Selasa, 28 April 2015

[Giveaway] Voucher Belanja 25%




Hai, pengunjung setia My Little Library.

Ada kabar gembira nih. Pustakawan kita dapat hadiah voucher 25% dari Lintas Kata yang bekerja sama dengan republik fiksi (www.republikfiksi.com). Voucher ini adalah hadiah untuk keikutsertaannya di kuis yang diadakan oleh Lintas Kata untuk merayakan World Book Day.

Pustakawan kita ingin berbagi kebahagiaan dengan pengunjung My Little Library. Jadi ia akan memberikan voucher ini kepada pengunjung yang beruntung.

Voucher 25% persen ini lumayan banget lho. Apalagi berbelanja buku di www.republikfiksi.com ini free ongkir. Voucher ini khusus untuk membeli buku-buku terbitan Lintas Kata yang kece badai.

Beli Buku Free Ongkir!
Republik Fiksi dan buku-buku Lintas Kata
 Ada “Who Am I? Comic Version”, hingga buku terbaru berjudul “Kudeta Hati”. Favorit pustakawan kita sih “Dear Me”. (^_^)

Nah, siapa yang tertarik untuk mendapatkannya? Caranya mudah?
1. Follow akun twitter @Lintas_Kata dan @atriasartika
2. Share tentang Giveaway ini di blog kamu dengan mention @Lintas_kata dan @Atriasartika serta hashtag #VoucherLink
3. Isi di kolom komentar nama, email, akun twitter dan link share giveaway ini
4. Pengin peluangmu makin besar? Tinggalkan komentar di review buku-buku Lintas Kata yang ada di My Little Library.
5. Giveaway ini berlangsung dari 28 April – 1 Mei 2015. Jadi jangan lewatkan ya (^_^)

Gampang bangetkan? Yuk ikutan. Siapa tahu kamu yang beruntung. Pemenangnya akan diundi secara manual oleh pustakawan My Little Library ya (^_^)v

Senin, 27 April 2015

[Blogtour] Pemenang Giveaway Blogtour Misteri Patung Garam



https://igcdn-photos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xaf1/t51.2885-15/10956786_1429439034022716_484203643_n.jpg
Wah, tidak terasa penghujung rangkaian blogtour Misteri Patung Garam di My Little Library sudah tiba. Tapi jangan khawatir Blogtour masih berlangsung kok. Informasi selanjutnya akan saya umumkan di akhir postingan ini ya.

Nah, sekarang waktunya untuk mengumumkan pemenang Giveaway Blogtour Misteri Patung Garam. Pertanyaan-pertanyaan peserta Giveaway ini sangat beragam. Mulai dari ketertarikan mereka tentang pengalaman Mbak Ruwi Meita dengan hal-hal berbau mistis sampai pertanyaan penuh rasa penasaran pada kelanjutan petualangan Kiri Lamari.

Huah, susah menentukan pemenangnya. Pertanyaan-pertanyaannya menarik. Tapi memenangkan semuanya nggak mungkin kan ya? 

Hm..baiklah setelah bertapa semalaman dan memohon wangsit yang ternyata menolak datang. Akhirnya dengan peluh yang mengalir deras *halah* akhirnya satu pemenang terpilih. Dia adalah:

Jumat, 24 April 2015

PS: I Love Mom



Penulis: Buku Berkaki
Editor: Moh. Rido
Proofreader: Sulung S. Hanum
Layout: Dian Novitasari & Irene Yunita
Desain Sampul: Dwi Anisa Anindhika & Landi A. Handwiko
Penerbit: Bukune
Cetakan: Pertama, Februari 2015
Jumlah hal.: vi + 226 halaman
ISBN: 602-220-145-4
Ibu yang cantik, apa kabarmu di sana?
Semoga semua doa dan salam rinduku sampai padamu.
Tak terasa waktu bergulir dan aku sudah tumbuh dewasa.
Tak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja.
Bukankah iu yang mengajarkan aku untuk berani?
Aku pasti bisa menjaga diri.
Melalui secarik kertas dan goresan tinta ini, izinkan aku mengungkapkan rasa terima kasih kepadamu. Kasih sayang dan ketulusanmu selama ini tidak akan bisa terbalaskan.
Derai air mata dan pengorbanmu tak tergantikan.
Terima kasih, Ibu
***
Kasihnya tidak akan lekang oleh waktu, cinta sudah teruji dengan luka, bahkan hatinya lebih besar dari apa pun yang ada di dunia. Mungkin, begitulah cara yang tepat untuk menggambarkan seorang ibu.
Dalam PS: I Love Mom, kamu bisa temukan cerita tentang perjuangan dan kesabaran hatinya, puisi tentang arti ketulusan cinta. Mari ungkapkan cinta, ekspresikan sayang, kemudian tunjukkan perhatianmu. I Love you, Mom!
***

Membaca buku PS: I Love Mom, kita akan disuguhi sejumlah cerita berdasarkan pengalaman para penggiat (yang akrab disapa Krucil) dan adik-adik binaan Buku Berkaki.

Buku Berkaki dengan taglinenya “When a Book Walks, A Dream Works” adalah sebuah organisasi nonprofit yang berfokus pada penyediaan bacaan variatif untuk adik-adik di panti asuhan, lapak pemulung, dan jalanan. Selain itu, Buku Berkaki juga melakukan pengumpulan buku untuk daerah terpencil di Indonesia, seperti Lumajang, Surabaya, Ujung Kulon, Papua, Maluku Utara, dan Semau di Nusa Tenggara. (Hal. 223)

Kata Kota Kita

“Masa lalu bisa berdampak buruk bagi dua orang yang menyimpan cinta dengan ragu.” (Hal. 54)
http://d.gr-assets.com/books/1426961081l/25189240.jpg 

Penulis: 17 Penulis Gramedia Writing Project Batch 1
Editor: Nina Andiana, Anastasia Aemilia, Hetih Rusli
Ilustrator: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pusaka Utama
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: 272 halaman
ISBN: 978-602-03-1510-2

Dalam Kata Kota Kita, kita dibawa singgah dari Central Park di New York, purnama di Ankara, kemacetan di Jakarta hingga indahnya Pantai Ora di Ambon. Dan seusai penjelajahan, kita dibuat tersenyum dan menyadari betapa kayanya kita sebagai manusia.

Kota-kota dalam kumpulan cerpen ini memberikan suaranya, menguarkan aroma, dan menunjukkan pemandangan yang ditulis dengan beragam tema, ditulis dengan beraneka gaya, mulai dari yang lincah ala MetroPop hingga mencekam ala novel horor.

Tujuh belas cerpen mengenai kota-kota yang berbeda ini menyajikan senyap dan riuh, tawa dan tangis, cinta dan kehilangan... Dan pada akhirnya membawa kita menuju kota yang menjadi tujuan pulang.

Para penulis adalah penulis yang terpilih dari Gramedia Writing Project batch 1.
***

Mendapatkan buku ini dari buntelan Blogger Buku Indonesia (BBI) bikin saya girang. Beberapa waktu sebelumnya saya sempat tergoda untuk membelinya di toko buku. Sayangnya isi dompet kurang memadai, jadiah saya hanya menelan ludah. Alhamdulillah ternyata memang berjodoh.

Tapi mau sungkem dulu nih ke Om Dion dan Om Raafi untuk keterlambatan review ini. Semoga tetap bisa ketiban rezeki dapat buntelan BBI (lagi!).

Ok, langsung aja nih ngobrolin buku dengan sampul yang manis. Saya suka dengan desian sampulnya yang manis. Berupa denah jalan sebuah kota. Warna yang digunakan pun warna-warna yang manis. Sampulnya memang bikin naksir.

Kemudian saat memperhatikan lebih jauh, saya sadar ternyata ada 17 cerpen dalam buku ini. Saya kemudian bertanya-tanya akan sebagus apa? Apa akan membosankan? 17 cerita itu cukup banyak untuk sebuah kumpulan cerita. Tapi ternyata pemikiran saya salah.

17 cerita dengan 17 penulis berbeda ternyata membuat buku ini jadi kaya warna. Sebab ada 17 jenis gaya penulisan yang bisa dinikmati pembaca. Beragam genre dan tema cerita. Dengan satu tema umum yang sama yakni mengambil setting sebuah kota.

Ok, kalau biasanya saya mereview semua cerita satu persatu, kali ini cukup beberapa saja ya.  Check it out!

Rabu, 22 April 2015

[Pengumuman Giveway] Pemenang Giveaway Urban Farming bersama Agromedia






https://igcdn-photos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xap1/t51.2885-15/10787841_805681872820681_1809310292_n.jpg
Maafkan keterlambatan pengumuman ini. Nah, biar peserta tidak menunggu lebih lama lagi, langsung saja, ya.
Satu orang yang beruntung mendapatkan buku “Urban Farming ala Indonesia Berkebun” adalah:

Sariwidiarti (@niasuara)

Selamat ya, saya tunggu data diri berupa nama, alamat lengkap, dan no.hp via email: anora.widad@gmail.com

Dan untuk yang belum beruntung jangan lewatkan Giveaway lain di My Little Library.

Saat ini sedang berlangsung Blogtour Misteri Patung Garam yang berhadiah novel Misteri Patung Garam. Untuk lebih lengkapnya sila berkunjung ke [Blogtour] Sesi Wawancara dengan Penulis Misteri Patung Garam

Senin, 20 April 2015

[Blogtour] Sesi Wawancara dengan Penulis Misteri Patung Garam (+Giveaway)


Hai, Readers. Terima kasih sudah kembali mengunjungi My Little Library. Hari ini pustakawan My Little Library berkesempatan buat mewawancarai penulis novel Misteri Patung Garam yang diterbitkan oleh Gagas Media. Ia adalah Mbak Ruwi Meita.

Sejujurnya, pustakawan kita ini merasa bangga lho atas novel Misteri Patung Garam. Baginya, kehadiran Misteri Patung Garam ini menjadi bukti bahwa kualitas penulis dalam negeri pun boleh diadu dengan penulis luar.

“Saya lebih suka Misteri Patung Garam daripada Silkworm karya Robert Galbraith (atau JK Rowling),” kata pustakawan kita ini. Mau baca lebih jauh pendapatnya tentang Misteri Patung Garam? Yuk baca Review Misteri Patung Garam.
***
Ok, untuk mempersingkat waktu, kita langsung simak aja yuk obrolan pustakawan kita dengan Mbak Ruwi Meita. Sebelumnya, ini dia profil Mbak Ruwi Meita yang kami ambil dari website Gagas Media.

https://pbs.twimg.com/profile_images/588368871897239552/vb1vk23N_400x400.jpgRuwi Meita memulai karir sebagai penulis dengan novel-novel yang diadaptasi dari film layar lebar. Sudah ada delapan judul novel adaptasi yang telah dia hasilkan dan hampir semuanya didominasi oleh novel horor. Novel-novel itu antara lain Dara Manisku (dua), Missing, Rumah Pondok Indah, Hantu Bangku Kosong, Terowongan Casablanca, Angker Batu, Pocong 2, Kekasih, dan Rumah Lebah.

Rumah Lebah adalah novel mandiri perdananya, yang tidak diadaptasi dari film, dengan nuansa thriller. Dan, novel berjudul Sepuluh adalah novelnya yang kesepuluh. Misteri Patung Garam adalah buku terbaru Ruwi Meita yang terbit di Gagas Media.

Kali ini  kita akan khusus ngobrolin tentang novel Misteri Patung Garam. Yuk langsung aja ikuti sesi wawancaranya.

Rabu, 15 April 2015

Misteri Patung Garam



“Pembunuh sadis suka menyisipkan ejekan kepada penontonnya. Kitalah penontonnya.” (Hal 34)

25082874
Penulis: Ruwi Meita
Editor: Sulung S. Hanum & Jia Effendie
Penyelaras akhir: Yuke Ratna P & Idha Umamah
Penata Letak: Wahyu Suwarni
Penyelaras akhir tata letak: Fajar Utami
Desainer Sampul: Amanta Nathania
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: vi + 278 halaman
ISBN: 978-979-780-786-3
Dia sangat sadis. Dan, dia masih berkeliaran.

Seorang pianis ditemukan mati,
terduduk di depan pianonya, dengan bibir terjahit.
Bola matanya dirusak, meninggalkan lubang hitam yang amat mengerikan.
Rambut palsu merah panjang menutupi kepalanya.
Sementara, otak dan organ-organ tubuhnya telah dikeluarkan secara paksa.

Kulitnya memucat seputih garam.
Bukan, bukan seputih garam.
Tapi, seluruh tubuh sang pianis itu benar-benar dilumuri adonan garam.

Kiri Lamari, penyidik kasus ini,
terus-menerus dihantui lubang hitam mata sang pianis.
Mata yang seakan meminta pertolongan sambil terus bertanya,
kenapa aku mati?
Mata yang mengingatkan Kiri Lamari akan mata ibunya.
Yang juga ia temukan tak bernyawa puluhan tahun lalu.

Garam? Kenapa garam?

Kiri Lamari belum menemukan jawabannya.
Sementara mayat tanpa organ yang dilumuri garam telah ditemukan kembali….

Dia sangat sadis. Dan, dia masih berkeliaran.
***

“Takkan habis cinta selama ada perempuan di dunia ini. Takkan habis juga perkara karenanya.” (Hal. 112)

Cerita dibuka dengan sebuah prolog yang menggambarkan karakter awal pelaku yang memiliki “kegilaan” serta menggambarkan ketakutan korbannya. Setelah itu cerita berlanjut ke kronologi kejadian penemuan mayat seorang pianis. Dari sanalah teror itu dimulai.

Kiri Lamari baru saja mendapat mutasi dari kantornya. Dari Bojonegoro ke Surabaya. Kini ia berpangkat sebagai inspektur polisi dua. Kedatangannya ke kota Surabaya segera disambut oleh kasus kematian seorang pianis perempuan. Kematian pianis ini cukup sadis sebab mayatnya dibungkus dengan adonan garam dan organ tubuhnya dikeluarkan agar tidak segera membusuk. Bahkan pelaku kemungkina besar sudah memperkirakan waktu penemuan mayat tersebut. Dan untuk melengkapi kengerian pembunuh tersebut juga meninggalkan sebuah simbol.

Sayangnya kematian pianis itu hanyalah awal. Masih ada kematian lain yang sudah mendekat. Korban berikutnya adalah seorang pelukis. Korbannya pun tetap saja perempuan. Dan kondisi mayatnya persis sama dengan mayat pianis tersebut. Sayangnya, waktu penemuan mayat tidak sesuai dengan keinginan pelaku. Panggung artistik yang digelarnya rusak karena mayat pelukis tersebut terlambat ditemukan.

[Pengumuman Giveaway] 13 Days Reading Children & YA’s Literature & Giveaway Hop



Yeay \(^_^)/ Sekali lagi Happy 4th Anniversary, Blogger Buku Indonesia !!!
Siapa yang ikut serta dalam rangkaian perayaan HUT ke-4 BBI? Ngacung!!! Sudah tahu kan kalau ada banyak rangkaian acara yang berlangsung di sejumlah blog member BBI?! My Little Library juga ikut merayakannya. Dan waktunya memberi kabar gembira. Yeayy!!
***
Siapa yang ikut serta dalam Reading Challengr 13 Days Reading Children & YA’s Literature? Nah, sesuai janji, kami akan mengumumkan pemenangnya hari ini.
Jadi, yang mendaftar ke 13 Days Reading CLYA, ada 38 peserta. Namun, hanya 24 peserta yang menyetorkan aktivitas membacanya ke form yang tersedia. Dan berdasalkan hasil rekapitulasi, yang mendapatkan poin tertinggi dan berhak memenangkan hadiah voucher buku sejumlah Rp. 250.000,- adalah
Astri Nardi (@astri_nardi)
dengan perolehan total 160 poin.
Pemenang diharapkan mengkonfirmasi ke email: arimifauziyyah@gmail.com paling lambat tanggal 17 April 2015 pukul 09.00. Jika tidak, akan dipilih pemenang lain.
Terima kasih untuk semua yang telah terlibat dalam 13 Days Reading Children & Young Adult's Literature ini :-)
***
Nah, di My Little Library berlangsung dua Giveaway dalam rangka peryaan HUT ke-4 BBI ini. Yang pertama adalah: Children & Young Adult's Lit Giveaway Hop yang disponsori oleh Penerbit Lintas Kata. Terima kasih banyak karena sudah mau mendukung perayaan hari jadi BBI ini bersama. Semoga kita bisa terus melakukan Giveaway dan menularkan semangat baca ke anak muda Indonesia *iya..iya..saya anak tua :D*
Nah, biar penasaranmu segera terobati, saya umumkan ya. Dua orang yang beruntung mendapatkan buku “Who Am I? Comic Version” dari Penerbit Lintas Kata adalah:
Tasya Permata Sanjaya (@tasyatasa_)
&
Rini Cipta Rahayu (@rinicipta)
Selamat ya untuk kedua pemenang. Saya tunggu email berisi data lengkap berupa nama, alamat lengkap, dan no.hp. Kirim ke email saya: anora.widad@gmail.com ya.
***
Berikutnya pengumuman pemenang Giveaway Belajar Dewasa dengan Membaca + Giveaway Hop ke-2. Wah, jawabannya bagus-bagus. Alhamdulillah kalau artikel dan rekomendasi buku yang saya tulis bermanfaat. Senang rasanya jika informasi tentang buku yang saya share bisa bermanfaat buat pengunjung My Little Library.
Dan karena buku “28 Detik” yang tersedia hanya sebuah, maka saya harus bisa memilih satu orang yang beruntung mendapatkan buku tersebut. Oiya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Ifa Inziati yang menyediakan satu buku karyanya untuk saya jadikan hadiah. Sukses terus ya, Mbak (^_^)
Sekarang waktunya menyebutkan satu nama yang beruntung mendapatkan novel “28 Detik”. Dia adalah:
Dias Shinta Devi (@diasshinta)
Selamat ya. Saya tunggu email berisi data lengkap berupa nama, alamat lengkap, dan no.hp. Kirim ke email saya: anora.widad@gmail.com ya
Dan bagi yang belum beruntung, jangan bersedih. Sebab akan ada Giveaway lain yang berlangsung di My Little Library di bulan April ini. Giveaway apakah itu? Saya bocorkan ya. Giveaway yang berhadiah novel Misteri Patung Garam. Jadi jangan lewatkan ya (^_^)v