Senin, 11 Januari 2016

Let Me Be With You



“Laki – laki tidak akan pernah mengerti apa yang kaum kami pikirkan, walaupun selama ini mereka mengaku mengerti” ( Hal. 45)


Penulis: Ria N. Badaria
Editor: Nuriyah Amalia
Desain cover: Marcel A. W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: pertama, 2015
Jumlah hal.: 325 halaman
ISBN: 978-602-03-1326-9

Tidak tahan karena terus didesak menikah oleh keluarganya, Kinanti akhirnya menerima ide gila Rivan Arya, sahabat kakaknya yang telah ia kenal sejak SMA. Mereka akan menerima perjodohan yang diatur tersebut, menikah, dan tinggal bersama demi menyenangkan keluarga sambil menjalani aktivitas masing – masing. Tetapi, bila suatu saat salah satu pihak terganggu dan merasa tidak cocok bersama, mereka akan bercerai baik – baik.

Tak disangka, perjodohan bisa juga menyenangkan. Kebersamaan yang mulanya kaku dan canggung, perlahan mulai menumbuhkan perasaan nyaman, sayang, dan saling membutuhkan kehadiran masing – masing.

Namun sayangnya, bayang kelam masa lalu terus mengendap – endap mengikuti. Satu demi satu rahasia yang disembunyikan Rivan terancam menghancurkan keping-keping perasaan cinta yang pelan – pelan Kinanti serahkan untuk pria itu. Akankah mereka terus bersama, atau berakhir seperti kisah – kisah yang ditulis Rivan Arya, sang penulis novel best seller itu? Terpaksa mengakui bahwa cinta adalah rasa yang selalu mengguratkan luka dan menyisakan air mata.
***

“Ya, tertawalah, laki – laki memang tidak punya perasaan seperti wanita, mereka diberkahi ketidakpekaan yang membuat mereka tidak perlu terbebani perasaan – perasaan konyol seperti ini.” (Hal. 188)

Novel ini bercerita tentang kehidupan Kinanti. Perempuan yang menyimpan luka masa lalu yang membuatnya tidak lagi begitu merisaukan masalah pernikahan. Kehilangan orang yang dicintai untuk selamanya tentu sulit dihadapi. Kepergian Dimas membuat Kinanti menutup diri dari cinta. Bagaimana mau membuka diri jika Kinanti masih belum mampu melupakan Dimas.

Sayangnya, keluarga besarnya merasa bahwa Kinanti sudah terlalu lama membiarkan dirinya bersedih atas kepergian Dimas. Mengingat usia Kinanti yang semakin bertambah, keluarga mulai risau dan semakin sering menanyakan pertanyaan maut yang ditakutkan para jomblo, “Kapan nikah?”. Kinanti sebenarnya tidak memusingkan hal itu. Yang mengganggunya adalah perasaan Bunda. Bunda yang ingin melihat Kinanti menikah.

Maka saat Bunda dan kakaknya, Mas  Harlan, sibuk mendekatkannya dengan Rivan Arya, maka Kinanti pun sulit untuk menolak. Ia memahami motivasi mereka. Namun ia pun bingung dengan sikap Rivan yang seolah tidak menolak dijodoh-jodohkan dengannya. Bahkan Rivan dengan logis mengajak Kinanti menikah. Ya, mereka memustukan menikah demi kebahagiaan semua orang dan dengan pertimbanyak logika bukan perasaan mereka masing – masing.

Kira – kira bagaimana rumah tangga Kinanti dan Rivan nantinya? Akankah mereka bisa menemukan bahagia? Apakah rasa nyaman saja, tanpa cinta, cukup untuk membangun rumah tangga?

Bagaimana rumah tangga Kinanti dan Rivan yang di tengahnya hadir Sherly? Sherly adalah sahabat Rivan. Orang terdekat Rivan sekaligus partner kerjanya. Kinanti selalu merasa bahwa mereka berdua “terlalu dekat”. Dan kemudian hadir pula Rino. Rino adalah aggota baru dalam tim kerja Kinanti di kantor. Rino sering mengingatkan Kinanti pada Dimas.

Bisakah Kinanti dan Rivan meraih kebahagiaan mereka? Dengan atau tanpa pernikahan yang mengikat mereka?

***

“Aku mencintainyam karena itu aku nggak ingin meninggalkan kesedihan untuknya.” ( Hal. 266)

Saat melihat buku ini terdisplay dengan manisnya di toko buku saya sudah naksir berat. Alhamdulillah, ternyata dikasih rezeki yang menyenangkan oleh Allah. Berkesempatan berkenalan dengan penulisnya dan dihadiahi buku ini langsung dari beliau.

Membaca novel Let Me Be With You menambah daftar novel dengan tokoh di novel yang berprofesi sebagai penulis. Ya, tokoh utama di novel ini, Rivan Arya, berprofesi sebagai penulis novel yang berhasil jadi best seller. Judul bukunya Nothing Hurt Like Love. Di dalam novel ini digambarkan kehidupan Rivan dan juga kebiasaannya terkait profesinya sebagai penulis. Ia pun digambarkan sedang merintis usaha penerbitan buku bersama Sherly.

Premis cerita novel ini menarik. Konflik yang terbangun pun menarik. Semua tokoh di dalam novel ini memberi warna dalam cerita. Bunda, Mas Harlan, Sherly, hingga sahabat Kinanti yang bernama Dina. Sayangnya, yang kurang dieksplor oleh penulis adalah kenangan Kinanti dengan Dimas. Masa lalu Kinanti dan Dimas ini lebih terkesan sebagai tempelan, padahal ia menjadi salah satu alasan utama kenapa Kinanti tetap sendiri dan akhirnya memutuskan menikah dengan Rivan.

Selain itu, tokoh Rino sebenarnya menarik. Sayangnya penggambaran awal tentang Rino yang mengingatkan Kinanti pada Dimas terasa tidak konsisen dan kurang kuat. Ini juga bisa jadi karena kurangnya penggambaran tentang hubungan Dimas dan Kinanti di masa lalu. Flashback tentang Dimas dan Kinanti bisa disisipkan sedikit. He..he.. *ini sih maumu, Tria* :D

Ceritanya padat, terutama dengan hadirnya konflik baru di tengah cerita. Ini membuat pembaca tetap penasaran untuk melanjutkan membaca novel ini.

Untuk buku pertama karya Ria N. Badaria, aku cukup suka. Sekarang sedang menyelesaikan novel lain karyanya: A Shoulder to Cry On. Nantikan reviewnya ya, Readers ;)


2 komentar: