Senin, 26 Oktober 2015

Sayap – Sayap Mawaddah



“Perjodohan pada prinsipnya adalah sebuah penetralan sesuatu yang ekstrem. Dengan adanya jodoh, kutub maskulin bertemu kutub feminim. Terbentuklah keseimbangan.” (Hal. 22)


Penulis: Afifah Afra & Riawani Elyta
Penyunting Bahasa & Penyelaras akhir: Mastris Radyamas
Penata letak: Bagus Muhammad Ma’ruf
Desain sampul: Andhi Rasydan
Penerbit: Indiva
Cetakan: Pertama, Juli 2015
Jumlah hal.: 208 halaman
ISBN: 978-602-1614-65-5

Sakinah, menurut ulama, adalah hadiah dari Allah untuk sepasang suami – istri yang menikah dalam rangka menyempurnakan separuh agama. Modal sakinah, jika dikelola dengan baik, akan menghasilkan mawaddah dan rahmah. Inilah sesungguhnya pilar penting dalam sebuah pernikahan. Dalam buku ini, penulis secara khusus dan mendetail memaparakan pilar mawaddah, alias cinta yang khusus terjalin antarsepasang manusia yang berlawanan jenis, yang telah sah sebagai suami istri. Pilar ini penting unruk dikaji. Karena secara manusiawi, manusia memiliki hasrat terhadap lawan jenis. Islam tidak hendak menghilangkan hasrat tersebut, namun dikelola dalam sebuah ikatan cinta yang sakral, dan dijadikan sebagai sarana regenerasi manusia itu sendiri. Di satu sisi, inilah yang membuat sebuah pernikahan seringkali terasa begitu indah.

Ya, pernikahan ibarat buah segar. Pernah melihat rangkaian buah anggur yang dipajang menawan? Dari tampilan kulitnya saja yang merah merona, akan mampu menyedot rasa ketertarikan yang besar dari siapa pun yang menatapnya. Kita penasaran, menatapnya berlama – lama, ingin mengulik isinya, mencicipi rasanya, membayangkan kelezatannya. Sementara, bagi yang telah mencecap nikmatnya, sepertinya tak sabar untuk mengabarkan kepada dunia, seberapa buncah kebahagiaan kita. Namun, memang ada yang mendadak memuntahkan anggur yang terlanjur dikunyah, karena ternyata dagingnya kecut, busuk, atau berisi ulat. Tentu, kita tdak menginginkan hal ini terjadi pada kita, bukan? Karena itu, mari kita baca buku ini!

***

Buku Sayap – Sayap Mawaddah ini adalah lanjutan pembahasan dari buku Sayap – Sayap Sakinah. Yup, kedua buku ini membahas tentang pernikahan. Menjabarkan doa – doa yang terucap terkait pernikahan,“Semoga sakinah, mawaddah dan rahmah.”

Masih jelas saya ingat saat membaca buku Sayap – Sayap Sakinah, saya masih berstatus single dan jomblo. Tidak punya calon pasangan dan bahkan calon suami. Membaca buku Sayap – Sayap Sakinah saat itu, bukannya membuat saya jadi galau maksimal, melainkan menumbuhkan keyakinan untuk sibuk memperbaiki diri dan belajar lebih banyak tentang pernikahan dalam Islam, sehingga kelak ketika jodoh datang dan saya dipinang, maka bekal yang saya sediakan sudah cukup.

Namun ternyata saya salah. Membaca buku Sayap – Sayap Mawaddah membuat saya menemukan bahwa semakin banyak saya membaca, maka semakin saya tahu bahwa sangat sedikit ilmu yang saya miliki. Buku ini membuat saya memahami apa yang tidak pernah saya ketahui apalagi pahami tentang “mawaddah”.  Melalui buku ini saya memperoleh pemahaman bahwa “mawaddah adalah semacam perasaan cinta yang bersifat fisik, passionate (gairah), sebagaimana yang terjadi antara dua orang yang berlawanan jenis.” (Hal. 24)

Bahwa mawaddah mengarah kepada perasaan sayang yang diikuti oleh nafsu seksual. Namun tidak semua nafsu seksual itu tergolong mawaddah. Syarat utama ia disebut mawaddah jika ia diikat oleh pernikahan. 

Pemahaman ini membuat saya menyadari bahwa betapa Islam telah mengatur semua hal bagi kebaikan manusia. Gairah manusia tidak dikungkung. Hanya diberi batasan. Diatur. Namun tidak diharamkan/ dilarang. Bahkan mawaddah ini dalam Islam dianggap sebagai hal penting bagi pernikahan. Subhanallah betapa Allah telah mengatur semua hal bagi manusia.

Dan seperti sebelumnya, penuturan Afifah Afra dan Riawani Elyta mudah dipahami. Mengalir dengan baik. Dan didukung oleh sejumlah fakta ilmiah. Ini membuat pembahasan ini menjadi informasi yang akhirnya menjadi pengetahuan. Namun di saat yang sama diketengahkan bahwa hubungan seksual itu bukanlah hal haram dalam Islam. Ia bagian dari syariat dan telah diatur dengan sangat baik. Ketika aturan itu dipahami dan diaplikasikan maka kebahagian akan menanti.

Selain itu, dalam buku Sayap – Sayap Mawaddah ini, pembaca tidak hanya disuguhi pendapat para ulama terkait penikahan khususnya tentang mawaddah, namun juga berisi fakta – fakta, penelitian yang terkait, hingga kisah – kisah para orang saleh dalam menjalani mawaddah ini.

Salah satu kisah favorit saya adalah tentang Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang ditulis di halaman 37. Kalimat pamungkasnya sungguh indah,”Cinta itu tetap ada di dalam hatiku, bahkan jauh lebih kuat daripada yang dahulu – dahulu.” Bagi para pecinta kisah beliau mungkin dianggap “sad ending”, namun bagi orang – orang yang paham, kisah beliau adalah sebuah bentuk ketaatan yang sangat besar kepada Rabb Semesta Alam.

Selain itu, Riawani Elyta banyak menuliskan tips terkait cara membangun kecintaan pada pasangan. Sehingga tercipta mawaddah. Riawani Elyta juga mengetengahkan tips tajammul. Tajammul berarti memelihara tubuh dan memelihara kecantikan alaminya serta menjauhkan dari hal – hal yang mengotori atau merusaknya. (Hal. 112)

Jadi, pada intinya, buku Sayap – Sayap Mawaddah ini menjadi rujukan yang membahas dengan lengkap dan padat hal – hal terkait mawaddah dalam pernikahan. Mulai dari definisi, penjabaran konsep, ilmu tentang seksologi (Yang dibahas dengan bahasa yang ringan namun tetap ilmiah dan santun oleh Ahmad Supriyanto), berbagai tips untuk menciptakan mawaddah serta berisi kisah – kisah nyata yang bisa menjadi inspirasi bagi pembaca.

Dan sejujurnya sekali lagi, buku Sayap – Sayap Mawaddah datang di saat yang tepat seperti halnya buku Sayap – Sayap Sakinah. Saya yang baru saja menikah 5 bulan lalu, membutuhkan semua ilmu yang bisa saya serap di buku ini. Saya bahkan membagi informasi yang saya dapatkan kepada suami saya. Kami membaca beberapa bagian bersama – sama dan mendiskusikannya. Dan sejujurnya kami merasakan banyak manfaat darinya.

1 komentar:

  1. Mbak Atria post ini untuk ikutan lomba resensi dari Mbak Ria ya? :D

    Ya ampun, sayap-sayap sakinah aja aku belum baca. Udah hadir aja sayap-sayap mawaddah. :(
    Berarti aku nanti bacanya harus sepaket nih. Penting. Mungkin juga nanti akan ada buku lanjutannya yaitu sayap-sayap rahmah? Hehehe.

    BalasHapus