Sabtu, 31 Januari 2015

Promosi WOW Berujung Pada Kecewa






“Oh, well, sometimes you have to lower your expectation so that you won’t get disappointed” (hal. 29) - Yummy Tummy Marriage by Nurilla Iryani


Sumber di sini
Saya sempat menjadi tim First Reader dari sebuah penerbit yang banyak menerbitkan buku-buku romance. Cukup besar namanya di Indonesia. Dan saya memang sering membaca buku-buku terbitan mereka. Suatu hari saya menjadi bagian dari Tim First Reader yang mereka bentuk di Bandung. Ini menjadi sebuah pengalaman menarik bagi saya.

Suatu hari mereka pernah bertanya apa yang membuat saya tertarik dengan sebuah buku. Apa pendapat saya tentang promosi buku yang dilakukan oleh penerbit?

Jumat, 30 Januari 2015

[PostBar] Hadiah Secret Santa: Point of Retreat


Hati seorang laki-laki
bukanlah hati
jika tak dicintai seorang perempuan
Hati seorang perempuan
bukanlah hati
jika tak mencintai seorang laki-laki
Namun, hati laki-laki dan perempuan yang saling jatuh cinta
bisa lebih menyulitkan daripada tidak punya hati
karena paling tidak, kalau kau tak memilikinya
hatimu tidak bisa mati saat tercabik
(hal. 196)
18367746
Judul terjemahan: Titik Mundur
Penulis: Collen Hoover
Alih Bahasa: Shandy Tan
Editor: Ambhita Dhyaningrum
Desain sampul: Edward Iwan Mangopang
Setting: Anton M
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, 2013
Jumlah hal.: 352 halaman
ISBN: 978-979-22-7876-7

Berhasil melewati guncangan kematian, patah hati, dan belitan takdir, membuat Layken dan Will yakin hubungan mereka akan baik-baik saja. Tetapi kejadian tak terduga menghancurkan segala harapan hingga memaksa mereka untuk mundur dan berpikir ulang tentang komitmen. Layken dan Will terpaksa memilih jalan sulit dan menyakitkan… mereka harus berpisah.

Will tidak rela melepaskan Layken begitu saja. Ia bertekad membuktikan kesungguhan cintanya dengan satu-satunya cara yang ia yakini dapat merebut kembali hati Layken… dengan puisi. Saat keadaan mulai membaik, cobaan lebih besar datang, cobaan yang tidak hanya bisa mengubah kehidupan mereka, tapi juga orang-orang yang bergantung pada mereka. Kali ini, bahkan puisi pun tak bisa mengembalikan Layken dalam hidup Will.
 


***

“Jika memang ada hal yang kupelajari sepanjang minggu ini, yaitu bahwa aku membenci jarak. Jarak sungguh menyebalkan.” (hal. 189)

Kisah cinta Layken dan Will kembali hadir. Setelah sebelumnya di novel Slammed, Collen Hoover, menuliskan cerita dalam sudut pandang Layken atau yang akrab disapa Lake, kali ini penulis mengajak pembaca melihat kehidupan dalam sudut pandang Will.

Dalam Slammed, huru hara hubungan keduanya terjadi karena sikap Will yang menjaga jarak serta tanggapan ibu Lake, Julia, tentang hubungan mereka. Maka dalam Point of Retreat, kisah benar-benar berpusat di dalam kehidupan mereka. Tentang bagaimana Will dan Lake menjalani peran sebagai orang tua di usia yang masih sangat muda. Mereka harus menggantikan kedua orang tua mereka merawat adik mereka satu-satunya yang kebetulan usianya sama dan bersahabat. Kel, adik Lake, dan Caulder, adik Will, menjadi poros kehidupan mereka berdua. Mereka berbagi beban dalam membuat keputusan yang tepat bagi sikap kedua adik mereka. Ketika Kel dan Caulder dihukum akibat tingkah mereka, Will dan Lake harus mampu mengambil keputusan yang tepat. Mencoba mengubah sudut pandang dari seorang kakak menjadi orang tua. Namun di saat yang lain, mereka tetap berusaha menjadi kakak yang bisa diajak bercanda dan bersenang-senang. Hm..sebuah tantangan yang sangat asing bagi mereka.

Sabtu, 24 Januari 2015

Alpha



“Jika suatu hari perasaan takutmu itu muncul lagi, kamu harus ingat kalau aku akan selalu ada di sisimu” (hal. 262)
24502706


Penulis: Nathalia Theodora
Penyunting: Dyah Utami
Penyelaras akhir: Sasa
Perancang Sampul: Fahmi Fauzi
Ilustrasi sampul: Fahmi Fauzi
Penata Letak: Tri Indah Marty
Penerbit: Moka Media
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: iv + 260 halaman
ISBN: 979-795-944-9

Namaku Violet. Adalah takdirku menjadi Makary, menjaga dunia kami tetap ada. Karena jika kami mati, monster penghancur dunia akan bangkit. Kami pernah hancur dan takkan pernah membiarkannya terulang kembali.

Lalu aku bertemu dengannya, Jesse. Ia begitu indah, begitu sempurna. Bersamanya aku bebas. Bersamanya aku menemukan kebahagiaan yang tak pernah kurasakan. Tetapi dapatkah aku memercayainya?

Ia adalah bagian dari Suku Gruev, bangsa yang ingin menghancurkan kami, membangkitkan monster itu.
Ia adalah android.
Dan ia, diciptakan untuk membunuhku.
***
Saat membaca novel romance sci-fi ini, terlintas sebuah pemikiran. “Ini adalah Romeo & Juliet versi modern”. Jika dalam drama Romeo & Juliet yang diceritakan Shakespeare yang berseteru adalah keluarga Capulet dan Montague, maka dalam cerita ini yang berseteru adalah suku Makaros dan Suku Gruev.

Romeo & Juliet (sumber foto di sini)
Dikisahkan bahwa kedua suku ini berseteru karena ambisi suku Gruev untuk menguasai dunia. Suku Gruev berusaha menguasai dunia dengan memanfaatkan seekor monster raksasa yang sedang tidur entah dimana. Namun suku Makaros diberi kemampuan untuk tetap memastikan monster tersebut terus tertidur. Sayangnya, dalam setiap generasi ada delapan belas tahun yang disebut sebagai Waktu Kosong. Di masa ini suku Makaros kehilangan kemampuannya untuk membuat monster tersebut tetap tidur. Hingga dibuatlah sebuah jalan keluar dengan menjadikan 13 orang anak sebagai kunci yang memastikan monster tersebut tetap tidur. Ketiga belas orang anak tersebut disebuat Makary. Selama ketiga belas orang anak ini tetap hidup, maka sang monster akan tetap tertidur selama Waktu Kosong tersebut. Setelah itu, kemampuan Suku Makary untuk mengunci monster tersebut akan kembali hingga Waktu Kosong berikutnya. Itulah yang menyebabkan keselamatan Makary sebagai prioritas utama. (Hal. 27 -29)

Tokoh utama dalam cerita ini bernama Violet. Ia adalah seorang Makary. Itu sebabnya ia pun menjadi sasaran kejahatan suku Gruev. Sejak kecil, karena darah Makary yang dimilikinya, ia harus selalu berada dalam lindungan dan pengasingan. Ini untuk mencegah suku Gruev mengetahui keberadaan Violet dan 12 orang Makary lainnya. Hingga suatu hari Violet bertemu dengan Jesse. Jesse adalah seorang Alpha.

Jumat, 23 Januari 2015

[Curhat Atria] Pernikahan Impian Seorang Blogger Buku



Sumber foto: Fan Page The Reading Room

Membaca judul ini jangan menjustifikasinya sebagai hasil survei. Saya memilih judul ini karena (dengan semena-mena) mengklasifikasikan diri sendiri sebagai seorang blogger buku. (^_^)v *salim ke para suhu blogger buku*

Trus ngapain menulis tentang pernikahan impianmu, Tria? Hm.. mungkin karena selama beberapa bulan terakhir ini, bacaan saya banyak yang membahas tentang pernikahan. Hm.. mulai dari Sayap-Sayap Sakinah, Menikah Titik Dua, Pacarmu Belum Tentu Jodohmu, TheMarriage Roller CoasterMeski Cinta Saja Tak Pernah Cukup, hingga yang terakhir Yummy Tummy Marriage.

Di buku yang terakhir, Yummy Tummy Marriage yang merupakan seri WeedingLit dari Bentang Pustaka, cerita dibuka dengan gambaran tentang pernikahan impian yang diharapkan oleh tokoh utamanya. Namun ternyata segera dipatahkan sendiri oleh tokoh tersebut. Pada akhirnya pernikahan impian itu harus dikompromikan oleh keinginan banyak pihak. Tokoh tersebut kemudian berkata bahwa yang paling penting adalah yang duduk bersanding dengannya adalah laki-laki yang ia cintai.

Aku dan koleksi Wedding Lit terbitan Bentang
 Saya kemudian berpikir. Kenapa tidak menuliskan saja pernikahan impianku? Tentang terwujud atau tidak, ya perkara belakangan. He..he.. Emangnya udah punya calon? Ha..ha.. do’akan saja. Rencana Allah pasti indah. (^_^)

***

Hampir seluruh kehidupan saya kini terkait dengan buku. Kegilaan saya pada buku sudah dikenal oleh semua teman-teman saya. Tidak sedikit yang ketika mencari sebuah buku atau penasaran tentang isi sebuah buku akan menghubungi saya untuk mendapatkan jawabannya.

Maka wajar ketika pernikahan saya tidak jauh dari dunia buku juga (^_^).

 
Buku yang menjadi undangan sekaligus pengantar kisah kami (sumber foto di sini)

Itu sebabnya saya berharap bahwa undangan yang saya berikan kepada orang-orang terdekat saya adalah sebuah buku. Kumpulan puisi atau novella karya saya yang bisa mengisahkan sedikit tentang perjalanan saya dengan calon suami saya. Undangan ini sekaligus menjadi souvenir pernikahan sehingga persiapan pernikahan menjadi lebih mudah. He..he..

Yummy Tummy Marriage

 “After getting married, most of us realise that we have so many differences with our spouse. And to make our marriage work, we have to adapt. We have no other choice” (hal. 65)

21469375
Penulis: Nurilla Iryani
Penyunting Noni Rosliyani
Perancang Sampul: Wirastuti
Pemeriksa aksara: Intan, Shera & Tiasty
Penata aksara: Endah Aditya
Penerbit: Bentang
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: vi + 270 halaman
ISBN: 978-602-291-009-1

Meski pesta pernikahanku jauh sekali dari impianku, tetapi kebahagiaanku enggak berkurang sedikit pun karena aku sudah resmi menikah dengan seorang pria yang membuatku jatuh cinta setiap hari selama tiga tahun terakhir ini, Bara Wiryawan. 

Yes Darling, let me tell you this: 
When you marry the one you love, everything is perfect.

But now I know, Bara is not perfect enough, dan terutama sama kliennya yang demanding banget. Argh!
—Gina

Gila, gue enggak pernah menyangka rangkaian acara pernikahan bisa bikin badan gue pegel-pegel. Harusnya jasa pijet masuk ke dalam paket pernikahan yang ditawarkan Wedding Organizer gue. But hey, gue tetep seneng banget karena wanita yang selama ini gue cintai akhirnya resmi jadi istri gue. Gina Anjani, you’re all mine now!

Until I know, tiga tahun ternyata enggak cukup buat gue mengenal Gina dan semua rahasia besarnya. Sigh!
—Bara

***
“... when you marry the one you love, everything is perfect.” (hal. 3)
Cerita dibuka dengan penjabaran Gina tentang pesta pernikahan impiannya yang ternyata nggak terwujud. Tapi ternyata semua impian itu bersedia untuk ia kubur sebab ia bisa menikah Bara, laki-laki yang telah menjadi kekasihnya selama tiga tahun. Setalah itu, cerita kehidupan Gina dan Bara selama 30 hari dijabarkan satu persatu. Benar-benar satu persatu. Hari per hari. Lihat saja judul babnya yang tertulis Day 1:  Minggu hingga di bab terakhir tertulis Day 30: Senin.

Jumat, 16 Januari 2015

Friends Don’t Kiss



“Breastfeeding is a gift that lasts a lifetima.”  - Author Unknown (Hal. 6)


Penulis: Syafrina Siregar
Cover: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: 208 halaman
ISBN: 978-602-03-1078-7

Bagi Mia Ramsy, menyusui adalah salah satu ekspresi cinta terbesar seorang ibu bagi anaknya. Tapi bagi Ryan Subagyo, setiap mendengar kata “menyusui”, yang muncul di benaknya hanyalah bayangan payudara wanita.

Namun, kegigihan Mia memperjuangkan hak setiap bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif lewat Indonesian Breastfeeding Mothers—organisasi nirlaba tempat gadis itu mengabdi—justru semakin membuat Ryan jatuh cinta padanya.

Ryan semakin yakin Mia berbeda dari gadis-gadis yang selama ini ia temui. Kekayaan, kesuksesan, dan ketampanannya memang membuat Ryan dikejar banyak gadis, tetapi belum ada yang mampu menggetarkan hatinya. Hanya Mia yang mampu membuat Ryan untuk pertama kalinya memikirkan pernikahan.

Namun, apakah lamaran Ryan akan diterima jika gadis itu mengetahui siapa Ryan Subagyo sebenarnya?

***

Friends Don't Kiss adalah novel Metropop Gramedia yang agak berbeda dengan novel Metropop lainnnya. Ini karena kali ini, cerita tetap dikemas dengan gaya ala Metropop namun dengan muatan cerita yang sangat informatif. Di novel ini,Syafrina Siregar mencoba memberikan informasi tentang ASI. Yup, ASI?! Gimana caranya? Sedangkan biasanya novel-novel Metropop bercerita tentang kehidupan metropolitan dengan tokoh (biasanya perempuan) yang single & mandiri, gaya hidup urban dan (lagi-lagi biasanya) didera masalah percintaan.

Lantas bagaimana menghubungkan dengan ASI? Di sinilah menariknya. Tokoh utama, Mia, memang digambarkan sebagai perempuan single yang sangat concern  tentang ASI. Oiya, dengan satu kebiasaan unik yakni suka menabrak mobil orang di tempat parkir.

Jumat, 09 Januari 2015

Remember Paris: 11.369 km Untuk Satu Cinta



“Partir c’est toujours tourner une page sans être sûr de pouvoir y retourner”
 –anonyme-
(artinya: Pergi sama halnya dengan membalikkan sebuah halaman buku, tanpa yakin apakah kita akan mampu untuk kembali lagi)
 (Hal. 255)

Penulis: Icha Ayu
Editor: Herlina P. Dewi
Proof Reader: Weka Swasti
Desain Cover: Teguh Santosa
Layout Isi: Sindy
Penerbit: Stiletto Book
Cetakan: I, Agustus 2014
Jumlah hal.: 262 halaman
ISBN: 978-602-7572-31-7
Perpisahan Kirana dari Manu membuatnya kembali teringat akan hari-hari yang mereka lalui ketika masih mengikuti short course program di Jenewa-Swiss. Semuanya sempurna: kehidupannya bersama host family, keseruan bersama para sahabatnya, dan tentu saja, kebersamaannya dengan  Manu, lelaki Prancis yang menjadi kekasihnya.

Empat tahun, bukan waktu yang singkat untuk bisa melupakan seseorang. Takdir pun seolah masih berpihak pada hubungan mereka. Saat Kirana ditugaskan ke Paris untuk meliput berita, kenangannya bersama Manu kembali muncul. Kirana tak tahu apa yang harus dilakukan, yang dia tahu, Paris tidak lagi sama seperti ketika dia meninggalkan kota itu.

“Don’t ever leave me alone again and I promise that I’ll never let you go!” janji Manu ketika akhirnya menemui Kirana di Trocadero, di malam terkahir kunjungan Kirana di Paris. Apa yang terjadi setelahnya? Mungkinkah satu cinta yang mereka miliki dapat menghapus 11.369 perbedaan yang ada?

***

“This is why I always hate airport, because here is the place where hello meets goodbye.” (Hal. 2)

Cerita dibuka dengan perasaan patah hati yang dialami Kirana. Hubungannya dengan Manu, pria Perancis yang sudah setahun lebih menjadi kekasihnya harus berakhir karena tidak ada restu dari ayahnya. Setelah itu, Kirana mencoba menenggelamkan diri dalam rutinitasnya sebagai mahasiswa tugas akhir. Menyelesaikan skripsi dan hang-out bersama sahabat-sahabatnya Inu dan Isti.

Kamis, 08 Januari 2015

[Wrap Up] New Authors Reading Challenge 2014





Link Wrap Up post RC ini sempat ditutup dan dibuka lagi. Saya sendiri ternyata lupa memposting Wrap Up yang sudah saya buat. Ah, singkat cerita inilah dia daftar penulis baru dan novelnya yang saya baca:

1)      Revenge of The Girl with Great Personality oleh Elizabeth Eulberg

2)      Life on The Refrigerator Door oleh Alice Kuipers

3)       Carrie oleh Stephen King

4)       Get Lost oleh Dini Novita Sari

5)       I’mpossible oleh Orinthia Lee

Rabu, 07 Januari 2015

[Update RC] Jan-Mar: Young Adult Reading Challenge 2015




Wah, peserta yang mendaftar sudah cukup banyak. Apakah sudah ada yang menyelesaikan reviewnya untuk RC ini? Sudah? Hebat banget. Saya sendiri baru menyelesaikan satu review untuk RC ini.

Setelah saya pertimbangkan, ada baiknya jika blogpost untuk RC ini saya buat lebih awal agar teman-teman bisa langsung menyetorkan link bacaannya setiap kali selesai me-review. Selain itu, takutnya saya nanti lupa atau lalai membuat postingan ini. 

Jadi, sebelum lalai, maka saya pikir ada baiknya saya mengupdate postingan untuk Young Adult Reading Challenge 2015 ini sekarang. Jadi bagi yang sudah mereview bisa langsung menyetorkan link reviewannya.

Nah, sudah siap menyetorkan link bacaanmu?

[Update RC] Chefs VS Authors Reading Challenge 2015 (Januari)




Hai, sudah tanggal 7 Januari 2015 nih. Udah sepekan kita melewati tahun 2015.

Bagaimana kegiatan membacamu? Tetap menyenangkan? Sudah mereview buku? Atau ada yang malah kehilangan semangat membaca??

Kalau sedang kurang semangat membaca, biasanya pada ngapain? Berhenti membaca dan meninggalkan bacaan? Kalau saya sih suka tetap memotivasi diri untuk membaca. Entah dengan mengganti buku bacaan atau nge-stalking FB teman-teman yang juga pecinta buku (yup, saya pun seorang stalker *bangga*) Tapi beberapa waktu ini kegiatan membaca saya harus diselingi oleh beberapa hal salah satunya menyelasaikan tugas akhir.

Jadi, sebelum lalai, maka saya pikir ada baiknya saya mengupdate postingan untuk Chefs VS Authors Reading Challenge 2015 ini sekarang. Jadi bagi yang sudah mereview bisa langsung menyetorkan link reviewannya.

Senin, 05 Januari 2015

[Review Buku] A Girl Who Loves A Ghost



“Aku selalu bersyukur bisa hidup satu hari lagi. Mereka yang tidak lagi bangun pada pagi ini adalah mereka yang tidak cukup beruntung untuk bisa menghabiskan waktu sehari lagi bersama orang-orang yang mereka cintai.” ( Hal. 16)
Penulis Alexia Chen
Penyunting: Shalahuddin Gh
Pemindari Aksara: Muhammad Bagus SM
Penata Letak: Sihar M Panggabean
Pembuat Sampul: Iksaka Banu
Penerbit: Javanica
Cetakan: I, November 2014
Jumlah hal.: 551 halaman
ISBN: 978-602-70105-4-3

“Kenyataan bahwa aku bukan lagi menjadi bagian dari dunia ini nyaris menghancurkanku. Jiwaku perlahan rusak oleh dendam dan amarah, hingga gadis itu muncul dan menemukanku.”

“Apa yang akan kau lakukan jika kau ternyata melihat sesuatu yang sebenarnya tidak nyata? Seperti misalnya, sesosok hantu berparas tampan? Bagaimana reaksimu seandainya kau terlambat menyadari bahwa kau telah jatuh terlalu dalam untuk bisa menemukan jalan kembali? Manakah yang lebih bijaksana, mengarungi neraka demi sebuah akhir bahagia ataukah menyerah dengan melepaskan? Apa yang akan kau lakukan jika kau jadi aku?”

***

“ Kau harus berpikir menggunakan akal sehatmu, bukan hatimu.” (hal. 422)

Aleeta Jones, perempuan berdarah Amerika – Indonesia yang cenderung menutup diri karena merasa dirinya berbeda. Sejak kecil Aleeta diperlakukan berbeda karena secara fisik mendapatkan warisan gen dari ayahnya yang berdarah Amerika. Ia sering kali mendapat sebutan “bule” dan disapa dengan bahasa Inggris. Ini membuat gadis bermata biru itu merasa tidak nyaman. Ia padahal lahir dan besar di Indonesia namun ia merasa bahwa ia bukanlah bagian dari lingkunga tempatnya berada. 

Hari-harinya sangat biasa. Menjadi penjaga rumah yang hanya ditinggali berdua dengan adiknya, Chlea Jones, karena kedua orang tuanya terlalu sibuk mengurusi bisnis mereka di Amerika. Mengikuti kuliah bersama satu-satunya sahabat yang ia miliki, Senna. Menyimpan kekaguman pada Ben, sepupu Senna yang juga seorang bintang basket. Setiap hari ia hanya menjalani rutinitas yang sama dan mencoba untuk tidak tampil mencolok. Hingga suatu hari semua hal itu berubah.

Minggu, 04 Januari 2015

[Master Post] Chefs VS Authors Reading Challenge 2015



Sejak pertengahan 2014, saya berkenalan dengan Mbak Dy Lunaly ( www.dylunaly.blogspot.com ) . Seorang penulis yang sangat asyik diajak ngobrol. Sejak itu, terutama setelah Mbak Dy hijrah ke Bandung, kami sering hang out bersama *halah bahasamu, Tria*. Sejak itu kami mulai memikirkan tentang project yang bisa kami kerjakan berdua. Project buku? Bukaaaan.. saya belum sefasih itu menulis. Intinya kami ingin berkontribusi pada dunia literasi di Indonesia.

Nah, salah satu project yang tercetus adalah mengadakan reading challenge. Awalnya hanya jadi tantangan untuk kami saja. Tapi akhirnya saya menghasut Mbak Dy agar membuka project ini untuk umum. Akhirnya ide Chefs VS Authors Reading Challenge 2015 pun dirumuskan setelah diskusi dan mengembangkan beberapa ide.

Nah, apa sih Chefs VS Authors Reading Challenge 2015 ini?

Sabtu, 03 Januari 2015

[Master Post] Young Adult Reading Challenge 2015



Hai, selamat malam.

Hari ini saya mau nge-post Master Post untuk Young Adult Reading Challenge 2015. Kok telat sih , Tria? He..he..berhubung baru serah terimanya tanggal 1 Januari, saya pun kebingungan membuat banner untuk RC ini.

Kok ada kata “serah terima” sih? Hm.. Jadi gini *pasang gaya ala salesman*

Young Adult Reading Challenge ini awalnya di-hosting oleh Mbak Tammy @ Tea Time and Book pada 2014 yang lalu. Tapi ternyata di 2015 ini, Mbak Tammy ada kendala sehingga menawarkan kepada siapapun yang ingin mengadopsi Reading Challenge tersebut. Saya yang memang sedang ingin berpartisipasi menjadi host RC langsung deh menyambar kesempatan itu. Jadilah sekarang saya sebagai ibu asuh baru RC ini.

Nah, untuk yang sudah mengikuti RC ini sejak 2014. Tenang saja, tidak ada perubahan yang berarti di dalam aturannya, kok. *bilang aja gak pengin ribet, Tria. He..he..*Jadi bagi yang mau tetap lanjut berpartisipasi silakan lho (^_^)

[Liputan Tempat] Little Wings: Tempat Manisnya Kata Dicicipi




Sore itu (3 Desember 2014), hujan kembali mengguyur Bandung. Linimasa twitter saya berisi informasi bahwa Bandung tengah dilanda banjir di beberapa titik. Namun kini, di tengah hujan dan jauh dari genangan air, saya duduk dengan nyaman di sebuah ruangan yang sangat manis. Melepas pandang ke luar jendela menatap hujan yang masih turun membasahi pepohonan yang rimbun di tempat ini. Bunyi tongeret terdengar riuh. Serasa di hutan. 

Tapi jangan salah, saya bukan di tengah hutan. Saya malah ada di sebuah bangunan berlantai tiga yang sangat cozy. Tempat ini adalah Little Wings sebuah book cafe yang terletak di kawasan utara Bandung. Tepatnya di Jl. Cigadung Raya Barat No.2. Jangan takut tidak bisa menemukannya karena ada sebuah angka 2 cukup besar dan berwarna merah di pagarnya, meski ranting-ranting pohon sedikit menutupinya. Warna yang ditampilkan di display depan bangun ini pun sebenarnya cukup eye-catching bagi pengendara yang lewat di depannya. Pink kemerah-merahan (atau merah ke pink-pink-an? Ah, jangan andalkan saya tentang pemilihan warna *lirik pilihan baju yang suka tabrak warna*)

Jumat, 02 Januari 2015

[Master Post] Read Big Challenge 2015





Kali ini saya mengikuti Read Big Challenge dengan harapan bisa mengurangi timbunan yang berupa buku-buku tebal. Mengingat ada sejumlah buku bantal yang sudah lama berdiam di rak buku saya.
Akhirnya saat melihat master post Read Big Challenge ini http://orybooks.blogspot.com/2014/12/master-post-read-big-challenge.html) saya pun memberanikan diri untuk mengikutinya.
Semoga RC 2015 kali ini bisa lebih lancar dan lebih baik (^_^)v

Nah berikut aturannya dalam mengikut RC ini.
Syarat buku yang dibaca:
  • Jumlah halaman di atas 500. Supaya kesan seksi dan sensasi tebalnya terasa (>_<), tidak boleh berupa ebook atau audio book, kecuali jika ada alasan khusus (hubungi saya kalau kamu merasa sangat perlu pengecualian).
  • Manga, graphic novel, buku dengan banyak ilustrasi (contoh: Hugo Cabret), tidak diperbolehkan.

[Master Post] Personal Project: Donate for Comments 2015




Nah, ini Project yang dengan semangat akan saya ikut sambil berdoa semoga rezeki saya dimudahkan (^_^)
Jadi dalam project yang digagas Mbak Oky @ Kumpulan Sinipsis Buku ini setiap komentar yang masuk di dalam blogpost yang saya publish sejak 1 Januari 2015 – 31 Desember 2014 akan saya hargai sebesar Rp 500,- Jadi setiap ada satu komentar yang masuk di blog saya akan menambah jumlah uang Rp 500,- di dalam celengan khusus untuk Personal Project ini.
Jadi, nanti di akhir tahun bisa saya sumbangkan ke yang membutuhkan.

Tertarik dengan project ini? Mau ikut juga? Ini aturannya:

[Master Post] 2015 JOGLOSEMAR Tantangan Babat Timbunan




Tahun ini saya berniat untuk melakukan puasa buku. Namun sayangnya, saya meragukan kemampuan diri saya sendiri untuk menahan diri dari membeli buku. Jadi saat saya menemukan postingan  tentang 2015 JOGLOSEMAR Tantangan Babat Timbunan ini saya pun tertarik berpartisipasi. Mudah-mudah kalaupun saya tidak bisa puasa, saya bisa melakukan diet belanja buku. Tahun lalu saja buku saya bertambah secara signifikan. Lebih dari 100 buku karena cukup banyak  buku yang saya dapatkan secara cuma-cuma dari penerbit, giveaway, atau hadiah dari teman serta tentu saja hasil belanja sendiri.

Maka saya pikir saya bisa tetap terus membaca meskipun selama 2015 nanti saya tidak belanju satu buku pun. Kan stok buku barunya masih banyak. “Tapi, gimana kalau buku yang sudah lama kamu incar dari cari nongol di depan matamu, Tria?” Nah ini yang ingin saya siasati dengan mengikuti tantangan ini.

Berikut aturan yang saya buat untuk diri sendiri:


1.      Saya boleh membeli 1 buku setelah membaca minimal 7 buku dan mereview minimal 3 dari 7 buku tersebut.

2.      Ketika dalam 3 bulan saya berhasil tidak membeli sebuah bukupun, maka saya bisa membeli 1 buku tambahan di bulan berikutnya. Artinya jika Januari, Februari, dan Maret di setiap bulannya saya membaca 7 buku dan mereview 3 buku akumulasinya adalah saya berhak membeli 3 buku baru. Tapi karena hak ini saya “tabung” dengan dalih puasa, maka jika bulan April saya ingin mengambil tabungan ini, maka saya boleh membeli 4 buku baru. (semoga yang baca paham).

3.      Jika berhasil puasa belanja sampai bulan November (11 bulan) maka saya mendapatkan bonus tambahan yakni kesempatan membeli 2 buku baru. He..he.. ini mengingat diskon akhir tahun bisa sangat menguntungkan para penggila buku (^_^)v Anggap saja jadi hadiah utama bagi kemampuan saya berpuasa belanja buku (yang masih sangat saya ragukan)


Nah itu saja peraturannya. Mari berdoa semoga nanti bisa membuat laporan akhir tahun yang tidak memalukan :D.

Tertarik untuk ikut juga? Silakan cek tautan ini 2015 JOGLOSEMAR Tantangan Babat Timbunan
 
Semoga beruntung. Do’akan diet saya sukses dan penggemukan saya berhasil. Ha..ha.. kan uang buat beli bukunya bisa dipakai untuk membeli lebih banyak makanan lagi. :D