Selasa, 10 November 2015

Cinder : The Lunar Chronicles Buku 1



“Beberapa misteri harus dibiarkan tak terpecahkan.” (Hal. 276)


Penulis: Marrisa Meyer
Penerjemah : Yudith Listiandri
Penyunting : Selsa Chintya
Proofreader : Titish A.K.
Penerbit: Spring
Cetakan: Pertama, Januari 2016
Jumlah hal.: 373 halaman
***
Sekali lagi. Berkesempatan untuk membaca buku yang bahkan belum beredar di toko buku offline dan online di Indonesia. Berkesempatan jadi sejumlah orang yang menikmati kerja keras tim penerjemah dan tim penerbit untuk menyuguhkan karya yang akan bisa dinikmati oleh pembaca Indoensia.

Terima kasih kepada Penerbit Spring yang merupakan imprint Penerbit Haru atas kesempatan ini. Terima kasih untuk kepercayaannya.

Sejujurnya saat mendapatkan email tentang naskah ini dan kerja sama yang ditawarkan oleh Penerbit Haru, saya tidak tahu sedikit pun tentang novel Cinder. Tidak tahu bahwa buku ini termasuk salah satu buku yang populer. Genre Young Adult dan Fantasi. Ini karena saya tidak menggilai Fantasi. Tapi ternyata saya benar benar menikmati cerita di novel ini.
 ***

Novel Cinder ini berkisah tentang seorang gadis cyborg (cybernetic Organism, manusia yang memiliki bagian tubuh robotic. Kadar di setiap orang bisa berbeda). Hidup Cinder bak dongeng Cinderella. Hidup bersama ibu tiri dengan dua adik tiri. Premis khas Cinderella. Ia kemudian bertemu dengan Pangeran Kaito. Pangeran Kai yang tampan dan ramah. Saat itu Pangeran Kai membutuhkan jasanya sebagai mekanik. 

Setelah itu, semuanya berbeda.


Cinder harus menghadapi banyak hal. Melihat orang yang dikasihinya sakit dan menjemput maut. Menjadi kelinci percobaan bagi usaha penemuan vaksin atas penyakit yang sudah belasan tahun merenggut nyawa penduduk Bumi. Penyakit Letumosis. Dan kini penyakit tersebut mengancam hidup Kaisar, ayah Pangeran Kai.

Di saat yang sama orang Bulan tepatnya Ratu Bulan, Ratu Levana memaksa untuk mengadakan aliansi. Menuntut agar Pangeran Kaito yang usianya jauh lebih muda dari Ratu Levana menjadikan Ratu Levana sebagai permaisurinya. Jika tidak, Ratu Levana akan memulai perang. Memerangi penghuni bumi!

Dan di tengah semua kemelut ini, kebenaran akan muncul. Masa lalu Cinder akan terbuka. Namun setelah kebenaran itu terbuka, apa yang akan terjadi? Apakah itu akan mengubah keadaan?

***

Membaca buku pertama novel Cinder ini saya dibuat terkagum. Saya suka dengan ide ceritanya yang menggabungkan dongeng yang sudah sangat kita kenal, Cinderella, dengan sci-fi dan fantasi. Membayangkan bahwa bumi kelak akan eksis setelah melalui 4 perang besar. Perang Dunia Pertama, Kedua, Ketiga, dan Keempat. Optimisme yang menarik jika mengingat bahwa saat ini kita bahkan merasa bahwa Perang Dunia Ketiga adalah akhir bagi kehidupan di bumi. 

Kemudia gambaran yang dimunculkan oleh penulis tentang kehidupan di masa tersebut pun sangat menarik. Ini karena cara penulis mendeskripsikan suasana. Mendeskripsikan tempat. Bahkan penggambaran penulis tentang orang Bulan pun menarik.

Selain itu, novel ini masih terasa relevansinya dengan kehidupan nyata dengan penggunaan nama negara. Ini membuat fantasi ini tetap membumi dan terkait dengan masa kini. 

Novel ini mampu menghadirkan ketegangan yang pas. Ketegangan saat hidup Cinder terancam. Namun di saat yang sama juga masih menceritakan perasaan Cinder saat berada di dekat Pangeran Kaito. Ini benar – benar menarik.

Tapi saya punya pertanyaan kecil. Hm.. saat Cinder diizinkan pulang oleh Dokter Erland kok bisa sih prosesnya mudah. Bukannya semua hal dikontrol oleh teknologi mesin ya? Kan biasanya ada jalur perintahnya gitu kan? Cinder kan udah sempat disuntikin virus Letumosis, kok bisa bebas dengan mudah?

Tapi di luar itu saya benar - benar menikmati ceritanya. Hm..dan Readers, Pangeran Kaito tuh loveable banget.

Saya jadi tidak sabar menunggu buku berikutnya.

3 komentar:

  1. Waaa, Cinder >_< fantasy-nya keren :3

    BalasHapus
  2. Jawaban pertanyaan kamu ada di chapter 11 tuh.

    Ah emang Kai itu so sweet tapi Thorne itu lebih lucu dan aku paling suka Iko :)
    Kok bikin ngiri sih udah dapet duluan >.< Bisa kali oper ke sini :p

    BalasHapus
  3. Dan dikepoin lagi dengan review Cinder. Gak sabar dapetin bukunya. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus