Kamis, 07 Januari 2016

The Stolen Years (+ Giveaway)



“Selembut apa pun suatu penolakan, tetap saja terasa menyakitkan.” (Hal. 241)


Penulis: Ba Yue Chang An
Penerjemah: Jeani Hidayat
Penyunting: M. Noviana
Proofreader: Dini Novita Sari
Cover Designer: Chyntia Yanetha
Ilustrasi isi: Frendy
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama, Januari 2016
Jumlah hal.: 348 halaman
ISBN: 978-602-7742-66-6

Benarkah waktu dapat mengikis perasaan cinta?

Hal terakhir yang diingat He Man adalah ia sedang berbulan madu dengan suaminya, Xie Yu. Namun, tiba-tiba gadis itu terbangun di rumah sakit dan sudah bercerai. He Man mengalami amnesia dan lupa akan lima tahun terakhirnya.

Ia tidak mengerti mengapa ia bisa bercerai dari Xie Yu padahal mereka saling mencintai. Ia tidak mengerti mengapa sahabatnya sekarang malah menjadi musuhnya. Ia tidak mengerti mengapa seakan semua orang membencinya.

Ketika He Man berusaha mengumpulkan kembali kenangan dan ingatannya, ia mulai menemukan hal-hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
***

“Setiap pasangan selalu menganggap cinta dari pihak mereka lebih besar dan lebih setia dibandingkan dengan cinta orang lain; cinta merekalah yang paling hebat, cinta yang mereka miliki adalah paling kompleks dan berharga.” (Hal. 252)

He Man terbangun di rumah sakit setelah koma selama sebulan lebih. Namun saat terbangun ia dihadapkan pada kenyataan bahwa apa yang ia yakini tidak sama dengan kenyataannya. Ia meyakini bahwa kecelakaan yang dialaminya terjadi saat ia berbulan madu dengan suami yang sangat dicintainya, Xie Yu. Namun kenyataannya, ia mengalami kecelakaan lalu lintas. Taksi yang ia tumpangi tertabrak. Kecelakaan yang dimaksud oleh He Man adalah kecelakaan yang terjadi lima tahun lalu.

Lelaki yang ia yakini sebagai suaminya kini telah berstatus sebagai mantan suami. Rumah yang diyakininya kini bukan lagi rumahnya. Ia malah tinggal di sebuah apartemen mewah seorang diri. Meninggalkan Xie Yu di rumah yang mereka tinggali bersama.

Kini, tertatih He Man harus menemukan kembali setiap keping ingatan yang hilang. Mengejar ketertinggalan lima tahun ingatannya. Belajar kembali tentang teknologi yang bekembang pesat dalam lima tahun. Menerima kenyataan bahwa Xie Yu yang ia cintai kini bukan lagi suaminya dan sudah memiliki kekasih yang jauh lebih muda darinya. Sahabatnya sejak SMA, Xiao Huan, kini tidak pernah lagi menghubunginya dan terkesan membencinya.

Apa yang sudah dilakukan oleh “He Man yang dilupakan” oleh He Man ini? Apa yang terjadi dalam lima tahun yang hilang itu?


“Mana mungkin ada suami-istri yang tidak pernah bertengkar? Semakin sering berlibur, akan semakin sering terjadi pertengkaran.” (Hal. 12)

***

“Waktu tidak bisa menariknya maju ke masa depan, jadi ia ditelantarkan di masa lalu.” (Hal. 32)

Saat membaca halaman pertama setelah halaman identitas buku, pembaca akan disuguhi informasi bahwa novel Stoleh Years ini telah difilmkan. Bahkan pengantarnya memberi kita informasi bahwa novel ini adalah adaptasi dari film, bukan sebaliknya. Dan ini membuat saya semakin penasaran untuk membaca novelnya kemudian memburu filmnya untuk ditonton. Selalu ada sensasi yang berbeda saat membaca dan menonton film meski ceritanya sama.

Ok, lanjut ke novel Stolen Years ini. Ide ceritanya benar-benar menarik. Kesannya klise, tapi eksekusinya sangat bagus. Saya suka adegan di BAB 5 tentang lolipop itu. Penggambaran adegannya jelas dan menarik sekaligus bermakna. Itu berhasil menggambarkan perasaan He Man dan dengan segera membuat Xie Yu mengerti apa yang ia rasakan tentang kejadian hilang ingatan ini.

Saya sebenarnya berkali-kali mengecek sampul depan dan belakang novel ini untuk memastikan apakah novel ini diberi label dewasa. Karena sejujurnya menurut saya novel ini memiliki konflik yang sangat dewasa. Pernikahan, perceraian, dan semua kisah tentang cinta yang terkikis ini menurutku lebih cocok jika dibaca oleh pembaca Dewasa. Young Adult ataupun Adult

Selain itu, kisah di dalam novel Stolen Years ini sesungguhnya menyuguhkan kisah percintaan dan kehidupan pernikahan. Tentang cinta yang lambat laun akan berkurang, menghilang dan bahkan bisa jadi berubah bentuk menjadi siksaan jika tidak berusaha dipelihara. Bahwa dalam rumah tangga kedua belah pihak harus mau berkompromi dan saling mendukung bukannya saling membalas sikap pasangan. Pesan pesan ini tersampaikan dengan baik dalam novel ini.

Sayangnya, endingnya terkesan terlalu jahat dengan menambahkan penderitaan tambahan bagi He Man. Seolah hilang ingatan yang ia alami belum cukup.

Namun, pada dasarnya saya suka dengan novel ini. Membacanya menyegarkan dan di beberapa bagian membuat senyum saya terkembang. Dan banyak adegan yang bermakna. Membuat perempuan yang sudah menikah seperti saya pun mengangguk setuju :)


“Mungkin mereka tidak menyadari pentingnya ucapan-ucapan manis tersebut. Jika setiap hari mengurangi satu ucapan yang manis, kian hari ucapan-ucapan romantis di antara pasangan itu semakin berkurang dan pada akhirnya hubungan mereka kandas tak berbekas.” (Hal. 64)

***

“Manusia tak akan bisa menang melawan waktu.” (Hal. 108)

Seperti yang saya ungkapkan di twitter bahwa di bulan Januari, tema postingan di blog saya adalah tentang Masa Lalu. Kita belajar bahwa masa lalu sekali pun menyakitkan ia tetap berharga. Ia ikut membentuk diri kita hari ini.

Meskipun dalam novel ini, masa lalu yang berusaha diingat oleh He Man bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Sebab jauh di dalam hatinya ia semakin membenci sosok “He Man yang ia lupakan”. Ia bingung mengapa dirinya betah membiarkan dirinya sendirian. Namun upaya He Man untuk mendapatkan masa lalunya yang hilang membawa berkah bagi masa depannya. Membuatnya kembali menemukan cinta sejatinya. Juga membuat He Man semakin menyadari bahwa setelah mendapatkan kesempatan kedua ia harus berjuang sekuat tenaga menjaga apa yang telah ia miliki.

“Barapa banyakkah hubungan yang kandas karena keegoisan, dan berapa banyakkah cinta yang memudar karena kerakusan?” (Hal. 143)

***
“Menurutnya, seseorang harus berani mengutarakan perasaannya, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.” (Hal. 233)


Nah, sekarang waktunya Giveaway. Sudah ada 1 novel The Stolen Years yang disediakan Penerbit Haru untuk kamu, Readers. Mau jadi yang beruntung? Caranya mudah kok.
1. Jawab pertanyaan ini di kolom komentar
"Jika kamu punya kesempatan memperbaiki masa lalumu, apa yang akan kamu lakukan?"
Jangan lupa sertakan data diri berupa nama, akun twitter atau akun instagram, dan email kamu.

2. Share giveaway ini dengan ketentuan berikut:

Via Twitter: follow akun twitter @penerbitharu dan @atriasartika. Kemudian share link Giveway ini dengan hashtag #StolenYears dan mention kedua akun tadi.
Via Instagram: follow akun instgram @penerbitharu dan @atriasartika. Repost banner atau e-poster Giveaway #StolenYears yang ada di akun @atriasartika. Sertakan link blogpost ini dalam caption. Tag saya dan @penerbitharu ya :)

3. Giveaway ini hanya berlangsung dari tanggal 27 – 29 Januari 2016

4. Giveaway ini hanya untuk yang berdomisili di Indonesia

5. Pengumuman pemenang akan saya posting di twitter dan akan saya update di postingan ini paling lambat 1 minggu setelah giveaway ditutup.

Semoga beruntung ya, Readers :)
 
“... ia menyadari kalau cinta adalah sesuatu yang sama dengan makanan – harus dicicipi secara perlahan-lahan.” (Hal. 253)
***
“Aku hanya merasa kalau cinta adalah sebuah masalah yang sederhana. Aku tidak bisa meninggalkannya, tidak bisa melepaskannya, ...” (Hal. 333)

25 komentar:

  1. Jika aku diberikan kesempatan, aku ingin memperbaiki kesalahanku pada orang tua saat masih remaja tepatnya saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Aku menginginkan kebebasan, tapi aku juga yang mengecewakan mereka, begitulah awal permasalahannya.

    sebenarnya kedua orang tuaku adalah orang-orang yang baik, terlalu baik malah untuk memiliki seorang anak sepertiku. Awalnya mereka berdua sudah berusaha mengingatkanku tentang masa muda yang sebenarnya tidak seindah yang diceritakan orang, dan aku mengerti. Tapi salahkah kalau aku menganggap mereka terlalu protektif dan menganggap aku kekanak-kanakan?

    Ya, seringkalinya aku terlihat kekanak-kanakan dan seperti terjebak dalam mimpi-mipi yang tidak rasional. Tapi suka menulis, suka sekali. Seolah bersamanya aku dapat menemukan kebahagiaanku, melepaskan mimpi-mipi yang berkeliaran dalam anganku. Tapi mereka beranggapan penulis tidak akan membuatku kaya, membuatku menaklukan dunia. Hanya dengan menjadi orang-orang yang bekerja di bank dan berjas kantoran yang bisa menghadapi kerasnya dunia. Selalu bahagia dan memiliki apapun yang diinginkan,
    *Ku kira aku tidak perlu memperpanjang kata, nanti malah jadi curhat ya :)

    Intinya, jika aku bisa kembali ke masa lalu. Orang tuaku lah yang akan jadi tempat pertama yang kutuju. Aku akan berusaha meyakinkan mereka bahwa mimpi bukan sekedar angan. Meyakinkan mereka bahwa aku akan tumbuh dewasa dan membahagiakan mereka kelak dengan caraku sendiri. Aku juga akn merubah sikap ketus atau perkataan kasarku pada mereka.

    Athaya Irf.
    @Jeruknipisanget
    athaya.irfan97@gmail.com

    BalasHapus
  2. "Jika kamu punya
    kesempatan
    memperbaiki masa
    lalumu, apa yang
    akan kamu
    lakukan?"

    jawaban : yang akan aku lakukan adalah menikmati semua perjalanan kehidupanku di masa lalu itu, karena aku tahu di masa depan nantinya seperti apa, jadi aku enggak akan terlalu baper menjalani semuanya seperti dulu. :D Tapi sepertinya nggak seru ya kalau kita tahu apa yang terjadi di masa depan, saat menjalani masa lalu. Walaupun ada satu hal yg aku ingin perbaiki di masa laluku tapi kalau di pikir lagi, misal aku melakukan perubahan di masa laluku apakah saat ini di kehidupanku, akan tetap seperti ini atau akan berubah juga.

    Emma| @EmmaNoer22 | @amrelisha@gmail.com

    BalasHapus
  3. Manusia tidak perlu selalu menghidupkan penyesalan kan? >_<
    Sejak beberapa tahun lalu aku gak merasa perlu menyesal karena memang semua udah lewat. Tapi kalau memang ada yang bisa bawa aku ke masa lalu, aku pengen jadi anak yang baik. Masa emak bapak harus punya anak pertama yang nakalnya kelewatan banget sih. Padahal lagi, waktu itu masih unyu unyu banget. Kejam banget kan aku? Harusnya kalo masih kecil ya diam manis aja, tapi aku dulu nakal banget, pengen deh balik lagi trus jadi anak yang baik gitu:" biar mereka gak pusing mulu

    Fitra Aulianty
    @fira_yoopies
    fitra.aulianty@gmail.com

    BalasHapus
  4. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    e-mail : Kazuhanael_ratna@yahoo.co.id

    "Jika kamu punya kesempatan memperbaiki masa lalumu, apa yang akan kamu lakukan?"

    Kalau boleh jujur, menyesali masa lalu itu tidak baik. Karena bagiku sendiri masa lalu itu sebagai bahan pelajaran untuk terus memperbaiki diri. Tapi jika mungkin bisa memperbaiki masalalu, mungkin aku akan mencoba memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar apa yang kulakukan tidak sia-sia. Menjadi seorang yang disiplin gitu.

    BalasHapus
  5. Jika saya punya kesempatan memperbaiki masa lalu, yang akan saya lakukan adalah memperbaiki ketaatan saya kepada-Nya ,karena dulu saya mungkin jauh dari kata taat kepada-Nya masih sering berbuat khilaf bahkan sampai menyeplekan ilmu agama... Namun biarlah masa lalu itu sebagai pembelajaran kedepanya, selagi masih bernyawa selagi itulah kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi insan yang lebih baik dengan berusaha berhijrah menjadi muslimah yang lebih taat lagi kepada-Nya..seperti kutipan menarik dari joyce meyer "Our past experiance may have made us the way we are but we dont have to stay that way " :)

    Riamonica
    @Riamonic23
    monicamonn17@gmail.com

    BalasHapus
  6. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Email : sofhyhaisyah28@gmail.com

    "Jika kamu punya kesempatan memperbaiki masa lalumu, apa yang akan kamu lakukan?"

    Aku ingin kembali di SD kelas 4, dimana seingatku merupakan masa saat mataku mulai agak kabur karena miopi. Waktu SD dulu (yang jelas sudah mahir membaca) aku memang sudah mulai hoby mmebaca buku. Saking hobby-nya membaca di ruang yang tidak cukup cahaya dan membaca sambil tiduran pun sering aku lakukan. Imbasnya, mataku pun mulai kabur.

    Ironisnya lagi, mata kabur ku itu aku tidak pernah bilang sama orangtua. Jadi bagi mereka, aku terlihat tumbuh menjadi anak yang sehat. Padahal, mataku sudah kabur dan parahnya meskipun aku sudah duduk di deretan bangku depan, tetap saja tulisan di papan tulis seperti titik-titik semut hitam saja. Keadaan itu pun berlangsung sampai aku lulus SMA.

    Barulah pas masuk kuliah, aku beranikan diri minta ke orangtua buat antar periksa mata. Hasilnya, dokter bilang miopiku sudah cukup parah karena sudah lewat minus 4.

    Andai, bisa memperbaiki masa lalu, masa saat mataku mulai terasa kabur itu yang ingin aku perbaiki. Aku harusnya nggak perlu takut buat periksa mata dan malu menerima fakta harus pakai kacamata di usia yang masih kecil.

    BalasHapus
  7. Nama: ayu firda
    Twitter: @marizcaa_
    Email: ayumarisca99@ymail.com

    Jika ada kesempatan untuk memperbaiki sesuatu di masa lalu aku ingin mengatakan kepadanya kelak jika kita bertemu lagi di masa mendatang, aku ingin melihatmu kembali menjadi pribadi yg baik seperti cerita sahabatku yg sempat mengenalmu waktu SMA.

    BalasHapus
  8. Jika aku diberi kesempatan untuk memperbaiki masa lalu, aku tidak akan menyia-nyiakan waktu dan uang. Kedua hal itu sangat berharga bagiku, dan akhirnya itulah yang menjadi bumerang saat ini kepadaku.
    Nama : Tasya
    Akun twitter : @tasyaamanda95
    E-mail : tasyamanda9525@gmail.com

    BalasHapus
  9. Nama : Neni Arwanda
    Twitter : @neniarwanda95
    Email : neniarwanda@yahoo.co.id

    Jika kamu punya kesempatan memperbaiki masa lalumu, apa yang akan kamu lakukan?

    Jika boleh, aku ingin mengatakan bahwa ada banyak hal yang ingin aku perbaiki dimasa lalu yang sebagian kecilnya adalah tentang ketaatan, berbakti, menghargai, menyayangi dan mencintai. Entahlah, terkadang terlalu banyak andaikan jika kita terlempar pada ingatan tentang masalalu. Tapi bukankah masalalu adalah bagian dari kehidupan kita sendiri, dia yang membentuk diri kita sehingga bisa menjadi seperti sekarang ini. Namun, seandainya bisa terlempar pada masa lalu itu, aku hanya ingin memperbaiki diri mengulang jalan untuk mencapai mimpi. Bukannya aku belum puas dengan keberhasilanku sekarang, akan tetapi aku merasa telah salah jalan dan sulit untuk berbalik arah.

    BalasHapus
  10. Nama : Daivara Rezuki Wijaya
    Twitter : @aulyarzky
    Email : dairezuki@gmail.com

    "Jika kamu punya kesempatan memperbaiki masa lalumu, apa yang akan kamu lakukan?"

    Jika aku punya kesempatan untuk memperbaiki masa laluku, hal yang paling utama yang akan ku lakukan adalah rajin belajar. Aku bukanlah seseorang yang mampu memanfaatkan waktu sebaik mungkin, aku juga bukan sosok yang hobi membaca buku pelajaran dan mungkin aku sangat anti membuka buku walaupun sejuta ilmu yang ada di dalamnya. Aku hanya menghabiskan waktuku untuk membaca novel, mendengarkan musik, menonton film dan akhirnya nilai-nilai di sekolahku menurun. Aku sempat beberapa kali di ancam tidak naik kelas bahkan karena nilaiku yang sangat memprihatinkan akhirnya aku di ancam DO. Awalnya aku tidak peduli, aku juga malas untuk bersekolah hingga ibuku jatuh sakit, entah ini suratan takdir atau memang karena beliau tak sanggup melihat kelakuan anak semata wayangnya yang benar-benar keterlaluan.

    Akhirnya aku mulai sadar dan berusaha untuk membuka buku-buku kusam yang menurutku tak enak di pandang ataupun di sentuh. Aku mulai rajin belajar, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ibuku, apakah penyakitnya berbahaya? Karena selama 1 tahun beliau hanya bisa berdiam diri di kasurnya.

    Ada rasa penyesalan dan sakit di hatiku tapi ketika aku ingin memperlihatkan kepadanya, bahwa aku tidak bodoh, aku bisa menjadi seseorang yang membanggakan. Di saat itu pula beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Sedih, kesal, menyesal, dan marah selalu bergejolak di hatiku, perasaan benci terhadap diriku sendiri selalu mengantui setiap langkahku. Menangis seakan tak bisa menggantikan rasa sedihku. Penyesalan yang membuatku selalu ingin belajar, belajar dan belajar. Seakan hidup hanya untuk belajar. Seandainya sedari dulu aku rajin belajar, membaca buku, seharusnya aku tahu apa yang terjadi pada ibuku, bagaimana cara mengobatinya dan merawatnya. Seandainya aku menjadi anak yang dapat membanggakan orang tuanya, bukan menjadi anak yang selalu membuat malu. Andaikan waktu bisa di putar, aku ingin menjadi anak yang cerdas, membanggakan kedua orang tuaku melalui prestasi, bukan menjadi sosok yang hanya bisa meminta uang jajan untuk berangkat ke sekolah padahal di sekolah pun tidak benar-benar menuntut ilmu. Sekian, terima kasih:)

    BalasHapus
  11. Nama : Daivara Rezuki Wijaya
    Twitter : @aulyarzky
    Email : dairezuki@gmail.com

    "Jika kamu punya kesempatan memperbaiki masa lalumu, apa yang akan kamu lakukan?"

    Jika aku punya kesempatan untuk memperbaiki masa laluku, hal yang paling utama yang akan ku lakukan adalah rajin belajar. Aku bukanlah seseorang yang mampu memanfaatkan waktu sebaik mungkin, aku juga bukan sosok yang hobi membaca buku pelajaran dan mungkin aku sangat anti membuka buku walaupun sejuta ilmu yang ada di dalamnya. Aku hanya menghabiskan waktuku untuk membaca novel, mendengarkan musik, menonton film dan akhirnya nilai-nilai di sekolahku menurun. Aku sempat beberapa kali di ancam tidak naik kelas bahkan karena nilaiku yang sangat memprihatinkan akhirnya aku di ancam DO. Awalnya aku tidak peduli, aku juga malas untuk bersekolah hingga ibuku jatuh sakit, entah ini suratan takdir atau memang karena beliau tak sanggup melihat kelakuan anak semata wayangnya yang benar-benar keterlaluan.

    Akhirnya aku mulai sadar dan berusaha untuk membuka buku-buku kusam yang menurutku tak enak di pandang ataupun di sentuh. Aku mulai rajin belajar, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ibuku, apakah penyakitnya berbahaya? Karena selama 1 tahun beliau hanya bisa berdiam diri di kasurnya.

    Ada rasa penyesalan dan sakit di hatiku tapi ketika aku ingin memperlihatkan kepadanya, bahwa aku tidak bodoh, aku bisa menjadi seseorang yang membanggakan. Di saat itu pula beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Sedih, kesal, menyesal, dan marah selalu bergejolak di hatiku, perasaan benci terhadap diriku sendiri selalu mengantui setiap langkahku. Menangis seakan tak bisa menggantikan rasa sedihku. Penyesalan yang membuatku selalu ingin belajar, belajar dan belajar. Seakan hidup hanya untuk belajar. Seandainya sedari dulu aku rajin belajar, membaca buku, seharusnya aku tahu apa yang terjadi pada ibuku, bagaimana cara mengobatinya dan merawatnya. Seandainya aku menjadi anak yang dapat membanggakan orang tuanya, bukan menjadi anak yang selalu membuat malu. Andaikan waktu bisa di putar, aku ingin menjadi anak yang cerdas, membanggakan kedua orang tuaku melalui prestasi, bukan menjadi sosok yang hanya bisa meminta uang jajan untuk berangkat ke sekolah padahal di sekolah pun tidak benar-benar menuntut ilmu. Sekian, terima kasih:)

    BalasHapus
  12. "Jika kamu punya kesempatan memperbaiki masa lalumu, apa yang akan kamu lakukan?"

    Tak ada yang harus disesali mengenai masa lalu, karena seburuk apa pun itu, thats the way who made us, jalan itu adalah jalan yang terbaik oleh Allah.

    Tapi jika ditanya

    Aku ingin kembali ke saat aku menerima tawaran sahabatku berkenalan dengannya.

    Dan aku akan berbalik menolaknya. Karena mungkin saat itu semuanya masih terasa sama, kejadian yang memalukan tak perlu terjadi, kesalahan-kesalahan besar pun tak perlu kualami, dan aku masih bisa menahan gejolak perasaanku yang merusak.

    Nama : Firza Azkiah
    Email : firzaazkiah1@gmail.com
    Uname Twitter : @fazkiah

    BalasHapus
  13. Nama : Faiz Istighfara
    Twitter : @lisyaann
    Email : faiz.istighfara@gmail.com

    "Jika kamu punya kesempatan memperbaiki masa lalumu, apa yang akan kamu lakukan?"

    Sejujurnya, kalau bisa, banyak sekali yang ingin kuperbaiki di masa lalu. Yang paling ingin kuperbaiki yaitu, pilihan sekolah yg akan kumasuki. Sekarang aku bersekolah di salah satu SMA favorit di daerahku. Tapi aku ingin seklai pindah dari sini. Bukan karena tak mensyukurinya, namun ada satu hal tak terduga yg sebelumnya tak pernah ku prediksikan. Letak sekolah ku yang bersebelahan dengan kuburan, membuatku sangat.. sangat.. sangat tidak nyaman. Ada sesuatu hal disana. Tapi sepertinya aku harus rela menghabiskan 2 tahunku kedepan disana. Lagipula tidak mungkin aku pindah dari sana. Jadi hidup harus berjalan maju. Tidak ada yang perlu diperbaiki dimasa lalu, jalani saja, seburuk apapun itu. Karena waktu yg terpenting adalah sekarang, jadi yg harus diperbaiki adalah saat ini. Bukan masa lalu. "If Cinderella looked back and comeback for her shoe, she never be a princess - Kierra Cass"

    BalasHapus
  14. Khoyul
    @JKhoyul
    jukhoyul@gmail.com


    Aku tidak akan mengubah masa laluku, dijadikan acuan saja untuk membuat masa berikutnya jadi lebih baik.
    Buat hidup sesejahtera mungkin agar bisa dibandingkan dengan masa lalu, dan kita akan tahu masa telah berubah seiring berjalannya waktu.

    Tidak perlu muluk-muluk menjelajah waktu untuk mengubah masa lalu kan?

    BalasHapus
  15. Nama: Wika Agustina
    Twitter: @agstnwika
    Email: wikaagustina22@yahoo.com

    Jika diberi kesempatan untuk memperbaiki masa lalu. Saya ingin kembali dekat kembali dengan teman saya, tepatnya teman sebangku saya sewaktu SMA dulu. Ceritanya saya dekat dengan teman yg lain dan karena kedekatan kami itu membuat saya jauh dengan teman sebangku saya itu. Dan singkat cerita hubungan kami rusak, kami bertengkar karena aku semakin dekat dengan teman baruku. Aku tidak ada maksud menjauhi dia dan mungkin dia yg merasa jauh karena aku selalu berusaha mengajaknya bersama setiap waktu istiraha tapi dia yg bersikap seperti menjauhi saya. Sekarang saya sudah kuliah. Hubungan saya dengan teman sebangku saya itu sudah membaik karena pada saat hari perpisahan sekolah kami berbaikan. Namun teman baru saya itu sekarang malah menjauhi saya. Dia sudah bekerja disebuah kantor kejaksaan dan sudah memiliki teman baru yg lebih pas dengan dia ketimbang saya. Jika waktu bisa diputar, sata ingin waktu itu saya tidak dekat dengan teman bru saya itu dan tetap bersama dengan teman sebangku saya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Namun meskipun begitu, hubungan saya dengan teman sebangku saya itu tetap harmonis hingga sekarang. Dan saat ini saya juga sudah memiliki sahabat yg sudah saya anggap seperti saudara dan adik saya sendiri. Dan kejadian lalu tidak akan pernah saya biarkan terjadi kembali.

    BalasHapus
  16. Nama : Siti Nuryanti
    Twitter : @NelyRyanti
    email : sitinuryanti@yahoo.com

    Jika berkesempatan memperbaiki masa lalu, saya ingin mempunyai hobi membaca buku sejak balita, sejak saya pertama mengenal bacaan. Seandainya saya dari kecil sudah suka membaca, pasti banyak hal yang dapat kupelajari di dunia ini. Saya baru suka membaca dan mengoleksi buku-buku bacaan beberapa tahun belakangan ini, ketika usia saya hampir kepala empat.Dan dari membaca buku ini makin membuatku merasa bodoh dan merasa hanya butiran debu bandingkan dengan isi dunia ini. Saya membayangkan apabila saya sudah sejak kecil membaca buku, mungkin sangat banyak buku yang ku koleksi dan dapat dibaca ulang di kemudian hari. Dan dengan pengetahuan yang banyak kuserap dari membaca buku dapat disalurkan ke orang lain, mungkin dapat menjadi penulis :)
    Tetapi saya tidak pernah menyesali masa lalu yang telah terjadi, karena segala sesuatu telah di atur dan saya yakin Tuhan tahu apa yang terbaik buat hambaNYA

    BalasHapus
  17. Jika kamu punya kesempatan memperbaiki masa lalumu, apa yang akan kamu lakukan?"

    Jawaban:

    Banyak. Jujur, begitu banyak penyesalan atas kejadian masa lalu yang selalu buatku berpikir, seandainya masa lalu bisa ulang. Yang pertama aku yg aku mau perbaiki yaitu saat masa sekolah. Aku akan belajar lebih giat. Mendapat beasiswa agar bisa bisa kuliah diluar kota bahkan luar negeri. Sekarang kalo liat berita ttg anak2 kuliah di luar negeri gitu, rasanya ngiri bgt. Andai waktu bisa dputar lagi, pasti aku gak akan sia2in.

    Tapi, kenyataannya masa lalu memang gak bisa diulang. Penyesalan memang ada dan wajar selalu dtg terlambat. Terlepas dari itu semua, aku tetap bersyukur atas segala yg terjadi di hidupku. Dan selalu berusaha menjalaninya dgn baik serta melakukan yang terbaik.

    Nama:Kiki Suarni
    Twitter: @Kimol12
    Email: kikisuarni616@yahoo.com

    Terima kasih.

    BalasHapus
  18. Kalau ditanya apa yang ingin diperbaiki... banyak! Tapi kemudian setelah dipikir ulang, tak ada yang akhirnya akan saya perbaiki, karena semua yang terjadi di masa lalu memiliki alasan tersendiri untuk terjadi dan semua itulah yang menjadikan saya seperti sekarang ini. Yang perlu saya lakukan sekarang adalah menjadi diri saya yang lebih baik, dan menjadikan masa lalu sebagai pijakan atau pelajaran.

    Inge,
    @noninge
    n0n1n9e@gmail.com

    BalasHapus
  19. "Jika kamu punya kesempatan memperbaiki masa lalumu, apa yang akan
    kamu lakukan?"

    Mungkin aku akan membalas pesan sahabat yang tidak pernah kutemui.
    Kalau dulu aku membalasnya mungkin aku tidak akan kehilangannya. Saat ini aku tidak bisa menghubunginya lagi sebab aku tidak tau satupun kontaknya.

    Nama: Rizkiana Hidayati
    Twitter: @rizkhdyt8
    Email: rhimawari88@gmail.com

    BalasHapus
  20. "Jika kamu punya kesempatan memperbaiki masa lalumu, apa yang akan kamu lakukan?"

    Aku ingin memperbaiki kenanganku bersama kakek, lebih banyak menghabiskan waktu dengannya. Kakek meninggal akhir tahun kemarin. Ingin lebih sering mengajak beliau jalan-jalan pagi seperti ceritanya, kebiasaan kakek saat muda adalah jalan-jalan setelah subuh.
    Dan tentunya aku ingin mendengar kembali kisah-kisah perjuangan rakyat Indonesia dari mulut kakek, saat perang, saat harus bersembunyi di bawah kolong tempat tidur ketika tentara Jepang mengintai rumah. Hingga sampai Indonesia merdeka, kakek hapal betul kisahnya..
    Ingin rasanya menyenangkan hati beliau meskipun cuma hal kecil yang bisa ku lakukan.
    Semoga kakek ditempatkan di sisi Tuhan. Amin

    Trimakasi kak.

    Estiy
    @estiyuliastri
    estiyuliastri@gmail.com

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. "Jika kamu punya kesempatan memperbaiki masa lalumu, apa yang akan kamu lakukan?"

    Sepertinya saya nggak akan melakukan apa-apa karena belum tentu jika saya bisa memperbaikinya, hasilnya keluar seperti yang saya mau. Saya jadi keinget film Butterfly Effect, tokoh utamanya bisa kembali masa lalu, ingin memperbaiki hal-hal yang menurutnya pahit baginya, tapi hasilnya selalu nggak sesuai dengan apa yang dia mau.

    Bagi saya masa lalu yang buruk itu bukan sekadar penyesalan, tapi juga bisa menjadi pembelajaran untuk di masa depan. Sering banget di masa depan kita akan mengalami masalah yang sama, namun karena bisa berkaca pada masa lalu, kita bisa mengambil langkah yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

    Bukankah ini kelebihan manusia? Mereka tetap bisa memandang ke depan dengan luka masa lalu yang mendarah daging di tubuhnya. Karena hal itulah yang membuat manusia menjadi sosok yang tegar.

    Nama - Pretty Angelia Wuisan
    Twitter & Instagram - @prettywuisan
    Email - pretty.angel1901@gmail.com

    BalasHapus
  23. Jika kamu punya kesempatan memperbaiki masa lalumu, apa yang akan kamu lakukan???

    Jawaban:
    Saya akan bertanya pada diri saya sendiri. Apakah ada yg salah dg masa lalu??? Sehingga perlu diperbaiki. Bukankah waktu memang begitu. Suka seenaknya sendiri, dan tega membiarkan harapan dan cita-cita kita hanya menetap di angan-angan.

    Tapi bagi saya, masa lalu hanyalah sebuah catatan lama. Yang mana catatan itu hanya perlu dibaca, bukan ditulis ulang.

    Nama: Afif Rohman
    Twitter: @_Afif_Rohman
    Email: rohmanafif212@gmail.com

    BalasHapus
  24. Nama : Shiela Hartiningtyas
    Twitter :@ruth_shiela
    Email : yskasim@gmail.com

    Jawaban : Tentu saja aku akan memanfaatkan kesempatan tersebut.
    Ada pepatah yang mengatakan, jangan menyia-nyiakan kesempatan yang datang kepadamu, karena kesempatan itu tidaklah datang dua kali.
    Oleh karena itu, ketika ada kesempatan untuk memperbaiki masa laluku, tentu saja aku akan mengambilnya.
    Kesempatan itu akan aku gunakan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah aku lakukan sebelumnya, juga untuk melakukan hal-hal yang belum pernah aku lakukan sebelumnya.
    Kesalahan-kesalahan yang aku rasakan seperti kurang berbakti kepada orang tua, sering bandel dan tidak pernah mendengarkan nasehat mereka, juga kurang giat belajar saat sekolah dulu sehingga tidak bisa masuk jurusan yang aku idam-idamkan, merupakan sebagian kesalahan yang ingin aku perbaiki.
    Lalu juga melakukan hal-hal yang dulu belum sempat aku lakukan/terlewatkan untuk dilakukan seperti mendekati cowok yang aku suka ketika SMA dulu, datang ke konsernya F4 ketika mereka konser di Jakarta saat sedang booming-boomingnya
    serial Meteor Garden (ugh, nyesel banget sampe sekarang waktu itu ga bisa datang ke konser mereka. Ternyata mereka hanya datang sekali itu saja ke Jakarta.>_<), juga menyimpan dengan baik koleksi-koleksi komikku yang berharga (yang karena keteledoranku sehingga membuat beberapa buku menjadi hilang saat pindahan rumah dulu).
    Ah, alangkah indahnya jika kesempatan itu memang datang kepada kita...

    BalasHapus
  25. Hary Gimulya
    Twitter : @angels_rutherfo
    Email : harygimulya@gmail.com

    Ketika menyebut kalimat kembali ke masa lalu, pasti semua setuju kan, bahwa ini terkait dengan memperbaiki kesalahan.
    Sudah banyak sekali film maupun novel yang membahas tentang hal ini dan mengatakan bahwa tokoh utamanya kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukannya.
    Namun rasanya banyak sekali kesalahan-kesalahan yang ingin diubah. Bahkan mungkin jika dipikirkan pun rasanya tidak muat di otak kita.
    Oleh karena itu hal pertama yang aku lakukan ketika datang tawaran untuk kembali ke masa lalu adalah membuat daftar hal-hal apa saja yang ingin aku ubah di masa lalu.
    Kalau sudah dibuat daftar kan jadi enak. Sehingga ketika hal itu benar-benar terjadi, aku sudah punya planning apa saja yang ingin aku lakukan di masa lalu tersebut.
    Tapi harus diperhatikan juga, bahwa ketika mengubah sesuatu di masa lalu, bisa jadi masa depanmu juga akan berubah.
    So, kesempatan ini harus dipergunakan sebijak mungkin.;)

    BalasHapus