Minggu, 12 Juni 2016

[Blogtour: Review + Giveaway] Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang



“Apakah hati yang luka benar-benar bisa sembuh?” (Hal. 65)


Penulis: Gina Gabrielle
Cover Design: Uly Novita Andrian Siahaan
Penerbit: Nulis Buku
Cetakan: 2016
Jumlah hal: 223 halaman
ISBN: 978-602-744-343-3

Gerbang Hampir Tertutup
Temanku, kau harus bergegas!
Terdengarkah? Langit retak dan bunyinya berderak-derak. Dunia Mimpi terancam hancur. Gerbangnya sedang menutup diri.

Ini adalah saat-saat genting. Lekas! Aku tidak mau terkunci di luar sini.

Percayalah padaku. Aku harus membawamu masuk melewati gerbang ini dan memandumu dalam sebuah Mimpi. Ini adalah tugasku, dan aku tidak pernah lalai dalam menjalankan tugas.
Bahkan saat langit akan runtuh sekalipun.

Jadi ikutlah aku, dan dengarkan baik-baik. Perjalanan ini akan sangat berbeda dari perjalananmu yang lain. Jangan bergantung pada matamu, dan jangan mengandalkan telingamu saja – hal-hal seperti itu tak terlalu berguna di negeri yang sebentar lagi akan kita kunjungi.
Persiapkan dirimu.

Mari menyelam ke dalam pekatnya tinta, masuk menyelinap jauh ke bawah kesadaran manusia. Biarkan jiwamu yang melihat dan mendengar. Aku jamin, segalanya akan segera menjadi berbeda begitu kau melewati gerbang ini.
Satu, dua, tiga, empat.
Bahannya sudah lengkap. Mimpimu sudah bisa ditenun.
Empat, tiga, dua satu.
Mari bermimpi bersamaku.




Itu adalah pengantar cerita yang muncul di halaman pertama buku ini. Petikan ini bisa menjadi deskripsi awal tentang “Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang” karya Gina Gabrielle ini.

Bercerita tentang petualangan untuk menyembuhkan hati yang luka. Menghadirkan tokoh-tokoh yang tidak biasa. Ada Gadis Penenun Mimpi yang wajah tertutupi sebuah kain dan selalu merelakan hatinya hancur demi merajut mimpi bagi orang lain. Ada Kura-Kura Pengelana yang berusaha mengobati hatinya. Ada Putri Boneka yang mencari kebebasannya. Ada Pangeran Landak yang berusaha mencari tempat di mana ia bisa dicintai apa adanya bukan karena apa yang orang inginkan darinya. Ada pula Kol.ibri, burung kecil berparuh  runcing yang memakan dasi kupu-kupu berwarna emas. Kol.ibri adalah pemandu perjalanan Kura-Kura Pengelana dalam mengobati hatinya yang terluka.  Selain mereka masih banyak tokoh-tokoh lainnya yang akan ditemi Kura-Kura Pengelana dalam perjalannnya.

Setiap pertemuan memiliki makna. Setiap persitiwa di berbagai tempat yang ajaib seperti Negeri di Bawah Danau, Lembah Es, Negeri di Ujung Pelangi, Kastil Masa Lalu, dan berbagai tempat ajaib lainnya pun mempunyai makna tersendiri.

Kira-kira bagaimana petualangan Kura-Kura Pengelana ini akan berakhir? Bisakah ia menyembuhkan hatinya? Dan siapa sebenarnya Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang ini?

“Hati hanya punya satu keinginan, yaitu untuk bebas merasa. Itulah persinya yang pemuda itu lakukan –membebaskan Hatinya– dan ia pun merasa bahagia” (Hal. 6)

***

“Manusia, tahukah kau bahwa luka itu sebenarnya tak terhindarkan? Kau hanya perlu Hati yang sejuk dan lembut, yang bisa sembuh dari luka apapun juga dengan kecepatan mengagumkan.” (Hal. 13)

Saat pertama kali menerima buku ini, saya tidak menduga akan disuguhi dongeng. Sampulnya yang manis dan tanpa sinopsis tidak memberi clue apa pun. Saat membaca halaman pertama (yang saya sadar di awal ulasan ini), kening saya berkerut. Cerita macam apa yang akan saya baca?

Namun semakin saya membaca semakin saya mengerti. Logika pun saya simpan. Jika umumnya saat membaca kisah fiksi saya tetap mengharapkan logika cerita, maka saya tahu, saat membaca ini saya harus menanggalkannya. Menyerahkan kendali pada imajinasi dan menikmati cerita sepenuhnya.

Banyak hal menarik tentang hati yang dikemukakan dalam dongeng ini, khususnya di halaman 11. Penulis menampilkan berbagai macam hati yang sebenarnya adalah representasi dari karakter di dunia nyata. Hati mereka dideskripsikan sedemikian rupa di negeri mimpi itu. Di dalam dongeng ini.

Selain itu, seperti halnya dongeng banyak hal filosofis yang ditampilkan melalui cerita yang disampaikan. Terlebih karena dongeng ini adalah dongeng dewasa. Maka filosofi yang ditampilkan akan mudah ditangkap oleh orang dewasa. Contohnya adalah penjelasan tentang empat bahan untuk menenun mimpi (Hal. 23). Keempat bahannya adalah bahan penyusun mimpi di dunia nyata yaitu keberanian dan kepercayaan; keajaiban; kegigihan; dan hati yang penuh cinta kasih.

Tokoh-tokoh yang diciptakan oleh penulis cukup unik. Pun dengan dunia yang diciptakannya. Chemistry antartokoh cukup terbangun dengan baik. Penceritaannya pun runut. Tidak membuat pembaca bingung. Dan twist di ending antara Gadis Penenun Mimpi dan Kura-Kura Pengelana cukup tidak terduga.

Yang sedikit kurang terasa adalah ikatan batin antara saya dengan tokoh dan cerita. Saya merasa belum terpengaruh secara emosi. Mungkin karena tidak ada adegan yang menguras emosi. Tidak ada perubahan kondisi yang ekstrim atas tokoh-tokohnya. Tapi meskipun begitu saya tetap bisa menikmati seluruh cerita.

Oiya, penulisan “Hati” dan “Mimpi” selalu menggunakan huruf kapital di awal kata. Padahal di beberapa bagian cerita dia tidak merujuk pada “Hati” sebagai benda paling penting di dalam cerita ini atau “Mimpi” sebagai sebuah tempat khusus di dalam cerita ini. Di beberapa kesempatan penulisan yang paling pas adalah huruf kecil semua. Contoh di halaman 88, lebih baik jika ditulis “sepenuh hati” daripada “sepenuh Hati”. Itu sedikit masukan dari saya.

Secara keseluruhan, saya suka dengan dongeng ini. Oiya, selipan lirik nyanyian tokoh-tokohnya mengingatkan saya pada The Hobbit karya JRR Tolkien. Liriknya bermakna. Oiya, selipan potongan naskah dari Kastil Masa Lalu ikut memberi warna yang menarik bagi cerita.

Karya yang manisnya pas. Bisa jadi pengantar tidur, terutama bagi mereka yang tengah berusaha membalut luka hati.

“Dalam setiap keputusan yang diambil, ada takdir yang dibentuk. Dan mungkin, hanya mungkin, di saat kita melupakan masalah kita sendiri dan menolong orang lain yang mengalami kesusahan, sebenarnya kita juga tengah menolong diri kita sendiri.” (Hal. 112)

***
Give Away Time!!!


Halo, Readers. Sudah membaca review di atas?
Bagaimana? Apakah kamu suka dengan dongeng?
Ingin tahu kisah tentang Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang ini?

Nah, ada kabar gembira yang dibawa dari Istana Masa Kini, bahwa kamu akan bisa memiliki naskah khusus ini langsung dari Gadis Penjaja Kata, Gina Gabrielle.

Caranya? Mudah, kamu tidak perlu membekukan hatimu apalagi menenun mimpi. Cukup ikuti langkah berikut:

1. Follow akun Gina Gabrielle dan saya. Boleh di twitter atau instagram boleh juga di kedua medsos tersebut.
a. Twitter: @msginagabrielle dan @atriasartika
b. Instagram: @msginagabrielle dan @atriasartika

2. Promosikan Giveaway ini di akun media sosial.
a. Twitter: pakai tagar #GadisPenenunMimpi dan mention @msginagabrielle dan @atriasartika
b. Instagram: repost postingan utuh #IGBookReview #GadisPenenunMimpi yang ada di akun instagram @atriasartika

3. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar postingan ini:

“Hati seseorang seperti pangeran kita sewaktu kecil tadi, bisa terhantam. Bisa retak. Bisa hancur. Dan saat Hati seseorang retak, suatu kekuasaan besar bernama Dayahati akan mengalir keluar. Dayahati akan melingkupi Hati yang terluka itu agar tidak sampai hancur sambil kemudian membentuk sebuah Bayangan Jiwa untuk meminta tolong kepada siapa saja yang bisa melihatnya. (Hal. 61-62)

Nah, dalam dongeng ini ada berbagai bentuk Bayangan Jiwa berdasarkan luka hati dan karakter tokoh-tokohnya. Ada yang berbentuk landak, ada yang berbentuk boneka, dan sebagainya. Nah, kira-kira bayangan jiwamu apa, Readers? Sebutkan alasannya.”


Jangan lupa sertakan data dirimu berupa nama, akun medsos (twitter/IG), email.

4. Periode Giveaway: 12 – 16 Juni 2016

5. Hanya untuk yang berdomisili di Indonesia ya.

Oiya, agar sebagai penjelasan singkat untuk pertanyaanku di atas, aku akan jadi penjawab pertama. Bayangan jiwaku adalah “Buku yang Tebal dan Terlalu Penuh”. Saking penuhnya tidak ada tempat lagi untuk menuliskan apa pun. Isi kepala dan hati manusia seperti itu kan? Kita selalu menampung semua hal yang terjadi sejak kita kecil hingga dewasa. Kadang ada yang kisah yang bisa kita hapus kemudian lupakan, namun ada juga yang sekuat apapun kita berusaha melupakannya ia masih tertulis jelas di sana, di hati kita. 

Nah, sekian penjelasan singkat dari saya. Selamat berbagi tentang Bayangan Jiwa milikmu. Dan semoga beruntung ya, Readers.

***
Kumpulan Quote dalam Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang
“Teman, saat kau tidak tahu apa yang harus kaulakukan. Kau akan mencoba segalanya.” (Hal. 9)
 “Teman, Hati itu memang aneh. Seakan ia punya kehendak sendiri dan menolak untuk dikosongkan sepenuhnya.” (Hal. 34)
“Untuk segala sesuatu ada waktunya, bukan?” (Hal. 54)
“... pasir yang dianggap tak berarti pun bisa menjadi mutiara saat bertemu dengan kerang yang tepat.” (Hal. 75)
“.... Seorang yang dengan sukarela mengajukan dirinya akan berjuang dengan lebih sepenuh Hati daripada orang yang disuruh atau dipaksa mengerjakannya ...” (Hal. 88)
“Saat masa depan tidak terlihat jelas, itu artinya akan ada pelajaran yang datang bersama waktu.” (Hal. 124)
“Ada beberapa hal yang sebaiknya tak kau ketahui sebelum terjadi, Tuan.” (Hal. 128)
“Perlu kau ketahui, Tuan, bahwa tidak semua hal tertulis dalam buku.” (Hal. 138)
“... saat kau mempunyai seseorang untuk dicintai kau akan memiliki keberanian. Dan saat kau dicintai, maka orang itu akan memberimu rasa kepercayaan yang kuat.” (Hal. 192)
“Karena apa lagi, pikirnya, yang harus dilakukan oleh dua manusia yang tidak tahu bagaimana cara memperlakukan Hati dan satu sama lain, selain saling meminta maaf?” (Hal. 200)
“Ada jenis kebahagiaan yang akan tetap membuatmu takjub, bahkan jika kau berpikir seharusnya kau sudah terbiasa dengan kebahagiaan itu. Itulah jenis kebahagiaan yang bahkan tidak berani kaubayangkan dalam Mimpi sekalipun, namun entah bagaimana bisa terjadi juga padamu.” (Hal. 212)

36 komentar:

  1. Bayangan jiwaku kalau dipikir-pikir itu pinguin. Burung yang tidak bisa terbang. Makhluk yang lumrahnya di udara tapi malah terjebak hidup di air. Semua orang punya impian disamping itu dia punya takdir juga. Kadang dalam hidup ini takdir sering berjalan seenaknya, walau kita sangat tidak berharap kehadirannya. Impian saya sangat bergantung pada saya tapi, saya justru harus bergantung pada takdir. Pinguin yang tidak sepenuhnya bisa terbang ibarat saya yang tidak sepenuhnya bisa bebas bermimpi.

    BalasHapus
  2. Nama : Faya ​Mariam Zhallila
    Twitter : @fayamariam
    E-mail : faya.alfateh@xl.blackberry.com

    Nah, dalam dongeng ini ada berbagai bentuk Bayangan Jiwa berdasarkan luka hati dan karakter tokoh-tokohnya. Ada yang berbentuk landak, ada yang berbentuk boneka, dan sebagainya. Nah, kira-kira bayangan jiwamu apa, Readers? Sebutkan alasannya.”

    Bayangan jiwaku seperti pensil, bisa melukiskan semua mimpi yang (mungkin) bisa diraih. Setiap manusia pasti punya mimpi yang ingin diraih oleh masing-masing individu namun pasti hanya ada beberapa mimpi saja yang tercapai. Cepat atau lambat juga pensil itu akan semakin memendek dan menghilang. Sama seperti impian-impian yang lain.

    BalasHapus
  3. Nama : Devi Ambar Wati
    Akun Twitter : @Deviambar_
    Email : deviambar354@gmail.com

    Bayangan Jiwaku adalah Agama. dengan agama, seseorang yang tadinya buta akhirot, yang tadinya selalu menyerah x putus asa x pendedam, dan lain sebagainya. Dengan agamalah,segalanya akan terasa lebih baik. Tidak ada lagi suatu kaum yg memiliki sifat tercela seperti itu. Kalaupun ada, toh yang menjadi setan nya adalah hati sendiri.
    Agama adalah penyinar, dari jalan gelap pun sasar.....
    Lagipula, setiap manusia pasti memilki agama yg selalu menjadi pemodal hidupnya, meskipun seseorang itupun tiada beragama, tetap saja yg menjadi pedoman hidup nya adalah bayangan dari jiwa itu sendiri.
    Bayangan jiwa adalah agama, karena setiap karakter jiwa , yg menghendaki perbuatan adalah seberapa paham seseorang tersebut akan agama yg dijadikannya sebagai pedoman. I'm a muslim, My King is Allah. bersama islam, hati saya tentram..... :)))

    BalasHapus
  4. Nama : Devi Ambar Wati
    Akun Twitter : @Deviambar_
    Email : deviambar354@gmail.com

    Bayangan Jiwaku adalah Agama. dengan agama, seseorang yang tadinya buta akhirot, yang tadinya selalu menyerah x putus asa x pendedam, dan lain sebagainya. Dengan agamalah,segalanya akan terasa lebih baik. Tidak ada lagi suatu kaum yg memiliki sifat tercela seperti itu. Kalaupun ada, toh yang menjadi setan nya adalah hati sendiri.
    Agama adalah penyinar, dari jalan gelap pun sasar.....
    Lagipula, setiap manusia pasti memilki agama yg selalu menjadi pemodal hidupnya, meskipun seseorang itupun tiada beragama, tetap saja yg menjadi pedoman hidup nya adalah bayangan dari jiwa itu sendiri.
    Bayangan jiwa adalah agama, karena setiap karakter jiwa , yg menghendaki perbuatan adalah seberapa paham seseorang tersebut akan agama yg dijadikannya sebagai pedoman. I'm a muslim, My King is Allah. bersama islam, hati saya tentram..... :)))

    BalasHapus
  5. Nama : Devi Ambar Wati
    Akun Twitter : @Deviambar_
    Email : deviambar354@gmail.com

    Bayangan Jiwaku adalah Agama. dengan agama, seseorang yang tadinya buta akhirot, yang tadinya selalu menyerah x putus asa x pendedam, dan lain sebagainya. Dengan agamalah,segalanya akan terasa lebih baik. Tidak ada lagi suatu kaum yg memiliki sifat tercela seperti itu. Kalaupun ada, toh yang menjadi setan nya adalah hati sendiri.
    Agama adalah penyinar, dari jalan gelap pun sasar.....
    Lagipula, setiap manusia pasti memilki agama yg selalu menjadi pemodal hidupnya, meskipun seseorang itupun tiada beragama, tetap saja yg menjadi pedoman hidup nya adalah bayangan dari jiwa itu sendiri.
    Bayangan jiwa adalah agama, karena setiap karakter jiwa , yg menghendaki perbuatan adalah seberapa paham seseorang tersebut akan agama yg dijadikannya sebagai pedoman. I'm a muslim, My King is Allah. bersama islam, hati saya tentram..... :)))

    BalasHapus
  6. Nama: Kiki Amaliah
    Twitter: @kyoungsaeng
    Email: a0981443286@gmail.com


    Bayangsn jiwaku mungkin seperti mawar. Bunga mawar yang indah, harum dan sering dijadikan lambang kasih. Walau begitu ia berduri, agar tidak sembarang dapat dipetik.

    BalasHapus
  7. Nama: Nola Amalia
    Twitter: @Nolaamaliaa
    Email: nolaamalia20@gmail.com

    Bayagan jiwaku ialah sebuah kertas yang baru, bersih—tanpa noda. Waktu demi waktu, kertas bersih itu tercoret satu garis. Di lain waktu, tiga garis. Esoknya, 7 garis. Hingga kertas putih itu tersulap menjadi si kumal yang hitam. Bagaimanapun juga, aku tetap tak bisa lagi menjadi cemerlang, bersih dengan hitam yang menghilang. Walau aku berusaha sekuat mungkin untuk mencari penghapus untuk membersihkan diriku, tetap saja tersisa bekas-bekas kekal meski tulisan hitam telah hilang. Aku telah bersih, tapi sisi hitamku masih membekas. Akhirnya, satu-satunya cara ialah menjadi kertas yang lain, dan mengontrol si pensil mencoret diriku, kecuali membiarkannya mewarnai diriku dengan arsirannya yang indah.

    BalasHapus
  8. Nama : Dera Devalina
    Twitter : @deradevalina
    Email : deradevalina@gmail.com

    Bayangan jiwaku seperti cermin yang mengelilingi diriku,hanya bisa memantulkan apa yang ada di depannya saja, tanpa mengetahui apa yang ada di balik cermin. Cermin itu memantulkan kehidupan yang kujalani terus menerus tanpa tahu apa yang ada diluar sana yang sudah menunggu untuk di jelajahi, namun aku terlalu takut untuk keluar dari zona nyamanku, terlalu takut untuk mencoba, aku hanya melihat duniaku saja, apa yang aku jalani sehari-hari, tanpa mencoba hal – hal baru,terkadang muncul dibenakku ingin sekali aku memecahkan kaca cermin yang menghalangi agar aku bisa melihat dunia luar, aku perlu beberapa keberanian atau mungkin banyak keberanian untuk mencoba hal – hal baru yang mungkin tak seburuk yang aku bayangkan….

    BalasHapus
  9. Nama: Santi Rizkiyanti
    Twitter: @santi95_
    Email: santirizky95@gmail.com

    Bayangan jiwaku adalah “dream catcher”. Setiap mimpi-mimpi baik akan melewati jaring-jaring pembatas mimpi yang kemudian tiba dan memberikan harapan pada si Pemimpi, sedangkan mimpi buruk akan tertidur di balariung-balariung pembatas mimpi. Namun, kehidupan nyata tidak bekerja seperti ini. Mimpi baik mungkin akan memberikan dan menjadi harapan untuk si Pemimpi, tapi dia tetap tertidur. Ada kalanya mimpi buruk akan lolos dari balariung dan menjadikan si Pemimpi bangun dengan ketakutan dan berlari membawa harapan untuk dibawanya ke dunia yang mampu menjadikannya nyata. Begitulah alam bekerja, bahkan sesuatu hal yang buruk juga dapat menjadi awal yang baik, seperti mimpi si Pemimpi.

    BalasHapus
  10. Nama: Rinita
    Twitter: @Rinitavyy
    Email: rinivir90@gmail.com

    Bayangan Jiwaku adalah Ibuku. Banyak yg bilang kalau wajahku persis sama ibu, perilakuku hampir sebelas-duabelas sama ibuku pas ia masih ABG dulu, kata orang-orang sih. Namanya juga anak kandung, jelas persis emaknya dong. Karena itu aku jadi mikir kalau bayangan yg menyerupai segala tindak tandukku, bayangan jiwa yg mengerti akan diriku, bayangan yg selalu ada pas aku lagi butuh pelukan, Ialah Ibu orangnya.

    BalasHapus
  11. Nama : Ama Affandi
    Twitter & ig : @ama_affandi
    email. : ama.affandi26@gmail.com
    Bayangan jiwaku adalah hati yang bicara. Cenderung tidak dapat menyembunyikan perasaan suka dan tidak suka terhadap sesuatu. Berusaha untuk tidak membohongi diri sendiri. Demikian juga ketika menghadapi orang yg menurut saya perilakunya kurang baik, maka akan sangat jelas terlihat kalau saya tdk respek thd orang tersebut.

    BalasHapus
  12. Nama:Ahmadmiftahulnirvananda
    Ig:@MiftakhulIrfan
    Email:ahmadmiftahulnirvananda14@gmail.com
    Nah, dalam dongeng ini ada berbagai bentuk Bayangan Jiwa berdasarkan luka hati dan karakter tokoh-tokohnya. Ada yang berbentuk landak, ada yang berbentuk boneka, dan sebagainya. Nah, kira-kira bayangan jiwamu apa, Readers? Sebutkan alasannya.”

    Bayangan jiwaku adalah Tuhanku. Banyangan lainnya memang ada, namun hanya bersifat sementara. Sedngkan Tuhan? Sejak kita lahir sampai kita menutup mata akan selamanya menjadi bayangan kita. Bayangan yang menyayangi kita, selalu bersama kita dan memibimbing kita meski kasat mata. Tuhan selamanya akan menjadi bayangan manusia, karena dia menuntun kita kepada jalannya dengan melalui hati,agamanya,dan menjaga kita kapanpin dan dimanapun kita berada. Manusia tidak menyadari, bahwa Tuhan tidak hanya diatas untuk kita sembah, namun sesungguhnya saya yakin. Tuhan selalu disisi kita, dan berada dalam diri kita sendiri untuk menjadi bayangan mulia.

    BalasHapus
  13. Nama: Erin
    Twitter : @RiienJ
    E-mail : tomoyo.rin@gmail.com

    Jawaban :
    Bayangan jiwaku adalah Bunglon. Bunglon ini hewan yang sering berganti warna sesuai tempat yang dipijaknya. Aku adalah tipe orang yang bisa membawa diriku dalam keadaan yang berbeda. Seperti saat di Sekolah, di Masyarakat, Komunitas. Intinya harus bisa menyesuaikan diri. Gak bisa saat berbicara dengan yang lebih tua menggunakan bahasa gaul saat seperti dengan teman-teman komunitas. Seperti itulah bayangan jiwaku yang senang bersosialisasi.

    BalasHapus
  14. Nama : ignasia ruvina
    Instagram : ignasiaruvina
    Email : ignasia_ruvina@yahoo.com
    Jawaban : menurut saya, bayangan jiwa saya adalah tikus penyendiri yang hanya bisa bergaul dengan komunitasnya sendiri karena saya adalah orang yang hanya bisa bergaul dengan orang-orang yang saya anggap baik ketika saya menilai penampilan mereka waktu pertama kali bertemu, namun saya juga dapat bergaul dengan orang-orang yang saya anggap berpenampilan tak terlalu baik apabila saya telah mengetahui sisi baiknya dia dan telah mengenalnya / berpapasan dengan nya cukup lama dan saya juga terkadang merasa bosan dan cape untuk berkomunikasi jadi terkadang saya menjadi pendiam atau mencari tempat untuk menyendiri, itu saja terima kasih

    BalasHapus
  15. Nama : Mega Saraswati Anaska
    Instagram : megasaraswatianaska
    email : megasaraswatianaska123@gmail.com

    Jawaban :
    Menurutku, bayangan jiwaku seperti burung . ia bebas terbang kesana kesini sesuka hatinya, menggapai apa yang dia mau. namun saat manusia menyukainya, ia akan ditangkap dan dikurung. Kebebasannya seketika itu hilang, ia sendiri bahkan tak ada yang mendengar sautannya, begitupula hati. kita bisa bebas pergi dan memilih siapapun yang kita suka, kita bisa mengejar apapun yang kita mau namun saat hatimu tertangkap maka bersiaplah merasa dalam kurungan.

    BalasHapus
  16. Nama: Retno maulidiyah
    Twitter: @retnomauli08
    Email: retnomauli1@gmail.com
    Jawab:
    Sepertinya bayangan jiwaku itu sebuah bola yang mampu menggelinding bebas ke arah bawah dan tak mampu menggelinding ke arah atas. Tapi jika sebuah bola itu menemukan sang pengarah yang tepat, bola itu mampu menggelinding atau terbang tepat pada arah sasaran yang ditujuh.

    BalasHapus
  17. Nama : Shelly Ferawati
    Twitter : @hazelnut_shell
    Email : lovatangerine@gmail.com
    Jawaban : Saya rasa bayangan jiwa saya berupa kupu-kupu. Kupu-kupu yang indah dan berwarna cerah. Ini bukan karena narsis atau apa, melainkan saya selalu menanamkan jiwa positif dalam diri saya sendiri. Tak peduli bagaimana kondisi hati saya yang sebenarnya, atau seberapa rapuh saya terlihat, saya akan selalu menebarkan energi positif pada orang lain entah itu tersenyum, memberikan memotivasi, dan lain sebagainya. Menurut fakta yg saya baca, menjaga energi positif dalam diri salah satu manfaatnya adalah menjaga kekebalan tubuh. Ini juga terkait salah satu prinsip hidup saya: 'Saya harus bisa. Saya harus menjadi inspirasi layaknya kupu-kupu.' Menjadi kuat itu penting, tetapi lebih penting lagi menjadi bebas. Jiwa saya sebebas kupu-kupu.

    BalasHapus
  18. Nama: Melisa
    Akun twitter: @ApriliMelissa
    Link:https://twitter.com/ApriliMelissa/status/742618979693252609
    Email:melisaaprilia24@gmail.com

    Bayangan jiwaku adalah air, hanya mengikuti kondisi. Aku yang labil, yang mudah dipengaruhi bagaikan air. Berubah suasana hati, berubah ekspresi dengan mudahnya. Aku mudah menguap, hilang ditelan kubangan luka. Tetapi aku air, mampu meredam amarah dan menjadi pendamai di pelbagai situasi. Aku tetap air, yang menghidupi pepohonan dan tetumbuhan lain dengan kesegaranku. Aku harus bertahan, karena ada tanggungjawab kehidupan yang harus saya laksanakan. Saya juga air, yang bisa menenggelamkan hati yang terkoyak milik ibu saya, lalu saya kirim penggantinya. Saya adalah air, yang akan terus meredam api perselisihan di sekitar saya.

    BalasHapus
  19. Nama : Deria Anggraini
    Twitter : @deriaanggraini_
    Email : deriaanggraini21@gmail.com
    Jawaban :
    Menurut saya bayangan jiwa saya adalah ibu saya. Kami berdua memiliki jiwa yg sama, kepribadian yg sama, selera yg sama. Saat saya senang, ibu saya juga senang, begitu pula jika saya sedih, tanpa saya beritahu beliau mengetahui dengan sendirinya bahwa saya sedang sedih, bahkan ketika saya berusaha menutupinya sebaik mungkin, beliau tetap saja tahu. Karena beliau-lah bayangan jiwa saya. Beliau merasakan apa yg saya rasakan. Beliau yg merasakan segala macam isi perasaan saya yg berkecamuk, mengetahui bakat2 tersembunyi saya yg bahkan saya sendiri belum sadar memiliki bakat tersebut, mengetahui karakter2 saya baik yg bagus maupun yg buruk, karena karakter kami tidak jauh berbeda. Ibu saya adalah cerminan dari diri saya, bayangan jiwa saya.

    BalasHapus
  20. Dhea Nur'Aini Rachmayanti14 Juni 2016 15.01

    Nama : Dhea Nur'Aini Rachmayanti
    Akun Twitter : @dhedhea_98
    Email : dheanurainirachmayanti@gmail.com

    Bayangan jiwa saya adalah ikan. Karena watak saya dengan ikan sama. Ikan yang selalu susah didapatkan . Ikan yang dengan mudahnya beradaptasi dengan lingkungan barunya. Ikan yang bisa mencari makanan sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ikan yang bebas berenang ke sana kemari. Seperti itulah watak saya. Oleh karena itu saya merasa bayangan jiwa saya adalah ikan.

    BalasHapus
  21. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Email : himurasora@yahoo.co.id

    Bayangan jiwaku itu seperti retakan cermin. bisa nggak ya kalo gitu ?
    Soalnya sekarang aku merasa hatiku lagi retak. Tidak utuh dan mulus. Aku bisa merasakan kasih, cinta, atau perhatian dari dan ke orang lain, tapi tidak bisa sempurna. Aku masih belum tulus kepada orang lain, dan kadang aku merasa orang lain juga tidak tulus sama aku. Sama halnya seperti cermin yang retak, meski masih bisa digunakan untuk berkaca, tapi bayangan yang tercipta tetep gak sempurna kan ?

    BalasHapus
  22. Nama: Insan Gumelar Ciptaning Gusti
    Akun Twitter: @san_fairydevil
    Email: alamadt_saya@yahoo.com

    Bayangan jiwaku ya? Apa ya? Coba aku pikirkan dulu. Kalau bayangan jiwa dilihat dari luka hati dan pikiranku mungkin aku seperti kamera. Aku menyimpan segalanya. Kenangan sedih ataupun menyenangkan. Kenangan yang sengaja direkam ataupun yang tidak sengaja terekam. Tapi terkadang dengan sengaja aku menghapuskan karena itu terlalu menyakitkan. Tapi aku hanya menekan tombol del dan lupa kalau kartu memori juga bisa direkoveri datanya. Melihat data apa saja yang sudah pernah dihapus. Begitu pula aku. Hatiku. Pikiranku. Sesuatu yang sudah pernah atau sudah bisa aku lupakan itu akan kembali teringat.

    BalasHapus
  23. Nama: Dea Ekaputri Andraini
    Akun medsos (IG): uri_kimbab
    Email: dea.andraini@gmail.com

    Bayangan jiwaku sepertinya bisa diibaratkan bola tenes dan batu bekelnya. Saat ia rapuh terjatuh, dia akan semakin terdorong untuk naik dan naik lebih tinggi. Meskipun melambung tinggi, sang jiwa tetap kembali turun dan tidak melupakan 4 batu penting, yaitu agama, keluarga, sahabat, dan orang-orang yang telah men-supportnya. Well, so excited to read this book for sure. Sepertinya akan ada kata-kata ajaib di dalam buku ini yang bisa menyembuhkan hati yang luka. Hope to see you soon in my hand dear adorable book ❤❤❤

    BalasHapus
  24. Nama : Heni Susanti
    Akun : @hensus91
    Email : henis_minozz@yahoo.com

    Bayangan jiwaku adalah kupu-kupu. Bukan kecantikannya yang mengibaratkan aku, tapi perjuangan panjang yang harus dia lakukan sepanjang hidupnya. Mulai dari ulat yang hanya bisa merayap lambat di tanah atau dahan pohon, lalu terkungkung beberapa waktu saat menjadi kepompong tanpa cahaya, dalam kegelapan pekat, namun pada akhirnya bisa lahir menjadi prbadi baru, kupu-kupu cantik yang bisa terbang kemana pun sesuai kehendak sendiri. Bebas menikmati sisa hidupnya dalam kebahagiaan sebagai kupu-kupu cantik dan tanpa kekangan.
    Begitu pun aku. Dengan semua perjuangan yang harus kulalui dalam hidupku sekarang, aku memiliki keyakinan jika suatu saat nanti aku bisa lahir menjadi kupu-kupu cantik sebagai hasil kerja kerasku. Berbahagia dengan hasil keringatku dalam sisa usiaku nanti. Aamiiin Ya Rabbal Alamiin.

    BalasHapus
  25. Nama: Fitra Aulianty
    Twitter: @fira_yoopies
    Email: fitra.aulianty@gmail.com

    Bayangan diriku adalah bunga tulip. Bunga itu selalu mengatup meski sudah tumbuh subur. Sama seperti aku yang tetap diam dan tertutup, padahal memiliki banyak harapan yang datang dengan cepatnya. Dan warna bunga-bunga tulip yang cerah itu sama seperti keinginanku terhadap satu hal, mengharapkan sesuatu yang tak kalah cerah dari warna tulip itu.

    BalasHapus
  26. Nama: dhilayaumil
    Twitter: @dhilayaumil
    Instagram: @nyctopidhila
    Surel: dhilayaumil@gmail.com

    Kalau Kak Tria bayangannya seperti buku yang tebal dan terlalu penuh, maka aku seperti 'kertas kosong yang selalu minta ditulisi'. Aku selalu penasaran dengan hal yang baru dan bersemangat untuk mempelajarinya. Aku seperti kertas kosong yang haus untuk ditulisi. Kertas yang meskipun halamannya sudah terisi, akan ada lagi halaman-halaman kosong berikutnya yang minta ditulisi.

    Dan aku adalah kertas kosong yang suka diisi kisah apapun. Tidak terpaku pada satu jenis tulisan saja.

    Terima kasih, Kak Tria. :)

    BalasHapus
  27. Nama : Elsita F. Mokodompit
    Twitter : @sitasiska95
    E-mail : elsitafransiska@gmail.com

    Bayangan jiwaku itu seperti kaca. Kuat dan rapuh di saaat yang sama. Kaca, digunakan untuk banyak hal dengan tujuan yang sama; pelindung. Kaca mobil, kaca jendela dan lain-lain. Benda berbahan kaca, jika diibaratkan manusia, maka ia menanggung banyak beban dalam hidupnya. Dan ia sanggup. Meski demikian, kaca memiliki sifat yang sama: Pecah jika terbentur, terkena benda yang keras. Tentu saja zaman yang sudah canggih membuat kita bisa dengan mudah menemukan perekat untuk membuat kaca itu kembali utuh, kaca itu tetap kaca yang sama namun kini dengan bentuk dan wujud yang berbeda. Aku juga seperti itu. Harus bertanggung jawab atas hidup demi melindungi impian-impianku. Dan aku menyanggupi hal itu. Akan tetapi, dalam perjalananku mengemban 'tanggung jawab' itu, aku pasti pernah merasakan yang namanya terluka, sakit yang meski telah diobati, hal itu tetap meninggalkan bekasnya di pikiran dan ingatanku

    BalasHapus
  28. Nama : Nabilah Yumna N
    Ig : nabilahyumna
    Email : nay.nayylf@yahoo.com

    Bayangan jiwaku adalah seperti warna hitam.
    Dari warna putih yang tertorehkan berbagai macam warna hingga menjadi hitam.

    Seperti itulah jiwaku. Yang mana dulunya putih bersih, tertoreh berbagai kejadian, pengetahuan, luka dll, sehingga menjadi hitam yang keruh. Yang mana akan susah menjadi seperti semula.

    BalasHapus
  29. Nama : Asep Nanang
    Twitter: @asepnanang59
    Email : asepnanang59@gmail.com

    Bayangan jiwa saya adalah pemuda yang kesepian. Bagi saya tidak ada luka yang paling mendalam dan tersakit yang diderita manusia selain rasa sepi. Rasa sepi tidak hanya membuat menderita, tetapi bisa mengawetkan luka, membuat luka tetap meradang walau telah melampaui waktu yang sangat lama. Luka karena kesepian tidak akan mudah untuk diobati, karena siapa pun yang pernah terluka oleh sepi pasti memiliki rahasia yang menjadi dinding yang menghalangi proses penyembuhan terjadi. Itulah bayangan jiwa saya, seorang pemuda kesepian.

    BalasHapus
  30. Nama : Prisilia Irene
    Twitter : @prisiliairene
    Email: ciciprisil@gmail.com

    Jawaban :
    Sebelumnya, pertanyaannya sangat bagus. Saya sblmnya tidak terpikir akan bayangan jiwa saya, namun karena pertanyaan ini saya jadi terpikir akan hal itu

    Bayangan jiwa saya adalah seperti seekor semut. Jiwa saya sama seperti semut yaitu sangat pekerja keras. Saya tidak mau menyerah sebelum saya bisa mencapai sebuah hasil yang saya inginkan. Namun saya juga seperti semut, sangat mudah rapuh jika terinjak oleh manusia. Saya pun begitu, jiwa saya sangat mudah rapuh apabila ada sesuatu yang saya tidak ingini terjadi. Lalu jiwa saya seperti semut yang suka membantu sesama. Apabila melihat ada yg berkekurangan, tak jarang saya menolongnya dan seperti semut yang memiliki insting yang tinggi, saya juga memiliki insting yang tinggi thdp sesuatu hal dan tak jarang insting saya pun benar.

    Terimakasih:)

    BalasHapus
  31. Alifana silvana
    @Alifanasilvana
    Alifanasilvana@gmail.com


    Teman, bolehkah aku berharap bayangan jiwaku seperti Patronus? Patronus berbentuk Wesen Fuchsbau, itu yang aku inginkan. Sengaja kupilih Patronus, karena ia muncul bersama kenangan bahagia, muncul sebagai cahaya yang terang dan kuat untuk membebaskan diri dari kegelapan Dementor yang dingin, tak berjiwa. Bolehkah aku mengibaratkan Dementor sebagai seluruh hal negatif yang ada di dunia? Dan Patronusku adalah perisaiku, melindungiku, menghangatkan hatiku. Fuchsbau hanyalah salah satu bentuk yang aku inginkan. Jika boleh, aku ingin memilih dua atau lebih, tapi biarlah aku merasa cukup dengan Fuchsbau. Terlalu panjang jika kuceritakan tentang Fuchsbau,Teman. Yang perlu kau tahu, Fuchsbau itu istimewa dan dia bisa menjadi sahabat yang menyenangkan.

    BalasHapus
  32. Agatha Vonilia M.
    @Agatha_AVM (twitter)
    agathavonilia@gmail.com

    Kak Atria, bayangan jiwaku adalah 'Kubus'. Aku selalu terkukung dalam sebuah kotak kecil nan lusuh. Sekeras apapun aku berusaha membebaskan diri, setiap kali juga sebuah tangan menjulur ke arahku. Tangan itu menarikku kembali. Bukankah setiap anak akan selalu dikurung dalam segala peraturan orang tua? Bukankah orang tua selalu tidak puas dengan tindakan para anak mereka? Jiwaku selamanya akan tetap menjadi kubus tanpa pernah ada yang membukanya. Aku membutuhkan seseorang yang berani mencerai-beraikan 'kubus' tersebut.

    BalasHapus
  33. Nama: hakimah putri
    twitter: @kimah_khimah
    email:hakimahputri@gmail.com

    bayangan saya itu ibaratkan laron yang hanya mempunyai waktu satu malam tetapi selalu berusaha untuk menuju sebuah cahaya, dimana banyak orang yang mematikan cahaya itu & banyak mangsa yang menantinya tetapi mereka akan tetap mengejar cahaya itu dan bagi mereka yang sanggup bertahan dan menemukan pasangannya maka mereka akan menjadi raja/ratu dikoloninya tetapi bagi yang tidak berhasil mereka akan mati (maksudnya dengan waktu yg singkat tetapi aku mempunyai sebuah mimpi yang besar,walau ku tau akan banyak orang yang berusaha menghalangi dan ujian yg harus dilalui, tetapi tidak pernah membuatku menyerah demi mencapai mimpi itu. Walaupun takdir akan ikut campur,setidaknya aku telah berusaha dengan maksimal)

    BalasHapus
  34. Nama : Daisy S
    Twitter : @daisy_skys
    Email : Stupidliar367(at)gmail(dot)com


    dalam dongeng ini ada berbagai bentuk Bayangan Jiwa berdasarkan luka hati dan karakter tokoh-tokohnya. Ada yang berbentuk landak, ada yang berbentuk boneka, dan sebagainya. Nah, kira-kira bayangan jiwamu apa, Readers? Sebutkan alasannya.”


    Seperti Bunga dandelion .Kadang dicintai Kadang tidak dicintai ,tidak dianggap . Sederhana karena memang tidak secantik mawar atau bahkan seharum melati .Bukan di dalam pot yang setiap hari disiram sang pemilik tapi tumbuh liar dipinggir - pinggir jalan dan disiram oleh hujan .Berusaha kuat melawan angin dan bertahan bersama terik mentari .Mungkin hanya ilalang dan rumput liar yang akan berada disisinya.

    Aku merasa sama seperti itu . Kadang merasa istimewa tapi kadang juga merasa bukan siapa - siapa
    Hidupku nggak semudah itu ,jadi aku merasa melihat bayangan dandelion yang juga penuh perjuangan . Yang kulihat cuma kesederhanaan karena memang hidup yang kumiliki jauh dari kata mewah .

    BalasHapus
  35. Putri Fadhila
    @DhilaPFd
    Putrifadhila@gmail.com

    Bayangan jiwa saya adalah laut. Laut itu begitu luas tenang dan damai. Saya ingin meluaskan dan melapangkan hati saya seperti lautan, dan mendamaikan diri saya sendiri dan orang lain. Laut itu selalu ada, saya ingin selalu ada bagi orang orang yang mencintai saya, selalu tenang meski tak selamanya akan setenang itu. Kadang akan terjadi riak riak kecil sampai tsunami yang akan meleburkan segalanya apabila saya terluka. Namun dengan cepat akan kembali lagi ke muasalnya. Laut itu dalam, saya pun tak ingin dianggap cetek dalam segala hal, yang dilihat orang mungkin hanyalah permukaan saya, tapi di dalam saya hidup berbagai makhluk yang menakjubkan, dan saya begitu dalam, seseorang yang ingin mengenal saya harus menembus itu semua dan harus sampai pada pusaranya.

    BalasHapus
  36. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus