Sabtu, 13 Februari 2016

A Shoulder to Cry On




Penulis: Ria N. Badariah
Editor: Raya Fitrah
Desain sampul: Marcel A.W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Kedua, September 2015
Jumlah hal.: 312 halaman
ISBN: 978-602-03-2160-8

Damar tahu sejak awal apa yang dilaluinya salah. Berjuang untuk hidup bersama adiknya, Danu, setelah kedua orangtua mereka bercerai membuat Damar terpaksa menentukan pilihan yang salah dalam hidupnya.

Andai rasa cinta bisa dengan mudah diredam dan dihentikan, tentu Damar akan memilih hidup tanpa cinta. Sayang, hal itu tak semudah yang dibayangkan, di tengah perjuangannya untuk melindungi Danu dan seorang gadis malang bernama Anka, yang belakangan mulai disayanginya. Damar harus tetap menyisakan sedikit ruang hatinya untuk merasakan sakit, saat cinta perlahan-lahan menyadarkannya bahwa ia tidak pantas menerima dan memberikan cinta.
Di saat cinta itu tergapai dengan sempurna, di saat harapan seketika sirna, mungkinkah penyesalan masih tetap berguna?

“Aku tak pernah menyesal mencintaimu, yang kusesalkan hanyalah kamu terluka karenanya.”

***

Novel A Shoulder to Cry On ini adalah sebuah novel yang mengetengahkan kehidupan dua orang kakak beradik, Damar dan Danu. Damar yang sedang bekerja sebagai seorang pengacara berjuang agar bisa membiayai kehidupannya dengan Danu. Danu yang masih duduk di kelas 3 SMA berjuang agar bisa membanggakan sang kakak. Sebisa mungkin tidak menyusahkan Damar. Ini pula yang membuat Danu enggan mengakui perasaannya yang berbeda pada Anka, sahabatnya sendiri. Ia ingin fokus sekolah, tidak ingin berpacaran seperti remaja lainnya.

Hingga suatu hari masalah bertubi-tubi menghantam Anka, membuat Danu tidak bisa tinggal diam dan meminta Damar ikut membantu Anka. Akhirnya Anka pun tinggal bersama mereka. Namun ternyata kondisi ini menyebabkan hal lain. Danu merasa bahwa Anka lebih memperhatikan Damar daripada dirinya. Jika benar, apakah itu berarti Anka mencintai Damar? Bagaimana nasib cinta Danu?


Di sisi lain, kehidupan Damar pun ditimpa kemalangan, kariernya sebagai pengacara handal tercederai oleh skandal akibat harus menangani kasus perceraian seorang artis muda yang cantik, Imelda Tanjung. Entah bagaimana terbangun kedekatan antara mereka berdua, namun masa lalu Damar yang kelam kembali datang. Membuat kabut yang tebal hingga mengancam karier bahkan kehidupan Damar.

Bagaimanakah nasib dua orang bersaudara ini? Di sisi lain, apa yang akan terjadi saat ayah mereka kembali datang pada mereka setelah selama ini mengabaikan Damar dan Danu? Bisakah mereka memaafkannya?

***

Novel ini tergolong padat dengan masalah yang melingkupi dua orang pria dengan usia yang berbeda dan masalahnya masing-masing. Danu dengan kehidupannya sebagai remaja yang disibukkan oleh persiapan ujian nasional. Damar dengan semua intrik kehidupan dan pekerjaan yang memaksanya mengambil keputusan yang sering kali menentang nuraninya.

Novel yang padat konflik dengan tidak ada tokoh yang sia-sia. Semua tokoh punya peranan yang penting dalam cerita. Dan membaca buku ini seperti sebuah bonus besar. Kita membaca satu buku tapi dapat dua cerita yang berjalan di jalurnya masing-masing namun saling terhubung.

Penokohannya pun kuat. Sosok Damar ditampilkan sebagai sosok yang abu-abu yang dibentuk oleh lingkungan. Sedangkan Danu cenderung terkesan lugu dan naif. Salah satu tokoh lain yang juga memberi kesan kuat adalah Imelda Tanjung. Penyebab sikapnya dan latar belakang kehidupannya jelas sehingga pembaca bisa memaklumi sikap dan pilihannya.

Hal yang sedikit mengganggu adalah karena cerita yang terlalu padat, di beberapa bagian malah terasa membosankan. Hal ini karena ada beberapa narasi panjang. Tapi tenang saja ini tidak akan banyak menganggu kenikmatan membaca.

Saya cukup suka dengan novel kedua karya Mbak Ria N. Badaria yang saya baca ini. Terima kasih, setelah ini jadi ingin mencicipi karya mbak yang lainnya.


2 komentar: