Jumat, 17 Juli 2015

Love, Stargirl



“Siapa dirimu jadinya andai kau kehilangan orang yang paling kau sukai? Bisakah kau kehilangan orang yang kau sukai tanpa kehilangan dirimu sendiri?” (Hal. 51)
Penulis: Jerry Spinell
Alih bahasa: Tanti Lesmana
Desain cover: Eduard Iwan Mangopang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, Juli 2010
Jumlah hal.: 296 halaman
ISBN: 978-979-22-6034-2
Dalam lanjutan kisah Stargirl ini, Stargirl Caraway telah pindah dari Arizona ke Pennsylvania, meninggalkan Leo yang dicintainya. Di tempat baru ini ia berusaha menemukan kebagahagiaanya kembali bersama sahabat – sahabat barunya. Dootsia yang cerewet, Alvina yang galak dan pemarah, Betty Lou yang takut keluar rumah dan Margie si pemilik kedai donat.
Namun rasa rindunya pada Leo tak juga hilang ...
Sampai kemudian muncul seorang anak lelaki yang seunik dirinya – Perry yang tampak urakan dan tidak pedulian, Perry yang membuatnya penasaran, Perry yang punya potensi untuk menggantikan Leo yang berada jauh di Arizona.
Love, Stargirl adalah surat panjang Stargirl kepada Leo. Tak ada yang disembunyikan dari Leo, termasuk tentang perasaan yang mulai bertumbuh antara dirinya dan anak lelaki yang baru itu. Tapi di dalam suratnya juga ada satu pertanyaan penting yang khusus ditujukan pada Leo ....
***
Cerita tentang Stargirl kembali datang lagi. Jika di buku pertamanya, Stargirl diceritakan jatuh cinta pada seorang teman sekolahnya yang bernama Leo saat mencoba “mencicipi” kehidupan sekolah biasa, maka kali ini ceritanya berbeda namun tetap sama.
Stargirl masih jatuh cinta pada Leo. Namun Stargirl memulai kehidupan yang baru di Pennsylvania. Meninggalkan Arizona yang telah mengecewakannya karena tidak bisa menerima dirinya yang berbeda.
Kali ini kehidupan Stargirl melibatkan seorang gadis kecil bernama Dootsie yang selalu mengekorinya. Juga melibatkan Alvina, seorang anak perempuan yang beranjak remaja dengan sikap pemberang yang sulit dikendalikan. Serta melibatkan seorang perempuan bernama Betty Lou yang menderita agorafobia.
Kemudian ending buku yang bercerita tentang sebuah perayaan Titik Balik yang melibatkan semua orang yang masuk dalam kehidupan Stargirl selama gadis itu di Pennsylavania. 
Ah, ini menjadi surat cinta yang panjang dan akan menghangatkan hati orang yang membacanya. Betapa beruntungnya Leo.
***
“.... Mula – mula membenci sedikit, lama kelamaan makin banyak dan makin banyak. Kebencian selalu lapar.” (Hal. 68)
Sejak awal membaca novel ini, saya jelas punya ekspektasi tersendiri. Ini karena saya jatuh cinta setengah mati pada tokoh Stargirl sejak buku pertama. Tapi saya pun tahu bahwa ada yang  berubah sejak terakhir kali saya membaca buku tersebut.
Waktu 10 tahun jelas tidak sebentar. Perubahan pola pikir dan selera pun membuat saya tetap berjaga – jaga agar tidak membangun ekspektasi berlebih. Namun ternyata saya tetap menyukai apa yang disuguhkan oleh Jerry Spinelli. Keluguan dan kepolosan Stargirl.
Keberaniannya untuk tetap percaya pada dunia meski dengan resiko disakiti pun tetap menarik diikuti. Menghangatkan hati. Novel ini juga memperlihatkan betapa kita orang dewasa memang terkadang harus belajar tentang ketulusan hati dan keberanian dari seorang gadis kecil (juga dari seorang gadis remaja).
Cara penulis bercerita pun tetap menarik. Menjadikannya sebagai surat panjang yang lebih mirip jurnal harian membuat cara bertutur menjadi beragam. Mulai dari kalimat pendek sampai kalimat panjang bisa dieksplorasi. Mulai dari narasi dan dialog bisa disajikan menarik. Bahkan dialog imajiner Stargirl dengan Leo pun bisa disuguhkan menarik. Kehadiran salah seorang tokoh eksentrik yang “hidup” di buku pertama, Archie, pun membuat buku kedua ini tetap terhubung dengan baik dengan buku pertama.
Dan perhatikan kutipan ini.
Aku akan tetap–oke, akan kukatan lagi–mencintaimu, tapi aku tidak akan melalaikan diriku untukmu. Aku tak bisa tetap setia padamu tanpa setia pada diriku. Aku telah merebut kembali masa depanku. Andai kita ditakdirkan untuk bersama kembali, bahagialah karena kau akan memperoleh aku yang sesungguhnya, bukan setengah diriku yang cengeng. (Hal. 57)
Ah, sangat positif kan? Lihat bagaimana Stargirl menghadapi patah hatinya. Hm... sekali lagi, saya kembali jatuh cinta pada tokoh Stargirl. Dan berharap nanti jika saya memiliki anak, anak saya pun bisa jatuh cinta pada tokoh ini.
Ia teladan yang baik dan menarik yang hadir dari sebuah imajinasi yang manis.
***
“Hari ini  memanggil – manggilmu, mencoba mendapatkan perhatianmu, tapi kau terpaku pada hari esok dan hari ini pun berlalu tetes demi tetes seperti air di dalam talang. Besok paginya kau bangun dan hari ini yang kau buang percuma sudah berlalu selamanya, sudah menjadi hari kemarin. Beberapa momen itu mungkin menyimpan hal – hal menakjubkan untukmu, namun sekarang kau tidak akan pernah tahu.” (Hal. 212)


4 komentar:

  1. Aaah saya ada buku stargirl di rumah tapi belum pernah saya baca sampe kelar dan sekarang dimana yah... jadi pengin nyari dan baca sampai abis utk kenalan sama stargirl... dan quote nya bagus banget :'''' terima kasih reviewnya kak atriaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih. Baca deh. Bakalan berasa dapat emosi positif banget :D

      Hapus
  2. Masih ada buku you are the apple of my eye gk

    BalasHapus