Senin, 24 Agustus 2015

[Review + Giveaway] Time After Time






Penulis: Aditia Yudis
Editor: Nico Rosady & Jia Effendi
Penyelaras aksara: EnHa & Rayina
Desain Sampul: Ayu Widjaja
Penata letak: Erina Puspitasari
Penyelaras tata letak: Putra Julianto
Penerbit: GagasMedia
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: viii + 280 halaman
ISBN: 979-780-789-4
Waktu bisa saja mengelabuimu.
Mengambil yang kau inginkan. Menjauhkan yang kau impikan.
Memberi yang tak pernah kau harapkan.
Mendatangkan seseorang yang nyaris tak kau duga.
***
Lewat sebuah paket misterius, pintu masa lalu terbuka.
Kau tiba – tiba saja diberi kesempatan menelusuri rahasia.

Akankah kau mengambil kesempatan
yang mungkin hanya ada dalam dongeng belaka?

Lasja yang masih berkabung atas kematian ayahnya
memutuskan mengambil kesempatan itu.
Ada kenangan indah bersama sang Ayah yang ingin ia ulang.
Ada rahasia tentang Ibu yang ingin ia ketahui kebenarannya.

Namun, ada kalanya, masa lalu memang seharusnya dibiarkan menjadi masa lalu.
Perjalanan waktu itu seharusnya tak pernah terjadi.
Untuk apa jika hanya membuatnya kehilangan lagi?

Ketika kehilangan satu hal, kau akan mendapatkan hal lain yang lebih berarti.
Lasja pernah percaya akan hal itu.
Tetapi, tidak kali ini, ketika tidak hanya cinta,
masa lalu pun ternyata mengkhianatinya.

Ia hanya ingin kembali, bagaimanapun caranya.
Akankah waktu mampu membawa gadis itu kembali,
juga membuatnya jatuh cinta sekali lagi?

***

Lasja yang baru saja kehilangan sang ayah merasakan kekosongan dalam hidupnya. Selain itu, ada satu pertanyaan yang sudah lama bergelayut di hatinya dan hanya bisa dijawab oleh sang ayah. Ia mulai merasa ada yang aneh dalam penuturan sang ayah tentang ibunya. Namun dengan meninggalnya lelaki yang sejak kecil menjaganya tersebut, maka pertanyaan itu akan terkubur selamanya.

Hingga mendadak seorang perempuan menghubunginya dan mengirimkan sebuah paket misterius padanya. Paket yang berisi sebuah kompas antik. Awalnya Lasja tidak mengerti, apa manfaat kompas tersebut. Hingga suatu hari, tanpa sengaja kompas tersebut membawa Lasja ke masa lalu.

Sayangnya, setibanya di sana Lasja malah kehilangan kompas itu. Lasja pun terjebak di masa lalu. Di masa saat orang tuanya masih bersama. Maka tidak salah jika Lasja mencoba mengenal ibu yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Sekaligus mencari tahu dan jika perlu mencegah ibunya pergi dari kehidupan ia dan ayahnya.

Namun ternyata itu tidak semudah yang ia pikir. Ia malah harus menanggung kebencian dan rasa bersalah karenanya. Selain itu, bisakah Lasja kembali ke masa depan?

Dan bagaimana dengan Banyu? Laki – laki yang sangat baik hati dan mau menampung Lasja yang terdampar di masa lalu. Menampung Lasja yang orang asing dan bahkan membantu Lasja. Banyu yang ternyata menyimpan cinta di hatinya.

***

Hm.. siapa yang mengikuti #LiveInterview di akun pustakawan kita @atriasartika saat membahas novel Time After Time ini? Tentu ingat donk ya tentang jawaban Mbak Aditia Yudis yang berkata bahwa dongeng Jaka Tarub ikut menginspirasi kisahnya. Bagi yang belum membacanya pasti akan bingung. Bagaimana dari dongeng Jaka Tarub yang membahas Time traveles seperti novel ini? Tapi untuk yang sudah baca pasti manggut – manggut sendiri.Ini ide yang sangat bagus, Mbak. I love it.

Selain itu, keseluruhan cerita yang menggunakan sudut pandang orang ketiga ini memiliki kerumitannya sendiri. Alur cerita? Saya bingung ingin menyebutnya. Yang paling tepat adalah “alur maju dengan waktu yang mundur”. Ya kehidupan Lasja berlanjut di masa lalu.

Sayangnya, menurut saya setting kota Surabaya baik di masa kini maupun di masa lalu kurang tereksplor. Kehidupan sosialnya pun begitu. Cerita benar – benar berpusat di kehidupan Lasja. Lingkungan sekitarnya kurang dijelaskan.

Tapi ide twist time traveler-nya tetap menarik.

Karakter tokohnya cukup konsisten. Terutama karakter Ibu Lasja. Dia menyebalkan. Sedang Banyu? Hingga akhir tetap tipe laki – laki manis impian perempuan ya. (>_<)

Oiya, sedikit saran. Tulisannya masih terasa kurang mengalir. Masih terkesan agak kaku dan serius. Tapi sejauh ini masih enak buat dinikmati. Terutama jika sudah memasuki pertengahan buku.

Kisah yang menarik, Mbak Aditia Yudis. Saya tunggu karya berikutnya yaaaa.

***

Daaan, waktunya Giveaway!! Yeay \(^_^)/ Sudah siap, Readers?
Nah, yuk simak langkah berikut ya:
1. Follow akun twitter @adit_adit dan @atriasartika
2. Share link review + Giveaway ini di akun twittermu sambil mention @adit_adit @atriasartika @gagasmedia dengan hashtag #TimeAfterTime
3. Jawab pertanyaan berikut:
"Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?"
Jangan lupa sertakan data dirimu berupa nama, akun twitter, dan email.
4.Periode Giveaway ini adalah 24 Agustus – 30 Agustus 2015

5. Giveaway ini khusus yang berdomisili di Indonesia ya :D

47 komentar:

  1. Mbak, pertanyaannya belum dipost kah? atau saya yang kelewatan, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. diriku yang lalai. Maksih ya :D
      udah dilengkapi ya.
      Selamat menjawab ;)

      Hapus
  2. nama: aulia
    twitter: @nunaalia
    email: auliyati.online@gmail.com

    Pertanyaan:
    Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?

    Jawaban:
    Kesempatan kembali ke masa lalu? Pastinya diambil dong!
    Kalo bisa ke masa lalu aku mau mengikuti keinginan orangtua untuk masuk pesantren setelah lulus SD. Dulu aku nolak waktu papa minta aku masuk pesantren, dan waktu itu beliau pun tidak memaksakan kehendaknya. Tapi sekarang aku bener-bener menyesal....karena tidak mengikuti keinginan papa itu. Meskipun tidak pernah mengatakannya, aku tahu papa ingin anak-anaknya ada yg menjadi ustadz atau ustadzah, paling tidak memiliki pendidikan agama yang lebih. Semuanya demi keselamatan hidup kami sendiri baik di dunia maupun di akhirat kelak.

    BalasHapus
  3. nama : Diyah Nurhasanah
    twitter : @diyah8151
    email : diyah.nur815@gmail.com

    Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?

    Jawaban :
    Saya sering mikir tentang perjalanan waktu, mengulang kembali hidup saya, atau memperbaiki kesalahan yg pernah saya lakukan. Tapi ketika benar2 mendapat kesempatan buat kembali, saya tidak yakin akan saya ambil. Bukan menggurui atau sok bijak, tapi daripada memperbaiki kesalahan di masa lalu, bukannya lebih baik memperbaiki kesalahan dengan terus melihat kedepan? Aku menjadi seperti ini hari ini karena masa laluku, aku masih perlu banyak belajar tentu saja, tapi itu kan intinya? Masa lalu ada bukan untuk disesali tapi untuk dijadikan pelajaran. Iya kan?

    BalasHapus
  4. Nama: Amelia N
    Twitter: @amelianovani
    Email: amelianovani@gmail.com

    Jawaban:
    Saya ingin kembali ke tiga tahun lalu. Mengusir rasa takut yang berlebihan saat itu dan melanjutkan kuliah. Ternyata benar, rasa takut dapat merusak banyak hal walau sekadar rasa yang terdengar sepele. Ingin membuktikan pada banyak pihak, kalau aku kuat saat itu. Lebih kuat dari mereka semua yang membuatku takut. Hanya itu.

    BalasHapus
  5. Jika ada kesempatan kembali ke masa lalu, saya tidak akan mengubah apapun yang telah terjadi karena apa yang saya alami sekarang adalah yang terbaik dari Tuhan dan jika saya mengubahnya mungkin saja masa depan saya tidak akan sebaik yang saya alami sekarang. Saya tidak akan merubah hal-hal baik atau buruk yang pernah saya alami.

    Nama : Cut Lilis Rusnata
    Akun Twitter : @purple_bookish
    Email : labilabi13@gmail.com

    Makasih kak :)

    BalasHapus
  6. Nama: Eni Lestari
    Twitter: @dust_pain
    Email: shinra2588@yahoo.com

    "Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?"

    tentu saja aku mau ambil kesempatan itu.

    yang ingin aku lakukan simpel aja, tapi mungkin punya efek yang besar pada kehidupan seseorang. aku akan kembali ke masa waktu aku kelas 2 SD dan gak ngajak temenku Nita main engklek (semacam permainan tradisional). jujur, sampai sekarang aku masih ngerasa bersalah sama temenku itu. gara2 aku, dia dipukul sama ibu tirinya. alasannya sangat sepele, yaitu karena Nita gak bisa main engklek. sumpah, aku gak tau ibu tiri Nita kerasukan apa waktu itu. tiba2 saja, dia (sambil gendong bayi, adiknya Nita) ambil sapu dan mukul tubuh Nita sampai Nita guling2 di tanah. meski Nita udah nangis minta berhenti dipukulin, ibu tirinya tetep gak mau berhenti.

    tiap teringat itu, aku bener2 ngerasa bersalah. coba kalo aku gak ngotot ngajak Nita main engklek, pasti dia gak akan dipukulin. tubuhnya sampai biru2, lho :( ekspresi mukanya juga selalu ketakutan tiap mau ngelakuin sesuatu yang dia gak bisa. soalnya dia takut kejadian waktu dia gak bisa main engklek itu terulang. entahlah, mungkin dia trauma :( tiap kepikiran aku udah ikut andil bikin seseorang trauma, aku makin-makin-makin ngerasa bersalah :(

    BalasHapus
  7. Nama ; Amanda Wahyu Nandhita
    Twitter ; @TataNandhita
    E-mail ; amandawahyu23@gmail.com

    Jika saya diberi kesempatan kembali ke masa lalu. Saya tidak akan mengambil kesempatan itu. Karena saya sudah cukup bangga dengan apa yang bisa saya raih saat ini, meski tidak bisa dibilang terbaik. Untuk sampai di saat ini, bukanlah suatu hal yang mudah. Sudah banyak tikungan yang saya lewati sebelumnya, yaitu di masa lalu. Dan jika mungkin saya kembali ke masa lalu, barangkali saya tidak mungkin bisa berda di saat seperti sekarang.

    BalasHapus
  8. nama: Nurina Widiani
    twitter: @KendengPanali
    email: nurinawidiani84@gmail.com

    Kalau bisa kembali ke masa lalu tentu saja mau. Karena ada penyesalan terbesarku sampai sekarang: koleksi novel Pasukan Mau Tahu, Lupus, komik Pank Ponk dan komik Kungfu Komang-ku :'((((
    Kaau boleh aku pengen membuat diriku yang saat itu untuk lebih pandai menyembunyikan semua koleksi novel dan komikku dari radar mama agar tidak dijual ke tukang loak.
    Menyesalnya itu nggak ilang-ilang sampai sekarang...

    BalasHapus
  9. Nama: Anis Antika
    Twitter: @AntikaAnis
    Email: anis_antika@yahoo.com

    Aku bakal ambil kesempatan kembali ke masa lalu itu. Yang bakal aku lakuin adalah, mempelajari apa saja yang ada dan terjadi di masa itu. Cara berpakaian orang masa itu, apa yang mereka kerjakan, bagaimana kehidupan mereka, bagaimana perekonomian saat itu. Kemudian setelah balik ke masa sekarang, aku bakal tulis pengalaman itu dalam bentuk buku. Seru pasti. Akan jadi pengalaman paling tidak dilupakan.

    BalasHapus
  10. nama : Fransisca Susanti
    twitter : @siscacook
    email : siscawiryawan@ymail.com

    Aku akan mengambil kesempatan untuk ke masa lalu. Aku ingin kembali ke masa lalu untuk membawakan obat-obatan modern untuk kakak cowokku yang sakit typhus parah dan gegar otak karena kecelakaan kendaraan bermotor.Tidak ada masa yang paling indah selain masa kecilku bersamanya ^^ Dia usil, sering membangunkanku saat tengah malam (dia bilang sudah pagi dan harus berangkat sekolah),rebutan channel tv, dll. Tapi, dia sangat hangat. Selalu membawakan pizza, mie ayam, cokelat, dll, pokoknya makanan kesukaanku. Suka ngajarin matematika =) Aku tidak tahu, apakah dengan kembali ke masa lalu,kita bisa mengubah takdir hidup meninggalnya orang yg kita sayangi? Tapi, jika diberi kesempatan, aku ingin bersama kakakku lebih lama...dan lebih lama lagi...walaupun itu hanya beberapa hari...cause I miss him so much ^^

    BalasHapus
  11. Nama: Gestha Reffy
    Twitter: @AltGST
    Email: gesthareffy@gmail.com

    Tentu! Saya akan ambil kesempatan itu. Travelling kemana lagi sih yang lebih indah selain ke surga dan ke masa lalu? Apalagi kalau masa lalunya indah, nggak baperan kayak masa sekarang :'D
    Tapi niat saya ke masa lalu hanya untuk bernostalgia. Bukan kembali ke sana kemudian memperbaiki alur ceritanya biar kayak FTV-FTV. Not.. :P
    Jadi yang saya lakukan adalah saya akan berkunjung ke setiap moment-moment terbaik saya bersama orang-orang terkasih yang tidak bisa lagi saya temui di masa sekarang. Saya ingin melepas rindu terhadap kisah tersebut, memeluk mereka lagi, bercanda dengan mereka lagi, menikmati rasa yang sama lagi. Sampai puas. Sampai saya bosan. Sampai saya kuat menerima kenyataan mengapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi. Sampai saya sadar bahwa kisah ini tak kan terulang lagi..
    Sampai saya benar-benar kembali ke masa kini dan mulai menata hati...

    Hai Kak Atria, pertanyaanmu tiba-tiba saja membuncah hatiku.. :')

    BalasHapus
  12. Nama: khusnul
    Twitter: @imahreana
    Email: khusnulalsyafia@gmail.com

    tidak mengambilnya, karena dengan kembali ke masa lalu dan memperbaiki apa yang telah kita lakukan dulu belum tentu hal tersebut akan merubah apa yang telah terjadi hari ini. Lebih baik menyiapkan diri dengan hari esok yang akan kita lalui. Tetap percaya, apapun yang akan terjadi kedepannya nanti itulah takdir yg sesungguhnya.

    BalasHapus
  13. Nama : Ratnani
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    E-mail : kazuhanael_ratna@yahoo.co.id

    Saya tidak akan mengambilnya. Kalau kembali ke masa lalu sama artinya saya tidak mensyukuri apa yang kini telah terjadi. Apapun itu, masa kini adalah hal yang harus saya jalankan dengan ikhlas. Tidak perlu terpaku pada masa lalu. Kalaupun ingin memperbaiki sesuatu, maka diri sendiri inilah yang harus maju. Memperbaiki diri dari sekarang untuk kebaikan yang akan lanjut itu kurasa itu yang harus saya lakukan. Menatap ke depan bukan ke belakang. Karena dari masa lalu bisa saya jadikan pelajaran bukan ganjalan.

    BalasHapus
  14. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Email : himurasora @yahoo.co.id

    Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?

    Walaupun punya kesempatan kembali ke masa lalu aku nggak akan mengambil kesempatan itu. Kenapa ? Karena aku nggak yakin hal-hal yang ingin aku ubah di masa lalu bisa mengubah masa depanku kemudian kalau ternyata cara berpikir atau sikapku gak berubah juga. Dan aku memang gak mau mengubah apapun yang udah aku alami saat ini karena yakin apapun yang udah terjadi maka hal itulah yang memang seharusnya aku alami.

    BalasHapus
  15. Saya tidak akan mengambil kesempatan itu. Meskipun saya pasti bisa memperbaiki 'kesalahan' di masa lalu, saya tidak ingin mundur. Karena merubah masa lalu pasti akan merubah masa depan juga. Yang saya inginkan adalah hari ini. Cuma hari ini yang bisa saya maksimalkan. Tidak perlu kepo dengan masa depan tetapi jangan lupakan masa lalu.

    Mutiara Misksalma
    @MMisksalma
    misksalmamutiara@gmail.com

    BalasHapus
  16. Nama =Nurlis
    Twitter =@talaonurlis1
    Email=talaonurlis@gmail.com



    Jika diberi kesempatan ke masa lalu saya tidak akan mengambilnya,karena itu akan megubah apa yang terjadi sekarang,tapi saya merasa apa yang saya jalani sekarang semua sudah benar adanya.saya baik-baik saja dan bahagia dengan apa yang jalani sekarang.

    BalasHapus
  17. Hmmm, pertanyaan ini ngingetin aku dengan seri The Flash karena ada bagian cerita tentang time travel-nya juga. :D

    Kalau aku dikasih kesempatan untuk bisa balik ke masa lalu, aku nggak mau ambil karena menurut penuturan Prof. Martin Stein di seri The Flash sbb:

    "...kesempatan ini memiliki resiko yang tak tertandingi. Kejadian (hal yang dilakukan ketika kembali ke masa lalu) itu mengubah tatanan waktu yang sudah ada dan mengubah sejarah. Satu keputusan yang berbeda, tidak peduli seberapa besar atau kecil, selalu ada dampak yang mengikuti. Momen demi momen, pilihan demi pilihan. Nothing would be as it is today and you'd never know the difference because you'd never remember any of it."

    Time travel jadi hal yang kompleks secara logika, mungkin mirip de javu yang pada dasarnya apa yang ada saat ini adalah hasil dari apa yang kita lakukan ketika kita 'kembali' ke sana.

    Sejauh ini tidak ada satu kejadian yang sangat sangat sangat sangat kusesali di hidupku untuk kuperbaiki, kalau pun ada ya aku tetap tidak akan mau ambil resiko itu. Percaya saja pada qadha dan qadar. Jadi, yang lalu biarlah berlalu dan dijadikan pelajaran hidup. The Flash also taught me that. :)

    *

    Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Email: ayamurning@gmail.com

    BalasHapus
  18. Aku tidak akan mengambil kesempatan untuk bisa kembali ke masa lalu, walaupun akan sia-sia karena bisa saja itu satu kali dalam seumur hidupku. Tapi dibalik itu semua ada resiko yang harus diterima.

    Jika aku ambil, sejarah dan duniaku akan berubah, apa yang sudah ada pada diriku bisa saja menghilang tak berbekas. Masa lalu dan Masa depan tidak pada waktunya. Walaupun sering kali berandai-andai akan hal-hal di masa lalu, itu tidak akan terulang lagi.
    Penyesalan selalu datang diakhir, buat masa lalu menjadi acuan dan pembelajaran untuk lebih baik lagi & yang hanya bisa aku lakukan sekarang, jalani kehidupan ini dengan rasa syukur dan bahagia. Perbaiki diri dan lakukan apa yang aku bisa sebaik mungkin. Karena bisa saja masa depan yang cerah sedang menantiku....

    Nama: Nadia Puspaningtyas Ashari
    Twitter: @Nadia48nafla
    E-mail: ashari424@gmail.com

    BalasHapus
  19. Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?

    Hmm, gimana ya? Kalau aku ingin kembali ke masa lalu, aku mau lihat apa? Masa lalu itu hanya untuk dikenang tapi tidak untuk dikunjungi kembali. Toh kalaupun bisa kembali ke masa lalu, itu tidak akan mengubah keadaan. Yang sudah berlalu ya dilalui, yang belum berlalu ya dijalankan. Sebenarnya, kalau bisa aku ingin pergi ke masa depan. Tapi Allah SWT tidak memberi kita jalan untuk ke masa depan supaya hamba-hambanya tidak suka takabur & selalu berusaha untuk menjadi sukses di masa mendatang. Ibarat saja kita sedang mengendarai motor/mobil yang ga selamanya terus menurus melihat kedepan. Sesekali melihat spion untuk lihat kebelakang. Kalau tidak begitu kita bisa celaka. Oleh karena itu, masa lalu sebaiknya dijadikan pelajaran untuk kedepannya :)

    Nama : Musdalifah Putri
    Twitter : @MusdalifahYeaa
    E-mail : musdalifahpoetry@yahoo.com

    BalasHapus
  20. Nama : Dellavita Yustika
    Twitter : @dellavitaa_
    E-mail : DellaVitta13@gmail.com

    =Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?

    =Jika kembali ke masa lalu jelass aku pengen banget mengambil kesempatan itu, tapi kesempatan tentang apa dulu kalau kesempatan yang macem macem dan galau galau sih mbening lupain deh jauh jauh^^ tapi kalau kesempatan berharga sih mau banget. Karena masa lalu itu adalah kunci kita melihat masa depan, tanpa adanya masa lalu kita gak bakalan maju dong terus stay di satu tempat. Makanya tuhan memberikan masa lalu dan juga memberikan rasa kepuasan atau malah sebaliknya kekecewaan. Tinggal kita nih yang bertindak jadi jangan asal bertindak kalau enggak sesuai dengan kemampuan kita.. bisa bisa menyesal. makanya setiap ada kesempatan gunakan sebaik baik nya. Dan jangan sampai kesempatan itu terbuang sia sia dan kita jadi menyesal..

    Wish me luck^^

    BalasHapus
  21. Nama : Lestyo Haryanto
    Twitter : @Lestyo_yupi
    Email : Lestyo.Haryanto@gmail.com

    Pertanyaan :
    "Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?"

    Jawaban :
    Akan aku ambil kesempatan itu.
    Akan aku pakai untuk menemui ayahku yang sudah meninggal. Aku sejak kecil tidak bertemu dengan ayahku karena ayahku meninggal dunia ketika aku masih kecil. Kalau bertemu beliau, aku hanya ingin mengucapkan bahwa aku mencintai dia.
    Itu saja.

    BalasHapus
  22. Nama : Piska Lestari
    Twitter : @kyupishae
    Email : Alicepark20@yahoo.co.id

    Pertanyaan :
    "Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?"

    Jawaban :
    Seandainya itu bisa terjadi, apa yang bisa kulakukan ketika aku kembali ke masa laluku itu? hey, bahkan aku sudah mulai lupa dengan hal-hal yang sungguh ingin kulakukan dimasa itu. ini bukan ingin mendramatiskan, tetapi memang kenyataannya begitu. aku sudah melupakan masa laluku. yang hanya kuingat hanya masa-masaku yang sekarang. mencoba terus berpikir dan memikirkannya kembali, tetapi tidak ada satu pun hal yang teringat dalam memori kecilku ini,tentang hal-hal yang ingin kulakukan. Entah ini dilupakan, atau malah terlupakan. Mungkin ini pengaruh dari motivasi hidupku, yaitu "Melupakan sesuatu yang telah terjadi dan terus berjalan ke depan." sederhana, tapi selalu kugunakan dalam kehidupanku ini. Eitss, sedikit meleceng dari pertanyaan hehe, tapi memang begitula diriku.

    Kalau pun ada yang menanyakan "Jika ada mesin waktu untuk menuju masa depan, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan di masa depan?"

    Jawabannya tetap sama, aku akan bingung dan mungkin tetap tidak akan menjawab. Aku tidak ingin memikirkan sesuatu yang membuatku sulit berpikir, kayak sekarang aja, yang aku tulis ini sebenarnya langsung muncul aja dipikiranku, tanpa berpikir dulu buat ngetik apa, mungkin bagi orang lain, mudah untuk memikirkannya.Tapi, aku bukan orang tipe begitu, aku hanya tidak ingin memikirkannya. So, mungkin itu ajaaa yang bisa aku jawab. meskipun gak sesuai sama pertanyaannya malah yaaa huhu.. tapi ini memang dari dasar hatiku kok, jika pun kata-katanya ada yang sedikit lebay atau pun alay, mohon dimaklumkan lah yaa :3

    BalasHapus
  23. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : n0v4ip
    Email : n0v4ip@gmail.com

    "Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?"

    Jika ada kesempatan untuk kembali ke masa lalu, saya mungkin tidak akan mengambil kesempatan itu. kenapa? karena saya rasa setiap kejadian sudah digariskan oleh Tuhan, selalu ada istilah sebab-akibat dalam hidup. Saya percaya hal-hal buruk yang dulu pernah terjadi di masa lalu saya menjadikan saya pribadi yang lebih baik dan dewasa saat ini. Jika pengalaman buruk yang pernah menimpa saya dulu pernah saya selali, tapi sekarang akibat hal buruk itu dan bagaimana proses saya menyembuhkan diri, menjadikan pelajaran tersendiri utk saya dan juga bisa saya sharing kepada mereka yg mengalami hal yang sama...yap, saya yakin apapun yang terjadi di masa lalu ada pembelajaran dan meski kembali, tetap tidak akan merubah takdir yang sudh ditetapkan Tuhan... Belajar dari film Terminator "sekeras apapun kita berusaha mengubah masa depan, kita tidak bisa mengubahnya, kita hanya menundanya terjadi"... hehe... :D

    Thanks Mbak

    BalasHapus
  24. "Jika kamu bisa kembali ke masa
    lalu, apa kamu akan mengambil
    kesempatan itu? Dan jika iya, apa
    yang ingin kamu lakukan?"

    perjalanan lintas waktu? hmm...sepertinya bukan ide yang bagus dan aku nggk akan mengambilnya. oke, ada hal-hal yg nggk bisa diubah. termasuk masa lalu. menurutku, perjalanan lintas waktu itu bisa mengacaukan segalanya. hidupmu, hidup orang lain. paradoks dimana-mana. lagi pula kita hidup utk melihat masa depan, bukan menengok kembali ke belakang, mencoba mengingat masa lalu. seharusnya kita tinggalkan masa itu sejak berhari-hari yg lalu. karena itu aku nggk membiarkan jejak akan kenangan tentang apapun membawaku ke masa lalu, ke rangkaian usang tentang masa lalu. lagipula aku nggk mau terikat dengan masa lalu. memangnya apa yg akan kita cari dlm perjalanan lintas waktu itu? berharap waktu bisa membawa kita kembali agar bisa mengulang segalanya dari awal & tidak melakukan kesalahan? yg pasti kita tak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya, tak perlu pula melupakan masa lalu, kita hanya perlu menerimanya, tanpa perlu mencoba mengubah apapun.

    "kita tidak bisa mengubah masa lalu untuk memperbaiki masa depan tapi kita selalu punya masa kini untuk mengubah apa pun" -Film Marry Him If You Dare-

    Nama : Rany Dwi Tanti
    Twitter : @Rany_Dwi004
    Email : ranydwi11@yahoo.co.id

    BalasHapus
  25. Nama: Yuliza Sachira
    Twitter: @zasachi
    email: zasachi@gmail.com


    Jika berkesempatan bisa kembali ke masa lalu, saya tidak akan mengambilnya. Apa yang telah terjadi di masa lalu adalah milik masa lalu. Kita bisa belajar dari apa yang telah terjadi di masa lalu dan akibat yang ditimbulkannya (hikmah) sebagai bekal menjalani hari esok. Hidup adalah apa yang kita jalani hari ini dan esok. Fokus pada apa yang sedang kita jalani jauh lebih baik daripada terus2an dihantui oleh masa lalu.

    BalasHapus
  26. nama : Pramestya
    twitter : @p_ambangsari
    email : pramestya23@gmail.com

    Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?

    Seperti kata si Tukang Patah Patah alias Pepatah, semua yang telah terjadi selalu ada hikmahnya.
    Tidak, aku nggak mau merubah apapun. Karena jika ada satu hal yang dirubah, kejadian-kejadian nggak akan sama terjadi. Mending kalau yang aku ubah itu akan merubah hal buruk menjadi terbaik, kalau malah nambah susah kan repot.
    Juga, aku nggak terlalu suka dan nggak bisa berbuat sempurna. Kalau kembali ke masa lalu, pasti kan menyempurnakan. Dan kesannya malah aneh, kayak kita nggak punya kesalahan yang bisa diketawain atau dijadiin pengalaman, nggak ada kenangannya.
    Kayak polkadot gitu, cuma satu warna, nggak asik, nggak seru. Enakan juga lukisan abstrak, banyak warna, menarik.

    BalasHapus
  27. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    rinspiration95@gmail.com

    Jika memiliki kesempatan untuk kembali ke masa lalu, aku tidak ingin mengambil kesempatan itu. Jika aku kembali, itu berarti waktuku di masa depan akan berkurang karena aku akan menghabiskannya untuk mengulang semua moment yang pernah ku alami. Bukan tidak mungkin kalau aku akan terlena, dan ingin terjebak disana atau tidak kembali ke masa depan seperti yang dialami Lasja.
    Seburuk apapun yang terjadi saat ini dan seindah apapun kejadian yang pernah kita alami di masa lalu, aku percaya bahwa itulah skenario kehidupan yang mau tidak mau ku jalani. Kita tidak bisa hanya diam ketika waktu terus berputar. Mungkin di masa lalu aku belum bisa mewujudkan/melakukan sesuatu, tapi yang ku lakukan bukan untuk mengubah jalannya pada masa itu. Di masa depan tentu masih banyak kesempatan dan saat itulah aku harus mewujudkan apa yang belum ku realisasikan di masa lalu.
    Terima kasih

    BalasHapus
  28. Nama: Thia Amelia
    Twitter: @Thia1498
    Link: https://twitter.com/Thia1498/status/636730697231679488?s=01

    Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?

    Saya percaya bahwa apa yang terjadi di masa lalu biarkan lah menjadi masa lalu, menjadi kenangan untuk masa depan, dan menjadi pembelajaran mengahadapi masa depan. Jika memang saya diberi kesempatan seperti itu, mungkin saya akan memberikan nya kepada orang yang lebih membutuhkan. Saya bahagia dengan hidup saya sekarang ini, meskipun sebenarnya banyak hal yg ingin saya perbaiki di masa lalu, tapi lebih baik saya jadikan pelajaran untuk kedepan nya. Saya ingin memperbaiki masa lalu itu dengan memperbaiki masa depan saya menjadi lebih baik lagi, menjadi tidak mengecewakan orang-orang dan saya sendiri, menjadi yang terbaik dengan bekal pembelajaran di masa lalu.

    Jadi intinya, saya tidak akan pernah memperbaiki keadaan dengan kembali di masa lalu. Selain karena mungkin akan merusak hal yg sudah saya dapatkan dan sudah terjadi di masa kini, juga tidak akan ada pelajaran yg didapat untuk masa depan. Penyesalan adalah pelajaran yang berharga. Perbaiki di masa depan, menjadi lebih baik dari sebelum nya.

    BalasHapus
  29. nama :Muthi Haura
    twitter : @muthiiihauraa
    e-mail : muthiiihauraa@gmail.com

    Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?

    jawaban :
    jika aku diberi kesempatan untuk kembali kemasa lalu, tentu saja aku akan mengambilnya. aku tidak akan melakukan apa-apa. aku tidak ingin merubah apa-apa, karna aku sadar, sekecil apapun hal yang ingin dirubah, pasti akan berdampak pada masa sekarangku. pasti masa sekarangku tdk akan sama sprti saat ini, jka aku mrubah masa laluku.

    aku memang akan mengambil kesempatan untuk kemasa lalu, tp tdk ingin mengubah apapun. aku hanya ingin berkunjung. bernostalgia. bertemu dgn almarhumah umi dan nenekku. Hanya ingin melepas rindu. Aku tak ingin mengubah apa-apa, karna apa yg aku dpatkan saat ini adalah hal trbaik.

    masa lalu bukan untuk dirubah, tapi untuk dikenang dan dijadikan pelajaran untuk masa sekarang.

    BalasHapus
  30. nama : Cici Prasetiana
    twitter @iciic
    e-mail : cicippotter@gmail.com

    Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?

    jawaban :
    Tidak. Berjalan sekarang dan terus menatap kedepan. Masa dimana saya pernah terjatuh dimasa lalu membuat saya bangkit untuk tetap berjalan menuju masa depan. Masa lalu hanya acuan saya untuk tidak terjatuh kembali di tempat yang sama.
    Dan rasa bahagia di masa lalu, saya jadikan sebagai motivasi untuk sekarang dan masa depan saya. Terimakasih

    BalasHapus
  31. Nama: Zuhelviyani
    Akun Twitter: Zuhelviyani Zaid (@Evizaid)
    Email : Zuhelviyani@gmail.com

    "Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?"

    Jika kesempatan itu ada, aku akan mengambilnya. Karena, dulu aku punya pengalaman mungkin juga bisa dibilang kesalahan yang kuperbuat di masa lalu yang ingin sekali kuperbaiki. Banyak sekali hal-hal bodoh yang kulakukan misalnya, saat sekolah di SD maupun SMP dulu saya sering bermain-main saja tanpa memikirkan pelajaran, padahal jika saya belajar dengan keras mungkin saja saya bisa membanggakan kedua orang tua saya dan dengan bangga memperlihatkan nilaiku saat mendapat nilai yang bagus di hadapan mereka. Tetapi, hal itu tak bisa diperbaiki lagi. Dan saya akan berbuat lebih banyak kebaikan. Kadang saya menyesali hal yang telah terjadi. Kadang dibenak saya, saya berpikir jika ada time machine yang bisa mengembalikkan waktu "mengapa saya tidak mengambil kesempatan itu untuk membuat sebanyak-banyaknya kebaikan dan menjadi seseorang yang lebih berguna dan membanggakan kedua orang tua saya". Jika ada kesempatan itu, saya benar-benar ingin mengambilnya dan melakukan segala hal yang saya sesali sekarang ini. Oleh, karena itu, sekarang ini saya berjuang dengan keras untuk menjadi orang yang lebih baik. :)
    Thanks for GA.

    BalasHapus
  32. Nama : M.Herlambang
    Twitter : @bxmbxxg
    Email : herlambangmuhammad338@gmail.com

    Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?

    Untuk saat ini akan saya ambil karna suatu alasan...
    Tidak jauh jauh, saya akan kembali ke beberapa bulan yg lalu saja dimana pendaftaran Perguruan Tinggi Negeri masih dibuka dimana mana..
    Saya baru saja lulus dari SMA tahun ini, dan seperti banyak orang lainnya tentu saya melanjutkan ke perguruan tinggi, impian saya gantungkan tinggi tinggi, akan tetapi usaha saya tidak sebanding dengan hal yg saya inginkan tersebut. Saya tidak lolos di penerimaan Perguruan Tinggi Negeri manapun karna kurangnya usaha saya dalam belajar dan berdoa dan hal lainnya...
    Saya pun mencoba mendaftar ke Perguruan Tinggi Swasta dan benar2 giat dalam belajar sebelum tes berlangsung dan hasilnya pun memuaskan, saya lolos.
    Sebuah penyesalan yg selalu datang terlambat, kenapa saya tidak benar2 berusaha ketika semuanya baru dimulai...

    BalasHapus
  33. "Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?"

    Jawaban: Tidak .... aku tidak akan mengambil kesempatan untuk kembali ke masa lalu. Karena masa lalu adalah pijakan bagi aku untuk menghadapi masa depan. Nah kalau aku kembali ke masa lalu dan sengaja atau tidak sengaja menggeser pijakan itu, maka tentu masa depanku pun ikut berubah. Apa aku bisa menjamin, kalau masa lalu yang telah aku ubah itu akan membuat masa depan menjadi lebih baik hasilnya?

    Lebih baik fokus pada masa sekarang untuk mengubah masa depan. Bukan kembali ke masa lalu dan mengubah masa depan.

    Neneng Lestari
    @ntarienovrizal
    n_tarie90@yahoo.com

    BalasHapus
  34. Fatoni Prabowo Habibi
    @fathisme009
    fathana984@gmail.com

    "Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?"

    iya, aku ingin kembali. rada nyeleneh barangkali. suatu hari sekitar 1-2 tahun lalu, aku sedang diangkot dan seusai turun aku merogoh saku tidak ada sama sekali uang yang cukup buat membayar pak sopir. disitulah, aku bebarengan naik angkot dengan adek kelasku. ajaibnya, dengan polos aku minjem uang dan bakal ngembaliin. dia oke oke aja ngasi uang 2000 harga angkot waktu itu. dan dodolnya saya, ngga minta hp apa kelas, atau minimal nama kek. yaa ampun aku nguluyur gitu aja, ehh apa dia yang kabur duluan ya.. lupa juga :D gitulah pokoknya.

    hari esoknya aku berusaha nyari adek kelas ku ini, perempuan lagi, kan unyu, nyamperin ke tiap kelas terus bikin pengumuman, "kemarin siapa ya yang naik angkot bareng aku? ada yang ngaku ga? kalo ga ada, aku bunuh diri nih.. " koor satu kelas tuh. tak kunjung nemunin, secara aku juga anak osis di SMK. jadi sibuk banget bro. lah sudahlah, biar takdir yang nemuin. itu kalo jodoh sih -_-

    nah, hal ini yang memacu aku buat kembali ke masa lalu. nemuin siapa cewek adek kelas ku ini yang unyu minjemin duitnya. tanpa protes lagi. kan ini jadi tanggungan kalo nanti aku meninggal masi punya utang. Ya Allah semoga segera dipertemukan, meskipun 2ribu tanggungannya berat di pengadilan mu nanti. bentu doain ya, teman-teman. maturnuwun :)

    BalasHapus
  35. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Email : sofhyhaisyah[at]gmail[dot]com

    Jika dikasih kesempatan kembali ke masa lalu, aku ingin mengambil kesempatan itu.

    Dan, disekian banyak potret masa lalu yang ada, aku akan pilih kembali di masa saat aku lulus SD dengan nilai UN paling tinggi (peringkat satu) dan bebas tes masuk SMP. Kenapa ? Karena saat itu, aku bisa melihat jelas rasa bangga Ayah terhadap aku. Sampai-sampai, Ayah membuat sendiri hiasan pintu kamar dari kaca bertuliskan namaku.

    Hihiii, andai bisa kembali di masa itu dan melihat raut bahagia Ayah lagi, mungkin saat kembali dari masa lalu itu aku akan bisa terpacu menjadi anak yang lebih giat dan sungguh-sungguh belajar, bukannya kuliah asal-asalan seperti sekarang :(

    BalasHapus
  36. Nama: Didi Syaputra
    Akun Twitter: @DiddySyaputra
    E-mail: syaputradiddy@gmail.com

    Memang sih seringkali terlintas di benak untuk kembali mengulang masa lalu. Terlebih di masa-masa tersebut banyak hal yang ingin dilakukan. Namun tidak/belum terlaksana sesuai harapan. Nah, ketika ditawarkan kesempatan untuk kembali ke sana. Pasti bingung kan? Yoi. Hehe. Akan tetapi, Jika Saya pribadi dengan tegas akan mengatakan, "Tidak!" Kenapa? Sebab, ketika Saya mengambil kesempatan untuk kembali ke masa lalu. Apa mungkin segala hal yang ingin dilakukan akan terlaksana sesuai harapan? Bisa iya! Bisa tidak! Kalau pun "iya" terlaksana dengan baik Ya Alhamdulillah! Tapi kalau "tidak"? Maka Saya telah menyia-nyiakan kesempatan untuk sesuatu yang harusnya tak perlu lagi disesali dan ingin diperbaiki tata letaknya. Sebelum kesalahan pada masa yang sama terulang. Ada baiknya mengambil opsi ke depan. Memilih yang memang benar-benar sangat perlu untuk diperjuangkan. Daripada Masa lalu, kehadiran Masa depan lebih menjanjikan kebaikan. Ya, jika hanya dijadikan sebagai "Ibroh" untuk masa depan yang lebih mantap. It's Ok! Really Good! Saya sangat setuju.

    "Masa lalu adalah pelajaran berharga yang menjadikan kita seperti sekarang.Masa depan adalah mimpi yang membuat kita berjuang demi mewujudkannya.Sementara masa kini adalah misteri. Selalu saja ada kejutan di dalamnya." - I Said: I Love(d) You; Ullan Pralihanta -

    BalasHapus
  37. Nama: Safitri Ariyanti
    Twitter: @safitriariyanti
    Email: safitriariyanti@gmail.com

    Jawaban: Jika aku bisa kembali ke masa lalu, aku akan mengambil kesempatan itu untuk sekadar mengatakan pada ayah bahwa aku sayang ayah dan bangga memiliki ayah seperti dia. Karena kematian adalah takdir Tuhan, tentu meskipun aku bisa kembali ke masa lalu tetap saja aku tak bisa mencegah takdir ayahku untuk meninggal, tapi setidaknya aku ingin di masa hidupnya, ia mendengar dengan telinganya bahwa anaknya ini menyayanginya dan bangga padanya.

    BalasHapus
  38. Nama : Faya Mariam Zhallila
    Twitter : @fayamariam
    E-mail : faya.alfateh@xl.blackberry.com

    Saya tidak mengambilnya. Karena hidup dimasa sekarang adalah anugrah dari yang maha kuasa, dimasa sekarang semua kebutuhan sudah ada, seperti listrik dan benda-benda yang lainnya. Semuanya sudah terjangkau, masa lalu mungkin menyenangkan tapi lebih menyenangkan lagi kalau hidup dimasa kita sendiri.

    BalasHapus
  39. Nama: Farah Fahmi
    twitter: @FarrMaSi
    email: farahfahma179@gmail.com

    tidak. Aku tidak mau kembali ke masa lalu. Apa yang sudah berlalu biarlah berlalu dan sikap selanjutnya adalah memperbaiki kesalahan yang sudah terjadi. toh, kalau kembali ke masa lalu belum tentu akan menjadikan hal yang (mungkin) salah atau buruk menjadi lebih baik dari sebelumnya walaupun yang dilakukan baik secara pemikiran.

    BalasHapus
  40. Pertanyaan : Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?

    Jawaban : Iya pasti. Yg ingin saya lakukan adalah mengulangi yg dahulu pernah terjadi dengan memperbaiki semuanya. Disaat ada yg dilakukannya salah, seperti kebanyakan orang bilang "andai waktu bisa kuputar kembali, pasti ......"
    Disitu, saya akan memperbaiki kesalahan yg pernah saya lakukan. Hal ini tidak selalu mengubah masa depan. Asalkan kita berdoa dan berusaha untuk melakukan yg benar dan terbaik, masa depan takkan pernah berubah.

    Nama : Agatha Caesa P.
    Twitter : @caesagatha
    Email : agatha.caesa@yahoo.co.id

    BalasHapus
  41. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  42. "Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?"

    Iya. Apa yang ingin aku lakukan? Aku tidak akan berbuat apa-apa, hanya memperhatikan apa yang aku lakukan pada masa itu. Menjadikannya pembelajaran untuk lebih baik lagi di masa depan. Mengingat-ingat semua kesalahan yang aku perbuat dan menjadikannya catatan untukku bahwa semua itu tidak untuk diulangi kembali. Memperbaiki kesalahan? jelas tidak mungkin, aku hidup di masa sekarang, dan apa yang aku jalani di masa sekarang adalah hasil perbuatanku di masa lalu. Jikalau aku memperbaiki kesalahan di masa lalu, maka sama artinya dengan aku tidak hidup di masa sekarang. Perlu diingat bahwa hidup adalah rangkaian cerita. Semua yang kita jalani sekarang adalah buah dari masa lalu kita. Jikalau saja kita kembali ke masa lalu dan kita memperbaiki semua kesalahan yang kita lakukan, itu berarti kita harus mengulangi kehidupan dari nol. Kita tidak bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki semua masalah, lalu kita kembali begitu saja ke masa depan. Sangat tidak mungkin.Semua yang dialami dalam hidup adalah sebuah jalan satu arah. Kita hanya bisa lurus, tanpa belok atau bahkan mundur sedikitpun Thanks

    Nama: Bintang P A
    Twitter: @bintang_ach
    eMail: bintangpermata45@gmail.com

    BalasHapus
  43. Nama: Rian
    twitter: @sang_penceloteh
    email: sang_penceloteh@yahoo.com

    Pertanyaan : Jika kamu bisa kembali ke masa lalu, apa kamu akan mengambil kesempatan itu? Dan jika iya, apa yang ingin kamu lakukan?

    Jawaban :
    Siapa sih yang tidak punya masa lalu?
    Hanya mereka yang tidak menikmati hidup jika tidak mengenal yang namanya masa lalu. Masa lalu memang untuk di kenang dan bukan untuk di ulang. Cuman, ada saja hal yang membuat kita ingin kembali ke masa lalu, jika diberikan sebuah roda pemutar waktu. Contohnya saya, Jika diberikan kesempatan untuk kembali ke masa lalu, saya ingin sekali kembali melihat senyum ayah saya dengan kopi pahit yang selalu kurindukan. Ingin rasanya kembali ke masa itu dan menghentikan segala kegiatan yang membuat penyakit lamanya kambuh. Terlebih lagi, ketika saya mengetahui bahwa ia pergi, lantaran ingin membelikanku buku referensi skripsi sebagai tugas akhir. Ingin rasanya kembali bersamanya lagi, saling merangkul dan tertawa bersama sambil menikmati senja yang mau tenggelam. Walaupun dimarahi habis-habisan karena belum lulus di perguruan tinggi, aku rela. Dibandingkan tidak bisa melihat kemarahannya walaupun sedetik.. Jika memang diberikan kesempatan untuk memutar waktu, saya hanya ingin membuat keluarga saya menjadi utuh kembali. Just It!

    BalasHapus
  44. nama : Dias Shinta Devi
    twitter : @DiasShinta
    email : diasshinta.iyas@gmail.com

    kalau dikasih kesempatan untuk kembali ke masa lalu, aku ingin kembali ke 6 tahun yang lalu. Di saat aku tahu ternyata nenek memberikan segala petuah dan harapannya kepada cucu kesayangannya ini untuk yang terakhir kali. aku ingin memeluk beliau, ingin menangis dan meminta maaf sejadi-jadinya.
    Dan aku tak akan pergi ke sekolah ketika mama menyuruhku pergi sekolah dulu saat mendengar kabar nenek meninggal. Aku ingin menghadiri pemakamannya dan melihatnya untuk yang terakhir kali. Tidak seperti sekarang, aku masih bergelut dengan penyesalan karena tak bisa melihatnya untuk yg terakhir kali. :)

    makasih kak atas GAnya :)) sukses teruuus~

    BalasHapus
  45. Rima Ria Lestari
    @rima_ria
    rimarialestari@gmail.com

    Jika bisa ke masa lalu, saya bisa mencegah diri saya berbuat bodoh di masa itu. Namun tentu saya tetap akan mendapatkan ketidaktahuan karena artinya, jika saya mengubah masa lalu, masa kini saya tidak akan seperti sekarang ini. Jadi, NO! Saya tidak akan mengambil kesempatan itu. Kebodohan saya itu punya peran penting bagi saya sekarang ini.

    BalasHapus
  46. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus