Jumat, 26 Juni 2015

Wedding Rush




“ ... cinta bisa datang dengan sangat cepat namun sangat lama untuk membuat perasaan itu pergi dari hatinya.” (Hal. 41)

Penulis: Jenny Thalia Faurine
Editor: Afrianty P Pardede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: x + 328 halaman
ISBN: 978-602-02-6349-6
Padma memutuskan meninggalkan tiga orang sahabatnya – Rajata, Resita, dan Daka – setelah akhrinya mengetahui kalau perasaannya pada Rajata tidak terbalas. Rajata memilih Resita. 

Setelah dua tahun akhirnya Padma memutuskan kembali pada saat pernikahan Rajata dan Resita. Daka dengan setia mendampingi Padma untuk memperbaiki hubungan persahabatan mereka yang sempat renggang. Doa Daka agar Padma segera mendapatkan seseorang yang membantu menyembuhkan patah hatinya ternyata terkabul. Riko hadir di waktu yang tepat, membuat Padma move on dan berhasil mengikatnya dengan pertunangan. Namun ... semua terasa tidak benar saat Padma dan Riko memutuskan untuk menikah.

***


“I don’t need a perfect relationship. I just need someone who won’t give up on me. ...”(Hal. 320)

Menggunakan sudut pandang orang ketiga, penulis menghadirkan kehidupan 4 orang sahabat. Sebagian besar cerita menyorot kehidupan Padma yang berusaha move – on. Juga tentang Daka yang berusaha mendampingi Padma serta merekatkan kembali persahabatan mereka yang retak.

Masalah kemudian berkembang saat datang Riko yang masuk dalam kehidupan Padma. Riko sendiri adalah teman baik Daka. Itu sebabnya Daka pun dengan senang hati mendukung pendekata Riko pada Padma. Pikirnya, itu akan memudahkan Padma untuk mengakhiri patah hatinya. Namun semua menjadi salah ketika Daka menyadari bahwa perasaannya pada Padma sudah berkembang.

Namun apa yang bisa Daka lakukan? Ia merasa tidak akan mampu membahagiakan Padma. Selain itu hubungan Riko dan Padma berkembang lebih jauh. Bertunangan. Ini membuat Daka semakin tidak berdaya.
Namun bagaimana perasaan Padma sendiri? Adakah ia sudah berhasil melupakan Rajata? Sudah mulai mencintai Riko? Kemudian bagaimanakah nasib persahabatan Padma, Daka, Rajata, dan Resita? Apakah harus kembali retak?

***

Kisah tentang persahabatan yang berubah menjadi cinta adalah ide yang sudah lama tertuang dalam berbagai cerita. Tanggapannya pun beragam. Ada yang masih keukeuh bahwa tidak semua hubungan cowok – cewek yang berlangsung lama akan berakhir jadi cinta. Tapi ada juga yang (mungkin) karena pengalaman pribadi mengiyakan premis tersebut.

Kisah Padma bersama 3 sahabatnya ini menjadi menarik karena beberapa hal yang sebenarnya saya rasanya too good to be true.

Jika saya menjadi Resita, kehadiran Padma tentu sedikit banyak menjadi ancaman bagi hubungannya dengan Rajata. Walaupun bisa saja di saat yang sama ia merasa senang karena kembali berkumpul dengan sahabatnya. Namun perasaan terancam ini tidak seharusnya dihapuskan begitu saja.

Dalam hal penokohan, sudah cukup konsisten. Dan tokoh Daka memang loveable. Meski digambarkan nyaris sempurna. Karakter Padma pun cukup konsisten dalam penggambarannya sebagai perempuan yang tegar dan kuat.

Hm.. novel ini sebenarnya menarik. Namun rasanya cukup “melelahkan” membacanya. Mungkin karena terlalu banyak detail kesehariannya yang sebenarnya bisa dipangkas. Padahal keseluruhan cerita sudah menarik.

Oiya, covernya juga sangat manis. Dominasi pink namun gak norak. Oiya, cara penulis membuka setiap bab dengan sebuah quote tentang cinta juga manis. 

Hm.. buku ini adalah buku pertama Jenny Thalia Faurine yang saya baca meskipun Wedding Rush adalah novel kesepuluhnya. Sukses terus ya. Semoga karyanya semakin baik.



Puisi yang terinspirasi oleh novel Wedding Rush

Tak.. Tak.. Tak..
Langkahmu pelan namun pasti
datang tanpa permisi
& mengisi sudut hati

Tidak.. Tidak.. Tidak..
Bukan cinta yang kau hadirakan
"Persahabatan!"
yakinku pada hati yang kosong

Bukan.. Bukan.. Bukan..
Tak ingin kutukar cerita kita
dengan cinta yang tak ingin kupercaya

Ah, lantas kenapa aku berduka saat ia menemukan cinta?
Kenapa tak lagi cukup persahabatan yang kita punya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar