Kamis, 15 Oktober 2015

[Blogtour + Giveaway] Interview dengan Penulis Dae - Ho's Delivery Service



Halo, Readers. Sudah cukup lama juga ya, kita tidak lagi mengadakan Interview di My Little Library. Selama beberapa bulan terakhir kita hanya mengadakan #LiveInterview di twitter. Sama serunya sih. Jadi biar makin seru, khusus untuk Blogtour #DaeHoDelivery ini kita akan mengadakan dua jenis interview. Pertama Interview di blog ini dan kedua adalah interview dalam #LiveInterview di akun @atriasartika bersama @prettywuisan.

Sebelumnya, bari berkenalan dengan Teh Pretty Wuisan. Ia adalah penulis novel Dae – Ho’s Delivery Service dan berhasil menjadi pemenang pertama dalam lomba menulis PSA yang diadakan oleh Penerbit Grasindo. Dae – Ho’s Delivery Service bukanlah novel pertamanya yang saya baca. Sebelumnya ada novel Bintang dan Cahayanya yang juga sudah saya review di blog ini.

Nah biar makin banyak tahu tentang novel Dae – Ho’s Delivery Service dan dengan Teh Pretty, yuk langsung simak obrolan saya dengan Mbak Pretty.


***


Halo, Teh. Senang bisa menghadirkan Teteh dalam Interview bareng My Little Library kali ini. Nah langsung saja ya, saya ajukan beberapa pertanyaan untuk Teh Pretty.
Halo juga, Teh Atria. Senang bisa ikut ngobrol bareng Teh Atria dan pengunjung My Little Library.

Nah, langsung saja ya. Saya mau tahu nih naskah Dae Ho ini terinspirasi dari mana, Teh?
Sebenarnya dari anime hehe. Jadi di anime itu ada tukang surat yang berhasil ngirim beberapa surat aja selama sehari karena dia ga hapal jalan dan suka nyasar. Tapi dia selalu bahagia ketika melihat wajah senang para penerima surat saat ia sampaikan surat itu ke mereka. Dia jadi cinta sama pekerjaannya

Naskah Dae – Ho’s Delivery Service ini  ditulis berapa lama, Teh?
Kurang lebih dua bulanan.

Apa yang bikin mbak memutuskan untuk mengirimkan naskah ke PSA Grasindo?
Sebenernya awalnya pengen nyoba aja, siapa tau beruntung. Dan Alhamdulillah Dae-Ho mengantarkan saya ke Korea Selatan ^^
Ah, aku jadi iri, Teh. Menyenangkan ya jika apa yang kita sukai bisa mengantarkan kita pada impian kita J

Nah, pertanyaan saya berikutnya. Dari semua klien Dae Ho. Mana yang paling berkesan bagi Teh Pretty?
Semuanya berkesan, tapi yang saya suka pas Dae-Ho nganterin surat dari bosnya Choi Hyun Ki untuk ke putri semata wayangnya.
Ah, kalau bagian itu saya juga suka, Teh. Dan nggak nyangka :D *nggak dilanjutin biar gak spoiler*

Nah, Apa harapannya dengan terbitnya novel Dae-Ho’s Delivery Service ini?
Semoga menambah keanekaragaman novel berbau Korea yang ada di Indonesia. Semoga novel ini menginspirasi para pembacanya.

Terakhir, apa harapan Teh Pretty untuk dunia literasi Indonesia?
Saya berharap dunia literasi Indonesia semakin maju ke depannya. Semakin banyak orang Indonesia yang menikmatinya juga.
Amin, dirikupun mengharapkan hal yang sama, Teh.

Sukses ya untuk novel Dae – Ho’s Delivery Service-nya. Dan saya tunggu karya – karya Teh Pretty berikutnya. Semoga makin keren J

***
Nah, itu tadi obrolan singkat saya dengan Teh Pretty tentang novel Dae – Ho’s Delivery Service. Sebenarnya masih banyak pertanyaan lain yang ingin saya ajukan. Tapi biar #LiveInterview di twitter nanti makin seru, maka biarlah saya memberi ruang untuk pertanyaan lain.

Nah, kan Readers udah kenalan dengan Teh Pretty dan Dae – Ho’s Delivery Service, nah sekarang waktunya saya bikin Giveaway Blogtour #DaeHoDelivery. Akan ada 1 orang Readers yang beruntung memenangkan novel Dae – Ho Delivery’s Service ini.

Sudah siap, Readers? Caranya mudah kok. Kamu cukup ikuti langkah berikut:
1. Follow @prettywuisan @grasindo_id dan @atriasartika

2. Share link giveway ini dengan mention ketiga akun di atas dan pakai hahstag #DaeHoDelivery

3. Beri komentar di review Dae Ho’s Delivery Service yang ada di blog ini: http://www.atriadanbuku.blogspot.co.id/2015/10/dae-hos-delivery-service.html

4. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar di bawah postingan ini:
“Kamu pernah gak sih menerima surat (surat di tulis di kertas, e-mail, inbox di FB, dst) yang berkesan di hidupmu atau mengubah hidupmu? Sila share ceritamu ya, Readers J
Jangan lupa sertakan data dirimu berupa nama, akun twitter, dan email ya.

5. Periode Giveaway ini dari 15 – 21 Oktober 2015

6. Hanya untuk yang berdomisili di Indonesia ya J


Tadinya pertanyaannya mau memberi ruang bagi Readers untuk bertanya langsung ke Teh Pretty. Tapi saya pikir lebih baik itu untuk #LiveInterview #DaeHoDelivery nanti saja. Dan di sana akan ada juga 1 novel Dae Ho yang siap diberikan untuk 1 orang penanya beruntung. So, don’s miss it, Readers.

23 komentar:

  1. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Email : agathavonilia@gmail.com

    “Kamu pernah gak sih menerima surat (surat di tulis di kertas, e-mail, inbox di FB, dst) yang berkesan di hidupmu atau mengubah hidupmu? Sila share ceritamu ya, Readers"

    Pernah dan ini beneran ngerubah hidupku sampai saat ini, aku menerimanya lewat emailku yang yahoo dan aku nggak nyangka banget. Aku kepilih sebagai 7 finalis dalam lomba cerpen tingkat nasional di kotaku. Itu yang ikut ada ratusan orang. Meskipun cerpennya dibukukan dalam antologi cerpen penerbit indie, aku nggak bisa berkata apa-apa. Aku terus mantengin laptop selama 2 jam sampai dimarahin mama nggak masak. Aku pun nangis sampai akhirnya bingung. Tetangga sekitar pun sampai ke rumah karena waktu itu aku nangis sambil teriak-teriak dan nggak mau dipegang mama. Aku mulai tenang baru aku kasih tahu mama. Tetangga pun sampai heran, setelah dikasih tahu malah aku sama mama dikasih ucapan selamat. Nggak cuma 1 atau 2 orang tapi seluruh kampung. Tanganku sampai kram waktu itu.

    Dari sinilah aku terus-menerus menulis cerpen. Aku masih mencoba mengirimkan cerpenku ke beberapa media dan semoga saja ada yang nyantol lagi. Amin.

    "Tidak pantang menyerah dan terus mencoba."

    BalasHapus
  2. nama : Erin
    akun twitter : @RinShoak
    email : tomoyo.rin@gmail.com

    Pernah mba dan sangat berkesan banget. Ceritanya tahun 2012 aku maen ke temen ku di Serang, niatnya aku disana cuma 2 hari tapi malah ditahan katanya ada tamu dari semarang. Betul saja, tamu yang dimaksud itu dateng, 2 cowok yang satu namanya selalu kita pandangi 'Langit'. :D Aku kira itu nama samaran ternyata asli. Pulang dari sana aku ga minta kontak Bang Langit karena lupa. Nyesel sendiri, aku coba cari di FB, twitter sama sekali ga nemu. Akhirnya aku menyerah, padahal ada yang ingin aku sampaikan ke Bang Langit. Lalu, Maret 2015 aku dapet e-mail isinya "Ini Langit." Speachles, benar-benar tidak menyangka setelah 2 tahun aku cari-cari dengan hasil Nihil orangnya dateng sendiri. Wow, luar biasa aku sampai teriak kegirangan. Sampai sekarang masih ada misteri yang belum terpecahkan untuk pertanyaan ini "Bang langit tau dari mana alamat e-mail aku?" Setiap kali bertanya pasti ga pernah dijawab.
    Terkadang hidup memang penuh keajaiban dan misteri, yang perlu dilakukan hanya bersyukur, Mungkin ini pesan dari Tuhan agar aku tidak mudah menyerah dan pasrah, karena aku memang orang seperti itu sebelumnya, sekarang aku mulai bangkit.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Nama: Frida Kurniawati
    Twitter: @kimfricung
    Email: kimririn93@ymail.com

    Suatu hari, saya iseng mencoba mengirimkan resensi buku ke koran Tempo, sekitar bulan Juni 2015. Saat itu saya bahkan nggak tahu kalau koran Tempo sudah tidak menerima resensi buku. Ternyata, lima minggu kemudian, pada tgl 5 Agustus, saya menerima email dari Mas Tulus Wijanarko, yg mengabarkan bahwa resensi saya akan dimuat di koran Tempo edisi 9 Agustus. Lucunya, saking lamanya dan saking seringnya ngirim ke mana-mana (padahal nggak juga, sih, hehe), saat itu saya sudah lupa kalau pernah mengirim ke Tempo. Hehehe, jahat yah. What a surprise! Well, itu pertama kalinya resensi saya dimuat di koran :')

    Email ini mengubah hidup saya, dari reviewer skala blog, jadi reviewer koran nasional! Email ini juga mengubah pandangan saya, bahwa bukan nggak mungkin tulisan saya masuk koran hehe.
    Rencananya halaman koran berisi resensi saya itu akan saya laminating dan tempelin di tembok kamar hehehe.

    BalasHapus
  6. Nama: Putri Prama Ananta
    Akun Twitter: @PutriPramaa
    e-mail: anantaprama@yahoo.co.id
    Jawaban:

    Aku pernah mendapatkan surat kaleng (tidak ada identitasnya sama sekali). Kertas yang digunakan berwarna merah muda dan di sana tertulis kekaguman seseorang padaku. Dia menulis bahwa aku telah memotivasinya untuk menjadi lebih baik. Dia benar-benar berterima kasih dan minta maaf padaku. Aku sungguh bahagia saat itu, ketika orang mengatakan bahwa aku membuatnya lebih termotivasi pastilah hal itu menjadi momen yang tak akan terlupakan. Aku menjadi lebih termotivasi untuk lebih baik lagi karena aku telah membuat orang lain lebih baik. Jika orang lain saja bisa termotivasi olehku, aku haruslah bisa lebih baik lagi.
    Aku tidak tahu kenapa orang itu tidak menuliskan namanya, di sana hanya tertulis -W-. Lalu, beberapa bulan yang lalu, ada orang mengirimkan pertanyaan dengan menuliskan -W-, menanyakan kabarku, kemudian dia menghilang lagi. Andai saja orang itu memberitahukan identitasnya, mungkin kita bisa berteman baik.

    BalasHapus
  7. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter :@n0v4ip
    Email : n0v4ip@gmail.com

    Pernah suatu hari disekolah saya mendapatkan surat disertai cokelat yang saya gak tau siapa pengirimnya. Saya terkejut dong, secara saya bukan termasuk siswi yang terkenal dan populer di sekolah dan saya juga bukan siswi yang cantik... :D Nah, selain isi suratnya yang manis menurut saya *disertai cokelatnya juga sih* yang paling berkesan adalah tampilan suratnya. Surat yang ditulis diatas selembar kertas dengan motif bunga ini dijahit diatas kain lembut berwarna peach yang warnanya sangat lembut menurut saya. Setiap pinggirnya dijahit dengan sangat rapi lalu surat itu digulung dan diikatkan dengan pita berwarna biru. Ini adalah surat dengan tampilan termanis yang pernah saya dapat. Saya tidak tahu apa memang si penulis yang kurang kerjaan atau dia memang sengaja membuat ini untuk saya *oke, saya kegeeran* tapi yang jelas saya sangat berterima kasih untuk itu.
    Bahkan sebelum membaca isinya, saya sudah suka dengan tampilannya. Dan karena surat itu, satu harian saya senyum2 dan bersenandung gak jelas sangkin bahagianya. Sampai saat ini surat berpita biru itu masih tergulung manis di laci saya. :)

    Terima kasih kak Tria sudah mau baca ^^

    BalasHapus
  8. Nama : Velika Natalia
    Twitter : @VelikaNatalia
    Email : fransis93.sis.lia@gmail.com

    Surat atau pesan yang aku dapet beda dari yang lainnya melalui BBM BC aku dapet pesan ini. Sesuatu yang simple tapi panjang namun mengena dilogika, membawa pikirku jauh tenggelam dalam perasaan. Ini soal kehidupan dimana smua orang mungkin akan terenyuh dan membuka sudut pandang kehidupan ketika membacanya. Berikut juga aku, hidup ku tak mudah suka mengeluh tapi mungkin saja ada jutaan orang diluar sana yang mungkin jauh kurang beruntung dari aku.
    Ketika aku membaca pesan ini q bergumam dalam hati "aku harus berjuang lebih dari sekarang, masa muda memang cuman sekali, tapi gimana cara kita ngelola masa muda untuk masa tua dan masa muda anak kita harus dipertimbangkan matang-matang" Karna hidup cuman sekali.

    mungkin q share aja pesan ini semoga bermanfaat :

    KEMANA HARUS BERSANDAR

    Ketika aku bangun pagi dan merenungkan Kunci Sukses Hidup :

    Jendela kamar bilang : "Lihat dunia di luar !!!"

    Langit - langit kamar berpesan :
    "Bercita - citalah setinggi mungkin !!"

    Jam dinding berkata : "Tiap detik itu berharga !!!"

    Cermin bilang : "Berkacalah sebelum bertindak !!!"

    Kalendar berbisik : "Jangan menunda sampai besok !!!"

    Pintu berteriak : "Dorong yang keras, cepat pergi & berusahalah !!!"

    TAPI ....... tiba-tiba ...

    Lantai berbisik :
    "BERLUTUT dan BERDOALAH karena kunci kesuksesan kita harus dimulai dengan DOA...."

    Kita belajar....
    bahwa tidak selamanya hidup ini indah, kadang Allah mengizinkan kita mengalami derita.
    Tetapi kita tahu bahwa DIA tidak pernah meninggalkan kita, sebab itu kita harus belajar menikmati hidup dengan "BERSYUKUR".

    Kita belajar ....
    bahwa tidak semua yang kita harapkan akan menjadi kenyataan, kadang Allah membelokkan rencana kita.
    Tetapi kita tahu bahwa itu lebih baik dari yang kita rencanakan, sebab itu kita belajar menerima semua itu dengan sukacita dan penuh SYUKUR.

    Kita juga belajar ....
    bahwa tidak ada kejadian yang harus disesali &
    ditangisi, karena semua adalah rancangan-NYA yang akan "INDAH PADA WAKTUNYA".

    Ketika "Kaki" sudah tak kuat berlari...
    "BERLUTUTLAH".

    Ketika "Tangan" sudah tak kuat menggenggam...
    "LIPATLAH"

    Ketika "Kepala" sudah tak kuat ditegakkan...
    "MENUNDUKLAH"

    Ketika "Hati" sudah tak kuat menahan kesedihan... "MENANGISLAH.

    Ketika "Hidup" sudah tak mampu untuk dihadapi... "BERDOALAH"

    Karena di belakangmu ada KEKUATAN yang tak terhingga..

    Di hadapanmu ada KEMUNGKINAN tanpa batas..

    Di sekitarmu ada KESEMPATAN yang tiada akhir.

    Lebih dari itu, di atasmu ada Allah yang selalu menyertaimu..

    Kasih sayang Allah pada kita seperti lingkaran, tak berawal dan tak berakhir....

    Syukur pada Allah..

    Terima Kasih Sudah Membaca :D
    Maaf jika ada salah kata...

    BalasHapus
  9. Nama : Eka Sulistiana
    Twitter : @ekasulistiana24
    Email : ekasulistiana2412@yahoo.co.id
    Jawaban :
    Pernah. Suratnya berupa selembar kertas. Itu surat keputusan dari pihak panitia penyelenggara program beasiswa kedokteran yang aku ikuti. Memang berkesan, tapi kesan yang ditimbulkan oleh surat itu adalah kesan yang buruk bagiku. Karena pada surat tersebut, yang didalamnya tertera nama-nama calon penerima beasiswa yang lulus, tak terdapat namaku. Itu artinya, aku gagal menerima beasiswa kedokteran itu. Sejak kuterima surat itu, beberapa hal dalam hidupku langsung berubah. Aku yang selama ini telah bercita-cita untuk kuliah di fakultas kedokteran melalui jalur beasiswa, langsung limbung dan tak tahu lagi harus melakukan apa. Karena hanya itu satu-satunya caraku agar bisa mewujudkan cita-citaku untuk menjadi seorang dokter. Harapan yang selama ini kusematkan dalam hidup, lenyap seketika. Tak ada lagi istilah 'calon dokter' dalam hidupku.
    Namun, meski berbalut kesedihan, hal tersebut juga bisa mengubah hidupku jadi lebih baik. Aku jadi lebih bisa memahami bahwa keputusan Tuhan adalah yang terbaik. Sekeras apapun perjuangan kita, jika Tuhan belum berkehendak, semua tidak akan terjadi. Berprasangka baiklah terhadap apapun yang terjadi. Agar tidak sulit bagi kita untuk mengucapkan kata syukur. Bahkan dalam kepedihan sekalipun.

    BalasHapus
  10. Nama: Eni Lestari
    Akun twitter: @dust_pain
    Email: shinra2588@yahoo.com

    “Kamu pernah gak sih menerima surat (surat di tulis di kertas, e-mail, inbox di FB, dst) yang berkesan di hidupmu atau mengubah hidupmu? Sila share ceritamu ya, Readers"

    pernah mbak. dan ini memorable banget bagiku sampai sekarang.

    mbak tahu Swistien Kustantyana, penulis novel Diary Princesa yang beberapa waktu lalu meninggal karena kanker? aku kenal dia dari e-mail. awalnya aku cuma rajin mengunjungi blognya di wordpress dan iseng komen pakai nama samaran, tapi e-mailnya pakai yang sering kugunakan. suatu kali, aku baca postingan blog Mbak Swistien. ceritanya Mbak Swistien lagi mellow dan dituangkan di blog. seketika aku langsung komen "mbak, kemarin aku mimpiin mbak lho." waktu itu aku emang abis mimpiin Mbak Swistien, makanya ngomong gitu. tiba2 aja, ada inbox masuk ke e-mailku dari Mbak Swistien. aku kaget banget karena gak nyangka aja disapa sama Mbak Swistien. secara aku fans berat cerpen2 dia. aku ngerasa dia udah jadi penulis terkenal, jadi gak mungkin nanggepin fansnya gitu. eh, gak taunya orangnya nice, ramah banget. makanya seneng :D abis itu, kita ngobrol2 di e-mail. tiba2 Mbak Swistien bilang kalo dia baca cerpenku di Kawanku. Mbak Swistien bilang cerpenku bagus. aduh, rasanya kayak melayang dipuji sama cerpenis idola. apalagi aku tipe orang yang gak pede sama tulisan sendiri, meski udah dimuat di majalah :') yang bikin aku makin adore sama Mbak Swistien, dia mau kirimin majalah Kawanku yang muat cerpenku itu. aduuuuhh sumpah waktu itu aku langsung nangis. rasanya terharu banget. agak lebay sih, tapi aku ini kan bukan apa2nya Mbak Swistien. cuma fansnya doang. eh, dia begitu baiknya. yang kenal deket sama aku aja jarang ngasih aku sesuatu berupa barang. mesti beli dulu gitu. lha ini yang baru kenal mau susah2 demi aku. rasanya itu menyentuh hatiku banget, bikin aku makin kagum sama Mbak Swistien :')

    Mbak Swistien orangnya emang baik banget. makanya aku ngerasa kehilangan banget waktu dia meninggal. semoga dia mendapatkan tempat yang baik di sisi-Nya. aamiiiinn :')

    BalasHapus
  11. Nama: Noer Anggadila
    Akun Twitter: @noeranggadila
    Email : noeranggadila27@gmail.com

    Kalau menerima surat macam yg disebutin di atas, apalagi dari e-mail karena mengikuti suatu blog, kalau blognya update tiap hari ya pasti ada e-mail yg kekirim ke e-mailku tiap hari. Tapi, kalau masalah berkesan kayaknya belum ada, apalagi sampai merubah hidup.

    Tapi aku berharap nanti kalau sudah lulus SMA, tiba-tiba aku dapat surat tentang pengumuman hasil SNMPTN dan di dalam surat itu aku dinyatakan lulus dan masuk perguruan yg aku inginkan, amin ya rabb. Surat kedua yang aku inginkan adalah berisi tentang kontrak sama penerbit buku, amin. Dan masih terus berharap, kali aja suatu hari nanti dapat surat yang isinya beasiswa kuliah di medinah, entar bisa sering surat-suratan sama ortu di Indonesia, pasti deh semua suratnya berkesan dan dari ketiga surat tersebut sudah pasti dapat merubah hidupku, entah hanya sebagian kecil atau semuanya, Allah Maha Mendengar, rajin berdoa dan terus berusaha!

    BalasHapus
  12. Nama : Ratnani
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    E-mail : kazuhanael_ratna@yahoo.co.id

    “Kamu pernah gak sih menerima surat (surat di tulis di kertas, e-mail, inbox di FB, dst) yang berkesan di hidupmu atau mengubah hidupmu?

    Pernah.
    Cukup berkesan dan membuat aku harus lebih belajar lagi.
    Waktu itu aku sedang enak-enak menulis tiba-tiba ada Pak Pos datang, katanya ada surat gitu. Dan jantungku langsung berdetak tidak karuan. Ya Allah itu surat dari Kompas. Aku jadi teringat pernah mengirim naskah cernak ke sana. Dengan hati-hati aku buka dan hanya bisa menelan pahit ketika masih ditolak itu dua kali. But, tidak masalaah baru dua kali, mungkin ada orang lain yang sudah lebih berkali-kali. Ini menyadarkan aku untuk terus berlatih menulis dengan baik. Meski sampai saat ini belum tembus juga. Heheh. Tapi hal itu terobati dengan dapatnya surat dari penerbit Exchage yang memberikan selamat karena dari resensi yang kubuat aku diberi hadiah. Wow alhamdulillah. Jadi semakin semangat belajar nulis. Baik itu cerpen, novel atau resensi. Karena berbagi itu indah. ^^

    BalasHapus
  13. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    email: auliyati.online@gmail.com

    “Kamu pernah gak sih menerima surat (surat di tulis di kertas, e-mail, inbox di FB, dst) yang berkesan di hidupmu atau mengubah hidupmu?

    Surat yang berkesan itu surat cinta dari cowok yg pernah jadi pacar pertama, dan dia satu-satunya cowok yg pernah nulis surat cinta ke aku sampai saat ini, nggak tau ya mungkin nanti akan ada cowok lain yg nulis surat cinta ke aku lagi hahaaa... Kejadiannya waktu kelas 3 SMP. Masa itu memang masih jamannya surat-suratan, handphone atau medsos belum trend (jaman baheula banget yak hahahaa) Aku ingat kertas suratnya warna krem, dan yg bikin kagum walaupun cowok tapi tulisannya bagus banget! Aku aja kalah deh heheee...

    Walaupun dia pernah bikin aku kecewa, tapi kejadian waktu itu jadi salah satu hal yg berkesan. Karena surat itu aku jadi tahu gimana rasanya ditaksir cowok, gimana rasanya belajar menyukai orang lain yg sebelumnya tidak pernah terpikir akan menjadi orang yg istimewa, jadi tahu juga gimana rasanya patah hati (sakitnya tuh di sini!) :p
    Dan yg selalu akan aku kenang, karena aku tidak akan pernah bertemu lagi dengan dia. Sudah hampir 10 tahun lalu dia meninggal karena kecelakaan. Sampai saat ini aku hanya mengingat sosoknya saat masih SMP, sosok anak laki-laki bertubuh kecil (tapi gayanya keren loh! hehe...) dengan senyuman miring-nya setiap kali melihat padaku.

    haiiisshh! jadi baper niy mengingat masa lalu :p

    BalasHapus
  14. Nama: Bintang Maharani
    Twitter: @btgmr
    Email: btgmhrn@gmail.com

    Pernah. Surat ini malahan ditulis di selembar tissue tertanggal 28-11-'04. Ini dikirimkan oleh si ehem yang saat itu memang sedang berteman dekat dengan saya. Suratnya masih saya simpan sampai tissue-nya sudah berubah warna kekuningan. Begini isinya:

    #

    Semua orang dilahirkan untuk hidup
    Dan hidup adalah suatu kesempatan
    Kesempatan itu adalah ibadah
    Ibadah kepada-Nya lah kita harus jalankan

    Kelebihan dan kekurangan diri kita
    Itulah suatu cobaan dan tantangan
    Apakah kita dapat bertahan dan bersyukur?

    "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kalian Dustakan?" (Q.S. Ar-Rahman)

    Akhirnya...
    Kematian menjemput kita semua
    Sahabat, istri, suami, anak dan semua yang ada di dunia akan mengurus dirinya masing-masing
    Kecuali keluarga yang sakinah di mana mereka saling mendoakan satu sama lain
    Di mana mereka keluarga yang saling memahami
    Orang yang menjalankan syariat-Nya lah yang dapat menjalani itu

    Istiqomahlah di jalan Allah
    Lakukan yang terbaik buat kita, keluarga kita, tetangga kita, dan semua muslim sedunia

    #

    Pesan yang sangat sederhana. Lebih ke niat untuk mengingatkan ketimbang mau gombal atau hal-hal lainnya. Bukankah memang begitu tugas sesama manusia untuk saling mengingatkan? :)
    Saya berterima kasih bukan cuma karena dikasih surat, tetapi juga berterima kasih sudah diingatkan dan suratnya jadi sangat berkesan karena cuma ditulis di selembar tissue yang rapuh dan mudah buyar... :D

    BalasHapus
  15. Tri Indah Permatasari
    @LiebeIs0503
    triyusufciduk@yahoo.com

    Aku tidak tahu apa ini bisa dibilang surat atau tidak, tapi yang jelas aku pernah menemukan tulisan di salah satu kertas binder aku yang isinya

    “Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
    Ketika kita menangis?
    Ketika kita membayangkan?
    Ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat…
    Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan…
    Dan ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan…
    Tapi ingatlah…
    Melepaskan bukan akhir dari dunia…
    Melainkan awal dari seuatu kehidupan baru…
    Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,
    Mereka yang tersakiti,
    Mereka yang telah mencari…
    Dan mereka yang telah mencoba…
    Karena merekalah yang bisa menghargai
    Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka…”

    Hatiku terenyuh, terasa sakit dan menyesakkan sekali saat itu. Membayangkan betapa egoisnya diriku selama ini. Bahkan lebih menyakitkan lagi ketika aku melihat tanda tangan dari orang yang menuliskan kata-kata itu di binderku adalah (E.T.) orang yang beberapa waktu lalu meninggal sebelum kutemukan tulisan ini. Orang yang selalu berada dibelakangku, memberikan batuan tanpa aku ketahui, peduli padaku tanpa menunjukkannya secara langsung dihadapaanku. Dan mulai saat itu, aku berusaha membuka lembaran baru, tidak ingin mengecewakan semua orang. Aku ingin menjadi diri pribadi yang baik, terus bersemangat dan tak pernah lelah untuk mencoba demi mereka yang telah berjuang untukku bahkan sampai saat ini. Untuk E.T. thanks for you, meski aku sedikit menyesal belum sempat meminta maaf bahkan mengatakan bahwa aku sayang kamu, tapi aku bersyukur karena aku masih diberi kesempatan untuk mellihatmu terakhir kalinya, meski disaat kau tengah berjuang mempertahankan hidupnmu. I LOVE YOU.

    BalasHapus
  16. Nama: Thia Amelia
    Akun twitter: @Thia1498
    E-mail: thiameliasn@gmail.com

    Kamu pernah gak sih menerima surat (surat di tulis di kertas, e-mail, inbox di FB, dst) yang berkesan di hidupmu atau mengubah hidupmu? Sila share ceritamu ya, Readers J

    Pernah, surat dari guru saya ketika SMP. Jadi waktu itu aku ini anak yg cukup bandel, kadang suka bolos, berontak dengan peraturan yg terlalu keras, dan ga pernah dengerin apa kata guru. Suatu hari walu kelas saya mau pindah, beberapa waktu setelah pergi, seseorang yg dititipi surat itu memberikan suratnya padaku. Dan dari situ aku berubah. Bagaimana dalam surat itu guru saya memberitahukan betapa penting nya pendidikan dan hormat terhadapn semua, baik itu peraturan atau orang. Bagaimana pastinya sedihnya orangtua saya melihat keadaan saya. Karena surat itu yg mendekatkan saya dengan guru saya yg sudah pindah itu sampai sekarang. Yg selalu memotivasi saya sampai sekarang dan menjadi panutan saya. Surat yg mengubah kehidupan.

    BalasHapus
  17. Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Email: ayamurning@gmail.com

    Yang berkesan itu nggak harus yang menyentuh atau yang bikin senang atau yang lucu kan? Yang menyedihkan atau yang bikin shock juga bisa berkesan kan? Soalnya kalau bagiku sendiri justru hal seperti itu yang termasuk berkesan. :)

    Okay, jadi gini ceritanya. Pernah dulu waktu aku masih kelas 9, aku dapat sebuah amplop dari tempat aku bimbel. Isinya adalah hasil dari tes IQ yang dilakukan oleh bimbel itu minggu lalu untuk semua murid barunya. Aku salah satu peserta tes IQ gratis itu.

    Kemudian, waktu aku lagi asyik belajar di kelasku, tiba-tiba aku dipanggil keluar kelas oleh salah seorang staff. Dia menyerahkan amplop hasil tes IQ milikku. Dia membukanya di depanku. Di situ tertulis IQ-ku hanya dengan skor 88. Aku shock karena keterangannya di situ bahwa aku 'kurang'. Seburuk itukah aku? Aku jadi menganggap diriku bodoh, tolol, bongok. Staff itu memberi sedikit petuah padaku, katanya aku jangan sampai berkecil hati, harus terus rajin belajar, blablabla. Rasanya mau langsung nangis di situ juga, tapi aku tahan aja. Aku malu dengan skor IQ yang cuma 88. Aku jadi kayak orang linglung waktu kembali ke kelas belajarku. Nggak bisa konsen karena sambil nahan tangis. Aku bimbang antara harus menunjukkan hasil IQ ini ke orangtua atau tidak. Aku nggak mau kalau mereka jadi malu punya anak yang bodoh kayak aku. Akhirnya aku tidak pernanh menunjukkan hasil tes itu pada mereka. Toh mereka juga nggak tahu kalau aku ikutan tes IQ di sana.

    Namun, pada akhirnya aku bersyukur dengan adanya hasil tes yang memalukan itu. Aku jadi punya tekad besar untuk rajin belajar dan jadi pintar saat aku masuk SMA. Aku bertekad harus bisa masuk IPA. Pas kelas 10 itu ternyata SMA-ku ngadain tes IQ gratisan juga. Aku semangat ikutan. Aku penasaran ingin tahu seberapa besar kemajuanku sekarang. Minggu depannya hasil tesnya keluar. Semua anak dapat amplopnya. Di sana tertera skorku 120 dengan keterangan superior!
    Alhamdulillah... aku sangat bersyukur. Aku lega dan puas dengan hasil tesku. Dari 88 bisa naik jadi 120. Aku jadi nggak perlu malu dan malah semagat banget buat nunjukkin surat hasil tes itu ke orang rumah, terutama orangtua.

    2 surat itu sama-sama berkesan untukku. Surat pertama jadi cambukku untuk lebih baik, sedangkan surat kedua jadi kebanggaanku dan membuatku percaya diri bahwa aku memang 'bisa' jika aku benar-benar mau dan punya niat yang kuat. :)

    BalasHapus
  18. Nama: Nurdiana Gunawan
    Akun twitter: nurdianaanissa3
    Email: nurdianarise24@gmail.com

    “Kamu pernah gak sih menerima surat (surat di tulis di kertas, e-mail, inbox di FB, dst) yang berkesan di hidupmu atau mengubah hidupmu? Sila share ceritamu ya, Readers J”

    Tentu, aku pernah hihi, waktu itu surat pertama dari pacar pertama juga. Tepatnya hari apa ya aku lupa, ada seseorang ngasih aku amplop warna putih, kurang spesial emang amplopnya tapi isinya menurutku spesial banget, isi nya pernyataan cinta, yang membuat aku senang tentu nya. Dia sengaja ngirim surat itu karena hp ku rusak hehe duh jadi terharu di sana, padahal waktu itu udah tahun 2014 udah jarang atau bahkan udah gak zaman mungkin surat-surat an, yang membuat berkesan itu, dia ngirim nya dari Batam, kebetulan dia lagi kerja di batam aku sih di desa, kami tetanggan.

    BalasHapus
  19. Nama : Vanessa Agatha
    Akun twitter : @agatha_Felicia
    Email : tanya28fransisca@gmail.com

    Dapet surat? Pernah dong! Ada banyak malahan
    Surat pemberitahuan rapat osis
    Surat pemberitahuan libur sekolah
    Surat pemberitahuan inilah, itulah, banyakkan? Hehe
    Tapi dari semua surat itu ada 1 surat yg asli bukan dari sekolah..
    Ekwkwkwk
    Jadi sekolah gue itu berada di bawah suatu yayasan
    Dan yayasannya itu membuat sekolah diberbagai macam tempat, salah satunya tempat gue ;)
    Gue inget bgt waktu itu gue SMA kelas 2 dan kelas gue dapet kiriman sesuatu dari sekolah yg sama tapi tempatnya beda.
    Dan kalian tau...
    Kelas gue dapet suratt
    Yeeeayyy \m/
    Rasanya bahagia bgt! Sesuatu bgt gituu
    Masing2 dari kami dapet 1 surat, kami harus baca dan bales surat itu.

    Surat itu emang salah satu dari tugas mereka sih, tapi tetep aja gue excited gituu >.<

    Di dlm surat, dia menceritakan tentang dirinya yg ada di sana
    Kelasnya, hobinya dan cita-citanya
    Yang paling keren itu dia ceritain tentang wisata alam dia, (dia tinggal di Palopo)
    Seru bgt baca surat dari org yg jauh di sana dan ga gue kenal.

    Akhirnya gue bales suratnya
    Gue juga ceritain tentang gue di sini dan tempat wisata di tempat gue
    Walaupun ga banyak yg gue tau
    dari surat ini gue juga belajar kalo gue harus mengenal daerah gue sendiri! Siapa tau temen pena berikutnya adalah org luar negeri, kan gue bisa share hal hal yg ada Indonesia ;-)

    Tapi intinya ini adalah salah satu pengalaman hebat yg ga bisa dilupain ;)
    Bisa punya temen pena yg bener2 gue gatau sebelumnya

    Kalo Dae Ho ada, mungkin gue bisa pake jasa dia. Atau gue bisa jadi paketnya? Hehehe
    Yg dikirim ama Dae Ho ke palopo

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  21. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    rinspiration95@gmail.com

    Dulu nih, waktu aku kecil katanya aku pernah dapat surat dari penyanyi cilik Maissy. jujur, agak susah mengingat cerita itu haha.. lebih detail taunya dari mama.
    Aku suka banget nyanyi dan dengerin musik jadi dibeliin kasetnya penyanyi itu. Nah, pas itu kayak ada promo dari labelnya, kalau kita ngirim surat/bukti kepemilikan kasetnya akan dapat balasan dari Maissy. Nah, mama ngirimkan itu dan ternyata terpilih jadi beruntung di balas.
    Pas dapat surat itu dan aku tau dari Maissy, aku girang banget hahaa.. tapi sayangnya surat itu gak tau dimana sekarang. Kalau aja masih ada pasti lucu bisa mengingat masa lalu lagi :D

    BalasHapus
  22. “Kamu pernah gak sih menerima surat (surat di tulis di kertas, e-mail, inbox di FB, dst) yang berkesan di hidupmu atau mengubah hidupmu?

    Surat undangan termasuk ga? Kalau termasuk aku mau cerita yg berkaitan dgn hal ini.

    Aku pernah mendapatkan sebuah surat undangan pernikahan dari pria yg pernah mengisi hari2ky. Surat undangan itu kemudian membuatku berpikr bahwa utk apa pacaran jika yg berada dipelaminan nanti bukan bersama kita. Aku menyadari bahwa pcran yg selama ini aku lakukan adalah sesuatu yg tidak dibenarkan dan setelah mndptk surat itu, aku mulai berpikir utk tidak pacaran dan hanya pacaran saat setelah menikah saja. Selain terhindar dari dosa, juga membuat lebih tenang tanpa harus khawtir setiap malam.

    BalasHapus
  23. Nama: Diah Pujiawati
    Twitter : @She_Spica
    Email : shedetective.coolkid@gmail.com

    Satu-satunya surat yg merubah hidup saya adalah sebuah SMS singkat dari sebuah universitas negeri yang akhirnya meluluskan saya sebagai calon mahasiswa di sana. Mengapa hal ini begitu brpengaruh dan berarti bgi saya? karena sedari kecil saya hidup tanpa ayah. Alias yatim. Tabu bagi orang-orang sperti saya untuk brmimpi bgtu tinggi, dan itu dibuktikan dgn ucpan mencemooh serta meremehkan dari orng2 di sekitar saya. Termasuk keluarga saya sendiri. Mungkn zaman skrg orng kuliah itu bgtu lumrah dan biasa, namun bila menengok sedikit 5-6 tahun ke belakang, orng2 yg bisa kuliah hanyalh orang yg berotak tinggi serta bermateri lebih. Dimana kedua hal tersebut tidak ada pd diri saya sama sekali.
    Akhirnya, tanpa persetjuan keluarga, terutama ibu yang hanya bisa pasrah mndengar keinginan anaknya yg menurutnya bgtu tinggi, saya pun mengmbil langkah untk mndaftar sndri ke salah satu universitas negeri yg biayanya bgtu murah. Saya ingin mmbuktikan kepada ibu, keluarga, srta orng2 di sekitar saya bhwa anak tanpa ayah pun bisa brmimpi. Kami memiliki ksmpatan yg sama sprti anak2 berkeluarga lengkap lainnya. Dan akhirnya dgn izin Allah dan bantuan pihak sekolah serta dukungn para sahabat, saya pun mendaftar dan mengikuti serangkaian tes lainnya, mskipun saya tidak brharap banyak dapt diterima mengingat saingan saya yang luar biasa banyaknya.
    Bberapa hari kemudian, surat elektronik SMS itu pun saya terima. Dan membuncahlah hati saya tatkala saya membaca pesan trsebut, dan hal prtama yg saya lakukan adalah mngucap syukur lantas mengadu pada ibu bahwa saya brhasil masuk universitas negeri dgn biaya masuk yag lebih murah dari biaya masuk saya ke SMA. Ibu yg tak percaya akhirnya pun ikut terima dan terharu bhwa trnyta saya memang mampu tnpa memberatkan beliau sama sekali. Begitu pun dgn keluarga saya yg lain dan org2 di sekitar saya yang mendadak bungkam mendengr kabar saya itu.
    Pesan itulah yg akhirnya mmbwa saya ke keadaan saat ini, yg dari dlu mmng berkeinginan mnjadi guru akhirnya tergapai juga. Entah akn jadi apa saya pada saat ini jika saya pesimis dan tidk berani mencoba mengambil langkah untk memulai sesuatu yng nekat saat itu.
    Mungkin saja saya benar2 akan menjadi anak yatim sperti yg orang2 katakan dlu.

    BalasHapus