Sabtu, 11 Juli 2015

Intertwine




Karya: Fei, Lia Indra Andriana, Orizuka, Clara Canceriana, KP Januwarsi
Penyunting: Prisca Primasari
Cover Designer  & Ilustrasi: COKROID
Proofreader: Yuli Yono
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama, Maret 2015
Jumlah hal.: 420 halaman
ISBN: 978-602-7742-49-9
Berawal dari sebuah bridal, lima wanita menguntai benang – benang kehidupan.
Jihan, yang bercita – cita untuk menikah muda.
Naomi, yang mengikuti kata hatinya untuk bertindak di luar logika.
Emma, yang percaya kisah cinta dalam dongeng juga ada di dunia nyata.
Ralyn, yang berharap pernikahannya akan sempurna.
Nina, yang dihantui oleh potongan – potongan kenangan lama.
Sebuah gaun istimewa hadir di antara mereka, seakan menjadi pemintal takdir.
Dan keajaiban pun terjadi.
***
Buku ini adalah kumpulan dari 5 cerita yang ditulis oleh 5 orang yang berbeda dengan satu benang merah yang sama, yaitu Gaun Catherine. Ok karena isinya adalah 5 cerita dan cukup banyak waktu dan ruang untuk menuliskannya satu persatu, maka saya coba review satu persatu ya.

Cerita pertama adalah karya Orizuka dengan judul The Right One. Dalam cerita ini pembaca dikisahkan tentang kehidupan Jihan yang awalnya terasa menyebalkan karena pekerjaannya yang ia rasa menyebalkan. Di sisi lain, penulis juga menceritakan tentang keinganan Jihan untuk menikah muda dengan alasan yang manis. Ia ingin punya cukup banyak waktu untuk hidup bersama anaknya. Dan karena impian itu, ia tidak bisa menahan diri dari godaan Gaun Catherine yang entah bagaimana sangat cocok dengannya. Namun mencoba gaun itu ternyata bukan ide yang bagus. Akhirnya, ia harus mengalami petualangan konyol, mengelilingi kota dengan gaun pengantin yang masih membalut tubuhnya dan dengan seorang pria pemarah di sisinya. Pria itu adalah Arkan. Arkan adalah laki – laki yang ingin menyewa Gaun Catherine tersebut. Dan entah kenapa gaun itu tidak pernah mau lepas dari tubuh Jihan sehingga akhirnya ia pun terus menjadi sasaran kemarahan Arkan.

Lantas bagaimana nasib Jihan? Kenapa gaun itu tidak mau lepas dari tubuhnya?


Cerita kedua ditulis oleh Fei dengan judul Premonition. Cerita ini cukup berbeda dari yang sebelumnya. Kenapa? Karena mengambil tema agak nyerempet detektif namun tentu saja dengan unsur romance di dalamnya. (^_^) Kisah ini tentang Theo yang tidak mampu mengungkapkan perasaannya pada Naomi. Dan sebuah kekonyolan terjadi. Naomi dengan lugunya memenuhi permintaan Theo untuk datang ke sebuah taman dengan memakai gaun pengantin. Dan ternyata itu memberi dampak buruk. Mereka dikejar oleh penjahat dan terancam terbunuh. Dan kalian tahu, gaun apa yang dipakai Naomi? Yup, itu adalah gaun Catherine.

Cerita ketiga adalah Princess Emma karya Lia Indra Andriana. Kisah ini dibalut oleh dongeng. Dengan melibatkan Gaun Catherine yang jadi pilihan Emma. Emma akan menikah dengan Satria. Pria yang dijodohkan dengannya namun berhasil membuat Emma tertarik. Namun ia merasa bahwa Satria tidak benar – benar mencintainya. Laki – laki itu tidak cukup peduli dengan persiapan pernikahan mereka. Puncaknya, Emma marah dan mengakhiri hubungan mereka. Saat Emma sedih, muncul seorang laki – laki bernama Putra yang mengaku sebagai pangeran dari negeri dongong. Ah, siapa sebenarnya Putra? Dan bagaimana nasib pernikahannya dengan Satria jika Satria bahkan tidak menahannya dari keputusannya untuk mengakhiri hubungan mereka?

Cerita keempat ditulis oleh Clara Canceriana. Perfection kembali bercerita tentang persiapan pernikahan. Ralyn yang berprofesi sebagai seorang model jatuh cinta pada Evan, laki – laki yang dijodohkan dengannya. Sayang 3 minggu menjelang pernikahannya Ralyn didiagnosa menderita kanker. Kanker ini membuat Ralyn tidak bisa lagi berjalan. Dan Evan ternyata tidak cukup mencintainya. Lantas, apa yang harus Ralyn lakukan pada Gaun Catherine yang disewanya? Haruskah ia kembalikan tanpa sempat ia pakai?

Cerita terakhir adalah karya KP Januwarsi berjudul Looking Through Rose Tinted Memory.  Di cerita ini akan ditampilkan sebuah rahasia tentang Gaun Catherine yang melibatkan Nina dan laki – laki yang dicintainya, Areal. Ceritanya cukup horor dan tragis. Dan kali ini Gaun Catherina tidak membawa “magic” yang baik seperti cerita sebelumnya. Ia malah hadir sebagai sebuah kutukan.

***
Hm.. menulis review memang tidak pernah mudah. Bagaimana caranya bisa menulis cerita singkat sebuah buku tanpa  membocorkan keseluruhan cerita. Baiklah, mari mulai mengulas buku ini.

Dalam Intertwine ini, 5 cerita punya genrenya masing – masing dan gaya penuturannya pun berbeda. Meski pun unsur romance tetap jadi bagian utama dalam cerita ini.

Oiya, unsur magic ada di dalam cerita terutama terkait dengan Gaun Catherine, namun ia masih bisa diterima. Bukankah sesekali cinta bekerja seperti sebuah keajaiban atau sihir? Sayangnya untuk cerita ketiga berjudul Princess Emma, magic-nya terlalu banyak dan jadi terasa mengganggu. Tapi di luar itu, semua kisah di dalam buku ini menarik.

Keunggulan buku ini selain keberagaman tema adalah desain sampul yang simple tapi menarik dan juga ilustrasi di awal setiap cerita. Yakin deh saat baca ilustrasi di halaman judul cerita terakhir, kamu akan membuka kembali ilustrasi di halaman judul cerita sebelumnya dan sebelumnya lagi. Kenapa? Karena ilustrasi itu sendiri pun bercerita.

Jadi, nggak ada salahnya sedikit mencicipi sihir yang dituangkan dalam cerita (dan gambar) di kumpulan cerita ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar