Selasa, 01 September 2015

I Can’t Stop Loving You




Penulis: Adeliany Azfar
Penyunting: Bagas Prasetyadi
Desain Sampul: Mahar Mega
Tata Letak: Laksamana Indira
Pemeriksa Aksara: Tika Yuitaningrum
Penerbit: Eazy Book
Cetakan:  Pertama 2012
Jumlah hal.: 220 halaman
ISBN: 978-602-19746-4-3
Setiap cinta pasti meninggalkan luka.

Cinta yang kuberikan dengan tulus, tanpa syarat, telah dikhianati.
Hidupku terombang ambing, tak tentu arah...
Membuatku semakin jauh dari cinta...
Saat mimpi tak lagi mampu kuraih, saat hidup tak lagi terasa berarti...
Dia berada di hadapanku...menggenggam tanganku,
mewarnai hidupku...
membuatku merasakan kembali arti kehidupan...arti cinta.
Namun...benarkah ia adalah cinta yang selama ini kutunggu?

Cinta yang tak akan pernah menggoreskan luka?
***
Novel ini berkisah tentang Jeanne dan Victor. Victor yang sudah dua tahun tanpa absen seharipun selalu datang mengunjungi kafe tempat Jeanne bekerja. Dan pria ini selalu meminta agar pesanannya diantarkan oleh Jeanne. Bukan orang lain. Dan setiap kali Jeanne datang mengantarkan pesanannya, pria itu akan selalu menanyakan kabar Jeanne.

Awalnya, Jeanne tidak ingin peduli dengan kehadiran Victor, hingga suatu hari pria itu menolong Jeanne. Sejak itu, Jeanne mulai memperhatikan kehadiran Victor yang sehari-hari bekerja sebagai jurnalis.

Sayangnya, Jeanne tidak bisa membiarkan dirinya dekat dengan Victor. Ini karena Jeanne menyimpan sebuah rahasia. Jika di siang hari Jeanne bekerja di Kafe, maka di malam hari Jeanne bekerja melayani tamu di Klub Malam.

Suatu hari Victor melihat sosok Jeanne yang bekerja di malam hari. Jeanne pun bersandiwara dengan mengatakan dirinya adalah saudara kembar Jeanne yang bernama Noemie. Dan Victor pun percaya. Tapi sampai kapan Jeanne dapat menyembunyikan kebenaran?

Dan bisakah Jeanne melepaskan diri dari jeratan kehidupan malam yang dengan terpaksa dimasukinya?

***
Ide ceritanya benar – benar menarik. Dengan menyuguhkan setting cerita di Brussels, cerita ini menjadi logis untuk terjadi. Karena jelas kehidupan semacam ini tidak mudah ditemui di Indonesia.

Sayangnnya, setting tempat ini kurang dieksplorasi oleh penulis. Brussels hanya disebutkan dan kurang dideskripsikan. Seperti detail bangunannya, kondisi sosial masyarakatnya, atau kebiasaan – kebiasaan lainnya. Kurang menyatu dengan cerita.

Namun secara ide, kehidupan Jeanne jelas mungkin terjadi. Dan juga konfliknya cukup menarik.  Dua kehidupan Jeanne serta sandiwaranya jelas membuat cerita jadi menarik untuk diikuti. Kemudian kehadiran tokoh Rob, mantan kekasih Jeanne, memberi warna tersendiri bagi cerita ini.

Sebuah cerita yang menarik meski perlu dieksekusi dengan lebih serius lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar