Selasa, 01 Desember 2015

P.S I Still Love You



“Banyak orang yang keluar masuk di hidupmu. Untuk satu masa, mereka adalah duniamu, mereka segalanya. Lalu suatu hari mereka bukan lagi apa – apa bagimu.” (Hal. 347)


Penulis: Jenny Han
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Titish A.K
Ilustrasi isi: @teguhra
Cetakan: Pertama, September 2015
Jumlah hal.: 356 halaman
ISBN: 978-602-71505-3-9

Lara Jean tidak mengira akan benar – benar jatuh cinta pada Peter.
Dia dan Peter tadinya hanya berpura – pura.
Tapi tiba – tiba saja mereka tidak lagi berpura – pura.
Sekarang, Lara Jean tambah bingung dengan perasaannya dan juga dengan situasi yang dia hadapi.
Saat seorang pemuda dari masa lalunya tiba – tiba kembali ke dalam kehidupannya, percikan yang pernah ia rasakan pun kembali.
Bisakah seorang gadis jatuh cinta pada dua pemuda sekaligus?
Buku ini adalah sekuel dari To All the Boys I’ve Loved Before, tempat kita bisa merasakan cinta pertama lewat Lara Jean.
Cinta tidak pernah mudah,
tapi mungkin itulah yang membuatnya luar biasa

***

“Kalau mereka tidak saling bicara sekarang, bekas luka itu hanya akan mengeras seiring berjalannya waktu, lalu mengapur, dan kemudian mereka akan seperti orang asing yang tidak pernah saling mencintai. Dan itu adalah kemungkinan yang paling menyedihkan dibandingkan segalanya.” (Hal. 16)

Gadis – gadis Song kembali. Masih tetap berpusat pada kehidupan Lara Jean. Jika di dalam novel To All The Boys I’ve Loved Before bercerita tentang kehidupan Lara Jean yang jungkir balik akibat surat cinta yang selama ini ia simpan terkirim, maka di novel ini cerita berbeda.

Meskipun nanti di tengah cerita satu surat yang ikut terkirim di novel sebelumnya, kembali dan membuat kehidupan Lara Jean semakin membingungkan.

 Cerita dibuka dengan surat yang ditulis Lara Jean kepada Peter Kavinsky yang jadi penutup novel sebelumnya. Setelah itu cerita tentang kehidupan percintaan Lara Jean pun dituturkan. Kemunculan video rekaman salah satu moment intim yang dilewati Lara Jean dan Peter membuat kacau hidup Lara Jean.

Dan satu hal yang terus mengganggu Lara Jean, hubungan Genevieve dengan Peter yang membuat Lara Jean kadang merasa sebagai the outsider. Padahal sekarang Lara Jean-lah yang berstatus sebagai kekasih Peter.
Di sisi lain Kitty yang berkembang seiring dengan pertambahan usianya ikut mempengaruhi Lara Jean itu. Hubuangnnya dengan Josh. Dan kehadiran John Ambrose McClaren menumbuhkan perasaan berbeda di hati Lara Jean.

Bagaimana kisah cinta pertama Lara Jean ini akan berakhir?


“Yah, aku masih menganggap kalau menangisi seseorang bukan hal yang menyedihkan. Itu hanya berarti kau sangat peduli kepada mereka dan kau sedang sedih.” (Hal. 30)

***

“.... Kau boleh jatuh cinta pada Peter kalau kau mau, tapi berhati – hatilah dengan hatimu. Semua terasa akan berlangsung selamanya, tapi sebenarnya tidak. Cinta bisa pergi atau orang – orang bisa pergi, bahkan tanpa bermaksud untuk pergi. Tidak ada yang dijamin tidak akan berubah.” (Hal. 35)

Cerita tentang kehidupan Lara Jean masih membawa warna yang sama dengan yang diusung dalam novel To All the Boys I’ve Loved Before. Sosok Lara Jean yang jadi centre point dalam kisah ini masih digambarkan sebagai sosok gadis pada umumnya. Gadis yang tidak menonjol karena kecantikannya atau gadis yang mencolok karena sikap nerd-nya.

Namun nuansa romance dalam novel ini sangat kental. Jauh lebih banyak dari yang ada di novel sebelumnya. Ini karena di dalam novel diceritakan bagaimana Lara Jean dan Peter akhirnya benar – benar berkencan. Bukan sandiwara lagi.

Namun hubungannya bersama Peter inilah yang membuat Lara Jean mengalami banyak guncangan emosi. Cemburu, curiga, hingga patah hati. Ya, cerita ini jadi terasa dekat karena membahas sesuatu yang pernah atau sedang dirasakan oleh seseorang. Ya, ‘cinta pertama’ dan ‘patah hati’. Perpaduan yang menarik kan?
Itu yang bikin novel ini diterima dengan baik.

Oiya, kelebihan lain novel ini adalah tokoh – tokoh di dalam novel ini semuanya berkembang. Tidak hanya Lara Jean, Margot, Kitty, Josh,  hingga Ayah Lara Jean pun berkembang. Hanya Peter dan Genevieve yang tidak banyak berkembang. Namun ini sudah cukup membuat novel ini dinamis, tidak monoton.

Sedikit tambahan, Indonesia kembali disebut dalam novel ini seperti sebelumnya. Tapi menyebutkan bahwa ada budak dari Indonesia yang disekap. Hm..sebegitukah image Indonesia? *sila abaikan jika menurutmu tidak penting, Readers*

Oiya, saya suka dengan pembahasan “Jung” yang tertulis di halaman 332. Koneksi antara dua orang yang tidak bisa terputus. Penjelasan di paragraf tersebut menarik. Cukup menjelaskan hubungan yang terbentuk antara Lara Jean dan Genevieve.

Novel ini? Sama ringan dan manisnya dengan To All the Boys I’ve Loved Before.

Terakhir, jika ada yang bertanya apakah novel ini akan berlanjut? Jawabannya adalah ending cerita cenderung terbuka. Hubungan Lara dan Peter memang jadi jelas. Namun ada adegan lain yang menunjukkan Josh dan Lara Jean pun punya masa depan. Jadi bisa saja novel ini berlanjut. Tapi jika tidak berlanjut pun ya tidak masalah.


“.... Apa ego seorang cowok memang sesuatu yang rapuh dan mudah hancur? Sepertinya begitu.” (Hal. 166)

***

“Menurut Stormy, ada dua tipe cewek di dunia ini. Tipe yang mematahkan hati cowok dan tipe yang dipatahkan hatinya oleh cowok.” (Hal. 101)

“Apa yang ada di internet akan tetap ada di sana untuk selamanya.” (Hal. 103)

“Kau hanya tahu kau bisa melakukan sesuatu kalau kau terus melakukannya.” (Hal. 116)

“Pepatah bilang ‘ketidakhadiran menumbuhkan ketertarikan di hati’. Tapi kurasa mereka salah,’kedekatan menembuhkan ketertarikan di hati’.” ( Hal. 132)

“.... Dan jangan pernah  memercayakan pemuda itu untuk melindungimu. Seorang wanita selalu bisa melindungi dirinya sendiri.” (Hal. 141 – 142)

“Tubuhmu adalah milikmu, untuk kau lindungi dan kau nikmati.” (Hal. 143)

“Sekarang aku sadar, bahwa hal – hal kecil, usaha – usaha kecil, adalah sesuatu yang bisa membuat hubungan kami terus berjalan.”(Hal. 207)

“Kau tidak bisa melindungi dirimu sendiri dari patah hati, Lara Jean. Itu bagian dari hidup” (Hal. 275)

“Saat kau kehilangan seseorang dan rasanya masih menyakitkan, saat itulah kau tahu cinta kalian nyata.” (Hal. 321)

“Ini mungkin benar. Mungkin aku jatuh cinta dengan cinta!” (Hal. 323)







1 komentar:

  1. Jarang banget baca novel terjemahan. Soalnya kurang sreg sama gaya bahasanya.
    Tapi kayaknya ini cukup bikin penasaran. Pengin nyoba baca ini.-.-

    BalasHapus