Kamis, 30 Juli 2015

Sejuta Surat Cinta



 “Aku belum belajar cara membuat hati tetap terbuka, tapi melindunginya pada saat yang sama. Mengenali bahwa ketika orang – orang mengatak hal – hal yang buruk tentang dirimu, biasanya karena mereka merasa buruk tentang diri mereka sendiri dan ingin membuang perasaan – perasaan buruk itu dengan mengirimnya kepada orang lain, seseorang yang mereka pandang lebih lemah daripada mereka. Tentang itulah sejatinya penindasan.” (Hal. 50)



Diterjemahkan dari: One Million Lovely Letters
Penulis: Jodi Ann Bickley (dengan Kate Barker)
Penerjemah: Ida Rosdalina
Editor: Nunung Wiyanti
Penyelia: Chaerul Arif
Proofreader: Alfian Rahendra
Desain sampul: Priyanto
Tata Letak: Priyanto
Penerbit: Pustaka Alvabet
Cetakan: I, Agustus 2014
Jumlah hal.: 272 halaman
ISBN: 978-602-9193-50-3

Pada musim panas 2011, dalam usia 22, Jodi Ann Bickley mengidap penyakit serius yang akan mengubah kehidupannya selamany. Kala itu, dengan penuh semangat, Jodi tampil di Camp Bestival di Pulau Wight, Inggris. Kembali ke rumah dengan penuh kegembiraan, dengan lagu band terfavoritnya masih mengalun di kepalanya, dia membayangkan kenangan indah itu akan bertahan abadi. Namun, seminggu kemudia, dia menggeliat kesakitan di lantai ruang praktek dokter: dia divonis mengidap infeksi otak akut akibata gigitan serangga.

Hari – hari yang panjang berikutnya, Jodi berjuang keras memulihkan kesehatannya yang naik – turun. Penyakit itu terlalu berat untuknya dan dia bertanya – tanya apakah dirinya sanggup bertahan. Dia punya dua pilihan, menyerah seketika itu; atau melakukan sesuatu yang berarti dengan waktu yang ia miliki. Jodi memilih yang terakhir, dengan munis “surat cinta” yang dia peruntukkan bagi mereka yang tengah menderita.
 
Sejuta Surat Cinta adalah kisah inspirasional bagaimana seseorang mengubah takdir hidupnya. Kisah Jodi dalam buku ini menjadi bukti ternyata ihwal kekuatan dan keajaiban kata – kata yang menyembuhkan. Inilah surat menyentuh yang telah menggugah jutaan orang, dan menginspirasi kehidupan mereka.

***

Buku ini bukanlah sebuah novel. Jika itu yang Readers harapkan. Rasanya lebih tepat menyebutnya sebagai sebuah memoar. Cerita kehidupan Jodi Ann Bickley yang membuatnya memulai project One Million Lovely Letters.

Project yang dilakukan oleh Jodi ini berhasil menyentuh banyak orang dan menginspirasi berbagai kegiatan yang hampir sama. Itu sebabnya dirasa perlu memperkenalkan sosok Jodi lebih dalam lagi.

Dan ternyata kisah kehidupan Jodi sejak awal tidak mudah.


Kehidupan keluarganya tidaklah sama dengan yang umum kita miliki, khususnya di Indonesia. Yang umum di keluarga kita adalah ayah, ibu dan anak. Namun dalam keluarga Jodi yang adalah adalah ibu, ayah yang pulang dan pergi seenaknya, adik, dan anak – anak sang ayah dari hubungannya dengan perempuan lain. Sosok ayah dalam hidupnya jelas bukanlah sosok panutan. Kehadiran sang ayah membuatnya belajar tentang sikap dan kehidupan yang tidak selayaknya ia miliki sebagai orang dewasa.

Namun di waktu yang sama Jodi belajar tentang keluasan dan ketulusan hati dari sang ibu. Ibu yang meski pun hidup pas-pasan (jika tidak bisa disebut kekurangan) masih terus berbagi dengan orang lain. Meski hanya berupa senyum, pelukan, atau sekadar tempat berlindungan dari panas atau hujan.

Selain itu, Jodi sendiri pun pernah berperang melawan bulimia. Penyakit yang sempat mengacaukan hidupnya. Dan kini sekali lagi, penyakit kembali menjungkir balikkan hidupnya. Gigitan serangga jelas hal simple namun ternyata bisa berdampak besar. Ia divonis mengidap infeksi otak akut akibat gigitan serangga.
Setelah itu, hidup Jodi berkutat di pengobatan dan pemulihan. Ia tidak lagi memiliki kehidupan yang umum dijalani oleh orang lain. Kehidupan yang disebut kehidupan normal. Berkali – kali ia dirundung duka, kesepian, putus asa dan depresi. Namun berkali – kali keluar dari kondisi itu.

Hingga suatu hari ia memutuskan untuk memulai project One Million Lovely Letters. Ini karena ia tidak ingin orang lain merasakan yang seperti ia rasakan tanpa dukungan orang lain. Membuat mereka terus terkungkung dalam semua perasaan sedih higga depresi tersebut. Dan ternyata project itu pun ikut menghidupkan kembali semangat Jodi. Ia sendiri pun selalu merasa dikuatkan untuk setiap surat yang ia terima dan ia tuliskan.

Sejumlah surat – surat yang masuk dalam email onemillionlovelyletters@gmail.com ikut ditampilkan dalam buku ini. Ada pula yang ditulis bersama update-an kabar dari penulis surat tersebut.

Membaca buku ini menumbuhkan perasaan positif bahwa di dunia ini masih banyak orang – orang baik yang siap berbagi dengan orang lain.

***


“Aku selalu tahu bahwa kata – kata adalah hal yang kuat” (Hal. 56)

***
 Oiya, cover buku edisi Indonesia jauh lebih cerah ya, warnanya. Untuk cover edisi import yang saya lihat 
Dan ada satu cover lain yang juga menarik untuk dikoleksi nih. Lucu kan?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar