Jumat, 04 September 2015

Runaway




Penulis: Kezia Evi Wiadji
Desainer: Chyntia Yanetha
Penata isi: Abdurrahman
Penerbit: Grasindo
Cetakan: Pertama 2014
Jumlah hal.: vi + 145 halaman
ISBN: 9786022517764

Amy dan adiknya, hidup bersama orang tua yang tidak lagi saling mencintai. Keberadaan sang ayah telah digantikan oleh materi, sementara sang ibu selalu menyakiti dirinya sendiri. Bertahun-tahun Amy merasa tidak bahagia. Gedung gereja dan kesibukannya sebagai panitia Natal selalu menjadi pelariannya.

Suatu hari, sepulang sekolah, Amy menemukan rumah dalam keadaan kosong. Hanya terdapat jejak darah di lantai dan di kamar ibunya. Sesuatu yang mengerikan telah terjadi dengan ibunya!

Karena tak mampu lagi bertahan, Amy melarikan diri. Lari dari keluarga yang tak lagi memberinya rasa aman, kebahagiaan, juga kasih sayang.

Tetapi ...

Seorang cowok menyebalkan, memergoki pelariannya itu!

***

Kata siapa kehidupan remaja itu mudah? Ditambah dengan emosi yang beragam dan proses pendewasaan maka sesungguhnya menjadi remaja adalah sebuah tantangan sendiri.

Inilah yang mewujud dalam kehidupan Amy, tokoh utama dalam novel ini. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, penulis menyuguhkan kehidupan remaja bersama seluruh emosinya serta proses belajar untuk lebih bijak dalam menghadapi berbagai masalah yang muncul.

Setting waktu natal adalah setting yang paling banyak mewarnai cerita ini. Ini karena novel ini memang diterbitkan dalam rangka menyambut moment tersebut (trus baru saya baca sekarang donk *nyengir*)


Amy, dengan segala masalah keluarganya memilih untuk melarikan diri ke Gereja. Setiap kali merasa kalut maka tempat itulah yang jadi tujuannya. Ia pun memutuskan untuk melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya yaitu menjadi panitia persiapan Natal. Pilihan ini ia lakukan karena kondisi keluarganya yang memburuk. Ini membuatnya mengenal dan jadi dekat dengan Reno si Kepo.

Reno yang secara terang – terangan menunjukkan perhatiannya pada Amy ini membuat Amy sangat kesal. Ini karena karakter Reno dan Amy berseberangan. Reno yang supel, gampang tertawa jelas berbeda dengan Amy yang tertutup serta serius dan sinis.

Kemudian masalah memuncak saat Mama Amy melakukan percobaan bunuh diri. Ayah Amy kemudian memberitahu Amy sebuah rahasia yang mengguncang Amy. Ia menjadi gamang tidak tahu lagi apa yang harus ia percayai dan bagaimana menghadapinya.

Setelah itu, Amy pun mengetahui sesuatu yang tidak ia duga tentang Reno.
Bagaimanakah kehidupan Amy seteleh itu?

***

 Dalam novel ini, penulis menampilkan sosok remaja yang punya segudang masalah kemudian mencoba melarikan diri dari masalah tersebut. Menariknya pelarian tokoh Amy bukan ke arah negatif. Ia memilih untuk ke tempat ibadah. Memilih menjadi bagian dari persiapan hari rayanya.

Ini contoh yang menarik, bahwa seberat apapun masalah, kita bisa memutuskan untuk melibatkan diri pada hal positif jika memang butuh untuk sejenak menjauh dari masalah tersebut. Nggak bangetlah kalau sampai kenalan sama rokok, minuman keras, hingga narkoba hanya karena alasan bahwa masalah yang dihadapi terlalu berat.

Seluruh karakter di dalam novel ini cukup konsisten terutama untuk tokoh Amy dan Reno. Sayangnya, untuk sosok Ayah Amy dan Mama Amy, perubahan karakternya sedikit terlalu mendadak dan kurang dijelaskan. Ini bisa jadi disebabkan oleh penggunaan sudut pandang orang pertama.

Alur maju yang dipakai membuat novel ini mudah dipahami dan nyaman di nikmati. Meskipun endingnya terasa sedikit terlalu mudah untuk masalah sebesar yang dihadapi Amy. Tapi masih cukup logis kok 

Hm.. Ceritanya sangat remaja. Mbak Kezia Evi Wiadji ini jagoan ih, bisa nulis buat remaja dan bisa juga nulis buat dewasa. Good job. Ditunggu karya berikutnya ya, Mbak ;) 

***


Puisi yang terinspirasi novel Runaway

Satu titik bintang yang redup dan tertelan gemerlap kota,
tidak berarti ia tiada

Seperti halnya cinta dan kasih kala tertutup awan kemarahan,
kita lupa bahwa cinta itu tidak hilang hanya kita yang enggan menemukannya

Dan seperti halnya Tuhan
Dia tidaklah dapat ditatap
namun kehadiranNya selalu nampak
dalam setiap kejadian jika kita mau merasakan

4 komentar:

  1. Saya dulu jg suka lari dr masalah, maklum ababil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha..nggak apa2. Kadang emang kita perlu berlindung sebentar. Asal larinya ke hal positif sih gak masalah :)

      Hapus
  2. emak2 asyik ga ya baca ini heheheh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he..kalo untuk emak2 konfliknya terlalu sederhana deh :D
      tapi kalau memang suka baca teenlit ya gak apa2.
      Bacaankan terkait selera :D

      Hapus