Minggu, 14 Juni 2015

Wedding


Penulis: Senselly
Editor: Cicilia Prima
Desain Cover: Jang Shan & Dyndha Hanjani P
Penata isi: Yusuf Pramono
Penerbit: Grasindo
Cetakan: Pertama, Mei 2015
Jumlah hal.: v + 202 halaman
Shin Jun-Jae
Banyak yang mengatakan karakter tipe darah AB dan tipe darah O saling berkebalikan. Keduanya tidak mudah untuk menyatu. Mungkin itu memang benar aku yang AB memang sulit menyatu dengan dia yang O. Lalu, kenapa harus gadis penjaga toko bunga itu yang membuatku jatuh cinta?

Han Ah-Reum
Banyak yang mengatakan karakter tipe darah AB dan tipe darah O bisa menciptakan kisah cinta yang warna-warni. Cih... rasanya itu mustahil. Kenapa aku harus jatuh cinta padanya? Pria bermata sipit yang sedikit sekali bicara. Dokter gigi macam apa yang tidak suka tersenyum seperti itu?

Shin Jun-Jae, putra pertama dari keluarga Shin. Terlahir dengan marga itu membuatnya divonis terkena kutukan pernikahan. Jun-Jae akan menjadi layang seumur hidupnya jika dia tidak segera menikah sebelum umur 30 tahun. Lalu, sekarang umurnya sudah 31 tahun. Apakah kutukan itu bisa dipatahkan setelah bertemu dengan Han Ah-Reum? Sayangnya, gadis itu memiliki kisah cinta yang rumit dengan dua pria berwajah sama. Kalau seperti ini, bagaimana caranya Jun-Jae bisa menikahi gadis itu cepat-cepat?
***
Membahas sifat seseorang dan menghubungkannya dengan golongan darah kini menjadi hal yang menarik. Wedding karya Senselly ini adalah seri terbaru dari Blood Type Series dan lucunya ini adalah buku pertama dari seri ini yang saya review. :D

Novel ini mengambi setting di Korea tepatnya di daerah Myeongdong. Seorang dokter gigi, Shin Jun-Jue, tengah dipusingkan oleh perkara jodoh. Kutukan yang digadang – gadang diwariskan turun temurun kini membuat kehidupan percintaannya berjalan kacau. Kutukan pernikahan itu adalah jika keturunan Shin belum menikah hingga umur 30 tahun maka itu berarti ia takkan menikah selamanya. Sebenarnya bukan Jun-Jae tidak ingin menikah. Ia hanya belum bisa menemukan perempuan lain yang membuatnya jatuh cinta selain Na-Ra. Gadis itu cinta pertamanya, namun juga perempuan yang sudah membuatnya merasakan sakitnya dikhianati.

Hingga akhirnya Jun-Jae menemukan Han Ah-Reum.
Ah-Reum adalah gadis penjaga toko bunga yang ada di dekat kliniknya. Toko bunga tersebut milik bibinya. Sejak mengenal Ah-Reum, Jun-Jae tidak bisa melupakan gadis itu. Namun hubungan mereka menjadi rumit dengan munculnya Ken, sepupu Jun-Ja ke tengah mereka. Selain itu kemunculan kembali Na-Ra yang sudah seenaknya pergi sambil meninggalkan luka hati bagi Jun-Jae ikut memperburuk semuanya.

Ah-Reum sendiri masih belum sepenuhnya melupakan sahabat yang sekaligus cinta pertamanya yang sudah meninggal, Gong-Ju. Dan entah bagaimana wajah dan suara Ken sama persis dengan wajah Gong-Ju. Ini membuat Ah-Reum sulit melepaskan pandangannya dari Ken. Ia seolah menemukan pengobat bagi rindunya.
Namun di saat yang sama ia pun merasa tertarik pada Jun-Jae yang awalnya ia pikir sangat aneh. Orang itu hanya punya kosa kata singkat,”Iya”. Sulit membuat lelaki itu berbicara banyak. Namun sekali bertindak Jun-Jae selalu melakukan hal ekstrim seperti melamar Ah-Reum. Aneh bukan?

Lantas bagaimana hubungan Jun-Jae dan Ah-Reum ke depannya? Bisakah mereka bersama? Atau memang golongan darah AB dan O sulit bersama seperti yang dikatakan orang selama ini?

***

Buku ini adalah hadiah pertama yang diberikan suamiku padaku. Tahu kenapa saya membelinya? Karena ini membahas hubungan Mr. AB dan Miss O. Ini persis dengan tipe darah suami saya dan saya.

Malam hari saat membaca buku ini, saya selalu membacakan pembuka bab yang berisi semacam tulisan singkat tentang golongan darah AB dan O.

“Jika sudah jatuh cinta pada seseorang, tipe AB akan menggenggamnya sampai akhir. Dalam urusan cinta, tipe O suka bermain tarik ulur. Itulah kenapa AB dan O penuh perjuangan” (hal. 44)
Saat saya membacakan kalimat – kalimat tersebut, suami saya akan tertawa terbahak – bahak. Namun ia akan berkata “Coba baca yang lainnya lagi”. Sampai sekarang saya tidak mengerti apa yang membuat suami saya tertawa. Bahkan ia tertawa saat saya bercerita tentang kisah Jun-Jae yang jatuh cinta pada pandangan pertama pada Ah-Reum.

Mungkin karena suami saya yang bergolongan darah AB pun mengalami hal yang sama. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama pada saya. Dia bahkan langsung melamar saya hanya setelah pertemuan pertama kami. :D

Dan seperti hal-nya dengan Ah-Reum yang bergolongan darah O, saya menolak untuk langsung menjalin hubungan dengannya. Pikir saya, “Harusnya kami saling mengenal dulu”.

Hm..sekarang saya mengert kenapa suami saya tertawa. Mungkin karena ia menertawai nasib saya. Sebagai pembaca novel, saya mengalami cerita percintaan yang aneh seperti yang saya baca di novel. :D

Ah, mari kembali membahas novel Wedding ini. Secara ide cerita, ceritanya cukup ringan. Opening tiap bab, meski singkat bisa mewakili konflik yang diceritakan dalam bab tersebut. Sayangnya secara emosi, cerita ini masih kurang terasa emosinya. Mungkin karena menggunakan sudut pandang orang ketiga.

Hanya saja rasanya sayang saat emosi pembaca tidak begitu dieksplore saat adegan dimana Nyonya Ran, tante Jun-Jae menemukan anaknya yang hilang. Harusnya adegan ini bisa lebih emosional lagi.

Tapi secara keseluruhan saya tidak menyesal membeli buku ini. Cukup menarik dan penuturannya rapi. Dan menyenangkan rasanya bisa membagi pengalaman membaca saya bersama suami saat membaca buku ini.

Pssst.. ini pertama kalinya saya membaca karya Senselly dan saya cukup menyukainya. :D

***



Puisi yang terinspirasi novel Wedding karya Senselly 

AB VS O 

Kata orang, 
AB & O takkan bisa bersatu 
AB adalah orang yang tak pandai berkata 
O, ia tak akan pernah kehabisan cerita



AB, 4% di dunia
Lantas bagaimana mungkin kamu yang kutemukan?
Apakah ini sebuah keberuntungan?
Ataukah petaka?
Jawablah... Mampukah kebersamaan ini mematahkan dugaan mereka
Bahwa AB VS O tidak akan mungkin menjadi AB = O

Bandung, 14 Juni 2015


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar