Selasa, 18 Agustus 2015

Lovefool




Penulis: Petronela Putri & R. Kurniadi
Penyunting: Adi Prasetya
Penata Letak: Puput Novitasari
Desain Cover: Sugeng DT
Proofreader: Tika Yuitaningrum
Penerbit: Media Pressindo
Cetakan: Pertama, 2013
Jumlah hal.: 180 halaman
ISBN: 978-979-911-224-8

Sephia hanya iseng saat mengabadikan momen perpisahan Mike dan Gabby. Ia tidak mengira Mike akan senekad itu demi mengenal dirinya. Sejak itu Sephia dan Mike melalui hari – hari mereka dengan kebersamaan, tanpa menyadari Gabby akan kembali dengan membawa dendam yang tersulut oleh api cemburu.

Konflik tiga hati yang semakin memanas ini akhirnya merenggut nyawa adik Gabby dan kakak Sephia. Lantas masih pantaskah mereka mempertahankan perasaan masing – masing atas dasar cinta?

***

Menggunakan sudut pandang orang pertama dari dua tokoh berbeda dengan jenis kelamin berbeda menyuguhkan sudut pandang yang lebih lengkap sekaligus mengeksplorasi emosi setiap tokoh utama.

Dengan nama tokoh utama Sephia dan novel dibuka dengan potongan lirik lagu Sephia milik Sheila on 7 membuat ide dasar cerita bisa diduga. Yup, membahas tentang pihak ketiga.


Tokoh Sephia diceritakan kabur dari rumahnya di Surabaya ke Jakarta. Ia pergi meninggalkan rumah karena kesal pada orang tuanya yang ingin bercerai. Terutama pada sang ayah yang berniat menikahi kekasih simpanannya.

Kemudian tanpa sengaja Sephia bertemu dengan Mike yang sedang mengejar kekasihnya di stasiun. Sephia yang iseng memotret adegan tersebut akhirnya berkenalan dengan Mike. Ya, walaupun Mike-nya sih yang aktif mendekati Sephia.

Setelah itu mereka pun semakin dekat. Namun mendadak kekasih Mike, Gabby, pulang lebih awal. Dan terpergoklah kedekatan mereka. Namun ternyata masalah tidak berakhir di sana. Sebuah terorr pun dimulai. Membahayakan kehidupan Sephia dan kakaknya dan malah menewaskan adik Gabby.

***

Bercerita tentang menjadi pihak ketiga memang sering dilema. Pun dengan sosok Sephia. Ia yang digambarkan kabur karena benci dengan keberadaan pihak ketiga di kehidupan ayahnya ternyata tidak bisa godaan cinta. Hal ini dieksplor dengan baik oleh penulis. Emosi dan kebimbangan Sephia tersampaikan dengan baik.

Perasaan Mike pun berhasil dituturkan dengan baik. Sayangnya untuk tokoh Mike kesan maskulinnya masih kurang. Narasi dari sudut pandang orang pertama dari sisi Mike kata-katanya terkesan masih terlalu manis untuk ukuran cowok.

Untuk alur yakni alur maju sudah bagus. Namun karena menggunakan sudut pandang orang pertama dari dua orang tokoh yang berbeda membuat pengulangan beberapa adegan jadi tidak terhindarkan.

Sedangkan untuk seluruh konflik cerita sudah bagus, meski di akhir cerita kesadisan tokohnya terlalu mendadak. Alasannya masih kurang terasa. Dan secara psikologi masih terlalu mendadak. Tidak mungkin kan seseorang mendadak jahat tanpa ada indikasi tertentu tentang karakternya yang memang menyimpan kebengisan.

Selain itu, semua bagian cerita sudah bagus kok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar