Kamis, 22 Oktober 2015

[Review + Giveaway] Mencari Sebuah Titik



“... segala sesuatu tetap ada jalan keluarnya, kebuntuan itu ada hanya ketika kita benar – benar berhenti.” (Hal. 55)


Penulis: Torianu Wisnu
Penerbit: Quanta (Imprint Elex Media Komputindo)
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: xiv + 160 halaman
ISBN: 978-602-02-7271-7

Sama seperti hidup, buku ini laiknya puzzle. Setiap pribadi berhak menyusun dan merangkai puzzle-nya masing – masing. Begitu pun kita memiliki potongan demi potongan yang tersusun secara ‘acak’ dalam buku ini.

Jika tak cermat, kita akan ‘terjebak’ dalam beberapa kalimat tertentu.
Meski ini ‘hanya’ sebatas Mencari Sebuah Titik’, tetapi persisi yang disampaikan kakak saya, Anis Khurli, “Kamu tidak hanya akan menemukan ‘titik’. Tetapi, akan banyak koma, tanda tanya, tanda seru, petik satu, dan (mungkin) akan menemukan idiom – idiom baru.”

Bersiaplah untuk mengerutkan dahi, nyinyir, atau sekadar tersenyum simpul menyiak setiap kisahnya.

Hingga akhirnya kita akan menyadari bahwa, memang sulit memahami kehidupan yang tak pernah kita ketahui akhir dari sebuah ceritanya. (Karena barangkali, cerita itu akan berlanjut lagi esok hari). Tapi, inilah menariknya kehidupan. Ia memberikan jawaban dari setiap misteri.

***

“Menikah adalah menyatukan dua hati. Jadi menikah harus penuh keridhaan. Ridha orang tua adalah ridha Allah.” (Hal. 11)

Dalam buku ini ada kumpulan titik. Tepatnya ada 24 titik yang mengetengahkan banyak hikmah tentang hidup yang coba dikumpulkan oleh tokoh Genta dan “saya” di dalam buku ini.

Ya, buku ini sulit untuk di definisikan. Ia bukan buku non-fiksi, namun tokoh Genta dan ‘saya’ bisa jadi adalah rekaan. Namun menyebutnya fiksi, rasanya banyak penuturan yang serupa dengan penuturan buku non-fiksi.

Hm... bacalah dan sila definisikan sendiri.

“Kita pun nggak pernah tahu, orang – orang yang datang dalam hidup kita itu ‘benar’ atau ‘salah’. Benar menurut kita belum tentu menurut-Nya, salah menurut kita belum tentu salah menurut-Nya, karena kita kan makhluk penduga.” (Hal. 32)

***

“...: Kalau jodoh, Allah akan mempermudah jalannya. Jadi kalau selama ini usaha kita masih sulit, mungkin saja memang bukan jodoh. Tidak bisa dipaksain, serahkan saja ke Yang Maha Mengatur.” (Hal. 88)

Buku ini memiliki cara bercerita yang menarik. Ada dua pencerita di dalam novel ini. Dominan adalah tokoh “saya”. Namun saya selalu bercerita tentang kehidapan Genta. Kemudian sesekali tokoh Genta pun diberi ruang untuk menuturkan sendiri ceritanya.

Cara bercerita ini memang unik dan menarik. Sayangnya, eksekusinya belum halus. Membedakan kedua karakter ini terasa sulit karena gaya bercerita keduanya masih sulit dibedakan.

Selain itu, jika menyebut buku ini sebagai sebuah karya fiksi, keterangan tentang waktu di dalam buku ini sangat kabur. Terutama di Titik Keempat, ‘Dijewer Tuhan’ pembahasan tentang kejadian sebelum Merapi, kapan dia menemui seseorang di Jogjakarta tidak bisa ditemukan urutan yang tepat. Padahal ini cukup perlu untuk memahami cerita yang ingin disampaikan penulis.

Namun, di luar itu semua, cara bercerita di dalam buku ini ringan. Bahasa tutur dijadikan bahasa tulisan. Ini membuat buku ini jadi terasa ringan untuk dibaca. Sisipan hadist, terjemahan ayat Al – Quran jadi lebih mudah diterima karena narasi yang ringan ini. Meski muatan hikmah yang coba disampaikan tidak ringan.
Ini salah satu filosofi yang bisa pembaca temukan di dalam buku ini:

“Kehidupan ini seperti permainan ular tangga. Kita semua sama – sama mulai dari nol, kemudian kita melempar dadu untuk menentukan ke mana harus melangkah untuk pertama kali. Kadang kita mendapatkan keberuntungan, menaiki anak tangga yang tinggi dan otomatis menyingkat perjalanan. Tapi, kadang kita mendapat buntut ular. Yang akhirnya kita harus turun. Ada yang turunnya rendah, tapi ada pula yang menukik tajam.” (Hal. 48)

Pemikiran semacam ini masih banyak bertebaran di dalam buku. Memersilakan pembaca memetik hikmah yang sesuai dengan kehidupannya.

Dan, terakhir. Untuk kamu para jomblo, kisah Genta akan membuatmu tidak merasa sepi dan sedih sendiri. Sebab perjuangan Genta dalam menemukan jodohnya mungkin sama atau mirip dengan perjuanganmu, Readers :)

 “Gagal memahami keadaan adalah gagal untuk mengambil tindakan. Bukan karena tingkat kerumitan yang tinggi tapi lebih kepada kebodohan pribadi.” (Hal. 152)

***

Ok, Readers. Sesuai dengan judul postingan ini, sudah ada 1 buku Mencari Sebuah Titik yang sudah disiapkan Mas Tori untuk satu orang Readers yang beruntung. Nah, kamu mau jadi yang beruntung mendapatkannya?

Caranya mudah. Ikuti saja langkah – langkah di bawah ini:
1. Follow akun twitter @atriasartika dan @TorianuWisnu

2. Share Review dan Giveaway ini di akun twitter kamu dengan mention @AtriaSartika dan @TorianuWisnu pakai hashtag #MencariSebuahTitik

3. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar di bawah postingan ini:

“Siapa sosok yang kehidupan pribadinya membuatmu belajar banyak hal tentang kehidupan? Kenapa?”

Sertakan data dirimu berupa nama, akun twitter,dan email juga ya

4. Giveaway ini berlangsung dari 22 Oktober – 25 Oktober 2015

5. Hanya untuk yang berdomisili di Indonesia ya, Readers.

Mudahkan? Jadi jangan lupa untuk ikutan. Hanya 4 hari, lho!!! 

***

Oiya, akan ada juga #LiveInterview #MencariSebuahTitik di akun twitter pustawakan My Little Library: @atriasartika


25 komentar:

  1. Nama: Safitri Ariyanti
    Akun twitter: @safitriariyanti
    Email: safitriariyanti@gmail.com

    Jawaban: Alhamarhum Ayahku. Meski beliau pergi disaat aku belum mengerti apa arti kehidupan dan tak banyak waktu yang kuhabiskan bersamanya. Setidaknya aku mengenal bagaimana kepribadiannya. Kenapa Ayahku? Karena sedikit banyak, kepribadian ayahku-lah yang membentuk kepribadianku seperti sekarang. Baginya, hidup bukan soal uang dan kemewahan, tapi bagaimana lingkungan kami bisa turut mencicipi apa yang kami miliki. Utamanya tentang hasil berladang. Dia suka berbagi, suka berbagi apa yang ladang kami hasilkan. Sebagai contohnya, beberapa tahun sebelum dan sampai beliau meninggal. Beliau menekuni kebun jeruk di ladang. Seringkali, ketika jeruk berbuah, orang-orang yang melintasi ladang kami dengan nakal sengaja mengambil jeruk-jeruk diladang bahkan ketika jeruk belum cukup manis untuk dimakan. Pernah ada seseorang yang bercerita, bagaimana malunya dia ketika terpergok sedang memetik buah jeruk diladang kami. Alih-alih memarahi orang itu, Ayahku malah menyuruh dirinya untuk memenuhi kantung plastik yang dibawanya. Dan ketika jeruk panen, sejak dari ladang beliau sudah menyiapkan plastik berisi jeruk, sebagai persiapan barangkali bertemu orang dijalan dan ingin mencicipi apa yang dibawanya. Meski hasil panen tak banyak, hanya beberapa kotak kayu saja, beliau akan dengan sukarela menyiapkan plastik-plastik berisi jeruk untuk diberikan kepada tetangga. Setidaknya tetangga dekat kami. Bagi ayahku, selagi kita mempunyai sesuatu yang tak dimiliki orang lain, bukankah akan lebih indah jika mereka ikut merasakan apa yang kita miliki? Pada intinya, pemahaman darinya mengenai kehidupan adalah hidup bukan soal uang dan kemewahan, tapi bagaimana kita mendahulukan hubungan sosial dengan orang yang kita kenal dengan berbagi apa yang kita miliki daripada hanya merasakannya sendiri.

    BalasHapus
  2. Nama : Tiara I. K.
    Twitter : @tirr_
    Email. : tiara.borpang@gmail.com

    Jawaban : Ibuku. Karena beliau lah yg paling dekat dan paling mengerti keadaan anak-anaknya (termasuk aku), maka aku belajar banyak hal tentang kehidupan darinya. Mulai tentang menjadi seseorang yg ramah dan lembut kepada orang lain, berakhlak, berjiwa mulia, dan berwawasan, serta menjadi orang yg penuh kasih&tdk egois. Beliau mengajarkan, selama kita mampu, tdk ada salahnya membantu. Dari setiap masalah yg beliau hadapi, aku belajar bagaimana menjadi bijak dalam mengambil keputusan, menghadapi setiap masalah dgn tenang dan mensyukurinya, menjalani hidup dgn tulus&ikhlas, jd org berguna, tidak mudah mengeluh dan tidak bosan untuk belajar. Yang paling penting yg ku ketahui dari beliau, bagaimana menjadi wanita yg tegar dan tangguh, jgn jadi lembek menghadapi kehidupan yg keras ini:')
    Thx ya ka :)

    BalasHapus
  3. Tri Indah Permatasari
    @LiebeIs0503
    triyusufciduk@yahoo.com


    Lee Hyuk Jae, salah satu member Super Junior yang biasa disapa Eunhyuk. Kenapa harus Eunhyuk? Sulit menjabarkan tentang dirinya, karena jujur aku tidak mengenalnya dengan baik, maksudku mengenalnya secara langsung. Tapi yang ku tahu, aku memiliki banyak perubahan dalam hidupku setalah aku mengetahui banyak hal tentangnya, entah itu melalui info di media sosial atau acaranya di televisi atau video youtube. Aku menjadi orang yang mudah berbaur, ramah, dan tak segan untuk memberanikan diri memulai percakapan, membayangkan dulu aku adalah seorang wanita yang dulunya hanya memilih duduk disudut tempat sepi, jauh dari keramaian dan hanya berdiam diri tidak peduli dengan orang disekitar. Aku yang tak pernah menyimpan senyumku, tawaku, semuanya kulepas begitu saja ketika aku memang menginginkannya, tanpa rasa malu. Aku yang terus berjuang mencapai mimpiku, mimpi untuk kebahagianku dan orang yang kuncintai. Aku yang menjadi peduli akan orang lain, biasanya acuh karena merasa bukan urusanku. Aku yang menjadi lebih dewasa saat berpikir dan bertindak. Tidak mudah termakan emosi, bisa mengatur perasaanku dengan baik. Semua hal positif terjadi dalam diriku, dan kini aku sedang belajar untuk tidak menyakiti perasaan orang yang kuncintai karena aku belajar darimu yang terus berusaha tampil baik dihadapan semua orang tanpa peduli bagaimana keadaanmu sekarang.

    BalasHapus
  4. Kiki Suarni
    @Kimol12
    kikisuarni616@yahoo.com

    Sosok yang membuatku belajar banyak tentang hidup adalah orang tuaku, terutama Ibu. Beliau mengajarkan banyak hal dari aku kecil hingga dewasa. Tentang iman, budi pekerti, dan nilai-nilai kebaikan yang beliau tanamkan padaku. Tapi aku juga belajar banyak dari Ayah. Tentang disiplin dan kerja keras. Selalu berusaha dan berdoa. Dan yang paling penting selalu bersyukur pada Allah SWT.

    BalasHapus
  5. nurunnisa
    @nihiza
    niznurunnisa1@yahoo.com

    Tri Hendarto. Jangan tanya dia siapa. Aku pun bingung siapa dia dalam hidupku. Yang pasti, 7 bulan aku mengenalnya, sudah begitu banyak pelajaran yg dia ajarkan untukku.
    Sangat banyak pelajaran yang dia berikan tentang hidup. Tentang mewujudkan mimpi, tentang cinta, tentang perencanaan hidup, tentang melawan rasa takut, dll.
    Dia satu-satunya orang yang membuat saya yakin bahwa kita pasti bisa dalam hal apapun. Dia bisa membuat yang tidak mungkin jadi mungkin. Dia membuat yang jauh menjadi dekat. Dia membuat mimpi menjadi kenyataan. Dan yang sangat aku bangga dengan dia adalah dia tidak pernah menggurui dengan teori saja, tapi dia mencontohkannya langsung semua yang dia katakan

    BalasHapus
  6. Nama : Afika Yulia Sari
    Twitter : @afikayulia
    Email : afikayuliaakb@gmail.com

    Ayah.
    Karena Ayah selalu mengajarkanku hidup sederhana dan engga neko-neko. Mengajarkan aku arti sabar meskipun aku suka ngeluh, mengajarkan hidup hemat dan Ayah selalu mengerti dengan apa yang aku mau. Oh ya satu lagi, Ayah itu pendengar yang baik, lebih nyaman curhat sama Ayah. Pokoknya cinta banget sama Ayah :)
    Hope : Ayah, jangan sibuk melulu dong, kapan ngeluangin waktunya buat aku?

    BalasHapus
  7. Nama : Afika Yulia Sari
    Twitter : @afikayulia
    Email : afikayuliaakb@gmail.com

    Ayah.
    Karena Ayah selalu mengajarkanku hidup sederhana dan engga neko-neko. Mengajarkan aku arti sabar meskipun aku suka ngeluh, mengajarkan hidup hemat dan Ayah selalu mengerti dengan apa yang aku mau. Oh ya satu lagi, Ayah itu pendengar yang baik, lebih nyaman curhat sama Ayah. Pokoknya cinta banget sama Ayah :)
    Hope : Ayah, jangan sibuk melulu dong, kapan ngeluangin waktunya buat aku?

    BalasHapus
  8. Nama: Eris Andriani
    Twitter: @RizAnNie88
    Email: ayaseyis@gmail.com

    Sosok yg membuatku belajar banyak tentang kehidupan yaitu:

    1. Nabi Muhammad SAW, perjuangan beliau dengan pantang menyerah memperjuangkan islam sangat sangat patut dicontoh. Mengajarkan bahwa sesulit apapun keadaan kita harus tetap bersabar, berusaha dan berdoa. Karena Allah selalu bersama orang-orang yg mengingatNya.

    2. Orang tua sudah pasti, selain panutan yg baik mereka selalu berharap agar aku bisa lebih baik dari mereka. Sesulit apapun itu aku akan terus berusaha karena selalu ada doa ibuku yg selalu menguatkanku.

    3. Taylor Swift, siapa yg tidak kenal dengan mbak yg satu ini bakat hebatnya yg sudah mendunia tidak menjadikannya sosok yg sambong dan arogan seperti artis pada umumnya.
    Dia sangat dermawan dan peduli dengan sesama, contohnya dia mendonasikan semua hasil penjualan tiket tour dunia bertakjub Speak Now World Tour untuk korban bencana banjir dan angin topan di Amerika Selatan.
    Pernah berpartisipasi dalam kampanye Stop Bullying.
    Dan yg paling baru saat ini semua hasil vidio Wildest Dreams disumbangkan untuk usaha Konservasi Satwa Liar lewat African Parks Foundation of Amerika.
    Dia berani mencoba sesuatu yg baru dengan mengubah genre musik countrynya dengan genre pop dialbum barunya 1989 , dan menuai kesuksesan yg luar biasa.
    Walaupun Taylor pernah dibully oleh para hatersnya dia tetap bertahan dan terus bekerja keras demi orang-orang yg mendukungnya.
    Dan yg lebih penting Taylor Swift tidak pernah mengenakan pakaian tidak senonok dimuka umum.

    Terima kasih maaf kalau terlalu banyak, karena menurutku belajar tentang kehidupan itu tidak dari satu orang saja. Terima kasih hehe: )

    BalasHapus
  9. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Email : n0v4ip@gmail.com

    Selain sosok kedua orangtua saya, kakak saya merupakan sosok yg kehidupan pribadinya membuat saya belajar banyak hal tentang kehidupan. Diantaranya semangatny dalam menuntut ilmu. Meski biaya tidak mendukung namun semangat belajarnya tidak pernah pudar, dia melakukan apa saja [selama itu halal] agar bisa membiayai kuliahnya ntah itu dengan mengajar, menjual es dan kripik dan lainnya. Dan dari kakak juga saya belajar banyak tentang cinta, pernikahan, rumah tangga, kesabaran dan kegigihan. Kehidupan asmara, pernikahan sampai rumah tangga nya menjadi contoh nyata untuk saya bahwa pacaran bertahun-tahun, hal-hal manis selama pacaran belum tentu bisa menjamin biduk rumah tangga mu akan bertahan selamanya
    bahkan bisa saja kebersamaanmu saat pacaran jauh lebih lama daripada saat kau berumah tangga. Kehidupan kakak saya adalah pelajaran berharga untuk saya.

    Terima Kasih kak Tria ^^

    BalasHapus
  10. Nama : Erin Friyana
    Twitter : @RinShoak
    E-mail : tomoyo.rin@gmail.com

    Ayahku.
    Ayah bukan seorang pengusaha, bukan seorang pengajar, bukan seorang mentri, ataupun bukan seorang ilmuan. Ayahku hanyalah seorang petani yang terkadang juga kuli bangunan. Ayahku memang lulusan SD tapi ilmunya lebih banyak dibandingkan anaknya yang lulusan S1. Ayah orang yang bijak, tidak pernah mengeluh dan selalu mengutamakan anak-anaknya. Bahkan ayah rela tidak makan hanya untuk membiayai sekolah aku dan adikku. Ayah selalu bilang "Dimanapun aku berada kamu harus jadi orang jujur." Pribadi ayah yang lugas dan pekerja keras membuat diriku harus kuat seperti ayah karena ayah selalu mengajarkan ku tentang kehidupan untuk tidak menyerah, mudah percaya sama orang, kata ayah " Tidak semua orang itu punya niat yang baik terhadap kita sekalipun mereka berbuat baik." Sekarang aku mengerti tentang semua petuah ayah, hidup itu tidak enak, tapi ayah mengajarkan ku untuk selalu bersyukur.

    BalasHapus
  11. nama: khusnul
    twitter: @imahreana
    email: khusnulalsyafia@gmail.com

    nenek, karna beliau selalu mengajarkan ke saya bahwa setiap pelajaran hidup yg kita jalani itu takdir yg mau gk mau harus kita lewati. Jangan pernah takut, ikhlasin aja. Maka semua akan terasa mudah jika kamu telah ikhlas, karena semua berawal dari keikhlasan. Di usia senja beliau pun masih giat bekerja, nah itu yg selalu memotivasi saya, bahwa jika kita mau dan kita berusaha kita akan memetik hasilnya.

    BalasHapus
  12. Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Email: ayamurning@gmail.com

    “Siapa sosok yang kehidupan pribadinya membuatmu belajar banyak hal tentang kehidupan? Kenapa?”

    Karena yang ditekankan di sini adalah kehidupan pribadinya, maka saya akan menjawab tentang seseorang yang saya kenal secara pribadi pula, serta dalam contoh yang real. :)

    Saya belajar banyak hal dari mbak kandung saya. Saya mengagumi dia luar dan dalam. Dulu boleh jadi kami langganan musuh berantem waktu saya masih kecil. Maklum, umur kami terpaut cukup jauh, jadinya dia sangat dominan dalam mengatur dan mengajari saya bagaimana cara hidup teratur. Tapi justru itu yang berguna buat saya hingga sekarang. Dia mengajarkan hidup disiplin.

    Dulu awal tahun 2000an, orang yang berhijab itu belum banyak, dan dulu kesan terhadap orang berhijab sudah tentu alim. Tidak seperti sekarang, yang berhijab kadang cuma sebagai tameng. Mbak saya mulai pakai hijab di awal masa kuliahnya, dan saat itu memang sudah rajin ibadahnya serta lumayan banyak pengetahuan agamanya. Saya katakan dia memang sudah pantas dengan hijabnya. Alhamdulillah sampai sekarang ia tetap istiqomah. Makin lama hijabnya makin syar'i, malah sekarang sudah bercadar.

    Dari perilakunya lembut, perkataannya terjaga, rajin ngerjain pekerjaan rumah, suka masak, suka baca buku keagamaan, menjaga silaturahmi dengan kerabat-kerabatnya, sangat memantaskan diri, dan akhirnya punya jodoh yang nggak sembarangan. Proses pemantasan diri itu panjang, saya saksinya, tapi ia punya balasan yang setimpal pula bagusnya. Dia nggak punya musuh, banyak orang yang suka berteman bahkan suka dalam artian lebih kepadanya. Nggak kayak saya yang masih suka ceplas ceplos dan teriak-teriak 8 oktaf.

    Sekarang dia sudah punya 3 anak. Saya juga salut dengan caranya mendidik anak. Sejak bayi, tiap anaknya mandi dan dibajuin selalu dibacain doa dan surat-surat pendek. Ketika anaknya berumur 3 tahun sudah pada bisa mandi dan buang air sendiri (tanpa diapers). Umur 4 tahun sudah bisa belajar hitung dan menulis. Umur 5 tahun sudah rajin sholat dan ngaji. Umur 6 tahun sudah punya anak yang mandiri. Dia sosok yang sangat sabar mengurus anaknya, pasalnya mereka rentan sakit terutama karena amandel. Sangat awas dengan makanan anaknya. Dari caranya ketika menghukum anaknya pun tidak pernah berlebihan dan tidak pula pernah memanjakan anak. Mendidik cara hidup disiplin ternyata dia teruskan juga kepada anak-anaknya.

    Nggak lupa juga jadwal rutin seminggu sekali pas weekend selalu ngunjungin rumah kami supaya anak-anaknya tetap dekat dengan eyangnya. Ini salah satu hal yang patut saya contoh kelak. Karena jaman sekarang suka kebalik, malah si orang tua yang sering ngunjungin rumah anak daripada si anaknya yang nyamperin.

    Sebagai ibu rumah tangga yang fokus mengurus anak, tidak salah jika anaknya sekarang pada nurut dan rajin. Ia korbankan gelar sarjana yang ia punya demi ngurusin keluarga, suami & anak. Tapi, pengorbanannya tidak sia-sia jika melihat betapa bahagia dan rukunnya mereka sekarang.

    Dia seperti cermin istri idaman yang didambakan lelaki. Dari gerak geriknya, tutur katanya, cara berpakaiannya, rutinitas ibadahnya, aaaahhh pengin saya tiru semuanya. Dia mengajarkan pada kami tentang hidup yang baik sebagai perempuan, bukan dengan cara ceramah, melainkan langsung dengan contoh perbuatan. Kalau dulu saya cenderung cuek menjalani hidup dan pokoknya "semau gue". Tapi, setelah melihat dia yang begitu, saya jadi terinspirasi dan ingin bisa seperti dia. ;)

    BalasHapus
  13. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun Twitter : @Agatha_AVM
    Email : agathavonilia@gmail.com

    “Siapa sosok yang kehidupan pribadinya membuatmu belajar banyak hal tentang kehidupan? Kenapa?”

    Oma tercinta, alasannya karena menurutku tidak ada orang yang hebat seperti dia. Oma itu jago masak, pinter, jago bikin kerajinan tangan, selalu ngasih nasehat (walau kadang nyebelin juga), seneng bercanda, dan paliiiingggggg jagoooo bikin cucunya seneng (ngasih duit maksudnya).

    Tapi, bukan inti alasan mengapa oma menjadi inspirasi dalam hidupku. Di usia senjanya, dia tidak kenal pantang menyerah. Padahal dia juga buta teknologi dan cuek, tapi setiap pagi selalu menanyakan, "Korannya mana? Sudah datang?". Oma nggak bisa lihat TV, bukan karena mata bermasalah tapi oma sudah tidak bisa berjalan lagi. Segala aktivitas dilakukan di tempat tidur. Apapun itu, termasuk mandi.

    Kak Atria atau readers tahu nggak di usia 89 tahun biasanya lansia ngelakuin apa aja? Biasanya malah ada yang nggak bisa ngapa-ngapain ya?

    Kalau oma pagi gitu dia baca koran. Hari Minggu yang dicari pasti TTS. Umur segitu ngisi TTS. Saluttt aku! Sore, ngerajut. Aku aja nggak bisa ngerajut sedangkan oma sambil tiduran asyik ngerajut baju. Kadang kalau aku masak malah tanya ke oma apa bumbu-bumbunya dan ternyata oma masih ingat! Aku benar-benar terkesima sama daya ingat oma. Aku aja yang masih muda terkadang lupa. Umur 89 seperti oma malah seharusnya sudah pikun. Tapi, oma hebat. Dia tetap melakukan segalanya sendiri tanpa bantuan kecuali memakai pampers.

    Melihat kehidupan oma sehari-hari, semangat dan kemandiriannya selalu aku jadikan panutan serta pelajaran hidupku. Bagaimanapun kondisi kita, roda waktu terus berputar. Kalau tetap stagnan dan meratapi kehidupan, mungkin oma tidak akan pernah membuat cucu-cucunya bahagia.

    BalasHapus
  14. Nama : Athaya Septiana M
    Akun twitter : @nanarara8
    E-mail : atayarani35@gmail.com

    “Siapa sosok yang kehidupan pribadinya membuatmu belajar banyak hal tentang kehidupan? Kenapa?”

    Yang pertama akan menjadi jawaban bagi saya adalah Bapak atau Ayah saya. Bukan berarti ibu tidak mengajarkan nilai nilai kehidupan, tetapi yang paling berkesan bagi saya adalah Bapak saya. Diawali dari cerita kehidupan dan jerih payah bapak dari awal masa kanak kanaknya yang tumbuh di lingkungan biasa saja, mengawali karir pekerjaan dan hingga saat ini dapat disebut cukup layak menjadi seorang kepala keluarga yang dapat mencukupi seluruh keluarganya. Membayangkan sekali saya ketika mendengar ceritanya, dan dari saudara ttg masa lampau mereka. Tidak seperti saya sekarang yg sudah serba kecukupan. Dari hal ini yg paling ditekankan oleh Bapak adalah bagaimana kami sebagai generasi masa kini yang harus selalu bersyukur dan senantiasa berikhtiar. Selanjutnya, Bapak selalu memberi motivasi bagi saya dan adik-adik ttg bagaimana kami harus selalu berusaha untuk menjadi orang orang yang berguna dan berani dalam hal yang baik. Saya awalnya adalah anak yang pendiam, pemalu tetapi berkat dukungan ayah saya dan motivasinya lambat laun semua berubah positif menjadi saya yang lebih aktif dalam hal bersifat sosial. Seringkali juga, Bapak menyampaikan berbagai mimpi masa mudanya yang belum tercapai, tak jarang pula ia berangan angan jika seandainya saya dan adik2 saya dapat mewujudkannya. Hal itu sangat membekas dalam hati saya, membuat saya menjadi lebih giat dalam belajar.
    Itulah sebagian dari banyak hal yang sebenarnya juga menjadi jawaban saya dari pertanyaan tersebut.

    BalasHapus
  15. Nama : Nadia Zulpa Aulia
    Akun twitter : @nadia_zulpa
    Email: nadia.aulia99@yahoo.com

    Sosok yang membuatku banyak belajar tentang kehidupan adalah orang tua, karena dari kecil saja mereka sudah mengajarkan aku banyak hal tentang bagaimana cara berjalan sendiri, makan, berbicara dan setelah dewasa pun mereka masih mengajarkan aku tentang banyak hal seperti menghormati yang lebih tua, sopan santun, sabar, belajar apa itu ikhlas, bertanggung jawab, beribadah dan masih banyak lagi yang tak bisa aku jelaskan dengan kata - kata karena sudah terlampau banyak beliau mengajarkan, membimbing aku selama ini. Hanya dapat aku ucapkan "Terima kasih" ma pa sudah sangat berjasa dalam hidupku. Thanks for all you give to me, Love you mom dad :))

    BalasHapus
  16. Nama : Fuja Sagita
    Akun twitter : @fujasagita_45
    Email : fujasagita@gmail.com

    Bismillah...
    “Siapa sosok yang kehidupan pribadinya membuatmu belajar banyak hal tentang kehidupan? Kenapa?”

    Seseorang yang pilih kasih yang menjadi sosok yang membuat saya belajar banyak hal tentang kehidupan. Bukan berniat menyebarkan aib, tapi justru dari orang tersebut saya bisa memahami kehidupan yang sebenarnya. Dikesampingkan menjadi anak tiri itu emang nggak enak, nggak ada manis-manisnya. Inilah yang namanya sakit hati yang tak sakit-sakit amat. Dengan orang-orang tersebut saya lebih mensyukuri hidup. Karena seseorang tak hanya boleh dipandang sebelah mata. Sakit hati itu nggak enak, rasanya perpaduan antara asem dan pahit. Jadi, karena sering di buat sakit oleh orang saya jadi kebal dan membuat sebuah prinsip hidup yaitu "Walaupun tak membuat orang bahagia, tetapi setidaknya saya tidak menyakiti orang"
    Hikmah yang bisa dipetik dari orang-orang tersebut yaitu : 1. Bisa lebih mensyukuri hidup. 2. Saling menghormati dan tak saling menyakiti alias saling menjaga perasaan, dan yang terpenting kita bisa merasakan bahwa inilah kehidupan yang sebenarnya.

    BalasHapus
  17. Nama: Noer Anggadila
    Akun twitter: @noeranggadila
    Email: noerfaradila@yahoo.co.id

    “Siapa sosok yang kehidupan pribadinya membuatmu belajar banyak hal tentang kehidupan? Kenapa?”

    Ada satu orang, kakak kelasku di SMA. Jadi kita itu terkumpul menjadi sebuah organisasi sekolah yang bergerak dibidang keagamaan, semacam Rohis/BDI dan disetiap pertemuan wajibnya itu diadakan SAJ, dimana kita pada anggota akan berkumpul di sebuah ruangan dan mendengatkan ceramah, bisa juga tanya jawab. Kakak kelas itu adalah pemateri/pencemah di sana. Setelah beberapa bulan menjadi anggota, saya merasa banyak yang belum saya tau tentang Islam, banyak larangan-larangan yang belum saya ketahui dan ternyata saya langgar. Beliau [kakak kelas] selalu gigih dalam berceramah, di luar kegiatan juga suka mengingatkan sesama teman dan anggota agar meluruskan niat karena Allah, terutama tentang memakai hijab. Dahulu saya memakai hijab ya sekedar menutup rambut saja, dan setelah beliau beru;ang kali menyampaikan bagaimana seharusnya muslimah berhijab dan kenapa muslimah harus berhijab, perlahan saya mulai intropeksi diri, dan sadar bahwa selama ini hijab saya kurang benar, belum benar-benar menutup aurat, padahal dada, kaki dan lengan termasuk aurat. Setelah itu saya mulai berhijrah memperbaiki hijab saya menjadi lebih baik lagi. Dan mulai dari itu sekarang saya tahu kalau berhijab syar'i itu gak ribet, gak perlu tutorial, karena hijab syar'i itu simpel. Niat berhijab bukan untuk diperhatikan orang, melainkan untuk taat pada perintah-Nya, terimakasih sudah mengingatkan saya, kak.

    BalasHapus
  18. Nama : Ridzki Putri
    Twitter: kikikiki_R
    Email: kikikiki_R

    Jawaban:
    Aku menpunyai dua sosok yg mengajarkanku belajar banyak hal tentang kehidupan ini yaitu, ibu dan bapak. Bagiku tanpa mereka aku tak mungkin bisa berada di sini dan merasakan asam manis pahit kehidupan. Ibu dan bapak adalah yg mengajarkan tentang kehidupan ini dan mengatasi dengan cara2 rahasia mereka.

    Dimulai dari sosok hebat dibalik diriku yaitu ibu. Seorang wanita yg tak mungkin digantikan oleh wanita lain manapun. Ibu adalah sosok yg luar biasa, mengandungku selama 9 bulan. Aku pernah tanya 'apakah sakit saat ibu mengandung dan melahirkan?' Ibuku menjawab, semua itu memang sakit tapi rasa skt itu tergantikan rsa bahagia. Ibu dgn keteladannya yg gigih menjga dan merawatku. Dari ibu aku bljr ttg emosi, ttg cinta tanpa syarat, dan msh bnyk hal lagi.
    ibu terkadang memang cerewet tapi dari kecerewatannya, aku bljr hidup ini harus sesuai dgn apa yg dipelajari oleh agama dan nilai serta norma yg berada di masyarakat.

    Sosok lainnya yg luar biasa adalah bapakku. Bapak tidak hanya sebagai pencari nafkah. Bapakku yg mengajariku tentang kebebasan ketika ibu menyuruhku utk berhati2. Dalam hidupku, bapak adalah pria pertama yg aku tahu, sebelum aku mengenal pria lain stlh kuberanjak dewasa. Dari bapak, bagaimana aku tahu cara hidup di tengah nasyarakat luas terutama dilingkungan yg tak dikenal. Bapak mengajarkan utk menjalani hidup dengan keseimbangan antara duniawi dan akhirat melalui wejangan2 yg lebih tenang yg dibandingkan ibu melalui kecerewatannya.

    Bagiku ibu dan bapak, kedua sosok yang mempengaruhi hidupku dan mengajarkan semuanya yg selama ini aku tak tahu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama email: kikilenny39@gmail.com

      Hapus
  19. Nama: Eni Lestari
    Akun twitter: @dust_pain
    Email: shinra2588@yahoo.co.id

    “Siapa sosok yang kehidupan pribadinya membuatmu belajar banyak hal tentang kehidupan? Kenapa?”

    orang tua. karena sejak kecil, mereka lah yang mendidik dan menyayangiku sepenuh hati. menurutku gak ada cinta yang lebih tulus di dunia ini selain cinta ayah dan ibu. dari ibu, aku belajar menjadi perempuan itu gak cuma harus keliatan cantik aja, tapi juga cekatan. harus bisa ini-itu. karena nantinya yang mengurus rumah tangga itu ibu. dari ayah, aku belajar untuk bertanggung jawab atas apa yang dipunyai dan berpikir panjang ketika akan mengambil sebuah keputusan.

    BalasHapus
  20. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    rinspiration95@gmail.com

    Banyak orang di sekelilingku yg membuat aku terinspirasi. Selain keluarga dan sahabat, ada satu orang, sebut saja dia Saras. Tentu orang yang tau akan paham dengan ceritaku ini. Mungkin berlebihan, tapi aku jelas tidak mengatakan kekagumanku ini.
    Saras, bisa dikatakan bukan sosok yg sempurna. Dia terkenal punya kesan buruk karena kenakalannya. Tapi menurutku itu masih dalam batas yg wajar. Aku menoleransi proses pencarian dirinya itu. Meski begitu, dia pekerja keras dan konsisten pada mimpinya.
    Dia punya mimpi, dia bercerita padaku tentang mimpi itu. Tentang usahanya, tentang kegagalannya, tentang penghambat jalannya. Tpi dia tidak berhenti, dia terus berusaha sampai berhasil.. luar biasa! Walaupun aku tidak tau bagaimana detail perjalanan kisahnya, walau aku mengucapkan selamat dalam diam tapi aku turut berbahagia. Dia luar biasa!!
    Dia juga sosok anak yg sangat berbakti, dia menyayangi keluarganya, terutama menjadi figur kakak sulung yang baik bagi adiknya. Thanks for being my Rinspiration deh, Saras ^^.

    BalasHapus
  21. Nama : Velika Natalia
    Twitter : @velikaNatalia
    Email : fransis93.sis.lia@gmail.com


    Andy F Noya,
    Sosok yang membuatku tertegun, tak berucap bahkan menitihkan air mata. Ketika mendengar langsung ketika meet and greet dan membaca kisahnya dalam biografi Andy Noya.

    Bagi ku beliau adalah sosok yang membawakan jutaan inspirasi melalu tayangan talk show yang beliau bawakan dan berbagai kebaikan yang beliau berikan kepada masyarakat yang kurang beruntung. Melalui KickAndy Fondation dia menebar suka cita dan rejeki pada orang lain. Melalui acara yang beliau bawakan selalu membagikan ratusan buku dah bahkan saat ini jutaan buku pada orang2...
    Bagi beliau buku membawa manfaat yang tak ternilai dan dia ingin smua orang mendapatkan manfaat itu.

    Tapi dibalik itu smua beliau memiliki kisah yang jauh menggetarkan hati dan banyak orang tidak mengetahuinya. Berawal dari kisah hidupnya masa kecilnya yang siapa sangka bukan berasal dari keluarga bahagia, bukan dari keluarga kaya. Tapi semangat hidupnya kisah kakeknya, ayahnya, ibunya dan keluarganya mendorong nya untuk maju menjadi orang yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Bagi beliau sosok ayah adalah yang terpenting beliau bahkan bercerita dengan menitihkan air mata ketika menceritakan sosok ayahnya.

    Memang sulit mengatakan dunia itu adil banyak hal yang membuat kita dalam keterbatasan, tapi Om Andy mengatakan bagaimana cara kamu mengejar impianmu mencari passion dan mencoba mencari celah dari keterbatasan dan tetap berjuang. Itulah yang sampai sekarang aku tanamkan, keterbatasan ga bisa km jadikan alasan untuk mundur dan berdiam tapi gimana diri kita menyikapi dan menjadikan itu kelebihan dalam diri kita.

    Untuk menjadi lebih baik cukup menjadi diri sendiri, dan lakukan apa yang kita sukai cintai sepenuh hati dan syukur apa bila ada kenikmatan didalamnya yang kita peroleh.
    TerimaKasih Om Andy F Noya

    Dan Terima Kasih sudah mebaca :)



    BalasHapus
  22. Nama: Thia Amelia
    Akun twitter: @Thia1498
    E-mail: thiameliasn@gmail.com

    Siapa sosok yang kehidupan pribadinya membuatmu belajar banyak hal tentang kehidupan? Kenapa?

    Mamah. Papah ku sudah pergi ketika aku masih kelas 2 SD dan kami (aku, mamah dan kedua adikku) harus menjalani kehidupan yang sangat sulit. Usaha warung mamahku yang dulu besar sekarang bangkrut karena kurangnya modal. Dan ditengah kesengsaraan itu, mamah aku masih bisa mengajak kita untuk jalan-jalan menginap di villa. Setiap hari yang kami jalani, tidak pernah sedikit pun aku tidak memandang kagum pada mamah. Pada ketegaran nya mengurus kami, pada kasih sayang nya yang tidak pernah surut. Karena mamah, aku belajar banyak tentang kehidupan. Belajar tentang bagaimana menyikapi masalah yang silih berganti datang, belajat tentang menatap dunia yang selaku dipenuhi kesulitan ini dengan senyuman, dan belajar menjadi ibu yang baik seprti mamah selama ini.

    Saat ini kehidupan kami sudah lebih baik meski sebagai gantinya mamah harus pergi meninggalkan kami demi segepok uang di negeri seberang sana. Tapi beliau tidak melepas tanggung jawab nya dengan menelpon setiap pagi dan malam hari menanyakan bagaimana keseharian kami. Tidak perlu jauh mempelajari bagaimana arti kehidupan, karena aku sudah punya guru terbaik yang tidak akan pernah bosan mengajariku.

    BalasHapus
  23. Nama : Isqi Noor Hamdani
    Twitter : @Isqi_Noor
    Emailo : Isqite@gmail.com

    Ayah dan ibu. mereka selalu menceritakan tentang pengalaman mereka ketika seumuran dengan saya. tentang bagaimana menghadapi masyarakat, tentang bagaimana mencari solusi di setiap, tentang bagaimana pentingnya berhemat, tentang bagaimana susahnya mencari uang. pribadi mereka menjadi panutan bagiku.

    BalasHapus
  24. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus