Kamis, 28 Juli 2016

[Interview + Giveaway] Re: bersama Maman Suherman






Sebuah kebahagiaan bagi seorang blogger seperti saya saat bisa mewawancarai penulis yang tulisan-tulisannya menginspirasi. Produktivitasnya bikin malu karena tidak bisa berbuat sebanyak beliau. Dan hebatnya beliau masih meluangkan waktu untuk meladeni wawancara virtual dari saya.

Saya yang sudah membaca novel Re: suka dengan tema yang diangkat. Tidak umum. Apalagi sudut pandang sebagai kriminolognya terasa kental. Bukan full drama. Ini membuat saya merasa penasaran tentang Re: dan riset yang dilakukan penulis. Saat akhirnya mendapat kesempatan untuk bertanya langsung, saya pun memanfaatkannya.

Yuk, simak hasil wawancara saya dengan Kang Maman Suherman tentang Re: dan peREmpuan.

Mengingat cerita di dalam buku ini ditulis berdasarkan pengalaman saat penelitian skripsi. Apakah saat menjadikannya sebagai novel, Kang Maman mengalami kendala? Bagaimana dengan pemutakhiran data?
Beruntung data-datanya terekam kuat dalam ingatan dan juga tercatat dalam skripsi, jadi kendala bisa sangat diminimalisir. Untuk pemutakhiran data, saya kembali turun lapangan selama setahun sebelum novel ini ditulis dan diterbitkan.


Setelah Re: diterbitkan, tanggapan semacam apa yang Kang Maman dapatkan? Adakah respon yang meninggalkan kesan mendalam bagi Kang Maman?
Banyak tanggapan pro-kontra dan saya berterimakasih, karen memang saya tidak mau ada "rezim narasi tunggal" apalagi "rezim imajinasi tunggal" hehehehehehe.... buku yg baik menurutku, memberi kemerdekaan kepada orang untuk menafsirkannya sendiri-sendiri. Karena bagi saya buku adalah sebuah cara berbagi kemerdekaan


Tahun ini lanjutan Re: berjudul “peREmpuan” telah diterbitkan. Apakah sejak awal memang berniat menulis kelanjutan kisah Re:?
Tidak ada niatan untuk berlanjut, tetapi banyak data dan imajinasi yang belum sempat tertuang dalam Re:, dan kata teman-teman di penerbit, kenapa tidak dituangkan dalam buku berikut. Ya sudah, risikonya, saya kembali "turun lapangan" untuk mengaktualisasikan data, memutakhirkan data dan menyegarkan kembali ingatan untuk melahirkan buku lanjutan.

PeREmpuan ditulis dalam kurun waktu berapa lama, Kang?
PeREmpuan 1 tahun, RE 15 tahun
Beda jauh banget ya (>_<)

Apakah akan ada lagi kelanjutan untuk kisah “Re:” dan “peREmpuan” ini?
Saya pikir setelah perempuan, selesai. Tapi kemarin (12/7) sambil makan siang dengan Mas Pax Benedanto "kepala suku" penerbit KPG, muncul ide, dari lontarannya: lho kenapa yang Mas Maman ceritakan barusan tadi tidak ditulis dan menjadi lanjutan novel ini, menjadi trilogi. Dan Pax adalah orang kesekian yang mengharapkan hal itu selain sahabat saya, Bu Yola dosen sebuah perguruan tinggi di Makassar dan sahabat saya, Pak Sony Tan.

Pertanyaan terakhir dari saya sebagai seorang blogger buku. “Bagi Kang Maman, siapakah reviewer buku? Musuhkah? karena sering kali tidak  berisi tanggapan positif atas buku yang Kang Maman tulis. Atau Kawan? Atau posisi lainnya dalam proses kreatif Kang Maman.

Semua penanggap buku saya, saya anggap sebagai orang-orang baik yang mau bersusah payah mereview buku saya. Pro dan kontra adalah keniscayaan dan semuanya saya hormati.

***

Nah, itu tadi wawancara singkat saya dengan Kang Maman di dunia maya. Kalau di dunia nyata saya masih malu mengajak beliau ngobrol panjang. He..he.. Padahal sempat mendapat kesempatan bertemu beliau di Nusa Pustaka, Pepustakaan sekaligus museum yang dikelola oleh kanda Ridwan Alimuddin di Pambusuang, Polewali, Sulawesi Barat.

Pssst.. Kang Maman ini orang yang menyenangkan dan baik hati. Salah satu bukti kebaikan hatinya adalah beliau sudah menyediakan dua novel karyanya: "Re:" dan "peREmpuan" khusus untuk satu orang yang beruntung.


Nah, mau jadi yang beruntung? Syaratnya mudah:
1. Jawab pertanyaan ini di kolom komentar

“Banyak diberitakan di media bahwa minat baca di Indonesia sangat minim. Nah, apa yang telah, sedang, dan/atau akan kamu lakukan untuk ikut menyebarkan virus membaca, Readers? ”

Jangan lupa sertakan data diri berupa nama, akun twitter, dan email kamu. 

2. Share giveaway ini dengan ketentuan berikut:
follow akun twitter @maman1965 dan @atriasartika. Kemudian share link Giveway ini dengan hashtag #peREmpuan dan mention kedua akun tersebut.

3. Jangan lupa baca review "Re:" di http://atriadanbuku.blogspot.co.id/2016/07/re.html biar peluang menangmu semakin besar, Reades

4. Giveaway ini hanya berlangsung 4 hari dari tanggal 28 – 31 Juli 2016

5. Giveaway ini hanya untuk yang berdomisili di Indonesia

6. Pengumuman pemenang akan saya posting di twitter ya.

P.S: Giveaway #peREmpuan ini juga berlangsung di Instagram ya. Jadi silakan cek akun instagram @atriasartika. Dan akan ada satu orang yang beruntung juga di sana. 

Semoga beruntung ya, Readers  

16 komentar:

  1. Untuk menyebarkan virus membaca, langkah yg saya lakukan salah satunya adalah dengan membeli buku dan setelah saya selesai membacanya saya akan menceritakan isi buku yg saya baca kepada teman saya lalu saya akan meminjami buku2 yg saya punya kepada teman saya. Selain itu saya juga kerap mengajak teman saya untuk menemani saya membeli buku di toko buku dengan upaya dia juga akan ikut tertarik untuk membeli buku dan membacanya.



    @marlina0309
    marlina39.m3@gmail.com

    BalasHapus
  2. Nama: Hapudin
    Twitter: @adindilla
    Email: hapudincreative@gmail.com

    Menyebarkan virus membaca versi saya adalah sebagai berikut:

    1. Saya memposting artikel resensi buku di blog personal saya; hapudin.blogspot.com. Blog personal tentu menyasar banyak blogger lainnya. Tidak terspesifikasi sasarannya pada blogger buku saja. Sehingga harapan saya kegemaran membaca akan menyebar luas. Tantangannya, saya harus menemukan buku dengan nilai terbaik atau menemukan sisi baik dari buku-buku yang saya baca.

    2. Koleksi buku yang saya punya kerap saya pindahkan ke rumah. Biar dibaca adik perempuan saya yang sekarang sekolah MTS. Harapannya, adiknya bisa estafet meminjamkan buku-buku itu kepada teman-temannya. Tantangannya, saya harus ekstra memilih buku yang pas untuk usia MTS.

    3. Saya menulis status link review buku di twitter dan FB. Semoga ada teman-teman yang iseng membuka link-nya dan membaca reviewnya. Harapannya, biarpun sepintas membaca, semoga mereka akan bisa memberikan pilihan buku yang baik untuk anak-anaknya, sudaranya, atau kenalannya. Tantangannya, saya harus terus menulis status link di sosmed.

    Menyebarkan virus membaca memang bukan perkara yang instan. Butuh kesabaran dan harus bisa melakukannya secara berkelanjutan. Semoga apa yang sudah saya lakukan salah satu sumbangsih menyebarkan virus membaca, setidaknya di kalangan orang terdekat saya.Amin

    BalasHapus
  3. Nama: Retno Maulidiyah
    Twitter: @retnomauli08
    Email: retnomauli1@gmail.com

    - Sering ngadain giveaway buku-buku orang indonesia kan suka yang gratis" ya..contohnya saya :)
    - Setiap ada buku baru bikin review ny supaya mereka penasaran ingin membaca
    - Buat promosi di sosmed semenarik mungkin
    - Mengajak sahabat" saya untuk menularkan virus membaca
    Semoga dengan begitu virus membaca dapat menyebar ;)

    BalasHapus
  4. Twitter: @nisaanp
    Email: annisanuraida09@gmail.com

    Pertanyaannya super sekali. Seketika membuat semakin bersemangat untuk menyebarkan virus membaca. :)
    1. Yang sedang saya lakukan untuk menyebarkan virus membaca memang belum banyak tindakan. Namun saya berjuang untuk melakukannya. Saya mengajak saudara dan teman-teman saya untuk bergabung dengan komunitas pecandu buku agar mereka konsisten membaca buku dan menambah wawasan melalui berteman dengan orang-orang yang produktif dan semangat menyebarkan virus membaca. Saya pernah mencoba beraksi dengan teman-teman di komunitas pecandu buku dalam kegiatan lapak baca buku gratis. Selama melapak saya melihat dan merasakan betapa menyenangkannya membuat orang-orang di tempat umum sibuk membaca buku dari lapak kita. Banyak anak-anak juga yang bersemangat belajar membaca bersama kami. Meski baru merasakan sekali turun ke lapangan untuk menyebarkan virus membaca, saya berharap semakin banyak orang yang mencintai budaya membaca dan semoga saya berkesempatan lagi untuk mengikuti kegiatan lapak baca buku gratis. Selain itu sejak bulan januari 2016 saya memiliki program pengayaan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Berhubung saya mengajar di SD, saya memiliki peluang besar untuk menyebarkan virus membaca kepada murid-murid saya. Setiap hari senin murid-murid melaporkan apa yang telah dibacanya melalui diskusi di kelas. Entah itu dongeng, komik, puisi, legenda, atau ilmu pengetahuan. Awalnya saya merasa kesulitan untuk membuat mereka terbiasa membaca namun dengan kesabaran dan ketekunan akhirnya murid-murid merasa ada yang kurang jika belum membaca buku dan mendiskusikannya. Alhamdulillah.. semoga mereka kelak ikut menyebarkan virus membaca. Aamiin
    2. Menyebarkan virus membaca dengan cara meminjamkan buku saya kepada teman-teman juga cukup berdampak baik. Mereka malah meminta saya untuk mengantarnya ke toko buku karena sangat ingin membeli buku dan membacanya. Ini sangat menyenangkan karena semakin banyak teman yang bisa diajak berdiskusi perihal buku dan ilmu dari buku tersebut.
    3. Untuk selanjutnya yang akan saya lakukan adalah menyebarkan virus membaca seberusaha mungkin. Di sela-sela waktu kesibukan saya, selalu menyempatkan diri untuk membaca buku dan membuat ulasannya di akun instagram saya (@anuraidaa). Hehe.. meski saya masih belajar membuat ulasan buku dan tentu masih banyak kekurangan dari ulasan yang saya tulis namun melalui ini ada beberapa teman yang semakin tertarik untuk membaca buku. Selain itu, saya akan terus melaksanakan apa yang sedang saya lakukan dalam menyebarkan virus membaca. Saya merasa beruntung memiliki banyak teman di komunitas pecandu buku yang selalu menginspirasi dalam menyebarkan virus membaca. :)

    Semoga apa yang sedang saya lakukan membawa dampak baik dalam membudayakan membaca buku dan mencintai kegiatan membaca buku. Aamiin.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Twitter: @MarlindaBella
      Email: marlindabella@gmail.com

      Hallo Kak Atria, saya ikutan give away-nya, ya?

      1.Yang telah saya lakukan untuk menyebarkan virus membaca dengan menyumbangkan beberapa buku di beberapa TBM yang letaknya tak jauh dari rumah saya.
      2. Sekarang, saya berusaha mengajak teman-teman untuk membaca buku, caranya dengan sering mengupload buku di instagram @bellamarlinda dan sedikit ulasan di instagram tersebut. Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu ada yang tertarik dan meminjam buku saya. Selain itu kalau ada yang main di rumah, mereka juga sering meminjam buku saya atau kami saling bertukar buku.
      3. Yang akan saya lakukan untuk menyebarkan virus membaca adalah dengan cara membuka perpustakaan gratis di rumah serta mengajak lingkungan sekitar untuk meluangkan waktu untuk membaca. Selain itu saya juga ingin mereview buku di blog seperti Kak Atria.

      Semoga kita semua bisa terus menyebarkan virus membaca sampai akhir khayat :)

      Hapus
  5. Nama : Herva Yulyanti
    Twitter : @hervayulyanti
    Link Share : https://twitter.com/hervayulyanti/status/758890363704664066
    email : hervahrd@gmail.com
    Jawaban :
    Bagi saya pribadi untuk menarik minat baca teman-teman biasanya saya foto buku yang saya beli di instagram atau kebetulan pas menang GA sekalian promosi juga kalau mau beli bisa hubungi penulisnya langsung. Dan juga saya post singkat di FB intisari dari bukunya.
    Saya sendiri belum konsisten dalam melakukan hal tersebut yakni posting review buku yang uda dibaca namun setidaknya di kantor saya bisa influence rekan-rekan yang ada jika kebetulan saya dikirimi buku hadiah atau yang saya beli sendiri kemudian saya tawarkan untuk dipinjam. Hal ini efektif menggugah selera baca rekan dikantor. Namun sama seperti tadi terkadang untuk share pentingnya baca terkendala dengan kalimat yang dilontarkan seperti ini "ih buku mulu saya si ga suka buku dari dulu paling anti"
    Minat baca juga saya tumbuhkan kepada anak saya dengan setiap weekend mengajak ke toko buku disana ia bisa memilih buku mana yang dsukai jika ada uang lebih saya akan belikan.
    Bagi saya pribadi untuk mengajak orang membaca maka saya dulu yang gencar untuk membagikan buku apa si yang sudah saya baca sehingga kedepannya orang yang melihat postingan baik foto maupun status singkat mau membaca.

    BalasHapus
  6. Di Indonesia masih sangat minim sekali minat masyarakatnya untuk Membaca, berbeda jauh dengan Negara Jepang yang budaya membaca tersebut mulai mereka terapkan sejak anak-anak mereka masih kecil. Kebiasaan membaca di Jepang diawali dari sekolah. Para guru mewajibkan siswa-siswanya untuk membaca selama 10 menit sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dan disekolah saya dulu sebenarnya juga sudah menerapkan sistem Budaya membaca seperti itu, tapi entah karena kurangnya pengawasan dari guru banyak sekali anak-anak yang tidak benar benar membaca atau yang hanya main-main. Jadi saya pikir Sistem Budaya Membaca belum dilaksanakan dengan baik di sekolah saya. Jadi hal yang akan saya lakukan untuk menyebarkan Virus membaca ialah:
    Yang Pertama yaitu Membuat List Buku-buku Populer atau yang Merekomendasi. Untuk membuat minat orang-orang tertarik pada buku, saya harus merekomendasikan buku-buku yang bagus untuk dibaca bagi Pemula, caranya dengan menulis atau membuat ulasan buku buku bagus yang sudah saya baca, dan mem-posting nya di Blog maupun media sosial lain.
    Yang Kedua mengajak orang-orang untuk Bergabung di Komunitas Pecinta Buku. Dengan masuknya diri mereka ke dunia para kutu buku membuat mereka jadi ikut-ikutan membaca dan mereka lebih mengenal Judul-judul buku yang sebelumnya asing ditelinga mereka. Mereka juga pasti akan semakin rutin untuk membaca buku.
    Yang Ketiga Meminjamkan buku-buku yang saya miliki kepada teman-teman. Ketika sedang bosan atau tidak ada kegiatan saya memberi Mereka buku untuk dibaca, hal ini lebih bermanfaat ketika sedang menunggu atau ketika sedang bosan dan jenuh.
    Mungkin hanya itu yang saya lakukan untuk menarik minat baca orang-orang, belum banyak yang saya lakukan tapi Insyaallah saya bisa meningkatkan minat baca mereka. Aamiin...

    BalasHapus
  7. Nama : Heni Susanti
    Akun twitter : @hensus91
    Email : henis_minozz@yahoo.com

    Beberapa hal kecil yang saya lakukan untuk menyebarkan virus membaca dan lumayan ada hasilnya:
    1. Untuk teman-teman : -) Setelah membaca buku saya menceritakan gambaran isinya dan sedikit menyelipkan teka-teki agar mereka penasaran dan akhirnya meminjam bukunya -) Menunjukkan link baca buku/novel gratis yang bisa diakses melalui ponsel sehingga mereka tidak ada alasan tidak punya buku -) Memposting koleksi buku di facebook lengkap dengan keterangan buku dan blurb sehingga semakin mereka akses mereka makin penasaran dan akhirnya pinjam -) Meminjamkan buku koleksi secara gratis dan tanpa batas waktu tapi dengan syarat dirawat baik-baik

    2. Untuk ponakan : -) Memberi hadiah berupa buku cerita -) Mengajak membaca bersama dan saling menceritakan isinya -) Menjelaskan secara sederhana manfaat membaca -) Memberi hadiah jika sudah berhasil menyelesaikan membaca satu buku

    3. Untuk siswa : -) Membiasakan membaca materi yang akan dibahas selama 10 menit pertama -) Memberi tugas mencari bahan pelajaran di perpustakaan -) Memberi tugas membuat ringkasan materi sebelum ulangan menggunakan kata-kata sendiri

    Demikian beberapa hal kecil yang saya lakukan selain dengan menunjukkan bagaimana senangnya saya saat membaca dengan memposting kegiatan membaca di FB agar mereka tertarik dengan apa yang saya lakukan.

    Terima kasih :)

    BalasHapus
  8. Nama : Yohana
    Twitter : @MrsSiallagan
    Email : yohanasiallagan23@gmail.com
    Jawaban : Saya suka sekali membaca buku, semenjak kecil. Itu semua terjadi karna keingintahuan saya pada sesuatu. Mulai buku cerita sampai buku pengetahuan. Saya semakin sadar bahwa membaca buku sangat baik dan banyak manfaatnya. Tentu saja, saya mempunyai banyak koleksi buku mulai dari dibeli sampai hadiah-hadiah. Waktu senggang saya saya luangkan membaca koran/majalah sampai buku. Teman-teman saya juga banyak yang meminjamkan buku pada saya, kami kadang saling tukar buku. Saya selalu membawa buku kemana-mana, maka ketika hang out dengan teman-teman, saya bisa membaca buku. Paling mereka bakal kepo dan minjam buku saya. Saya sering membelikan buku sebagai hadiah ulangtahun pada adik-adik saya. Membelikan buku yang sesuai dengan jenis umur mereka. Hasilnya, mereka suka. Misalnya membeli buku cerita/dongeng pada adik saya yang penting ada gambar dan ceritanya. Sehingga mereka memiliki motivasi yang senang membaca. Saya ingin sekali memiliki perpustakaan dengan koleksi buku yang banyak, sehingga orang-orang bisa membaca buku dengan gratis. Semoga saja suatu hari nanti bisa terwujud.

    BalasHapus
  9. misksalmamutiara@gmail.com
    @MMisksalma

    strategiku untuk menyebarkan virus membaca adalah sedikit-sedikit tapi sering. Aku sering menceritakan isi novel yang kubaca kepada teman-teman. Kalau terus menerus kurecoki, mereka akan tertarik juga hahaha. Berdasarkan pengalamanku, orang akan suka membaca buku bila buku tersebut sudah diangkat menjadi film. Berbeda dengan aku yang suka membaca bukunya sebelum nonton filmnya, teman-temanku malah sebaliknya.

    BalasHapus
  10. Nama : M. Sulhan Habibi
    Twitter : @sulhanhabibi
    Email : soulhahnmail@gmail.com

    Pertanyaan:
    “Banyak diberitakan di media bahwa minat baca di Indonesia sangat minim. Nah, apa yang telah, sedang, dan/atau akan kamu lakukan untuk ikut menyebarkan virus membaca, Readers? ”

    Jawaban:

    Kalau menyebarkan virus membaca kepada masyarakat luas mungkin agak susah dan butuh waktu yang lama.
    Untuk saat ini aku lebih fokus untuk menyebarkan virus membaca kepada orang-orang di sekitarku, terutama teman-teman dan keluargaku.

    Aku sudah melakukan beberapa tindakan di antaranya:
    a. Memberikan hadiah bingkisan buku kepada teman, keponakan, keluarga, ataupun rekan kerja yang berulang tahun. Walaupun gak hobi baca, dengan memberi buku ada harapan buku tersebut dibaca.

    b. Membagikan informasi tentang buku, aktivitas baca, dan kesenangan membaca lewat media sosial yang aku punya (FB, twitter, path, blog, IG). Akhir-akhir ini postingan media sosialku lebih banyak tentang buku dan membaca. Bahkan IG yang aku miliki sekarang pun aku khususkan untuk buku. Dengan menyebarkan kegemaranku membaca, aku harap teman/followers yang melihat dan membaca postinganku timbul ketertarikan membaca buku (menaruh minat)
    Selain aktifitas kesenangan membaca dan hobiku membaca, aku pun sering membagikan informasi tentang buku rekomendasi yang layak dibaca segera, info diskon/obral buku. pameran buku, ataupun kemudahan mendapatkan buku. Aku berharap dengan info yang aku bagikan membuat orang yang tertarik untuk membaca mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan informasi tentang buku.
    Sebenarnya bukan cuma di media sosial yang aku punya sih, namun aku pun sering membagikan informasi tentang buku di group (WA, BBM) teman-teman SMA, teman kuliah, group teman-teman kantor, dan group apapun yang aku ikuti. Sampai-sampai ketahuan banget maniak bukunya :P

    3. Bergabung dengan komunitas yang suka buku/membaca. Dengan bergabung dalam komunitas, selain bisa membicarakan mengenai hobi bersama orang yang seminat dengan kita, kami pun berusaha untuk membuat aktivitas untuk menyebarkan virus membaca, salah satu yang paling mudah bisa kami lakukan adalah menyumbangkan buku kepada panti asuhan atau siapaun yang membutuhkan.
    Selain itu pula, aku dan teman-teman membuat komunitas tukar buku dengan harapan bisa menyukai buku dengan genre apapun karena tidak semua genre disukai oleh setiap orang.

    4. Aku ikut gerakan #socialmovement bawa buku dan baca buku kapan saja dan di mana saja, terutama di tempat umum/transportasi publik. Gerakan suka baca dan bawa buku ini timbul dari niat sendiri untuk meramaikan dan menularkan virus membaca kepada masyarakat.
    Cara yang aku lakukan adalah membawa buku ke mana pun aku pergi dan menyempatkan untuk membaca di tempat umum dan mengurangi memaikan smartphone.
    Ketika berada di angkot, bus/busway, kereta, pesawat, atau di kendaraan yang memungkinkanku membaca, maka aku akan membaca buku. Sempat sih kadang dilihat penumpang lain walaupun sekilas.
    Ketika mengantri, menunggu di ruang tunggu atau menunggu makanan di restoran/menunggu film mulai di bioskop, atau menunggu teman aku pun sempatkan membaca.
    Pokoknya aku ingin menunjukkan bahwa daripada bengong, atau bosan, atau memainkan smartphone, sewaktu menunggu atau tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan, kita bisa mengisinya dengan membaca buku (dan hal ini lebih baik)

    --

    Wah, panjang juga ya.
    Tapi, untuk sampai saat ini, kegiatan tersebut di atas lah yang aku lakukan untuk menyebarkan virus membaca.
    Aku belum tahu dampaknya sebesar apa, namun setidaknya aku ingin berpartisipasi dalam menumbuhkan minat baca buku di negeri ini.

    Terima kasih atas kesempatan GA-nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, lagi-lagi gak fokus.
      poinnya malah aneh.
      a-b-3-4 :(
      Pokoknya maksudanya adalah ada 4 poin. hehehe...
      a-b-c-d atau 1-2-3-4
      yang mana sajalah :P

      Hapus
  11. Fridalia Septiarini H
    @frdliash
    Fridaliash20@gmail.com

    Jawaban :
    Saya setuju dengan pernyataan tersebut : yang menyebutkan minimnya minat baca di Indonesia. saya sendiri melihat langsung buktinya dimana teman-teman dan keluarga saya lebih senang menonton dibandingkan membaca buku. Saya sendiri gereget karena memiliki sedikit teman yang punya hobi yang sama yaitu membaca. oleh karena itu saya memang ingin menyebatkan virus baca bagi orang-orang disekitar saya sejak lama. cara saya menyebarkan virusnya tentu dengan meminjamkan buku-buku yang saya punya setelah sebelumnya saya ceritakan hal-hal yang seru agar mereka tertarik membacanya. Selain itu saya juga mulai membuat beberapa review dari buku esp novel yang saya baca supaya orang lain tertarik membaca. Di setiap ada kesempatan bakti sosial( di kampus ) pun sebisa mungkin saya mengadakan kegiatan dengan memberi buku2 untuk orang ditempat kami mengabdi. untuk kedepannya saya ingin memiliki rumah baca yang berisi koleksi buku-buku saya. Tapi sebelum itu saya ingin melengkapi koleksi buku saya dengan membeli buku-buku bacaan untuk anak-anak dan buku tutorial untuk ibu-ibu.. yapp itu mimpi aku sejak lama. semoga bisa terwujud supaya bisa meningkatkan minat baca di Indonesia.

    BalasHapus
  12. Nama : Lely Nurvita Sari
    Akun twitter : @LelyNurvita
    Email : lelynurvitasari@gmail.com

    Jawaban :
    Beberapa hal yang telah/sedang saya lakukan untuk ikut menyebarkan virus membaca :
    1. Men-share ulang resensi buku-buku yang menarik dan unik, sebab banyak orang suka membaca buku karena cover dan isinya yang membuat mereka tertarik.
    2. Sering mengikuti giveaway yang hadiahnya buku, syaratnya kan nge-share linknya ke media sosial jadi otomatis bakal banyak yang ikutan. Dan ya namanya juga gratis, siapa coba yang gak mau?
    3. Men-share karya-karya tulis seperti cerpen, puisi, esai maupun karya ilmiah di berbagai media sosial. Karena sekarang kan zaman modern, jadi banyak orang yang lebih memilih baca buku lewat handphone sebab dinilai lebih praktis.
    4. Saling tukar-menukar novel dalam bentuk pdf di media sosial. Menurut saya, itu cocok itu mereka yang mengalami masalah dalam ekonomi karena buku harganya juga lumayan mahal. Ya namanya juga ilmu, mana ada yang murah yakan? Jadi, bisa menambah koleksi bacaan dan membuat minat baca makin tinggi.
    5. Men-share foto buku di media sosial, pasti kawan-kawan bakal penasaran dan ingin minjam buku itu.

    Beberapa hal yang akan saya lakukan untuk ikut menyebarkan virus membaca :
    1. Insyaallah, saya ingin membangun sebuah perpustakaan. Jadi, orang-orang bisa membaca dan meminjam buku dengan gratis.
    2. Membuat fanpage/grup/komunitas booklovers (pecinta buku) supaya bisa saling memudahkan, menambah wawasan, dan membagi ilmu kepada para pembaca dengan mudah.
    3. Semoga saya bisa menjadi orang yang sukses nantinya, amin ya Allah. Supaya bisa sering membeli buku dan menyumbangkan buku ke taman baca maupun toko buku.
    4. Mencoba terjun ke dunia literasi/kepenulisan supaya bisa lebih meningkatkan minat membaca saya sendiri dan orang lain pastinya.

    Itulah usaha2 yang saya lakukan, semoga bisa terwujud ya. :)

    BalasHapus
  13. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    rinspiration95@gmail.com

    Sebenarnya belum banyak yang aku lakukan sebagai bentuk kontribusi untuk meningkatkan minat baca di Indonesia. Kalau untuk aku pribadi, aku emang suka baca jadi aku suka follow akun berkaitan dengan buku di sosial media. Ikut join di grup yang punya hobi yang sama. Setidaknya bisa sharing dan nambah-nambah informasi.
    Setelah baca, mencoba konsisten menuliskan review atau pendapatku melalui sosial media dan blog. Linknya juga kadang aku share ke grup kumpulan blogger atau mention ke penulis dan penerbitnya. Di Instagram, aku suka share mini review atau quote menarik bersama foto yang ku jepret sendiri. Menurutku ini efektif, karena banyak yang beranggapan baca itu selalu identik dengan buku padahal dengan melihat timeline dan membaca isinya pun merupakan kegiatan membaca. Itu lebih mudah diterima oleh mereka yang masih ogah-ogahan baca. Dengan postingan tersebut, seringnya beberapa temenku tertarik buat baca juga, at least mereka ada niatan buat minjem -semoga dibaca juga-. Aku juga sering cerita tentang wattpad, i-jak dan situs-situs online yang bisa menyajikan buku bacaan bagi mereka yang nggak suka beli buku atau demen gratisan. Di Twitter, juga sering ikutan share kuis, kali aja ada yang minat dapat gratisan. Bersaingnya fair aja hehe..
    Aku sering ngajak beberapa temanku untuk ikut di acara-acara terkait buku. Meskipun ada yang rada bete, tapi harapannya dapat mencerahkan pikiran mereka, bahwa membaca itu adalah kegiatan yang menyenangkan dan sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  14. Nama: Santi Rizkiyanti
    Twitter: @santi95_
    Email: santirizky95@gmail.com

    Hal yang akan (sebagian telah dilakukan) saya lakukan untuk meningkatkan kepekaan masyarakat dalam membaca,salah satunya adalah dengan memanfaatkan sosial media seperti instagram. Dimana saya mengunggah beberapa foto buku atau quote buku yang sekiranya dapat menginspirasi dan menarik pengguna sosial media. Ada beberapa teman dan pengguna lain yang ternyata memang tertarik,mulai dari tanya beli dimana, synopsis nya seperti apa, bagus apa enggak, bahkan tak jarang juga yang ngajak Hunting buku dan sesekali mau meminjam karena tertarik.
    Saya juga akan mengenal bahwa novel tidak hanya bersifat penghibur dikalahkan waktu luang, tetapi juga dapat menambah ilmu ilmu umum tentang kehidupan dari berbagai genre novel, baik fiksi maupun non fiksi. Sekarang juga sudah banyak novel novel inspiratif dan tak jarang diangkat ke layar lebar. Jadi, kepekaan membaca sebenarnya bisa ditimbulkan dari ajakkan teman dan media sosial.
    Satu hal lagi yaitu dari GIVE AWAY, biasanya masyarakat akan tergugah dengan hal yg berbau gratis (termasuk saya). Yang mula mula sekedar ikut ternyata menang novel dan ternyata ketagihan. 😀 banyak sekali caranya, dan sudah banyak pula giveaway yg beterbangan di sosial media.
    Hal yang lain bisa melalui menjelajah Web Web yang menyediakan review novel atau mengikuti blog tour novel.

    Boleh cerita sedikit, True story nih. Dulu saya g suka baca novel karena novel itu tebel dan tidak bergambar. Jadi dulu saya lebih suka baca komik. Tapi, suatu saat iseng pinjem novel temen ternyata asik jg, tapi keasikan itu g berlangsung. Sampai suatu hari lagi aku iseng lagi ikut giveaway dan ternyata aku dapet kesempatan novel gratis, ditambah rasa ingin tahu browsing browsing novel terbaru, mulai dari novel domestic sampe novel luar, terus mulai suka ngutip ngutip novel. Ternyata seruuu,sekarang sudah ada beberapa koleksi novel di beberapa banyak komik ku. Dan sekarang rencananya mau koleksi novel duluu

    BalasHapus