Kamis, 26 Mei 2016

Always The Bride



“.... Aku benar-benar percaya bahwa pernikahan adalah untuk seumur hidup.” (Hal. 15)


Pengantin Baru (Lagi)
Penulis: Jessica Fox
Penerjemah: Alphonsus W.P.T Nugroho
Editor: Yuki Anggia Putri
Desain sampul: Yudi Nur Riyadi & Adlina
Ilustrator sampul: Dora Tatiana
Penerbit: Esensi (Divisi dari Penerbit Erlangga)
Cetakan: Pertama, 2016
Jumlah hal.: 240 halaman
ISBN: 978-602-7596-27-6

Tidak semua hal dapat berjalan sesuai keinginan kita.

Namun, Zoe Forster selalu berusaha untuk memiliki hidup sempurna. Jadi, ketika seorang cenayang pada pesta lajangnya meramalkan bahwa ia akan menikah dua kali, ia tidak ambil pusing. Semua orang tahu bahwa Zoe dan Steve ditakdirkan bersama selamanya.

Tetap saja, pernikahan fantastis macam apa pun harus menghadapi lika-liku di kemudian hari dan, dalam setahun, hal-hal tak terduga terjadi. Hadir pula seorang bintang film superseksi bernama Luke Scottman dalam kehidupan Zoe. Zoe dan Steve pun menemukan masa lalu masing-masing yang tidak seindah dugaan mereka. Tampkannya ramalan sang cenayang akan menjadi kenyataan...
***

“Persahabatan mereka jauh lebih penting untuk dirusak karena adanya rahasia.” (Hal. 30)

Bagi Zoe, semua hal bisa diatur agar berjalan dengan baik. Begitupun dengan kehidupannya. Memiliki seorang ayah yang tidak menjadikan pernikahan sebagai sebuah hubungan yang sakral ternyata meninggalkan bekas yang sangat mendalam bagi Zoe. Ini membuatnya selalu mendapatkan sesuatu yang mapan dan teratur.

Pernikahannya dengan Steve diyakininya sebagai hal yang akan melanggengkan hal itu. Ia menyukai Steve yang mudah ditebak dan teratur. Namun mengapa sesekali hati kecilnya merasa kecewa saat ia selalu mampu membaca kejutan yang disiapkan Steve.

Namun kadang kenyataan bisa berputar 180 derajat. Mendadak semua hal menjadi tidak tertebak dan tidak bisa diperbaiki oleh Zoe. Pernikahannya tidak seindah yang dia bayangkan. Steve punya masa lalu yang belum selesai dengan seorang perempuan yang kemudian hadir di tengah mereka. Begitu pun dengan Zoe. Ia punya masa lalu yang ingin dia sembunyikan terutama pada Fren, sahabat baiknya. Rahasia yang juga ia sembunyikan dari Steve. Rahasia yang melibatkan Luke Scottman, bintang film seksi yang sedang naik daun. Seolah masalah tidak lebih buruk, kehadiran Rufus yang juga sahabat Steve adalah masalah utama yang membuat simpul yang membelit Zoe semakin kusut. Laki-laki licik itulah yang paling banyak mengambil peran menghancurkan hidup Zoe.

Tapi yang paling Zoe sesalkan adalah bagaimana pernikahan yang harusnya tenang dan bisa dikendalikan oleh Zoe malah berjalan di luar kendali? Ia bahkan merasa bahwa ia tidak lagi bisa mengenali suaminya sendiri. Steve adalah sosok yang berbeda dari yang selama ini ditampilkan di depannya. Apakah itu juga membuat rasa cinta Zoe berakhir?

Apakah ramalan itu akan menjadi kenyataan?

***
Sudah lama saya tidak membaca buku terjemahan dengan genre pure romance seperti ini. Bahkan mengangkat tema pernikahan. Always the Bride ini memberikan pengalaman membaca yang sedikit berbeda dengan novel pernikahan yang ditulis oleh penulis Indonesia.

Penjelasan yang cukup lengkap dan jelas tentang ritme kerja di balik layar stasiun televisi, dalam novel ini adalah BBC, menjadi informasi yang memberi warna baru. Detail terkait situasi dan kondisi yang terdeskripsi dengan baik di dalam novel ini menjadi salah satu kelebihannya.

Logika cerita juga rapi dan runut. Cerita dengan alur maju ini tetap terasa manis dan menyenangkan untuk dibaca. Konflik percintaan, persahabatan dan dunia kerja diramu dengan pas dan berimbang.

Sedikit kritikan dari saya adalah
-  tentang sosok ayah Zoe yang hanya ditampilkan sesaat padahal ia mendapat peran yang cukup besar dalam membentuk karakter Zoe.
- Layout di dalam buku. Tulisannya kurang besar sehingga kurang ramah bagi mata.

Oiya, twist cerita mulai bisa terbaca di akhir cerita. Tapi tetap saja menarik membacanya hingga akhir karena tetap mengundang rasa ingin tahu tentang bagaimana keseluruhan cerita ini akan diakhiri. Bagaimana hubungan Zoe dengan sahabatnya? Bagaimana nasib setiap tokohnya?

Di luar kekurangan di atas, saya tetap merekomendasikan novel ini bagi mereka yang menyukai kisah percintaan yang manis dan intrik dunia kerja yang dinamis.
***
Tokoh Favorit
Entah kenapa saya cenderung memiliki ketertarikan pada tokoh pendukung. Dalam novel ini, saya menyukai Susannah, perempun berusia lima puluh tahun yang menjadi produser pendamping dalam project film yang Zoe dan Steve terlibat di dalamnya.
Bagi saya dia adalah ibu peri dalam kisah ini. Perempuan yang supportif dan tegas. Namun ternyata bisa juga mendukung ide romantis. Ia adalah tipe penghibur dan pendukung yang baik. Perannya di ending cerita juga membuat saya semakin menyukainya.
***
Quote Favorit

“Tidak ada seorang pun yang mengatakan bahwa pernikahan akan mudah. Ini adalah tentang komitmen dan kerja keras. Itulah arti, ‘dalam senang maupun duka.’” (Hal. 152)

Saya rasa quote ini merangkum konflik utama dalam novel ini dengan baik. Selain itu, quote ini sangat dekat dengan realitas.

Ya, kehidupan pernikahan itu tidak mudah. Kadang cinta tidaklah cukup membuatnya bertahan. Komitmen dan keinginan untuk memegang teguh komitmen tersebutlah yang biasanya jadi pengikat paling erat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar