Kamis, 31 Desember 2015

Postingan penutup My Little Library di 2015




Hm.. 2016 sudah di depan mata. Besok harus antisipasi saat menulis tanggal di jurnal pribadi. Takut masih nulis 2015. He..he..

Di postingan ini saya ingin merekap seluruh event yang berlangsung di My Little Library di 2015 ini. Serta pihak-pihak yang sudah mempercayai saya dan My Little Library untuk bekerja sama dalam berbagi event. Terhitung ada 27 Giveaway dan 17 Blogtour untuk tahun 2015 ini. 

Langsung saja, ya.

Saya mengucapkan terima kasih kepada penulis-penulis yang telah mempercayai saya dan blog ini. Mereka adalah:

3. Mbak Ifa untuk sponsor novel 28 Detik untuk GA Belajar Dewasa dengan Membaca + Giveaway Hop ke-2
4. Mbak Rosemerry untuk kerjasama [Giveaway] Review + Giveaway: Dear Sister
5. Mbak Nima untuk kerjasama [Wedding Giveaway] Jodoh untuk Naina
6. Untuk Sayap-Sayap Sakinah Centre untuk kerjasama [Wedding Giveaway] Sayap – Sayap Sakinah
7. Mbak Elsa Puspita untuk [Wedding Giveaway] Pre Wedding in Chaos
9. Mbak Christina Tirta untuk [Blogtour] Review + Giveaway Dangerous Love,
11. Mbak Ariestanabirah untuk [Review + Giveaway] Firasat Ailee
12. Mbak Aditia Yudis untuk [Review + Giveaway] Time After Time
15. Mbak Dian Mariani untuk [Repost Review + Giveaway] Finally You
16. Mbak Kusumastuti F untuk kerjasama [Blogtour] Berlabuh di Lindøya
17. Mbak Stefiani untuk [Blogtour + Giveaway] Entangling Game
18. Teh Pretty Angelia untuk [Blogtour + Giveaway] Dae Ho
20. Mbak Titi Setiyoningsih untuk [Review + Giveaway] Putri Kunang – Kunang
21. Mbak Viera Fitani untuk [Blogtour + Giveaway] Railway in Love
25. Kang SJ Munkian untuk [Blogtour + Giveaway] Maneken

Terima kasih juga kepada Penerbit yang sudah mempercayai saya dan My Little Library. Mereka adalah:
Agromedia yang bekerjasama untuk Giveaway Urban Farming ala Indonesia Berkebun
Penerbit Lintas Kata untuk 2 kerjasama  tahun ini: [Blogtour] Kudeta Hati: Jomblo is A State of Mind, [Review + Giveaway] Alter Ego
Stiletto Book yang sudah percaya untuk 2 kerja sama di tahun ini: [Blogtour] Lara: A Dark Story of Woman + Giveaway, [Wedding Giveaway] Pre Wedding Rush
Penerbit Loveable untuk [Blogtour] Sing–Py,
Penerbit Haru dan Grup Haru (Penerbit Inari dan Penerbit Spring) untuk 4 kerjasama tahun ini: [Giveaway] Operation: Break the Casanova’s Heart, [Giveaway] Sayap Sayap Kecil, Cinder : The Lunar Chronicles Buku 1, [Blog Tour] When The Star Falls
Dan Untuk Erlangga Grup yang selama 2 bulan terakhir sudah mengirimkan saya 8 buku :)

Selain itu, untuk teman-teman BBI yang sudah mendukung dan bekerjasama dalam berbagai kegiatan baik online maupun offline. You’re the best 

Sekali lagi, terima kasih untuk semua kepercayaannya selama 2015. Semoga di 2016 bisa semakin sering bekerja sama :)

[Pengumuman Giveaway] Pemenang #MerinduCahayaDeAmstel






Beberapa waktu lalu terjadi tragedi di Paris. Ini kembali mengingatkan kita pada kejadian saat runtuhnya WTC di Amerika. Muslim kembali dipandang sebagai agama para teroris. Padahal teroris jelas tidak memiliki agama. Karena bahkan Islam sekalipun tidak mengajarkan kita untuk semena-mena apalagi sampai membunuh orang seenaknya. Bahkan hadist tentang berbuat baik pada tetangga tidak menyebutkan bahwa tetangga tersebut harus beragama Islam. Jadi rasanya sedih saat muslim kembali dilihat sebagai agama para teroris.

Ok, itu sedikit alasan kenapa saya membuat pertanyaan tersebut. Saya berharap mendapatkan jawaban penuh semangat dari seorang muslim tentang bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap kepada non-muslim. Saya sudah setahun tinggal sekost dengan seorang non-muslim. Alhamdulillah kami bermuamalah dengan baik. Masak bareng, nonton drama korea bareng dan bahkan main bareng. Dia nggak pernah membawa makanan yang diharamkan bagi seorang muslim ke kost kami. Saya sendiri tidak pernah menghalanginya untuk pergi beribadah. Dia bahkan sering bertanya kepada saya tetang hijab. Ini mungkin karena saat di kost saya tetap berhijab. Akhirnya saya menjelaskan bahwa dari ilmu yang saya pahami, perempuan non-muslim pun tetap dianggap bukan mahram sehingga tidak boleh melihat aurat seorang muslimah. Alhamdulillah ia bisa mengerti. Ia kemudian bertanya tentang fenomena hijab. Kenapa ada kawan dia yang bahkan di foto profil BBM atau FB tidak berhijab padahal saat ke kantor berhijab. Apa memang hijab boleh dilepas pasang seperti itu? Akhirnya setelah itu kami malah jadi ngobrol banyak.

Aduh, maaf saya jadi ngobrol macam-macam. Intinya bersikap baik kepada mereka adalah hal yang harus kita lakukan. Rasulullah bahkan masih bersikap baik kepada mereka yang mencaci maki beliau. Lantas apa hak kita bersikap jahat kepada mereka yang bahkan tidak menghalangi kita beribadah.

***

Baiklah, sekarang langsung saya umumkan pemenang novel Merindu Cahaya De Amstel. Eh, tapi sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih kepada mbak Arumi E yang sudah berkenan dan mempercayai saya dan blog saya ini. Sukses terus ya, Mbak. Semoga semakin produktif dan karyanya semakin disukai pembaca.

Ok, sekarang langsung saya umumkan ya. Satu orang yang beruntung mendapatkan novel Merindu Cahaya De Amstel  adalah:

[Pengumuman Giveaway] Pemenang #365ideasofhappiness



Ah, 2016 sebentar lagi. Kamu sudah buat resolusi? Semoga sukses dan semuanya terpenuhi, ya Readers.

Omong-omong tentang Resolusi 2016, saya ingin menyampaikan 10 daftar resolusi saya dan hukumannya:
1. Membaca 150 buku
2. Mereview 120 buku
3. Membuat jurnal digital yg wajib di-post setiap hari (jika terkendala jaringan bisa dipost dihari berikutnya).
4. Menerbitkan buku karya sendiri
5. Membuat taman bacaan di pesisir Pantai Pamboang
6. Membuat kafe buku bareng suami
7. Mengaktifkan kembali Blog www.filosofilandak.blogspot.co.id (minimal 1 postingan setiap minggu)
8. Bisa bikin 5 jenis camilan kesukaan suamiku
9. Mengelola promosi digital Dapur Mandar (rumah makan papaku)
10. Menang 5 lomba menulis (fiksi maupun non-fiksi, lomba Blogger)
Jika saya Atria Dewi Sartika tidak berhasil memenuhi minimal 3 resolusi di atas, maka saya selama 2017 tidak boleh beli buku dan harus puasa baca novel selama 3 bulan di 2017. Selain itu saya harus makan berbagai macam sayuran selama 2017.

Ah, semoga saya sukses memenuhinya ya.

Nah, sekarang waktunya saya mengumumkan pemenang buku 365 Ideas of Happiness. Kamu pasti sudah penasaran siapa yang jadi pemenang #365ideasofhappiness ini kan, Readers? 

Sebelum saya mengumukan pemenang Giveaway ini saya mau mengucapkan terima kasih kepada Bentang Pustaka yang sudah menyediakan satu buku 365 Ideas of Happiness sebagai hadiah. Sukses terus ya. Dan jangan bosan kerjasama dengan saya :D

Ok, sekarang langsung saya umumkan ya. Satu orang yang beruntung mendapatkan buku 365 Ideas of Happiness adalah:

[Pengumuman Giveaway] Pemenang #GiveawayYSDAP



Wah sekarang sudah dipenghujung tahun 2015. Tinggal hitungan jam lagi sebelum kita memasukin 2016.
Semoga tahun depan kita jadi pribadi yang lebih baik lagi ya.

Siapa yang sudah menunggu pengumuman pemenang #GiveawayYSDAP ini? Tidak sabar untuk tahu yang beruntung mendapatkan novel Yang Sulit Dimengerti adalah Perempuan karya Fitrawan Umar?

Oiya, sejujurnya tentang kalimat “Yang Sulit Dimengeri adalah Perempuan” saya hanya ingin bilang bahwa bagi perempuan pun laki-laki sulit dimengerti. Kadang mereka nggak menyampaikan apa yang ingin mereka sampaikan. Emangnya perempuan cenayang bisa baca maksud mereka? Jadi sebenarnya ini karena memang logika perempuan dan laki-laki itu berbeda.
Jadi itu pendapat saya.

Sebelum saya mengumukan pemenang Giveaway ini saya mau mengucapkan selamat kepada Kak Fitrawan Umar. Mungkin dulu kakak nggak ingat sama saya. He..he.. tapi saya sempat ikut kegiatan FLP Unhas. Ikut TOR FLP :D

Sekali lagi selamat untuk buku barunya. Saya menantikan karya-karya berikutnya. Sukses yaaaa. Dan semoga novel ini pun sampai ke tangan banyak pembaca dan tersimpan di hati mereka :)

Ok, sekarang langsung saya umumkan ya. Satu orang yang beruntung mendapatkan novel Yang Sulit Dimengerti adalah Perempuan ini adalah:

Rabu, 30 Desember 2015

[Blogtour + Giveaway] Maneken



“Jika Anda cerdas memilih dan membeli busana, niscaya kehidupan Anda akan lebih bermakna!” (Hal. 21)

Penulis: SJ. Munkian
Editor: Triana Rahmawati
Desain cover: Chandra Kartika Gunawan
Penerbit: Mahaka Publishing (Imprint Republika Penerbit)
Cetakan: I, September 2015
Jumlah hal.: x + 181 halaman
ISBN: 978-602-947060
Dalam sejarah kehidupan di dunia, benda mati hampir selalu tak dihiraukan. Tidak ada yang mau repot-repot memikirkan perasaan benda mati, apalagi memerhatikan kebutuhannya. Kau bahkan tak pernah tahu kan, bahwa maneken bernama Claudy – yang bekerja keras di etalase terdepan toko bernama Medilon Shakespeare – mempunyai perasaan. Mimpi-mimpinya dilambungkan untuk kemudian dihempaskan lagi hingga hanya bisa bergantung pada nasib dan keajaiban. Ya, keajaiban.
Novel ini akan membuka mata hatimu dengan menempatkanmu pada posisi benda mati yang tak dihiraukan, meski sedang berjuang mati-matian untuk mencapai mimpi-mimpi. Kau akan melihat dari sudut pandang yang berbeda, dan semoga itu akan membuatmu semakin mengerti, betapa kami, aku dan Claudy, iri kepada kalian.
***
“Dalam menghadapi kesan pertama atau sesuatu yang perdana, manusia sepertinya akan mengerahkan segenap kemampuan diri.” (Hal. 11)
Novel ini berkisah tentang sebenda bernama Claudy. Ya, dia bukan manusia. Ia adalah sesosok maneken yang menghuni etalase utama di toko busana Medilon Shakespeare. Toko busana ini dikelola oleh Sophie. Beberapa hari setelah ditempatkan di etalasa utama, Sophie mendapatkan pasangan. Maneken laki-laki bernama Fereli.
Sejak saat itu, Claudy dan Fereli menjalani kehidupan sebagai maneken utama. Menjalani tugas untuk mengundang banyak pembeli untuk singgah dan berbelanja di Medilon Shakespeare. Dan selama berdampingan itulah muncul sesuatu yang berbeda di antara keduanya.
Awalnya Claudy selalu merasa kesal dengan sikap Fereli yang sering menggunakan bahasa Perancis. Ia pun merasa tidak senang karena harus berbagi etalase utama itu dengan Fereli. Namun lama kelamaan kebersamaan pun memunculkan perasaan cinta di antara keduanya.
Namun sebuah tragedi mengubah kebahagiaan itu. Sesuatu yang tidak terduga. Namun mereka tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanyalah sepasang maneken yang melakukan sesuatu sesuai kehendak manusia. Mereka tidak bisa melakukan sesuatu bahkan untuk melindungi orang yang mereka sayangi.

Apakah yang akan terjadi pada kedua maneken ini?

Senin, 28 Desember 2015

Belajar dengan Otak Kanan: Cara Belajar Asyik dan Keren



“Sukses bukanlah hanya karena faktor keberuntungan! Sukses adalah sebuah pilihan yang harus kamu ambil disertai dengan perjuangan yang gigih untuk mewujudkannya. Kesuksesan merupakan sebuah perjuangan terus-menerus. Kesuksesan merupakan  perjalanan panjang yang harus dilalui oleh orang-orang yang ingin mengejarnya.” (Hal. 6)


Penulis: Aris Setyawan & Irwan SGM
Editor: Ratri Medya
Desainer & ilustrator: Satrio Abe
Penerbit: Esensi (Divisi Penerbit Erlangga)
Cetakan: 1, 2015
Jumlah hal.: viii + 96 halaman
ISBN: 978-602-7596-96-2

Umumnya kita sering merasa bingung bagaimana cara mengoptimalkan kemampuan diri, khususnya soal belajar. Bahkan, dengan berbagai alasan, kita sering menganggap bahwa waktu belajar yang kurang optimal, konsentrasi yang kurang, daya ingat yang lemah, semangat belajar yang rendah, dan berbagai keluhan lainnya adalah hal yang sangat wajar untuk dirasakan. Meskipun semua itu hanya karena kita belum menemukan cara yang tepat untuk belajar.
Cara yang tepat untuk belajar bisa didapatkan dengan mengoptimalkan potensi otak melalui keseimbangan penggunaan otak kiri dan kanan. Kenyataannya, kebanyakan orang lebih cenderung menggunakan otak kiri. Padahal, dengan otak kanan, belajar akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Sekarang kamu tidak perlu bingung lagi karena dalam buku ini kamu akan menemukan pembahasan tuntas tentang cara meningkatkan kemampuan otak kanan, khususnya, untuk belajar.

***

"Sederhananya, belajar berhubungan dengan tiga hal yaitu: APA yang dipelajari, MENGAPA harus belajar, dan BAGAIMANA cara belajar asyik.” (Hal. 2)

Buku ini adalah buku non-fiksi yang tergolong tipis. Namun berarti minim manfaat. Buku ini terbagi menjadi 4 bagian.

[Review+Giveaway] 365 Ideas of Happiness



“Bukannya semua hal di dunia ini bisa dipelajari?” (Hal. 54)


Penulis: Nurilla Iryani
Penyunting: Ika Yuliana Kurniasih & Baiq Nadia Yunarthi
Perancang sampul: Puty Karina Puar & Wirastuti
Ilustrasi sampul dan isi: Puty Karina Puar
Pemeriksa aksara: Titsh A.K
Penata aksara: Gabriel_sih
Penerbit: B First (PT Bentang Pustaka)
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal: xii + 240 halaman
ISBN: 978-602-1246-60-3
IN THIS BOOK YOU WILL ...
1. MAKE SOMETHING COOL OUT OF THE IDEAS
Hei, udah bukan zamannya lagi ngedapetin sesuatu yang udah “jadi” melulu. Lebih seru kalau bisa bikin, memodifikasi sendiri, dan menikmati hasil karya sendiri, kan? Well, you know... makers gonna make, make, make.
2. COLOR & FILL
Bebaskan dirimu untuk berekspresi! The easiest example might be by not keeping this book clean. Kamu malah wajib MEWARNAI buku ini dengan warna, coretan dan komentar pada setiap halamannya, ya!
Selain menyenangkan, aktivitas ini juga bisa menjadi terapi anti-stres sederhana, lho!
3. FIND & SHOW YOURSELF
Don’t be afraid to fail, be afraid not to try. Nggak ada salahnya mencoba segala sesuatu yang kamu yakini akan membawa hal baik untukmu dan orang-orang di sekitar. Luangkan waktu dan tenaga untuk nemuin “harta karun” atau bakat terpendammu.
4. GO SOMEWHERE
Let’s go travel, explore, love a lot, love a little, and never touch the ground!
5. BE KIND & SPREAD HAPPINESS
Awali dengan merealisasikan ide sederhana, seperti memuji dengan tulus dan ninggalin komentar baik di blog orang lain. There’s nothing more exciting than doing something good to make people smile :).
6. ... AND ALWAYS REMEMBER THE FUN

***

“Learn from everyone because everyone has their own story” (Hal. 63)

Buku 365 Ideas of Happiness ini diberi tagline “An interactive coloring journal”. Hm.. jangan membayangkan sebuah jurnal yang terdiri dari garis-garis dengan kolom untuk tanggal di sisi kanan atas. Atau hal semacamnya. Karena buku ini bukan jurnal harian semacam itu.

Buku ini berisi 365 ide yang bisa kamu lakukan untuk bersenang-senang dengan banyak hal positif. Buku ini membantumu memeriahkan dan menceriakan harimu. Selain itu, buku ini pun akan mendorong pembaca untuk tertantang melakukan hal baru. Memberi ide untuk mencicipi beberapa hal yang selama ini mungkin tidak terpikirkan oleh pembaca.

Buku 365 Ideas of Happiness terbagi menjadi 5 bagian yaitu make something, self development, be kind and spread happiness, going somewhere, fun activities. Ya, 365 ini terbagi menjadi 5 jenis kegiatan tersebut.

Rahasia Pelangi



“Bersamamu, tak ada yang perlu kutakutkan meskipun menerobos rimba yang tidak berujung. Aku yakinkan langkahku mengkikutimu hingga hutan lebat menipis dan kelak kita temukan cahaya di depan sana.” (Hal. ix)


Penulis: Riawani Elyta & Shabrina Ws
Editor: Bernard Batubara & Yulliya
Penyelaras aksara: Idha Umamah
Penata Letak: Wahyu Suwarni
Penyelaras tata letak: Putra Julianto
Desainer sampul: Mulya Printis
Penyelaras desain sampul: Amanta Nathania
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: x + 326 halaman
ISBN: 979-780-820-3
Katamu ada pelangi setelah hujan.
Kau hadir, mengulurkan tanganmu.
Ajak aku melangkah, bersamamu.
Bisakah cinta menghilangkan rasa takut?
Juga memupuk rindu
yang mulai bertunas di hati?

*

Sepertimu, Anjani dan Rachel juga mencari cinta.
Namun, mereka tak pernah menduga
tenyata cinta segelap hutan di tengah malam.
Sementara bagi laki-laki itu,
ia baru menyadari
bahwa hidup ternyata seperti hutan.
Jika tak hati-hati, banyak ranting
yang akan membuatmu luka.
Dalam gelap hutan,
akankah pelangi terlihat sama indahnya?

***

“ Kita memang tak bisa lari dari masa lalu. Namun, kita punya pilihan, berdamai dengan waktu.” (Hal. 1)

Novel Rahasia Pelangi ini bercerita menggunakan sudut pandang orang pertama dari dua orang tokoh utama perempuan dalam cerita. Mereka adalah Anjani dan Rachel. Dua perempuan dengan karakter yang berbeda serta kehidupan yang berbeda. Namun mereka mencintai hal yang sama yakni mencintai alam.

Anjani yang bekerja sebagai mahout (penjaga gajah) adalah seorang perempuan dengan kulit yang menggelap akibat terpapar matahari dan banyaknya pekerjaan yang harus ia lakukan. Pekerjaan sebagai mahout bukanlah pekerjaan yang umum apalagi bagi perempuan. Wajar jika orang tua Anjani terutama sang ayah kurang suka dengan pilihan Anjani. Ditambah lagi karena saat kecil Anjani pernah melihat sesuatu terkait gajah yang membuatnya  menyimpan trauma sendiri baginya Namun dengan menjadi mahout, Anjani menyadari bahwa rasa takut dan trauma bisa diobati jika kita mau berusaha berdamai dengan hal itu. Kehidupan Anjani sebagai mahout di Taman Nasional Tesso Nilo. Selain itu, Anjani adalah tipe perempuan introvert. Ia lebih suka memendam pikiran dan perasaannya.

Di sisi lain, Rachel adalah perempuan yang berkebalikan dari Anjani. Rachel, secara fisik amat menarik karena mendapatkan warisan gen dari ayahnya yang orang Australia. Selain itu, Rachel adalah tipe perempuan yang saat bicara sangat blak-blakan. Ia pun supel dan ceria. Selain itu, Rachel lebih banyak bertindak berdasarkan semangat dan keoptimisan.

Kehadiran Rachel di Tesso Nilo mengganggu Anjani. Kedekatan Rachel dengan Chay, mahout senior di Tesso Nilo yang berdarah Thailand, memunculkan rasa tidak nyaman di Anjani.

Semua ketidaknyamanan ini akhirnya berbuntut buruk. Sebuah tragedi yang melibatkan mereka dan gajah memperburuk semuanya.

Bagaimana akhir kisah dari kedua perempuan ini?