Sabtu, 05 September 2015

Eleanor

24705056




Penulis: Arumi E
Desain cover: Marcel A.W
Proof reader: Ashma M.M
Penerbit: Gramedia
Cetakan: Pertama, Januari 2015
Jumlah hal.: 264 halaman
ISBN:978-602-03-1325-2

Impian Eleanor Saptajingga untuk mengunjungi London akhirnya terwujud saat diterima magang di Deluxe Boutique sebagai fashion designer. Baginya, London tak sekadar kota untuk merintis masa depan. Kota itu menyimpan kepingan masa lalu tentang jati dirinya, tentang ayahnya, pria Inggris yang meninggalkannya puluhan tahun lalu.

Penelusuran mencari jejak sang ayah mempertemukan Eleanor dengan Kyle Anderson. Pria itu mengajak Eleanor menelusuri sudut-sudut kota London hingga Liverpool, mengenalkan seni patung kontemporer yang memukau. Namun, ketika aroma cinta masih terasa manis, Eleanor mendapati kenyataan yang menyakitkan. Kyle ternyata menjalin hubungan dengan gadis lain demi membangun kembali kariernya sepagai pianis.

Saat-saat terpuruk ke jurang terdalam, Eleanor sadar ternyata Darrel Candranaya-lah yang selalu hadir di sisinya. Pria itu begitu tulus menawarkan perhatian dan mendukungnya. Tapi mampukah Darrel memperjuangkan cinta mereka? Karena ibu Darrel akan mati-matian menentang hubungan mereka.

***

Mendapatkan kesempatan magang di Deluxe Boutique membuat Eleanor menyiapkan banyak rencana. Dari setumpuk rencana tersebut, rencana utama adalah mencari ayahnya. Ayah yang tidak pernah Eleanor temui. Laki – laki itu hanya pernah datang satu kali, hanya untuk memberinya nama Eleanor. Salah satu nama yang ada di dalam lagu The Beatles. Ini juga yang membuat Eleanor sangat menggilai grup band tersebut, meski orang – orang menyebut bahwa ia memiliki selera jadul.

Di London, Eleanor menumpang di rumah Darrel Candranaya, seorang pria keturunan Inggris – Indonesia seperti Eleanor. Darrel adalah atasan Eleanor di Deluxe Boutique. Ia membimbing Eleanor. Ini membuat Darrel selalu menjaga Eleanor.

Kemudian Eleanor pun bertemu dengan Kyle, pria Inggris yang membuatnya jatuh hati. Kyle membuat hari – hari Eleanor jadi makin indah. Namun mendadak sikap Kyle berubah. Tidak lama setelah Kyle menyatakan cintanya dan diterima oleh Eleanor, Kyle malah menjauh dari Eleanor.

Kemudian tidak lama setelah itu, Eleanor pun mendapati sebuah fakta tentang sang ayah. Fakta yang menyakitkan hati Eleanor.

Setelah itu bagaimana Eleanor menjalani sisa harinya di London?

***

Novel Eleanor adalah karya pertama Arumi E yang saya baca. Cerita yang bertutur tentang kehidupan seorang perempuan yang mengejar mimpi sekaligus berusaha menemukan ayahnya. 

Setting tempat London dan Liverpool menjadi setting yang mewarnai seluruh cerita. Setting ini berhasil masuk dan jadi bagian cerita. Deskripsi tempatnya pas. Sayangnya budaya masyarakat London dan Liverpool kurang banyak diceritakan.

Penggunaan sudut pandang orang ketiga membuat cerita ini terasa mengalir. Deskripsi situasi dan tempat jelas. Namun emosi tokohnya kurang tercermin dalam cerita. Selain itu di halaman 156 ada sebuah inkonsistensi penuturan. Diceritakan bahwa Darrel sudah lama tidak mengontak Paul, kawannya yang seorang detektif padahal ia baru saja menggunakan jasa pria itu untuk menyelediki Kyle. Ini cukup fatal karena dua keterengan ini tercantum di halaman yang sama.


Secara keseluruhan karakter cukup konsisten. Meski ide cerita dan setting tempatnya cukup mainstream namun karena penuturannya yang runut dan bahasanya yang tidak kaku membuat novel ini cukup enak dibaca.

***


Puisi yang terinspirasi novel Eleanor

Mencari masa lalu di masa kini
Tak melulu menyenangkan hati
Akan ada peluh dan tangis
Dan jika beruntung
Takdir menghadiahi kelegaan sebab kekosongan itu telah penuh

Menemukan cinta sejati
Sesulit mencipta karya seni
Ada rasa di sini
Ada luka di sana
Ada tangis dan tawa yang berganti

Ingatlah,
Bisa jadi pencarian membuat lalai
Bisa jadi upaya penemuan akan cinta hanya memberi fatamorgana
Hingga lupa bahwa ada yang setia berdiri sisi
Mengobati hati yang perih
Dan menyimpan perasaanya sendiri

Jadi, buka matamu. Buka hatimu.
Lihat hari ini, bukan kemarin atau esok apalagi lusa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar