Sabtu, 18 Juni 2016

One Hundred Names



“Kau tahu pendapatku tentang cinta? Menurutku cinta dapat mengubah kita hingga tidak bisa dikenali, kita menjadi orang-orang bodoh bermata lembut berperut agar-agar yang mabuk kepayang.” (Hal. 257)


Judul terjemahan: Seratus Nama
Penulis: Cecilia Ahern
Alis bahasa: Nurkinanti Laraskusuma
Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang
Penerbit: Gramedia
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: 464 halaman
ISBN: 978-602-03-1212-5

Kitty Logan ditugaskan Pete, pemimpin redaksi barunya, untuk menulis kisah terakhir yang tidak sempat ditulis Contance, pemimpin redaksi Etcetera yang baru meninggal karena kanker.

Kitty menyanggupinya, demi terus bertahan di Etcetera.

Kitty mendapat petunjuk berupa daftar seratus nama yang disimpan Constance. Ia hanya punya waktu dua minggu untuk menulis kisah dari seratus nama itu. Tidak ada penjelasan apa pun tentang nama-nama itu. Padahal, Kitty tak pernah mendengarnya satu pun. Akankah Kitty berhasil membuktikan pada Pete bahwa ia layak dipertahankan di Etcetera?

***

“Beberapa orang mengatakan jangan melakukan sesuatu  berdasarkan ketakutan,”lanjut Constance,”tapi kalau tidak ada rasa takut, bagaimana bisa ada tantangan? Seringnya justru pada saat itulah aku menghasilkan karya terbaik, karena aku menyambut rasa takut dan menantang diriku. ....” (Hal. 16)

Kitty Logan adalah seorang jurnalis yang karier kepenulisannya sedang diujung tanduk karena kesalahannya sendiri. Ini membuat kehidupannya menjadi kacau. Semua hal berjalan buruk. Ia digugat ke meja hukum. Kekasihnya pergi meninggalkannya. Dan sahabat yang dicintainya yang sekaligus selalu menjadi guru baginya, Contance, meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker yang dideritanya.

Kini satu kesempatan yang tersisa untuk membuat hidupnya tidak benar-benar berakhir adalah kesempatan terakhir dari Pete, menulis kisah terakhir yang tidak sempat ditulis oleh Contance. Tapi bagaimana mungkin ia bisa menulis sebuah tulisan tentang seratus nama dalam dua minggu?

Misi ini pun mau tidak mau dijalani oleh Kitty dengan segala yang tersisa dari dirinya. Di tengah tekanan akibat persoalan hukum yang membelitnya; hukuman sosial yang diberikan masyarakat yang menjadi teror bagi hidupnya; dan hati yang merasa sendirian; Kitty berusaha menyelesaikan tulisan itu.

Sanggupkah, Kitty? Bagaimana akhir kisah Kitty ini?

“Ada perbedaan ketika seseorang meninggal. Ketiadaan mereka terasa, tiap detik setiap harinya.” (Hal. 50)

***

“.... Menurutku kalau seseorang harus memaksamu sekeras itu untuk memercayai sesuatu, maka sesuatu itu tidak pantas dipercaya, bahwa itu tidak alami, kau mengerti kan?” (Hal. 253)

Jika pembaca mengharapkan drama dengan bumbu romance dalam kehidupan Kitty Logan, maka harapan itu tidak akan bisa terpenuhi. Novel ini tidak menekankan pada kisah cinta antara sepasang kekasih. Tentang seorang pangeran yang mungkin datang untuk menyelamatkan Kitty.


Bahkan di awal novel, kita disuguhi seorang tokoh utama yang egois. Kitty yang terlibat masalah akibat keegoisannya terasa sebagai tokoh dengan segudang kesalahan yang bahkan terkesan tidak merasa bersalah. Syukurlah ia memiliki seorang sahabat, Steve, yang selalu mampu bersikap tegas padanya.

Cerita utama di novel ini adalah tentang kisah-kisah yang berhasil ditemukan oleh Kitty. Dari seratus nama yang ia milik, Kitty hanya berhasil menemuka 5 orang. Namun ternyata dari 5 orang ini terdapat kisah-kisah yang luar biasa.

Di akhir novel, saya menemukan perasaan yang hangat. Sebuah pengingat bahwa saya harus lebih peka. Bahwa kisah-kisah menakjubkan tidak hanya terjadi di kehidupan orang-orang terkenal yang melakukan hal besar. Namun kisah-kisah ini ada di setiap orang. Setiap orang adalah pahlawan dengan caranya sendiri. Setiap orang adalah orang-orang yang memiliki cerita yang luar biasa di hidupnya. Kita cukup membuka diri, membuka mata dan hati untuk bisa menemukannya.

Pesan ini ditulis dengan sangat jelas oleh Cecilia Ahern di halaman 449: “Tiap orang biasa memiliki kisah luar biasa. Kita semua mungkin menganggap diri kita tidak hebat, bahwa kehidupan kita membosankan, hanya karena kita tidak melakukan sesuatu yang menggemparkan atau menghasilkan tajuk di surat kabar atau memenangkan penghargaan. Tapi sebenarnya kita semua melakukan sesuatu yang menakjubkan, yang berani, sesuatu yang seharusnya kita banggakan.”

Sejak membaca novel karya Cecilia Ahern pertama kali, judulnya P.S I Love You, saya sudah jatuh cinta pada tulisannya. Setelah itu beberapa kali membaca karya dia yang lainnya namun rasanya belum semenarik karya pertamanya. Tapi kali ini, sekali lagi saya dibuat jatuh cinta pada tulisannya. Bagaimana mungkin saya berhenti membaca buku karya-karyanya jika sudah begini?

***

Tokoh Favorit:

Yang jadi favoritku di buku ini bukanlah Kitty sang tokoh utama. Melainkan tokoh Ambrose Nolan. Salah satu dari 100 nama yang terdapat di dalam daftar tersebut. Ia adalah seorang perempuan yang sangat mencintai kupu-kupu. Ia membuat situs konservasi yang untuk membantu keberlangsungan kupu-kupu kemudian membuat musem kupu-kupu yang bisa menjadi media edukasi bagi umum tentang kupu-kupu. Ia memang memiliki cacat di wajahnya. Membunuh rasa percaya dirinya. Namun tidak membunuh kepekaannya. Inilah yang hebat.

“.... Ini bukan soal betapa mahalnya suatu benda–sebagai bangsa kita sudah berhenti memberikan hadiah-hadiah mewah–melainkan tentang memikirkan apa yang akan dihadiahkan kepada seseorang, bagaimana mereka dapat merasa dicintai, penting, dan istimewa hanya dengan satu tindakan sederhana.” (Hal. 127)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar