Rabu, 06 Januari 2016

Attachment



“Semua cinta pertama selalu berakhir. Tidak ada yang menikah dengan cinta pertama mereka. Cinta pertama hanya sebatas itu. Yang pertama. Itu artinya akan ada yang lain setelah itu.” (Hal. 190)


Penulis: Rainbow Rowell
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Novianita
Proofreader: Yuli Yono
Design cover: Chyntia Yanetha

Lincoln masih belum percaya bahwa pekerjaannya sekarang adalah membaca E-mail orang lain. Saat ia melamar pekerjaan sebagai petugas keamanan Internet, pemuda itu mengira ia akan membangun firewall dan melawan hacker, bukannya memberi peringatan pada karyawan yang mengirim E-mail berisi lelucon jorok seperti sekarang.

Beth dan Jennifer tahu bahwa ada seseorang di kantor yang memonitor E-mail mereka. Hal itu adalah kebijakan kantor. Namun, mereka tidak menganggapnya serius. Mereka bertukar E-mail tentang hal-hal paling pribadi.

Saat Lincoln menemukan E-mail Beth dan Jennifer, pemuda itu tahu ia harus melaporkan mereka berdua. Namun ia tidak bisa. E-mail mereka terlalu menarik untuk dilewatkan.

Hanya saja, saat Lincoln sadar ia mulai jatuh hati pada salah satunya, sudah terlambat untuk memulai perkenalan.

Lagi pula, apa yang bisa ia katakan.... ?
***

“Uang adalah benda yang kejam. Benda itu menghalangimu dari barang-barang yang kau inginkan dan orang-orang yang kau cintai.” (Hal. 48)

Lincoln menerima pekerjaan yang berbeda dari yang ia bayangkan. Ia menjadi makhluk malam. Bukan..bukan jadi lelaki malam dalam konotasi negatif. Ia menjalankan pekerjaan dengan shift malam sepanjang waktu. Tugasnya? Membangun sistem yang akan mensensor email-email yang mengandung kata tertentu yang telah diprogram. Ia kemudian akan membaca email tersebut kemudian jika terjadi pelanggaran ia harus mengirimkan email peringatan ke orang tersebut karena melanggar aturan yang ditetapkan oleh The Courier, sebuah perusahaan surat kabar.

Dari semua email yang masuk, Lincoln merasa tertarik pada percakapan dua orang sahabat, Beth dan Jennifer. Lincoln tahu, seharusnya ia memberi mereka surat peringatan karena melanggar ketetapan yang melarang karyawan The Courier menggunakan internet kantor untuk keperluan pribadi. Termasuk email pribadi.

Tanpa bisa ia tahan, Lincoln terus membaca email Beth dan Jennifer. Ia kemudian menyadari bahwa ia merasa jatuh hati pada Beth. Jatuh hati pada sesuatu yang berasal dari dalam diri Beth. Jatuh cinta tanpa mengenal fisik Beth. Dan ini membuat Lincoln kebingungan.

Di satu sisi ia tidak bisa melupakan Sam, cinta pertamanya. Sam yang mencampakkannya dan sempat membuat Lincoln kehilangan arah hingga meninggalkan studinya hingga membuat beasiswanya dicabut. Tapi di sisi lain itu pun merasa terpesona pada Beth. Merasa sangat mengenal gadis itu.

Lantas bagaimana jika keduanya bertemu? Apakah ini akan mengubah perasaan Lincoln? Apakah masih ada harapan bagi Lincoln, sedang ia tahu bahwa Beth telah memiliki seorang kekasih. Lelaki yang memilik fisik menarik yang juga gitaris sebuah band.



“Aku adalah ibumu. Tidak seorang pun yang mengenalmu sebaik aku. Tidak seorang pun yang akan mencintaimu seperti aku.” (Hal. 50)

***

“Bagiku lebih baik kau bilang ‘aku mencintaimu’ karena kau penuh dengan rasa cinta untukku yang tidak bisa kau simpan sendiri. Aku lebih senang jika kau tidak meninggalkan rumah dalam keadaan marah kepadaku.” (Hal. 90)

Awalnya saat membaca novel ini saya tidak berhenti bertanya. Apa pentingnya semua email-emailan tidak penting antara Beth dan Jennifer. Pembahasan mereka selalu absurd. Berbagai macam hal. Jennifer yang merasa tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya dan selalu negatif thinking. Beth yang ceria dan berusaha bersikap positif meski tak jarang ia menjadi cocok yang sinis.

Namun lama kelamaan membaca email-email mereka membuat saya semakin mengenali kedua karakter ini. Membuat saya menjadi Lincoln yang tertarik untuk terus mengikuti perbincangan via email dari kedua orang sahabat tersebut.

Ini menjadi rangkaian cerita yang menarik. Dua hal yang awalnya tidak terkorelasi, mendadak melebur menjadi sebuah cerita utuh yang saling terkait. Ini merupakan salah satu kekuatan cerita ini.

Di sisi lain, saya suka penokohannya. Terutama untuk karakter Lincoln. Karakter ini digambarkan berkembang. Ia berkembang bersama masalah yang dihadapinya terkiat Beth, kantor, ibu, dan masa lalunya yang bernama Sam.  Dan melihat tokoh yang berkembang tentu menarik karena sikap mereka jadi tidak bisa ditebak.

Namun ada yang sedikit mengganggu saya. Banyaknya informasi tentang film yang menjadi analogi dalam percakapan Beth dan Jennifer di satu sisi  menarik, namun di sisi lain mengesalkan. Mungkin karena saya sendiri bukan orang yang benar-benar gemar menonton film. Saya merasa kesulitan untuk menangkap maksud penulis karena tidak mengenal beberapa film yang disebutkannya.

Hm.. tapi di luar itu, novel ini cukup menarik untuk dibaca. Konflik yang diketengahkan pun unik. Bukan berarti mustahil terjadi di dunia nyata. :)


“Cinta. Tujuan. Semua itu adalah hal-hal yang tidak bisa kau rencanakan. Semua itu terjadi begitu saja. Dan bagaimana jika semua tidak pernah terjadi? Apa kau akan menghabiskan sisa hidupmu mendambakannya? Menunggu untuk bisa merasa bahagia” (Hal. 124)

***
“Aku menganggapnya seperti musim dingin. Selama musim dingin bukannya matahari menghilang (atau berselingkuh dengan planet lain). Kau masih bisa melihatnya di langit. Tapi matahari terlihat lebih jauh di musim dingin.” (Hal. 176 - 175)

“Aku tahu orang bisa berubah. Kupikir... kupikir kita akan berbuah bersama. Kupikir itulah artinya saling mencintai.” (Hal. 192)
“Jadi, bagaimana kalau begini; daripada berpikir untuk mencari solusi atas hidupmu secara keseluruhan, pikirkan saja untuk menambah hal-hal yang baik. Satu per satu. Biarkan hal-hal baik itu terus menumpuk.” (Hal. 256)
“Bukankah jatuh terpuruk adalah hal yang harus kau alami untuk menyadarkan dirimu sendiri? Bukankah jatuh terpuruk ke dasar lubang akan memberimu petunjuk ke arah mana kau harus naik?” (Hal. 303)
“Aku yakin bahwa mencemaskan hal buruk membuatmu siap menghadapinya kalau itu benar-benar terjadi. Kalau kau merasa cemas, hal buruk itu tidak akan membuatmu terpukul. Kau tidak akan jatuh karena sebuah pukulan kalau kau sudah menduga pukulan itu akan datang.” (Hal. 307)

4 komentar:

  1. Nha kmrin ikut lomba ga dpet ini buku ehhh keren juga ya quotenya mbk hhhhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, gak cuma quote-nya. Ceritanya juga bagus :D

      Hapus
  2. “Semua cinta
    pertama selalu
    berakhir. Tidak ada
    yang menikah
    dengan cinta
    pertama mereka.
    Cinta pertama hanya
    sebatas itu. Yang
    pertama. Itu artinya
    akan ada yang lain
    setelah itu.” (Hal.
    190)

    pas baca bagian ini langsung deh... sepupuku 2th lalu akhirnya menikah dg cinta pertama dan pacar pertamanya dulu semasa SMP. Haha,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sepupu kmu beruntung ya. Tidak semua orang bisa mengalami hal itu, lho :)

      Hapus