Minggu, 31 Mei 2015

[Pengumuman Giveaway] Pemenang Blogtour #KudetaHati




Maafkan atas keterlambatan tak termaafkan ini ya, Readers. *sambil berharap Penerbit Lintas Kata nggak melotot marah* 

Perubahan status memang membawa perubahan tanggung jawab serta menuntut kesediaan untuk beradaptasi. Jika dulu menulis untuk blog ini bisa saya lakukan kapan saja, sekarang saya harus membagi waktu dengan baik sebagai soerang anak, istri, dan menantu. Akhirnya saya pun mengorbankan sedikit jam istirahat demi terus menekuni blog ini.

Sudahlah tanpa berpanjang lebar, saya mau mengumumkan pemenang blogtour #KudetaHati ini.

Pertanyaan saya untuk giveaway ini dijawab dengan cukup beragam oleh peserta. Mulai dari yang sedang berbunga – bunga karena baru habis nikah *bukan saya..sumpah!!* sampai mereka yang baik hati yang pengen bisa mengkudeta hati para korupter. Keren ya.

Nah, satu orang yang beruntung memenangkan buku #KudetaHati dari Lintas Kata adalah:

[Pengumuman Giveaway] Pemenang Giveway Mei di My Little Library Part 2



Maaf untuk keterlambatan pengumuman pemenang di blog My Little Library (Lagi!)
 
Alhamdulillah prosesi akad nikah dan resepsi saya sudah selesai. Namun semua ini segera diikuti oleh kesibukan dan tanggung jawab baru sebagai istri dan menantu. Ini membuat saya kesulitan untuk menulis. Jadi akhirnya berhasil mencuri waktu sebentar untuk menulis pengumuman ini.

Biar tidak semakin ngalor ngidul mendengarkan curahan hati seorang perempuan yang baru saja berganti status ini, yuk kita mulai pengumumannya.

Minggu, 24 Mei 2015

[Wedding Giveaway] Pre Wedding in Chaos



Penulis: Elsa Puspita
Penyunting: Pratiwi Utami
Perancang Sampul: Wirastuti
Pemeriksa Aksara: Septi Ws, Intan Sis
Peneta Aksara: Endah Aditya
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: Pertama, Oktober 2014
Jumlah hal.: vi + 286 halaman
ISBN: 978-602-291-056-5
“Ayo kita menikah.”
What? Apa sih yang barusan kuucapkan? Mengajak Raga menikah? Padahal menikah bukan prioritasku. Tapi, rasanya jahat sekali kalau aku menarik ucapanku. Jelas – jelas aku melihat binar bahagia dari wajahnya, setelah seribu kali kutolak lamarannya.

Damn! But life must go on, Aria. Ketimbang kuping panas mendengarkan  sindiran Mami dan ocehan Citra yang sudah kebelet nikah, tapi tidak dibolehkan Mami karena kakak perempuannya ini belum menikah. Mari, akhiri saja drama – desakan – menikah itu dengan menuruti keinginan mereka.

Namun, kekacauan itu terjadilah. Konsep acara, undangan pakaian, catering. Ditambah lagi perbedaan prinsip antara aku dan Raga. OMG, kemana saja aku selama ini? Sudah pacaran sembilan tahun tapi belum mengenalnya luar – dalam.

Belum menikah saja sudah begini, bagaimana besok setelah menikah dan serumah seumur hidup?

***

Keputusan menikah memang tidaklah mudah. Terutama bagi perempuan mandiri seperti Aria. Ia merasa bahwa kehidupan pernikahan sebagia kehidupan yang tidak bisa ia bayangkan. Bahkan ketika ia sudah memiliki laki – laki yang baik di sisinya. Adalah Raga, pria yang sudah sembilan tahun menjadi kekasih Aria. Pria yang membuat Aria nyaman ini ternyata belum benar – benar membuat Aria merasa yakin untuk membangun rumah tangga.

Minggu, 17 Mei 2015

[Posting Bareng BBI] Hari Buku Nasional

Cerita saya dengan buku-buku karya penulis Indonesia cukup menarik *ini menurut saya lho*. 

Sejak awal saya membuat blog buku ini untuk ikut mengambil peran dalam perkembangan dunia buku di Indonesia. Saat teman-teman saya tidak begitu suka membaca buku, saya memilih membagi kesenangan membaca lewat tulisan. 

Saat teman-teman yang gemar membaca lebih menyukai buku import atau pun terjemahan, saya malah dengan cukup berani (dengan resiko dompet kosong) mencicipi berbagai karya penulis dalam negeri terutama novel populernya.

Resiko patah hati pun membayangi. Tidak sedikit buku yang saya beli membuat saya kecewa dengan pertanyaan,  "Kemana editor? Kenapa penerbit menerbitkan buku ini?“

Karena saya merasa ini bisa menurunkan kualitas terbitan dalam negeri dan membuat kecewa mereka yang baru mencoba mencicipi karya dalam negeri. 

Tapi semakin lama saya semakin bahagia. Kenapa? Karena resiko yang saya ambil membuat saya berkenalan dengan banyak karya keren. 

Sebut saja karya yang baru-baru ini bikin saya bangga. Yaitu Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita. Karya ini tidak kalah dengan Silkworm karya penulis luar yang terkenal itu.

Kemudian sebut saja buku "Dear Me!" buku terbitan Lintas Kata dengan genre psikologi remaja yang kata saya menarik untuk mereka yang baru mencoba menyukai membaca. Padahal buku ini non-fiksi tapi tampilan dan isinya ringan dan menarik. 

Selain itu, saya pun menaruh bangga karena bisa berkenalan (dan bisa mewawancarai)  beberapa penulis yang produktif. Ada Mbak Indah Hanaco, Mbak Triani Retno A, Mbak Riawani Elyta, Mbak Ruwi Meita, dan masih banyak penulis lain. 

Selain itu saya juga berkesempatan berkenalan dengan penulis-penulis muda yang buku pertamanya pun menarik untuk dibaca. 

Ah, dari hari ke hari saya semakin cinta pada dunia buku Indonesia. Dan semoga ke depannya jadi semakin baik. 

Jayalah dunia buku Indonesia.

Teruslah menulis karya-karya keren dan berkualitas wahai penulis-penulis Indonesia.
Dan mari terus berkontribusi teman-teman Blogger Buku Indonesia :*
Selamat Hari Buku Nasional, Readers.
buku - buku karya penulis dalam negeri yang ada di Pamboang

[Wedding Giveaway] Wedding Manual Book




“Menikah bukan hanya menyatukan dua hati dan dua individu yang berbeda, melainkan juga menyatukan dua keluarga, bahkan menyatukan dua keluarga besar dengan dua adat istiadat dan tradisi yang juga berbeda.”


Penulis: Nurul Fithrati & Launa Wedding Organizer
Penyunting: Fitria Pratiwi
Pendesain Sampul: Rnuruli
Penata Letak: Rnuruli
Ilustrator Sampul: Illa Chungurov & Iyeyee
Ilustrator Isi: Ivana Forgo, Pixejoo & RNuruli 
Penerbit: VisiMedia Pustaka
Halaman:  256
ISBN: 979-065-221-6 
Wah, Rp25.000.000 hanya untuk pakaian. Bagaimana mungkin? Anggaran kami hanya sekitar Rp70.000.000 untuk keseluruhan pesta.

Anda dan pasangan berencana untuk menikah? Selamat! Namun, pasti  Anda pusing tujuh keliling dengan segala macam pernak-pernik pernikahan. Ditambah, biaya yang sudah susah payah Anda kumpulkan ternyata masih juga belum bisa mewujudkan pesta pernikahan idaman. 

Belum lagi, kesibukan Anda dan pasangan sehari-hari. Mana bisa merencanakan sebuah pesta di tengah begitu padatnya jadwal kerja dan aktivitas.

Dalam merencanakan pesta pernikahan yang hanya sekali seumur hidup, tentu Anda memerlukan bantuan. Bukan hanya wedding organizer, wedding planner, atau vendor pesta, melainkan Anda juga memerlukan bantuan berbagi pengalaman dan saran yang rasional. Buku ini hadir sebagai sahabat untuk Anda dan pasangan yang ingin melangsungkan pesta pernikahan, dari ide konsep acara, tempat pesta yang berkesan, pernak-pernik pesta, aneka tip, kisah inspiratif, hingga cara meminimalisasi biaya. Ditambah, rekomendasi tempat-tempat bulan madu yang terjangkau.

Siap menyelenggarakan pesta pernikahan? Segera bawa buku ini ke kasir. Percayalah, mewujudkan pesta pernikahan idaman, bukan hanya impian.

***

Pernikahan adalah salah satu moment perayaan yang dianggap sakral dan (harapannya) sekali seumur hidup. Maka untuk mempersiapkan hari besar ini, setiap pasangan pasti ingin yang terbaik. Namun tidak semua persiapan bisa berjalan dengan mudah. Trust me, ini memang tidak mudah!! *curcol boleh donk*

Ini karena menyatukan dua kepala berbeda saja tidak mudah. Apalagi menyatukan keinginan dua keluarga. Kita dan pasangan akan dituntut untuk kompak dan bisa menjadi penengah bagi kedua keluarga besar.

Sabtu, 16 Mei 2015

The Book Club



“Suatu hari, mendadak kisahku berubah. Latar belakangnya bergeser. Tokoh – tokohnya terguncang. Seandainya kisahku digambarkan dengan diagram jalan cerita, tukikan tajamnya pasti melebihi batas kertas. Satu–satunya yang stabil hanyalah sudut pandangnya: orang pertama, diriku, memandang ke luar dan ke dalam, dan melihat kehampaan.” (Hal. 3)


Penulis: Mary Alice Monroe
Alih Bahasa: Deasy Ekawati
Editor: Fanti Gemala
Penata Isi: Novita Putri
Penerbit: VioletBooks (Imprint Penerbit PT Gramedia Widiasarana Indonesia)
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: vii + 454 halaman
ISBN: 978-602-251-716-0

Mary Alice Monroe mengundang Anda untuk bertemu dengan lima karakter yang luar biasa selagi dia menjelajahi kekuatan persahabatan dalam kelembutan, kejujuran, dan pengertian.
Dari luar kelompok itu hanyalah sebuah klub membaca biasa. Tapi bagi lima orang wanita, klub itu adalah sesuatu yang jauh lebih bermakna. Bagi Eve Porter, yang segala keamanan hidup yang telah direncanakannya direnggut karena suaminya mendadak meninggal, klub itu adalah tempat perlindungan.

Bagi Annie Blake, seorang pengacara hebat yang berniat memiliki keluarga meski sudah terlambat, klub itu adalah kesempatan untuk menurunkan pertahanan dirinya dan memimpikan banyak kemungkinan lain.

Bagi Doris Bridges, klub itu adalah pendukungnya saat dia mengakui bahwa pernikahannya sekarat dan memperoleh kebebasan yang sesungguhnya dalam pengkhianatan suaminya.

Bagi Gabriella Rivera, sang istri, ibu, dan sahabat ‘sempurna’ yang menawarkan dukungan bagi semua orang tapi enggan meminta dukungan bagi dirinya sendiri, klub itu memberinya suasana kekerabatan.

Dan bagi Midge Kirsch, seorang seniman yang selalu menjalani hidup melawan arus, klub itu bagai surga yang menerimanya.

Merekalah lima wanita dengan jalan kehidupannya yang berbeda, yang menerima tantangan dalam perubahan hidup mereka. Dan saat mereka berbagi harapan, ketakutan, dan kemenangan, mereka akan berpegang erat pada keajaiban sejati sebuah klub membaca – yaitu persahabatan.

***

Kali ini saya merasa tidak perlu menuliskan sinopsis dari sudut pandang saya pribadi. Blurb di atas berhasil menggambarkan semua cerita secara ringkas.

Di dalam buku ini memang akan ada lima karakter perempuan yang berbeda dengan prinsip yang berbeda pula. Cara mereka memandang pernikahan pun tidak benar – benar sama. Cara mereka menghadapi masalah pun berbeda. Namun kelima perempuan ini saling mendukung.

Klub Membaca yang mereka bentuk tidak semata – mata untuk membahas cerita dalam sebuah buku melainkan cerita hidup mereka sendiri. Klub Membaca menjadi sebuah jeda agar mereka bisa menghirup sebentar kenyamanan yang mulai sulit mereka dapatkan.

[Blogtour] Kudeta Hati: Jomblo is A State of Mind + Giveaway



Penulis: @RemajaBego
Penyunting: Sheenta Chan
Pendesain Sampul: Githa Eka
Penata Letak: Githa Eka
Penerbit: Lintas Kata
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: iv + 120 halaman
ISBN: 978-602-71445-6-9
Diputusin, ditinggal nikah, di-PHP-in, diselingkuhin, cuma dianggep teman? Semuanya bikin lo sakit hati?

Sakit hati sih sudah biasa.... namanya juga masa – masa pendewasaan #tssah

Yang luar biasa itu bagaimana cara lo mengatasi kegalauan masa remaja. Bagaimana mengaatasi masalah dalam kehidupan pertemanan, percintaan, keluarga dan sekolah? Itu yang terpenting! Kalau lo bisa sakit hati, lo juga harus bisa mengatasinya dengan melihat dari sisi yang berbeda, misalnya dengan membuat sakit hati lo menjadi sesuatu yang lucu. Selain itu, buatlah sakit hati lo menjadi pemicu keberhasilan di masa depan. BUSET DAH, kelihatan keren banget bahasa gue. Ya, beginilah cerita si @RemajaBego dalam buku ini.

***

Hai, Readers. Untuk kamu yang sedang di usia remaja dan sedang patah hati buku ini bagus banget buat kamu. Kenapa? Bisa jadi pelampiasan sakit hati dengan nyela-nyela @RemajaBego yang udah menulis buku ini. Bisa juga dengan ngelemparin buku ini saat ngeliat mantan jalan sama cewek barunya.

Tapi setelah itu pasti buku ini dipungut lagi trus dibaca lagi sambil berurai air mata. Bukan, bukan karena sedih. Tapi karena ketawa dengan nasib naas @RemajaBego.

Boleh nggak protes ke @RemajaBego? Berani-beraninya nulis buku tentang cinta padahal nasib cintanya sendiri bisa bikin orang yang mengalami bunuh diri. Bayangin, ke taman lampion bareng cowok? Hiiii..itu mah lebih horor daripada buku horor.. Ha..ha.. *ketawa penjahat*

Kamis, 14 Mei 2015

[Pengumuman Giveaway] Pemenang Giveway Mei di My Little Library


Maaf untuk keterlambatan pengumuman pemenang di blog My Little Library ini.

Semoga tidak keberatan ya karena pengumuman seluruh pemenag Giveaway di awal Mei ini saya umumkan dalam satu postingan ini. Kendala sinyal internet yang membuat saya terpaksa melakukannya. 


Saya mulai dengan pengumuman pemenang Giveaway Voucher 25% Lintas Kata

Rabu, 13 Mei 2015

[Wedding Giveaway] Sayap – Sayap Sakinah




Saat mendapatkan undangan pernikahan, maka do’a yang sering kali kita ucapkan “Semoga Sakinah Mawaddah Warahmah”

Kadang rasanya itu hanya jadi sekadar doa basa – basi. Padahal sesungguhnya ini adalah do’a yang memiliki makna yang cukup mendalam. Bahwa meraih sakinah saja bukan perkara mudah. Apalagi meraih ketiganya, sakinah mawaddah warahmah.

Terlepas dari itu, Giveaway berhadiah buku Sayap – Sayap Sakinah termasuk yang paling saya usahakan. Kenapa? Masih jelas dalam ingatan saya saat membaca buku ini pada Agustus 2014 lalu. Saat itu saya masih jomblo single dan menganggap bahwa perkara jodoh ini adalah rahasia Allah. Status jomblo single bahagia ini juga membuat saya agak kesulitan menjawab pertanyaan dari keluarga besar yang kompak bertanya, “Kapan menikah?”

Pada saat yang sama saya pun dibuat berpikir banyak tentang pilihan untuk menikah. Kemudian membaca buku Sayap – Sayap Sakinah membuat saya semakin merasa betapa besar perjanjian yang kelak mengikat saya. Saat ijab dilakukan itu adalah saat seorang laki – laki mengambil sebuah perjanjian besar, Mitsaaqon Gholiidzo. Sebuah janji dengan tanggung jawab yang besar. Sebab frase Mitsaaqon Gholiidzo ini juga digunakan di dalam AlQuran saat menyebutkan janji yang diambil dari 5 orang Rasul. Allahuakbar.

Membaca ini membuat saya menyadari bahwa pernikahan akan menjadi ikatan seumur hidup yang harus saya pertanggung jawabkan pada Allah. Maka saat membaca buku ini saya sempat berpikir untuk tidak lagi membuat targetan menikah. Saya lebih ingin mempersiapkan diri agar mampu menjalani kehidupan pernikahan dengan baik. Perkara siapa yang menjadi jodohnya saya serahkan pada Yang Maha Mengetahui.
Namun, siapa sangka kini, bulan Mei 2015 saya bersiap menghadapi hari saat janji besar itu akan diambil. Sungguh sebaik – baik rencana adalah ketetapanNya. Maka semoga kelak pernikahan ini bisa saya pertanggungjawabkan di hadapan Allah di Hari Perhitungan kelak.

Fiuh, menulis ini membuat dada saya sesak oleh pertanyaan, “Sanggupkah? Siapkah?” Tapi kembali saya menyerahkan semua urusan pada Allah. Semoga ini menjadi penyatuan yang bermanfaat dan mendapat ridhoNya. Semoga ini menjadi ibadah. Semoga saya bisa menjadi penyempurna separuh dien suami saya kelak.

Teruntuk Mbak Afifah Afra dan Mbak Riawani Elyta. Terima kasih untuk tulisannya yang penuh renungan. Terima kasih untuk ilmu yang dibagikan dalam buku setebal 248 halaman tersebut. Semoga ilmu yang saya dapat dari buku Sayap – Sayap Sakinah bisa menjadi bekal yang baik bagi saya dan suami dalam mengarungi lautan kehidupan dalam bahtera rumah tangga kami.

Mohon do’a – do’a baiknya. Dan semoga do’a – do’a tersebut melangit dan menurunkan keridhoan Allah.

***
Kali ini bukan review ya, Readers. Sebab buku Sayap – Sayap Sakinah ini sudah saya review pada Agustus 2014 lalu. Dan maaf karena karena kali ini isinya malah curhatan singkat saya :D

Ya sudah daripada berlama – lama lagi, langsung saja saya beritahu langkah – langkah untuk mengikuti Giveaway #SayapSayapSakinah ini. Siapa tahu kamu menjadi 1 orang Readers yang beruntung memenangkan buku Sayap – Sayap Sakinah ini

1)      Follow akun twitter @atriasartika, @sayapsakinah
2)      Share giveaway ini di akun twitter kamu dengan mention @atriasartika, @sayapsakinah dengan hashtag #SayapSayapSakina
3)      Berikan komentar di review Sayap – Sayap Sakinah di sini http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/08/sayap-sayap-sakinah.html

4)      Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar di bawah:
Apa makna pernikahan bagimu?
sertakan juga data dirimu: nama, akun twitter, dan email
Mudahkan? Jangan sampai melewatkan kesempatan mendapatkan buku Sayap Sayap Sakinah ini ya.
Oiya, tadinya saya menjadwalkan #LiveInterview via akun twitter @atriasartika bersama penulis Sayap – Sayap Sakinah pada 15 Mei mendatang namun karena kendala sinyal saya kesulitan menjalin komunikasi dengan keduanya. Semoga saya masih berkesempatan melakukan #LiveInterview bersama Mbak Afifah Afra dan Mbak Riawani Elyta.
Dan jika tidak, semoga bisa di lain waktu.


Minggu, 10 Mei 2015

[Wedding Giveaway] Jodoh untuk Naina



“Naina, mahar adalah tanggung jawab pertama seorang suami. Bentuk nafkah yang pertama kali diberikan pada istri. ...” (Hal. 23)

Penulis: Nima Mumtaz
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: vi + 252 halaman
ISBN: 978-602-02-6348-9
Jodoh untuk Naina, Abah yang pilih. Naina ikhlas.
Tapi kenapa Abah pilih dia?
Dia yang punya masa lalu kelam.
Dia yang pernah diarak keliling kampung karena berzina.
Dia yang tidak sempurna.
Mengapa Abah begitu yakin dia mampu menjadi imam Naina?
 Bagaimana Naina harus menjalani kehidupan rumah tangga bersama pria yang tidak dia sukai, bahkan sebelum akad nikah?
Apakah dia adalah jodoh untuk Naina?
***
Keinginan berbakti membuat Naina menerima perjodohan yang ditawarkan oleh Abah. Meski sedikit bimbang namun saat melihat senyum Abah, Naina pun membulatkan keputusannya. Sayangnya, keingin berbakti ini membuat Naina lupa menanyakan siapa laki laki yang akan dijodohkan dengannya. Dan sudah terlambat. Saat mengetahui bahwa laki laki yang akan menikahinya adalah Rizal Ayyashi, Naina sudah tidak punya keberanian untuk menghapus senyum bahagia yang disunggingkan ayahnya saat mendengar jawaban setuju Naina.

Akhirnya persiapan pernikahan yang hanya dilakukan sebulan pun berlangsung sangat cepat dan lancar. Sayangnya keikhlasan Naina tidak datang secepat itu. Hingga akad dilakukan pun dia masih diselimuti keraguan. Pun ketika akhirnya ia langsung diboyong ke rumah yang akan ia tempati berdua dengan Rizal.

Perlahan, Naina mulai merasakan kenyamanan bersama Rizal, namun keraguan di hatinya masih belum hilang. Bahkan ketika Rizal memberikan waktu bagi Naina dengan tidak menuntut penuh haknya untuk dilayani oleh Naina, gadis itu tetap saja dihinggapi ragu.

Tapi, layaknya air yang bisa membuat lubang pada batu karena terus menerus menetesinya. Begitu pun kebaikan Rizal. Perlahan lahan keraguan Naina memudar. Ia pun belajar mencintai suaminya yang sangat lembut, dan penyayang.

Sayangnya, prahara lebih besar telah menanti. Mendadak Naina mendengar bahwa Rizal akan membawa perempuan dalam rumah tangga mereka. Naina tidak rela. Ia tidak bersedia dimadu!

Lantas bagaimanakah rumah tangga Naina nantinya?

***

Pertama kali dikabari langsung oleh penulisnya, Mbak Nima Mumtaz, saya langsung girang. Apalagi saat tahu bahwa novel terbarunya bertema pernikahan. Maka dengan segera saya menjawab kalau saya bersedia mereview bukunya. Ya, kegandrungan saya membaca buku buku bertema pernikahan akhir akhir ini meningkat. Buat pengunjung tetap pasti tahu donk, alasannya :D

Novel Jodoh Untuk Naina berbeda dengan novel pertama Mbak Nima yang saya baca, Cinta Masa Lalu. Jauh berbeda. Tulisan Mbak Nima kali ini sangat mengalir dan manis. Oiya, novel ini adalah salah satu seri Le Mariage yang diterbitkan oleh Elexmedia.

Deskripsi yang dilakukan oleh Mbak Nima membuat saya tersenyum sendiri membaca beberapa adegan yang ditampilkannya. Meskipun di beberapa bagian juga ada interaksi antara Naina dan Rizal yang terlalu detail. Hal manis jika terlalu banyak juga bisa jadi kurang enak terasa.

Konflik yang ditampilkan runut dan logis meski di beberapa bagian saya dibuat greget dengan karakter Naina yang senang menyimpan prasangka dan kemudian takut mengkonfirmasinya. Tapi ini membuat saya merasa bahwa Mbak Nima sukses menciptakan karakter Naina.

Btw, ini bukan kisah pribadi kan? He..he.. karena detail kesehariannya terasa sangat real. Selain itu karena mengambil sudut pandang orang pertama, pemikiran, kekhawatiran dan ketakutan Naina jadi terpapar dengan jelas.

Ah, saya merasa bahwa ini bisa jadi adalah fiksi yang mungkin di kehidupan seseorang adalah sebuah kisah nyata. Bukankah memang begitu fiksi? Bisa jadi ia adalah kisah nyata dalam kehidupan seseorang, namun menjadi fiksi bagi kehidupan yang tidak menjalani hal serupa.

 Oiya, dalam buku ini juga banyak nasihat yang baik untuk pernikahan. Tapi ya itu, buku ini cocok dibaca untuk mereka yang sudah memasuki usia dewasa. Kalau lebih muda? Nanti pengen nikah muda. Ha..ha.. :D
Kisah yang manis, mbak Nima. Semanis covernya. Btw, saya sedang mempertimbangkan untuk memakai inai atau tidak di hari pernikahan nanti. He..he. kulit yang gelap seperti saya tampaknya tidak akan cocok memakai inai. Ha..ha.. *abaikan curhat tidak penting ini*

***

Daaaaann.. Wedding Giveaway datang lagi. Kali ini berhadiah novel Jodoh untuk Naina karya Nima Mumtaz yang diterbitkan Elex Media Komputindo ini? Ada 1 eksemplar untuk 1 orang Reader yang beruntung, lho.
Mau jadi yang beruntung bisa memiliki novel manis ini? Yuk ikuti langkah langkahnya.

1)      Follow akun twitter @atriasartika, @Nima_saleem, @elexmedia
2)      Share giveaway ini di akun twitter kamu dengan mention @atriasartika, @Nima_saleem, @elexmedia dengan hashtag #JodohUntukNaina
3)      Beri komentar tentang review buku ini di kolom komentar dan alasan kenapa kamu ingin memilikinya, sertakan juga data dirimu: nama, akun twitter, dan email
4)      Giveaway ini berlangsung dari tanggal 10 sampai 13 Mei 2015. Pengumuman akan dilakukan paling lambat 1 minggu setelah Giveaway berakhir.

Mudah kan? Jadi jangan lewatkan Readers. Oiya, selain bagi-bagi buku di My Little Library, pustakawan kita juga akan bagi-bagi buku di akun twitternya @atriasartika. Khusus di tanggal 11 Mei 2015 jam 8 malam akan ada sesi #LiveInterview bersama Nima Mumtaz dan akan ada satu novel Jodoh Untuk Naina yang juga akan dibagikan di #LiveInterview tersebut.

Yuk ikut merayakan bulan Mei ini dengan mengikuti Wedding Giveway di My Little Library \(^_^)/