Senin, 05 Oktober 2015

Dae-Ho’s Delivery Service



“Cinta yang terlambat disadari itu memang berbahaya. Jadi, kalau kau punya orang yang sangat kau cintai, jangan pernah meninggalkannya, nanti malah kau yang ditinggalkan.” (Hal. 162)


Editor: Cicilia Prima
Desain kover: Margaretta Devi & Ivaba PD
Ilustrator isi: Mico Prasetya
Penata isi: Yusuf Pramono
Penerbit: Grasindo
Cetakan: Pertama, Agustus 2015
Jumlah hal.: vi + 226 halaman
ISBN: 978-602 -375-164-8

Han Dae – Ho, memutuskan tinggal sendiri di Seoul setelah ia mengetahui bahwa ia bukanlah anak kandung dari kedua orang tua yang ia sayangi. Dua bulan setelah menetap di Seoul, Dae – Ho mendapatkan pekerjaan sebagai pengantar surat. Dae – Ho akhirnya tahu ia bukanlah pengantar surat biasa. Choi Hyun – Ki, bosnya, menyuruhnya menjamin bahwa si penerima surat membaca surat itu. Karena surat – surat itu adalah surat yang tidak pernah disangka akan didapatkan si penerima.

Dae – Ho sangat menikmati pekerjaannya. Meski begitu ia tetap sulit melupakan keluarganya yang selama ini menemani hari – harinya. Termasuk Hana, gadis blasteran Korea dan Amerika Serikat yang sangat disukainya. Semakin Dae – Ho lari dari masa lalunya, masa lalu itu justru tiba – tiba datang di hadapannya. Dae – Ho pun bertanya – tanya, mengapa ia memerankan sebuah drama yang tidak pernah ingin dilakoninya ini?

***

Dae – Ho yang hidup sendirian di Seoul akhirnya mendapat pekerjaan. Pekerjaan ini sangat menggiurkan karena beberapa syaratnya:
-          Gaji awal 3.000.000 Won, bisa naik!
-          Anda juga memiliki kesempatan untuk keliling Korea Selatan

Ini bikin Dae – Ho bersemangat karena pikirnya dengan mengambil pekerjaan ini maka impiannya untuk keliling Korea Selatan akan terwujud. Di saat yang sama ia bisa membiayai hidupnya. Tabungannya yang sudah sekarat membuatnya menginginkan pekerjaan ini.

Dan ternyata Dae – Ho berhasil mendapatkan pekerjaan itu. Dan ternyata jasa delivery ini berbeda dengan jasa lainnya. Dae – Ho harus mengantarkan surat dan memastikan penerima surat membaca surat tersebut. Sehingga tidak jarang Dae – Ho harus membacakan surat yang diantarkan kepada penerima. Biasanya tidak selalu karena penerima suratnya enggan membaca tapi karena mereka merasa seolah tidak punya keberanian untuk membacanya seorang diri. (Hal. 187)


Dalam novel ini ada 9 cerita saat Dae – Ho mengirim surat ke kliennya. Kisahnya macam – macam. Ada surat seorang anak kecil ke gurunya. Ada juga kisah seorang laki – laki pada perempuan yang dicintainya yang tengah di rawat di rumah sakit. Ada kisah seorang sahabat yang mengakui kesalahan terbesarnya pada sahabatnya sendiri. Kisah – kisah ini menyentuh hati.

Salah satu cerita favorit saya adalah kisah Rahasia Setahun. Dalam cerita ini surat yang diantar oleh Dae – Ho kepada seorang perempuan dari suaminya. Ia dan suaminya masih serumah. Namun ternyata ada sebuah kebenaran yang tidak bisa ia sampaikan kepada istrinya. Kebenaran tentang anak mereka yang meninggal setahun sebelumnya. Kisah ini sukses membuat dada saya sesak dan nyaris menangis.

Dan satu lagi cerita favorit saya yaitu Cinta Datang Terlambat. Tentang seorang pria yang mencintai seorang perempuan selama bertahun – tahun. Ia mencintai perempuan itu sejak ia berusia 14 tahun. Mereka memang menikah namun ia merasa bahwa sang istri tidak benar – benar mencintainya. Namun ternyata ia masih tetap terus sibuk melimpahi sang istri dengan cinta. Hingga suatu hari sang istri pun menyadari bahwa ia mencintai suaminya.Sayangnya saat itu, semua sudah terlambat.

Masih ada 8 kisah lain yang juga manis. Serta kisah hidup Dae – Ho sendiri yang menjadi twist utama dalam novel ini.

***

Novel Dae – Ho Delivery Service sebanarnya bisa disebut sebagai kumpulan cerita dengan tokoh utama yang sama. Cerita 3 – 11 bisa dibaca secara acak. Namun benang merahnya adalah potongan hidup Dae – Ho yang ditebarkan di sepanjang cerita.

Kisah hidup Dae – Ho menjadi kisah yang menarik dan membuat pembaca membaca hingga akhir. Dan twist terakhir yang diceritakan cukup tidak terduga.

Sedangkan kisah – kisah tentang klien Dae – Ho sendiri pun punya pesonanya. Kisahnya tidak melulu tentang muda – mudi yang jatuh cinta kemudian memanfaatkan jasa Dae – Ho. Ada kasih sayang orang tua, sahabat, guru dan muridnya, atau pun kisah tentang seorang anak kecil dengan anjing kesayangannya.

Ini menjadi salah satu point plus utama novel ini. Ia mengangkat banyak hal dengan cara yang unik dan menarik. Kisah dalam novel ini pun mengingatkan kita bahwa kadang teknologi malah membuat kita lupa bahwa cara – cara tradisional seperti sentuhan, tatap muka atau pun sebuah surat yang ditulis sendiri mampu mentransfer emosi. Hal yang tidak mampu diberikan oleh teknologi.

Hm.. yang kurang dari novel ini adalah setting tempat yang masih terkesan tempelan. Penggunaan setting yang cukup banyak membuat setting menjadi terlalu minim dan tidak menyatu dengan cerita. Pembaca kurang mampu dibuat membayangkan Korea itu seperti apa? Budaya masyarakatnya seperti apa? dan hal hal lain terkait Korea.


Selain itu kekurangan lain buku ini adalah tentang karakter yang ditampilkan. Terlalu banyak menjelaskan Dae – Ho. Karakter lain seperti atasannya yang bernama Hyun – Ki kurang dipaparkan. Lebih banyak telling daripada showing untuk karakter selain Dae – Ho.
Tapi itu wajar karena cerita memang berpusat pada tokoh Dae – Ho.
Btw, ini tokoh Dae-Ho tipe cowok idamanku banget. Pakai kacamata dan manis :D

***

“Kau tahu mengapa banya orang yang tidak menyelesaikan masalahnya? Karena mereka lari dari kenyataan. Kenyataan memang menyakitkan untuk diketahui, Dae – Ho. Namun kenyataannya membuat kita lebih manusiawi dan peduli pada diri sendiri, lalu kau pun jadi peduli dengan orang lain.” (Hal. 210)

***
Ok, itu saja sedikit review saya untuk buku Dae-Ho's Delivery Service. Oiya, jangan lupa buat ikut Blogtour #DaeHoDelivery di sejumlah blog host.


22 komentar:

  1. surat ya? di era modern mungkin surat udah jarang ya lebih ke yang simple aja pake alat komunikasi bernama hp. Duh, kalau inget surat aku jadi inget sama seseorang yang rela-rela nya ngirim surat dari batam untukku cuma karena dulu hp ku rusak, buat nyatain cintanya.. well, ya meskipunkita akhirnya harus putus karena suatu hal*curhat*

    BalasHapus
  2. Wah, seru nih novelnya mba. Sepertinya aku juga butuh Dae-Ho, ingin menyampaikan surat kepada seseorang. :D
    Aku suka rivewenya mba, ringan dan bikin penasaran sama novelnya.

    BalasHapus
  3. Wah ... Coba deh kalau jaman sekarang masih ada surat-menyurat pakai kertas ya pasti deh bakalan beda rasanya daripada sms dan kirim email. Kayaknya kerjaan jadi pengantar surat seru juga ya? Tapi, ya ntu harus tahu jalan dan bisa naik sepeda ontel maupun motor. Aku nggak bisa.... Hikssssssss

    Aku dari dulu juga pengin nih punya sahabat pena dan saling tukar-tukaran surat. Hehehehe

    Review kakak selalu bikin penasaran dan masukkin novelnya dalam wishlist. Rinci banget menurutku penuturannya Kak :)

    Semangat terus ya Kak dan terima kasih untuk Kak Atria dan juga tukang posnya untuk Kak Pretty Wulan.

    BalasHapus
  4. Wah ... Coba deh kalau jaman sekarang masih ada surat-menyurat pakai kertas ya pasti deh bakalan beda rasanya daripada sms dan kirim email. Kayaknya kerjaan jadi pengantar surat seru juga ya? Tapi, ya ntu harus tahu jalan dan bisa naik sepeda ontel maupun motor. Aku nggak bisa.... Hikssssssss

    Aku dari dulu juga pengin nih punya sahabat pena dan saling tukar-tukaran surat. Hehehehe

    Review kakak selalu bikin penasaran dan masukkin novelnya dalam wishlist. Rinci banget menurutku penuturannya Kak :)

    Semangat terus ya Kak dan terima kasih untuk Kak Atria dan juga tukang posnya untuk Kak Pretty Wulan.

    BalasHapus
  5. Ini yang bikin penulisnya ke Korea ya? Dulu saya juga sempat mikir gimana sih rasanya jadi pengantar

    BalasHapus
  6. Wah resensinya bikin penasaran nih. Idenya unik, ya, menghidupkan kembali tradisi surat-menyurat dan profesi pengantar surat yg jarang disentuh utk dijadikan topik novel. Menarik :D

    BalasHapus
  7. kalo digaji segitu terus keliling korea aku juga mau... :D
    Oia, baru tau kalo novel ini semacam kumpulan cerita, apa aku yang kurang fokus ya.. -__-
    trus, aku penasaran juga gmn ending cerita Rahasia Setahun dan Cinta Datang Terlambat itu? mungkin masih banyak cerita menyentuh lainnya dibuku ini kali ya? aih, makin kebelet pengen baca... :D

    BalasHapus
  8. Waktu pertama baca review novel ini mengingatkanku pada film pendek Indonesia *lupajudulnya nonton jaman SMA dulu 4 5 th lalu. yang ceritanya seorang pria pengantar surat dan dia juga membacakan isi suratnya. Itu cerita yg menarik buatku.

    Tentu saja Membuatku jatuh penasaran sama ini novel, gimana sensasi ngeliat surat2 itu dibacakan. Dan si pembaca nemuin kisahnya sendri dalam perjalanan.
    Setting Korea nilai plus buatku deh. Pecinta korea :D

    BalasHapus
  9. Andai saja dalam dunia nyata beneran ada pengantar surat seperti Dae-Ho. Wah, betapa mulianya profesi itu. Penyampai amanah yang baik. Terima kasih mbak Atria atas reviewnya yang berhasil membuat aku makin penasaran sama cerita novel ini. Penyajiannya sangat menarik dan unik. Yang katanya kisah hidup Dae-Ho bisa dibaca secara acak dan potongan hidupnya bertebaran di sepanjang cerita. Mbak Pretty benar-benar penulis dengan tingkat kreativitas yang tinggi. Salut buat Mbak Pretty. Ditunggu karya-karya spektakuler selanjutnya. Tapi sebelumnya, semoga aku bisa secepatnya menjadi pemilik novel ini ya Mbak, supaya bisa sesegera mungkin lepas dari rasa penasaranku. Buat mbak Atria, tetap semangat nge-reviewnya ya :)

    BalasHapus
  10. wih seru ya pekerjaannya Dae Ho. kayaknya asyik banget kalo kerjaannya kayak gitu dan dibayar mahal hehe. bisa nyicil beli rumah tuh *mata duitan :p

    ehm aku penasaran nih sama twist novel ini. jadi pengin baca juga >_<

    BalasHapus
  11. Kesan pertamakali pas liat cover ya langsung jatuh hati, apalagi settingnya Korea, kebetulan nih aku lagi demen-demennya sama Korea, terus Dae-Ho juga jadi juara 1 dalam PSA3, udah pasti recomended bgt buat dibaca! Tapi mungkin ditambahi huruf Hangul d covernya bisa nambah dalem kesan Koreanya hehe

    Makin seneng pas tau kalau ada Blog Tournya >< udah berhasil bikin aku penasaran sama review2nya, penasaran sama masa lalu Dae-Ho, kok bisa dia baru tau kalau dia naak angkat? gimana hidupnya setelah itu? dan macam-macam suratnya kaya gimana aja sih? penasaran bangettt ><

    BalasHapus
  12. Asli baca review Mbak Atria memang selalu membuat penasaran. Atau aku yang emang suka penasaran. hehh.

    Cerita Dae-Ho itu unik. Yah tidak bisa dibayangkan kalau tidak ada Pak Pos. Cos sejak kecil sudah hobi temenan sama Pak Pos. hehh dulu hobi filateli. Tapi sekarang hobi itu sudah tidak berlanjut. Yah, tahulah alasannya di era sekarang. Tapi saat ini masih menggunakan jasa Pak Pos untuk mengirim paketan ^_^ Malah curcol hehh

    BalasHapus
  13. Cerita pak pos seperti Dae-Ho ini unik banget! Bukan cuma mengantarkan surat, tapi juga ikut membaca surat tersebut bersama penerimanya (tentunya atas permintaan penerimanya juga). Kayaknya belum ada deh yg seperti ini dalam kenyataan, setidaknya saya belum pernah nemuin, entah mungkin di tempat lain hehe...

    BalasHapus
  14. Wah unik ya idenya...
    Selalu penasran sama gaya penulis-penulis seperti apa.
    Sukses buat Ka pretty buat karya karyanya :))
    Sukses juga buat ka atria semoga makin banyak ngadain giveaway dan liveinterview
    Amin :)

    BalasHapus
  15. Seru nih ya. Bukan cuma mengikuti kisahnya DaeHo aja, tapi di sini juga terhampar surat-surat yang bisa menyentuh hati pembaca... :) Kalau soal setting itu mungkin karena profesinya sebagai pengantar ituloh yang sering ke mana-mana, jadinya nggak fokus dengan 1 setting aja kali ya. #sotoy :D

    BalasHapus
  16. Kak Atria.. review Dae Ho nya kalau kada Bang Ernest tuh Kecebeud!! Keren banget kak! Dan aku yakin pasti bakaan suka sama buku ini. Cerita yang kakak favoritkan meskipun hanya baca via review saja aku bisa merasakan bagaimana perasaan kakak yang baca langsung, pasti nyesek banget ya? Cover novelnya kak.. unyu banget sayang ngak dibahas, padahal nih cover pasti bakal ngejual banget kalau sudah nongkrong di toko buku pasti bakal langsung dibawa lari ke kasir nih. Novelnya genre romance ya kak? coba deh kalau salah satu surat yang di antar Dae Ho itu isinya surat ancaman, pembunuhan atau penculikan pasti bakal tambah seru, penuh konflik nih.. hehe

    BalasHapus
  17. Sebenernya yg menarik itu adalah masih ada nya tukang pos surat. Aku selalu mau ngirim surat tapi takut disangka gaptek, selain itu sekarang kan sudah sangat mudah kalau mau berhubungan. Novel seru dan menarik :D

    BalasHapus
  18. Mengirim surat dengan pos termasuk cara yang tradisional. Terkadang justru cara berkomunikasi yang kayak gini memang lebih punya effort dan terasa aaawww-so-sweet-deh buat si penerimanya. Diangkat jadi cerita di novel memang jadi punya poin plus, kayak kata Kak Atria itu. :)

    Tapi, yang profesi kayak Dae-Ho gini memang beneran ada ya di Korea? Secara kan Korea itu serba canggih, teknologinya setba duluan ada. Di Indonesia juga ada nggak sih yang kayak Dae-Ho? Hehehe XD

    BalasHapus
  19. Coba tukang pos ada yg seperti Daeho hahaha pasti sya tiap hari ngirim surat mulu hehehe >.<
    Reviewnya menarik dan membuat aku ingin membaca buku ini dibalik kekurangan buku itu sendiri. Jadi pgn nyium si Jae Ho eh maksudnya Dae Ho hihihi

    Semangat terus ka Atria

    BalasHapus
  20. Nama: Arini Angger
    Domisili: Jakarta
    twitter: @ariniangger
    email: ariniangger@gmail.com

    jawab:

    Pernah, jelas pasti pernah dong sebagai pengguna sosmed yg gila bgt (dalam artian gak lepas dari sosmed semenjak teknologi mulai maju). Jadi kalo aku sih dari beberapa pesan yang masuk itu menambah semangat kedepannya untuk meraih keinginan/ cita- cita, dalam bentuk motivasi atau semangat. Nah meskipun itu didapet bukan dari temen yang bisa temuin kesehariannya, tapi kita juga bisa ambil semangat juang mereka kan buat dapetin hasil yang terbaik. Maka dari itu saya dengan dapatnya pesan disalah satu sosmed itu menjadi selangkah lebih ada harapan menggapai cita- cita:)
    *semoga saja dgn adanya sosmed, kita tidak terlena dengannya dan lupa akan waktu. Melainkan kita bisa membagi waktunya, dan menambah ilmu baru.

    BalasHapus
  21. Setuju sama mbak Tria, ide cerita ini unik. Setelah baca reviewnya, aku langsung kebayang sama Ben Kasyafani. Di salah satu video klipnya Maliq and D Essential juga pakai konsep semacam Dae Ho ini hehe.. *maaf salah fokus*
    Walaupun dikatakan settingnya masih belum mendalam tapi aku ttep pengin ikut keliling korea sama Dae Ho. Pasti karena Dae Ho ini berkesan banget sampai bisa jadi juara PSA 5. Masukin wishlist ahh :))

    BalasHapus
  22. Mungkin selain gaji menggiurkan yg diterima Dae Ho, sebenarnya ada hal lain yg lebih mahal dan brharga dari gaji trsebut. Yaitu pelajaran hidup yg diterima Dae Ho dari para kliennya. Akhirnya saya malah jadi meraba-raba dan baperr pgn meluk ni bku deh :D
    God Job, Kakak!

    BalasHapus