Jumat, 25 Desember 2015

[Review+Giveaway] Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan



“Aku bahkan curiga bahwa perempuan tidak pernah mengerti diri mereka sendiri; apa yang bisa membuatnya bahagia, apa yang bisa membuatnya sakit hati, dan seterusnya.” (Hal. 169)


Penulis: Fitrawan Umar
Penyunting: Pringadi Abdi
Penyelaras akhir: Shalahuddin Gh
Pemindai Aksara: Chadra Citrawati
Pendesain sampul: Iksaka Banu
Penata letak: desain651
Penerbit: Exchange
Cetakan: I, Desember 2015
Jumlah hal.: 245 halaman
ISBN: 978-602-72793-3-9

Aku melihatmu menuliskan sesuatu di hamparan pasar pantai sebelum ombak menghapusnya. Lautan tentu mengerti takdir kita, karena ia menyimpan rahasia Tuhan. Barangkali ia kecewa jika kita hanya bersahabat selamanya. Apa arti mencintai tanpa bisa memiliki? Jika kamu jatuh cinta, maka milikilah ia yang kau cintai. Jika kau jatuh cinta, maka yakinlah bahwa kau orang yang tepat untuk menjaga dirinya selamanya.

Renja tak pernah menyangka akan bertemu Adel, teman masa kecilnya pada saat kuliah. Gadis itu telah tumbuh menjadi perempuan mempesona, yang membuatnya jatuh cinta. Karena kenangan, mereka bertemu kembali dan menjadi dekat. Tetapi kedekatan mereka tidaklah seperti yang diharapkan Renja. Kehadiran lelaki lain, yang tak pernah memiliki masa lalu Adel, seperti menggantung hubungan mereka. Namun Renja tak berputus asa. Ia mengajak Adel menyusuri sungai kenangan mereka, berharap pintu hati Adel terbuka untuknya.

***

“Ya, takdir. Ia memang selalu bekerja secara ajaib.” (Hal. 10)

Novel ini berkisah tentang Renja, mahasiswa Teknik di Kampus Merah yang menaruh hati pada Adel. Mereka adalah teman semasa kecil yang bertemu kembali setelah bertahun-tahun berpisah. 

Saat mereka masih di bangku sekolah dasar, Adel dan keluarganya menghilang secara mendadak dari Pinrang. Ayah Adel yang merupakan bos Kospin Pinrang saat itu menghilang bersama uang milik warga Pinrang yang menyetorkan uangnya ke Kospin. Sejak itu Renja tidak tahu kabar Adel. Sejak saat itu pula, kondisi keluarga Renja tidak lagi sama. Ibu Renja sakit dan keluarganya terlilit hutang.

Kemudian takdir mempertumakan kembali Renja dan Adel di Kampus Merah. Mereka berdua kuliah di Fakultas Teknik namun di jurusan yang berbeda. Pengkaderan fakultas membuat mereka selalu bisa bertemu. Kemudian kedunya sama-sama aktif di BEM. Saat itu Renja semakin menyadari bahwa ia menyukai Adel. Ia mencintai gadis berlesung pipi itu. Namun bisakah Renja memiliki Adel?

Adel sendiri terlihat tidak keberatan dengan keakraban yang tercipta antara dirinya dengan Renja. Namun kemudian saat aktif di BEM, Adel terlihat sangat memuju ketua BEM. Lantas bagaimana perasaan gadis itu pada Renja? Di sisi lain, Ayah Renja tidak suka saat mengetahui bahwa Adel adalah putri dari bos Kospin yang dulu melarikan uang warga Pinrang.

Bagaimana nasib kehidupan cinta Renja?

“Melihat orang yang kau cintai bersedih di sore hari adalah pemandangan yang kurang baik.” (Hal. 79)

***

“Belajarlah berdialog dengan hujan, suatu saat kau pasti akan kesepian.” (Hal. 89)

Novel Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan ini mengangkat kelokalan Sulawesi Selatan. Namun bukan dari sisi tradisional. Melainkan kelokalan populer. Sesuai dengan zaman tokoh utamanya. Jika ingin membaca tentang tawuran dan demonstrasi dari sisi mahasiswa Makassar, maka yang dituliskan di novel ini akan bisa mengobati rasa penasaran itu.

Namun di sisi lain, bagi mahasiswa di Makassar khususnya mahasiswa Universitas Hasanuddin, membaca novel ini akan menjadi nostalgia sendiri. Membuat kembali teringat masa-masa kuliah di gedung MKU dan makan di Jasbog sambil melirik penasaran pada mahasiswa fakultas yang menarik hati. He..he.. saya pun pernah merasainya. Sempat sering makin di Jasbog. Sedangkan makan di Jasper frekuensinya masih bisa dihitung dengan sepuluh jari tangan selama berkuliah di Unhas dulu. Ah, kan jadi kangen :D *maaf malah numpang curcol*

Ok, lanjut lagi.

Narasi di dalam novel ini menampilkan hal menarik. Jika selama ini saat membaca kita berusaha memahami logika tokoh berdasarkan jenis kelaminnya, logika laki-laki dan logika perempuan, maka di dalam novel ini pembaca diajak memahami upaya tokoh utama memahami perempuan. Menyuguhi isi kepala laki-laki saat mencoba memahami logika (dan perasaan) perempuan. Banyak kalimat-kalimat berisi asumsi laki-laki (yang diwakili oleh tokoh utamanya) tentang perempuan. Sepeti kalimat di halaman 16 ini, “Entahlah, mungkin perempuan memang selalu suka dipuji, walaupun mereka sering kali menuding laki-laki sebagai penggombal sebagai tanggapan atas pujian itu.” Atau kalimat di halaman 61, “Kata orang, ketika perempuan bicara dengan semangat kita hanya perlu terkesan antusias. Tidak peduli apakah kalimat-kalimat itu nantinya hanya melintas di telinga belaka.” Namun meski saya perempuan, saya tidak menyimpan rasa kesal atas pikiran-pikiran itu. Ini karena penggunaan sudut pandang orang pertama dari sisi Renja yang digunakan penulis. Membuat pembaca merasa bahwa itu adalah pendapat pribadi tokoh Renja yang dibuat bingung oleh sikap Adel. Renja hanya berusaha menebak pikiran dan perasaan Adel berdasarkan berbagai hal yang ia dengar tentang perempuan. Sehingga sulit merasa marah pada hal itu.

Untuk penokohan, terasa kurang hidup. Ini lebih karena tidak ada perkembangan yang berarti pada tokoh-tokohnya kecuali pada tokoh Rustang, sahabat Renja. Hanya Rustang yang perkembangan karakternya cukup terasa. Adel dan Renja digambarkan berputar di kebingungan yang sama tanpa perkembangan yang berarti. Hm.. jika harus memilih satu tokoh favorit, maka saya memilih Naufal. Sosok seperti Naufal selalu bikin saya tertarik. Suka baca buku, cenderung tenang, meski karakternya (menurut Renja) sedikit aneh. Belum lagi ia menyarankan Renja baca Gadis Jeruk karya Jostein Gaarder yang juga sangat saya sukai. Jadi wajarkan jika saya suka tokoh ini? *berdoa suami tidak baca review ini* :D

Oiya, satu hal yang cukup saya sayangkan. Yakni tentang Kospin dan misi “penebusan rasa bersalah Adel” masih terkesan sambil lalu. Kurang greget dan nanggung. Padahal isu Kospin ini mempunyai pengaruh penting pada hubungan mereka. Hanya dua kasus tanpa penjelasan tentang berbagai hal lain seperti sumber dana yang dikeluarkan Adel untuk misi ini.

Ok, itu beberapa pendapat saya tentang buku ini. Terlepas dari kekurang yang ada, saya suka dengan apa yang saya baca. Terima kasih kepada Fitrawan Umar yang telah menyuguhkan kisah percintaan yang dibalut dengan berbagai isu sosial ini. Ringan namun tetap bergizi :) *ini makanan apa buku?*

Oiya, ada satu frasa menarik yang beberapa kali diulangi dalam novel ini. Frasa “hal penting yang sangat sederhana” yang merujuk pada jenis obrolan yang basa-basi namun menyenangkan. Saya suka penggambaran ini dan menyetujui. Pada kenyataannya jika menemukan lawan bicara yang sesuai maka kita akan menikmati percakapan hal penting yang sangat sederhana itu.

“Aku merasa waktu begitu jahat. Ia terus berjalan tanpa peduli terhadap perasaan manusia.” (Hal.95)

***

“Sepertinya memang begini ketika kita menyukai seseorang. Kita merasa yakin bahwa seseorang itu punya rasa suka yang sama. Namun, hati kecil juga berbisik untuk meragukannya.” (Hal. 107)


Sesuai dengan judul postingannya. Review kali ini kembali disertai dengan Giveaway. Kak Fitrawan Umar berbaik hati menyediakan 1 (satu) buku Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan karyanya untuk 1 (satu) orang Reader yang beruntung.

Tertarik? Mau baca juga? Mau? Yuk simak langkah-langkahnya:
1. Follow akun twitter @FitrawanUmar dan @atriasartika
2. Share giveaway ini di akun twitter kamu dengan mention kedua akun di atas dan pakai hashtag #GiveawayYSDAP
3. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar:

“Apa pendapatmu terkait pendapat “Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan” yang jadi judul novel ini? Setujukah? Atau mau memberi pendapat lain tentang hal tersebut?”

Jangan lupa sertakan data diri berupa nama, akun twitter dan email ya :)
Jika kamu menshare 1 atau lebih (maksimal 3) tweet yang menggambarkan jawaban kamu, maka akan menambah peluang kamu memenangkan giveaway ini. Jangan lupa mention aku dan @fitrawanumar dan pakai hashtag #GiveawayYSDAP ya :)
4. Periode giveaway ini adalah 25 - 28 Desember 2015
5. Giveaway ini hanya untuk yang domisili di Indonesia ya :)

“Jika ingin memiliki seseorang di masa depan, kita juga harus memilikinya di masa lalu.” (Hal. 110)

***
“Konsep jodoh dan cinta itu berbeda. ... .... Jodoh bisa diatur dan dipilih, tetapi cinta tidak. Seseorang tak pernah bisa merencanakan bakal jatuh cinta dengan siapa.” (Hal. 116)
“Kebahagiaan itu kalau dibagi bakal bertambah. Sebaliknya, kesedihan justru berkurang kalau dibagi.” (Hal. 153)
“... kalau kau sakit hati, tidak ada yang bisa menyembuhkannya. Kau hanya bisa melakukan hal-hal yang sanggup membuatmu bahagia, yang menutup kesedihan di pikiranmu. Atau kalau kau tidak menemukan kebahagiaan lain, setidaknya jangan pusingkan dirimu dengan mencari obat kesedihan.” (Hal. 153)
“Kalau kau tidak berniat mencintai seseorang, jangan biarkan ia menaruh harapan terlalu lama kepadamu.” (Hal. 196)
“Rindu lebih cerdas dari upaya kita untuk melawannya.” (Hal. 209)
“Ya, belajar melepaskan orang yang dicintai. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang berjiwa besar.” (Hal. 229)
”Apa arti mencintai tanpa bisa memiliki? Jika kamu jatuh cinta, maka milikilah ia yang kau cintai. Jika kau jatuh cinta, maka yakinlah bahwa kau orang yang tepat untuk menjaga dirinya selamanya.” (Hal. 234)
“Aku sadar bahwa hal yang tak pernah hilang adalah kehilangan. Setiap orang akan memiliki kehilangan. Sepanjang waktu orang akan dibayang-bayangi kehilangan.” (Hal. 237)

26 komentar:

  1. Aulia Resky || @AuliaaRez || rezaahmad524@gmail.com

    “Apa pendapatmu terkait pendapat “Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan” yang jadi judul novel ini? Setujukah? Atau mau memberi pendapat lain tentang hal tersebut?”

    Kalau menurutku perempuan memang terkadang sulit di mengerti termasuk diriku sendiri. Bukan hanya orang lain yang sulit, diriku sendiripun sulit-_-" Jujur aku kurang bisa memahami diriku sendiri terlebih lagi jika PMS. Terkadang aku meledak-ledak tapi terkadang merasa bersalah karena sudah melampiaskan ke orang-orang terdekatku. Walaupun perempuan terkadang sulit di mengerti tetapi perempuanlah yang lebih peka, lebih cepat memahami atau menanggapi suatu situasi dan lebih cepat mengerti orang lain. Perempuan hanya ingin di mengerti namun sebagian kaum adam menanggapi dengan perempuan tuh susah di mengertinya, banyak kemauan, tiba-tiba marah sendiri atau apalah apalah:3. Terkadang hal ini juga salah pada laki-lakinya, please kalau perempuan marah-marah ga jelas pasti ada alasannya. Coba mengerti mereka, terkadang cewek tuh suka gengsi kalau bilang masalahnya atau ada apa. Wahai kaum adam, kalian harusnya lebih pintar dong, jangan hanya bingung dengan kemauan kami, lebih peka sedikit dan berusaha. Jangan terus-terusan bilang kami sulit di mengerti walaupun memang iya-,- wanita menggunakan perasaannya dan kalian menggunakan logika. Logika itu seharusnya yang kalian pake untuk memikirkan apa yang terjadi pada kami:v sekian, arigatou gozaimasu...

    BalasHapus
  2. Nama: Desty Permata Sari
    Twitter: @destyprm
    Email: destypermatasariii@gmail.com

    “Apa pendapatmu terkait pendapat “Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan” yang jadi judul novel ini? Setujukah? Atau mau memberi pendapat lain tentang hal tersebut?”

    Sebagai seseorang yang juga merupakan perempuan. Aku juga bisa merasakan kalau kaum perempuan terkadang sulit dimengerti. Karena pada dasarnya kitapun terkadang tidak mengetahui betul apa yang kita inginkan.. jadi ketika seorang perempuan bahkan tidak mengerti dirinya sendiri, lantas apa yang diharapkan agar pria mampu memahami perempuan tersebut? Apalagi pria dikenal sebagai makhluk yang tidak terlalu peka. Cocok lah kaum Adam dan Hawa ini. Tapi seorang perempuan tidaklah hanya satu di dunia ini.. Jika kita mengalami kesulitan dalam memahami diri kita sendiri maka itulah gunanya perempuan yang lain. Seorang perempuan mungkin tidak terlalu pintar memahami diri sendiri namun mampu memahami apa yang sedang dirasakan perempuan lain. Jadi.. intinya adalah Relasi. Hehe ^^

    BalasHapus
  3. Nama: Riqza Nur Aini
    Twitter: @riqzanainiee
    Domisli: Demak,Jateng
    Email: moha3451(at)gmail(dot)com
    LinkShare: https://twitter.com/riqzanainiee/status/680327138692628480?p=v
    .
    .
    “Apa pendapatmu terkait pendapat “Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan” yang jadi judul novel ini? Setujukah? Atau mau memberi pendapat lain tentang hal tersebut?”
    .
    .
    Hehee..Setuju banget sih akunya.Tipe cewek apapun,yang tomboi kek,feminim kek,urakan kek yang namanya ceewek pasti sulit dimengerti.Kami para cewek tidak mau berkata terus terang tantang apa yang kami mau dan yang kamu rasakan,kami hanya ingin 'dia' mengerti apa keinginan kami tanpa harus kami katakan,ya peka gituu.Kan gengsi lahh.Cewek juga sangat aneh,isi hatinya sulit ditebak.Saat cewek bilang 'Gapapa' padahal dihatinya ada 'apa-apa' saat cewek bilang 'aku bai-baik saja' sebetulnya dia sangat ingin diperhatikan,aneh bukan?mulut dan hatinya selalu berbeda.Dan terkadang itu yg membuat para cowok yg memang kurang peka pada si cewek jadi geregetan.Cewek memang gitu,dia sebetulnya ingin diperhatikan tapi dia tidak bilang,kalian para cowok juga harus peka sama cewek.Para cewek adalah makhluk yang paling pintar menahan rasa sakit,kesal,marah,atau sebagainya.Cewek akan dapat memaafkan kesalahan cowoknya yang sebernernya membuat dia sakit.Cewek adalah penyandiwara yang baik.Ada satu hal lagi dari sifat seorang cewek yang aneh juga,padahal dirinya sendiri saat itu sedang raapuh,tapi dengan tegarnya dia menasehati sahabatnya supaya bangkit lagi,memotivasi sahabatnya agar tetap kuat padahal dia sendiri juga butuh hal seperti itu..Hadeeuhhh cewek memang aneh,aku juga ngrasa aneh sama sifatku sendiri,tentu karena aku juga cewek..Pertentangan didunia politik memang mengerikan,tapi melihat cewek bertengkar dan beradu mulut itu lebih mengerikan,hahahahaa.

    BalasHapus
  4. Nama: Eris Andriani
    Twitter: @RizAnNie88
    Email: ayaseyis@gmail.com
    Jawaban:
    Dengan sangat bangga saya ucapkan Saya Sangat Setuju bahwa perempuan sulit dimengerti. Karena terkadang saya sendiri juga begitu.

    Perempuan seperti ini karena perempuan terkadang enggan mengucapkan keinginannya. Dan menginginkan pasangannya lebih mengerti akan hal itu. Jadi perempuan ingin agar pria lebih tau tentang pikiran mereka tanpa harus dikatakan. Karena perempuan ingin pria lebih peka, lebih perhatian, baik, dan romantis. Bisa saling mengerti satu sama lain.
    Apalagi perempuan cenderung berpikir menggunakan perasaan, jadi lebih sering baper baper gitu deh hehehe.

    Apalagi kalau PMS aduh gak usah ditanya lagi deh, semua hal pasti selalu bikin dia baper dan kalau salah dikit aja pasti ngambek. Pengen segala sesuatu kayak yg dia pengen. Gimana ya mungkin udah kodratnya kali ya perempuan sulit dimengerti, dan karena hal ini lah Tuhan menciptakan pria untuk menyeimbangkannya. Kalau Tuhan menciptakan pria dan perempuan sama.sama berkarakter sulit dimengerti waduuhhh gak asik dong hehe, gak ada kemistrinya.Apa jadinya dunia ini tanpa keseimbangan????? ~Suram~

    Sebenernya perempuan itu bukan sulit dimengerti tapi lebih kepada perempuan ingin dimengerti. Kayak lagunya Ada Band Karena wanita ingin dimengerti.
    Silahkan donlod lagunya hehehe.

    Sekian terima kasih (^v^)

    BalasHapus
  5. Ten | @ten_alten | regulus_noel@yahoo.com | Yogyakarta

    “Apa pendapatmu terkait pendapat “Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan” yang jadi judul novel ini? Setujukah? Atau mau memberi pendapat lain tentang hal tersebut?”

    aku setuju aja kalau cewek itu susah dimengerti, karena aku juga kadang suka nggak ngerti diriku sendiri, nggak ngerti kenapa aku sensi, dan kadang juga nggak begitu ngerti sama temen-temen cewekku juga..

    cowok lebih banyak menggunakan pikiran yang logis dan bebas yang bikin mereka terkadang juga egois. cewek kebanyakan menggunakan perasaan dalam berpikir dan lemah lembut. cowok dan cewek itu sama-sama ingin dimengerti.

    tapi aku juga mau berpendapat kalau cowok itu juga sulit dimengerti. apa sih maunya cowok? apa sih yang ada di pikirannya? apa sih?

    kadang cowok bilang “nggak tau” kalau diminta pendapatnya.. kadang cowok juga suka mendiamkan tanpa alasan.. kalau mereka lagi ada masalah, mereka langsung ngilang, kenapa nggak nyoba berbagi, siapa tau ada jalan keluarnya?

    gimana para cewek tau maunya cowok kalo cowok nggak bilang? mereka cuma ngasih isyarat dan kadang dengan kelakuan aneh.. ya kan mana tau.. :p

    berarti kesimpulannya ada di komunikasi, apa maunya masing-masing. tapi tetep dengan bahasa yang enak dan bukannya "Aku nggak suka kamu kayak gitu!" atau "Aku maunya kamu kayak gini!" atau juga "Kenapa kamu kayak gitu sih? Aku nggak ngerti kamu!" bisa jadi "Kamu selalu kayak gini, kamu nggak pernah ngertiin aku!"

    diomongin baik-baik aja sambil jajan pas jalan-jalan.. :D

    BalasHapus
  6. Nama: Wika Agustina
    Akun twitter: @agstnwika
    Email: wikaagustina22@yahoo.com


    Mengenai pendapat "Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan".
    Menurut pandangan saya, pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar tetapi juga tidak sepenuhnya salah. Karena saya sendiri sebagai perempuan juga pernah merasa bingung dengan diri saya sendiri. Saya juga tak jarang merasa sulit mengartikan apa kemauan diri saya terutama terhadap laki-laki. Karena jujur saya termasuk tipe cewek yang terkadang suka ngambek gak jelas. Dan kalau ditanya kenapa, saya sendiri juga bingung mau menjawab apa. Disisi lain,pendapat mengenai "Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan" juga tidak sepenuhnya benar. Jika selama ini para lelaki sering mengatakan "jadi cewek jangan kebanyakan kode" itu karena mereka sendiri tidak tau bagaimana memberikan treatment yg sesungguhnya dibutuhkan oleh para perempuan mereka masing-masing. Kebanyakan pria yg lebih condong dengan logika seolah mengabaikan kedudukan perempuan yg notabene dikenal sebagai makhluk yg lemah. Sekuat apapun wanita sudah pasti memiliki sisi kelemahan. Perempuan sangat mengutamakan perasaan ketimbang logika. Itu yg menjadi dasar kenapa terkadang perempuan sering mengatakan para lelaki mereka misalkan seperti "kamu gak peka" atau sebagainya. Menurut saya memang terkadang lelaki tidak peka dengan apa yg perempuan mau. Mereka beralasan bahwa perempuan kurang keberanian untuk mengungkapkan sesuatu sehingga membuat lelaki bingung dgn jargon "kamu gak peka"-nya perempuan sementara mereka juga mengklaim bahwa mereka mengerti dgn pasangannya.

    Mungkin lebih kurang seperti itu menurut pendapat saya. Karena saya tidak sepenuhnya menyalahkan pendapat tersebut tetapi juga tidak membenarkan :)

    BalasHapus
  7. Judulnya menarik :) saya alumni kampus merah, insya Allah akan saya cari buku ini, terima kasih sharingnya. Salam

    BalasHapus
  8. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Email : sofhyhaisyah28[at]gmail[dot]com

    “Apa pendapatmu terkait pendapat “Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan” yang jadi judul novel ini? Setujukah? Atau mau memberi pendapat lain tentang hal tersebut?”

    Eheemm, menanggapi pendapat yang mengatakan bahwa "yang sulit dimengerti adalah perempuan", rasanya yaa benar-benar saja. Toh, yang namanya pendapat nggak ada yang salah.

    Tapi saya pribadi, berpendapat bahwa perempuan itu bukannya sulit dimengerti, tapi pihak lain (pria) yang nggak punya kepekaan mengerti yang namanya perempuan. Terlebih lagi, pendapat yang sering terdengar bahwa perempuan suka main kode-kodean, itu memang benar. Kode-kodean gitukan bisa disamakan layaknya games, tapi koq kenapa pria nggak bisa memecahkannya yaa ?. Itu karena pria terlalu menganggap remeh kode-kodean perempuan, alhasil yang semula jawabannya mudah malah jadi sulit. Nah, dari pengandaian game itu, aku berpikir bukan perempuan koq yang sulit dimengerti, karena kode-kodean mereka mudah dipecahkan, cuma pria-nya aja yang kurang pintar main kode-kodean tersebut..

    Maaf ngelantur kak ^^



    BalasHapus
  9. Nama : Riska Casassi
    Twitter : @riska_rpa
    Email : casassir@gmail.com

    “Apa pendapatmu terkait pendapat “Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan” yang jadi judul novel ini? Setujukah? Atau mau memberi pendapat lain tentang hal tersebut?”

    Menurut pendapatku, memang benar kalau perempuan itu sulit dimengerti. Perempuan selalu ingin benar. Perempuan ingin dimengerti semua orang, tapi tidak mau menceritakannya. Hanya ingin orang disekitarnya peka, padahal tidak semua orang bisa begitu. Perempuan memang sulit dimengerti. Bukan hanya lelaki yang sulit mengerti perempuan. Saya sendiri sebagai perempuan pun, kadang sulit mengerti apa yang saya mau. Sulit mengerti sahabat saya yang perempuan juga. Terkadang bingung pada situasi ketika si perempuan marah, sedih, tiba-tiba nangis. Saat ditanya kenapa, malah tidak mau menjelaskan alasannya. Hanya menjawab 'tidak apa-apa'. Padahal mungkin hatinya lagi kacau. Perempuan memang tegar, mampu menyembunyikan kesedihan. Namun itulah, yang menjadi sebab perempuan sulit dimengerti. Perempuan ingin dimengerti tanpa memberitahu. Bagaimana caranya coba?

    Hehe. Itu hanya menuliskan diri sendiri sih. Yang ingin selalu dimengerti. ^^

    BalasHapus
  10. Nama: Amilatun Sakinah
    Twitter: @amilatunS
    Email: amilatunsakinah@gmail.com

    “Apa pendapatmu terkait pendapat “Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan” yang jadi judul novel ini? Setujukah? Atau mau memberi pendapat lain tentang hal tersebut?”

    Kalau saya laki-laki, saya akan sependapat, bahwa perempuan sulit dimengerti. Tapi karena saya perempuan saya bilang bahwa laki-laki juga sulit dimengerti.

    Tergantung sudut pandang jenis kelamin sih. Karena memang dasarnya laki-laki dan perempuan itu nggak pernah sepaham. Laki-laki ingin simpel, nggak mau pakai kode, dan nggak terlalu sering memikirkan masalah, penginnya selesai. Tapi kalau perempuan itu kadang nggak butuh solusi, butuhnya curhat atau ada yang kasih pundak. Perempuan senangnya uring-uringan, banyak kode.

    Makanya perempuan pasti ngeluhnya, "nggak negrti deh kenapa cowok tuh pada kayak gitu," dan laki-laki ngeluhnya, "nggak ngerti deh cewek nih maunya apa."

    Tapi itulah yang bikin pernikahan itu 'unik'. Perempuan dan laki-lakinya punya tantangan sendiri untuk memahami dan 'menaklukan' dengan cinta satu sama lain.

    Jadi, menurut saya, nggak searah perempuan saja yang sulit dimengerti, laki-laki juga. :D

    BalasHapus
  11. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Email : himurasora@yahoo.co.id

    Yap, saya setuju sama pendapat "Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan”. Karena sebagai perempuan sendiri kadang saya suka bingung apa mau saya. Maunya dimanjain tapi gak mau dianggap lemah. Tersinggung kalau dikerasin tapi ogah dianggap manja. Nuntutnya minta diperhatiin tapi gak suka kalau diganggu atau dibikin ribet, hehehe. Sebenarnya sih mau laki-laki atau perempuan pasti ada beberapa hal yang gak bisa dimengerti oleh lawan jenisnya, cuma perempuan yang sering terlalu ribet memandang berbagai hal. Laki-laki emang lebih simpel sih, aku akuin itu. Mungkin karena pengaruh perbedaan hormon yang berpengaruh sama cara kerja otak laki-laki dan perempuan (sok tau nih saya :p)
    Jadi buat laki-laki, harap lebih bersabar buat mengerti permpuan ya, hehehe ...

    BalasHapus
  12. Emma
    @EmmaNoer22
    amrelisha@gmail.com

    jawaban : aku pribadi merasa termasuk bakal sulit dimengerti orang lain karena sebagai perempuan aku termasuk yang memendam atau menyimpan apa yang jadi masalahku. Jadi bagaimana orang lain bisa tahu kalau kitanya sendiri nggak mau berbagi informasi. Nah sebagai perempuan biasanya memang lebih suka di mengerti lebih dulu dari pada mencoba memberi tau.

    BalasHapus
  13. Nama : Rigita Cahyani
    Twitter : @Rigita2110
    Email : crigita07@gmail.com

    Yang paling sulit dimengerti adalah perempuan? setuju gk yah?

    Sebenarnya antara setuju gk setuju sh. Perempuan emang sulit dimengerti, perempuan itu sering bohong nyembunyiin perasaan sampe2 para lelaki itu bingung. Perempuan itu sok kuat dan bisa berkamuflase di hadapan orang lain. Yang harus kalian tahu, perempuan itu munafik. Mau tahu?
    Seringkali perempuan bilang A, di hatinya bilang B. Terutama dlm hal perasaan, mereka bilang gk papa tp di hatinya itu lg rapuh. Bilang dia kuat padahal butuh sandaran. Munafik bgt kan? Termasuk aku!

    Bukan hanya perempuan, setiap orang itu sulit dimengerti sebenarnya terutama bg yg baru mengenal. Laki-laki juga kadang sulit dimengerti, apalagi laki2 yg terkesan pendiam. Jalan pikiran mereka kadang sulit ditebak, bahkan oleh orang terdekat. Sebenarnya judul diatas masih kurang tepat. Semua orang itu sulit dimengerti dgn berbagai macam tabiatnya. Well emang kebanyakan ya kaum perempuan karena perempuan itu munafik.

    BalasHapus
  14. Nama : Yulia Nila Cahya
    Twitter : @yulianilachy
    Email : yuliancahya@gmail.com

    Menurut pendapat saya, tidak jarang setiap orang berpikir bahwa 'orang lain' tidak mengerti, memahami dia. Tergantung sudut pandang, laki2 pun sulit dimengerti. Jadi, setiap orang sulit dimengerti. Tapi saya setuju dengan judul buku ini, perempuan kurang mampu mengungkapkan apa yang sebenarnya mereka ingin, sehingga membuat laki2 berprasangka ini itu dengan raut wajah yang ditunjukkan perempuan. Karena (hampir setiap) perempuan pun lebih pandai menyembunyikan seberkas perasaan.

    BalasHapus
  15. Nama : Nurhidayanti
    akun twitter : @CallMe_Yanti
    Email : yantinurhida99@gmail.com
    Jawaban :
    Saya sebagai perempuan setuju dengan kalimat ini “Yang Sulit Dimengerti adalah Perempuan.”
    Saya bahkan terkadang tidak mengerti dengan tindakan-tindakan yang saya lakukan, kadang tindakan yang saya lakukan lebih mengedepankan perasaan daripada logika. Contohnya saja perbedaan cara mengungkapkan sesuatu yang berbeda antara laki-laki dan perempuan, perempuan itu biasanya lebih mikir dulu dan suka berubah-rubah hatinya dalam mengungkapkan sesuatu, kalau laki-laki biasanya lebih tegas dan to the point. Makanya laki-laki diciptakan untuk membimbing perempuan dan ditakdirkan sebagai kepala keluarga, karena pemikiran mereka lebih ke logika daripada ke perasaan. Makanya laki-laki sering mengatakan bahwa wanita itu makhluk yang rumit dan susah ditebak. Itulah makanya Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan, masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Laki-laki diciptakan sebagai imam, pemimpin keluarga yang harus bisa mengambil tindakan dengan tegas dan bertanggung jawab, laki-laki diciptakan lebih kuat dari wanita, dan wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki makanya mereka lebih lemah dari laki-laki tetapi mereka memiliki misi mulia yaitu menjadi seorang ibu yang akan melahirkan dan meneruskan garis keturunan keluarga dan surga ada di telapak kakinya.

    BalasHapus
  16. Nama : Trias Nurilani
    Twitter : @rilanpotter
    E-mail : trias_lucu@ymail.com
    Kalo menurut aku si, ga semua perempuan itu sulit dimengerti. Emang si ada beberapa yg sulit dimengerti. Klo pria menganggap perempuan sulit dimengerti, berarti pria itu blm memahami wanita seutuhnya. Dan pria tersebut kurang perhatian dan peka terhadap perempuan.

    BalasHapus
  17. Nama : Ahmad Rosyid Mustaghfirin
    Twitter : @ahmadrosyidmus
    E-mail : mustaghfirin.arrosyid@gmail.com

    dari sepersekian komentar, ternyata saya sendiri yang bergender laki-laki yang mengikuti GA ini hehe. saya tertarik dengan novelnya sih :D oke, kita ke arah pembicaraan yang serius.

    Saya pribadi setuju dengan judul novel ini, "Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan". bertolak dari segi faktualitas, memang perempuan memiliki keadaan psikis yang sering berubah-ubah. Perubahan ini sudah menjadi hal yang maklum. karena pada dasarnya perempuan memang diciptakan dengan perasaan yang lebih menonjol dalam menghadapi dan memahami segala sesuatu. Berbeda dengan laki-laki yang cenderung menggunakan akal logika bahkan terkadang dengan otot untuk menghadapi sesuatu. Salah satu contohnya adalah faktor persona atau yang lebih dikenal dengan ego. Banyak perampuan yang gara-gara gengsi sepertinya kelihatan tidak ramah tapi sebenarnya mereka sangat ramah, ada juga yang suka membela diri walau salah, bilang tidak suka pedahal sebenarnya suka, tapi karena gengsi, mereka pura-pura tidak suka (sumber : kevinringo.web.id). Keadaan psikologi perempuan yang berubah-ubah ini yang akhirnya menjadi objek kajian dalam ilmu psikologi. gejala-gejala itu sangat unik untuk dipelajari. Hingga akhirnya muncul cabang psikologi yang khusus mempelajari tentang perempuan.
    Walau hipotesis-hipotesis seorang laki-laki yang mengatakan bahwa perempuan susah dimengerti itu terkesan hanya karena sebuah kebingungan memahami keadaan, atau bahkan terkesan mitos yang berturut-turut, namun pada kenyataannya hipotesis seperti itu benar adanya. Mungkin banyak perempuan yang berpendapat kalau hal demikian itu karena laki-laki yang kurang "peka" atau kurang memahami perasaan perempuan. Hal ini memang benar, karena tugas dari laki-laki adalah wadah perasaan perempuan, memahami apa yang diinginkan. Namun, "statement" perempuan sulit untuk dipahami adalah lebih faktual dan ilmiah. Karena hal ini didukung data-data mengenai gejala-gejala psikis perempuan, dan telah dikaji dalam ilmu psikologi wanita.

    BalasHapus
  18. Nama: Tri Wahyuni
    Twitter: @tewtri
    E-mail: triwahyuni.irawan3@gmail.com

    Memahami perempuan sama dengan mencoba mengerti tentang lebih dulu mana lahirnya antara telur dan ayam. Dari jaman jambe pun persoalan ini tidak kunjung beres.Entah karena makhluk yang namanya peremempuan ini terlalu ribet atau malah 'dia' yang berusaha memahami kaum ini yang terlampau susah suruh mengerti. Intinya dunia ini tidak akan asik kalau perempuannya terlalu mudah kebaca. Dan lagi buat para laki-laki, bukankah di situ tantangannya? Percaya deh, ini sudah sesuai porsinya.

    BalasHapus
  19. Nama : Ratnani Latifah
    E-mail : kazuhanael_ratna@yahoo.co.id
    Twitter : @ratnaShinju2chi

    “Apa pendapatmu terkait pendapat “Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan” yang jadi judul novel ini? Setujukah? Atau mau memberi pendapat lain tentang hal tersebut?”

    Jawab : Sebagai wanita saya setuju dengan judul novel ini. Karena saya menyadari kadang saya sebagai perempuan memang sulit dipahami. Perempuan berpikir dengan lebih mengedepankan perasaan dari logika. Dan perempuan juga terlalu sulit jujur dan lebih suka menyimpan perasaannya sendiri. Pandai berpura-pura. Pada waktu tertentu perempuan meski sedih, dia akan berusaha tegar, dan kadang sikap seperti itu akan membuat pria bingung bagaimana menghadapi perempuan. Tapi itulah uniknya perempuan. Kalau perempuan mudah dipahami nanti tidak ada tantangan bagi laki-laki untuk mencoba mengerti dan menaklukkan perempuan.

    BalasHapus
  20. Nama: Eka Sasining Putri
    Akun twitter: @cha_ichie
    e-mail: ekasasining@gmai.com

    Wah, kalau bicara mengenai sulit dimengerti, saya pribadi adalah individu yang paling sukar dipahami perkataan dan pemikirannya oleh orang lain, mengesampingkan fakta bahwa saya perempuan. Topik mengenai sulitnya mengerti perempuan sudah sejak dulu belum tersentuh ujungnya, serasa caseclosed untuk yang satu ini akan semakin mustahil. Bagaimanapun, kalau menekankan yang sulit dipahami adalah perempuan di sini, tidak bisa sepenuhnya dibenarkan, lantaran masih banyak kok laki-laki yang justru lebih fenomenal sulitnya untuk dipahami orang lain. Tapi karena perempuan lebih secara general menunjukkan sifat-sifat, yang entah itu dipengaruhi hormon atau apa, tidak dikategorikan ilmiah, para lelaki cenderung mengalami hambatan untuk mencermati pola sikap mereka.

    BalasHapus
  21. Nama: Andria
    Akun twitter: @goodenoughoks
    Email: mawarhs12@gmail.com

    “Apa pendapatmu terkait pendapat “Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan” yang jadi judul novel ini? Setujukah? Atau mau memberi pendapat lain tentang hal tersebut?”

    Well, kalau aku sebagai cewek malah berpendapat yang sulit dimengerti itu adalah laki-laki :)
    Mungkin dari sudut pandang cowok, cewek sulit dimengerti karena kita pengen sesuatu yang jelas, jujur tapi malah cowok menyembunyikan sesuatu dengan alasan "itu demi kebaikan kita"
    Cewek ingin mengarahkan ke sesuatu yang positif dengan memberikan nasihat tapi malah cowok berpikir "ini hidupku, jangan kamu atur"
    Cewek ingin membangunkan cowok dari mimpi, dengan memberikan contoh atau nasihat, tapi cowok seakan-akan "aku tidak ingin terbangun, leave me alone"
    Ya karena perbedaan-perbedaan ini yang akhirnya kita berpikiran "sulit dimengerti", komunikasi yang baik mungkin salah satu solusinya dan sebagai cewek tetep sabaaar... untuk cowok yang dicinta :)

    BalasHapus
  22. Nama: Maggie
    Akun Twitter: @Miieruu
    Email: maggiechenblogs@gmail.com

    Apa pendapatmu terkait pendapat "Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan" yang jadi judul novel ini? Setujukah? Atau mau memberi pendapat lain tentang hal tersebut?

    Sebagai perempuan, aku terpaksa harus menyetujuinya. :"D Mungkin karena aku terlalu banyak membaca 9gag sehingga lama-lama terpengaruh oleh postingan-postingan kaum pria di komunitas 9gag. Tapi, sungguh. Yang mereka katakan kadang ada benarnya.

    Seperti mengapa wanita harus menyembunyikan perasaannya dan menunggu pria yang menebak-nebak tanpa petunjuk sedikitpun? Bukankah lebih baik jika langsung mengatakannya saja? Daripada toh nanti kita (wanita) yang kesal sendiri karena pria tidak akan mungkin dapat menebaknya. hahahaha...

    Terkadang, melihat postingan di 9gag mengenai girl logic (logika perempuan) aku jadi merefleksikannya pada diri sendiri. Jadi berpikir dan merasa 'oh iya ya... kadang konyol juga rasanya aku membuat segalanya menjadi lebih rumit dengan perasaan sensitifku ini.'

    Wanita, dengan perasaannya yang terlalu sensitif dan terlalu banyak berpikir, cenderung membuat segalanya menjadi lebih rumit. (Termasuk diriku tentunya). Berbeda dengan laki-laki yang tidak membawa perasaan dan main blak-blakan saja biasanya.

    Intinya, aku setuju dengan pernyataan 'Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan'. :D

    Aku ada nge-tweet beberapa foto juga yang membuktikan pendapatku itu. Silakan di cek :D hehehe

    BalasHapus
  23. Nama: Aulia
    Twitter: @nunaalia
    Link share: https://twitter.com/nunaalia/status/681368301398667264

    “Apa pendapatmu terkait pendapat “Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan” yang jadi judul novel ini? Setujukah? Atau mau memberi pendapat lain tentang hal tersebut?”

    Jawaban:
    Perempuan itu ingin dimengerti, namun mereka terkadang tidak ingin berterus terang dan mengatakan sejujurnya apa yang ada di dalam hatinya, terlalu banyak pertimbangan, takut begini, takut begitu, karena itulah perempuan menjadi sulit dimengerti.
    Jadi pendapat Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan, ada benarnya.

    BalasHapus
  24. Nama: Eka Fitri
    Twitter: @Heart0fHuman
    E-mail: heart0fhum4n@gmail.com

    Menurut saya sih semua tergantung pada sudut pandan masing-masing. Ga selamanya yang sulit dimengerti itu perempuan, laki-laki pun juga bisa sulit dimengerti. Semua dikembalikan lagi bagaimana cara seseorang saling berkomunikasi satu sama lain.

    BalasHapus
  25. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Email : n0v4ip[at]gmail[dot]com
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/681452330781298688

    Saya setuju dengan judul novelnya. Perempuan adalah makhluk Tuhan yang memang paling sulit dimengerti meskipun saya sendiri adalah perempuan. Perempuan itu ingin dimengerti tapi mereka terkadang lebih sering membuat laki2 harus menebak-nebak bagian mana yg harus dimengerti. Trus, ketika ngambek, perempuan akan lebih memilih diam daripada menjelaskan duduk permasalahannya sementara si lelaki bingung harus mulai dari mana krn si perempuannya diam aja. Dan terkadang logika dan perasaan gak sejalan. Pokoknya memang sulit dimengerti. Saya aja kadang pusing sama diri saya sendiri... huahaha... -_-"

    Terima kasih kak ^^

    BalasHapus
  26. Nama: Thia Amelia
    Akun twitter: @Thia1498
    E-mail: thiameliasn@gmail.com

    Apa pendapatmu terkait pendapat “Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan” yang jadi judul novel ini? Setujukah? Atau mau memberi pendapat lain tentang hal tersebut?

    Setuju, setuju sekali dengan judul novel ini bahwa memang “Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan”. Saya sebagai perempuan pun menyadari bahwa kaum perempuan memang sulit dimengerti, kadang juga saya berfikir bahwa beberapa hal yang saya lakukan membuat saya sulit dimengerti oleh orang lain, terutama lelaki. Adik saya yang laki-laki pun selalu menyinggung saya dengan kata-kata “Mau apa sih sebenernya?” dan ketika dia bertanya seperti itu saya selalu menghela nafas dulu baru menjawab.

    Hal yang sulit dimengerti yang lain pun adalah bahwa perempuan cenderung memilih diam ketika marah, menjawab dengan pertanyaan sebaliknya ketika kesal dan juga menangis ketika mereka senang. Berbeda dengan adik saya yang cowo yang selalu terang-terangan ketika merasakan sesuatu. Jadi memang, “Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan”.

    BalasHapus