Selasa, 22 Desember 2015

Merindu Cahaya de Amstel



“Kalau kau sudah punya niat kuat ingin mewujudkan sesuatu, selalu ada jalan untuk mencapainya. It law of attraction namanya. Yakinlah dengan keinginanmu.” (Hal. 184)


Penulis: Arumi E
Editor: Donna Widjajanto
Tata letak isi: Fajarianto
Desain sampul: Shutterstock & Suprianto
Penerbit: Gramedia
Jumlah hal.: 271 halaman
ISBN: 978-602-03-2010-6
“Pekerjaanku adalah menangkap cahaya.”
Cahaya mentari sore menciptakan warna keemasan di permukaan Sungai Amstel. Mengingatkan Nicolaas Van Dijk, mahasiswa arsitektur yang juga fotografer, pada sosok gadis Belanda dengan nama tak biasa. Khadija Veenhoven. Gadis yang terekam kameranya dan menghasilkan sebuah foto “aneh”.

Rasa penasaran pada Khadija mengusik kenangan Nico akan ibu yang meninggalkannya sejak keci. Tak pernah terpikir olehnya untuk mencari sang ibu, sampai Khadija memperkenalkannya pada Mala, penari asal Yogya yang mendapat beasiswa di salah satu kampus seni di Amsterdam.
Ditemani Mala, Nico memulai pencariannya di tanah kelahiran sang ibu. Namun Pieter, dokter gigi yang terpikat pada Mala, tak membiarkan Nico dan Mala pergi tanpa dirinya. Dia menyusul dan menyelinap di antara keduanya.

Tatkala Nico memutuskan berdamai dengan masa lalu, seolah Tuhan belum mengizinkannya memeluk kebahagiaan. Dia didera kehilangan dan rasa kecewa itu dia lampiaskan pada Khadija yang telah mengajarinya menabur benih harapan.

Kembali Nico mencari jawaban. Hingga sinar yang memantul di permukaan Sungai Amstel menyadarkannya. Apa yang dicarinya ada di kota Amsterdam ini dan sejak awal sudah mengiriminya pertanda. Akankah kali ini Nico berhasil memeluk kebahagiaannya?

***

“Jangan menilai aku setinggi itu, Mala. Aku malu sama Allah. Allah tahu kesalahanku sebanyak apa. Tidak ada manusia suci. Manusia sering salah dan khilaf. Tapi, dari kesalahan kita belajar memperbaikin diri.” (Hal. 53)

Novel ini bercerita tentang kehidupan muslim di Eropa. Dalam novel ini ada 4 tokoh dengan porsi yang hampir sama banyak. Mereka adalah Khadija, Nico, Mala, dan Pieter. Namun Khadija dan Nico mendapat porsi yang sedikit lebih banyak.

Diceritakan bahwa Khadija Veenhoven adalah perempuan Belanda yang menjadi muallaf. Sejak memutuskan menjadi seorang muslimah, Khadija berusaha mengamalkan sebaik mungkin hal – hal yang sudah ia pelajari tentang Islam, termasuk dalam hal memakai hijab dan membatasi pergaulan dengan yang bukan mahram.

Di sisi lain, perkenalannya dengan Mala dan Nico membawa hal baru dalam hidupnya. Khadija merasa memiliki teman baik sejak berkenalan dengan Mala. Sedangkan dengan Nico, Khadija meras bingung harus bersikap seperti apa. Awalnya Khadija merasa terganggu dengan kehadiran pemuda itu di kehidupannya namun lama kelamaan ia mulai merasa nyaman dengan Nico.

Kemudian Khadija memperkenalkan Mala pada Nico yang kemudian jadi akrab. Nico bahkan ikut ke Indonesia saat Mala sedang ada kegiatan yang membuatnya harus kembali ke Indonesia selama beberapa waktu.

Di sisi lain, ada pula Pieter. Pieter ini sepupu Khadija yang mendadak tertarik dengan Islam. Selain itu, Pieter ternyata jatuh hati pada Mala setelah Khadija memperkenalkan mereka berdua. Sedangkan Mala malah tertarik pada Nico.

Bagaimanakah akhir dari kisah keempat orang ini?


“Aku tidak memaksamu menjalani hidup seperti aku, Mala. Karena yang akan menjalani hidupmu adalah kamu sendiri. Kamu yang paling tahu seperti apa cara hidup yang paling nyaman buatmu.” (Hal. 99)

***

“Soal dosa atau tidak dosa, cuma Allah yang berhak menilai.” (Hal. 100)

Novel ini sebenarnya bergenre novel religi, lebih tepatnya novel Islami. Kenapa? Karena di dalam novel ini banyak dibahas tentang Islam. Menariknya yang diketengahkan adalah cerita kehidupan Khadija sebagai muallaf.

Kehadiran Mala, mahasiswi Indonesia yang juga menggeluti seni tari menghadirkan warna tersendiri dalam hidup Khadija yang seorang muallaf. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim yang banyak. Meski bukan negara Islam, Indonesia identik dengan Islam. Namun Mala sendiri digambarkan masih sering lalai dalam menjalankan ibadahnya sebagai seorang muslim.

Selain itu, dihadirkannya sosok Nico yang terus berusaha memahami tentang agama. Ini karena ia tidak mengerti pilihan ibunya yang meninggalkan ia dan ayahnya karena alasan beda agama.

Selain itu, Arumi menghandirikan penggambaran yang tepat namun menyentil tentang beberapa hal yang berkembang di masyarakat. Seperti kisah di awal pertemuan Mala dan Khadija. Pikiran – pikiran Mala yang cenderung berburuk sangka pada Khadija memang banyak tejadi *dan saya pun sering mengalami hal serupa..hiks..* Entah kenapa ada sejumlah pandangan bahwa mereka yang “terlihat” memiliki penampilan yang lebih Islami (baju longgar, jilbab panjang dan lebar) punya “hobi” menceramahi orang lain. Ini membuat sejumlah orang merasa tidak nyaman. Mereka berpikir bahwa orang dengan penampilan seperti itu akan mudah men-judge orang lain kemudian sibuk menceramahi orang tersebut. Sayangnya, tidakkah mereka berpikir bahwa bisa jadi merekalah yang telah lebih dulu men-judge orang tersebut hanya karena penampilannya? Apa yang disampaikan oleh Arumi E dalam adegan perkenalan awal Mala dan Khadija ini cukup menyentil. Dan bisa jadi pemikiran yang menarik jika dicermati.

Selain itu di halaman 173, digambarkan ketertarikan Nico, laki-laki yang berasal dari Belanda, pada masyarakat Indonesia. Ia menyampaikan keheranannya pada sikap orang Indonesia yang seolah tidak merasa dendam pada orang Belanda padahal mereka tahu bahwa Indonesia punya sejarah buruk dengan Belanda. Orang Indonesia masih tetap ramah padanya.

Semua kondisi yang diketengahkan oleh Arumi E dalam novel ini adalah pelajaran yang menarik.

Salah satu bagian yang paling berkesan adegan di halaman 230. Saat diceritakan proses menjadi muallaf. Bagian dari proses ini menjadi “peringatan halus” bagi mereka yang menjadi muslim sejak kecil. 

Novel ini terasa sangat pas. Percakapannya menarik tanpa kesan menggurui namun memberi banyak pelajaran penting. Deskripsi tempatnya pun menarik. Porsi romance dalam novel ini pun pas, ada untuk memberi warna untuk cerita namun tidak terlalu banyak sehingga mengaburkan hal yang berusaha disampaikan oleh penulis melalui kehidupan tokoh – tokohnya.

Oiya, pilihan menggunakan POV 3 pun terasa lebih pas. Ini membuat semua sudut pandang jadi mendapat kesempatan untuk ditampilkan dan membuat pembaca memahami sikap dan karakter tokoh-tokohnya.

Yang terasa kurang adalah layout di dalam buku yang kaku. Terkesan monoton dan penuh. Sehingga bisa mengundang rasa bosan pembaca.

Namun kekurangan itu menjadi tidak begitu berarti karena cerita yang disuguhkan menarik dan cover bukunya manis. :)

“Semua butuh proses, Mala. Allah menilai proses yang kamu lalui. Yang penting kamu sudah berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.” (Hal. 100)

***

“Hidup memang sering kali terasa tidak adil. Manusia baru sadar hikmahnya setelah beberapa waktu kemudian.” (Hal. 198)
“Karena manusia memang diciptakan beragam. Tuhan bilang supaya kita saling mengenal. Manusia memang tidak akan bisa seragam, punya cara hidup dan keyakinan pilihan sendiri. Yang harus kita lakukan adalah saling menghargai pilihan masing – masing.” (Hal. 237)
“.... soal keyakinan adalah soal hati. Biarkan hatimu mencari sendiri apa yang paling nyaman untuk kamu jalani.” (Hal. 240)


20 komentar:

  1. Nama : Siti Nuryanti
    Twitter : @NelyRyanti
    Link :https://twitter.com/NelyRyanti/status/679155195167637504

    Jika saya di Eropa, yang kulakukan untuk mengurangi persepsi buruk tentang islam mungkin lebih banyak hal-hal kecil yang sederhana tetapi langsung bersentuhan langsung dengan masyarakat disana, seperti :
    1. Bersikap ramah kepada tetangga, meskipun dia mungkin tidak suka dengan kita.
    2. Menolong siapa saja yang membutuhkan saat kita melihatnya membutuhkan pertolongan
    3. Mengajarkan les privat kepada anak-anak sekitarnya dengan sukarela
    4. Selalu berusaha disiplin dan menepati janji terhadap apa yang telah kita ucapkan
    5. Tidak mudah terprovokasi terhadap hal-hal yang mendiskreditkan islam, bersikap lebih sabar menghadapinya
    Dengan hal-hal kecil tersebut diharapkan masyarakat memahami, bahwa islam cinta damai, bahwa islam mngajarkan kebaikan untuk semuanya. bahwa islam rahmatan lil 'alamin

    BalasHapus
    Balasan
    1. oiya saya share juga jawabannya di Twitter 3x, ini link share:
      https://twitter.com/NelyRyanti/status/679164648197742592
      https://twitter.com/NelyRyanti/status/679162078792298497
      https://twitter.com/NelyRyanti/status/679165940429295616

      Email : sitinuryanti@yahoo.com

      Hapus
  2. Nama : Aulia Resky
    Akun Twitter : @AuliaaRez
    Email : auliareski20@gmail.com

    “Menjadi seorang muslim/muslimah di Indonesia jelas lebih mudah daripada di Eropa. Jika kamu dapat kesempatan ke Eropa, apa sih yang akan kamu lakukan yang menurut kamu akan membantu mengurangi persepsi buruk orang atas muslim?

    Sebenarnya menurutku agak susah, apalagi di sana mayoritas non-muslim dan kebanyakan sudah banyak yang berpikir buruk tentang islam. Namun ada beberapa hal yang bisa sedikit membantu bahwa islam adalah agama yang baik dan indah. Yang pertama pastinya saya akan menutup aurat sebagai pelindung sekaligus identitas saya sebagai seorang muslimah. Saya akan bersikap ramah kepada siapapun, menebarkan senyum, dan sekedar menegur/menyapa orang yang lewat di depan saya. Sebenarnya kalau itu sudah menjadi kebiasaan saya di rumah-_- Apabila ada orang yang lewat biasanya saya bertanya "Mau kemana bu? Mau kemana pak? atau Habis darimana?" walaupun pertanyaan sepele namun di negeri orang kita harus lebih ramah, hal ini juga menunjukkan kita sebagai warga indonesia yang terkenal keramahannya.

    Apabila ada yang menjelekkan islam atau apapun itu, sebaiknya kita tidak marah dan tidak diam juga. Kita harus bisa menjelaskan bahwa islam tidak seperti itu, umat muslim tidak seperti itu melainkan kami cinta akan kedamaian. Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Saling menghargai lebih baik.

    Jika ada seseorang yang menjahati kita di sana akibat kita seorang muslim, balaslah dengan kebaikan. Seperti salah satu adegan di film 99 Cahaya di Eropa. Apabila ada tetangga yang tak suka dengan kita, kita jangan membalasnya dengan rasa tak suka melainkan kebaikan. Apabila ada yang menjelekkan kita, kita jangan membalasnya dengan kejelekkan melainkan kebaikan karena islam mengajarkan untuk melakukan kebaikan dan berbagi terhadap sesama tanpa memandang suku, kulit ataupun agama.

    Sedikit demi sedikit berikanlah pemahaman islam yang benar tanpa ada bumbu-bumbu kebohongan kepada orang-orang sekitar. Jika mereka tak dapat menerima, tak apa. Kita hanya perlu berusaha lebih keras dan tak lupa berdoa.

    Kita harus tetap menjaga agama kita agar tetap lurus, shalat tepat waktu tanpa mengulur waktu ataupun memprioritaskan yang lain terlebih dahulu. Mereka akan berpikir apabila kita lebih mementingkan sesuatu dari pada keimanan kita, 'Menjaga agamanya saja tidak bisa bagaimana tak di katakan buruk?'

    Menjaga sikap, ucapan dan perut. Menjaga sikap dalam bertindak. Menjaga ucapan dalam bertutur kata. Lebih baik berbicara dengan lembut kepada siapapun (bukan sok imut) memperhatikan nada ucapan yang di gunakan. Jika berbicara dengan yang lebih tua sebaiknya lebih pelan dan jangan terkesan membentak. Gunakan juga bahasa yang sopan dan berpikir terlebih dahulu sebelum berucap agar tak mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati orang lain. Karena kata-kata tak bisa di tarik kembali dan lidah lebih tajam daripada pedang. Mulutmu harimaumu.

    Menjaga perut dari makanan atau minuman yang haram sangat penting agar akal kita tidak hilang dan berfungsi dengan baik. Agar akal kita dapat membedakan hal yang baik dan buruk. Menjaga perut tentu sangatlah penting.

    Membantu siapapun tanpa melihat agama ataupun sukunya. Berikan pertolongan bagi yang membutuhkan asalkan orang yang di tolong memiliki tujuan yang baik, bukan kejahatan misalkan seorang maling yang ingin melarikan diri.

    Sebelum melakukan itu semua tentunya berdoalah kepada Allah agar jalan kita selalu di mudahkan dan di ridhoi. Dengan niat yang baik akan berakhir dengan baik pula. Sekian, Arigatou Gozaimasu^^

    BalasHapus
  3. Nama: Kiki Suarni
    Twitter: @Kimol12
    Email: kikisuarni616@yahoo.com

    Menjadi seorang muslim/muslimah di Indonesia jelas lebih mudah daripada di Eropa. Jika kamu dapat kesempatan ke Eropa, apa sih yang akan kamu lakukan yang menurut kamu akan membantu mengurangi persepsi buruk orang atas muslim?

    Jawaban:

    Hal-hal yang sederhana saja sih, misal
    Selalu bersikap sopan, ramah dan tersenyum setiap berinteraksi dengan orang lain. Jika kenal, menyapa orang itu saat berpapasan atau bertemu terlebih jika dia orang yang lebih tua. Menjalin hubungan baik dengan tetangga. Jika mereka memerlukan pertolongan, aku aku akan menolong sebisaku. Atau sesekali berbagi makanan, misal saat lebaran, aku akan mengantarkan makanan lebaran ke rumah tetangga persis seperti di Indonesia. Bergaul,mengikuti kegiatan publik, seperti komunitas amal atau komunitas yang berbasis positif lainnya.

    Yang penting membuka diri, menjelaskan tentang islam yang sebenarnya jika ada orang yang bertanya. Sebenarnya dengan melakukan hal-hal sederhana seperti di atas, bisa membuat mereka berpikir bahwa islam tidak mengerikan. Dan jika kita terus menebar kebaikan dan pesan perdamaian, maka islam phobia di dunia barat lama-lama akan terkikis. Sedikit demi sedikit.

    I really want this novel, udah ikut semua blog tournya tapi belum beruntung. Semoga kali ini beruntung.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  4. Nama: Ulfa Nursyifa
    Email: ulfansyifa@gmail.com
    Akun twitter: @ulfaminha

    Pertama, sederhana saja, yaitu 3S. Senyum, salam, sapa. Merealisasikan 3S ini dalm sehari-hari saat tinggal di Eropa. Sebenarnya tidak hanya di Eropa, tapi dimanapun ketika berhadapan dengan orang-orang.
    Kedua, berusaha menceritakan sedikit demi sedikit sejarah islam dan keunggulan islam kepada teman-teman orang Eropa tersebut. Sesuatu yang bisa membuat mereka berpandangan baik tentang islam.
    Ketiga, pastinya berbuat baik kepada orang-orangdi Eropa. Saling menolong, saling berbagi dan saling menghargai.
    Dengan ketiga hal tersebut, InsyaAllah persepsi orang-orang akan memandang islam itu baik.

    BalasHapus
  5. nama : Mukhammad Maimun Ridlo
    akun twitter : @MukhammadMaimun
    email : maimun_ridlo@yahoo.com

    “Menjadi seorang muslim/muslimah di Indonesia jelas lebih mudah daripada di Eropa. Jika kamu dapat kesempatan ke Eropa, apa sih yang akan kamu lakukan yang menurut kamu akan membantu mengurangi persepsi buruk orang atas muslim?”

    Aku akan menunjukkan kepada bangsa Eropa kalau Islam bukanlah seperti persepsi salah mereka itu dengan cara menunjukkan sikap bahwaa muslim itu toleran dan juga menyayngi sesama.
    Bukankah Alloh SWT saja tidak membeda-bedakan kasih sayang-Nya di dunia ini (beda kalau di akhirat) ?? sperti tertuang dalam bismillahirokhmanirrokhim...

    BalasHapus
  6. Nama : Tasya
    Akun twitter : @tasyaamanda95
    Email : tasyamanda9525@gmail.com

    Tidak menggurui. Menurutku setelah persepsi masyarakat Eropa yang telah mempunyai persepsi buruk orang muslim ada baiknya kita tidak menggurui, melainkan hanya memperkenalkan Islam dan mengajak dalam kebaikan.
    Toleransi. Islam dan agama lain mengajarkan kita untuk saling toleransi. Menurutku kita yang beragama muslim alangkah lebih baik menjalankan kembali toleransi dengan agama lain dengan cara tidak membeda-bedakan pertemanan, dan menghargai mereka yang berbeda agama.
    Bersikap lebih sabar dalam menghadapi sikap sinis dan skeptis masyarakat Eropa yang telah mempunyai persepsi buruk tentang Islam.
    Membalas dengan kebaikan apabila diperlakukan tidak baik oleh orang-orang yang mempunyai persepsi buruk tentang Islam.
    Berdoa kepada Allah agar dibukakan pintu hati orang-orang yang mempunyai persepsi buruk mengenai muslim.

    Terima kasih

    BalasHapus
  7. Nama: Riqza Nur Aini
    Twitter: @riqzanainiee
    Email: moha3451(at)gmail(dot)com
    LinkShare: https://twitter.com/riqzanainiee/status/679493441944981504?p=v
    .
    .
    Pertanyaan:
    “Menjadi seorang muslim/muslimah di Indonesia jelas lebih mudah daripada di Eropa. Jika kamu dapat kesempatan ke Eropa, apa sih yang akan kamu lakukan yang menurut kamu akan membantu mengurangi persepsi buruk orang atas muslim?”
    .
    .
    Jawaban:
    Aku akan menunjukkan indahnya agama islam lewat tingkah lakuku yang harus sesuai dengan ajaran agama Islam,sebagai seorang muslimah,tentu aku akan menunjukkan ciri khas seorang muslimah yaitu dengan memakai Jilbab dan tetap berpegang teguh terhadap agama islam yang aku anut dan tak tergoyahkan oleh apapun.Aku harus senantiasa beribadah,misalnya Sholat,membaca Alqur'an,rajin mengunjungi masjid,bersedekah,dll.Lalu sikap toleransi yang harus selalu aku laksanakan dimanapun,kapan pun,dan kepada siapapun.Dan aku akan menunjukkan kepada mereka bahwa Islam adalah agama yang rahmatalallil'alamin yaitu agama yang membawa kedamaian bagi semua makhluk hidup dengan cara saling menghargai,saling membantu,ramah ke semua orang terutama tetangga,dan mencoba untuk tidak sedikitpun membuat rugi orang lain.Jika disana aku mempunyai cukup uang,maka aku akan membeli tanah.Lalu di tanah itu aku akan membangun sebuah 'Perpustakaan Islam' dimana dilamanya penuh berisi dengan buku-buku tentang ajaran Islam,tentang kisah Nabi dan Rasul,tentang khadist2 para ulama,pokoknya semuanya tentang islam.Dan semua orang bisa masuk dan membaca buku2 disana tanpa dipungut biaya sepeserpun.Buku disana juga akan saya perbolehkaan dibawa pulang tetapi harus ada data2nya.Semua orang boleh bertanya dan boleh tahu apa saja tentang islam padaku,maka aku dengan senang hati akan membantu mereka.Tentu akan sangat mengasyikkan punya 'Perpustakaan Islam' di Eropa^^

    BalasHapus
  8. Nama: Eris Andriani
    Twitter: @RizAnNie88
    Email: ayaseyis@gmail.com
    Jawaban:
    Aku akan menunjukkan dan mengenalkan bahwa Islam itu adalah agama yg mulia.
    Aku akan mengenalkan islam seperti cara Sunan Kalijaga dulu ketika menyebarkan agama islam yaitu melalui budaya, dengan pagelaran wayang kulit yg menceritakan tentang ajaran islam dibantu oleh staff kedubes RI pastinya karena hal ini pasti membutuhkan ijin terlebih dahulu. Apalagi orang Eropa itu sangat tertarik dengan kebudayaan di Indonesia, sehingga cara ini sangat bagus untuk menarik minat mereka.

    Menjelaskan alasan kenapa wanita muslim memakai hijab, karena biasanya wanita berhijab itu dianggap aneh di Eropa. Kita memakai hijab bukan karena gaya.gayaan tapi karena berhijab untuk menjalankan perintah Allah SWT seperti yg disebutkan di kitab suci Al Quran, selain itu berhijab juga melindungi wanita dari pelecehan, menutup aurat, menjaga kesehatan dan kebersihan rambut, dan hijab membuat wanita lebih cantik dan anggun.

    Berhubung tragedi bom yg akhir.akhir ini membuat resah semua orang aku akan menunjukkan bahwa tidak semua muslim itu adalah teroris, karena dalam ajaran islam sendiri kita diajarkan untuk saling tolong menolong, menghargai sesama, menjaga kerukunan antar umat beragama, dan membunuh itu sangat sangat dilarang dalam ajaran islam. Sama seperti agama lain islam juga memiliki penuntun hidup yaitu Al Quran yg dimana didalamnya sudah dijelaskan tentang berbagai macam hal yg ada didunia ini, entah itu yg sudah berlalu maupun dimasa depan.

    Sekian (^v^)

    BalasHapus
  9. Nama : Rinita
    Akun twitter : @Rinita_1976
    Email : rinivir90@gmail.com
    Pertanyaan :
    “Menjadi seorang muslim/muslimah di Indonesia jelas lebih mudah daripada di Eropa. Jika kamu dapat kesempatan ke Eropa, apa sih yang akan kamu
    lakukan yang menurut kamu akan membantu mengurangi persepsi buruk orang atas muslim?”

    Jawabanku :

    Sebenarnya di setiap bagian suatu Negara telah ada agama Islamnya. misalnya di Eropa, yang walaupun sangat kecil sekali karena sebagian besar penduduknya menganut Nasrani. Dan aku sangat tergugah hatiku untuk membangun sebuah pondok pesantren disana, dengan berbekal ilmuku yg ku punya (karena sekecil apapun ilmu yg kita miliki wajib di bagikan kepada orang lain). Walaupun peminat para pesantrennya pasti minimal sekali yaitu masih orang2 islam saja yg tinggal disana. tapi lama-kelamaan pasti mereka yang nonmuslim akan terlimpahi hidayah juga kan (sebab hidayah itu datang karena kehendak Allah SWT). Bukankah ini suatu hal yang sangat mungkin terjadi?

    'Mungkin seperti inilah impianku agar islam semakin di kenal di negara dgn kapasitas penduduk NonMuslim seperti Eropa'

    BalasHapus
  10. Dias Shinta Devi
    @DiasShinta
    diasshinta.iyas@gmail.com

    Sedikit banyak orang akan menilai lewat sikap. Ya bersikaplah selayaknya muslimah sejati (insyaAllah).
    Mengadakan diskusi-diskusi sederhana yang membuat orang disekeliling kita memahami bahwa muslim dan Islam tak seperti yang mereka bayangkan.
    Buktikan lewat tindakan, bukan hanya ucapan :)

    Thanks kak atas GAnyaa..

    BalasHapus
  11. Evita
    @evitta_mf
    evita.mf27@ymail.com

    Merubah persepsi orang mengenai sebuah agama, saya rasa nggak mudah. Jika berkesempatan tinggal di Eropa dan berharap agar orang-orang sana bisa mengubah anggapan buruk mereka bahwa islam itu berbahaya atau teroris. Saya mungkin akan memulai dengan langkah-langkah kecil. Karena hal besar dimulai dari langkah kecil. Saya akan menerapkan 5S:
    1. Senyum
    2. Sapa
    3. Salam
    4. Sopan
    5. Santun
    Kepada siapa saja tanpa memandang agama atau kedudukan. Sebagai orang Islam kita tidak boleh lupa untuk tersenyum, kalau bisa menyapa juga sambil memberi salam (kalau sesama muslim Assalamualaikum, kalau beda agama; good morning, afternoon, night, evening). Bahkan Nabi Muhammad yang mengajarkan kepada umatnya untuk senyum sapa salam ketika berpapasan.
    Jangan lupa sebagai orang Islam yang memiliki kepribadian baik kita juga harus sopan dan santun.
    Kalau menerapkan 5S, insya Allah orang lain perlahan-lahan akan menilai orang yang beragama Islam ternyata tidak seperti apa yang mereka pikirkan. Islam tidak berbahaya, terbukti dari orang-orangnya yang ramah dan sopan.
    Insya Allah langkah-langkah kecil ini akan membawa kita pada perubahan besar.

    Link twitpic:
    https://twitter.com/evitta_mf/status/679752932556804096
    https://twitter.com/evitta_mf/status/679753302989352960

    BalasHapus
  12. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Email : himurasora@yahoo.co.id

    Ketika berada di negara Eropa dan membawa identitas keislaman saya, maka yang harus saya lakukan adalah .... percaya diri. Menurut saya percaya diri dengan apa yang kita yakini itu kunci untuk kita bisa bersikap di negeri orang loh. Dengan membangun percaya diri maka saya bisa menghadapi orang asing tanpa merasa terasing sendiri. Saya akan berusaha menunjukkan dengan identitas keislaman ini saya juga sama dengan mereka yang bisa tersenyum, mengobrol, bersikap ramah atau membantu jika ada orang lain yang kesulitan. Saya tidak akan menunjukkan ke-eksklusivan tapi berusaha untuk membaur dengan mereka. Karena dengan membaur saya dan mereka bisa saling mengenal dan mempersempit kesalahpahaman budaya atau keyakinan yang mungkin terjadi. Tentu dalam membaur saya akan tetap menjaga perilaku positif agar mereka nyaman bergaul dengan saya.
    Kalau kita tidak percaya diri dengan apa yang kita yakini, bagaimana orang lain akan mempercayainya juga ?

    BalasHapus
  13. Nama : Trias Nurilani
    Twitter : @rilanpotter
    E-mail : trias_lucu@ymail.com
    Dengan menjadi agen muslimah yang baik. Bisa, Lewat tutur kata kita saat bicara dengan seseorang. Sikap ramah, tolong-menolong kita sesama manusia. Menjalankan apa yang di perintahkan & menjauhi yang telah dilarang oleh Allah SWT. Dan membuktikan pada semuanya bahwa islam bukanlah agama yang keji, dan bukan teroris.

    BalasHapus
  14. Nama :Shanty Ary
    Twitter:@_ShantyAry
    Email: ary_maroon@yahoo.com

    Jawaban:
    Jika saya seandainya mwmpunyai kesempatan ke Eropa, sebagai seorang muslim yang baik, hal pertama yang akan dilakukan adalah bersikap ramah, humble dan terbuka bagi siapa saja yang ingin berteman dengan kita. Sebagai contoh misalnya saling berbagi, mau menolong orang yg kesusahan, positif thingking, tidak men-judge. Ketika ada orang yang menghina agama kita, tak perlu kita membalasnya dengan hal yang sama. Karen islam tak pernah mengajarkan dendam. Bahkan tetap bersikap baik dan tetap tersenyum, insha alloh bisa meredam kebencian orang lain terhadap islam.
    Intinya bersikap baik kepada siapapun. Menunjukkan bahwa Islam adalah agama damai, agama yang bisa menghargai apapun perbedaan antara makhluk Alloh. Entah itu keyakinan, kebudayaan, adat tanpa harus menjatuhkan harga diri seorang muslim.

    BalasHapus
  15. Saya akan bersikap sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Tetap tersenyum, ramah, sopan dan santun kepada mereka yang non muslim. Tetap menjaga hubungan baik antar sesama umat beragama. Dan yang paling penting, tetap terus menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya... :)

    Terima kasih kak

    Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Email : n0v4ip[at]gmail[dot]com
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/680322682735362048

    BalasHapus
  16. Nama: Andria
    Akun twitter: @goodenoughoks
    Email: mawarhs12@gmail.com

    Aku akan bikin sesuatu yang positif di Youtube misalnya sesuatu yang dilakukan oleh Adam Saleh dia mengunggah video tentang "MEET A MUSLIM FAMILY" dan banyak yang lain
    Ikut remaja masjid di masjid setempat, dan membuka tour to mosque seperti yang di unggah di youtube oleh 877-Why-Islam dengan judul "I went to a Mosque... Look what I saw!". Memperkenalkan ke orang-orang bahwa Islam itu indah dan penuh kedamaian.

    BalasHapus
  17. Nama : Amilatun Sakinah
    Twitter : @amilatunS
    Email : amilatunsakinah@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/amilatunS/status/680338224896606208
    Jawaban:

    Islam itu kan bagi setiap muslim/muslimah agama yang sempurna, ya. Nggak mungkinlah ada seorang muslim/muslimah yang menganggap Islam nggak sempurna. Hehe.
    Apa yang akan kulakukan adalah melakukan seperti apa yang kulakukan di Indonesia, yaitu berusaha untuk mencerminkan kesempurnaan Islam itu sendiri. Aku sih memang manusia biasa, bisa salah, bisa lupa. Tapi, aku yakin, ketika Allah menurunkan Islam, lalu Rasulullah menyebarkan Islam hingga bisa sampai kita raih sekarang, Allah tahu aku, kita, manusia, bisa mengambil Islam dengan sempurna. Allah nggak mungkin memberikan sesuatu yang diluar kuasa kita, toh?
    Karena, sejatinya, dengan berislam dan memegang teguh Islam itu sendiri adalah hal keeharian hidup. Jadi insya Allah akan mebuat orang lain berpikir mengenai Islam pun adalah agama yang baik.
    Juga, kemudian menyampaikan Islam. Gimana orang lain mau tahu Islam kalau kita nggak menyampaikan Islam itu seperti apa sebenarnya sehingga dapat menghapus persepsi buruk? :)

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  19. Nama: Leny
    twitter: @Lenny66677291
    email: leny.hermi@yahoo.com
    aku akan menunjukkan sikap yang baik, santun, sopan, ramah, dan beretika sebagai seorang muslimah, selalu tersenyum dengan tulus, menyapa dengan sopan, menolong mereka yg butuh pertolongan, selalu menghargai mereka/perbedaan itu. Aku yakin dgn kita menunjukkan sikap yg baik dan menghargai, pasti org juga akan baik ke kita dan menghargai kita. Intinya aku akan menunjukkan kalau Islam itu agama yang baik, cinta perdamaian dan selalu menghargai sesama.

    BalasHapus