Rabu, 23 September 2015

Till It’s Gone



Penulis: Kezia Evi Wiadji
Penyunting: Fatimah Azzahrah
Desain sampul: Mahar Mega
Penata Letak: Puput Novitasari
Pemeriksa Aksara: Tika Yuitaningrum
Penerbit: Media Pressindo
Cetakan: I, 2013
Jumlah hal.: 172 halaman
ISBN: 978-979-911-298-9

Saat mengenakan gaun pengantin berwarna putih dan menangkap bayangan di cermin besar di kamarnya, hatinya pedih. Ia juga malu. Ia tidak sesuci warna gaunnya. Ia telah hamil sebelum mengucapkan janji pernikahan. Alisa menekan tangan kanannya ke perut. Telapak tangannya terasa lembap. Ia berharap saat ini ia sedang bermimpi. Tetapi aroma buket bunga gardenia dan mawar di tangan kirinya membuatnya sadar. Bau wangi bunga itu nyata, senyata apa yang terjadi sekarang pada dirinya.

Rumah tangga ternyata tidak sesederhana yang Alisa pikirkan. Ia sering mendapat perlakuan tak mengenakkan dari Adam, teman hidupnya. Sampai suatu ketika ada secercah empati yang terulur ke arahnya. Dari seorang lelaki yang pernah menorehkan sejarah dalam hidupnya. Bersediakah Alisa menerimanya?

***

Alisa, seorang perempuan muda yang hidup bersama pria yang ia cintai. Adam, suami yang begitu dicintai Alisa. Dan seorang malaikat kecil bernama Kevin pun ikut mewarnai hidup Alisa. Kevin yang duduk di bangku kelas satu SD menyampaikan ketakutannya pada Alisa. Kevin ternyata sangat takut pada Adam.

Ya, Adam ternyata tidak membalas cinta Alisa dengan selayaknya. Upaya Alisa untuk membahagiakan Adam lebih banyak dibalas dengan lebam biru.


Kemudian suatu hari, Frans muncul kembali ke kehidupan Alisa. Frans adalah laki – laki yang pernah mengisi hari – hari Alisa. Dan kali ini laki – laki itu memaksa masuk dalam kehidupan Alisa. Demi menjaga Alisa dan Kevin. Lantas bagaimana akhir kisah Alisa.

Mampukah ia meninggalkan Adam yang begitu dicintainya? Ataukah ia memilih Frans yang memberinya rasa aman namun tidak mampu ia cintai?

***

Novel Kezia Evi Wiadji ini kembali membahas tentang pernikahan. Dan ada twist menarik yang lagi – lagi mampu mengecoh pembaca. Fakta tersembunyi yang kemudian memberi warna cukup signifikan dalam cerita.

Kali ini alur campuran yang digunakan membuat cerita ini terasa apik. Menarik dibaca. Dan konflik yang dituturkan utuh dan lengkah. Penggunaan POV 3 pun sangat mendukung cerita ini. Logika cerita tidak bolong karena seluruh tokoh punya porsinya masing – masing.

Selain itu, novel ini menyuguhkan realitas yang memang umum ditemukan. Baik tentang kekerasan dalam rumah tangga, married by accident, hingga kehidupan remaja saat Alisa dengan bangga membandingkan dirinya dengan sang adik, Tirza. Ini benar – benar terasa real. Potongan – potongan kehidupan yang disuguhi bisa terjadi di kehidupan siapa saja.

Buku yang menarik. Penceritaan yang mengalir. Sayangnya masih kurang terasa emosinya. Wajar sih karena penggunaan POV 3 membatasi transfer emosi dari tokoh ke pembaca.

But over all seluruh cerita ringan tapi sarat kisah.

***


Puisi yang terinspirasi dari novel Till It’s Gone

Pernikahan adalah babak kehidupan yang penuh warna
Cinta hanyalah salah satunya
dan kekasaran adalah warna hitam yang merusak segalanya
Dan kelak ketika cinta tak lagi cukup
Kelembutan dan kenyamanan kan menggenapkannya
Namun saat kamu harus memilih
Mampukah kamu yang memutuskannya?
Cinta yang kelam ataukah kenyamanan tanpa cinta?
***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar