Sabtu, 30 Januari 2016

Alias



“Cahaya itu selalu baik,” (Hal. 73)


Editor: Mahir Pradana
Proofreader: Dewi Fita
Desain sampul: Dwi Anissa Anindhika
Tata letak: Erina Puspitasari
Penerbit: Rak Buku
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: ii + 236 halaman
ISBN: 978-602-732-301-8

“Pernahkah pelangi menangis karena hujan dan langit tak mau mewarnainya? Jika sempat, tolong katakan pada hujan untuk menitik satu kali pada tiga puluh tahun kesunyian di ujung pelangi yang tak berbatas. Mungkin saja asa yang tersesat menemukan jalan pulang dan darah tak harus tercurah pada telapak tangan yang beku.”

Sebuah liontin menonton Jeruk pada sebuah nama, Rinai. Sebuah nama yang digunakannya untuk memulai kiprahnya sebagai penulis misteri. Namun, misteri ternyata tidak hanya terjadi di novel fiksi buatan Rinai. Satu per satu korban mulai berjatuhan sesuai dengan kisah di dalamnya. Kini, Jeruk harus berpacu dengan waktu, sebelum lebih banyak lagi korban berjatuhan. Ataukah kali ini, Jeruk sendiri korbannya?

***

“Sobatku yang tak lagi setia. Dengan menyesal aku mengumpulkan semua dendam di dalam darahku. Warnanya lebih merah dari darah. Keras melebihi karang. Pada penghujung ajalku, aku melihat dendam lebih indah dari penantian yang sia-sia. Aku ingin kamu melihatnya bersamaku.” (Hal. 3)

Kalimat di atas adalah kelanjutan dari kalimat yang dicantumkan dalam blurb novel ini. Satu pargaraf yang juga bisa punya arti bagi keseluruhan cerita.

Novel Alias ini bercerita tentang Jeruk Marsala, seorang penulis novel romance yang menulis genre misteri dengan nama lain. Tidak asing dengan plot ini? Ya, bukankah J.K  Rowling yang fenomenal berkat serial Harry Potter melakukan hal yang sama? Apa yang membuat novel ini berbeda?

Sebab bukan itu inti utama novel ini. Masalah muncul akibat novel-novel yang ditulis Jeruk memakai nama Rinai mulai menjadi kenyataan. Satu persatu pembunuhan yang terjadi di novel Misteri Mayat yang Berdetak dan Pisau Air Mata menjadi kenyataan. Ini membuat sosok Rinai semakin memantik rasa penasaran. Terlebih sejak awal, Jeruk menyembunyikan identitas Rinai. Selama ini urusan terkait penerbitan buku-buku Rinai ditangani oleh Darla. Kini populartitas Rinai mulai menyaingi popularitas Jeruk yang telah menulis banyak buku dan novelnya telah difilmkan.

Yang terburuk bukanlah hal itu. Melainkan pembunuhan yang terus terjadi tanpa bisa ditemukan pelakunya. Pembunuhan ini pun kemudian mulai mengancam keselamatan orang-orang yang Jeruk kenal. Siapa sebenarnya pelaku pembunuhan ini? Bagaimana mungkin bisa semua hal yang terasa mustahil terjadi bisa benar-benar menyata di hadapan Jeruk?

Apa yang hanya imajinasi dan mimpi kini benar-benar memburu Jeruk di alam nyata. Apa yang salah? Apa yang sedang terjadi?


“Kamu ini seperti tuan putri yang memakai baju ksatria. Kadang bisa bersikap manis tapi anehnya selalu memancing keonaran.” (Hal. 13)

***

“Banyak kemungkinan yang terjadi di dunia penulisan dan film. Nggak bisa diprediksi secara pasti. Ada buku yang biasa saja, tapi bisa menembus ranah film. Ada buku yang luar biasa, tapi nggak bisa diangkat ke layar lebar. Apa sebabnya? Banyak. Ya, keberuntungan, faktor perjuangan si penulis, kebetulan si penulis punya link ke produser, atau materi cerita yang sesuai pasar.” (Hal. 16)

Menyelesaikan novel ini membutuhkan waktu 3 hari. Kenapa? Bukan karena ceritanya yang tidak menarik melainkan saya yang menolak membaca buku ini jika matahari sudah terbenam. Jika pembaca mengharapkan novel yang sejenis dengan Misteri Patung Garam, maka simpan kembali harapan itu. Dan untuk pembaca yang senang dengan novel horor yang menghadirkan hantu-hantu dengan wujud yang menyeramkan, maka singkirkan harapan itu. Ceritanya benar-benar berbeda. Ini bukan lagi tentang petualangan seorang detektif, melainkan tentang misteri dan dendam.

Premis novel ini benar-benar menarik. Membayangkan bahwa apa yang dibaca di novel misteri benar-benar menjadi kenyataan pastilah memunculkan kengerian tersendiri namun juga memancing rasa penasaran. Kita pasti akan berpikir “bagaimana akhirnya? Samakah dengan akhir cerita di novelnya?” Itu sebabnya saya cukup kesal karena ending dari novel pertama dan kedua Rinai tidak dicuplik. Hanya ending novel ketiga yang dibuat terhubung dengan ending kisah hidup Jeruk sendiri.

Ada sejumlah adegan di dalam novel ini yang membuat saya ikut tegang. Ini karena kelihaian penulis mendeskripsikan suasana. Dan sejujurnya ada satu adegan yang melibatkan cermin yang membuat saya ngeri sendiri. Apalagi di kamar mandi saya ada cermin. Jadi kepikiran buat ke kamar mandi di malam hari. Bagaimana jika pengalaman Jeruk juga menjadi kenyataan di kehidupan saya?

Harus saya akui, novel ini mampu membangkitkan rasa takut sekaligus rasa penasaran saya. Jadi wajar jika diending cerita saya dibuat gemas sendiri. “Endingnya gini aja nih? Serius? Eh tapi itu yang paragraf terakhir artinya apa? Kok kesannya Jeruk ....” (Sengaja tidak dilanjutkan agar tidak spoiler dan malah bikin penasaran)

Selain itu, tokoh Eru yang sejak awal ditampilkan sebagai sosok yang menyebalkan ternyata perlahan mampu menarik simpati. Ia punya alasan untuk sikapnya pada Rinai. Tokoh ini juga sangat mudah untuk dicurigai :D

Oiya mau protes dikit boleh ya, mbak? Di halaman 28 tentang kontrak film yang dibatalkan oleh pihak Produsernya itu kok terasa tidak beretika ya? Kalaupun dibatalkan, seharusnya pihak produser tidak perlu mengatakan bahwa itu karena ia lebih tertarik memfilmkan novel Rinai. Selain itu di halaman 49 membicarakan mimpi dan penderita miopia, itu benar ada hubungannya? Soalnya saya tidak punya pengalaman yang sama. Sebelum dan setelah memakai kacamata mimpi saya tetap kabur, mbak. *kemudian ditoyor Mbak Ruwi* :D

Secara keseluruhan, novel ini adalah salah satu novel yang membuat saya tidak keberatan mencicipi genre misteri, genre yang sangat saya hindari!

“Kadang kala kita harus selalu waspada dan untuk itu kita membutuhkan prasangka dan dugaan. Jangan abaikan prasangka buruk sebab dunia ini jahat, Honey!”
(Hal. 35)

***

“Kebaikan selalu melawan kejahatan, bahkan di dalam diri manusia, dua hal itu bergumul tiap hari.” (Hal. 57)


Hai..hai.. Sudah membaca review lain yang ada dalam rangkaian postingan “Blogger Membaca Alias”? Yang mana yang reviewnya paling menggugahmu, Readers?

Nah, kali ini saya diberi berkesempatan oleh Mbak Ruwi Meita untuk mengadakan Giveaway berhadiah novel Alias bagi satu orang yang beruntung. Caranya mudah:

1. Jawab pertanyaan ini di kolom komentar
“Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”
Jangan lupa sertakan data diri berupa nama, akun twitter atau akun instagram, dan email kamu.

2. Share giveaway ini dengan ketentuan berikut:
Via Twitter: follow akun twitter @ruwimeita25, @penerbitrakbuku dan @atriasartika. Kemudian share link Giveway ini dengan hashtag #ALIAS dan mention ketiga akun tadi.
Via Instagram: follow akun instgram @ruwimeita, @penerbitrakbuku, dan @atriasartika. Repost banner atau e-poster Giveaway #ALIAS yang ada di akun @atriasartika. Sertakan link blogpost ini dalam caption. Tag ketiga akun tadi ya :)
 
Gambar yang ada di instagram
3. Giveaway ini hanya berlangsung dari tanggal 30 Januari – 5 Februari 2016
4. Giveaway ini hanya untuk yang berdomisili di Indonesia
5. Pengumuman pemenang akan saya posting di twitter dan akan saya update di postingan ini paling lambat 1 minggu setelah giveaway ditutup.

“Menulis horor itu artinya menantang rasa takut. Aku harus memahami ketakutan itu sendiri.” (Hal. 66)

***
“Aku tidak suka dengan kebetulan karena aku nggak memercayainya begitu saja.” (Hal. 89)
“Seberapa besar kamu mengembalikannya ada ingatan yang tidak bisa kembali. Lepaskan saja, dan jadilah orang asing yang menyenangkan!” (Hal. 96)

55 komentar:

  1. Nama: Fitra Aulianty
    Twitter: @fira_yoopies
    Email: fitra.aulianty@gmail.com

    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”

    Jawaban:
    Ada dua versi.
    Satu, kalau genre itu dan nama kita serasa 'nyambung'. Aku pilih untuk pake nama asli. Misalnya namanya islami banget, ya kalau nulisnya tentang buku islami ya pake nama asli.

    Dua, kalau nulis itu untuk dapat ketenangan sekaligus refreshing di genre baru. Itu pake nama pena (tapi tetap nyebutin identitas asli di dalam bukunya, soalnya aku gak tahan sembunyi").
    Misalnya aku pengen bikin novel fantasy, lebih bagus pake nama Harayuki gitu *soalnya gak mungkin kan zat Hara bisa nulis novel, terus juga Jepang terkenal dengan anime fantasinya, yaudah aku pilih itu deh.* (Sekalian promo nama pena sendiri wkwkw)

    BalasHapus
  2. nama : Mukhammad Maimun Ridlo
    akun twitter : @MukhammadMaimun
    email : maimun_ridlo@yahoo.com

    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”

    Aku jaman SMA pernah nyoba nulis dan dikirim ke beberapa majalah remaja saat itu make nama samaran dan hasilnya nihil.
    Terus aku nyoba pakai nama asli. eh, ada beberapa yang nyangkut dan kemuat. Ya, mungkin aja sih memang karyaku yang awal-awal masih belum layak muat juga kali. Tapi nama yang kupilih sebagai nama pena juga kurang menjual kayaknya dan terlalu absurd.
    So, aku bakalan lebih memilih nama asli. Beberapa teman yang ngerti aku sering nulis bakal lebih ngeh kalau aku pakai nama asli daripada nama pena.

    BalasHapus
  3. @chi_yennesy
    yennesy.damayanti@gmail.com
    Menulis adalah sebentuk aktulisasi diri, gak munafik ketika orang membaca tulisanku tentu saja ada keinginan munculnya keterikatan dengan pembaca. Bentuk wujudnya tentu berupa mengenalkan identitas penulis.
    Ketika memilih nama pena aku akan menggunakan nama "chi yennesy", nama selalu aku gunakan disemua sosmed. Chi adalah nama panggilan, dan yennesy adalah awal suku kata nama asliku. Nama itu lumayan bawa hoki ikut kuis di sosmed, siapa tau juga di kepenulisan :) hehe...

    BalasHapus
  4. Nama: Frida Kurniawati
    Twitter & Instagram: @kimfricung
    E-mail: kimririn93@ymail.com

    Kadang saya memakai nama asli, kadang juga nama pena.
    Untuk buku nonfiksi dan tulisan yang dikirim ke koran (yang selalu ditolak itu, haha), saya pakai nama asli. Alasannya simple: biar terlihat profesional, hehe. Sementara itu, untuk genre tulisan yang nggak serius (yang saya sok-sokan ngelawak gitu), saya pakai nama pena "Kimfricung". Biar terkesan alay. Padahal, di balik nama alay "Kimfricung" itu, ada sejarahnya, yang membuat saya berjanji nggak akan ganti akun Twitter (dan malah semua akun saya pakai nama itu). Nama itu sebagai pengingat bahwa dulu saya pernah menjadi seorang fangirl fanatik dan lebay dari sebuah boyband Korea yang tetep minta disebut "Junior" meski sekarang sudah om-om. Sebagai pengingat bahwa kehidupan sbg fangirl (yang sangat keras itu) telah menjadikan saya seseorang seperti sekarang, yang selalu mau bekerja keras untuk mencapai sesuatu :)
    Kalau untuk novel, terutama yang ber-genre fantasi, saya ingin pakai nama pena "Moria Marin". Artinya "Angin dari Laut". Banyak angin berembus di mana-mana, tapi angin dari laut akan selalu khas dengan aroma garam dan kelembabannya yang terasa berat menempeli kulit, tapi membuai juga. Saya juga ingin novel saya seperti itu: istimewa dan berkesan bagi pembaca. Kenapa terutama genre fantasi--karena menurut saya nama "Moria Marin" terdengar fantastis :D

    BalasHapus
  5. Nama: Annisa Ayundi Prastiwi
    Twitter: @annsynd
    Email: annisaica04@yahoo.co.id

    Nama asli. Karena kalau pake nama pena nggak seru, nggak ada kepuasan tersendiri untuk bangga-banggain karya kita waktu liat nama kita di cover buku kayak "wih, Ada nama gue 'Annisa Ayundi'. Nggak nyangka, akhirnya novel gue terbit juga" dan juga kalau seandainya saya nerbitin novel, orang-orang disekitar saya mungkin saja banyak yang akan menanyakan ini itu. Coba kalau saya menggunakan nama pena, saya pasti bingung menjawab pertanyaan seperti "loh nis, katanya kamu nerbitin novel? Ini novelnya? Kok nama pengarangnya bukan nama kamu?"

    Kalau pake nama pena, menurut saya kurang seru, kenapa? Karena kita susah dikenal orang, orang nggak tau kita sebenernya siapa, apalagi kalau kita baru penulis pemula yang karyanya belum dikenal banyak orang.
    Tapi beda hal-nya untuk seorang penulis yang sudah biasa menggunakan nama penanya, mereka fine fine aja menggunakan nama pena mereka. Sebenernya cara pandang orang beda-beda sih, tapi inilah point of view saya. Terimakasih:)

    BalasHapus
  6. Nama : M. Sulhan Habibi
    Twitter : @SulhanHabibi
    Email : soulhahnmail [at] gmail.com
    Link share : https://twitter.com/SulhanHabibi/status/693406729065746432

    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”

    NAMA ASLI "Sulhan Habibi"

    Karena aku suka dengan namaku sendiri dan aku suka membaca namaku tertulis di mana pun (apalagi di sebuah cover buku). Lagipula nama itu pemberian kedua orangtua-ku. Jadi sudah pasti aku akan memakai nama asli.

    BalasHapus
  7. Nama: Afif Rohman
    Twitter: @_Afif_Rohman
    Email: rohmanafif212@gmail.com

    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?“

    Karna saya suka genre horor atau misteri. Maka saya akan pakai nama pena "A.ROH". Karna nama itu adalah singkatan dari nama saya: (A)fif (ROH)man. Nama itu juga lebih singkat, mudah diingat, terdengar misterius, dan ada kesan horornya. Karna di situ ada kata "ROH" yang selalu identik dengan hal-hal mistik.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Neneng Lestari
    @ntarienovrizal
    n_tarie90@yahoo.com

    Nama asli ... Gak pake nawar.

    banyak alasan kenapa harus pake nama asli. Alasan utama adalah kebanggan. Senang dong pas ngelihat buku kita terpajang di toko buku dan di tengok sama orang-orang yang kenal sama kita, pasti bilang "Eh itu kan si neneng anak kelas sebelah itu kan? Cewek songong yang suka marah-marah itu kan?" hahaha

    setidaknya, meski image tidak terlalu baik di mata mereka, tapi mereka tahu bahwa aku sudah bekarya.

    Paling kece lagi gini, ada ayah atau ibu kita pamerin buku yang ada tulisan "Neneng Lestari" di cover depannya, ke orang-orang atau kerabat mereka.

    Nah, sekarang coba bayangin misalnya pakai nama alias, atau nama pena.

    pasti mikir kalau aku gak suka di kasih nama seperti itu, atau mereka meragukan kemampuan aku. Siapa tahu mereka berpikir dengan memakai nama alias, menandakan tidak pede-nya aku dengan tulisanku sendiri.

    BalasHapus
  10. Nama: Dian Maharani
    Akun Twitter: @realdianmrani94
    Email: dianmaharani833(at)yahoo(dot)com

    Karena menjadi penulis adalah sebuah dunia yang baru, jadi aku akan menyiapkan nama baru untuk dunia baru ku itu, yaitu 'Inara Hamnaid'. Nama ini bukanlah sembarang nama. Nama ini adalah kebalikan dari nama asliku, yaitu 'Dian Maharani'. Jadi, di dunia nyata kalian akan mengenal 'Dian Maharani', dan di dunia tulisan kalian akan mengenal 'Inara Hamnaid' :D

    BalasHapus
  11. Bintang Permata Alam | @Bintang_Ach | bintangpermata45@gmail.com
    .
    .
    Izin ikutan ya Mbak, saya sedang jatuh hati dengan novel ini.
    .
    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”
    .
    "BINTANG ACH"
    Itu adalah nama pena yang aku pakai nanti. Entah itu dalam beda genre buku, aku juga tetap memakai nama pena tersebut. Aku menyebut itu sebagai nama pena oplosan. Ya, karena 'Bintang' adalah namaku, dan 'Ach' adalah singkatan dari 'Abdul Choliq' yang tak lain adalah papaku sendiri. Jadi nama pena itu adalah perpaduan / oplosan dari nama kita berdua, hehe.
    Salah satu tujuan mengapa aku memakai nama papa di belakangnya adalah untuk menunjukkan bahwa di setiap kesuksesanku nanti (aamiin) selalu ada papa yang senantiasa mengiringi.
    Aamiin...

    BalasHapus
  12. Nama: Wika Agustina
    Twitter: @agstnwika
    Email: wikaagustina22@yahoo.com

    Jika saya menjadi seorang penulis, saya akan tetap menggunakan nama asli saya yaitu Wika Agustina. Karena menurut saya jika suatu saat saya berhasil menjadi seorang penulis yang sukses dan dikenal banyak orang, saya akan dikenal dengan nama asli saya sendiri. Karena menurut saya menggunakan nama asli lebih akan menggambarkan jati diri sendiri dan lebih memberikan publik keterbukaan melalui nama asli yang saya pakai. Selain itu juga lebih akan mendapatkan sensasi tersendiri jika memakai nama asli. Terlebih jika orang tua mengetahui anaknya sukses menjadi penulis dan melihat nama anaknya terukir dibuku dan terpajang rapi di rak toko buku bergengsi, itu akan membuat rasa yang beda tersendiri. Ada rasa kebanggaan tersendiri juga. Selain itu menggunakan nama asli juga akan lebih mudah dikenal orang, apalagi orang terdekat kita. Hal ini juga lumayan membantu kita dalam mempromosikan buku atau novel kita. Jadi novel kita lebih dikenal orang dan siapa tau bisa menyebar keseluruh publik secara luas dengan bantuan teman-teman kita yg sudah membeli buku atau novel kita kemudian memajang foto di medsos. Sekiranya begitu :D

    BalasHapus
  13. Nama: Eni Lestari
    Twitter: @dust_pain
    Email: shinra2588@yahoo.com

    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”

    meski belum terkenal2 amat, tapi aku lagi merintis profesi jadi penulis sekarang hehe. aku pake nama asli sih karena masih berkutat di cerpen. tapi kalau semisal nanti pengin nerbitin buku, kayaknya aku akan pake nama asli tapi dimodifikasi gitu *halah* namaku kan Eni Lestari, jadi mungkin biar asyik (?) aku akan pake nama E. Lestari. sapa tau nanti jadi setenar V. Lestari *ngarep* xDD

    BalasHapus
  14. Nama: Dedul Faithful
    Twitter & Instagram: dedulfaithful
    E-mail: dedulfaithful@gmail.com

    Jika menjadi penulis, saya akan menggunakan nama Dedul Faithful karena menurut saya nama ini mudah diingat dan unik. Dedul sendiri merupakan kependekan dari nama asli saya yaitu Dede Abdul. Sedangkan Faithful adalah bermakna setia, ya artinya menjadi penulis yang senantiasa selalu setia untuk menciptakan karya-karya yang bermanfaat bagi pembacanya.

    BalasHapus
  15. Nama : Essy Febrianti
    Twitter : @Shii_Febri
    Link shared : https://twitter.com/Shii_Febri/status/693661160088862720


    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”
    Saya ingin tetap menggunakan nama asli untuk genre yang sejuk, anteng, dan segala bentuk genre yang kalem.
    Tapi kalau untuk genre horor, thriller, misteri, atau yang sejenisnya, mungkin saya akan mencari nama lain: RETA AURO.
    RETA saya ambil dari kata 'areta' yang berarti; keberanian dan kebajikan yang dimiliki seseorang yang menyebabkan dia dihormati oleh orang lain.
    AURO sendiri adalah dari kata 'aurora' yang maksudnya sama-untuk keselarasan diksi.
    Jadi, RETA AURO akan menghasilkan kisah Romance yang dewasa, lugas, tegas, tidak menye-menye.

    BalasHapus
  16. Dear Mbak Atria, aku ikutan GA-nya :D

    Nama:Rizki Wulandari Madfia
    Akun twitter:@blogpostrizki
    Akun instagram: @rizkimadfia_blogpost
    Email: kacamataque@gmail.com

    Jawaban:
    Aku akan menggunakan gabungan nama asli dan nama aliasku. Nama asliku Rizki Wulandari. Namun untuk novel, aku akan memakai nama RIZKI MADFIA. Ya, Madfia itu nama khusus yang disepakati oleh aku dan sepupuku. Madfia singkatan dari Mohammad dan Sofia, nama kakek&nenekku. Nama Rizki Wulandari mungkin sudah ada yang menggunakan. Sementara nama Madfia masih jarang dan unik. Intinya nama gabungan tersebut "RIZKI MADFIA" mudah diingat dan mudah diucapkan. Cocok jadi nama pengarang. Mudah-mudahan kejadian, aamiin. Hehe..:D

    BalasHapus
  17. Ten | twit: @ten_alten | regulus_noel@yahoo.com

    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”

    Aku mau pake nama 'Ten Alten' atau 'Ten Akatsuki'.. itu udah jadi nickname sejak (hampir) 10 tahun lalu.. hehe :D

    Mungkin kalo orang yang sirik *ups* bakalan mikir, "ih sok-sokan pake nickname. nggak menghargai nama asli pemberian orang tua," tapi aku nggak peduli. aku punya alasanku sendiri kenapa aku suka pakai nama itu.

    tapi juga bukan berarti aku nggak suka nama dari orang tuaku loh ya.. :v
    aku suka kok, tapi nama dari orang tuaku itu menurutku spesial, jadi aku pengen cuma orang-orang tertentu yang emang tau aku dan kenal dekat sama aku yang manggil aku dengan nama pemberian orang tuaku.. :D

    semoga suatu hari nanti aku bisa betulan jadi penulis.. aamiiiiinn~~ ^^/

    BalasHapus
  18. Nama: David Adi Arifka
    Twitter: @arifka_73
    Email: ariefkhadavid@gmail.com

    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”
    Jawabanya "iya" tak perduli apapun jika saya jadi penulis saya akan menggunakan nama "David Adi Arifka" dengan nama ini saya hanya ingin menunjukan kepada Rival saya bahwa saya bisa jadi penulis yang hebat.... Dan karyanya dikenal banyak orang. Hanya itu. Terimakasih.

    BalasHapus
  19. Nama : Faiz Istighfara
    Twitter : @lisyaann
    Email : faiz.istighfara@gmail.com

    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”

    Jika aku menjadi penulis (Aamiin), satu hal yang jelas, aku nggak akan menyematkan nama asliku. Kenapa? Sebenarnya ada banyak alasan. Bukan karena aku tak bersyukur dg nama pemberian ortu atau karna arti nama yg jelek. Bukan. Tapi aku khawatir jika ada pembaca yg melihat nama depanku, Faiz, akan mengira aku seorang laki-laki, bukannya perempuan tulen XD. Selain itu,ketika aku menjadi penulis aku ingin sekali menggunakan nama pena "Kiaria Ai". Terdengar manis, sekaligus misterius menurutku. Kiaria sendiri berarti beruntung, artinya sama dengan nama asli pertamaku Faiz. Sedangkan Ai sendiri berasal dari bahasa Jepang, yang artinya cinta. Dengan nama Kiaria Ai yg akan ku gunakan sebagai nama pena, aku berharap semua pembacaku dapat mencintai karyaku dan dapat merasakan cinta yang selalu kutuang dalam tulisan-tulisan yg kubuat. Aku berharap juga mereka akan selalu dilingkupi keberuntungan.

    BalasHapus
  20. Nama: Kiki Suarni
    Twitter: @Kimol12
    Email: kikisuarni616@yahoo.com

    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”

    Jawaban:

    Dari dulu emang bercita-cia jadi penulis. Semoga kesampaian, Aamiin.
    Kalau aku sih emang pengen pake nama pena karena nama asliku pasaran, hahaha...gak ding, im proud with my name!
    Kimol, aku akan pake itu karena nama itu adalah nama panggilan temen2 kuliah dulu kalo di soamed. Jadi buatku nama itu berkesan banget. Nama itu udah identik bgtlah sama akunyq. Bahkan keseharian, keluargaku jadi biasa panggil aku dengan nama itu. Wew...the power of social media yeee...
    Jadi kalo pake nama itu ya itung2 taktik dagang juga. Temen-temen taunya nama itu jadi yah siapa tau bukuku laku keras, hihi Aamiin.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  21. Nama: Aulia
    Twitter: @nunaalia
    Email: auliyati.online@gmail.com

    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”

    Jawaban:
    Tentu saja nama asliku yaitu Aulia. Aku bangga dengan nama pemberian orangtuaku ini, karena itu setiap pencapaian besar yang aku raih aku ingin melibatkan kedua orangtuaku dengan memakai nama pemberian mereka. Dan juga arti nama Aulia adalah pemimpin, dengan harapan jika menjadi penulis, aku bisa menjadi penulis nomor satu di hati pembaca, amiiin :D

    BalasHapus
  22. Nama: Nica
    Twitter: nisfp
    Alamat surel: afitriandap@gmail.com

    Pertanyaan sulit, Kak Tria. Di satu sisi, untuk sekarang ini aku sudah 'kadung' menggunakan nama asliku untuk karya (yang sebenarnya belum seberapa). Tetapi, di sisi lain, aku kepengin menikmati sensasi dipuji dan dikritik secara tidak langsung. Aku kepengin 'hadir' saat pembacaku memuji dan mengkritik, tetapi aku tidak ingin mereka membatasi opini mereka tentang karyaku hanya karena aku 'ada' di sana. Terlebih, aku kepengin mendengar komentar teman, sahabat, dan kelaurga, atas karyaku itu tanpa mereka ketahui bahwa akulah ibu dari karya itu. Jadi, sepertinya aku kepengin pakai nama pena, Kak Tria. Tetapi mungkin tidak untuk sekarang :D

    BalasHapus
  23. Nama : Mina Hapsari
    Twitter : @minnaHapsari
    Email : mina.hapsari27@gmail.com

    Jawaban:
    Ya, aku mau pake nama asli, soalnya biar orang yang baca karyaku nanti bisa menyampaikan komentar atau kritiknya langsung kepadaku hehe
    Tapi kalaupun terpikir nama pena yang lain, aku mau pake nama Mina Sopian karena Sopian adalah nama panjang ayahku, dan beberapa temannya sering memanggil Pak Sopian hehe

    BalasHapus
  24. Emma
    @EmmaNoer22
    amrelisha@gmail.com

    “Jika menjadi penulis,
    kamu akan memakai nama
    apa sebagai nama
    penamu? Nama asli kah?”


    jawaban : aku ingin pakai nama pena saja yaitu 'TAN NAPAS' yang artinya waktu dimana saat kita melakukan tarikan napas (mengambil udara) untuk dihembuskan kembali. Disaat itu kita menghentikan udara(oksigen) dari hidung sebelum menghembuskan lagi jadi karbondioksida, seperti obat dan racun. Oksigen dan Karbondioksida. Satu nama dg makna baik juga buruk.

    BalasHapus
  25. Nama : Itasmawati Sangkala
    Akun Twitter : @IthaPity
    Email : ithapity4@gmail.com

    Kelak In sha Allah jika kesampaian menjadi penulis, saya akan menggunakan nama panggilan dipadu dengan nama hijrah saya, Ita Azzahra. Nama Azzahra sendiri saya pilih ketika itu, karena rasa kagum saya yang mendalam pada keshalihan putri Baginda Nabi Muhammad sallallahualaihi wasallam, Fatimah Azzahra r.a, berharap buku yang kutulis dapat bermanfaat dan menularkan aura positif pada pembaca lewat nama pena tersebut.

    BalasHapus

  26. Nama : Daisy
    Twitter @daisy_skys
    Email : stupidliar367@gmail.com



    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”

    Daisy Grey .
    Karena aku condong suka menulis Dark -lit . Aku sisipkan nama Grey , Biar nyambung sama genrenya .Nama ini juga mudah dilafalkan dan kelihatannya cukup menjual .Agak kebarat - baratan karena aku punya ambisi suatu hari nanti novel yang kutulis diterjemahkan kebahasa lain di luar Indoneaia (amin)
    Memang sih kalau aku pakai nama Daisy Grey nggak akan ada siapapun yang mengenalku karena aslinya namaku cuma Daisy dan orang lain pikir daisy grey adalah orang lain
    .

    Aku adalah orang yang mudah besar kepala , cenderung punya keinginan pamer , dan mudah sekali menjadi angkuh , Sejujurnya aku benci disorot oleh publik, aku tidak suka keramaian dan aku adalah seorang yang introvert.Aku pikir jika aku bersembunyi dan menggunakan nama pena bukan nama asli aku merasa aku bisa mengantisipasi sifat burukku yang akan muncul .

    Dengan bersembunyi dibalik nama pena aku bisa merasa tetap rendah hati , aku bisa menjalani hariku normal dan orang orang tidak tahu bahwa aku adalah Grey . Cukuplah orang mengagumi karyaku , aku sudah senang .Aku takut jika suatu hari nanti aku terkenal dan menjadi sorotan publik aku menjadi orang yang berbeda . aku lebih nyaman bersembunyi di balik nama penaku dan menulis dengan tenang.Biarlah Daisy Grey membangun dunianya didalam tulisan dan seorang Daisy murid SMA kls 2 menjalani harinya disekolah sebagai hanya seorang Daisy tanpa embel embel apapun .







    BalasHapus
  27. Indriani | @ryanie31 | my_ownmail@yahoo.com

    https://twitter.com/ryanie31/status/694331720947015680

    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?"

    Ryanie, akan pake nama pena itu.
    Nama pena itu merupakan hasil modifikasi dari nama asli :p

    BalasHapus
  28. Hai, Kak Atria. :)

    Nama: Annisa Nuraida
    Twitter: @nisaanp
    Email: annisanuraida09@gmail.com

    "Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?"

    Sebenarnya pertanyaan ini membuat saya memantapkan rencana yang telah saya pikirkan sebelumnya. Beberapa kali mengikuti lomba menulis cerpen dan baru sekali dibukukan saya selalu menggunakan nama asli saya. Annisa Nuraida adalah seorang anak yang 23 tahun silam diberi nama dengan penuh harapan dan doa untuk kehidupannya. Terima kasih, Ayah dan Ibuku. :)
    Saya akan memakai nama asli jika saya menjadi penulis. Namun, saya selalu berpikir realistis. Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat saya tiba-tiba ingin memakai nama pena yang saya ciptakan. Mungkin suatu saat saya akan menulis novel dengan nama lain yang membuat pembaca penasaran siapa penulis sebanarnya? Apakah dia laki-laki atau perempuan? Dan mencari-cari identitas penulis tersebut yang ternyata tidak mereka temukan. Haha.. Mungkin menyenangkan membuat pembaca sangat penasaran.
    Untuk saat ini, Ibuku merasa senang karena ada nama saya dalam sebuah buku kumpulan cerpen (Meskipun saya masih menjadi penulis amatiran). Hehe

    BalasHapus
  29. Hai, Kak Atria. :)

    Nama: Annisa Nuraida
    Twitter: @nisaanp
    Email: annisanuraida09@gmail.com

    "Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?"

    Sebenarnya pertanyaan ini membuat saya memantapkan rencana yang telah saya pikirkan sebelumnya. Beberapa kali mengikuti lomba menulis cerpen dan baru sekali dibukukan saya selalu menggunakan nama asli saya. Annisa Nuraida adalah seorang anak yang 23 tahun silam diberi nama dengan penuh harapan dan doa untuk kehidupannya. Terima kasih, Ayah dan Ibuku. :)
    Saya akan memakai nama asli jika saya menjadi penulis. Namun, saya selalu berpikir realistis. Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat saya tiba-tiba ingin memakai nama pena yang saya ciptakan. Mungkin suatu saat saya akan menulis novel dengan nama lain yang membuat pembaca penasaran siapa penulis sebanarnya? Apakah dia laki-laki atau perempuan? Dan mencari-cari identitas penulis tersebut yang ternyata tidak mereka temukan. Haha.. Mungkin menyenangkan membuat pembaca sangat penasaran.
    Untuk saat ini, Ibuku merasa senang karena ada nama saya dalam sebuah buku kumpulan cerpen (Meskipun saya masih menjadi penulis amatiran). Hehe

    BalasHapus
  30. Nama : Neni Arwanda
    Twitter : @neniarwanda95
    Email : neniarwanda@yahoo.co.id

    "Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?"

    Pertanyaan yang cukup sulit, jadi mari kita jawab. Jika menjadi penulis, saya akan memakai nama yang bukan asli atau nama pena, biar bikin penasaran. :).

    BalasHapus
  31. Nama: Cholifah
    twitter : @liefahzaneta
    email : liefahzaneta@yahoo.com
    IG: OLIEVKIMYOSAN

    “Jika menjadi penulis, memakai nama pena atau nama asli ?"

    Harus nama asli! tapi so far nama FB,Twitter,IG, dan blog juga semuanya berbeda hihihi....
    Kalau pakai nama pena kalau nih ya kalau berandai-andai bukunya udah terbit dan yang pasti bangga dong ?
    nah pepatah mengatakan *Cieee... "kebahagiaan akan lebih bertambah nilainya kalau bisa dibagi dengan orang lain",
    boleh dong bukunya dikasih ke orang tua sebagai rasa kebanggaan, terus orang tua baca cover bukunya kalau pakai
    nama pena "Lah kok namanya 'berbeda' dari nama kamu nak ?" dalam hati orang tua kesannya enggak mensyukuri nama yang udah diberikan pada anak. Udah itu aja
    Terima kasih.

    #Salam Karya

    BalasHapus
  32. Nama: Hana Pratiwi
    Twitter: @HanaCuncun
    Email: hanacuncun@gmail.com
    IG: HanaCuncun

    Jika menjadi Penulis? Saya sudah menelurkan 2 novel jadi pertanyaan 'jika' dihapuskan.
    Saya dulu memilih memakai penname Cuncun dikarenakan nama Hana terlalu banyak dipakai Penulis lainnya. Pratiwi juga beberapa saya melihat ada yang memakainya. So, saya pakai nama panggilan/nama kecil/ nama ejekan semasa SMA-hingga sekarang saya, Cuncun sebagai nama pena. Belum pernah ada sepertinya yang memakai nama Cuncun. Tapi belakang orang tua memprotes kenapa nama di novel Cuncun kayak nggak bersyukur sama nama sendiri aja. Itu sumpah ngejleb banget. Tapi sampai novel berikutnya kayaknya akan tetap pakai Cuncun. :D

    BalasHapus
  33. Nama : Ratih Mulyati
    Twitter : @Jju_naa
    Email : ratihmulyati02@gmail.com
    .
    Aku akan menggunakan nama asli dengan sedikit modifikasi(?).
    Kenapa? menurut aku nama aku itu terlalu panjang buat di pajang di cover, nama belakang aku itu juga nama keluarga *jadi brasa rada spesial + kramat buat di umbar* jadi yang aman nama depan doang kan?. Menurut aku lagi, lebih bagus kalau namanya itu harus simple, beda, dan mudah diinget orang. Tapi ga ngilangin jati diri aku sebenernya, jadi aku pilih 'El Ratih' :D
    .

    BalasHapus
  34. Rini Cipta Rahayu
    Twitter @rinicipta
    Email rinspiration95@gmail.com

    Aku akan menggunakan nama asliku, soalnya belum kepikiran juga mau pakai nama pena seperti apa. Dulu pernah kepikiran untuk menyingkat nama menjadi nama baru. Dari Putu Rini Cipta Rahayu jadi Puri Citra, tapi itu benar-benar berbeda dengan nama asliku, jadi nggak greget aja hehe..
    Aku ngerasa pakai nama asli aja udah hoki banget, pengaruhnya luar biasa buat diriku. Nama kan pemberian orang tua, ada harapan dan doa yang mereka panjatkan di setiap katanya. Dan aku nggak mau merusak hal-hal esensial seperti itu.
    Mungkin kalau nanti aku mempublikasikan sesuatu aku akan menyingkatnya, misal Rini C. Rahayu atau Rini Cipta R. Kalau punya perusahaan mungkin baru deh, dinamai dengan namaku yang lain :D

    BalasHapus
  35. Nama: Esti
    Twitter: @estiyuliastri
    Email: estiyuliastri@gmail.com

    Esti July, nama asli dipadukan dgn bulan kelahiranku July.
    Menurutku nama pena ini singkat, mudah diucapkan dan enak didengar, karna aku ingin lebih mudah diingat oleh pembacaku.
    Aku menggunakan nama pena ini juga karna alasan marketable, lebih menjual. Berdasarkan penelitian, salah satu alasan orang tertarik membeli buku adalah karna nama penulisnya yang menarik.hehe
    Selain itu nama pena ini juga kugunakan untuk alasan privasi dan proteksi, melindungi diri dari bahaya yang mungkin saja ditimbulkan akibat tulisanku :)
    Terimakasii

    BalasHapus
  36. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Email : himurasora@yahoo.co.id
    Instagram : @himurasora

    Aku lebih memilih pakai nama pena jika jadi penulis (aamiin :D)
    Pertama karena pakai nama pena itu rasanya keren aja, dan ingin mengikuti jejak penulis lainnya yang menggunakan nama pena untuk karya-karyanya. Kedua, nama pena seperti alter ego, bentuk lain yang ingin kuciptakan dan itu semacam perwakilan dari karya-karyaku nantinya. Bukannya malu dengan nama sendiri, tapi rasanya lebih sreg aja jika orang tau aku dan karyaku dengan nama pena yang memiliki khas tersendiri. Ketiga, nama pena lebih simple untuk diingat dan bisa jadi bahan promosi juga.
    Nama pena yang ingin kupakai adalah "matabiru"

    BalasHapus
  37. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Email : n0v4ip[at]gmail[dot]com
    Link share : https://twitter.com/n0v4ip/status/694994439014494208

    Jika jadi penulis, saya lebih memilih menggunakan nama asli saya karena saya merasa ada kebanggaan tersendiri ketika saya berhasil menulis dan hasil tulisan saya diterbitkan lalu dipajang di toko buku. Selain itu, saya mempunyai mimpi bahwa kelak nama saya bisa dikenal di seluruh negeri bahkan kalau bisa diseluruh dunia melalui prestasi saya tentunya. Dan menulis merupakan media yang saya pilih.Itu sebabnya saya lebih memilih menggunakan nama asli saya... :D

    Terima kasih kak Tria ^^

    BalasHapus
  38. Nama : Rigita Cahyani
    Akun : @Rigita2110 / @ rigita2110
    Email : crigita07@gmail.com

    Nama asli atau nama pena?

    Pas awal2 masuk kelas 11 kemarin aku udah tertarik sama dunia menulis, dan aku pengen bgt jd penulis, terutama novel. Sempat berpikir mau pake nama asli, tp menurut aku gk ada bagus2nya. Nanti saat novelku diterbitkan penulisnya adalah 'Rigita Cahyani', mereka akan berpikir Rigita Cahyani yang mana? kan nama itu gk hanya dipake satu orang.
    Kemudian aku berpikir mau pake nama pena, dan emang lebih bagus. saat seorang penulis memakai nama pena, pembaca akan penasaran siapa sih penulisnya. Nah dari situlah pembaca akan mencari tahu tentang penulisnya. Kebanyakan penulis terkenal itu pake nama pena (di Indonesia). Nama pena itu unik, dan bisa menipu pembacanya.

    Oh iya, aku sekarang lg proses menulis naskah. Insya Allah mau aku kasihin ke penerbit, dan aku memakai nama pena Hana Gitchan. Terdengar kekanakan sih, tapi nama itu cuma singkatan dari nama lengkapku kok.

    Wish me luck, semoga dapet. Pengen tahu gimana rasanya menang GA di blog. Aamiin.

    BalasHapus
  39. Bintang Maharani
    @btgmr (twitter)
    btgmhrn@gmail.com

    Berhubung nama asli saya agak pasaran, jadi saya mau pakai nama pena saja. Saya ingin nama pena saya tetap ada unsur nama asli saya. Cuma ngambil dari nama depan "Bin" dan dari nama belakang "arani". Maka jadilah nama "Binarani".

    Menurut saya, selain dari karyanya yang memang bagus, terkadang nama penulis atau nama pena dari penulis menentukan hokinya si penulis itu sendiri. Nama yang unik dan mudah diingat adalah salah satu kuncinya. Sepertinya nama Binarani nggak termasuk nama yang pasaran, mudah melekat di ingatan pembaca, dan cocok di semua genre tulisan.

    BalasHapus
  40. Putri Carera
    @santicar_
    putricarera16@gmail.com

    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”

    Untuk nama penulis, paling paling saya menggunakan koombinasi dari nama asli saya sama kata lain. Bukan bermaksud tidak bersyukur dengan nama sendiri, tetapi dengan memiliki nama pena, orang bisa dengan mudah mengetahui ciri khas kita.
    Misalnya, kalo saya jadi penulis (Amin), nama pena saya mungkin Fasty Care. Mulai dari kegemaran saya terhadap genre fantasi, dan ditambah dengan nama saya yang agak nyentrik "Carera"

    Memang didengar rada aneh, tapi kadang sesuatu yang aneh itu bakal mudah diinget sama pembaca.
    Tapi selebihnya, terserah pada penulis sendiri.

    Terima kasih GAnya

    BalasHapus
  41. Nama: Muthia B
    twitter: @tiarizee
    email: muthia_batari@yahoo.com
    Pastinya aku bakal milih nama asliku. Kenapa? Yang aku tulis adalah sebuah buku, yang didalamnya berisi kumpulan tulisan yang berasal langsung dari ideku, dari kerja kerasku. Dan akan lebih sepadan kalau namaku tertera di buku tersebut. Selain itu, aku juga ingin memakai nama asliku adalah karena orang tuaku. Dulu aku pernah bertanya pada mereka, mengapa memberi nama tersebut kepadaku, dan mereka menjawabnya dengan singkat, tapi memuaskan rasa penasaranku; ‘’Itu nama terbaik dari pilihan yang Ayah dan Ibu punya.’’
    Tentu saja aku ingin membanggakan mereka yang memberiku nama tersebut. Ayah dan ibuku pasti bangga melihat hasil kerja pagi-siang-malam anaknya membuahkan hasil, dan sebagai penanda bahwa buku itu milik anaknya adalah ada namaku tertera disana. Mereka pasti bangga, melihat hasil karya anaknya ada di toko-toko buku dan semua orang bisa membelinya.
    Karena terdapat ‘doa’ yang mereka panjatkan kepada Allah di setiap kata pada namaku. Dan aku harap, aku bisa mewujudkannya.
    Sebelum menulis jawaban ini, aku sempat terdiam, menyadari bahwa selama ini aku kurang ‘memaknai’ namaku sendiri. Aku suka sekali pertanyaan giveaway kali ini, kak! Makasih udah mengingatkanku akan namaku yang sempat terabaikan oleh si pemiliknya.

    BalasHapus
  42. Nama: Kitty
    Akun twitter: @womomfey
    e-mail: kitty.wibisono@gmail.com
    link share: https://twitter.com/WoMomFey/status/695352007222099972



    “Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?”

    Tidak. Aku tidak akan memakai nama asliku karena selama ini hanya keluarga dan orang-orang terdekat saja yang benar-benar mengetahui nama asliku. Sebagai gantinya, aku akan menggunakan nick name yang selama ini sudah melekat pada diriku dan memang cukup catchy: Kitty.

    Selain karena catchy, nama itu sudah dari SMP melekat pada diriku sehingga dapat dibilang bahwa Kitty adalah alter egoku yang paling utama. Dulu semasa SMP aku juga beberapa kali berhasil membuat tulisan yang diterbitkan di sebuah tabloid anak-anak dan ini semua pasti tidak terlepas karena aku selalu memakai nick name Kitty tersebut dalam setiap tulisanku.

    Tentu saja aku hanya akan menggunakan nama pena Kitty saat aku menulis novel romance. Sebaliknya, kalau kelak aku juga memutuskan menulis novel dengan genre lain, maka aku akan sedikit memodifikasi nick name tersebut menjadi:
    Kuro Kitty >> nama pena novel horor & misteri

    BalasHapus
  43. Ikutan, ah hehe

    Nama: Shelly Ferawati
    Twitter : @shelly_fw
    email : lovatangerine@gmail.com
    link share : https://twitter.com/shelly_fw/status/695108980490661890

    Jawaban:

    Saya teringat dengan cerita orangtua saya. Ketika saya hendak lahir ke dunia, mereka ingin memberi nama yang berhubungan dengan kata 'Wisely' atau bijaksana, dengan harapan saya dapat menjadi orang yang bijaksana. Setelah lahir, saya diberi nama 'Shelly' dengan harapan yang sama dari orangtua yaitu dapat menjadi bijaksana. Harapan sederhana sekaligus berharga dan saya pribadi juga menggenggam kebijaksanaan bukan hanya sebagai harapan, tapi juga sebagai prinsip hidup.


    'Shelly Fw' bisa dibilang antara nama asli sekaligus nama pena dengan harapan yang juga sama seperti doa orangtua saya yaitu menjadi bijaksana. Saya bertekad ke depannya saya dapat menjadi bijaksana dalam menulis karena dalam menulis kita dapat menyampaikan pesan-pesan pada pembaca dan di sisi lain bijak menganggapi kritik dan saran terhadap karya-karya saya.


    Fw juga selain kependekan 'Ferawati' dapat berarti 'forward' yaitu 'maju' sehingga diharapkan nama 'Shelly Fw' akan membawa kesukseksan aamiiin (:

    BalasHapus
  44. Nama: Eris Andriani
    Twitter: @RizAnNie88
    Email: ayaseyis@gmail.com
    Jawaban:

    Pake nama asli aja deh kak.Berhubung kayaknya nama panjang ku itu tidak hanya aku yg memiliki, maka nama panjang ku akan ku singkat menjadi Rizannie.
    Walaupun singkatan namun tetap mempertahankan unsur asli dari nama ku. Selain itu juga ada kepuasan tersendiri bagi ku saat nama itu terpampang di sampul buku karya ku sendiri. Apalagi saat dibaca oleh orang lain, rasa puas bertambah 2x lipat hehe.

    Selain rasa puas juga untuk menghargai pemikiran dari kedua orang tua ku yg telah menghadiahkan ku nama seperti ini, yg pastinya terselip sebuah makna dan doa didalamnya. Pasti mereka akan bangga karena artinya aku benar.benar bahagia menyandang nama pemberian mereka ini.

    Sekian ^_^

    BalasHapus
  45. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Akun IG : agathavonilia
    Email : agathavonilia@gmail.com

    Untuk nama awal aku tetap pakai Agatha karena Agatha ini adalah nama baptis sekaligus nama Santa Pelindungku. Aku sungguh mengagumi jalan hidupnya sebagai perawan dan martir. Tanggal 5 Pebruari ini adalah peringatan Santa Agatha. Aku merasa damai juga dengan membawa nama tersebut. Aku berharap cerpen yang aku tulis tidak hanya dapat menginspirasi banyak orang tetapi juga memberikan mereka harapan akan masa depan.

    Nama belakang : Stein, aku fans fanatik dari Albert Einstein. Aku hanya ambil nama Stein aja dan aku pikir cocok kalau disandingkan dengan nama Agatha, jadinya 'Agatha Stein'. Nah ... Aku ingin segala hal yang aku tulis selain cerpen, artikelku dapat memberikan ilmu serta menambah wawasan orang lain. Aku orangnya lebih suka mengutak-atik rumus karena kadang bingung kalau pakai rumus yang di buku. Cari rumus atau alternative way yang menurutku lebih mudah dimengerti. Hehehehee

    BalasHapus
  46. Nama : Wiwin Parlina
    twitter: @parlinawi
    email: parlinawi24@gmail.com

    Jawaban

    saya akan menggunakan nama pena. Namun masih berhubungan dengan nama asli. Nama asli saya Wiwin Parlina. Nama pena yang saya pilih adalah Parlina Wi.

    Ada beberapa alasan
    1. Saya merasa nama pena Parlina Wi akan lebih 'menjual dan menarik' dibanding nama asli.

    2. Saya merasa lebih 'aman' dan bebas menulis menggunakan nama pena.Itu seperti perisai yang sy desain sendiri sehingga saya merasa tatapan orang tidak langsung mengenai saya.

    3. Lebih sederhana.. lebih singkat daripada nama asli dan saya merasa orang akan lebih mudah mengingatnya.

    sekian jawaban saya thanks...

    BalasHapus
  47. Nama : Latifa dwi rachmita
    Twitter : @tipatipah
    Email :tifadwi90@gmail.com

    Jawaban : jika aku jadi penulis, aku akan menggunakan nama pena. Nama pena yang aku gunakan adalah : tifadwi90. Kenapa harus menggunakan nama pena? Kenapa tidak nama asli aja? Ini bukan karena aku tidak bersyukur atau tidak suka nama asliku. Aku bersyukur memiliki nama indah yang telah diberikan orang tua dan aku suka nama asliku. Tapi jika menjadi penulis nanti, aku ingin menggunakan nama yang singkat, padat sehingga mudah diingat oleh orang. Selain itu nama penaku ini sama dengan alamat emailku jadi nanti email itu akan aku gunakan untuk berkomunikasi dengan para pembaca. Yang terakhir, jika aku pakai nama pena, orang lain tidak mengetahui identitas aku yang sebenarnya dengan mudah, mungkin harus cari tahu dulu. Jadi aku tetap bisa memisahkan antara kehidupan menulis (profesional)dengan kehidupan pribadi ;) doakan aku bisa jadi penulis terkenal yaa kaak :)

    BalasHapus
  48. Nama : Nurhidayanti
    Akun twitter : @CallMe_Yanti
    E-mail ; yantinurhida99@gmail.com

    Jika menjadi penulis, kamu akan memakai nama apa sebagai nama penamu? Nama asli kah?

    Jawaban :
    Ada 2 kemungkinan, bisa pakai nama asli atau nama alias. Nama aliasnya sih simple aja Yanti Nurhida, seperti nama blog saya dan juga nama email saya di g mail, saya juga tidak tahu sejak kapan saya mulai membolak-balik nama saya sendiri, mungkin agar nama saya tidak terlalu umum kalau memakai nama alias itu, meskipun nama asli saya juga bagus Nurhidayanti yang kata orangtua saya artinya Cahaya Penerang Kehidupan. Saya juga bangga sama nama pemberian orang tua saya karena mereka pasti mempunyai tujuan baik memberikan nama itu kepada saya. Makanya kalau jadi penulis,saya ingin memakai nama asli atau nama saya yang dibalik itu. Begitu juga kalau menulis genre horor saya akan memakai nama yang sama.

    BalasHapus
  49. Nama: Leny
    Twitter: @Lenny66677291
    email: lynnlenie7@gmail.com
    Jika aku jadi penulis, aku akan tetap memakai nama asliku. Karena itu akan menjadi kebanggaan tersendiri untukku atas karya yang telah ku hasilkan.

    BalasHapus
  50. Halo semuanya,

    Apakah Anda mencari pinjaman? Bisnis Kredit, Kredit Tanpa Agunan, Kredit Pemilikan Rumah, Kredit Mobil, Pinjaman Mahasiswa, Konsolidasi Utang Kredit, Pinjaman Tanpa Jaminan, Venture Capital, dll Atau anda telah menolak pinjaman oleh bank atau lembaga keuangan untuk alasan apapun. Saya George Jackson, pemberi pinjaman pribadi, pinjaman untuk bisnis dan individu dalam tingkat bunga rendah dan terjangkau suku bunga 2%. jika Tertarik? Hubungi kami hari ini via email: georgejacksoninvestment2016@gmail.com dan mendapatkan pinjaman Anda hari ini.

    Terima kasih dan Harapan untuk mendengar dari Anda segera.
    Email: georgejacksoninvestment2016@gmail.com

    BalasHapus
  51. Halo semuanya,

    Apakah Anda mencari pinjaman? Bisnis Kredit, Kredit Tanpa Agunan, Kredit Pemilikan Rumah, Kredit Mobil, Pinjaman Mahasiswa, Konsolidasi Utang Kredit, Pinjaman Tanpa Jaminan, Venture Capital, dll Atau anda telah menolak pinjaman oleh bank atau lembaga keuangan untuk alasan apapun. Saya George Jackson, pemberi pinjaman pribadi, pinjaman untuk bisnis dan individu dalam tingkat bunga rendah dan terjangkau suku bunga 2%. jika Tertarik? Hubungi kami hari ini via email: georgejacksoninvestment2016@gmail.com dan mendapatkan pinjaman Anda hari ini.

    Terima kasih dan Harapan untuk mendengar dari Anda segera.
    Email: georgejacksoninvestment2016@gmail.com

    BalasHapus
  52. Halo semuanya,

    Apakah Anda mencari pinjaman? Bisnis Kredit, Kredit Tanpa Agunan, Kredit Pemilikan Rumah, Kredit Mobil, Pinjaman Mahasiswa, Konsolidasi Utang Kredit, Pinjaman Tanpa Jaminan, Venture Capital, dll Atau anda telah menolak pinjaman oleh bank atau lembaga keuangan untuk alasan apapun. Saya George Jackson, pemberi pinjaman pribadi, pinjaman untuk bisnis dan individu dalam tingkat bunga rendah dan terjangkau suku bunga 2%. jika Tertarik? Hubungi kami hari ini via email: georgejacksoninvestment2016@gmail.com dan mendapatkan pinjaman Anda hari ini.

    Terima kasih dan Harapan untuk mendengar dari Anda segera.
    Email: georgejacksoninvestment2016@gmail.com

    BalasHapus
  53. Selamat siang,

    Kami adalah sah dan uang Lender Reputable. Kami meminjamkan dana kepada individu yang membutuhkan bantuan keuangan, kami memberikan pinjaman kepada orang yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi pada bisnis. Apakah Anda sedang mencari untuk pinjaman? Anda memiliki tidak perlu khawatir, karena Anda berada di tempat yang tepat saya menawarkan pinjaman pada tingkat bunga rendah dari 2% jadi jika Anda membutuhkan pinjaman saya ingin Anda untuk hanya menghubungi saya melalui email Alamat ini: mobilfunding1999@gmail.com

    INFORMASI PINJAMAN APLIKASI DIPERLUKAN DARI ANDA

    1) Nama Lengkap: ............
    2) Sex: .................
    3) Umur: ........................
    4) Negara: .................
    5) Nomor Telepon: ........
    6) Pekerjaan: ..............
    7) Pendapatan Bulanan: ......
    8) Jumlah Pinjaman Dibutuhkan: .....
    9) Durasi Pinjaman: ...............
    10) Tujuan Pinjaman: ...........
     
    Salam Hormat

    BalasHapus