Jumat, 21 Agustus 2015

The Espressologist




Penulis: Kristina Springer
Penerjemah: I Gusti Nyoman Ayu Sukerti
Penyunting: Rina Wulandari
Penyelaras aksara: Ananta
Penata aksara: Dini Handayani
Desainer sampul: iggrafix
Penerbit: Noura Books
Cetakan: I, Januari 2012
Jumlah hal.: 302 halaman
ISBN: 978-602-9225-26-6

Aku Jane Turner, seorang barista. Sekarang aku lebih dikenal sebagai Espressologist – orang yang bisa menjodohkan orang lain sesuai dengan kopi favorit mereka. Semua orang di kota membicarakanku, mereka yang belum punya pasangan datang padaku, dan tiga host TV ternama mewawancariku. Keren, kan?

Semua orang yang datang padaku akan segera mendapatkan pasangan. Aku jamin 100%.
Lalu bagaimana denganku? Apa aku sudah punya pasangan?

Sayangnya, beum. Tapi, setidaknya sekarang aku sudah menemukan targetku – cowok keren dan baik hati yang jadi pelanggan nomor satuku. Yah, walaupun kopinya bukan jodoh kopiku, kurasa aku bisa melakukan sedikit penyesuaian dengan kopi favoritku. Rencanaku ini pasti berhasil. Dan kuharap keberuntungan biji kopi berpihak padaku.

***

Menjadi barista adalah pelarian bagi Jane Turner. Ia bekerja di Wired Jo’s demi mengumpulkan dana untuk kuliahnya. Selain itu, ia merasa bahwa ia tidak perlu lagi datang ke sekolah. Itulah kenapa ia melakoni pekerjaan sebagai barista. Namun ia pun mulai merasa bosan dengan pekerjaannya. Sehingga untuk mengisi kebosanan, ia membuat catatan tentang menu kopi di tempatnya bekerja dengan karakter para pelanggannya.

Dan ia semakin mampu menebak dengan tepat jenis minuman yang akan dipilih seseorang berdasarkan penampilan dan karakternya. Ia kemudian menyebutnya sebagai Espressologist.

Suatu hari, secara iseng ia menjodohkan dua orang pelanggannya. Dan ternyata berhasil. Ia kemudian melakukan hal yang sama kepada sahabatnya, Emily, dan kepada teman sekerjanya yang lain. Dan ternyata lagi – lagi mereka match.

Hingga suatu hari manager mereka mengetahui hal tersebut. Awalnya sempat cemas kaena menduga bahwa itu akan jadi masalah, namun ternyata ia salah. Kemampuannya sebagai Espressologist menjadi bermanfaat. Banyak pengunjung yang datang hanya untuk dijodohkan. Dan mendadak saja ia menjadi terkenal.

Sayangnya, kemampuannya memang bisa membantu percintaan orang lain tapi tidak dengan kisahnya sendiri. Ah, lantas bagaimana kehidupan June setelahnya.

Dan bagaimana nasib pershabatannya dengan Emily saat mendadak laki – laki yang dijodohkannya dengan Emily (dan akhirnya disukai oleh Emily) malah menciumnya dan dilihat langsung oleh Emily. 

Apakah kepopuleran memang penting?

***

Membaca The Espressologist ini memang menarik. Cara Jane menggambarkan pelanggannya benar – benar menarik. Lihatlah kalimat pembukanya:

Large Nonfat Four – Shot Coffee Latte
Kopi pilihan cowok jablay berotak ngeres dan dangkal. Tingkat kecerdasan jongkok. Postur tubuh biasa – biasa saja dan sangat perlu berolahraga. Punya penampilan yang urakan. Matanya jelalatan meloloti cewek seksi yang barusan masuk. Lama – lama lehernya bakal patah karena diputar untuk meliriknya.

Uh..oh.. tajam ya. Ha..ha.. sayangnya tulisan ini tidak konsisten dengan karakter Jane. Apalagi saat Jane berhadapan dengan Melissa, karakter blak – blakan in tidak muncul. Jane tidak berhasil digambarkan sebagai perempuan kuat dan percaya diri secara konsisten. Lagi pula kalau memang dia percaya diri kenapa dia tidak bisa menyadari niat Will, cowok yang ditaksirnya itu? *malah sebel sendiri*

Tapi ide cerita ini dan sangat remaja. Masalah – masalah yang berkutat di kepala Jane mencerminkan hal yang banyak dialami oleh remaja lain. Bully-ing pun jadi bagian kecil dari cerita yang ada.

Tapi rasanya masih kurang greget karena klimaksnya masih kurang. Konflik dan penyelesaiannya cukup bisa terduga. Namun karena dituturkan dengan menarik, membacanya pun tetap nikmat dan tidak membosankan.
Pssst.. buku ini kembali dicetak ulang dengan cover baru. Ah, naksir cover barunya (>_<)

ini cover barunya, Readers. Lebih manis

2 komentar:

  1. Aku merasa Jane memang kurang percaya diri. Dia bisa lebih percaya diri ketika dengan orang-orang yang udah kenal dekat atau dengan dirinya sendiri.

    BalasHapus