Jumat, 08 Januari 2016

[Review+Interview+Giveaway] Jodoh



“Ada masanya saat kita mesti berjalan sendiri-sendiri di tempat yang berjauhan – sebagai dua manusia yang saling merindukan. Dan, rasa kehilangan adalah pengalaman ajaib yang membuat kita lebih mengerti tentang rasa memiliki – di mana sepi selalu melubangi benteng air mata, di mana lesat waktu tak bisa kita kejar, di mana jarak tak bisa kita ringkas.” (Hal. 81)


Penulis: Fahd Pahdepie
Penyunting: Ika Yuliana Kurniasih
Perancang sampul: labusiam
Pemeriksa aksara: Achmad Muchtar
Penata aksara: Martin Buczer
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: Kedua, Desember 2015
Jumlah hal.: x + 246 halaman
ISBN: 978-602-291-118-0
Apa itu jodoh?

Barangkali imajinasimu tentang jodoh dan belahan jiwa begitu sederhana: di tepi pantai, kau mengandaikan ada orang di seberang sana, yang tengah menunggumu untuk berlayar.

Namun di saat yang sama, terkadang kau justru meragu sehingga sering kali hanya bisa menunggu, mendambakan orang yang kau nantikan itu akan lebih dulu merakit sampannya, mengayun dayungnya, dan mengarahkan kompasnya untuk menjemputmu.

Tetapi laut, ombak dan isinya, selalu menjadi misteri yang tak terduga-duga, bukan? Orang yang kau sangka belahan jiwa sering kali hanyalah perantara, atau justru pengalih perhatian dari belahan jiwamu yang sesungguhnya.

Ini adalah kisah tentang seorang laki-laki dan perempuan, yang memutuskan untuk berlayar – jauh sebelum mereka mengenal ketakutan; jauh sebelum mereka bisa membaca arah atau menebak cuaca; bahkan jauh sebelum mereka disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang waktu, takdir, cinta, dan jodoh itu sendiri.
***
“Perpisahan tak menyedihkan. Yang menyedihkan adalah bila habis itu kita saling lupa, kan?” (Hal. 55)
Novel Jodoh ini berkisah tentang Sena dan cinta pertamanya, Keara. Sena yang jatuh cinta pada Keara sejak pertama kali melihatnya di hari pertama mereka memakai seragam merah putih mencoba menuliskan kisah tentang dirinya dan Keara. Ia dan Keara adalah dua orang yang mengenal cinta terlalu dini namun juga menjadi dua pihak yang paling berusaha untuk mewujudkan kebersamaan mereka.

Sejak sekolah dasar hingga menengah mereka selalu bersama. Sena yang selalu membisikkan nama Keara dalam doa dan harapnya pun ternyata masih mampu meragu tentang jodoh. Adakah ia dan Keara memang berjodoh? 

Mereka harus bisa menghabiskan hari tua bersama. Itu yang selalu mereka harapkan. Tapi akankah ia terwujud? Apakah perjuangan mereka untuk saling menjaga sambil tetap saling meraih akan membuahkan kebersamaan?

Dan saat satu persatu tantang datang. Sungguhkah mereka memang berjodoh? Kemudian Keara mengajak Sena menantang waktu. Membuktikan bahwa jika batas waktu itu berlalu dan mereka masih tetap bersama maka mungkin itulah yang disebut “jodoh”.

“Novel tentang cinta bukan sesuatu yang remeh-temeh. Cinta nggak pernah sederhana!” (Hal. 8)

***
“Cinta sejati perlu menunggu, Key ....” (Hal. 54)
Sejujurnya, ini adalah novel pertama Fahd yang saya baca. Buku lain karya Fahd yang saya baca adalah tulisan non-fiksinya. Namun ini membuat saya menyadari bahwa bisa saja sebuah karya fiksi dan non-fiksi dituturkan dengan rasa yang sama. Ini karena kekhasan Fahd yaitu narasi kontemplatif.

Selain itu, novel ini menggunakan diksi yang manis. Pilihan kata yang menggugah dan pas. Kalimat yang terlalu manis kadang mengganggu saat membaca jika ditempatkan di momen yang kurang tepat. Tapi di dalam buku ini, diksinya malah terasa pas menggambarkan kejadian atau pun pikiran tokohnya.

Namun, ada hal yang sedikit mengganggu saya. Novel Jodoh ini bertutur menggunakan sudut pandang orang pertama Sena yang adalah seorang laki-laki. Tapi maskulinitasnya agak kabur? Logikanya lebih terasa seperti perempuan. Karena kesan yang menempel pada tokoh Sena adalah dia sangat peka dan pengingat yang baik. Bukankah umumnya, laki-laki malah sering kali kurang peduli pada detail?

Di sisi lain, deskripsi tempat di dalam novel ini pun terasa kurang, meski tidak kering. Tapi hal ini cukup ditutupi oleh deskripsi suasana dan kesan yang dinarasikan oleh tokoh utamanya dalam setiap kejadian.

Ah, novel Jodoh ini akan mudah membuat perempuan jatuh hati. Karena tokoh Sena ini mudah membuat pembaca perempuan bersimpati. Bagaimana tidak jika cara ia menggambarkan perasaan cintanya pada Keara amatlah manis?!

Oiya, ide menggunakan puisi Sapardi Djoko Damono sebagai benang merah cerita ini bagi saya cukup menarik. Dan jadi sesuai dengan diksi di novel ini yang sangat manis :)
“Pergi adalah melanjutkan kehidupan lain yang pelan-pelan meniadakan kehadiranku di sini, di sampingmu. Tetapi, aku tidak akan sepenuhnya pergi, hanya tidak lagi menjadi bagian dari peristiwa-peristiwa yang kamu alami dalam hidup milikmu ....” (Hal. 56-57)
***
“Key, manusia selalu membutuhkan perjalanan untuk menemukan pengetahuan.” (Hal. 80)
Seperti yang sudah sampaikan dalam postingan “[Liputan Acara] Talkshow “Jodoh” dan (unofficial) Meet & Greet” yang sudah lebih dulu tayang.  Dalam review ini saya sertakan wawancara singkat saya dengan Fahd Pahdepie. Untuk sepenggal cerita tentang proses kreatif novel Jodoh ini sila baca juga liputan tersebut ya.

Wawancara berikut adalah hasil obrolan selanjutnya saya dengan Fahd Pahdepie dan tim Bentang Pustaka.

Sebelumnya Fahd menggunakan nama Fahd Djibran. Kenapa memilih menggantinya menjadi Fahd Pahdepie?

Sebenarnya saya sejak awal ingin menggunakan nama Fahd Pahdepie, tapi sepertinya memang awalnya saya berjodoh dengan nama Fahd Djibran. Sekarang saya memutuskan menggunakan nama Fahd Pahdepie karena tulisan saya menjadi berkembang dan tidak lagi sama seperti dulu. 

Pengalaman di Australia memberi saya banyak hal sehingga akhirnya saat memutuskan menggunakan Fahd Pahdepie saya memikirkan banyak hal. Termasuk memikirkan tentang jangkauan pembaca. Bagi beberapa orang hal ini membuat tulisan saya menjadi terlalu komersil. Namun saya pribadi tidak mempermasalahkan itu. Karena salah satu tujuan saya menulis adalah agar ide saya menjangkau lebih banyak orang. Lebih banyak yang baca maka lebih banyak yang akan menangkap ide itu. Meski saya sadari ini tidak disukai semua orang.

Saat membaca novel Jodoh saya merasa bahwa logika tokoh Sena ini cukup berbeda dengan logika tokoh utama laki-laki pada umumnya.

Iya, saya sengaja melakukannya. Dalam menulis novel jodoh ini saya melakukan beberapa hal. Pertama saya membuat tokoh Keara ini empty share. Saya membuat deskripsi yang tidak detail untuk tokoh Keara karena saya ingin siapapun yang membaca Jodoh bisa menempatkan dirinya sebagai Keara.

Kedua, saya memakai logika perempuan. Tidak berarti bahwa tokoh Sena menjadi feminim. Tapi dalam hal menggambarkan sebuah kejadian, saya membuat tokoh Sena banyak bermain dengan detail seperti layaknya perempuan. Tapi dalam hal sikap dan karakternya sendiri ia masih tetap maskulin.

Ketiga, saya memasukkan unsur syar’i. Saya menampilkan bahwa tokoh Sena dan Keara sangat menjaga hubungan mereka. Apalagi keduanya sempat bersekolah di pesantren. Tapi saya juga menggambarkan sisi manusiawi mereka yang tetap merasa tergoda untuk melakukan sesuatu yang mereka yakini sebagai dosa. Hingga akhirnya muncullah pergulatan batin.

Wah, menarik. Saya jadi penasaran. Kan Fahd adalah seorang laki-laki, bagaimana bisa menulis menggunakan logika perempuan? Apa riset atau bagaimana?

Risetnya sebenarnya lebih banyak dari pengalaman dan mengamati. Selain itu, saya kadang memberikan tulisan saya untuk dibaca oleh Rizqa, istri saya. Pendapat dia sebagai perempuan bagaimana.

Oiya, dalam novel ini kan setiap bab ditutup oleh puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Apa puisi itu memang sudah dipilih lebih awal atau setelah menulis barulah memilih puisi yang sesuai?

Saya sudah cukup lama menyukai puisi Sapardi Djoko Damono. Sehingga saat menulis, sudah punya bayangan puisi yang mana yang sesuai dengan bab tersebut.
“Ketenangan adalah saat kita memasrahkan semuanya pada keadaan, takdir yang kadang-kadang sialan membuat kita ketinggalan kereta, untuk menunggu lebih lama demi kedatangan kereta berikutnya.” (Hal. 111)
***
“Memang  tak semua yang kita ingat akan kita kenang, Key, tetapi semua yang kita kenang terlanjur tersimpan baik dalam ingatan.” (Hal. 122)

Nah, itu tadi sedikit wawancara saya dengan Fahd Pahdepie. Sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih kepada Bentang Pustaka yang memberi saya kesempatan untuk makan bersama sekaligus mewawancari Fahd. Terima kasih banyak.

Oiya, Readers, kebaikan hati Bentang Pustaka tidak hanya itu. Kali ini Bentang Pustaka kembali berbaik hati menyediakan 2 (dua) novel Jodoh untuk dua orang yang beruntung. Wah, baikkan? Jangan lupa ucapkan terima kasih kepada Bentang Pustaka ya, Readers :)

Nah, kamu mau mendapatkan Jodoh? *sumpah ini ambigu banget ya, Readers. Ha..ha..* Caranya mudah:

1. Jawab pertanyaan ini di kolom komentar
“Bagimu, jodoh itu apa?”

Jangan lupa sertakan data diri berupa nama, akun twitter atau akun instagram, dan email kamu.

2. Share giveaway ini dengan ketentuan berikut (pilih salah satu)
jika Via Twitter: follow akun twitter @bentangpustaka, @fahdpahdepie, dan @atriasartika. Kemudian share link Giveway ini dengan hashtag #Jodoh dan mention ketiga akun tadi.
jika Via Instagram: follow akun instgram @bentangpustaka, @fahdpahdepie, dan @atriasartika. Repost banner atau e-poster Giveaway Jodoh yang ada di akun @atriasartika. Sertakan link blogpost ini dalam caption. Tag saya dan Bentang Pustaka dan pakai hashtag #Jodoh

3. Giveaway ini hanya berlangsung selama 4 hari yakni dari tanggal 8 – 11 Januari 2016

4. Giveaway ini hanya untuk yang berdomisili di Indonesia
5. Pengumuman pemenang akan saya posting di twitter dan akan saya update di postingan ini paling lambat 1 minggu setelah giveaway ditutup.
 “Kamu tahu rasanya? Sakit sekali mengkhawatirkan orang yang bahkan mungkin sudah tak peduli lagi kepadamu!” (Hal. 140)
***
Quote lainnya dalam novel Jodoh ini:


“Apa yang mustahil tak dimiliki semua manusia? Barangkali rasa bersalah. Manusia berjalan dengan rasa bersalahnya masing-masing. Tak tertolak.” (Hal. 142)
“..., hidup bukan tentang sebagai apa kita dilahirkan, melainkan bagaimana kita bertindak dan sebagai siapa nanti kita mati.” (Hal. 163)
“Jalani semuanya .... Tak usah mendikte masa depan dengan keinginan-keinginan yang kamu nggak tahu konsekuensinya.” (Hal. 173)
“Kadang-kadang jodoh bukan cuma soal cinta atau sayang, ... . Jodoh bukan cuma soal perasaan.” (Hal. 174)
“Rindu” memang kata yang selalu memaksa banyak orang gelisah untuk menunggu lama, bukan?” (Hal. 178)
“Lalu kita membayangkan berjodoh sebagai sebuah pertemuan dua orang itu, di tepi laut tempat kita menanti, atau di pantai tempat ia mengharap, atau di antaranya ketika keduanya sama-sama tak bisa menunggu dan saling berusaha mengalahkan waktu.” (Hal. 185)
“Apa artinya kita berdua, bermesraan, tapi tak pernah saling mendoakan?” (Hal. 195)
“Cinta tak sesederhana kata-kata ‘aku cinta kamu dan dunia harus mengerti itu’, cinta adalah ‘aku cinta kamu dan karenanya aku juga harus mengerti dunia di sekelilingmu”. (Hal. 199)

59 komentar:

  1. Jodoh: adalah dia yang tak pernah kita kira kehadirannya. Yang tak pernah kita tahu namanya, rupanya bahkan sgala hal lainnya. Yang kemudian Tuhan hadirkan di saat paling tepat, saat Ia tahu kita sudah mampu bertemu dengannya. Yang dipertemukan terkadang bukan karena harapan atau sebuah perasaan kita, tapi karena jalan Tuhan ingin membaikkan kita. Jadi pada akhirnya, jodoh adalah sebuah pertemuan tepat saat sgalanya memang tepat.

    Nama: Ade Delina Putri
    Instagram: adedelinaputri
    Email: adedelinap@gmail.com

    BalasHapus
  2. Nama: Azizah Rahmah Nadhira Ichsan
    Ig: @arnadhiraich
    Email: dhiiarniie@gmail.com

    Bagiku, jodoh adalah segala sesuatu yang pas. Bukan hanya pasangan hidup, tapi juga untuk sahabat, bahkan barang. Seperti pasangan hidup yang satu dari ratusan bahkan puluhan juta penduduk dunia, sahabat dan barang pun demikian.
    Jodoh, bagaimanapun menurutku dipengaruhi oleh selera. Ada saja yang sulit bertemu jodohnya karena belum bertemu yang sesuai dengan seleranya. Seperti aku yang tak terlalu suka warna merah, akan menghindari sebagus apapun model bajunya bila warnanya merah.
    Kadang, selera memang menghalangi perihal jodoh hingga kita dengan sadar mengubahnya.

    BalasHapus
  3. Nama : Winda Amelia
    IG:@nada_aksara
    email: raindaamelia@gmail.com

    Menurut saya jodoh ada seseorang yang sudah dipersiapkan Allah Swt untuk kita, Seseorang yang bahkan kita belum lahir sudah ada dituliskan di lauhul mahfuz untuk menjadi pendamping kita nanti. Allah swt sudah janji "Perempuan baik untuk laki-laki yang baik dan begitu sebaliknya". Jika ingin punya jodoh yang baik maka mari memperbaiki dan memantaskan diri..^_^

    BalasHapus
  4. Nama: Wika Agustina
    Akun twitter: @agstnwika
    Email: wikaagustina22@yahoo.com

    Saya belum terlalu paham mengenai jodoh itu apa. Karena sampai saat ini saya sendiri belum mendapatkan jodoh saya. Tapi sedikit definisi mengenai jodoh saya dapatkan dari pengalaman pribadi teman saya. Dia teman sedari kecil, sejak smp hingga kuliah. Dan ini memang benar pengalaman nyata yg saya rasakan sendiri meskipun hanya sbg teman.
    Sebut saja X, dia salah satu dari banyaknya temen cowok saya dirumah. Usianya lebih kurang 3 tahunan diatas saya. Kebetulan waktu itu dia baru pindah di daerah rumah saya. Karena sering bergaul dgn teman2 saya yg lain, akhirnya saya bisa berkenalan sama dia dan lambat laun akrab. Tidak usah ditanya tampangnya seperti apa. Bayangkan saja sosok aktor terkenal "Dimas Anggara". Dia mirip sekali sama dimas anggara. Badannya tinggi, kulitnya putih hidungnya mancung. Dia dijuluki "Belanda" oleh teman2 ku yg lain karena memang prasnya sperti bule dan mirip artis. Ketampanan nya itu tidak bisa dipungkiri lagi. Salah seorang perempuan, sebut saja Y, langsung klepek-klepek pada pandangan pertama. Y juga salah satu teman saya, tapi saya tidak terlalu dekat dgnnya. Kabar mengenai kedekatan X dan Y lama-lama tercium oleh kami. Mereka berdua bhkan sudah tak malu-malu lagi untuk bertemu. Bahkan ketika kepergok oleh kami. Mereka hanya bisa tersenyum malu. X dan Y menjalin hubungan sedari saya smp hingga saya menduduki bangku kuliah. Dengan perjalanan cinta yg penuh drama. Mereka terpisah karena sebuah perbedaan. Perbedaan yg sampai saat ini masih menjadi momok bagi insan manusia. Kasta!
    Sang cewek yg memang notabene berasal dri keluarga berada, ditentang keras oleh kakek dan neneknya yg memang tinggal bersama mereka, untuk memiliki hubungan dgn teman saya X. Bahkan mereka tak main-main, setelah tamat sekolah Y dimasukkan ke sekolah bidan dan tinggal di asrama di sebuah rumah sakit terkenal di dekat rumah saya. Dan selama bebrapa tahun Y menimba ilmu, selama itu juga mereka terpisah. Meskipun dekat dgn rumah tpi sedetik pertemuan pun sulit mereka realisasikan seperti sebelumnya. Hubungan mereka dikabarkan putus dan tidak tercium lagi baunya. X dikabarkan dkat dgn perempuan lain tpi hubungannya itu tdk lama. Saya bisa merasakan bahwa X masih mencintai Y. Tapi daya dan upaya tak mampu diperbuat X karena dia sangat tahu diri dgn kondisinya. Setelah selesai masuk ke sekolah kebidanan, Y kembali pulang dn kabar mereka dekat kembali terdengar lagi. Nenek dan kakek Y bahkan juga sudah mendengar kabar tsb. Singkat cerita, saya melaksanakan PPL di luar kota dan itu membuat saya jrang bertemu dgn teman2 saya, terlebih X. Dan setelah kembali ke medan, alangkah terkejutnya saya mendengar berita dari salah satu teman saya bahwa X dan Y sudah menikah! Sungguh saya sangat terkejut mendengar berita itu mengingat betapa dulu hubungan mereka sangat ditentang dan dilarang karena perbedaan ekonomi. Tak disangka hati yg sekeras batu menentang bisa luluh karena kekuatan sebuah cinta. Subhannallah! Saya benar-benar terharu mendengar kabar itu. Kabarnya kini Y juga sedang mengandung buah cinta mereka. Sungguh Kebesaran Allah. Jika dia telah menetapkan sebuah takdir, sekaya dan sehebat apapun orang tersebut tidak akan mampu mengahalanginya.
    Dari pengalaman pribadi teman saya itu, saya bisa menangkap sedikit apa itu jodoh. Sederhana saja, jodoh itu ibarat rumah. Sejauh apapun kita pergi, berpetualang ke tempat menakjubkan seperti apapun, pada akhirnya kita akan kembali ke rumah. Kita pasti akan merindukan rumah dan ingin kembali ke rumah.
    Jodoh jg tak mengenal perbedaan, ia hanya mengenal cinta. Sekeras apapun hubungan teman saya ditentang, mereka pada akhirnya bisa menyatu kembali. Krena jodoh, maut, rejeki itu sudah ada yg mengatur. Kita manusia tdk dapat berbuat apapun jika Allah sudah mentakdirkan sesuatu sgb jodoh, sehebat dan sekuat apapun org tsb. Dan satu hal, jodoh adalah cerminan diri. Jika kita ingin mendapatkan jodoh yg terbaik, mulailah perbaiki diri dari sekarang.

    BalasHapus
  5. Nama: Diniyah Hidayati
    Tw: @dini_elfaaz
    Email: dinihidayah2@gmail.com

    Buatku, jodoh itu kamu. Sosok yang masih misteri, yang selalu dilantunkan dalam doa dan mendoakan kita. ^^ jodoh itu pelengkap kita, (saling menutupi kekurangan berbagi kelebihan) jodoh itu penyempurna separuh agama ^^

    BalasHapus
  6. Nama : Emma
    Twitter : @EmmaNoer22
    Email : amrelisha@gmail.com

    “Bagimu, jodoh itu apa?”

    Jawaban : Jodoh iku sebuah kata dengan makna mistis, kita hanya dapat menjalani apakah orang yg seumur hidup ada disamping kita bisa disebut jodoh kita, atau seseorang yg menemani kita saat ini tapi akhirnya berpisah bisa disebut jodoh kita juga. Ada waktunya sepasang orang menikah akhirnya, mereka dan orang2 menyebut diri mereka berjodoh, tapi beberapa tahun setelah pernikahan yg membahagiakan itu mereka bercerai, jadi apakah jodoh mereka hanya sampai saat itu. Jodoh itu sebuah kata dengan makna yg aku belum ketahui.
    Mungkin dg membaca buku ini aku bisa mendapatkan sedikit petunjuk tentang makna Jodoh dari om Fahd Pahdepie.

    BalasHapus
  7. Nama : Emma
    Twitter : @EmmaNoer22
    Email : amrelisha@gmail.com

    “Bagimu, jodoh itu apa?”

    Jawaban : Jodoh iku sebuah kata dengan makna mistis, kita hanya dapat menjalani apakah orang yg seumur hidup ada disamping kita bisa disebut jodoh kita, atau seseorang yg menemani kita saat ini tapi akhirnya berpisah bisa disebut jodoh kita juga. Ada waktunya sepasang orang menikah akhirnya, mereka dan orang2 menyebut diri mereka berjodoh, tapi beberapa tahun setelah pernikahan yg membahagiakan itu mereka bercerai, jadi apakah jodoh mereka hanya sampai saat itu. Jodoh itu sebuah kata dengan makna yg aku belum ketahui.
    Mungkin dg membaca buku ini aku bisa mendapatkan sedikit petunjuk tentang makna Jodoh dari om Fahd Pahdepie.

    BalasHapus
  8. Nama : Siti Nuryanti
    Twitter : @NelyRyanti
    Email : sitinuryanti@yahoo.com

    Jodoh bagiku adalah sesuatu yang telah di atur Alloh Swt diperuntukan untuk kita yang memang pas dan terbaik untuk kita. Karena Alloh pasti memberikan yang terbaik buat hambaNya. Meskipun terkadang, cara yang kita lakukan bermacam-macam untuk bertemu dengannya. Ada yang dengan jalan mudah, ada juga yang berliku-liku untuk menemukan jodoh kita. Jodoh itu seperti rezeki, datangnya tidak dapat selalu kita tebak darimana datangnya. Terkadang, kita sudah meyakini bahwa orang yang saat ini sedang pacaran atau tunangan adalah jodoh kita, itu tidak dapat jaminan, karena bisa saja jodoh datang dengan mendadak bahkan tanpa kita kenal sebelumnya.
    Jodoh itu bukan hanya berupa pasangan suami/istri saja, jodoh itu dapat berupa pekerjaan yang cocok atau persahabatan atau hal lainnya. Intinya Jodoh itu adalah sesuatu yang memang sudah ditakdirkan untuk kita.

    BalasHapus
  9. Jodoh itu bagiku serupa ruang temu dimana hati menautkan hidupnya satu sama lain. Saling menggenapkan dari kesendirian tanpa tahu kenapa mesti orang ini?

    Jodoh itu serupa cerminan diri kita yang dihadapkan pada mahluk lawan jenis kita.

    Jodoh itu menerima. Menerima segala hal baik dan buruk segala halnya tentang ia.

    Jodoh itu tentang bersabar dan menjaga diri sebelum benar-benar menjalani hidup berdua saja dalam bahtera yang sama.

    Jodoh itu menguatkan.

    Jodoh itu rahmat dan pelengkap cinta pada-Nya.


    Zulfadli Sulthan
    IG : @zhoelfadlhy
    Email : declusters@gmail.com

    BalasHapus
  10. Jodoh itu bagiku serupa ruang temu dimana hati menautkan hidupnya satu sama lain. Saling menggenapkan dari kesendirian tanpa tahu kenapa mesti orang ini?

    Jodoh itu serupa cerminan diri kita yang dihadapkan pada mahluk lawan jenis kita.

    Jodoh itu menerima. Menerima segala hal baik dan buruk segala halnya tentang ia.

    Jodoh itu tentang bersabar dan menjaga diri sebelum benar-benar menjalani hidup berdua saja dalam bahtera yang sama.

    Jodoh itu menguatkan.

    Jodoh itu rahmat dan pelengkap cinta pada-Nya.


    Zulfadli Sulthan
    IG : @zhoelfadlhy
    Email : declusters@gmail.com

    BalasHapus
  11. nama : Mukhammad Maimun Ridlo
    akun twitter: @MukhammadMaimun
    email : maimun_ridlo@yahoo.com

    Bagimu, jodoh itu apa?

    1) Jodoh adalah segala sesuatu yang memang untuk si penerima jodoh itu. Ga hanya orang atau orang. Kadang peruntungan, kerja atau hal yang lain. Kadang ga bisa bila dilakukan oleh orang lain, tetapi kelihatan gampaang bila si penerima jodoh yang melakukan.
    2) jodoh juga berarti sesuatu yang sudah digariskan. Kita hindari kemanapun , kalau sudah jooh pasti akan mengikuti kita. Tapi kalau belum jodoh, dicari kemanapun, ga bakalan akan ketemu.
    3) Kalau yang namanya jodoh yang memang sudah digariskan oleh Allah SWT, itu sudah pasti jodoh yang baik buat kita. Terlepas kita suka atau tidak. Karena sesuatu yang baik menurut kita belum tentu sesuatu yang baik menurut Allah. Tetapi sesuatu yang baik menurut Allah untuk kita, pasti sesuatu yang baik bagi kita. Seperti jodoh

    BalasHapus
  12. nama : Tri Ratna Widiastuti
    akun twitter : @TriraNana
    email : trira3na@gmail.com

    bagiku jodoh adalah pasangan yang menjadi pelengkap kita, datang dengan caranya sendiri, yang perlu dipersiapkan dengan niat yang tulus, usaha dalam perbaikan diri, berdoa dan berserah diri kepada Sang Pemilik.

    BalasHapus
  13. Nama : Amilah Rahmatunnisa
    Akun Twitter : @RnMilaa
    Email : milaa_rn@yahoo.com

    izin ikutan giveawaynya yaa kak atria

    “Bagimu, jodoh itu apa?”

    Bismillah

    - Bagiku Jodoh adalah salah satu takdir Allah yang tidak kita ketahui selain kematian. Kapan, dimana dan dengan siapa kita berjodoh? Tidak ada satupun manusia yang mengetahuinya karena itu merupakan rahasianya Allah. Menurutku, Jodoh adalah cerminan diri kita sendiri. Seperti yang disebutkan dalam alqur'an

    “ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

    Jadi sudah bisa kita simpulkan. Jika engkau baik maka jodohmu pun akan baik juga. Dan jika engkau tidak baik maka jodohmu pun akan tidak baik juga. Sudah seharusnya kita untuk selalu berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk, jika ingin mendapatkan jodoh yang baik. Allah itu adil :)

    - Jodoh adalah sebuah misteri kehidupan. Contohnya adalah dia yang sudah kita genggam dengan sangat erat, kalau kata Allah tak berjodoh maka akan lepas jua. Dan dia yang tidak pernah bertatap muka kalau kata Allah berjodoh maka akan bersatu juga. Subhannallah :)

    - Jodoh juga merupakan bagian pencarian dalam hidup ini. Jika engkau hanya berdiam diri dan tidak membuka dirimu untuk orang lain. Maka bagaimana bisa kau mendekati jodohmu? Di dunia ini tidak ada yang instan. Bagiku semua hal itu butuh perjuangan dan pengorbanan termasuk juga dalam hal mencari jodoh. Jika kita bersungguh-sungguh dalam mencarinya. InsyaAllah pasti ada jalan untuk bertemu dengannya.ingat! Man Jadda Wa Jadda. (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti dapat)

    - Jodoh itu diibaratkan seperti kita menjemput sesuatu bukan menunggu sesuatu. Contohnya ilmu itu di Jemput. Bukan nunggu ilmu. Bukan nunggu rezeki, tapi jemput rezeki. Jodoh juga gitu. Bukan nunggu jodoh, tapi jemput jodoh. Jemput jodoh juga harus di tempat yang baik-baik. Karena mana ada berlian di tempat sampah?

    - Jodoh itu adalah sebuah anugerah dari setiap doa yang kita panjatkan. Jika engkau senantiasa berdoa pada Allah dan beristikharah. Maka Allah akan mendekatkan dia padamu. Berdoalah pada sang pemilik hati.
    "Ya Allah, jika dia baik bagi agamaku, duniaku, akhiratku, tolong dekatkan hamba dan dia dengan cara-Mu. Jika tidak, maka jauhkanlah. "
    Yang terakhir adalah bertawakal. Percayalah bahwa kalau memang jodoh nggak akan kemana. Kalo sudah doa, sudah usaha, ya sudah, serahkan hasilnya pada Allah SWT. Karena tulang rusuk dan pemiliknya tidak akan pernah tertukar :)

    Semoga yang belum dapet jodoh di segerakan oleh Allah bertemu dengan jodohnya. Karena pasti ada balasan bagi orang-orang yang sabar. Jangan minder dan berkecil hati bila belum dapat jodoh. Karena mungkin saja jodohmu disana sedang memantaskan diri untuk melamarmu. Kau juga harus memantaskan diri seperti dirinya. Agar kalian bisa bertemu di waktu dan tempat yang tepat. Begitu juga diriku mba Atria :) semoga di segerakan bertemu dengan jodohku. Amiiin


    Terimakasih kesempatan GA-nya
    Wish me Luck ^^

    BalasHapus
  14. Nama: Tri Wahyuni
    Twitter: @tewtri
    E-mail: triwahyuni.irawan3@gmail.com

    Jodoh untukku? Sederhana sih dia yang bakalan membiarkanku ngedukung Chelsea, dia yang nggak akan tutup kuping buat dengerin nyanyian I wanna grow old with you-ku yang nadanya nggak westlife banget. Dia yang bakalan menyupportku buat nggak pernah berehenti baca buku. Paling pengting dia yang nggak akan ngeluh kalo harus gendong aku. Hal-hal itu sering dilakukan ayahku dan jodoh dalam versiku adalah dia yang nantinya bisa bersifat ke ayahan. Bukan cuma untuk aku tapi juga buat keturunan kami nantinya.

    BalasHapus
  15. Jodoh = cocok/pas. Tidak harus sama, boleh berbeda yg penting cocok/pas. Misalnya aja benda... seperti hal na panci dan tutup nya, tidak sama tapi jk d satukan cocok. jg manusia, banyak perbedaan nya, banyak ketidak samaannya tp kalau cocok ya berarti jodoh.

    Nama : annik anzalni
    Twitter : @annickajodha
    Email : annickajodha063@gmail.com

    BalasHapus
  16. Nama: Wahyu Hendrawan
    Twitter: @when_drawan
    Email: w94hendrawan@gmail.com

    Jodoh ya? Kali ini saya ingin mengartikan jodoh sebagai diriku sendiri. Jodoh ya aku. Aku ya jodohmu. Jika ingin mengetahui jodohmu, ya jodohmu itu dirimu sendiri. Seperti pepatah, lelaki baik untuk wanita baik (pun sebaliknya). Salam.

    BalasHapus
  17. Nama: Angelina Arum Wulandari
    Twitter: @angeliaaw249
    Email: angelina_arum@yahoo.com

    Menurutku jodoh itu keadaan di mana kita udah ngerasa nyaman, klop, klik, cocok, srek sama sesuatu atau seseorang. Berjodoh itu gak harus sama seseorang kok, bisa juga sama pekerjaan atau hobi baru. Kayak aku jodohnya sama novel ((curcol seorang jomblo)). Jodoh itu juga gak gitu aja dateng, ya memang udah disiapin Tuhan tapi kita sebagai manusia juga harus ada usaha untuk bisa nemuin dan dapetin "jodoh" kita itu.

    BalasHapus
  18. Nama : Ratnani Latifah
    twitter : @ratnaShinju2chi
    E-mail : kazuhanael_ratna@yahoo.co.id

    Jodoh itu misteri, jodoh adalah apa-apa yang sudah disiapkan Allah untuk kita. Sesuatu yang sesuai dengan diri kita, yang menurut Allah kita pantas mendapatkannya.

    BalasHapus
  19. Bismilah..
    Nama : Maulfi Afiffati
    Ig : @maulfiat
    Email : maulfiafiffati98@gmail.com

    Jodoh itu yang sudah ditulis di lauhul mahfuz sebagai pendamping kita kelak, jika kita ingin mendapatkan jodoh yang baik maka kita harus berbenahkan ahklak kita dahulu karena "peremouan yang baik akan mendapatkan laki-laki yang terbaik pula, dan begitu sebaliknya" so, perbaiki akhlak akan mengantarkan kita kepada jodoh yang lebih baik

    BalasHapus
  20. nama : wening
    twitter : @dabelyuphi
    email : dabelyu_phi(at)yahoo(dot)com

    Jodoh? kalo menurutku sih segala sesuatu (entah itu barang ataupun seseorang) yang telah ditetapkan Allah untuk kita, dimana kehadirannya akan menjadikan kita lengkap dan selalu membuat kita bahagia. pun sebaliknya, kehadiran kita akan membuat jodoh kita tersebut (kalo di sini seseorang kali ya) menjadi lengkap dan bahagia :)

    BalasHapus
  21. Cahya Widyastutik
    @cahyawid
    cahyaembun04[at]gmail[dot]com

    Jodoh itu sesuatu atau seseorang yang memang ditakdirkan Allah untuk kita. Dimana tujuannya adalah untuk menjadi pasangan dan pelengkap kita, agar kita menjadi tenang.
    Jodoh itu seperti pulang, dimana kita bisa menyandarkan rasa lelah. Nyaman

    BalasHapus
  22. Nama : Putri Review
    Akun twitter : @putrireview
    email : putrireview@gmail.com
    bukti RT : https://twitter.com/putrireview/status/685745220302995457

    Jawaban :
    Dari semua teori jodoh yang pernah saya baca, baik dari literatur ataupun kitab suci agama saya, saya paling setuju dengan pemahaman bahwa jodoh seseorang itu bisa lebih dari satu. Saya percaya takdir manusia itu, seiring nafas akan bercabang seperti pohon, lengkap dengan pertanyaan yes/no di setiap cabangnya. Kita membuat keputusan setiap detik, setiap hari, yang membawa kita pada akibat dari keputusan kita, termasuk soal jodoh.

    Saya percaya bahwa sepanjang hidup, kita akan bertemu dengan beberapa orang yang alam tawarkan sebagai jodoh kita, tapi semua tergantung keputusan kita : tipe orang seperti apa yang kita harapkan, apa kita bersedia untuk bersabar, atau justru kita mengharapkan lebih dan lebih.

    Mengutip seorang sahabat, jodoh itu tak melulu pertemuan yang tak diduga2 dan cinta pada pandangan pertama, pada akhirnya, seringkali kita menikah dengan seseorang yang kita anggap cinta sejati hanya karena kita bertemu dengan seseorang yang tepat di waktu yang tepat, yaitu saat umur dan kedewasaan kita pun sudah matang.

    Saya pikir, tidak sehat rasanya mencintai seseorang dan berharap dicintai karena begitu percaya dengan konsep jodoh sejati yang sering digembar-gemborkan orang. Saya rasa pada akhirnya, jodoh, sahabat, cinta sejati atau apapun itu, hanya bisa difinalkan di akhir hidup. Bisa siapa yang berada di samping kita saat kita mengembuskan nafas terakhir nanti, atau siapa yang kita pikirkan, siapa yang diam-diam kita bisikkan terimakasih dan cinta dalam hati, sebelum mata kita terpejam selamanya.

    BalasHapus
  23. NAma: Ten
    Twitter: @ten_alten
    Email: regulus_noel@yahoo.com

    Jodoh itu belahan jiwa seperti Hawa yang menjadi tulang rusuk Adam, saling melengkapi. Jodoh itu adalah rumah, tempat untuk pulang, tempat untuk bersandar, tempat untuk melepas lelah, dan tempat berbagi suka-duka. :D

    BalasHapus
  24. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Email : himurasora@yahoo.co.id

    Jodoh adalah sebuah status dari benda, waktu, situasi, kondisi atau orang yang memang SUDAH menjadi milik kita. Catat ya, yang sudah jadi milik kita. Kalau yang masih dibayangkan, ditebak, atau bahkan cuma diharapkan itu masih belum jodoh, tapi kandidat jodoh. Hehehe, intinya jodoh itu sebuah kepemilikan yang sah. Suami atau istri itu disebut jodoh karena ada kepemilikan sah yang diresmikan KUA. Sebuah buku menjadi "jodoh" untuk kita karena adanya pertukaran uang yang membuat kita memiliki buku tersebut.
    Jadi aku lebih setuju menyebut jodoh itu adalah segala hal yang sudah terjadi...
    Ahh, saya bingung sendiri ini ditanya soal jodoh. Saya juga lagi nyari arti jodoh yang bener-bener gampang dimengerti oleh otak saya :)

    BalasHapus
  25. Nama : Qudsi
    Tw : @falkhi
    Email: qhe04@yahoo.co.id

    Jodoh? Hm, jadi ingat ujian untuk menjodohkan. Pertanyaan 1 berjodoh dengan A, pertanyaan 2 berjodoh dengan C, dst. Lalu, apa artinya jodoh?

    Bagi saya, jodoh adalah ketetapan hati. Ketetapan hati untuk memilih dan memiliki segala hal dalam kehidupan. Tidak hanya terkait dengan pasangan hidup, tetapi juga teman, sahabat, pendidikan, pekerjaan, dan lain sebagainya.
    Ketika kita mengatakan, "ini jodohku" maka disitulah hati memantapkan diri. Percaya dengan segenap hati bahwa kebahagiaan dapat kita raih dengan memilih dan memilikinya. Sehingga, seberat apapun tantangan yang kita hadapi tidak akan membuat kita pergi.
    Itulah jodoh versiku.

    BalasHapus
  26. Nama: Ulfa Nursyifa
    Twitter: @ulfaminha
    Email: ulfansyifa@gmail.com

    “Bagimu, jodoh itu apa?”

    Ini jawaban tuh gampang tapi susah, nah loh haha.
    Jodoh itu adalah pasangan. Pada akhirnya apapun yang berjodoh akan menyatu, menjadi pasangan selamanya. Tebalkan kata "selamanya".
    Jodoh manusia adalah pasangan hidup manusia di sisa umur hidupnya yang tidak bisa dirubah karena sudah menjadi ketetapan Allah. Kenapa disisa umur hidupnya? Karena jodoh adalah yang terakhir yang mendampingi hingga ajal menjemput, bahkan sampai di yaumil akhir. Lalu siapa jodoh itu? Tak perlu jauh-jauh mencari, karena jodoh itu adalah cerminan diri kita sendiri. Kapan datangnya jodoh itu? Jodohmu sudah ada sebelum kamu dilahirkan, Allah telah mencatatnya di lauh mahfudz. Hanya saja mungkin jodohmu sedang menjelma sebagai orang lain. Dan bisa saja jodohmu yang sekarang bersamamu. Itu semua rahasia Allah. Tapi satu hal yang harus diketahui, jodoh tidak akan tertukar ataupun menghilang.

    BalasHapus
  27. Nama: Patricia Yolanda
    Instagram: ptrciaaaa_
    Email: patriciayolanda14@gmail.com

    Jodoh bagi saya itu adalah orang yang kita pilih untuk menjadi pendamping hidup kita sampe kita mati.Jodoh itu udah diatur sama Pencipta kita. Satu orang satu. Gak ada yang namanya jodoh itu satu untuk berdua bagi saya. Jodoh itu orang yang terima kita apa adanya, sebagaimana adanya kita; dia mau kita ada di hidupnya gimanapun caranya, sesusah apa pun keadaan kita, sesakit apa pun kita, dan dia tetap mencintai kita setelah semua itu terjadi.

    BalasHapus
  28. “Bagimu, jodoh itu apa?”

    Bagiku, jodoh adalah seseorang yang telah ditetapkan Tuhan untuk kita. Seseorang yang membawa kebaikan, meningkatkan segala kualitas dalam diri kita untuk dapat bertumbuh bersama.

    Tidak ada yang tahu kapan persisnya kita akan bertemu jodoh. Jodoh adalah ketetapan yang perlu diusahakan. Maka, saat kita tidak tahu kapan jodoh itu akan datang, fokuslah memperbaiki diri karena jodoh cerminan diri kita. Berusaha menjadi lebih baik untuk mendapatkan jodoh yang baik pula. Jodoh di tangan Tuhan, tetapi kita harus berusaha sebaik-baiknya untuk menjemput jodoh dan tetap memasrahkan keputusan akhir padaNya.

    Kita tidak pernah tahu siapa jodoh terbaik kita. Tidak ada jodoh yang sempurna di dunia ini. Semua orang pasti punya kekurangan. Tetapi kita bisa membuat ketidaksempurnaan itu menjadi sebuah keindahan, sepanjang kita bersedia menerima kekurangannya.


    Nama : Monika Gisthi Secaresmi
    Akun Twitter : @m_gisthi_s
    Email : monikagisthi@gmail.com

    BalasHapus
  29. Nama : Kitty
    Akun Twitter & Instagram : @womomfey
    Email: kitty.wibisono@gmail.com
    Link Share: https://twitter.com/WoMomFey/status/685970507779325952

    “Bagimu, jodoh itu apa?”

    Jawaban :

    Pertanyaannya sederhana sih, tapi… jawabannya tidaklah sesederhana itu. Karena pertanyaannya bersifat personal (pribadi) maka akan kujawab juga secara subjektif dari sudut pandangku sendiri:

    1. Jodoh adalah seseorang yang sejak awal memang sudah ditetapkan dan dipersiapkan oleh Sang Khalik untuk mendampingi hidup kita kelak. Hanya saja begitu banyak misteri yang melingkupi sosok jodoh kita ini: siapa namanya, bagaimana statusnya, apa latar belakangnya, dan mengapa dia ini yang dipersiapkan untuk mendampingi kita kelak dan bukannya orang lain. Hal ini murni kedaulatan Sang Khalik. Yang pasti aku percaya bahwa bagaimanapun juga, Sang Khalik pasti menyediakan jodoh yang terbaik bagi setiap kita. Terbaik disini bukan berarti harus melulu hal-hal yang positif seperti: kekayaan, nama baik, kehebatan, kepintaran, dll, namun juga hal-hal negatif di dalam diri sang jodoh yang memang sengaja dipersiapkan untuk mengasah kita menjadi orang yang lebih baik lagi jika kita kelak disandingkan dengannya.

    2. Bagaimana dan kapan kita dipertemukan dengan jodoh kita pun adalah sebuah misteri juga. Hanya Sang Khalik lah yang mampu membuat scenario sedemikian rupa sehingga pada akhirnya kita dipertemukan dengan sang jodoh, dan ya… sering kali kita pun tidak akan langsung sadar bahwa dial ah sang jodoh yang sudah dipersiapkan untuk kita. Bukan berarti ketika kita dipertemukan dengan sang jodoh lantas kita jadi langsung setia sama dia, kan statusnya kita belum sadar kalau kita berjodoh dengannya. Namun karena scenario sudah sejak awal dipersiapkan Sang Khalik, maka pasti akan ada pertemuan puncak yang menjadi penegasan bahwa kita memang berjodoh dengannya.

    3. Sekalipun jodoh itu memang sudah sejak awal ditetapkan Sang Khalik bagi kita, bukan berarti kita lantas bisa santai-santai menunggu datangnya sang jodoh. Aku percaya tetap ada bagian untuk kita kerjakan: memantaskan diri bagi sang jodoh, meng-upgrade diri kita agar kelak benar-benar pantas mendampingi sang jodoh dalam mengarungi kehidupan ini.

    Akhir kata, makasih untuk Atria atas review + interviewnya yang menarik dengan sang penulis jodoh. Terima kasih juga untuk Bentang Pustaka yang sudah memberikan kesempatan meng-GA-kan buku ini. Semoga saya berJODOH memilkinya melalui GA ini.

    BalasHapus
  30. Nama: Eni Lestari
    Twitter: @dust_pain
    Email: shinra2588@yahoo.com

    "Bagimu, jodoh itu apa?”

    ehm menurutku jodoh gak cuma terbatas sama seseorang yang kelak menemani kita sampai akhir hayat. tapi jodoh juga menyangkut pekerjaan, teman/sahabat, bahkan relasi. yak, intinya, jodoh adalah sesuatu/seseorang yang sudah disiapkan Tuhan buat kita, sesuai dengan kemampuan kita, dan bersamanya kita merasa bahagia dan tercukupi :)

    BalasHapus
  31. Khoyul
    @JKhoyul
    Jukhoyul@gmail.com

    Jodoh itu adalah seseorang, sesuatu atau apapun yang memiliki chemistry lahir batin dengan lainnya tanpa peduli bentuk dan status. Tidak hanya perempuan dan laki-laki yang berjodoh lalu jadi pasangan seumur hidup, tp juga mencakup dengan benda atau apapun. Jodoh adalah apapun yang bisa diklaim.

    BalasHapus
  32. nama : Tanya Fransisca
    Twitter : TanyaFcsh_
    Email : tanya28fransisca@gmail.com


    Jodoh menurut aku bukan hanya yang berhubungan dengan kekasih atau pasangan hidup
    Bagiku jodoh adalah mereka yang terlibat dan kehidupan
    Seperti orang tua, teman, guru dll.
    Mereka ada orang-orang yang berjodoh dengan kita, karena Tuhan memberikan kesempatan kita untuk mengenal mereka dan jika kita sudah tidak berhubungan dengan mereka (seperti sebuah perpisahan lama atau maut), bisa dibilang jodoh kita sudah habis dengannya
    Dan jika kita masih berhubungan dengan yg lain
    Itu berarti jodoh kita masih berlanjut dengan mereka

    BalasHapus
  33. Halo, sebelumnya salam kenal ya, semoga bisa mengerti isi komentar saya. :)

    Nama: Riska Septiani
    Twitter: rissep
    E-mail: reessep@gmail.com

    Jodoh? Menurut ilmu agama (sepenangkap aku) adalah sebuah pasangan yang udah diatur oleh takdir tuhan, dari lahir. Tapi kalo menurut pribadi, jodoh itu adalah seseorang yang tepat bagi kita, untuk dipilih jadi calon teman hidup. Yaa diibaratkan sih belahan jiwa.
    Seseorang yang tepat, yang pantas dibilang jodoh, yang bisa jaga hati dan komitmen pada apa yang ia putuskan. Kan ada tuh biasanya yang labil. Yang melihat lebih-kurangnya, tapi ia berani tuntut sesuatu biar hubungan nggak diem di tempat aja.
    Dan yang paling penting, ia niat untuk hidup bersama kita, karena ia mencintai sang Maha Pencipta. Maksudnya nggak cuman sekadar ingin main-main doang gitu.
    Dan yang aku yakini, setiap orang punya jodohnya masing-masing, karena menurut aku, dunia ini diciptakan berpasangan. Dan dalam perjalanan menemukan jodoh, pasti ada aja likunya. Baik prosesnya lama atau bentar, atau jodoh kita ketemu di dunia atau mungkin di akhirat nanti. :)

    Maaf ya kalo banyak salah kata. Kalo rada ngebingungin. Maklum, pemikiran anak remaja mah gini :(

    BalasHapus
  34. Jodoh buat aku tuh semua yang dipertemukan dengan kita. Enggak cuma satu orang orang saja sih. Orangtua, teman itu termasuk jodoh juga. Enggak bisa dirancang mau ketemu siapa. Udah ada garisnya.

    Yang pasti sih jodoh itu berkembang sesuai dengan hidup kita. Jadi semisal kita cocok dengan temen smp, seiring waktu perbedaan pikiran, dll kita akan dipertemukan dengan jodoh yang lain. Kalao temen smp masih nyambung ya masih berjodoh, kalau enggak ya bakal tergantikan.

    Trus jodoh itu gambaran diri kita. Kalau kita serius ya otomatis bakal menarik dan memilih orang serius.Karena orang serius bakal lebih nyaman dengan orang serius dibanding humoris. Pasti mirip mirip deh

    Dan itulah jodoh. Mendapat sosok yang membuat kita nyaman :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lupa id twitternya :D

      @RimaMiftach

      Hapus
  35. Octaviyanti
    @octaviyaa
    octaviyaa29@outlook.com

    Jodoh, bukan lagi tentang aku dan kamu. Melainkan tentang kami, kalian, atau mereka yang entah dulu, kini, atau nanti bagian dari kita, sebagai seorang kenalan, teman, sahabat, kerabat, musuh, atau pasangan. Bagiku, tiap diri kita telah berjodoh melalui relasi yang telah kita jalin. Mungkin saat ini, ada yang tengah berjodoh untuk sekadar kenal, berjodoh untuk berteman, atau bahkan berjodoh untuk bermusuhan, tapi beberapa tahun yang akan datang barangkali berjodoh untuk berpasangan. Who knows?

    BalasHapus
  36. Jodoh itu tentang ketetapan dan ketepatan, ketetapan karena kita tidak bisa memilih siapa dan apa yang ingin kita temui dan dipertemukan, melainkan menunggu keputusan dari sang Khaliq yang MahaTahu. Ketetapan, tanpa sadar, Allah telah mempertemukan dan membiarkan kita menjumpai, orang tua, sahabat dan orang-orang hebat lainnya, meski terkadang sering dipertemukan dengan orang yang tak sejalan, tapi, selalu ada hikmanya bukan?
    Sehingga, Allah selalu memberikan "Jodoh" yang paling tepat.

    Firza Azkiah
    Twitter: @fazkiah
    firzaazkiah1@gmail.com

    BalasHapus
  37. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    rinspiration95@gmail.com

    Menurutku, jodoh itu adalah sesuatu/seseorang yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Kehadirannya akan menyeimbangkan hidup kita, bukan menyempurnakannya. Sejatinya, Tuhan sangat memahami kita dan memberikan anugerah kltak ternilai meski kita melihatnya secara sederhana :)

    BalasHapus
  38. #Jodoh itu nggak bisa dipilih. Tapi jodoh itu memilih.
    Tentu, aku juga tak tuasa untuk memilih seseorang untuk jadi jodohku. Karena seseorang yang berjodoh denganku, akan datang dan memilihku.

    Ia anak datang dan memilihku, dan memintaku untuk menjadi wanita satu-satunya yang akan menggenapkan jiwa dan hatinya. Karena masing-masing dari kami adalah separuh.

    Semoga, separuhnya aku, kamu. Dan separuhnya kamu, aku. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. IG:@ukhtyzulfa
      Twitter: @ukhtyzulfa
      Email: Puadiah@gmail.com

      Hapus
  39. Nama: Novermia
    Acc twitter: @Ameee93
    Ig: @Ameee93
    Email: bplovers@gmail.com

    Bagiku jodoh adalah pelengkap. Seperti sepasang sepatu, tak harus persis sama tapi bisa bergerak ke arah yang sama :D

    Udah itu aja. Terima kasih ^^

    BalasHapus
  40. Nama : Bella
    E-mail : bellakharisma15@gmail.com
    twitter : @anakkpopgirl


    Bagi saya jodoh itu adalah rezeki terbaik yang Tuhan kasih buat saya yang datangnya hanya sekali dan diberikan tidak secara tiba-tiba tetapi melalui suatu proses yang tak terduga.

    BalasHapus
  41. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Email : agathavonilia@gmail.com

    Jodoh adalah sahabat sejati. Dia nggak pernah meninggalkanku di kala suka dan duka. Dia akan selalu berusaha menjaga perasaan serta segala perilakunya terhadapku. Sekalipun pernah mengecewakan, dia pasti selalu berusaha memperbaikinya. Dia pasti selalu membuat aku tersenyum bagaimanapun caranya karena yang dia pikirkan hanyalah kebahagiaanku.

    BalasHapus
  42. Nama: ayu firda
    Twitter: @marizcaa_
    Email: ayumarisca99@ymail.com

    Jodoh itu yang saling mendo'akan baik jauh ataupun dekat. Dan saling merindukan dalam sujud yang panjang.

    BalasHapus
  43. Nama: Mita Oktavia
    Twitter: @Oktaviamithaa
    Email: greenchochobichocolate[at]gmail.com


    Bagi saya, jodoh adalah dia yang dengan sabar sedang saya nantikan kehadirannya untuk melengkapi kehidupan saya dan menyempurnakan ibadah saya dalam satu ikatan suci pernikahan. Dia yang membuat saya bersabar dalam doa sambil terus memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Dia yang selalu saya ucap dalam bait doa sehabis saya selesai berdialog dengan Tuhan. Dia yang selalu saya yakini bahwa dia yang terbaik yang telah dipilihkan Tuhan bagi saya.

    Dia yang akan membuat saya mengerti, bahwa menanti saat yang tepat dengan orang yang tepat, tidak akan pernah ada perjumpaan yang sia-sia.


    Terima kasih ya GAnya ^^

    BalasHapus
  44. Nama: Aulia
    Twitter: @nunaalia
    Email: auliyati.online@gmail.com

    “Bagimu, jodoh itu apa?”

    Jodoh itu rahasia Tuhan yang sampai sekarang pun belum saya ketahui (jodoh saya maksudnya hehe)

    BalasHapus
  45. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Email : n0v4ip[at]gmail[dot]com
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/686444280227835904

    Bagi saya jodoh itu adalah sesuatu ataupun sesorang yang memang sudah ditetapkan Allah untuk kita peroleh, kita miliki. Seperti misalnya ketika saya mengikuti giveaway. Dari berpuluh-puluh giveaway yang saya ikuti, jika saya tidak berjodoh dengan giveaway tersebut, seperti apapun saya berusaha, pasti saya tidak akan menang dan sebaliknya jika memang giveaway itu berjodoh dengan saya, pasti nama saya disebut. Begitu juga dengan jodoh yang dalam arti kata pasangan hidup. Sekuat apapun saya berusaha mempertahankan hubungan itu, jika memang dia bukan jodoh saya, pasti kami akan berpisah dan begitu juga jika dia memang jodoh saya, bahkan jika dia ada di belahan dunia lain sekalipun, jika kami berjodoh, pasti kami akan dipertemukan. :)

    Terima kasih kak ^^

    BalasHapus
  46. Nama: Aya Murning
    Email: ayamurning@gmail.com
    TW & IG: @murniaya

    Jodoh is a mystery. Someone that we could never ever wonder what and who it would be. People said jodoh adalah seseorang yang menjadi cerminan diri (also refers to Quran). Kita baik, berarti dia juga insya Allah akan baik. Kita buruk, maka dia juga orang yang buruk. But, one day, I found a quote that our spouse could be a bless or a trial. How about the real story tentang wanita baik-baik malah dapat suami yang misalnya ringan tangan? Well, I think it's just a part of the game in this life. She got a trial. But, still, aku tetap percaya dan nggak ingin meragukan janji Allah dalam firmannya. :)

    BalasHapus
  47. Nama : Fatoni Prabowo Habibi
    Email : fathana984@gmail.com
    Twitter : @fathisme009

    Tentang jodoh. Jodoh bagi saya adalah tentang ketepatan. Tepat diwaktu yang kita bisa terima. Tepat dengan suasana yang membutuhkan. Bukankah jodoh tentang saling membutuhkan juga? Hari-hari ini saya digelayuti jodoh. Tentang seberapa siap menyambut datangnya jodoh. Tentang menyempurnakan sang jodoh. Tapi, ada satu hal ini yang saya yakini bisa berubah. Bila banyak yang mengatakan Jodoh ada ditangan Tuhan. Saya kira ini spekulasi. Jodoh pun ditentukan tangan kita sendiri menggapainya. Jodoh itu ibarat cermin. Bila kita melihat diri kita penuh keyakinan tentang masa depan dan kecemerlangan yang kita ciptakan di hari-hari sekarang. Maka, seperti itulah Jodoh kita, dengan kesibukan sehari-harinya. Jodoh pun, saya kira justru ada di dekat kita, di lingkungan yang lebih dari 5 jam kita berada. Saya mengamati ini selama beberapa waktu hal ini. Tentang Jodoh pun tentang kemudahan. Jodoh selalu mudah. Apa-apa yang membuat kita tampak seperti tidak mengejar. ataupun sebaliknya. kalau mempersulit, dan penuh dengan jangan berliku. itu jauh dari jodoh. Terimakasih.

    BalasHapus
  48. Bintang Maharani
    btgmhrn@gmail.com
    @btgmr (twitter)

    Menurut saya, jodoh itu takdir. Hal yang tidak bisa diubah karena sudah menjadi ketetapan-Nya. Bahkan nama pasangan kita sudah ditulis di Lauh Mahfuz sejak bumi ini diciptakan.
    Jodoh merupakan pelengkap, penyeimbang, dan penyempurna kehidupan. Jodoh adalah alasan lain mengapa manusia tetap bertahan hidup dan bersemangat mencari kebahagiaan.

    BalasHapus
  49. Nama: Alis Maharani
    Twitter: @alis_maharani
    Email: sila.queen1921@gmail.com

    Jodoh, mungkin seseorang yang tidak pernah memiliki janji temu denganku. Tetapi, di suatu hari ia menemukanku dalam keadaan yang sebenar-benarnya. Tidak dalam polesan make up yang tebal, tidak dalam balutan pakaian yang seksi, juga tidak dalam orasi yang memamerkan kepandaianku. Tetapi, dalam keadaan di mana aku menjadi diriku sendiri, tidak perlu menutup-nutupi apa yang kurang dan apa yang cacat dalam diriku. Mungkin begitulah jodoh. Seseorang yang menerima ketidaksempurnaan saya, kemudian berniat untuk menyempurnakannya.

    BalasHapus
  50. Nama: Annisa Ayundi Prastiwi
    Twitter: @annsynd
    Email: annisaica04@yahoo.co.id


    Jodoh adalah seseorang yang mungkin sudah berada di depan mata kita, atau orang yang pernah bercakap-cakap dengan kita walaupun sebentar, atau bahkan seseorang yang hanya berpapasan dengan kita. Hanya saja kita belum diberi kesadaran oleh tuhan bahwa dia lah jodoh kita, dia lah yang akan melengkapi kepingan-kepingan puzzle hidup kita.
    "Jodoh itu, udah ada yang ngatur. Biar cepet dapetnya, deketin aja yang ngaturnya."

    BalasHapus
  51. Nama: Daisy
    Tw: @daisy_skys
    Email: stupidliar367@gmail.com


    “Bagimu, jodoh itu apa?”


    Jodoh adalah bagian dari nasib dan takdir . Walaupun digenggam kuat , kalau bukan punya kita , dia terlepas.Walaupun ditolak ke tepi kalau memang untuk kita ia akan datang . Itulah namanya jodoh . Dialah potongan puzzle yang pas dan membuatmu utuh.

    Kita boleh mencari jodoh tapi kita sama sekali tidak punya hak untuk menentukan jodoh . Tuhan sudah mempersiapkannya dan kadang orang itu berasal jauh dari kehidupanmu atau malah orang terdekat yang nggak di sangka sangka . Terkadang sulit ditafsirkan dengan logika , nggak semudah memecahkan fungsi f(x) dalam matematika , Karena Tuhan nggak suka rencananya tertebak , Tuhan lebih suka membuat kejutan .Sama halnya dalam Bab Jodoh. Kalu baik buruknya jodoh sih tergantung amal ibadah masing masing . Tuhan selalu Tau yang pantas buat hambanya.





    BalasHapus
  52. Nama : Ahmad Rosyid Mustaghfirin
    Akun Twitter : @ahmadrosyidmus
    Email : mustaghfirin.arrosyid@gmail.com
    Link Share : https://twitter.com/ahmadrosyidmus/status/686564839984992256

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, jodoh diartikan sebagai:
    jo·doh 1 n orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan: berhati-hatilah dl memilih --; 2 n sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: mana -- sepatu ini; 3 a cocok; tepat: ia telah meminum obat itu, tetapi tidak --;
    ber·jo·doh v 1 cocok bersuamikan (beristrikan) dengan; 2 kawin;
    men·jo·doh·kan v menjadikan dua hal (orang, barang) sbg pasangan; mengusahakan (menjadikan) bersuami istri; mengawinkan;
    per·jo·doh·an n perihal jodoh atau menjodohkan; perkawinan;
    mem·per·jo·doh·kan v menjodohkan;
    pen·jo·doh n yg menjodohkan;
    se·jo·doh n sepasang
    Dari sini bisa diketahui bahwa jodoh itu tidak hanya pada ranah pasangan suami-istri, tetapi juga bisa berarti kecocokan benda, pekerjaan, pasangan benda (seperti sepatu). Namun, dalam kemumumannya jodoh lebih mengarah kepada ranah suami-istri. dan itu yang akan saya bahas di sini.

    Menurut saya, jodoh adalah orang yang kita pilih sebagai pendamping atau pasangan hidup dan mendapat persetujuan atau keridlaan dari Allah.
    Ada ungkapan bahwa jodoh itu di tangan Tuhan (orang Islam: Allah). melalui ungkapan ini akan menimbulkan pemahaman bagi banyak orang bahwa jodoh itu sudah ditetapkan Allah sejak dahulu, dan manusia tidak memiliki campur tangan terhadap hal tersebut. Bagi saya, pemahaman seperti itu tidaklah tepat karena tidak ada ayat Al-qur'an dan hadits yang menetapkannya. di dalam Al-qur'an disebutkan,
    “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian isteri-isteri dari diri kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar-Rum [30]: 21)
    “Allah menjadikan bagi kalian isteri-isteri dari diri kalian dan menjadikan bagi kalian dari isteri-isteri kalian itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka Mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?.” (QS. An-Nahl [16]: 72)
    dalam kedua ayat tersebut, tidak diterangkan bahwa jodoh sudah ditetapkan oleh Allah sejak zaman dahulu. kedua ayat tersebut lebih menegaskan bahwa Allah mejadikan bagi kita istri sebagai pasangan hidup.
    kemudian dalam hadits juga tidak dijelaskan bahwa jodoh sudah ditentukan sejak zaman azali.
    Dari Abu ‘Abdir-Rahman ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menuturkan kepada kami, dan beliau adalah ash-Shadiqul Mashduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya),......Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya....... [Diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim]
    pada hadits yang ditulis ketika bayi dalam kandungan adalah rizki, ajal, amal, dan celaka atau bahigia. jodoh tidak ditulis oleh malaikat.
    Dari sini, saya memahami bahwa jodoh memang tidak ditetapkan pada zaman azali. lalu bagaimana dengan ungkapan jodoh di tangan Allah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lanjutan.....
      Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. (An-Nisa;4).
      Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun Dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al-Baqarah [2]: 221)
      “Siapa yang menyukai fitrahku hedaknya ia bersunnah dengan sunnahku, dan termasuk sunnahku adalah menikah.” (HR. Abu Ya’la – Husain Salim Asad: rijalnya terpercaya)
      Dari Samurah ra, bahwa Rasulullah saw melarang dari tabattul (sengaja membujang untuk selamanya). (HR. Ahmad bin Hambal – Syu’aib Al-Arnauth: rijalnya terpercaya)
      Dari Abdullah bin Mas’ud ra, Rasulullah saw bersabda: “Wahai para pemuda, siapa-siapa di antara kalian yang mampu ba’ah (memberi tempat tinggal) hendaknya ia menikah, sungguh nikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan siapa-siapa yang belum mampu ba’ah maka hendaknya ia berpuasa, sungguh puasa itu akan menjadi perisai baginya.” (Muttafaq ‘Alayh – lafazh milik Muslim)
      Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: “Seorang wanita itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena garis keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah yang baik agamanya maka engkau akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)
      “Apabila datang kepada kalian siapa yang kalian ridhai akhlak dan agama nya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak kalian lakukan, niscaya akan menjadi fitnah dan muka bumi dan kerusakan yang luas.” (HR. Al-Hakim – sanadnya shahih)

      Dari beberapa ayat dan hadits di atas, bisa dipahami bahwa syari'at memerintahkan untuk menikahi perempuan sebagai istri yang dikehendaki dengan kriteria yang baik menurut agama. dijelaskan pula bahwa kita (laki-laki) boleh menikahiistri lebih dari satu. jadi, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kita (laki-laki) bebas memilih wanita sebagai pasangan hidup kita sendiri, dan begitu juga perempuan bebas memilih laki-laki sebagai suami. namun syari'at tetap memberi kriteria pasangan yang baik agar pernikahan membuahkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
      terkadang seseorang melakukan sholat istikhoroh untuk menentukan pilihan ketika dihadapkan dengan beberapa pilihan sebagai pasangan hidup. hal ini bertujuan agar yang dipilih itu benar-benar tepat dan membawa kemaslahatan untuk diri seseorang itu.
      dari penjelasan ini, saya memahami ungkapakan "jodoh di tangan Allah" adalah memberikan keridlaanNya untuk pasangan yang kita pilih sebagai sumai/istri. sebagai contoh, ada orang yang sekali menikah, pernikahannya langgeng hingga akhir hayatnya. dan ada orang yang menikah, namun cepat atau lambat pernikahannya tumbang, bercerai. Hal ini karena Allah memberikan keridlaanNya kepada contoh yang pertama, dan tidak meridlai pada contoh yang kedua.
      Jadi, saya memahami bahwa jodoh itu adalah orang yang kita pilih sebagi pasangan hidup, dengan mendapat persetujuan atau ridla dari Allah.

      *demikianlah pemaparan jodoh menurut saya. segala kebenarannya tetap menjadi milik Allah. jika pemahaman saya salah, semoga Allah memberikan ampunan dan memberikan pemahaman yang benar kepada saya, aamiin.

      Hapus
  53. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  54. Nama : Neng Sipa
    @-mail : Nengsipa123@gmail.com
    FB : Syifa Al Kaisy

    Jodoh adalah takdir.

    Ya, jodoh itu adalah bagian dari takdir, yakni ketentuan dari Allah yang telah diberikan atau ditetapkan sejak kita masih dalam rahim.Sebenarnya jodoh itu sudah ditetapkan oleh Allah, dan ia gak bakalan kemana-mana.Tapi jodoh itu tidak akan datang kalo tidak dicari. Begitu juga dengan rezeki.

    Berbicara tentang JODOH' jangan hanya melihat dari satu kacamata saja, mengapa demikian?
    Karena yang namanya jodoh itu sesuatu yang diusahakan untuk mendekati apa yang digariskan oleh Allah.

    Kita dipertemukan dengan seseorang itu juga sama bisa dikatakan jodoh, karena sesuatu yang telah digariskan-Nya.
    Begitu juga kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita, misalnya. Tapi bukan berarti dia yang berjodoh dengan kita adalah dia yang akan terus menemani kita seumur hayat. Bukan seperti itu..

    Terkadang saya sendiri juga selalu dibingungkan dengan istilah 'Jodoh'. Orang yang yang berpoligami itu bagaimna? apa semua istrinya itu jodohnya?
    Terus orang yang nikah terus cerai dan gak menikah lagi, terus siapa jodohnya? lieur juga ya. hehe

    Menurutku orang yang menemani sampai akhir hayat, itulah yang disebut jodoh. :)

    Intinya, Allah menciptakan manusia itu dengan Takdir-Nya. Jodoh, Pati keduanya itu ditangan-Nya. Dan kita sebagai manusia juga di berikan pilihan untuk memilih takdirnya yang menurutnya baik untuk sekarang dan kedepannya nanti. keimanan pada sebuah takdir harus mendorong untuk selalu berdoa dan berusaha keras dengan sebaik mungkin untuk mendapatkan jodoh yang terbaik untuk kita, sementara hasilnya diyakini merupakan takdir Allah. Dan yakinlah bahwa Allah SWT tidak akan mendzalimi hambanya.

    Intinya, CINTA itu Pilihan dan JODOH itu adalah Takdir.

    Terimakasih :) :) :)

    BalasHapus
  55. Great to see that someone still understand how to create an awesome blog.
    The blog is genuinely impressive in all aspects.
    I like this blog.
    raja poker

    BalasHapus