Sabtu, 11 Juli 2015

Always be in Your Heart





“Tuhan telah memberikan alam untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kehormatan kita bukan terletak pada pekerjaan kita, Sela, melainkan ketika kita tak pernah bergantung pada manusia.” (Hal. 85)


Penulis: Shabrina WS
Penyunting: HP Melati
Proofreader: Yunni Yuliana M
Desain sampul: Agung Wulandana
Pengarah desainer sampul: Dodi Rosadi
Desainer isi: Nuno
Penerbit: Qanita
Cetakan: I, Februari 2013
Jumlah hal.: 236 halaman
ISBN: 978-602-9225-77-8
Marsela
Aku selalu menantimu dari matahari di timur, matahari di barat, hingga terbit lagi
Aku telah melewati musim yang berganti berulang kali.
Tapi, kau tak pernah hadir di sini.
Kini setelah sepuluh tahun kulewati, aku tak yakin lagi, bahkan pada hatiku sendiri.

Juanito
Siapakah kita, ketika pada akhirnya sejarah telah bicara.
Bahkan, sungai saja berubah muara, sekuat apa pun aku bertahan, sepuluh tahun telah mengubah banyak hal.
Dan nyatanya, keadaan memang tak sama lagi.
***
Cerita dibuka dengan sudut pandang orang pertama dari seekor anjing bernama Lon. Kemudian cerita dilanjutkan dengan kisah hidup Marsela dengan sudut pandang orang ketiga. Cerita kepergian sang ayah yang membuat hidupnya tak lagi sama.

Kemudian alur yang digunakan adalah alur campuran. Dari masa kini, kembali ke kehidupan masa kecil hingga sebelum Timor – Timor lepas dari NKRI. Dan kembali ke masa kini, saat Marsela harus melanjutkan hidupnya tanpa sang ayah sambil tetap memendam rindu pada kekasihnya yang sempat menjadi calon suaminya, Juanito.

Marsela dan Juanito terpaksa berpisah karena pilihan kedua orang tua mereka berbeda. Ayah Marsela ingin tetap bergabung dalam Republik Indonesia, sedangkan orang tua Juanito lebih memilih jadi bagian dari negara baru, Timor Leste. Akhirnya Marsela dan ayahnya meninggalkan kota Ermera, dan mengungsi ke Tenukiik. Marsela pergi namun meninggalkan sekeping hatinya di sana, di tempat Juanito berada.

Kini setelah ayahnya tiada, bisakah Marsela pulang kembali ke Ermera dan kembali bersama Juanito. Sepuluh tahun telah berlalu. Adakah Juanito masih mencintainya? Kenapa lelaki itu tidak pernah datang mencarinya?

Kemudian, di saat yang sama hadir Randu yang selalu menolong Marsela. Laki – laki sopan dan disukai oleh mendiang ayahnya. Semua orang mengatakan bahwa Randu tertarik padanya. Namun tidak sekalipun Randu menyampaikan isi hatinya pada Marsela. Lagipula, apakah Marsela siap menerima Randu dan melupakan Juanito?

***

Cerita dalam novel Always be in Your Heart ini mengangkat sekeping mozaik yang ada dalam cerita lepasnya wilayah Timor – Timor dari Republik Indonesia. Prahara di tahun 1999 itu selalu terkait kerusuhan dan refrendum yang terjadi saat itu.

Namun di dalam novel ini, pembaca diingatkan bahwa dalam seluruh kisah besar itu, ada serpih – serpih kecil yang memilukan. Saat mereka yang saling mengasihi harus berpisah karena berubahnya kondisi saat itu.
Kehadiran bahasa daerah dalam novel ini, membuat nilai budaya di wilayah Ermera cukup terasa. Namun masih kurang kental. Saya jadi bertanya – tanya adakah adat tertentu dalam suku yang mendiami Ermera terkait meninggalnya salah seorang keluarga? Ini mungkin menarik jika nilai sosial masyarakat juga sedikit diketengahkan.

Penggunaan sudut pandang orang ketiga dalam novel ini membuat emosi pembaca jadi berjarak dengan kisah yang dialami tokoh – tokohnya. Padahal ada beberapa momen – momen emosional yang bisa dieksplorasi lebih jauh untuk menyentuh hati pembaca.

Namun, di luar itu, cerita yang disajikan cukup menarik. Tapi saya pribadi bertanya – tanya, kenapa prolog dan epilog dalam novel ini memakan sudut pandang orang pertama dari seekor anjing?


“Ketika Tuhan mengambil yang ada pada kita maka Dia telah menyiapkan penggantinya.” (Hal. 123)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar