Selasa, 15 September 2015

[Review + Giveaway] Sejujurnya Aku...



“Pernikahan bukan akhir sebuah perjalanan. Pernikahan adalah awal perjalanan.” (Hal. 97)


Penulis: Aveus Har
Penyunting: Nunung Wiyati  Noni Rosliyani
Perancang sampul: Lukmanul Hakim
Pemeriksa aksara: Pritameani & Septi Ws
Penata aksara: Archi Thobias Chandra
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: pertama, Maret 2015
Jumlah hal.: vi + 214 halaman
ISBN: 978-602-291-081-7
Maaf sayang….

Ini bukan kali pertama aku menolakmu. Aku ingin, tapi aku tidak bisa. Sejak malam pertama kita yang kulewatkan dengan berkelana ke alam mimpi, sesungguhnya hatiku didera cemas. Bukannya menyambutmu dengan rona bahagia, aku justru dihantui rasa bersalah.

Setiap momen itu tiba, melihatmu yang begitu tulus, ingatanku kembali pada kesalahan terbesarku di masa lalu. Sebuah rahasia yang hingga detik ini tak berani kukatakan kepadamu. Haruskah kucari dosamu agar kita impas dan kamu bisa memaafkan aku?

Aku begitu takut kehilanganmu. Pernikahan impian bak cinderela mungkin tak akan terwujud jika aku menyingkap tabir yang selama ini kututup rapat. Entah sampai kapan, aku akan bertahan mencurangimu. Maaf…maaf.

***

“Rasanya, kalimat terakhir itu mengisyaratkan sesuatu. Seorang laki – laki akan melakukan apa pun untuk menyenangkan wanita yang diinginkannya. Ya, memang seperti itulah. Meskipun pada kenyataannya, mereka juga akan kabur setelah mendapatkan apa yang diinginkannya. Atau, setelah tahu tidak mungkin mendapatkannya begitu saja tanpa komitmen.” (Hal. 48)


Kehidupan pernikahan Charista yang diimpikannya bak dongeng yang berakhir happily ever after tidak menjadi kenyataan. Rasa cemas dan takutnya membuatnya tidak mungkin menikmati manisnya madu pernikahan.

Ini karena sebuah kenyataan yang ia sembunyikan dari sang suami, Nathan. Charista sesungguhnya sudah tidak perawan lagi. Terlena oleh indahnya cinta masa remaja membuat Charista melepaskan hal paling berharga darinya sebagai perempuan. Kemudian ia pun ragu bahwa sang suami mampu menerima hal itu.

Tapi sampai kapan ia bisa menyembunyikan kebenaran tersebut. Sampai kapan dia bisa menolak menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri seutuhnya?

Kemudian di waktu yang sama mantan kekasih yang sudah merenggut keperawanan Charista, Farel, muncul kembali. Farel berkata ingin menikahi Charista. Ia siap menunggu Charista bercerai dari Nathan.

Namun apakah itu yang diinginkan Charista? Apakah menikah untuk kemudian segera bercerai adalah hal yang ingin ia jalani?


“Laki –laki yang dekat dengan keluarganya akan membuat wanita bahagia. Laki – laki itu yang sebaiknya kau pilih, Ta.” (Hal. 63)

***

“Cinta lebih menyerupai gelombang laut yang mengenal pasang surut. Ketika laut tengah surut, sangat mungkin aku terdampar di pantai. Lalu, bagaimana jika sebelum laut kembali pasang, pasir telah menguburku hingga terbenam?” (Hal. 183)

Mengetahui bahwa novel yang jadi pemenang dalam Lomba Novel “ Wanita dalam Cerita” ini ditulis oleh seorang laki – laki membuat saya cukup terkesan. Penggunaan POV 1 dari tokoh perempuan tentu tidak mudah. Apalagi dalam novel ini sebagian besar cerita lebih banyak bermain di benak Charista. Ketakutan – ketakutan yang dirasakan oleh Charista dieksplorasi oleh penulis untuk menghidupkan narasi cerita.

Charista ditampilkan sebagai sosok perempuan mandiri dan kuat namun menyimpan sebuah ketakutan  yang besar. Pemikiran – pemikiran Charista yang disuguhkan pada pembaca memang amat menyentil. Tentang posisi perempuan di masyarakat. Tentang keperawanan yang cukup sensitif untuk dibahas di masyarakat Indonesia. Selama membaca novel ini saya pun berdiskusi dengan suami. Dan suami saya sendiri termasuk yang menganggap penting hal ini. Dan dari pendapatnya, “keperawanan memang mempengaruhi perasaan sayang di awal terbinanya hubungan” tapi ia selalu menutup pendapatnya dengan berkata bahwa, “semua hal bisa dibicarakan.”

Pembahasan di dalam novel ini memang menarik, tapi konfliknya hanya berputar di satu titik saja. Eksplorasi atas hal – hal yang terjadi di kehidupan lain di luar kehidupa Charista tidak ada.

Selain itu dalam hal penokohon, karakter Nathan terasa bias ini karena deskripsi “dugaan Charista” dengan sikap Nathan yang sesungguhnya terasa tidak sejalan. Tapi tanpa rasionalisasi.

Tapi saya tetap suka sama novel ini karena isu yang diangkatnya dan saya merasa penulis cukup berhasil membangun logika perempuan meskipun penulis adalah seorang laki – laki.


“Begitulah cinta. Selalu membuat bibir terasa ringan hingga senantiasa ingin tersenyum pada dunia. Dan, tak ada yang bisa mengobati kerinduan selain pertemuan. Begitu pulalah cinta. Tidak peduli seberapa sering kecewa, kau akan menaruh harapan kali ini berbeda.” (Hal. 43)

***


Puisi yang terinspirasi novel Sejujurnya Aku ...

Aku terjebak sepi yang kuhadirkan sendiri
Aku menghadapi perih yang kugoreskan sendiri
Dan kini aku harus menghadapi masa lalu yang mengancamku kini
Kebenaran...
Kadang tak mudah dihadirkan
Namun ketakutan membuatnya semakin berat ditanggungkan
Dan kini...
Haruskah  aku memberitahumu,
Bahwa sejujurnya aku ...

***


“... perceraian itu bukan pintu keluar ketika kita merasa salah masuk rumah. Sepertinya, tampak ironis bahwa kita membuat sebuah instansi yang mengurusi pernikahan, sekaligus mengurusi perceraian. Ini yang barangkali tampak bahwa pernikahan adalah pintu masuk dan perceraian adalah pintu keluar. Sesungguhnya, tidak demikian.
Perceraian adalah emergency exit. Sebuah pintu darurat yang hanya digunakan jika pintu – pintu keluar lain tidak mungkin dipakai. Biasanya, jika pintu darurat digunakan, itu tanda tengah terjadi bencana.” (Hal. 203)

***


Giveaway #RememberSeptember ada lagi nih, Readers. Kali ini disponsori langsung oleh Bentang Pustaka.
Bentang Pustaka sudah menyediakan novel “Sejujurnya Aku...” untuk 2 orang yang beruntung, Readers. Nah, mau jadi yang beruntung mendapatkannya? Caranya mudah kok. Ikuti saja langkah – langkah ini:

1.  Follow akun twitter @atriasartika dan @BentangPustaka
2.   Share Giveaway ini di twitter dalam 2 tweet:

-  Tweet pertama isinya begini: “Yuk ikuti rangkaian #RememberSeptember di blog @atriasartika ini: http://www.atriadanbuku.blogspot.co.id/2015/09/giveawayhop-rememberseptember.html " 

-Tweet kedua berisi link giveaway ini dan mention @atriasartika & @bentangpustaka.  Jangan lupa hashtag #SejujurnyaAku yaaa 

3.  Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar di bawah ya:

Lanjutkan dua kata “Sejujurnya Aku ...” menjadi sebuah paragraf (3 – 6 kalimat)
Sertakan data diri berupa: nama, akun twitter, dan email juga ya, Readers.

 4. Giveaway ini berlangsung tanggal 15 – 19 September 2015
5. Giveaway ini hanya untuk yang berdomisili di Indonesia

45 komentar:

  1. Pramestya
    @p_ambangsari
    pramestya23@gmail.Com


    Sejujurnya aku ragu bisa menang GA ini, tapi aku berusaha sebaik mungkin. Kalaupun aku tidak menang, tidak masalah. Aku malah lebih berusaha keras gimana caranya biar jawabanku dilirik.

    BalasHapus
  2. “Sejujurnya Aku selalu kagum dengan para penulis muda yang bisa mencetak karya mereka menjadi sesuatu yang bisa dinikmati semua orang. Dibilang iri juga sih enggak, karena sifat iri itu kan tidak boleh. Yang jelas aku juga punya keinginan membuat karya seperti mereka. Tapi ternyata gak mudah. Atau akunya aja yang tidak konsisten. Karena aku lebih asik menikmati membaca karya-karya bagus penulis yang keren-keren hehe....”

    nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    email: auliyati.online @gmail.com

    BalasHapus
  3. Sejujurnya Aku penasaran darimana para blogger mendapatkan ide untuk blognya dan bagaimana bisa mereka mempertahankan eksistensinya di dunia blog bahkan sampai bertahun-tahun, terutama para blogger buku. Ntah mengapa, mereka selalu bisa menyajikan artikel-artikel yang menarik seputar resensi mereka. Ditambah dengan penggunaan kata yang mudah dipahami dan design yang sangat menggemaskan seolah menghipnotis pembaca untuk terus menjelajahi blog mereka sampai akhir. Dan ntah mereka sadar atau tidak, resensi yang mereka muat bisa amat sangat mempengaruhi minat pembaca untuk membeli buku. Bahkan semakin banyaknya pendatang baru di dunia blog buku, tidak serta merta menyurutkan semangat mereka dalam meresensi, malah semakin meningkatkan semangat mereka untuk terus menulis dan menyajikan resensi yang jauh lebih baik. Seolah jari-jari mereka seperti ditaburi ramuan sihir, sehingga mereka bisa dengan mudah mengetik setiap artikel dengan sangat baik dan mampu memuaskan para pembaca yang mengunjungi blog mereka.

    Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Email : n0v4ip@gmail.com

    BalasHapus
  4. Nama : Septy Anggita
    Twitter : @sseptyanggita
    Email : septysmpnss@gmail.com

    SEJUJURNYA AKU sudah capek dengan cobaan dan rasa sakit ini Tuhan. melihat mereka berbuat salah dan aku hanya bisa diam saja agar tak bertambahnya musuhku didunia. Capek capek capek yaa capeeekk sekali. pengen rasanya aku menyudahi semuanya, tetapi wajah kedua orangtua ku selalu membayangi pikiran ku jika aku akan berbuat dosa. Kuatkan aku Tuhan..

    BalasHapus
  5. Nama : Eka Sulistiana
    Twitter : @ekasulistiana24
    Email : ekasulistiana2412@yahoo.co.id

    Sejujurnya aku selalu berusaha untuk bersikap optimis terhadap hasil dari kerja kerasku. Aku percaya bahwa keberhasilan adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan. Semua butuh proses yang panjang dan cukup rumit. Proses itu bukan untuk dikeluhkan, tapi untuk dinikmati. Proses-proses yang diperjuangkan itu juga akan berbuah manis bila diberi pupuk berupa keikhlasan dan kesabaran. Jangan berhenti berusaha sebelum mendapatkan apa yang kita inginkan.

    BalasHapus
  6. Nama : Septa Anggara
    Twitter : @seivtha
    Email : septaanggara@yahoo.co.id

    Sejujurnya aku memiliki suara, namun tak pernah kugunakan. Aku terlalu takut untuk bersuara hingga akhinya hanya bisa mendengar dan mengiyakan. Aku hanya bisa bicara dengan diriku dalam diam. Dan selalu berucap tanya, kapankah aku bisa berubah?.

    BalasHapus
  7. Nama : Naning Pratiwi
    Akun Twitter : chelseas_lovers
    Email : chelsea_lovers83@yahoo.com

    Sejujurnya aku, terkadang sebal. Keranjingan main game, dan lupa kalau ada blogtour terbaru. Yang akhirnya membuatku ketinggalan kesempatan untuk mendapatkan buku gratis. Hehehe....

    BalasHapus
  8. Nama : Nirmala Ainun H
    Twitter : ANirmala95
    email : ainunnirmala21@gmail.com


    Sejujurnya saya takut akan apa yang kadang saya lakukan tetapi saya berusaha untuk berpikir positif,berpikir bahwa apa yang saya lakukan sekarang akan berdampak untuk hari kedepannya entah dampak positif maupun negatif,dan selalu berpikir Tuhan selalu ada untuk semua umatnya dalam keadaan apapun. saya takut akan banyak hal dan sejujurnya saya takut akan sikap saya yang kadang 'anti sosial' katanya dan tidak mudah cepat akrab dengan orang baru
    disekeliling saya.

    BalasHapus
  9. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    E-mail : agathavonilia@gmail.com

    Sejujurnya aku tidak sanggup lagi memandangmu dalam duka. Aku ingin semua ini berakhir dan mengikutimu. Aku menyesal tidak pernah membahagiakanmu dan selalu menyakitimu. Sudah terlambat untuk memperbaiki segalanya. Aku berharap kau akan bahagia di sana. I'm so sorry and i love you so much, mom.

    BalasHapus
  10. Nama = Dellavita Yustika
    Twitter = @dellavitaa_
    Email = DellaVitta13@gmail.com

    Sejujurnya Aku ingin mengungkapkan rasa ini. Tapi aku tidak pernah berani untuk mengatakannya. Karena aku sadar aku bukanlah type gadis yang kamu impikan. Aku sangat jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu aku sangat amat takut melakukannya. Toh kalau aku sudah mengungkapkan semuanya kekamu kamu juga tidak akan peka dan memahami perasaanku.

    Wish me luck di GA ini🎶😘

    BalasHapus
  11. Nama : Dias Shinta Devi
    Twitter : @diasshinta
    email : diasshinta.iyas@gmail.com

    "Sejujurnya Aku hanya manusia biasa yang dipenuhi hawa nafsu. Aku mencintai sesuatu dan terlalu mencintainya hingga melupakan-Mu. Sesungguhnya aku perlu Kau sesekali rengkuh dengan mata terbukaku dan menyadari betapa besar rahmat yang telah Kau limpahkan dalam tiap desah napas ini. Jangan biarkan aku menjadi seorang pecundang yang selalu mengeluhkan tiap hal yang tak perlu kukeluhkan. Tuntun aku untuk berlapang dada menghadapi hidup ini. :)


    Thanks kak :) Happy September <3 :*

    BalasHapus
  12. Sejujurnya Aku suka mikir-mikir buat bikin kalimat ini, bingung kadang mau ngetik apaan.. ヾ(*´∀`*)ノ

    Sejujurnya aku juga penasaran sama novel #SejujurnyaAku, kira-kira seperti apa yah cerita dalam novel ini.. (๑・‿・๑)

    Sejujurnya aku sangat tertarik sama cover novel ini, sangat simple dan terlihat elegan.. (´▽`)

    Sejujurnya aku ingin menyelesaikan kata 'Sujujurnya Aku" ini, dan langsung mempublikasikannya hehe XD ψ(`∇´)ψ

    Nama : Piska Lestari
    Twitter: @kyupishae
    Email : Alicepark20@yahoo.co.id

    BalasHapus
  13. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Email : himurasora@yahoo.co.id

    Sejujurnya aku masih bingung dengan semua pilihan yang aku ambil akhir-akhir ini. Dulu hidupku hanya berdasar standar dan aturan lingkungan dan baru beberapa tahun belakngan ini aku mulai membuat pilihan sendiri dalam hidupku. Tapi benar gak ya semua yang udah aku lakukan ? Waktu mengambil pilihan-pilihan itu rasanya sih yakin banget. Tapi setelah menjalaninya kok ada keraguan ? Setiap ada kesulitan dari pilihan yang aku ambil, aku jadi mempertanyakan kredibilitasku sendiri dalam mengambil keputusan. Ada yang tau nggak. gimana cara membuktikan pilihan yang sudah kita ambil itu adalah pilihan yang benar dan terbaik ?

    BalasHapus
  14. Nama: Eni Lestari
    Twitter: @dust_pain
    Email: shinra2588@yahoo.com

    SEJUJURNYA AKU lebih suka berkata yang tidak sebenarnya, daripada harus berbohong padamu. kamu tahu itu dua hal yang berbeda. ketika berbohong berarti aku mengkhianatimu. ketika aku tak mengatakan yang sebenarnya berarti aku belum percaya padamu seutuhnya.

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. Nama : Selvia Rahmawati
    Akun twitter : SelviaRmwt
    Email : selvia.rahmawati531@gmail.com

    Sejujurnya aku malu dan sedih karna tak kunjung lulus dan diwisuda. Pengen lekas menyandang gelar sarjana dan membanggakan kedua orang tua. Bekerja dan membuktikan kepada bapak ibuk bahwa didikan mereka tak pernah sia-sia. Bahwa anaknya bisa, putri kebanggaan mereka telah tumbuh dan berkembang. Tapi kenyataannya, sampai sekarang aku masih berkubang dalam dunia revisi. Sebuah kata maaf yg tak bisa kuucap didepan bapak dan ibu, dari putrinya yg belum bisa memberi undangan wisuda.

    BalasHapus
  17. Nur Ramadhani Anwar
    @DhaniRamadhani
    dhanianwar.ramadhani2@gmail.com

    Sejujurnya aku, langsung ingin memiliki buku ini karena tersedot oleh quote yang kak Atria publish paling atas review ini. Yah, karena saya tahu saya lagi butuh lebih banyak lagi buku yang berbau seperti itu, hehe. Kak Atria tahu, saya juga ingin menyusul kak Atria!. Terserah kak Atria mau ketawa, tapi tolong menangkan saya. Hahaha.

    BalasHapus
  18. Nama: Leny .H.
    Twitter: @Lenny66677291
    email : lenyhermi@gmail.com
    Sejujurnya aku sangat kagum sama penulis, baik penulis buku maupun penulis blog. Karena mereka itu selalu punya banyak ide untuk membuat tulisan mereka menjadi bagus. Mereka bisa membuat pembaca hanyut ke dalam tulisan mereka. Aku itu sebenarnya juga ingin sih jadi penulis. Dan sekarang masih dlm proses bljar dan kdang'' nggak punya ide sama sekali. Jd aku sangat kagum sama penulis karena mereka tdk pernah kehabisan ide tuk membuat sebuah tulisan. Bahkan ide dan pengalaman mereka semakin bertambah seiring berjalannya waktu.

    BalasHapus
  19. Sejujurnya aku pengen banget bisa jadi penulis yang sukses. Tapi selalu gagal setiap mencoba menulis, entah apa yang salah. Tapi aku nggak langsung nyerah gitu aja. Mentang-mentang tulisan nggak pernah rampung-rampung terus langsung pasrah ke langit ke-7 gitu? BIG NO! Aku bakal terus dan tetap berusaha sampai titik darah penghabisan. Never Give Up! Hihihi :"D

    Nama : Ramadhanul Fitri Mardas
    Akunya twitter : @ramadhan_rae
    Email : ramadhanul21@gmail.com

    BalasHapus
  20. Sejujurnya aku lagi bingung banget nih, Mbak. Bingung membagi waktu antara nyelesaiin kerjaan, bingung kapan mau ngabisin stok tontonan drama/film/variety show di laptop, bingung kapan mau ngabisin stok buku buat dibaca, bingung membagi waktu atau nyempetin waktu buat nulis review, bingung buat nyempetin waktu mantengin turnamen badminton yang jadwalnya maraton, bingung buat ikutan giveaway mana yang lagi bertebaran di mana-mana di media sosial, dan bingung kapan bisa nyempetin main sama keluarga dan teman-teman kalau mau kumpul bareng. Sebenarnya yang jadi prioritas dan yang jadi godaan nih yang mana? Aku sendiri saja susah membedakannya. Karena semuanya adalah hobby sekaligus passion aku saat ini. :(

    *

    Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Email: ayamurning@gmail.com

    BalasHapus
  21. Neneng Lestari
    @ntarienovrizal
    n_tarie90@yahoo.com

    SEJUJURNYA AKU tidak ingin malam ini berakhir dengan cepat. Sebuah untaian hangat memberi kerinduan pada hati yang tidak terjawab. Sebuah cinta sederhana dengan kisah yang rumit. Sayangnya, kisah ini milik kita berdua. Kau dan aku tidak pernah bersama. Dan izinkan aku mengatakan sejujurnya, bahwa aku mencintaimu ....

    BalasHapus
  22. Sejujurnya Aku tahu, luka yang dulu kupuja, nyatanya ia cahaya tak bernama. Butiran air mata yang telah ku tutup dengan kain kasa, membekas di dalam jiwa. Luka... terselubung dalam tawa. Hati.... terenggut hingga mati

    Nama : Elok Faiqotul
    Email : elokfa@gmail.com
    Twitter : @_elokfa

    BalasHapus
  23. Lois Ninawati
    @_loisninawati
    Ninawatilois@gmail.com

    Sejujurnya aku pengin banget traveling ke seluruh Indonesia. Ke tempat yang penuh tantangan. Mendaki gunung yang super indah. Yang akan memberikan pemandangan indahnya. Melewati jalan yang curam. Yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup.

    BalasHapus
  24. Nama: Cahya
    Twitter: @chynrm
    Email: cahyasptm@gmail.com

    Sejujurnya aku dulu nggak suka pergi ke kampus dan aku nggak tahu kenapa aku masih aja pergi ke kampus. Ketika aku pergi ke sana, aku malah ngerasa minder dan malu, bahkan terkadang juga dipermalukan karena ada banyak hal yang menggangguku. Aku bukan mahasiswi yang super baik apalagi paling pintar, bukan juga kesayangan dosen yang sukanya duduk di depan. Bahkan jika ditanya mimpiku apa, aku dulu nggak bisa menjawabnya. Tapi anehnya aku sudah kayak robot yang secara otomatis akan langsung bergegas pergi ketika aku membuka mata di pagi hari. Jadi, saat dulu ditanya kenapa aku tetap saja datang, aku cuma punya satu jawaban: mau bagaimana lagi.

    BalasHapus
  25. Nama: Didi Syaputra
    Twitter: @DiddySyaputra
    Email: syaputradiddy@gmail.com

    Sejujurnya aku bukanlah pilihan hatimu. Jua tak pernah terbesit sebetik pun 'tuk bisa bersanding denganku. Hanya kesalahpahaman waktu yang sudi mempertemukan. Oh, tidak. Tak usah ragu 'tuk kaukatakan, "Aku masih mencintainya!" Karena bagiku, cukuplah kubingkai kenangan yang masih tersaji.

    Terima kasih!

    BalasHapus
  26. nama : Rheinita Choirun Nikmah
    twiiter : @rheinitacn
    email : rheinita.cn@gmail.com

    Sejujurnya aku juga ingin seperti mereka, menikmati masa-masa mudanya dengan sewajarnya. menjadi seorang mahasiswa di universitas impiannya. namun nasib tuan siapa yang tahu. aku harus hidup mandiri karena tuntutan ekonomi, bekerja diusiaku yang masih sangat muda. namun tak apa, dengan begitu aku dapat mengantongi berbagai pengalaman tak terduga. dan dapat kuliah dengan uang hasil keringat atas jerih payah ini. aku percaya Tuhan Maha Adil:)

    BalasHapus
  27. nama: Visca Apriliyanti
    twitter: @Visca_Apr
    e-mail: apriliyantivisca@yahoo.com
    "Sejujurnya aku tuh pengen banget ketemu sama Zayn Malik, Niall Horan, Harry Styles, Liam Payne, Louis Tomlinson. Aku sering envy gitu sama direct yang udah pernah ketemu sama mereka, foto2 bareng bahkan twitter nya di follback sama member One Direction. Waktu mereka ngadain Tour di Jakarta, nyesel banget ga nonton mereka, hiks" *curcol*

    BalasHapus
  28. Nila Faizatun Nikmah
    nila_nfaiza
    nnilafaizatun@yahoo.co.id

    Sejujurnya aku terlalu takut untuk menerima. Kamu yang selama ini hanya selintas di pikiranku tiba-tiba datang menawarkan sebuah hubungan. Bukan hubungan pria wanita yang setelah beberapa minggu kemudian putus. Tapi kau menawarkan sebuah masa depan dimana hanya ada kita dan anak-anak kita kelak. Tapi aku takut, aku takut kau hanya mempermainkan hatiku, aku takut kelak kau akan meninggalkanku karena bosan kepadaku. Namun, dengan kegigihanmu dan ketulusan yang kau berikan kepadaku serta kepastian yang kau berikan kepada orangtuaku, aku menerimamu, menerimamu sebagai imamku hingga akhir hayatku.

    BalasHapus
  29. Nama : Fatoni Prabowo Habibi
    Twitter : @fathisme009
    E-mail : fathana984@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. sejujurnya aku telah tahu, bagaimana masa lalumu. Dari cerita yang datang dari sekitarmu kepadaku. Namun, aku belum mampu memahami atau bahkan mengertinya. Aku selalu ragu dengan cerita yang mereka sampaikan. Aku tak kunjung mempercayainya atau menolak mentah begitu saja. Aku hanya ingin menunggu, bagaimana kamu membagi cerita itu apa adanya, tanpa rasa takut dan cemas. Maka, mendekatlah, pegang tanganku pelan, dan duduklah. Mulailah berbagi duniamu. Aku akan mencoba mengerti.

      Hapus
  30. Nama : Afika Yulia Sari
    Twitter : @afikayulia
    Email : afikayuliaakb@gmail.com

    Sejujurnya aku tak ingin melihat hujan pada saat itu. Tapi waktu mengizinkannya hadir dalam sekejap. Membuka luka lama yang telah usai. Memekik secercah harapan yang telah musnah. Menjauhlah! Raga ini tak ingin kembali ke masa lalu. Sungguh.

    BalasHapus
  31. Nama : Velika Natalia
    Twitter : @VelikaNatalia
    Email : fransis93.sis.lia@gmail.com

    #SejujurnyaAku ....
    Sejujurnya aku ingin kembali ke masa-masa sekolah dasar karna belakangan ini aku menyadari dia begitu tampan ketika bertemu 3 bulan lalu. Setelah sepuluh tahun berlalu kami bertemu di pompa ban prapat'tan lapangan tambak deket rumah. Rumah ku cuma beda 5 gang tapi setelah 10th baru bertemu lagi. Kadang untuk herberapa moment orang bilang dunia itu sempit tapi kayanya ga juga. Entah jodoh atau bukan sepertinya dia sudah punya kekasih. Andai tuhan mengerti aku ingin dipertemukan satu kali lagi dan dengan keberanian meminta pin BBM. Aku ingin mengenal dia kembali dan jauh lebih dalam. Memperbarui ingatan ku tentangnya sepuluh tahun lalu. "...Andai saja aku diberi kesempatan itu, aku akan pastikan dia menjadi teman dan sahabat seumur hidupku..." O:)

    BalasHapus
  32. Ananda Nur Fitriani
    @anandanf07
    Anandanftrn@gmail.com

    Sejujurnya aku sangat mencintai orang itu. Seseorang yang telah merebut hatiku, seseorang yang selalu memenuhi pikiranku, seseorang yang membuatku tergila-gila. Bersamanya aku merasa bahagia, walaupun jantungku selalu berdetak tak terkendali saat didekatnya. Matanya seakan mempunyai kekuatan hipnotis, senyumnya selalu membuatku terpesona, caranya berjalan dan berbicara sangatlah memikat hati para wanita. Aku mencintainya, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dia punya. Namun disaat dia mendekat, disaat dia sangatlah nyata untukku, aku merasa itu adalah sebuah kesalahan, aku merasa tidak pantas untuknya, aku tidak bisa bersamanya, aku terjebak dalam cinta yang salah.

    BalasHapus
  33. sejujurnya aku, aku kesulitan meneruskan rangkaian kalimat ini. Selama beberapa hari ini aku memikirkan kalimat apa yang sesuai. Tetapi tetap tidak kutemukan. Memangnya apa yang harus kutulis? perasaan hatiku, apa yang sedang kupikirkan, atau pengungkapan kejujuranku? sejujurnya aku tidak mengerti. Apa pentingnya kejujuranku sehingga hatus aku share disini? yah, sejujurnya aku sungguh tidak mengerti.

    nama : irawati ramadhani
    akun twitter : @aq_irra
    email : aqira93@gmail.com

    BalasHapus
  34. Tri Indah Permatasari
    @LiebeIs0503
    triyusufciduk@yahoo.com

    Sejujurnya Aku tidak percaya lagi dengan dunia ini. Semuanya penuh akan kebohongan. Laki-laki itu telah membuat aku buta dan tidak peduli lagi dengan hidupku dan semua orang disekelilingku. Aku seolah hancur berkeping tak ada gunanya lagi. Hanya mampu menangis dan menyalahkan semua takdir Tuhan. Kenapa dia harus muncul dalam kehidupanku.

    BalasHapus
  35. Nama: Asti Yuliana
    Twitter: @astiyuliana05
    Email: astiyuliana16@yahoo.com

    Sejujurnya aku adalah aku yang bukan aku. Entah sejak kapan aku mahir menyembunyikan diriku yang sebenarnya. Entah aku belajar dari mana dan pada siapa, aku begitu ahli melakoninya. Bersembunyi dibalik topeng dengan senyuman, namun kenyataannya berbalik 180*. Namun sampai sekarang aku belum pernah mencoba menjadi manusia yang bersembunyi dibalik topeng kesedihan, ketika aku sedang bahagia. Sejujurnya aku adalah aku yang bukan aku.

    BalasHapus
  36. Nama : Evi Dwi Puspitasari
    Twitter : @litleephie
    E-mail : evi_asl@yahoo.com

    "Sejujurnya aku naksir kamu. Dari dulu, sejak aku sekelas sama kamu. Kamu yang pendiem, sama kayak aku. Kamu yang jago gambar. Yang pernah kasih aku gambar sayap peri, masih ingatkah kamu? Dan sejujurnya sampai saat ini, meski 6 tahun sudah terlewat, 2 tahun tanpa komunikasi, aku masih berharap aku dan kamu bisa menjadi kita."

    BalasHapus
  37. Nama : Ratnani
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    E-Mail; kazuhanael_ratn@yahoo.co.id


    “Sejujurnya Aku sedang butuh asupan semangat untuk bisa menulis dengan baik. Butuh bancaan hebat yang bisa membangun imajinasi. Sebagai gizi menulis yang kusukai."

    BalasHapus
  38. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    rinspiration95@gmail.com

    Sejujurnya aku ingin sekali menuntaskan novel yang baru ku terima kemarin. Tapi apa daya, tumpukan tugas dan jadwal ujian memaksaku untuk menyingkirkan keinginanku sejenak. Ya, hanya sejenak saja. Mungkin kau akan setuju denganku akan hal ini, dunia fiksi meski tak nyata tapi ternyata mampu membuatmu hidup nyaman di dalamnya. Hanya dalam dunia itulah, kau bisa menciptakan imajinasi sebebas mungkin. Novel selalu menjadi selingan paling menghibur dari segala rutinitas yang ku jalani :)

    BalasHapus
  39. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    rinspiration95@gmail.com

    Sejujurnya aku ingin sekali menuntaskan novel yang baru ku terima kemarin. Tapi apa daya, tumpukan tugas dan jadwal ujian memaksaku untuk menyingkirkan keinginanku sejenak. Ya, hanya sejenak saja. Mungkin kau akan setuju denganku akan hal ini, dunia fiksi meski tak nyata tapi ternyata mampu membuatmu hidup nyaman di dalamnya. Hanya dalam dunia itulah, kau bisa menciptakan imajinasi sebebas mungkin. Novel selalu menjadi selingan paling menghibur dari segala rutinitas yang ku jalani :)

    BalasHapus
  40. Alifana Silvana
    @AlifanaSilvana
    Alifanasilvana@gmail.com

    Di luar sana... banyak kisah penuh masalah, pengorbanan, perjuangan hingga konflik dengan batin dan pikiran. Ku angkat wajah dan membuka mata. Kuhadapi dan kuselesaikan. Karena apa yang ada di depanku, menuntunku kepada cinta dan sahabat sejati. Apa yang ada di luar sana dan apa yang tertulis di sini, mempertemukanku dengan kebahagiaan. Aku membaca deretan kata dengan segenap rasa. Rasa yang kemudian bergejolak ketika aku menjamah halaman demi halaman. SEJUJURNYA AKU... jatuh cinta padamu, buku dan aksara. SEJUJURNYA AKU... bahagia memilikimu, memandangimu, menikmati lekuk-lekuk huruf serta apapun yang ada padamu. Dan sejujurnya, kamu... merangsangku dengan berbagai cerita, menerbangkanku ke berbagai dunia, lalu mengantarku pulang dengan hati penuh tentram dan otak yang di recharge dengan amanat dan pesan.

    Tetaplah ada di depanku untuk menuntunku kepada kisah yang lain.

    BalasHapus
  41. Q.Puspa Dewi
    @pusspaa_
    qpuspad@gmail.com

    Sejujurnya Aku pengen banget tau caranya bikin review buku yang baik dan benar. Biar aku bisa bikin review yang bagus juga, soalnya di semester ini ada tugas dosen yang mengaruskan bikin review dari sebuah buku. Alhasil aku mulai kepo-kepo akun dan blog yang suka bikin review. Numpang belajar ya kak :)

    BalasHapus
  42. Nama: Nadia Puspaningtyas A.
    Twitter: @Nadia48nafla
    E-mail: nadia.puspaningtyas@yahoo.com

    Sejujurnya Aku ingin seperti mereka, tapi itu tak mudah. Sudah banyak yang aku korbankan, tapi mengapa tetap tidak bisa. Saat rasa putus asa hampir melanda, secercah harapan ada di depan mata. Ku mencoba bangkit dari rasa ini. Aku yakin suatu saat nanti, aku bisa seperti mereka. Diiringi niat, usaha, dan doa, pasti!.

    BalasHapus
  43. Nama: Thia Amelia
    Akun twitter: @Thia1498
    e-mail: thiameliasn@gmail.com

    Lanjutkan dua kata “Sejujurnya Aku ...” menjadi sebuah paragraf (3 – 6 kalimat)

    Sejujurnya aku adalah orang menyedihkan yang dibalut oleh semua kekonyolan ini. Menikmati setiap tawa yang terdengar dari mulut orang lain walaupun hati menangis melihatnya. Orang-orang yang melihatku pasti akan berbicara betapa riangnya aku setiap hari, selalu membuat orang lain tertawa, dan membuat orang lain merasa kosong ketika aku tidak ada. Orang lain tidak boleh seperti aku, merasa kesepian ditengah-tengah orang banyak. Mereka harus selalu tersenyum dan merasakan kebahagiaan bersama orang lain disekitarnya. Itu sudah menjadi tugasku mulai detik ini, tidak boleh ada yang merasakan kesedihan.

    BalasHapus