak akan dipusingkan dengan sistem kuliah disana, banyaknya tugas. Tapi juga konflik perasaan.
    Wah, menarik sekali.
    Pangen lebih mengenal tokoh dan menggali lebih dalam kisah dan kota Bristol

    BalasHapus
  11. Nama: Arintya Putri Fadhila
    Twitter: @arintyawidd
    Email: freelance.arintyapf@gmail.com

    Jawaban:
    Menurut saya, novel Bristol tersebut tergolong novel yang cukup berani dalam memilih latar. Dan Bristol, merupakan secuil keindahan yang dimiliki Inggris, yang (amat) sayang untuk tidak dieksplorasi. Menjadi menarik bagi saya karena sebelumnya saya belum pernah membaca sepotong pun cerita fiksi yang menggunakan Bristol sebagai latar tempat. Ditambah dengan unsur 'Beasiswa' yang mengatar tokoh utama untuk menginjakkan kakinya ke kota itu. Mengingatkan saya akan betapa tertatihnya untuk menggapai sebuah beasiswa, terlebih beasiswa ke Eropa. Mungkin dengan A Love Story : Bristol, akan menjadi teman seperjuangan saya, untuk ikut menjejakkan kaki di tanah Eropa. Duhai, Wageningen! Bismillah^^

    BalasHapus
  12. Eni Lestari
    @dust_pain
    shinra2588@yahoo.com

    Wah aku tertarik banget dengan hubungan Kae dan saudari kembarnya di novel Bristol ini. Aku selalu suka cerita antara dua saudara kembar, baik yang hubungannya akrab maupun gak. Buatku pribadi sebuah novel jadi spesial kalau menguak hubungan antara saudara kembar. Terlebih setingnya! Aku gak pernah keluar negeri, jadi novel dengan latar luar negeri begini jadi pelampiasan buatku, sehingga aku bisa sejenak 'pelesir' ke sana lewat jalan ceritanya. Nah, dua hal itu saja udah bikin aku kepincut sama Bristol. Dari reviewnya, aku yakin bisa menyelami indahnya Bristol lewat jalinan ceritanya yang seru. Semoga aku bisa dapat novel ini deh, jadi bisa merasakan sendiri indahnya Bristol πŸ˜ƒπŸ˜ƒ

    BalasHapus
  13. Nama : Sekar Sukma A.M
    Twitter : @SekarSukma_15
    Email : sukma22.ss@gmail.com dan saurasaya01@gmail.com
    .
    Pertama kali membaca kata "Bristol" agak bingung juga sih, ini apa? merek kah? nama tokoh kah? atau apa?. Tapi setelah baca review dari kak Atria, saya jadi tahu bahwa Bristol itu adalah nama sebuah kota.
    Dilihat dari cover, sudah amat menarik, warna kuningnya adem gitu di mata.. cuplikan kisahnya juga cukup untuk membuat saya penasaran. sebenarnya saya suka sekali membuat cerpen atau cerbung dengan latar luar negeri, tapi... saya rasa, saya belum terlalu cakap dalam menggambarkan detil-detil tempatnya, jadi.. dengan adanya novel ini ditangan saya nanti (Aamiin). agaknya saya bisa banyak belajar mengenai bagaimana cara mengungkapkan detil-detil tersebut.
    Bicara soal Mimpi Kae,, saya udah sejak smp pengen banget bisa kayak cerita ini, kuliah di LN. (hehe... curhat dikit gapapa laah) apalagi dengan jalur beasiswa seperti Kae.. pastinya keren banget kalau saya bisa membaca sambil membayangkan diri saya sendiri di posisi Kae..
    Oke sekian komentar saya, saya harap saya beruntung, kamu yang baca ini juga beruntung, komentator-komentator selanjutnya beruntung (sebelumnya juga), penulisnya (kak Vinca Callista) juga beruntung, dan tak lupa bloggernya (Kak Atria) semoga selalu beruntung :D ... good luck semuanyaaah...

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. Nama : Nuraeni Amir
    Twitter: @princeesAsuna
    Email: nuraeniamir7@gmail.com


    Satu kata yang tepat saat gue membaca review novel ini, penasaran!
    Bagaimana sih sebenarnya sosok Elvis? kok mudah banget bagi dia mengajak Kae ke Bristol? sebuah tempat yang sangat asing ditelinga gue,tapi bermanfaat bagi para readers untuk mengetahui sesuatu yang baru. Tak hanya itu, Elvis bahkan menawari Kae beasiswa.

    menurut gue,penulis mampu membuat imajinasi readers bertanya-tanya. Gue menduga kalau Kae bersedia ikut ke Bristol tanpa bertanya kenapa pada Elvis hanyalah sebuah pelarian. Kebencian Kae terhadap adik kembarnya bisa jadi sebuah alasan. Tapi bagaimana dengan mimpi Kae? belum tuntas rasa penasaran gue, muncul tokoh lain. Alita dan Greg.

    Apa yang dikagumi oleh Kae dari sosok Alita? lalu kepada siapa hati Kae memilih?
    Mungkinkah kepada Greg,seorang pemuda Inggris yang menjelma sebagai pangeran dalam imajinasi Kae,ataukah kepada Elvis yang sangat berperan akan mimpi Kae?
    Sang author harus bertanggung jawab nih.hehehe
    salut sama kak Atria yang menulis reviewnya,membuat imajinasi gue bertanya-tanya.

    BalasHapus
  16. Nama: Nurul Astri
    Twitter: @nurulastrirmdn
    Email: astristyles82@gmail.com

    ...

    Hal pertama yang menarik di novel ini adalah settingnya. Sebuah kota yang jarang gue temukan di novel-novel lain. Apalagi, gue juga baru sekali ini dengar namanya. Entah apa yang bikin penulis akhirnya mengangkat kota itu untuk dijadikan judulnya, yang berarti secara garis besar, Bristol mempunyai peran yang sangat besar dalam novel ini. Juga, saya penasaran dengan karakter Kae yang sepertinya, sedikit mirip dengan saya pribadi. Pengejar mimpi, penulis, dua poin yang membuat Kae terlihat istimewa di mata saya. Karena tidak semua orang dapat memperjuangkan apa yang menjadi impiannya. Dan lagi, saya penasaran dengan apa yang akan menjadi konfliknya. Tentang Bristol dan segala macam keindahannya, menarik minat saya pula untuk membaca.

    Karya pertama dari kak Vinca, dan saya suka sekali dengan reviewnya!:)

    BalasHapus
  17. Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica
    Email: pujiawati747@gmail.com

    Sumpah kak ketika pertama kali membaca nama elvis dan kaendra saya bingung mana yg perempuan dan mana yg lelaki πŸ˜‚πŸ˜‚ baca separagraf reviewnya pun mash blum menemukan jawaban itu sehingga ketika tokoh Alita dan Greg disebutkan baru saya tahu jawabannya πŸ˜‚
    Yg pasti saya selalu suka dgn setting cerita di luar negeri. Saya selalu merasa bisa memuaskan dahaga saya tentang keinginan berkeliling dunia yg sulit tercapai melalui krya2 sastra yg bersetting di sana. Dan walla! Saya lagi2 dapet pengetahuan baru bahwa di Inggris ada kota brnama Bristol πŸ˜‚ selalu pingin ke Inggris cuma ke dua tempat: Big ben dan museum sherlock holmes😁
    Tapi pastinya saya yakin dgn cerita bersetting Bristol ini bisa mmberikan gambaran ke saya tentang keunikan2 di sana yg membuat Bristol ini mnjadi tujuan destinasi prjalanan keliling dunia saya yg entah kapan terjadi.
    Ngomongin soal alur cerita, emng kayanya udh gak jaman nih terjebak cinta segitiga. Yg lg kekinian emng kisah cinta segi empat kaya keempat tokoh Bristol nih...
    Good job buat kak Vinca yg brhasil bkin penasarn saya mnjadi2 hanya dari review ini tentang karya a love story city nya yg jd buku series fenomenal di kalangan para penikmat buku dan blog buku 😊

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  19. Bristol, Inggris. Suer, penasaran sama tempat yang diambil sebagai setting dari novel ini. Selain itu suka sekali sama cerita yang dihadirkan dan tokoh utama wanitanya Kae yang kerja keras mengejar impian sampai jauh-jauh ke Inggris. Dari review ini aku jadi pengen tau alasan Kae memilih Bristol sebagai tujuan melanjutkan studi dan bagaimana awal dia bertemu dengan El Visnu dan akhirnya Kae bakal milih Elvis atau Greg. Tapi aku sudah terlanjur jatuh cinta sama Elvis secara gambaran dari review ini kalau Elvis itu sosok cowok yang mudah disayangi... Hehe

    Nama : Nurhidayanti
    Akun twitter : @CallMe_Yanti
    Email : yantinurhida99@gmail.com

    BalasHapus
  20. Nama : Rohaenah
    Akun twitter : @rohaenah1
    Email : rohainalilis@gmail.com
    Komentar: Pertama kenal Bristol dari novel juga tapi dengan setting pada masa lampau. Dilihat dari review ka atria sepertinya Bristol kota yang memiliki nilai history.apalagi disini diceritakan tempat2 yang pantas untuk ditelusuri apalagi oleh kita yang pada dasarnya lebih suka mengunjungi kota2 tua yang bersejarah.
    sebagai inti cerita saya selalu tertarik dengan seorang perempuan yang mengejar cita-cita untuk masa depan lebih baik. Disini Kae digambarkan sampai pergi ke Bristol untuk kuliah terlepas dari niatnya untuk menghindari adik kembar yang dibencinya.
    Bumbu percintaan segi empat yang ada disini membuat saya tertarik.ingin tau konflik apa yang terjadi dan bagaimana penulis menyelesaikan semua persoalan yang dialami oleh Kae. kira2 nanti Kae jadi ama siapa ya??Elvis yang telah dia kenal dari Indonesia atau Greg yang baru dia temui di Bristol.penasaran dengan cerita yang terjalin diantara mereka dan bagaimana ending yang dibuat oleh kak Vinca,mudah2an sesuai harapan*happy.
    Terimakasih

    BalasHapus
  21. Nama : Rohaenah
    Akun twitter : @rohaenah1
    Email : rohainalilis@gmail.com
    Komentar: Pertama kenal Bristol dari novel juga tapi dengan setting pada masa lampau. Dilihat dari review ka atria sepertinya Bristol kota yang memiliki nilai history.apalagi disini diceritakan tempat2 yang pantas untuk ditelusuri apalagi oleh kita yang pada dasarnya lebih suka mengunjungi kota2 tua yang bersejarah.
    sebagai inti cerita saya selalu tertarik dengan seorang perempuan yang mengejar cita-cita untuk masa depan lebih baik. Disini Kae digambarkan sampai pergi ke Bristol untuk kuliah terlepas dari niatnya untuk menghindari adik kembar yang dibencinya.
    Bumbu percintaan segi empat yang ada disini membuat saya tertarik.ingin tau konflik apa yang terjadi dan bagaimana penulis menyelesaikan semua persoalan yang dialami oleh Kae. kira2 nanti Kae jadi ama siapa ya??Elvis yang telah dia kenal dari Indonesia atau Greg yang baru dia temui di Bristol.penasaran dengan cerita yang terjalin diantara mereka dan bagaimana ending yang dibuat oleh kak Vinca,mudah2an sesuai harapan*happy.
    Terimakasih

    BalasHapus
  22. Nama : Putri Septyaningsih
    Twitter : himawari_ps
    Email : septyaningsih.p@gmail.com

    Bristol. Sudah pernah dengar sih, cuma gak mencari tahu lebih lanjut. Kalau dari review di atas, bisa dibilang novelnya berpusat pada kisah cinta si Kae dan proses mengejar impiannya. Tapi, yang paling menarik bagi saya sih settingnya. Apalagi di review dikatakan settingnya digambarkan dengan apik dan bukan hanya sebagai pemanis cerita. Duhh... saya kan jadi semakin penasaran, novel seperti ini adalah salah satu penambah ilmu yang gak bikin bosen. Pembaca bisa belajar banyak hal dengan cara yang menarik. Lika-liku cinta Kae yang segi banyak itu juga bikin penasaran. Apalagi penamaan tokohnya unik2, langsung nyantol ke ingatan pembaca. Sekaligus, si Kae kayaknya tipe cewek yang punya ambisi dalam artian dia mau berjuang buat mimpinya sekalipun harus kuliah di luar negeri. Pas deh jadi inspirasi buat para wanita yang juga sedang mengejar mimpinya. Sekian komentar saya. Terima kasih.

    BalasHapus
  23. Nama : della salsabila
    Twitter : @dellasalsbl
    Email : dellasalsabila01@gmail.com

    Sangat tertarik dengan review diatas, diluar tema novel ini yg menceritakan kisah di negeri orang yg memang membuat pembaca tertarik, novel ini juga bercerita tentang mengejar mimpii sekaligus dibungkus dengan cerita percintaan.endingnya juga susah ditebak, membuat pembaca penasaran dan ingin menggali lebih lanjut (termasuk aku haha) so exited bgt dengan novel seri a love story city omg!! 😍 :)

    BalasHapus
  24. Nama: Ayu Widyastuti
    Twitter: @widyayu15
    Email: widyayu15@gmail.com

    Saya rasa novel ini sangat bisa menarik banyak peminat baca karena temanya tentang mengejar impian, tema yang tak akan pernah habis dibahas dan dijadikan cerita, apalagi impian yang digapai itu adanya di negeri orang. Banyak dari kita yang mendambakan bisa pergi atau menetap di luar negeri demi mencari pengalaman baru, akan tambah lengkap rasanya apabila pengalaman itu dibarengi dengan kesuksesan target yang diimpikan.
    Berpusat pada tokoh utama wanita, secara tidak langsung novel Bristol dapat mengajak anak muda terutama yang perempuan untuk tetap semangat mengejar apa yang memang diinginkan.
    Kae, meski di sini ia berseteru dengan adiknya sendiri, saya yakin dia seperti wanita kebanyakan yang masih sering tidak akur dengan saudara sendiri, seperti saya hhehe. Bagi yang pernah atau sering mengalami, sebenarnya tidak usah bingung mencari penyebab apa yang membuat Kae benci pada adiknya, karena kadang saya pun sering sebal tanpa sebab ke adik saya hhaahhaha.... ^^

    BalasHapus